Articles

Bakal Calon Gubernur DKI Bibit Waluyo dan Edi Waluyo belum punya program

Perspektif Online
30 November 2006
Pada episode ke-9, kekuatan acara 'Gubernur Kita' di JakTV mulai terlihat. Sederhananya, inilah tempat para calon Gubernur memperkenalkan diri pada pemilih.  Kalau tidak memperkenalkan diri, tapi masih terpilih, bolehlah kita bertanya-tanya. Melihat secara positif, acara komunikatif Jak-TV dengan Effendi Gazali ini bisa membuat sejarah dalam perkembangan demokrasi Indonesia.  Selain meriah, 'Gubernur Kita' mulai menjadi acara TV yang sangat penting.
 
Kalau Pemilu Presiden merintis pemilihan langsung, maka Pilkada DKI dapat merintis pemilihan langsung berdasarkan pengenalan langsung para calon.
 
 
suasana.jpg
 
 
Maro Alnesputra:
dari rumah, kamar lt 2 di daerah Jakarta Selatan,
 
Kalau terhitung hari ini acara TV Smackdown di Lativi sudah dilarang ditayangkan, mungkin para penggemarnya bisa tune in ke acara Gubernur Kita episode ini, karena kali ini banyak sekali  'SMACKDOWN-SMACKDOWN' sensasional  yang dilakukan oleh para pengisi acaranya.
 
Dua orang yang  tercatat meng-SMACK sampe DOWN   pada malam ini adalah WW , BALON Bibit Waluyo, dan juga IWEL  !
 
Penasaran ?
 

SMACKDOWN I:
WW: Katanya ada  calon Pak Fauzi Bowo (dan Agum Gumelar) dari PDIP diundang kok ga dateng-dateng ???
Agung Iman Sumanto (Ketua DPD-DKI PDIP): (dengan suara berbisik seperti hanya berbicara dengan gerakan mulut): minggu....depan.....
WW: Kalau minggu depan ga datang , ga usah dipilih ya ? Kan harus dikenal pemilih
 
SMACKDOWN II:
Effendy Ghazali: Mengapa ingin Menjadi Gubernur Jakarta ?
Bibit Waluyo (BW): Karena saya ingin mengabdi kepada bangsa dan negara khususnya rakyat Jakarta !
Fenny Rose: Permasalahan apa di Jakarta yang akan pertama bapak selesaikan apabila terpilih menjadi Gubernur Jakarta
BW:  Tidak seperti itu... Tidak pertama diselesaikan, karena masalahnya itu sangat banyak sekali, jadi permasalahan-permasalahan itu kita coba pahami dengan baik   ....jadi tidak serta merta kita utarakan...yang pertama ini, yang ke dua ini.....,"
WW:  Kalau udah terpilih aja baru mikirin !????!
BW: Nah ...begitu....
 
 
SMACKDOWN III:
BW: Semisal saya terpilih, tugas saya adalah meloanjutkan pekerjaan Gubernur sebelumnya secara sinabung dan kontinu.
WW: Semisal yang lalu memang baik memang begitu. Tapi kalau yang lalu itu jelek, apa perlu diteruskan ?
BW: Permasalahannya bukan seperti itu, berarti kan kalau jelek itu belum dikerjakan , nanti akan saya kerjakan. Karena aspek pembangunan yang ada di pemerintah DKI ini, yang pendahulu saya sudah rencanakan ada 8 hal. Mulai dari pembangunan Hukum, sama pembangunan prasarana, dimana di dalamnya, ada sosial budaya, pemerintahan dan ekonomi, ada delapan,..
WW: Berarti bapak ini calon yang akan melanjutkan pekerjaan Pak Sutiyoso begitu ?
BW: Bukan Pak Tiyoso, Pak Gubernur !
WW: Ya deh...,  jadi melanjutkan Pak Gubernur Sutiyoso !?
BW: Iyah !
Iwel: Berarti sudah jelas dua programnya yaitu yang pertama melanjutkan yang baik, dan yang kedua adalah melanjutkan yang tidak baik !

 
bibitedi.jpg
Edi Waluyo, mantan Ketua DPRD-DKI  dan Bibit Waluyo, mantan Pangdam Jaya
 
 
SMACKDOWN IV:
Soemantri (Dewan Kelurahan JakSel): Singkat saja,  bagaimana mengatasi kemiskinan  di Jakarta?
BW: Kemiskinan itu ada banyak, ada kemiskinan moral, ada kemiskinan pangan, ada kemiskinan macam-macam pak, pertanyaan bapak susah!
 
SMACKDOWN V:
Edi Waluyo: Banjir itu harus tersimpan, dalam tampungan yang kuat, sehingga nanti itu bisa jadi air minum. Bagaimana caranya , ya cari orang pintar begitu...
WW: Jadi kan orang kebanjiran juga pasti haus ya?? Jadi kan airnya bisa dimasukin ke mulut gitu ya?
 

Wow , terhitung ada lima aksi SMACKDOWN yang benar-benar mantap dari banyak pihak di acara Gubernur kita pada episode kali ini.
 
Cukupkah ? Cukup sepertinya yah, ntar terlalu banyak adegan SMACKDOWN  jangan-jangan dilarang Komisi Penyiaran lagi untuk bisa lanjut tayang hehehehe....
 
 
catatan redaksi:  Perlu dicatat Edy Waluyo menegaskan, pemilih punya hak untuk memilih siapa saja. BW tidak akan keberatan kalau tidak terpilih. Itulah demokrasi!
 
 
 
 

 
 
 

Print article only

23 Comments:

  1. From mansur on 01 December 2006 08:53:32 WIB
    Bibit Waluyo dan Edi Waluyo walaupun namanya sama tapi bukan saudara kembar dan juga tidak ada hubungan saudara. Tapi ada satu kesamaan mereka yaitu memandang minyak tanah yang terjadi saat ini di Jakarta bukan tanggung jawabnya jika nanti jadi gubernur.
  2. From Yadi on 01 December 2006 08:54:38 WIB
    Pesan buat pak Waluyo brothers, kalau belum siap jadi Balon Gub DKI, lebih baik ga usah ikut; kemarin saya jadi ikut melas ngeliat bpk "sal-ting" di TV jadi tontonan "Smack Down" seluruh warga DKI. Ngono ya ngono, ojo ngono... Sukses buat pak Waluyo bros.
  3. From Satya on 01 December 2006 09:28:21 WIB
    namanya balon ya isinya udara. ini dua bakal calon total airheads! show-nya jadi lucu sekali. kayanya pemandu juga tahu bakal calon itu bodoh, jadi kalo ada pertanyaan dari panelis pada ketawa2 aja, toh ga bisa dijawab bener. funny show! :)
  4. From SK on 01 December 2006 09:39:18 WIB
    Menurut Ane, para bakal calon Gubernur tidak usah banyak janji-janji dulu deh, karena menurut saya percuma belum jadi gubernur sudah bayak janji ,nanti sudah jadi gubernur lupa sama janjinya,kacang lupa kulitnya dong!!! kasihan masyarakatnya.memang tidak mudah membennahi kota Jakarta yang serba semraut, tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi apa salahnya para Calon gubernur belajar dari pengalaman.Insya Allah jakarta bisa damai dan tentram.Aminn.....

  5. From lena on 01 December 2006 10:11:59 WIB


    Lucu ya, ada balon yang jawabnya kaya gitu, mungkin lupa kalau dia diundang di acara Gubernur kita bukan di Republik BBM. Kasian.


  6. From Ludjana on 01 December 2006 10:18:54 WIB
    Sudah bisa dibayangkan, bahwa balon manapun pasti tidak akan dapat dibandingkan dengan kedia balon minggu lalu (yang akan terpilih, tarohan ?). Tetapi yang tadi malam mah repot sekali: jsuh dibawah standar !!! Padahal BW bekas tokoh penguasa. Kalau ngomong persis menurut sloganisme yang membosankan.
    Memang jaman Orba jadi pemimpin itu mudah asal dapat restu atasan saja.
    Mudah mudahan tidak turus mutu calonnya.
  7. From Franova on 01 December 2006 10:37:55 WIB
    Aduh...
    jawabannya koq lucu-lucu semua ya?
    Calon gubernur koq kaya gini..gimana nanti kalo udah jadi gubernur...

    btw,,proyek ngubah air kali item jadi air minum nanti gimana ya? Walaupun mungkin, tapi kan sangat mahal....nanti korupsi lagi....
  8. From Haji Bo\'im on 01 December 2006 11:35:51 WIB
    Saya lihat acara itu dengan perasaan yang bercampur2. Ada rasa terhibur karena acara Gubernur Kita kali ini jadi obat kangen saya kepada badut2 Srimulat, tapi juga ngeri gimana kalau salah satu dari kedua Waluyo ini nantinya kepilih jadi Gubernur. Hii.......
  9. From Wid on 01 December 2006 13:35:42 WIB
    Masih ada untungnya juga sih, diundang berani dateng dan berani malu ..... :)

    Kita berharap ke PDIP Semoga bisa bisa berpikir jernih dalam menentukan calon yang berkualitas.
  10. From Rahmad Be on 01 December 2006 13:55:43 WIB
    Saya lihat 2 balon Gubernur DKI dari PDIP ( Edi Waluyo dan Bibit Waluyo ) di acara Gubernur Kita tadi malam..OK..OK saja. Tetapi kalau saya boleh jujur 2 balon Gubernur DKI dari PDIP ( Faisal Basri dan Sarwono Kusumaatmadja )di acara Gubernur kita seminggu yang lalu lebih cocok untuk maju bersaing dengan calon Gubernur dari partai lainnya. Karena kedua duanya saya nilai ada misi, visi dan konsep yang jelas untuk membawa Jakarta lebih baik dari pada sekarang.

    Hidup Acara Gubernur Kita, moga-moga jadi contoh untuk daerah-daerah lainnya.
  11. From imel on 01 December 2006 16:51:49 WIB
    Tambah lama acara Gubernur Kita semakin seru. Acara tadi malam tuh buat mata saya melek karena tadinya saya dah ngantuk banget dan sadar kalau dua Waluyo Bakal alon Gubernur Jakarta, Apa jadinya yach. Mengapa?
    1. Konsep mereka gak jelas
    2. Cuman Ikutan, gak serius hanya main-main aja
    3. Orangnya pasrahan

    3 hal ini merupakan kriteria yang membuat Jakarta makin panas, Buas dan cenderung Ganas. Pertanyaan saya, mereka berdua ini termasuk criteria Good Guy or Bad Guy yach??
  12. From ww on 01 December 2006 23:37:41 WIB
    kepada imel: good guy or bad guy? nggak ketahuan ya, tapi jelas not the right guys.

    Kalau mau fair, harus diberi nilai tinggi untuk sportivitas mereka tampil. kandidat yang lebih serius, malah belum muncul di acara ini.

    minggu lalu faisal basri dan sarwono selalu siap menjawab setiap pertanyaan. smooth as silk. mereka sudah tuned in kepada zaman demokrasi.

    problem dengan kedua balon ini "hanya" bahwa mereka berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.. seperti orang baru keluar dari time machine. tempat mereka adalah birokrasi, bukan demokrasi. waktu mereka adalah jaman dulu, bukan sekarang.

    sepuluh tahun yang lalu, seorang calon gubernur mulai dengan bersikap low profile. kampanye baru ada dalam jaman demokrasi. sepuluh tahun lalu, yang penting adalah menyatakan bersedia dan kelihatan tenang. nanti tunggu ditunjuk oleh atasan (partai, presiden, atau entah siapa). program diserahkan pada staf. kalau belum diangkat, belum ada staf, jadi belum ada program. karena itu mereka gak bisa jawsab pertanyaan: "apa program anda?" loh, orang belum ditunjuk, masa ngomong program? nggak bisa begitu dong, nggak boleh mendahului dong...

    beda sekali, kultur demokrasi sekarang dan kultur totaliter dulu. tapi satu hal yang sekali lagi patut dipuji: kedua orang ini gentlemen, berani memahami demokrasi, dan menangkap esensinya juga: tidak keberatan kalau tidak dipilih. kalau dulu, airhead bisa ditunjuk dan dipaksakan menjabat. itulah gubernur dan pejabat yang sisa jaman dulu. mereka bukan pilihan pemilih, tidak pernah muncul di acara tv untuk di-ekspose sebagai balon berisi udara.

    sekarang terserah pemilih. balon udara menambah entertainment publik, tapi nggak perlu dipilih. apalagi yang nggak datang ke acara 'gubernur kita', jangan dipilih tuh.

    kan ada calon lain. tinggal pilih salah satu diantara good guys.
  13. From ww on 01 December 2006 23:46:22 WIB
    sori, belum kenyang ngomong nih. jadi ingat waktu fahmi idris diangkat jadi menteri perindustrian, ditanya wartawan apa yang akan dikerjakan, jawabnya: "belum tahu, tapi saya akan pelajari." jaman dulu jawaban itu normal, tapi sekarang aneh. padahal untuk eksekutif birokrasi, masih bisa diterima orang ditunjuk dan nggak tahu apa-apa.

    jabatan pemimpin seperti gubernur sangat beda, tapi banyak yang mengira itu sama. abis, gubernur yang sekarang dipilih dan ditunjuk oleh pak harto. nggak ada yang milih dia, tapi dia berkuasa sekali.
  14. From kaka on 03 December 2006 09:48:42 WIB
    Jadi inget waktu kecil dulu :
    (nyanyi)Balonku ada lima rupa rupa warnanya.....meletus balon hijau...doorr!
  15. From nadine on 04 December 2006 09:44:17 WIB
    kok jawabnya asbun banget. BW kira ini zaman masih sama kali.
  16. From Ance on 04 December 2006 10:50:30 WIB
    Barack Obama for Governor of Jakarta.

    He lived there for more than 4 years.

  17. From yeha on 04 December 2006 11:06:30 WIB
    Wow...makin seru nih acara GK. Bravo buat WW dkk yang telah men-SMACK DOWN calon2 gubernur DKI. Tapi tampaknya Bibit Waluyo bukan bibit yang cocok nih buat jadi gubernur DKI, masak ditanya masalah kemiskinan, jawabnya malah "pertanyaan Bapak susah !". Hik. Gak nyambung...
  18. From KGPH Hadiningrat on 04 December 2006 14:16:10 WIB
    Kagem Pak Bibit Waluyo

    Pak Bibit ini Jenderal hebat, dia ini tidak pakai koneksi-koneksian untuk naik pangkat, prestasi tempurnya mumpuni. Ndak kayak Jenderal Salon siapa itu...? SBY...yah SBY itu jenderal plin-plan.

    Saya yakin dengan majunya Pak Bibit Waluyo musik campursari bakalan rame,dan wayangan terus terusan, Pak Bibit ini jago ndagel lho...

    Last but not least

    Pak Bibit Jenderal yang baek....

    KGPH Hadiningrat

    Ketua Paguyuban Trah Keluarga Panembahan Senopati
    Ketua Yayasan Putro Mataram ing Nagari Betawi

  19. From F ubgb on 04 December 2006 17:12:08 WIB
    menjadi gubernur di Jakarta harus berfikir di luar benchmark pejabat yang ada selama ini. melihat Bapak berdua ini, rasanya tak akan jauh beda dengan yang lain. paling hanya jadi gubernur peresmian atau upacara. Paling hebat cuma kunjungan ke daerah yang terkena banjir.
  20. From daisy on 05 December 2006 10:20:15 WIB
    haha.. seru dan lucu banget 'smack down'-nya

    tapi yang lebih lucu lagi adalah jawaban dari bakal calon yang tanpa persiapan. Jawabanyya banyak yang diniat maju ngga nih... :)
  21. From Ricardo Yusuf on 05 December 2006 16:14:02 WIB
    Memang kualitas calon pejabat dan pejabatnya sendiri, yah, segitu itu. Karena biasanya yang mikir itu level paling bawahnya. Kalo mau tau cara mengatasi banjir, yah, tanya aja ke tukang gali parit sampe tukang gali kali. Jangan tanya ke gubernur. Boro-boro mikirin banjir. Jauh..jauh. Kalo mau tau cara mengatasi kemacetan lalu lintas tanya aja ke tukang parkir. Pasti lebih tokcer jawabannya. Kalo mau tau cara mengatasi kredit macet tanya aja ke preman. Pasti beres. Siip, dah. Makanya lebih enak nonton pemain smackdown beneran daripada pemain calon pejabat. Wasting time.
  22. From Irwan Gading on 25 December 2006 19:16:33 WIB
    Balon gubernur DKI bukan hanya orang yang pintar, tapi orang yang terpenting jujur dan tegas, dan mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, figur BW inilah yang tepat untuk memilih Gubernur DKI yang akan datang. "Selamat kepada Bang Bibit, maju terus pantang mundur !!!!!!

    Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Kelapa Gading (FKM)
    Persatuan Pemuda Bewati (P2B)
    Management Community Fondation (YMM)
  23. From infokom PDIP Jateng on 10 April 2008 14:02:38 WIB
    Terimakasih atas liputannya mengenai Bibit Waluyo.

    Bibit Waluyo sekarang sudah resmi menjadi calon gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan

    Untuk informasi lainnya mengenai berita calon gubernur dari PDI Perjuangan ini dapat di akses di web blog http://bibitrustri.blogdetik.com

    Salam

« Home