Articles

Bagi Fira Basuki, WW adalah juke box - pencet tombol, keluar lagu

Perspektif Online
07 October 2006
Hell Yeah! Di Mal Kelapa Gading
 
oleh Lena Hasyim, Herdiny Wulandari, Melda Wita dengan editor Daisy Awondatu
 
Mal Kelapa Gading menjadi persinggahan terakhir untuk rangkaian book signing Hell Yeah! The last but not the least. Tapi awal acara justru terasa istimewa karena para pengunjung malas berkumpul untuk ngobrol bareng. Mungkin hanya ada 10 pengunjung yang memilih untuk duduk bareng dan menikmatin obrolan ringan siang ini. Tegang yang dirasakan Maro sebagai PM kali ini. Berulang kali dia mengajak pengunjung Gramedia MKG untuk ikutan dalam acara ini. Satu dua pengunjung ada yang curi-curi pandang dan bertanya, “Sedang ada acara apa sih”.  Nampaknya pengunjung Gramedia MKG malu-malu meskipun jumlah pengunjung pada jam tersebut sangat ramai.
 
                      ramerame.jpg

“Gong yang diketuk baru bunyi”
Tapi Nana Soebianto sang moderator seperti pemain bola lapangan tengah bersemangat membuat operan-operan tajam, mengajukan pertanyaan-pertanyaan serta cerita-cerita tentang buku Hell Yeah sambil sekali-sekali mengajak pengunjung untuk bergabung.  Tepat pada waktu dibuka pertanyaan dari pengunjung, seorang Bapak bernama  Mat Doan yang sejak awal setia mengikuti acara, mengajukan pernyataan sederhana.” Pak Wimar  orang yang berpotensi besar. Dia seperti gong yang harus diketuk untuk mengekluarkan bunyi yang keras.  Karena itu saya berharap tidak berhenti digali potensi-potensinya, tidak  hanya sampai dengan buku ini”. 
 
Lucu juga, ini nyambung dengan pernyataan yang sering dikeluarkan oleh Fira Basuki, bahwa WW adalah tipe orang yang seperti juke box. Masukkan koin dulu, baru keluar lagu-lagu enak. Di dalam acara ini pun begitu. Antusiasme dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengunjung adalah “koin”, dan jawaban WW yang sangat menarik dan terbuka adalah lagunya.
 
Dari sini menggelinding diskusi yang menggelitik pengunjung lain untuk bergabung, sampai akhirnya diskusi berjalan seru dan mengisi tempat kumpul sampai desak-desakan.  Sampai tim IMX memutuskan untuk menambah 3 hadiah buat penanya yang semakin penasaran dan antusias. 
 
                                rimabicara.jpg
 
Apa bedanya ‘Hell Yeah’ dengan biografi lain?
Acara dimulai dengan pertanyaan pembuka dari Nana kepada Fira basuki tentang perbedaan antara biografi, autobiografi dan memoir. Fira menjelaskan dengan simple, kalau biografi tulisan mengenai kisah hidup yang ditulis oleh orang lain. Autobiografi adalah seseorang menulis kehidupannya sendiri. Lain hal dengan memoir, adalah ditulis ketika orang tersebut masih hidup/ sudah mati, berisi tentang sepenggal cerita semasa hidup.
 
Dalam cerita-cerita dengan moderator Nana Soebianto, Fira menjelaskan terkabulnya keinginan membuat biografi yang beda dengan biografi yang ada.  Soalnya di agemas melihat biografi yang ada, sebagian besar dengan gaya formal dan isi yang kaku walaupun lengkap. ‘Hell Yeah’ dapat dilihat dari cover sangat touchable dan accessible untuk segala umur. Dari segi gaya penulisan, ‘Hell Yeah’ ditulis sebagai cerita, dengan gaya novel. Fira bercerita tentang kehidupan WW apa adanya. Menulis biografi mengkombinasikan skill Fira sebagai novelis dan sebagai wartawan
 
Fira beranggapan pribadi WW adalah sebuah pribadi yang multi dimensi, WW adalah type orang yang tidak sangat terbuka pribadinya. Tapi harus dikorek dan digali barulah keliatan alur kehidupannya. Persis seperti juke box, yang dimasukkan koin baru mengeluarkan  lagu-lagu enak. Hasilnya informasi yang didapat dari WW adalah lebih dari yang Fira harapkan.
 
Buku Biografi WW ini merupakan karya Fira yang ke empatbelas. Merupakan suatu kebanggan buat Fira yang sedari bulan Februari sampai Juli mengikuti WW di tengah aktivitasnya.
 
Diakhir acara  muncul orang-orang yang sangat ekspresif, takjub bertemu WW dan sangat merindukan moment ini. Ada fans Fira yang telah membaca semua karyanya, 13 novel. Sesuai janji, PO mencatat pertanyaan dan jawaban dari Mal Kelapa Gading:
 
Matdoan yang tidak sengaja berjalan-jalan, ternyata bisa bertemu WW di sini dan dia senang sekali. Dia
01matdoan.jpg
menanyakan mengenai kelanjutan buku Hell Yeah! ini. Kata Fira, untuk buku selanjutnya masih belum ada rencana. Kata WW, buku ini mendorong WW sangat aktif kembali di TV dan internet, jadi walaupun tidak dilanjutkan di buku, WW melanjutkan diri di sana.
 
Ana bertanya pada Fira mengapa memilih WW sebagai objek dan bagaimana suka dukanya mencari informasi
02ana.jpg
untuk buku ini. Kata Fira, susah juga sich mencari informasi, tapi melihat reaksi pembaca dimana kelihatan sangat puas, rasa susah itu jadi tidak berarti lagi. Selain itu, apa yang dikerjakan dengan niat dan rasa senang akan menjadikan sesuatu itu mudah.
 
Ibu Sularsono menanyakan apa tujuan Fira menulis tentang sosok WW. Menurut Fira, itu karena dia ingin
03ibusularsono.jpg
membuat buku biografi dengan “gaya Fira”, dan berbeda dari biografi pada umumnya. Selain itu lewat buku ini, ingin juga menularkan aura positif WW pada pembaca.
 
Hendra bertanya bagaimana WW bisa menulis dengan tajam, tapi sangat enak dibaca. WW menjawab bahwa
04hendra.jpg
tulisan enak itu bergantung dari sudut pandang pembacanya, ketika pembaca merasa tulisan ini mewakili aspirasinya pada pemerintah atau pihak lain, dia merasa dibela. Yang penting adalah bahwa kita menulis dengan spontan dan bebas, dan kalau kita beruntung maka akan ada orang yang senang membaca.
 
Eka menanyakan pendapat WW tentang pemerintahan sekarang, dimana kondisi masyarakat semakin susah dan
05eka.jpg
terpuruk. WW berpendapat dibanding dengan zaman Soeharto, zaman sekarang memang lebih susah karena masyarakat mempunyai banyak pilihan. Ini adalah masa demokrasi dalam transisi dimana masyarakat Indonesia sedang menuju proses pendewasaan dan harus melewari proses ini terlebih dahulu
 

Toffan menanyakan bagaimana Fira bisa memilih WW sebagai bahan tulisan.  Jawaban Fira sama seperti
06toffa.jpg
sebelumnya, karena WW bersedia dipakai sebagai percobaan pembuatan biografi gaya baru dan bersedia membuka diri.
 
Ikhsan. blogger dan system administrator, sekaligus pemenang award pertanyaan terbaik, menanyakan mengapa
07ikhsan.jpg
 memilih dunia internet sebagai media yang digunakan untuk menulis. WW yakin bahwa internet adalah media utama jurnalisme masyarakat. Blog itu bagus karena memungkinkan setiap orang menjadi penerbit setiap orang jadi pembaca langsung. Tulisan dan komentar bisa bertahan untuk waktu lama dengan gejala “long tail” dari berita internet. Media cetak nantinya akan digantikan oleh blog sebagai media komunikasi utama.
 
Hari menanyakan alasan WW mau menjadi juru bicara Gus Dur, juga mengapa tubuh WW tambun, dan apakah
08hari.jpg
WW merasa sehat dan apa rahasia sehat? WW adalah orang komunikasi, dan posisi paling tinggi adalah juru bicara. Apalagi Gus Dur posisinya saat itu di dalam negeri kontroversial, padahal di luar negeri Gus Dur dipuji-puji. Karena WW setuju pemikiran Gus Dur maka dia merasa terhormat untuk mengkomunikasikannya. Bagi WW, kegemukan justru membuat penyakit dan sekarang WW berusaha keras memulihkan kesehatan dari efek kegemukan.
 
Lia,  adiknya Melda Wita meminta 3 kata yang membuat dia tertarik membaca Hell Yeah! Menurut WW,
09lia.jpg
buku ini  “story telling”, enak untuk diikuti dan yang pasti cerita ini yang sebenar-benarnya dari WW.
 
Desy kenal dengan Aree, anak bungsu WW, di ITB 4 tahun yang lalu. Dia mengakui ketika itu mengatakan pada
10desy.jpg
Aree: “Gua ngefans banget sama bokap lo” tapi tidak rupanya tidak disampaikan oleh Aree. Menurut Desy karena dulu sering berebutan lapangan tennis, jadi mungkin Aree jengkel sama dia. Tapi kali ini dia bisa berbincang dengan WW dan bertanya bagaimana menggerakkan orang untuk menulis. Mengapa menulis dan bagaimana menulis dengan enak? Fira menjawab pertanyaan tentang menulis dengan menjelaskan kalau tidak menulis, dia bisa jadi pusing. Menurut WW, menulis itu bukan kegiatan yang terpisah dari berpikir dan bersikap. Dengan blog kita bisa menulis sesuatui seperti diary, tapi dengan menerbitkannya kita bisa  mendapat komentar orang sehingga menjadi lebih semangat.
 
Purwata melihat di kartu nama PO terdapat kata “ sudut pandang orang biasa” namun menurut dia WW bukan
11purwata.jpg
 orang biasa. Selain itu dia minta kiat untuk menulis. Eh… baru saja dipuji, WW melakukan kesalahan dodol, langsung mau menyerahkan hadiah dan berfoto, padahal belum menjawab pertanyaan. Bagi WW, bagaimana mungkin orang luar biasa bisa melakukan kesalahan dodol seperti tadi. Mengenai menulis, terus saja berusaha menuliskan pemikiran kita.
 
Rima hari itu sengaja memakai jaket sepakbola Brazil ke acara ini karena tahu dari ‘Hell Yeah!’ bahwa WW
11rima.jpg
suka sepak bola dan suka Brazil. Rima ingin tahu bagaimana resep bisa selalu berpikir positif di lingkungan yang negatif. Bagi WW, bertemu orang-orang menjadi suatu inspirasi, pasti menumbukan sikap positif. Terjadi feedback positif dengan orang yang saling memberi semangat. Dan menurut WW, tidak ada untungnya jadi orang negatif, lebih menguntungkan berpikir positif.
 
Vina hadiri dari awal acara dengan perhatian penuh. Mahasiswi London School of PR ini adalah fan Fira dan
11vina.jpg
sudah baca 13 novel Fira. Kritik dia terhadap buku ‘Hell Yeah!’ adalah, kurang banyak foto-fotonya. Fira menjawab, foto terpaksa sibatasi supaya harga ‘Hell Yeah!’ bisa terjangkau oleh setiap orang. WW menambahkan kalau mau lihat foto-foto yang banyak, silakan buka  Flickr WW yang mudah diakses melalui PO.
 
Seperti biasa, sessi tanya jawab  disusul suasana riuh mengiringi book signing dan foto bersama dalam berbagai kombinasi dan pose. Silakan nikmati melalui flickr yang disediakan. Event Mal Kelapa Gading menutup rangkaian acara book signing ‘Hell Yeah’! ini dengan indah…Thanks buat Grasindo, Gramedia, Mbak Nana, dan  seluruh pengunjung yang telah hadir dan membuat acara ini sukses. Hell Yeah you did!!! . Terima kasih juga pada Maro dan tim penyelenggara, Melda Wita dan Rumiatun sebagai fotografer.
 
Tapi  pertanyaan paling penting bagi pembaca artikel  saya ini adalah”sudah beli belum buku Hell Yeah?”  Beli dong, dan biarkan perspektif anda memahami lebih banyak segi kehidupan.
 
                                      marodaisy.jpg
 

 
 

Print article only

16 Comments:

  1. From Ronny on 08 October 2006 14:14:21 WIB
    halo Pa Wimar, salam kenal dari saya
    > Kemarin, saya baru baca biografi bapak...yang ditulis dengan sangat apik oleh mbak Fira Basuki...sungguh beda dengan biografi pada umumnya, dan tentu saja ini sangat menarik bagi saya (saya baca habis dalam 4 jam, fhiuuh...)...setelah membaca buku tersebut, saya baru tau ternyata ini toh seorang wimar witoelar!! heheh, saya sungguh kagum dengan kepribadian bapak, sikap dan cara bapak dalam memandang suatu hal..dan saya doakan semoga bapak sehat selalu dan dapat selalu memberikan sumbangsih bagi negeri ini..
  2. From yats on 08 October 2006 16:46:00 WIB
    hell yeah..
    udah tamat. bahkan jadi penasaran ama buku ww yang lain,
    makanya aku beli NO REGRET n A book about nothing juga,
    semua menarik, a book about nothing emang 'not only a think.
    sebenarnya hal hal yang mungkin ga terpikirkan oleh orang lain, tapi ww bisa mengolah, merangakai, dan menganalogikan dengan berbagai hal, seperti biasa, sederhana tapi tidak biasa..

    NO RegRet blm kebaca, English si, jadi rada lambat..

    salam,



  3. From endah on 08 October 2006 17:55:58 WIB
    saya yakin buku ini bagus dan pengen beli, tapi sayang sy sedang tdk di Indon. bgmn jika dibuat ringkasan buku hell yeah dan diposting di blog, paling enggak daftar isi dan pengantarnya?

    http://endahretnowati.blogspot.com
  4. From vivi on 08 October 2006 19:14:51 WIB
    Hallo Ww....
    WakTU KeTEmU wW Di MkG KeMaRiN BeRkEsAn bGT CoZ bAReNg2 Ma kK N AdE N bIsA kTemU lAnGsUnG mA Ww PlUs FiRbAs....
    TrUz aKu dAh bAcA MpE aBiS...
    tHaNx Y wW mUdAH2An BiSa jAdI iNsPIrASiKu UnTUk MeNJaLini hiDuP....
    GBU
  5. From maro on 08 October 2006 19:43:29 WIB
    Tidak banyak yang tahu bahwa support dalam bentuk dukungan lisan yang diberikan oleh IMX-ers pada hari Sabtu kemarin:

    - Santai saja Maro, yang paling penting adalah akan ada pertanyaan dari para pengunjungnya (WW)
    - Tenang aja Maro, ini juga udah bagus (EI)
    - Udah jangan takut nanti juga bakal rame (DN)
    - Tenang Mar, keluarga gue bakal hadir (MW)
    - Gpp MA, nanti juga rame (HM)

    serta kehadiran dari HW,WT,LH,RA,dan MS yang datang jauh-jauh + sms dari teman-teman yang berhalangan datang (SM+CL) merupakan essence yang sebenarnya dari buku dan lagu Hell Yeah,


    Bahwa dalam masa-masa dimana kita merasa cemas + putus asa (bagaimana tidak? dari sangat sepi menjadi agak ramai dan akhirnya ramai sekali ! ini mah bukan detik-detik menegangkan lagi, tapi jam-jam menegangkan hehehe...)


    PASTI selalu ada orang-orang yang akan meyakinkan kita dan berkata, "Hey...It's going to be okay"


    Terima kasih imx-ers ! untuk benar benar menunjukkan pada saya bahwa Hell Yeah adalah lebih dari sekedar judul lagu dan judul buku, tapi benar benar merupakan spirit yg menjiwai sistem kerja IMX-ers !


    Hell Yeah, We Did It Team :)






  6. From Andrew on 08 October 2006 23:39:05 WIB
    I was surfing around in MKG last saturday. Suddenly, i got stunt with this guy.."Hell yeah!!..i saw him rite on my face,huh!"..*norak banget yah*..well,the expression i may share about WW is a simple man in a huge spaces with a mixture of generousity and humble heart! Genius,rite?..Thx WW..all d best..keep ur good achievement...many people count on you!!..WW...HEAALLLLL YEAAAAHHH!!!!! GBU
  7. From yeha on 09 October 2006 08:33:38 WIB
    Congrats Maro & team...sempat deg-deg plas yah, tapi sebenarnya sih nyantai ajah, tipikal penonton kita emang kan kayak gitu, awalnya malu-malu dulu, lama-lama baru deh, jarang banget yang mau langsung duduk manis di kursi depan. hehe. Palagi pake 'brand' WW & Fira, disentil dikit, langsung deh rebutan. btw, bagus nih reportase keroyokannya, content PO jadi makin variatif.
  8. From Fira Basuki on 09 October 2006 12:15:38 WIB
    Wonderful! Kegiatan WW-FB diakhiri dengan manis. Saya selalu percaya, di mana ada WW, pasti ada massa. Terima kasih tim IMX (terutama Maro untuk Sabtu itu). Belum apa-apa, sudah ada kekangenan yang terpendam. WW, you are right. Hidup ini nothing tanpa orang-orang di sekeliling kita. Suddenly, today, I miss you and all IMX people. Ini bukan akhir kumpul-kumpul kita kan? Katanya mau dibikinin Grasindo di Bandung...
  9. From vina on 09 October 2006 12:47:49 WIB
    om WW....
    seneng deh bisa dateng di book sign "hell Yeah!! dikelapa gading....

    aku cuma mo ngingeting...
    om WW jaga kesehatan ya...
    krn, dalam 30tahun kedepan, indonesia masih membutuhkan WW..

  10. From lan on 09 October 2006 14:56:48 WIB
    setuju dengan comments dari vina yang bilang 30 tahun kedepan indo masih butuh WW

    tapi gak setuju kalau ww dipanggil om, hehe
  11. From EI on 09 October 2006 15:06:20 WIB
    wah asik kalo jadi bikin di Bandung. Apalagi kalau berlanjut di kota-kota lain. Pasti gak kalah seru.

    Fyi, kemarin di MKG, waktu 1 jam pertama yg sepi, beberapa orang diam2 beli Hell Yeah lho. Tapi pada malu ambil buku sendiri karena dekat lokasi acara. Mungkin takut disuruh duduk hehe.. Beberapa kali saya lihat staf Gramedia ambil buku Hell Yeah terus ke Kasir, dan udah ada yg nunggu untuk bayar. Makanya waktu booksigning, antriannya cukup panjang.

  12. From wira on 09 October 2006 15:45:47 WIB
    saya baru ketemu langsung dg WW pas di MKG, saya yg pada awalnya ga tertarik dg topik pembicaraan tsb lama2 jadi mengikuti, ternyata topiknya enak juga, mengenai WW, karena penasaran dg isi buku yg promosinya sangat bagus (menurut saya), saya jadi beli & sesampainya di rumah langsung saya baca, bahasanya bagus, ga kaku spt biografi2 lain, saya mmg baru baca sedikit krn kesibukan saya, tp saya suka, saya merasa seperti membaca novel cuma bedanya ini "True Story", saya menyesal ga sempat berfoto berdua dg pak WW & mba Fira karena banyaknya permintaan foto bersama dg mereka, tp paling tidak saya sdh bertemu dg beliau2 ini secara langsung & mendapatkan tandatangannya, terima kasih pak, Anda kelihatan sangat ramah sekali....
  13. From thea on 10 October 2006 16:49:30 WIB
    woooowww.....this book is defenitely different with other biographies i've ever read. aku dah pernah baca beberapa buku biografi, tapi yang jelas ini bener-bener beda. The smart witty Wimar Witoelar digambarkan oleh bahasa penulis angkatan sastra wangi, Fira Basuki. Kalo kamu termasuk orang yang agak anti baca buku-buku sejenis biografi, mungkin bisa mulai dengan baca buku ini. Bahasanya bener2 enak, ga bikin bosen, dan banyak potongan-potongan wawancara Wimar dengan tamu2nya di acara Perspektif (yang dibredel pas zamannya orba). Aku sih seneng banget baca-baca biografi soalnya kita sering dapat inspiring experiences dari orang2 yang ditulis di biografi itu. Kita bisa nyontek step-step sukses dari mereka. Belajar dari kegegalan dan keberhasilan mereka. Satu biografi lagi yang aku suka itu Autobiografinya Hillary Clinton(dia nulis sendiri). Bahasanya bener2 enak....ceritanya mengalir dengan halus. Apalagi kita bisa tau dalemnya White House pas zamannya Clinton. Ternyata pas Clinton jadi presiden, sempet ada yang namanya Hillary Land. itu adalah kantor Hillary dan staf'militannya" yang strive buat social welfare. Tapi kalo buku ikni diterjemahin ke bahsa Indonesia...wah ga janji deh. Paling ga bakal seasik versi aslinya.

    Back to the Hell Yeah. Buku ini dibagi ke beberapa bagian yang mengajak pembaca untuk lebih dekat mengamati proses metamorfosis Wimar dari (yang katanya) kepompong sampe jadi kupu-kupu ato ugly duck mennjadi beautiful swan:). Diawali dari cerita masa kecil Wimar...perjalanan hidupnya yang menurutku kayak journey karena dia adalah anak diplomatyang pindah dari satu negara ke negara lain. Trus kisah masa remajanya yang disesalkannya karena ga pernah ada cewe yang mau sama dia (poor you Wimar!!!) Sampe ceritanya waktu jadi Jubir Gus Dur.
    Principally, buku ini highly recommended deh!!!!

    Note: Aku pengen baca No Regrets. Tapi belum nemu bukunya. Anyone can inform me where i can find it???
  14. From Winda Zuchra on 14 October 2006 12:51:49 WIB
    Winda wrote:
    > Pagi pak Wimar,
    >
    > Saya sudah lama jadi pengagum bapak, tapi setelah saya baca biography bapak (1 hari selesai lho! Padahal biography my great grand father aja baru 20 halaman udah males bacanya lagi... :D) (tapi akhirnya sudah saya baca selesai juga :D) Saya langsung pengen jadi salah satu teman bapak, siapa tau suatu saat nanti ada kesempatan saya bisa ketemu langsung dan ngobrol sama bapak seperti teman-teman bapak yang lain.
    >
    > Buku Hell Yeah! ini menjadi menarik karena menyangkut 2 orang yang menjadi favorite saya, anda dan Fira Basuki. Mongomong...sementara orang pada tertarik pengen beli bukunya Habibie, saya malah nyari buku anda :))
    >
    > Yang pasti pak Wimar harus jaga kesehatan ya, supaya anak saya yang baru umur 2,6 thn nantinya bisa kenalan juga dengan bapak seperti anaknya Fira :D
    >
    > take care pak Wimar,
    >
    > Winda Zuchra
  15. From ikhsan on 20 October 2006 13:55:34 WIB
    Hehe
    Baru tamat. Bagus, bagus banget. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa pembaca kemaren di MKG, ini bukan biografi, tapi buku cerita :)

    And I like it. Very. Much
  16. From ceceu wentjeuh on 25 October 2006 10:23:37 WIB
    sekitar sebulan yang lalu, Fira ngasih buku "hell yeah" pada saya. secara saya penikmat tulisan "story telling"-nya Fira, saya langsung baca si "hell yeah". it was feel good di halaman-halaman awal, agak terganggu di pertengahan dan lalu berakhir baik. saya tutup buku dengan lega, tamat juga :-D
    bukan tulisan Fira yang membuat saya agak terganggu ditengah, tapi beberapa cerita tentang politik-nya. hihihi. jangan marah ya Pak, i am not your big fans but not your enemy juga kok,hehe.peace Pak WW, enjoy your journey ;-D

« Home