Articles

Kasus Aa Gym mendorong sikap melawan poligami

Perspektif Online
10 December 2006
Daisy Awondatu dan redaksi: Perempuan yang merugikan diri sendiri
 
WW mengatakan, “Ada dua perempuan masuk berita akhir-akhir ini, mereka sangat lemah sekali. Ada yang mendukung poligami suaminya, ada yang menerima bahwa suaminya selingkuh. Kalau Ibu Menteri masih ada, saya usulkan agar dua wanita itu dicoret saja dari daftar perempuan.” Ucapan spontan ini disambut tawa dan tepukan tangan pengunjung yang hadir di Ballroom Four Seasons Hotel.
 
Sebelumnya Menteri Pemberdayaan Perempuan, Prof. Dr. Meutia Hatta, dalam pidatonya di book launching “Inspiring by Indayati Oetomo: Make Your Dreams Come True”, hanya mengatakan bahwa perlu ada empowerement bagi perempuan, dan diharapkan lebih jauh lagi perempuan dapat melakukan self empowerement. Menteri tidak menanggapi dua kasus pusat perhatian masyarakat dimana perempuan harus dibela.
 
Untung kelompok LSM Perempuan angkat bicara. Yayasan Jurnal Perempuan bersama Koalisi Perempuan serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat lainnya menolak praktek poligami. Alasannya, poligami melanggar hak-hak perempuan serta rawan terhadap kekerasan psikis dan fisik terhadap kaum perempuan. Hal tersebut mengemuka dalam jumpa pers dengan Jurnal Perempuan serta beberapa koalisi LSM lainnya di Jakarta
 
stage.JPG
 
Perilaku Aa Gym adalah urusan dia sendiri. Apakah orang kecewa atau tetap senang padanya, itu urusan selera masing-masing. Aa Gym dan kedua istrinya tidak perlu dinikmati sebagai bahan gosip. Tapi poligami sebagai penyakit sosial sudah waktunya dipersoalkan dan kalau perlu dilarang. Mengapa? Karena poligami membawa dampak sosial yang merusak. Pertama, merendahkan derajat perempuan dan membuatnya rawan untuk diperlakukan secara  tidak manusiawi. Kedua, membahayakan anak-anak keluarga bersangkutan dengan rasa ketidak pastian, diacuhkan dan di ekspose pada hubungan yang eksploitatif. Ketiga, mendukung sikap menjajah dari lelaki bermental penguasa. Tidak mungkin kita membangun masyarakat yang baik sambil menerima poligami yang merupakan kebiasaan pelecehan zaman dahulu.
 
Sebetulnya munculnya kasus Aa Gym harus disambut sebagai dorongan besar untuk mengangkat sindrom poligami ke forum keputusan publik untuk mempersoalkan untung ruginya bagi masyarakat. Bila merugikan publik maka layaknya dilarang. Poligami adalah pelembagaan pelecehan seksual. Aneh bahwa topik ini tidak dibahas pada forum perempuan yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan. Merupakan suatu tanda bahwa perempuan belum menyadari hak azasi secara penuh, dan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan hanyalah lembaga birokratis yang tidak menghayati masalah perempuan.
 
audience.JPG
 
Pada acara book launching Indayani Oetomo, International Director JRP (John Robert Powers), dirayakan sukses Ibu Indayani sebagai business entrepreneur yang dalam 20 tahun menghasilkan kira0kira 21,000 lulusan kursus JRP. Diadakan talkshow dengan tema “What Do Men Say About Multitasking Women”. Multitasking disini maksudnya melakukan kegiatan di pekerjaan luar dan di rumahtangga secara bersamaan. Di deretan nara sumber ada Wimar Witoelar, Yuddy Chrisnandi (anggota DPR), Shahnaz Haque, dan juga Indayati Oetomo sendiri. Jadi bukan hanya "Men" yang bicara. Beberapa points dari pembicara:
 
Indayati Oetomo: “Kuncinya adalah sacrifice. Seorang perempuan harus rela capek, mengurangi waktu untuk dirinya sendiri, jadi ada pengorbanan.”
 
Yuddy Chrisnandi: “Bagi saya, multitasking woman itu sexy, dinamis, dan care. Ini merupakan implementasi dari kodrat seorang perempuan.”
 
Shahnaz Haque: “Suami harus tidak keberatan untuk melakukan peran istri di rumah, merawat anak, menceboki, dsb. Seperti suami saya, Gilang. Yang tidak bisa dilakukan hanya menyusui anak........... Setiap orang punya keinginan dan impian. Perempuan juga. Perempuan bekerja di dalam dan di luar rumah untuk balancing hidupnya. Jadi, merupakan sebuah penghargaan besar bisa menjadi multitasking women.”
 
WW:  “Kegiatan ganda menunjukkan bahwa women are the superior gender. Mereka tidak memiliki sifat selfish...... Multitasking hanya dapat dicapai dengan kemandirian.... Yang diinginkan bukan bahwa istri mengabdi pada suami, tapi bahwa suami istri saling mengabdi."
 
Yah… susah-susah gampang lah menjadi seorang multitasking woman. Indayati Oetomo mengatakan, tidak mungkin seorang wanita sukses kalau tidak didukung oleh suaminya. Pria dan wanita merupakan sebuah team, dan harus saling mendukung, terutama di dalam keluarga. WW mengibaratkan,“Apabila pasangan lelaki-perempuan adalah pesawat terbang, maka lelaki adalah mesinnya, dan wanita adalah sayap dan angin yang mendukungnya, atau sebaliknya."
 
You are the wind beneath the wings. 

 

Baca juga: Peringatan Hari Ibu: Perempuan Indonesia Bersatu Tolak Poligami

Print article only

67 Comments:

  1. From yosua on 11 December 2006 12:48:21 WIB
    ya betul banget tuh pa ww..
    dah saatnya perlu adanya realisasi nyata dari kesamaan hak antara wanita n pria... saya sebagai pria pun sangat merasa sakit membayangkan bagaimana rsanya nanti klo istri saya dimadu...n hal2 seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif untuk inheritance bangsa kita nanti..
    kita harus mulai membangun hal2 yang baik bagi hak2 wanita
    n pologami ini perlu ditinjau baik2 apakah hal ini benar2 baik n bermanfaat dari segi wanita itu sendiri?...
    n lihatlah ke depan bagaimana jadinya bangsa kita nanti klo skarang aja udah byk kasus poligami yg menyakiti wanita...
    thankx..
    GBu
  2. From Ninuk on 11 December 2006 13:24:41 WIB
    Walaupun tanpa menyebut nama, semua juga tahu 2 perempuan yg diusulkan ww untuk dicoret adalah istri si da'i kondang dan istri anggota DPR itu. Kasihan juga kedua perempuan ini, saya yakin istri yg diselingkuhi pasti tdk bisa menerima dirinya diselingkuhi, ia mungkin hanya memaafkan tindakan suaminya.Ia mungkin prihatin atas sangsi masyarakat dan media yg buas atas suaminya dan ingin memberikan support kepada suaminya. Apakah ada yg salah dengan perempuan ini? Dan nurani istri da'i itu juga tdk bisa menerima dirinya dimadu. Ia sedang sakit hati yg dalam, hanya saja ia ingin memberikan support pada suaminya yg dicemooh banyak orang. Janganlah kedua perempuan itu dihantam lagi dengan mengejeknya, mereka telah cukup terpukul dengan kejadian yg menimpanya.
  3. From nadine on 11 December 2006 13:47:00 WIB
    Kalau saya lihat poligami sebagai suatu penyakit yang harus di berantas. poligami hanya menampilkan ego pria dan melemahkan si wanita.
    yang paling penting, poligami juga menyebabkan korupsi didalam masyarakat kita.

    stop poligami
  4. From Konny Lumentu on 11 December 2006 14:53:40 WIB
    Saya sangat tidak setuju dengan budaya poligami.
    Poligami cuman kamuflase untuk menutup dosa dengan memakai kata agama.
    Poligami cuman istilah halus dari berjinah.
    Lucunya, kedua perempuan itu menerimanya dengan lapang dada.
    Perempuan yang menerima poligami sebenarnya perempuan yang egois sebab jika saja mereka berani menyuarakan apa yang mereka rasakan maka apa yang mereka rasakan dapat menolong wanita yang juga berada pada posisi yang sama dengan mereka.
    Ketegaran seorang wanita bukanlah pada saat dia berpasrah diri tetapi pada saat dia memperjuangkan haknya dan berani mengungkapkan isi hatinya.
  5. From Islah Bahrawi on 11 December 2006 17:56:35 WIB
    Seandainya kita ini atheis, tidak punya vocabulary "nikah", apa sih poligami itu itu?. Apakah seorang laki-laki yang kemudian suka "jajan" itu juga jenis poligami?Apakah orang yang punya pacar lebih dari 1, itu juga poligami?Apakah ketidakrelaan kaum perempuan tersebut melihat dari perilaku seks-nya atau life share-nya?Kalau suami anda suka "jajan" di luaran apakah kita lebih rela?Pada dasarnya, poligami adalah urusan istilah, perilaku "poligami" adalah bagian dari hidup manusia post modernism, yang bisa jadi menjangkiti orang-orang yang menurut kita "family man".Perilaku-perilaku kaum suami diluaran yang terkadang double face, karena kaum isteri tidak care dan water flow style. Tidak setuju poligami? tidak usah teriak-teriak di bundaran HI, mulailah dengan full of one stop service terhadap suami masing-masing di dalam maupun di luar rumah. Kasus Aa Gym, bukan hanya sentilan untuk poligami itu sendiri, tapi juga untuk isteri-isteri yang "egogami"(istilah bikinan sendiri).
  6. From Karenina on 11 December 2006 18:02:17 WIB
    Semua wanita gaakan rela 100% tapi kalo memang ikhlas dg alasan tersendiri itupun haknya wanita untuk memilih dimadu, positivnya para istri bisa kerja sama saling membantu dlm rumah tangga, kalo salah satu tidak sempat atau tidak sehat yg satu bisa menggantikan untuk melakukan aktivitas dlm rumah tangga (bukan urusan ranjang aza loh).

    yg harus dihindari kalau tidak ada "kerelaan" itu, pasti kedepannya rumah tangga gaakan sehat,kalo suami sulit tuk diminta dg hormat agar tidak menikah lagi, mendingan berpisah.. pasti dia akan selingkuh juga dg wanita lain yg tidak bisa dinikahinya itu..:(
    tapi kalo qta mau mengurus suami dg lebih ringan, bisa dimanfaatkan istri ke-2 jadi kadang2 istri ke-1 bisa istirahat deh.. ada ga ya yg rela seperti itu..Hehehe..
  7. From RikaSari on 11 December 2006 18:18:44 WIB
    Hai Pak WW,

    seneng juga sih kasus poligami ini jadi marak akhir-akhir ini. Cuma sayangnya, kenapa pas kasus poligami ini masyarakat indonesia heboh luar biasa, tapi ketika JK 'complain' bahwa proyek-proyek APBN banyak terhambat gara-gara ketakutan mau dipanggil KPK kita diem2 aja ya...




  8. From Munzir on 12 December 2006 08:38:03 WIB
    Detik.com memberitakan kasus perceraian karena poligami di palembang jauh lebih sedikit dari yg disebabkan oleh perselingkuhan ( baca: perzinahan). Tidak mustahil bahwa secara umum ini juga berlaku untuk daerah2 lain.Ini bisa dimaklumi karena mungkin jumlah kasus poligami itu sendiri tidak ada artinya dibandingkan kasus perselingkuhan. Kalau hipotesis ini benar, maka seyogyanya perempuan2 penentang2 poligami ini harus lebih keras berteriak anti perselingkuhan. Jika tidak maka sama saja mereka mengizinkan suami2 mereka berzinah dan menyebarkan AIDS/HIV.
  9. From rini on 13 December 2006 08:20:54 WIB
    poligami sih boleh aja dilakukan dgn alasan ada dalilnya tapi kita liat dong siapa yang mau kita poligami,apakah akan memperbaiki keadaan atau memperburuk keadaan
  10. From Bambang Haryanto on 13 December 2006 10:30:31 WIB
    ISTILAH GAUL BARU :


    “Nge-Gym, yuk ?!” Bila Anda mendengar ajakan teman Anda seperti itu, mungkin ia tidak bermaksud ingin mengajak Anda ke fitness center. Ia mungkin mengajak Anda untuk mengunjungi istri mudanya. Atau arti lainnya : “Poligami, yuuk !”
  11. From Abu Hamzah on 13 December 2006 11:57:31 WIB
    untuk ibu-ibu yang anti poligami: seandainya anda ditakdirkan jadi janda dalam waktu dekat ini, trus anda punya tanggungan anak-anak yang masih kecil. Anda mungkin bekerja di luar atau bekerja di rumah, suatu saat mungkin anda membutuhkan seorang pendamping hidup, trus anda menseleksi para lelaki. Lelaki yang menduda mungkin tidak banyak jumlahnya, lelaki bujangan kebanyakan menginginkan wanita yang singel. Trus ada lelaki baik-baik yang melamar anda, finansial oke, fisik oke, cuma masalahnya dia sudah punya istri. Istri pertamanya rela menjadikan anda madunya.
    Bagaimana sikap anda?
  12. From Djamari Abdul Musyitoh on 13 December 2006 14:23:10 WIB
    Dasar Kyai Jarkoni...Iso Ngajar ora iso ngelakoni...
    Dimana-mana ngomong keluarga bahagia dan menghargai isteri eh malah enak-enakan kawin ma yang cantik...

    Dunia lain sudah beradab dan modern bisa menghargai wanita, hukum perkawinan dan nilai-nilai kesetiaan kita masih aja ketinggalan jaman, kasian deh Indonesia....

    Buat Abu Hamzah, apa mau emak kamu di poligami, pasti harus mau dooong bapakmu kan nolong janda,trus abis poligami jatah uang saku kamu dikurangi ya...kan buat nolong janda....

    Jangan gunakan nama Islam untuk hal-hal rendahan, Islam adalah mata hati peradaban dan Islam datang untuk menghargai wanita. Perkawinan yang benar adalah perkawinan yang mengabdi antara suami dan isteri tanpa hati yang mendua.

    Karena cinta tidak pernah diciptakan untuk mendua.


  13. From someone on 13 December 2006 14:26:03 WIB
    Bung Abu, apa anda yakin istri-istri rela menjadi madu dengan suka rela, pasti ada paksaan dari si suami meskipun kadarnya berbeda-beda (dengan bujukan atau dengan persyaratan). Kalau anda sebagai anak apa anda rela ibu anda dijadikan madu oleh bapak anda?

  14. From sansaka on 13 December 2006 15:47:03 WIB
    pada awalnya poligami adalah untuk menolong para janda perang (correct me if I am wrong), jadi sifatnya agak2 emergency dan ada desakan urgency. saya tidak melihat keduanya pada kasus aa gym, istri keduanya itu karyawan nya sendiri, artinya secara financial harusnya dia mandiri dong, dan masih cantik pula. Dijamin masih laku lah untuk dapetin duda atau bujangan sekalipun. Come on, Aa..????
  15. From Lena on 13 December 2006 15:52:02 WIB
    Bukan hal yang mudah buat wanita yang suaminya berpoligami, karena begitu banyak yang meski dia korbankan dari mulai perasaanya, harkat dan martabatnya serta tentunya keluarganya. Tidak ada satu wanitapun dimuka bumi ini yang sebenarnya rela untuk menerima poligami meskipun kadarnya yang berbeda-beda, ada yang menentang secara keras dengan minta dicerai, ada yang setuju dengan persyaratan dan mungkin juga terpaksa karena dia merasa tidak kuasa melawan suaminya. Namun semua itu tetap ada penolakan dalam diri setiap wanita, meskipun ada beberapa gelintir poligami yang dilakukan oleh laki-laki atas permintaan istrinya (karena satu keadaan misalnya tidak bisa memberi keturunan, sakit parah dll).

    Pada dasarnya poligami yang dilakukan laki-laki adalah satu bentuk pemaksaan baik secara halus maupun terang-terangan (kasar), namun hanya sedikit wanita yang mempunyai jiwa besar yang dapat menerima poligami ini baik secara sadar maupun tidak sadar. Dan tidak banyak pula wanita yang berjiwa besar di dunia ini yang bertahan dengan poligami ini.

    Salut buat Istri-istri yang bisa menerima suaminya berpoligami dan salut buat istri YZ yang dengan tegar memaafkan perbuatan bejat suaminya. (Saya yakin anda berdua tidak sebodoh yang kita kira, anda tetap wanita yang mempunyai sikap)
  16. From wid on 13 December 2006 16:06:12 WIB
    Poligami dalam Islam memang dibolehkan, tetapi dengan persyaratan yang sangat berat yaitu adil. Adil kelihatannya sangat mudah dilaksanakan, padahal sebenarnya adil sangat berat tanggunjawabnya.

    Adil dalam pandangan kasat mata manusia hanyalah kecukupan harta benda, tanpa melihat bagaimana dengan perasaan, hati, cinta dan kasih sayang. Benarkah tidak ada yang merasa disakiti? Benarkah melakukan poligami karena untuk menolong ( uuh klise banget)?

    Jika ada seorang lelaki yang berpoligami mengatakan bahwa dia bisa berbuat adil pada istri-istrinya, jujurkan dia ?? tanya nuraninya benarkah sudah berlaku adil?
  17. From Sembrani on 14 December 2006 09:24:46 WIB
    WW yang biasanya menunjukkan diri mempunyai toleransi tinggi, ternyata kali ini sangat tidak toleran. Komentarnya dialinea pertama itu sangat jelas menunjuukkan hal tersebut. Apapun pandangan dan sikap orang selama tidak memaksakan kepada orang lain, mestinya dihargai. Toleransi dengan teman, atau yang sependapat adalah sangat gampang dan siapapun bisa melakukannya.
  18. From Satya on 14 December 2006 12:41:17 WIB
    kalo bilang WW selalu toleran itu salah. WW sangat tidak toleran sama koruptor, rasis, dan penindas wanita.

    di luar masalah pribadi, di luar masalah agama, ada krisis besar untuk seluruh kaum perempuan. daripada kasihan sama dua perempuan yang tidak ada harga diri dan -seperti dibuktikan abu- mencari kenyamanan finansial (hello, golddiggers! we love for money!), kasihanlah sama citra perempuan lain yang berjuang terus, punya harga diri, dan berani tegas pada orang sekitarnya yg melakukan kejahatan atau sekedar malu2in.

    shame on perempuan yang pakai istilah "berbakti pada suami maupun dia kotor" dan "stand by your man even if he's a creep" seakan itu guna wanita di dunia, padahal wanita itu mulia dan kebanyakan wanita lain sangat tegar dan tidak murahan.

    hidup perjuangan peran wanita, jangan mau diinjek2 lelaki, jangan mau disamakan dengan yang murahan.
  19. From cupu pool on 15 December 2006 14:48:04 WIB
    saya sangat tidak setuju sekali sebagai orang islam dengan adanya poligami sangat-sangat tidak mendukung



















  20. From Vivi on 16 December 2006 13:51:28 WIB
    Poligami adalah hal yang sudah lama terjadi, dan hal ini dalam ajaran islam (al-quran) sudah diatur, jadi mereka yang melakukan poligami sama sekali tidak salah karena memiliki dasar sekalipun dengan alasan apapun. Jadi poligami tetap boleh, kita sebagai manuasia tidak tahu mengapa alqur'an membolehkan, kita hanya bisa menebak dan menafsir sebatas akal manusia. Perbedaan pendapat tentang poligami seperti : perbedan orang muslim sholat tarawih 11 or 23 rakaat, subuh pakai qunut or tidak, dan masih banyak lagi. Jadi tidak perlu diperdebatkan.
  21. From Darsis on 16 December 2006 21:07:55 WIB
    Saya menentang poligami mati2an. Poligami adalah ketidak adilan, mana mungkin cinta dibagi2, emang cinta itu kaya martabak. Bila kebutuhan seksual tidak bisa dipenuhi oleh sang istri maka biarkan sang suami mencarinya diluar, asal harus berhati2, pakai alat pelindung agar tidak menyebar penyakit dirumah. Kalau mau makan sate, jangan beli kambing, pergi saja ke warung sate.
  22. From fajar on 19 December 2006 10:57:35 WIB
    Apakah saya bisa mendapatkan informasi pendapat para perempuan tentang sikapnya karena di poligami?
    Informasi yang Anda berikan akan saya gunakan sebagai refrensi tugas mata kuliah pemberdayaan perempuan (PLS). atas tanggapan yang telah Anda berikan, saya mengucapkan terima kasih.
  23. From MEmo on 20 December 2006 12:01:33 WIB
    Tujuan Poligami itu apa sih?, dulu orang berpoligami ada sebabnya, bukan karena ilmunya sudah tinggi (ini yang selalu jadi alasan mereka yang melakukan poligami). Misalnya: istri sudah tidak bisa melayani suaminya, atau istri nya sakit dan yang memelih untuk dijadikan pasangan suaminya itu adalah sang istri, bukan suami yang memilih. kalau suami hanya beralasan dari pada melakukan zinah lebih baik berpoligami, itu salah besar, itu hanya nafsu dari si suami. Kalau tujuannya mau membantu wanita/janda/gadis kenapa harus di poligami, sumbangkan saja penghasilan Anda (suami) ke mereka. kalau ini sunah hukumnya, tanyakan saja sama ALLah apakah Dia setuju sama yang Anda(suami) lakukan. Banyak catatan sejarah bahwa jika melakukan perzinahan maka Tuhan akan murka kepadanya (mungkin bukan kepada orang tersebut secara langsung, tetapi kepada keturunannya) Lihat Raja Daud dia berselingkuh dengan istri panglimanya, akhirnya Daud jatuh dalam dosa dan kerajaannya hancur. Kita lihat saja dan catat dari sekarang mereka yang melakukan poligami itu dengan maksud benar atau nafsu. Kalau benar tujuannya kerajaannya akan bertambah besar, tapi kalau niatnya nafsu kerajaanya akan HANCUR.
  24. From niesa on 20 December 2006 15:17:33 WIB
    sebagai kaum perempuan saya tidak berkomentar terhadap poligami, namun poligami yang dilakukan dengan pertimbangan agama haruslah bisa dipertanggungjawabkan dan penafsiran dari al qur'an hendaklah benar,jika poligami hanya sekedar menjauhkan dari perzinaan sebaiknya janganlah dilakukan karena hal tersebut akan menambah maraknya kezaliman terhadap kaum perempuan
  25. From luscy J soedirham on 22 December 2006 14:28:10 WIB
    poligami adalah perbincangan yang tidak pernah ada titik temu karena mereka mempunyai alasan masing-masing, dan itu dirasa benar. Dan jangan memaksakan kehendak bagi yang propoligami kepada yang tidak menyetujui, karena itu akan menjadi polemik. Kalaupun Agama Islam membolehkan Poligami jelas dengan persyaratan yang cukup ketat dan detail, kalau itu terjadi, tidak hanya pemuas syahwat, dan mengabaikan hal-hal yang lain.
  26. From Nani on 22 December 2006 16:06:02 WIB
    saya tidak menentang adanya poligami bila memang dengan tujuan baik......tetapi saya tidak mau dimadu.
  27. From tika on 23 December 2006 11:23:50 WIB
    poligami bukanlah hal yang dilarang dalam islam, lalu mengapa kita mengecamnya, toh Tuhan saja tidak melarangnya.
    jangan dikira wanita yang menerima suaminya menikah lagi adlah wanita yang lemah, tapi mereka adalah wanita-wanita tegar yang memiliki kematangan berpikir dan kedewasaan pribadi.saya tidak menyalahkan mereka yang menentang poligami karena sejatinya tidak ada wanita yang mau dimadu.
    tapi, sebagai orang muslim jika kita menentang hukum Allah, hukum siapa yang akan kita patuhi...
    sedangkan kita hidup di bumi Nya, bahkan bernapas pun kita membutuhkan oksigen dari NYA.
    masih pantaskah kita menentang hukumnya!!!
    bila kita tdk setuju pada poligami, jgn menyudutkan mereka yang melakukannya, pasti setiap orang memiliki alasan tersendiri utuk melakukan hal itu dalam hidupnya.
    jadilah orang yang bersikap netral, bila tidak mendukung suatu hal , ya jangan mencemooh mereka yang melakukannya donk...
  28. From Dewi Aziz on 26 December 2006 12:16:41 WIB
    Seharusnya yang dimaksud dengan pemberdayaan perempuan itu adalah memberikan pengetahuan kepada perempuan agar berani dalam mengemukakan pendapatnya termasuk berani dalam mengambil jalan hidup sesuai dengan hati nurani dan akal sehat.Jadi kalo seorang perempuan disakiti dia harus berani buat says 'NO'..termasuk berani keluar dari kenyamanan yang ada jika disakiti oleh suami, maksudnya berani buat hidup dari nol lg jika cerai dari suami.Karena selama ini banyak faktor perempuan tidak jadi cerai dari suaminya karena ngerasa takut tentang biaya hidup kemudian hari.
    Menurut saya perempuan sekarang banyak yang berpendidikan..bisa cari peluang kerja..malah ibu yang diselingkuhi suaminya itu pengusaha kok..
    So..Berani kah kita kaum perempuan???
  29. From afid on 29 December 2006 13:48:07 WIB
    poligami!!! ibarat pintu darurat pada pesawat terbang, dipelajari untuk diketahui saja dan hanya bisa di buka pad saat darurat, tidak bisa asal buka. apalah arti sebuah nama, poligami yang di maksud bahasa islam sangat mulia,dan kembali lagi ke niatnya!!!!! tidak seperti penafsiran segelintir orang untuk meredam gejolak. klo hanya sekedar itu, bertaubatlah kepada Allah, jaga pandangan, hindari potensi pemicu gejolak, dan terserahlah gimana caranya yang pasti jangan ada yang menjadi korban(perasaan).
  30. From john_ajah on 04 January 2007 20:38:46 WIB
    Stop Poligami kl menurut eke lebih baik diganti,

    STOP MENJADI LEMAH, HAI PEREMPUAN (INDONESIA)!

    karena sesungguhnya, mengutip pak WW, women are the superior gender.

    So, stop looking at yourselves as doves. Cos women are, truly, eagles.

    don't you all agree?

    sebenernya komen saya mo berhenti di situ. tapi, di negara tercenthong ini, bicara hampir mengenai apapun, pasti melipir ke Agama.

    Well, I'd say, peduli amat agama tertentu bilang apa soal Poligami. Karena kalau wanita sudah punya sikap tegas, maka Poligami bukanlah pilihan. Pria akan tutup mulut. Tutup ritsleting. Cerai adalah satu2nya jalan, kalau ritsleting suami sudah jebol (alias gak bisa ditutup lagi).
    Katanya perceraian adalah perbuatan halal yang dibenci The Supreme Being.

    Okay. Well here's what I think.

    Poligami adalah perendahan martabat. And, indeed, sexual harassment.

    Jadi, coba, dengan logika kita yang tak mungkin menembus misteri The Supreme Being ini mikir,
    kira-kira, perbuatan halal mana, ya, yang lebih dibenci The Supreme Being? Perbuatan manusia yang merendahkan martabat dan melecehkan manusia lain, atau sekedar cerai?

    IYA GAK, TEMEN-TEMEN PEREMPEWI??

    Seandainya jawabannya tetap yang pertama, maka eke lebih memilih jadi ateis. He he ... Supreme Being macam apa itu? Sama sekali gak cocok dengan konsep 'supreme'. Atau malah gak cocok sama konsep 'being'? entah ... eke bukan filsuf sih.

    Kesimpulan: perempuan yang belon punya sikap kuat kudu diedukasi lebih daripada cuma STOP POLIGAMI. Kita dah punya contoh yang menurut saya amat baik diteladani. Jeng Dewi. Dewi Yull. Love you, jeng! Dese kuat, bos. Tough. Amat.

    Well said. Thanks! and Have a faboulous day!

    motto: CANTATE ERGO SUM!
  31. From Bingung on 11 January 2007 12:34:33 WIB
    saya setuju poligami asal FAIR (GILA KAN?)

    Suami boleh punya lebih dari satu istri

    DAN

    Istri juga boleh punya lebih dari satu Suami

    so anda yg pengen berpoligami boleh saja, asal relakan istri anda punya 2 suami juga .....


    MANTAPPPPPPPPPPPPPPPPPP

    Rey
  32. From Neni on 14 January 2007 14:23:34 WIB
    Gila orang sekarang.Yang naanya poligami tuh udah ada di Al-Quran.Udah syari'at n syarat2nya udah ada n mnteeeep banget.Of course bisa diterima akal sehat.Wong ibadah qt aja belon bener kok udah mo nantang Quran!!!!!!!!!!!!!
  33. From H. Bannie on 24 January 2007 23:56:45 WIB
    Masalah poligami sebenarnya sih gak penting diributin apalagi bila sibini udah setuju dan merasa bahagia dengan posisi yang demikian itu. Ikhlas apa kagak kan bininye doang sama gusti Allah yang tahu. Dan itukan urusan pribadi masing2 sama yang diatas. Bagi yang kagak setuju ya anda jangan ikut2an berpoligamilah apalagi jika anda memang bukan termasuk orang yang mampu mengelola kebahagian perempuan2 itu baik lahir maupun batin! Iyee kaan!???
  34. From Raiguru on 27 January 2007 13:01:46 WIB
    Saya Salut pada AA gym yang memutuskan untuk berpolygami,
    kalo memang alasannyapun untuk syahwat dia sudah mengambil jalan yang benar (tidak berzina yang notabene diharamkan oleh agama yang di anutnya),
    diapun cukup bijak untuk mengakui polygaminya, (engga ngumpet ngumpet)
    - saya setuju dengan pendapat #27 TIKA bahwa orang yang berpolygami tidak patut di kecam atau di anggap lemah karna mungkin mereka justru lebih kuat dan tegar,
    - bagi yang tidak mau berpolygami, saya juga setuju dengan pendapat #21 Darsin yang mengusulakan untuk cukup membeli sate saja tidak usah memelihara kambing, kalo menurut agama ynag di anutnya membolehkan...
  35. From Ando Songan on 05 February 2007 21:01:00 WIB
    menurut saya sebaiknya masalah poligami jangan dipandang sebagai sesuatu yang berhubungan dengan ilahi, sebaiknya dipandang secara kejiwaan dan hubungan antar manusia.
  36. From QNOY on 17 February 2007 08:38:54 WIB
    saya salah seorang anak dari hasil poligami.
    jika poligami bisa dilakukan secara baik, kenapa tidak.
    trus terang aja, sebagai anak sebenarnya nggak rela kalo ibu di madu, tapi dari pada bokap harus zinah, padahal dia memiliki mobilitas yang sangat tinggi.
    its ok, apa lagi ibu saya bisa memaklumi, dan hub mereka baik2 saja kok.
    jadi, untuk ber poligami atau tidak, itu cuman pilihan.
  37. From marina on 21 March 2007 15:24:26 WIB
    menurut saya, perilaku AA sangat salah. mengapa? karena berdasarkan ketentuan UU di negara kita ini, seseorang boleh berpoligami dengan syarat2 tertentu, misalnya istri cacat yang fatal. tapi, bukankah istri AA tidak cacat dan masih dapat berperan sebagai istri dengan baik?
  38. From mas tado on 29 March 2007 12:07:06 WIB
    Poligami.sbuah kata bak kacang yang laris manis, menjadi topik aktual ketika elemen-elemen perempuan meneriakkan penolakan perilaku poligami, terlebih ketika ada public figur yang justru mempertontonkan nya. pengesahan praktek poligami oleh sebagian orang berdasarkan dalil agama, menurut saya bisa menjadi media eksploitasi perempuan. sebenarnya para penggemar poligami sadar betul bahwa mereka tidak aka mungkin bisa berlaku adil sebagaimana keadilan Nabi Muhammad, adil dalam konteks materi maupun non materi. Keadilan dalam konteks non materiil inilah yang amat sangat terlalu sulit dipenuhi. Kalo para perempuan yang mau dimadu jujur pada hati nuraninya, apakah benar sang laki2 bisa jujur..jur..jur. nggak lah
  39. From januariyusuf on 19 April 2007 20:10:30 WIB
    hendaklah kita berlaku adil dalam menyikapi tentang poligami,adalah tidak jujur jika mencemooh seseorang yang memilih jalan poligami yang memang dibenarkan dalam islam tapi kita sendiri cenderung diam dengan kemaksiatan yang banyak terjadi di negeri ini.
  40. From adil on 14 May 2007 10:46:43 WIB
    poligami boleh-boleh aja, tapi sebaiknya dalam keadaan darurat. Sekarang kita liat, tukang ojek yang penghasilannya pas - pasan punya istri 3, kalo gitu apa poligami membawa kebaikan. Kalo takut berzina dijadikan alasan maka anda jangan berzina, nggak harus poligami kan? kan jelas di al-quran kalo nggak boleh zina. Nggak ada alasan buat zina sementara istri kita sehat.
  41. From mienblue on 19 May 2007 10:19:29 WIB
    saya sangat................SANGAT SANGAT
    tidak mendukung poligami..

    Have a nice day
  42. From mel on 21 June 2007 18:07:39 WIB
    wuaaaaaaah muak bener alasan yg dikemukakan utk polygami semuanya munafik. Jangan agama dijadikan dasar apalagi menurut nabi, emangnya kalian nabi?????????? Kalian itu manusia yg gede nafsunya jd menghalalkan segala cara sampe2 berani2nya agama dijadikan topeng. Kl mau polygami berani ngga ngawin nenek2 atau yg lebih tua yg ngga perlu diberi nafkah batin tp cukup lahir, nah itu baru polygami yg benar dan Tuhanpun pasti bersuka cita.
    Apalagi tuh yg namanya pejabat polygami hanya utk ngumpetin jarahan dan korupsinya.
    Ingat tulang rusuk Adam hanya diambil utk menciptakan 1 orang wanita yaitu Hawa saja tidak ada Fatima, Eva,Lelga, dll. Ingat itu............. pasti tdk ada hukum yg melegalkan polygami.
  43. From Aden on 11 July 2007 22:21:17 WIB
    Kereen loe #42 Mel
    Hehehehe.....bukan ttg Nabi atau pejabat-nya..tapi ttg nenek-nenek-nya...
    Secara gitu lho mereka khan rata-rata udah sendiri tuch
    butuh perhatian lebih tentunya...

    Sekali lagi komentar loe keren Mel...
  44. From sophistic on 08 August 2007 11:59:29 WIB
    kinikutau, begitu banyaknya beragam pendapat tentang suatu masalah berawal pada cara pandang. ada yang pro, kontra, bingung dan sebagainya hal yang biasa. hidup ini adalah pertentangan "tesis, antitesi dan sintesis".
    diriku seringkali berbisik cobalah bijak terhadap segala problematika kehidupan jangan sampai energimu habis sia sia karenan tidak ada perkataan dan perbuatan bebas nilai dan suatu saat kamu akan tahu nilaimu.
    oh maaf ya......tentang poligami it's ok
  45. From neneng lovas on 09 August 2007 23:51:59 WIB
    Aduh saya mah sebagai perempuan tak mau didua ah ao i hate poligami,please deh kaum lelaki terimalah istri istri kalian apa adanya, kalian tau kalo tak ada kami perempuan kalian tak akan lahir.... so hargailah istrimu en cintailah dia sampe hayat memisahkan kalian ok.
  46. From seko on 13 August 2007 13:59:02 WIB
    Masalah Polygami urusan masing2 lah.....selama bisa rukun dan saling menyayangi....knapa enggak...orang yg berpoligami tdk selalu jelek.....knapa gara2 ada segelintir orang yg tidak suka polygami menganggap smua yg diomongin orang tsb salah smua...padahal gk khan
    jangan menganggap smua salah...itu namanya kesalahan berpikir
  47. From Arifuddin Latif on 12 September 2007 16:59:07 WIB
    Bagi seorang muslim dan muslimah yang bertaqwa,tidak alasan untuk menolah poligami,itu jelas ayat al qur'an bagi siapa yang menolak satu ayat,maka ia dikategorikan menolak secara keseluruhan, dengan demikian anda percuma saja berpedoman pada alqur'an, hanya saja pelaksanaan poligami harus sesuai dengan tuntutan syare'at, tidak bertujuan hawa nafsu. Yang jelas Syare'at Islam menolak karena ingin sesuatu atas dasar hawa nafsu, karena Islam sangat menghagargai martabat kaum wanita.
    Kenapa anda menolak,anda kebanyakan melihat para pelaku poligami, orang yang tidak paham syare'at, yaitu orang yang mengambil sunah Nabi yang nikmat-nikmat aja, seperti kawin lagi gitu...! boleh, nah itu yang anda lihat. sementara para pelaku disisi lain yang berloligami atas dasar taqwa anda tak pernah tahu, kalau mau tahu ya belajar Islam yang bener.
    Apa salah kalau seorang wanita mengizinkan suaminya menikah lagi ?.... dengan wanita lain...! Nah kalau anda ingin tahu bagaimana Berpoligami sesuai dengan prosedur syare'at anda harus belajar Islam secara tuntas, karena kalau tidak tuntas alias sepotong-septong percuma anda tidak paham, boro-boro paham yang lain, cara berpoligami aja nggak tahu apalagi paham yang lain, maka belajarlah...... Islam secara sempurna.
  48. From wuri on 12 October 2007 12:23:03 WIB
    Kalau bisa melakukanya secara adil kenapa tidak dengan poligami,adil sesuai porsinya...,berapa banyak yang monogami,tetap saja mendapat perlakuan kasar dari suami n jadi budak suami dibanding poligami yang hidup rukun, makanya belajar ihklas...,suami , anak, harta....semuanya milik Allah, kita tidak punya apa2, jangan terjebak, hidup kita sebenarnya bukan disini....,kalau bisa ikhlas kita akan bisa bahagia dunia akherat...,jangan sampai maut udah didepan mata kita baru sadar....,buat para pelaku poligami...benar2 lah berlaku adil, karena semua akan ada perhitungannya
  49. From Kinkinawati on 17 November 2007 14:20:45 WIB
    Saya sekelompok mendapat tugas dari guru agama Islam saya untuk presentasi masalah poligami...kebetulan lagi nyari data nih :)
    menurut saya sih,berpoligami sesuai dengan ketentuan agama itu sangatlah berat, yakni masalah keadilan.
    Setiap orang memiliki batasan sendiri tentang 'adil'
    sangat relatif yha..
    nah,kalu si orang yang berpoligami sudah merasa memperlakukan istri2nya secara adil, teteapi sang istri merasa tidak diperlakukan adil, bagaimana nih?
    Ditambah ssang istri merasa takut untuk mengungkapkan ketidakadilan suami dengan alasan tidak ingin terjadi keributan yang bisa jadi aib,

    benar2 susah yha.
  50. From taupik lubis on 26 December 2007 22:22:21 WIB
    polygamy adalah salah satu solusi bagi mereka (orang islam) dalam menyelesaikan masalah (sosial,politik,ekonomi dan budaya). hukum alam mengatakan "jangan berbicara tanpa pengetahuan, jika tidak ingin bermasalah". pelajari dahulu polygamy itu berasalkan kepada empunya hukum(aturan), sudah paham baru buat presentasi ! itu namanya manusia yang beradab.
    hukum itu (termasuk polygamy)diturunkan untuk mengatur, hanya mereka yang tidak mau diaturlah yang sibuk melawan hukum.
  51. From Solihin on 10 January 2008 17:58:45 WIB
    Assalaamu’alaikum.
    Saya sangat setuju dengan poligami.
    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
    Wassalam
  52. From herman on 21 January 2008 01:02:07 WIB
    Agama sering kali jadi alat pembenaran...trus terang saya muak...
    karena sering kali agama hanya jadi alat memenuhi kepentingan diri sendiri....
    jalan berpikir hendaknya jangan picik tapi juga jangan jadi liberal..poligami harus selektif dan diatur..
    bagi yang melanggar aturan harus dihukum...hanya saja buat wanita jadinya gimana kalu suaminya dihukum? Apalagi ybs mengalami ketergantungan ekonomi...Trus hukum bisa ditegakan? Mengingat riwayat penegakan hukum..hal ini sulit dijamin...so? kesimpulan, sebaiknya poligami dilarang, dengan pertimbangan sosial kultural
    Temen saya punya cerita...Ada seorang wanita...tapi setelah menikah 3 bulan baru tahu ternyata suaminya sudah beristri...Tahunya juga karena di labrak oleh istri tua...Apa nggak nggak stres tuh yang jadi perempuan? Cerai malu nggak cerai gimana ...Tolong bayangkan..
    apakah agama X sama dgn org beragama X?..jangan keburu nyalahkan pihak lain...
    Lagian juga bagi pria banyak istri beresiko mengalami kanker prostat..karena sering hubungan badan...
    Kebahagian cinta tidak bisa dibagi...
    Mungkin bila masyarakat sudah madani...tidak ada nafsu...tidak ada dusta...baru bisa poligami...
    Atau bila perang, banyak janda...baru poligami...Kita? wong penduduknya aja kebanyakan, mau beranak trus

    Nabi Muhammad aja pernah melarang anaknya dipoligami...
  53. From bagus on 11 July 2008 13:40:42 WIB
    nggak usah puyeng. dunia penuh keanekaragaman. setiap individu unik. ada poligami, gak semua laki2 mau berpoligami. ada seks bebas, tapi banyak juga yang nggak mau skes bebas. ada nilai2 agama, banyak juga yang milih atheis. mari berlomba2 berbuat kebaikan.
  54. From Zulfikli Bin Taha on 10 August 2008 22:56:03 WIB
    Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.

    Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.

    Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.

    Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.

  55. From Sofyar on 29 October 2008 13:40:45 WIB
    Poligami, syaratnya adil, banyak kasus pelaku poligami yang tidak sukses, banyak yang tidak mampu adil terhadap istri, maka banyak yang menyimpulkan poligami seharusnya dilarang.

    Punya anak lebih dari satu, salah satu syaratnya adil, banyak yang tidak sukses juga, banyak yang tidak bisa adil terhadap anak, banyak anak yang tidak bisa meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi karena biayanya harus dibagi dengan saudaranya yang lain, namun hampir tidak pernah terdengar yang menyuarakan memiliki anak lebih satu untuk dilarang. Jika anak ingin jadi anak tunggal, apakah pendapat mereka akan didengar dan dipaksa menerima keinginan orang tua? Bahkan, masalah punya anak ini lebih patut untuk ditindaklanjuti terlebih dahulu karena berhubungan erat juga dengan terbatasnya sumber daya alam di dunia. Ataukah pendapat bahwa lelaki sebagai manusia yang tidak mungkin bisa adil dapat dianulir dengan bantuan sang istri sehingga jadi bisa adil terhadap anak-anaknya? Wow.

    Jadi pemimpin, salah satu syaratnya adil, banyak yang tidak sukses juga, banyak yang tidak bisa adil terhadap seluruh rakyat yang dipimpinnya, namun tidak terdengar adanya suara-suara yang melarang orang untuk menjadi pemimpin. Bahkan, bisa jadi banyak wanita yang tidak sudi suaminya melakukan poligami karena menganggap suaminya sebagai manusia tidak mungkin bisa adil namun justru mendukung suaminya untuk menjadi pemimpin dan mengganggap suaminya bisa adil terhadap masyarakat yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan (atau tidak peduli bisa adil atau tidak, toh yang ditidakadili bukan sang wanita?) Wow.

    Jika ternyata larangan poligami dikumandangkan, berarti hak-hak wanita yang rela dipoligami dicabut, saat tidak ada laki-laki yang masih single yang memilih sang wanita, pilihan yang tersedia tinggal memendam kebutuhan akan lelaki, mendapatkannya di luar jalur pernikahan atau mencari substitusi misalnya dengan masturbasi. Tapi tentunya tidak usahlah mereka dipedulikan, yang penting kan perasaan wanita-wanita yang tidak ingin dipoligami, bukankah demikian?

    Yang mengherankan, poligami itu sebenarnya lebih menguntungkan kaum perempuan yang membutuhkan lelaki yang bisa menjadi pemimpin rumah tangga. Saat lelaki itu sudah memiliki istri, masih bisa memintanya untuk meminangnya menjadi istrinya. Jika seorang lelaki melihat istri lelaki lain memenuhi kriteria idealnya dia harus menunggu wanita tersebut menjadi janda terlebih dahulu karena poliandri tidak diperbolehkan.

    Kesimpulannya? Aturan dan perasaan orang lain itu tidak penting, yang penting di dunia ini hanyalah ego dan keinginan wanita (dan mungkin juga pria) yang ingin monogami itu sampai-sampai seluruh manusia di indonesia harus mengikuti keinginannya. Wanita-wanita yang ingin berpoligami sih tidak usah dipedulikan.

    Saya kutip dari artikel di atas:

    "Karena poligami membawa dampak sosial yang merusak. Pertama, merendahkan derajat perempuan dan membuatnya rawan untuk diperlakukan secara tidak manusiawi. Kedua, membahayakan anak-anak keluarga bersangkutan dengan rasa ketidak pastian, diacuhkan dan di ekspose pada hubungan yang eksploitatif. Ketiga, mendukung sikap menjajah dari lelaki bermental penguasa. Tidak mungkin kita membangun masyarakat yang baik sambil menerima poligami yang merupakan kebiasaan pelecehan zaman dahulu."

    Cobalah mengganti "poligami/lelaki" dengan "pemerintah/penguasa" dan "perempuan/anak-anak keluarga" digantikan "masyarakat". Apakah berarti pemerintah/penguasa adalah penyakit sosial? Ataukah penyalahgunaan wewenang dari pemerintah dan penguasa nya lah yang merupakan penyakit sosial? Poligami kah yang merupakan penyakit sosial, atau kah penyalahgunaan aturan poligami yang merupakan penyakit sosial?
  56. From cindy on 21 November 2008 14:52:45 WIB
    gak usah bahas yang gak pasti deh,,,POLIGAMI itu ada menurut islam dan hanya ALLAH yang tahu bahwa poligami iti memang baik untuk umatnya
  57. From tika on 24 December 2008 11:49:58 WIB
    saya permpuan yang dimadu.satu hal yang membuat saya sakit hati adalah semua dimulai dengan kebohongan,perselingkuhan,perzinahan dan pernikahan siri.seakan menganggap saya tidak ada,padahal akan ada perempuan lain masuk dalam satu tatanan yang sudah saya bina dan kondisikan sedemikian rupa, dan dihancurkan oleh kebohongan.seandainya semua dibicarakan dulu,alasan yang bisa saya terima dengan akal dan perasaan, saya akan berpikiran lain.pada intinya poligami itu kan sharing,bagaiman bisa sharing dan mempoerolrh kebaikan kalau dari awal sudah tidak ada kejujuran?apa mungkin setelah tidak jujur akan ada keadilan?
  58. From ummi on 05 January 2009 13:49:38 WIB
    poligami selalu menjadi kontroversi, kebanyakan orang berpendapat subjektif. padahal suami itu bukanlah milik kita dia hanyalah titipan, seperti halnya anak, harta dan jabatan. Suami patut dicintai tapi ingat cinta kita pada suami jgn melebihi cinta kita kepada Allah. Secara fisik, kita merasa disakiti, dianiyaya hati tapi ingat bahwa kita hidup untuk mencapai ridha Allah, Allah akan memberikan pahala luar biasa untuk kesabaran dan ladang amal atas segala keikhlasan kita.
    kenapa harus takut kehilangan cinta suami, bukankah cinta Allah melebihi segalanya...? rezeki bukan suami yg memberi. Hanya Allah....segalanya untuk Allah.
  59. From HERI HERMAWAN on 19 March 2009 14:54:25 WIB
    kalo anggap poligami itu sebagai pelembagaan pelecehan seksual, orang yang mengatakan pada saat yang sama telah melakukan pelecehan agama. kalo ukurannya nafsu, pasti akan mengatakan poligami itu pelecehan, jadi ga perlu bingung menanggapi orang yang selalu ,mengatakan poligami itu zina yang dilegalkan, karena ukuran nya NAFSU.
    Umpama pake nafsu nih....pasti orang ga mau dihidupkan di dunia karena banyak godaan dan kesulitan hidup. tapi Allah sendiri telah menjadikan kita HIDUP dunia.....klo ukuran nafsu....Allah itu kejam, karena menjadikan kita hidup di dunia dengan segala resikonya...berani tidak mengatakan seperti itu?????hayoh.... tapi dengan keimanan yang kita miliki dan keterbatasan akan akal yang kta miliki, maka kita akan menerima itu? so....poligami itu BOLEH karena dibolehkan oleh Allah asal adil...klo ga adil JANGAN. dan jangan berlebihan menjadikan POLIGAMI itu pelecehan...sama saja taqdir HIDUP di dunia juga adalah kekejaman...

    lebih baik,....kembalikan lagi kepada hati nurani yang dirahmati Allah...agar semuanya tidak keluar dari keterbatasan akal dan tidak terkendalinya nafsu...BIla Allah sudah mengizinkan....maka siapa yang bisa mengatakan itu HARAM. Rasulullah juga dilarang untuk mengharamkan madu karena sempat tidak disukai oleh para istrinya....apalagi kita yang punya banyak kepentingan....
    selagi kita dikasih makan, minum, tempat tinggal, air, alam semesta, pekerjaan, udara, nafas, kesempatan untuk kerja, bisa ngetik di internet, bisa liat-liat diinternet OLEH ALLAH....ya..kita ikuti apa maunya Allah.....agar kita selamat dunia dan akhirat
  60. From tony krg on 27 March 2009 09:24:27 WIB
    buat karenina..salut. Buat yg anti poligami...udah pernah nyoba poligami belum? Koq uraiannya kayak ahli banget. Coba dulu baru komentar. Bagi wanita yg mau dihargai...katakan berapa hargamu. Apa orang seperti kalian pantas angkat bicara mengomentari masalah ini? Masak dirumah aja blm tentu becus. Lagian kebanyakan wanita yg suka mandiri biasanya kalau hamil juga sendiri...gak jelas siapa pejantannya...buat herman. Nabi melarang ali poligami karena calon madu siti aisyah adalah anak abu jahal...! Paham!
  61. From tony krg on 27 March 2009 09:37:17 WIB
    buat zulkifli bin taha. Jangan lupa...dibarat dilarang poligami oleh gereja dan didukung oleh pemerintahnya.karena gereja menganggap wanita adalah suatu keburukan. Sehingga cukuplah bagi mereka satu keburukan saja. Jangan lupa juga kalau bapak anda latah ngasih nama anda nama arab. Ada lagi...bangsa timur yg punya peradaban lebih mulia ini juga terkenal didunia sebagai salah satu negara paling korup.
  62. From tony krg. on 05 April 2009 11:07:09 WIB
    dari gue lagi nich...(masih sewot). Kalau poligami dilarang, maka siap2 aja...akan ada banyak wanita jelek dan tidak becus yg bakal jadi janda atau perawan tua... Trus kalau udah kebelet pengen "enak", ngentot siri atau maen sendiri.
  63. From Ferdy Marlian on 22 June 2009 12:10:34 WIB
    POLIGAMI ITU SAH-SAH SAJA ASAL SUAMI MAU ADIL.
    TAPI HARUS SEIMAN DONG!!!
    MEMANG, JUMLAH PEREMPUAN BIASANYA AKAN LEBIH BANYAK DI DUNIA, KARENA SPERMA Y RENTAN TERHADAP SUASANA ASAM DI VAGINA, JUGA, TINGKAT KEHIDUPAN ANAK / JOMPO LAKI-LAKI RENDAH.
    JUGA, LAKI-LAKI TAK PUNYA UMUR MENOPOUSE SEPERTI HALNYA PEREMPUAN, YANG BIASANYA MENOPOUSE PADA UMUR 60-AN DI INDONESIA, DAN JUGA UKURAN PINGGANG WANITA TUA (&LUBANG VAGINA) MEMBESAR, SEHINGGA KEPUASAN SEKSUAL MENURUN.
    LAGIPULA AGAMA MENGINZINKAN, BILA ADA IZIN ISTRI SEBELUMNYA (DI AGAMA ISLAM).
    DAN BILA POLIGAMI DILARANG, BERSIAP-SIAPLAH AKAN ADANYA KIAMAT!!!
    JUGA, BAGI ISTRI-ISTRI KAUM KONGLOMERAT, SIAP-SIAP-LAH AKAN ADANYA ISTRI SIRI YANG LAIN /SIMPANAN.
    LAGIPULA, POLIGAMI BAGI ORANG KAYA, AKAN MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI (KARENA KONSUMSI AKAN MENINGKAT).
    AGAMA ISLAM MEMBATASI ISTRI POLIGAMI SEKITAR 4 ORANG, KALAU DI KRISTEN SIH MASIH TABU UNTUK MELAKUKAN POLIGAMI.
  64. From eliyanoor on 03 July 2009 17:15:14 WIB
    Tuhan Maha Tahu
    Manusia tidak tahu.., kadang sok tahu..
    Poligami pernah dicontohkan oleh utusan Tuhan
    Utusan Tuhan hanya akan melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan..
    Utusan Tuhan memberi contoh untuk pengikutnya..
    Poligami dicontohkan oleh Utusan Tuhan untuk juga "boleh" dilakukan oleh pengikutnya..
    Sesuatu yang telah diperbolehkan Tuhan koq diributkan?..

    Tuhan.., mamafkan kami semua yang pada sok tahu ini..
    Tuhan.., Kami tidak mengetahui selain dari pada yang Engkau ajarkan..
    Tuhan.., Bantu kami bertanggung jawab terhadap semua perkataan dan perbuatan yang telah kami lakukan..
  65. From Islam on 07 September 2009 12:47:57 WIB
    Poligami pertama-tama Tuhan menciptakan manusia sepasang 1 Pria dan 1 wanita. setelah itu muncul agama islam berkata 1 pria dan wanitanya tersesah yg penting laku dan bisa dimadu. tapi di mata Tuhan tetap menciptakan sepasang kalo lebih itu binatang.. bebas.. yg penting adil.. katanya bisa kasih makan.. yg bicara seperti itu pembohong dan itu dekat dengan bapak pendusta setan...palsu manusia itu tidak pernah bisa adil keadilan hanya punya Tuhan..
  66. From inez on 21 November 2009 08:12:59 WIB
    Jika boleh terusik pertanyaan, kenapa ayat itu ada apabila manusia tidak mungkin bisa melakukannya.. Ataukah ayat itu dibuat khusus untuk Muhammad saja ? Bagi perempuan muslim suka tidak suka ayat2 itu ada dimana cara pandang manusiawi pada akhirnya akan terus menerus melemahkan posisi perempuan dalam hal ini. Semustinya gunakan hati nurani dan logika saat merestui poligami, sebab bila keduanya selaras berarti BENAR untuk dilakukan, then silahkan dilaksanakan. Sedangkan jika ada pertentangan antara hati nurani dan logika jangan dilakukan, berarti there must be something wrong, mungkin ada yang sedih dan tersakiti dan saya punya keyakinan Tuhan tidak meridhoi yang seperti ini.
  67. From seperti itulah on 28 November 2010 21:08:22 WIB
    mau jadi perawan tua terus menerus atau poligami?

« Home