Articles

Ingin Wapres yang baik, tapi jangan WW deh

Perspektif Online
11 December 2006

Banyak sekali komentar mengenai kesediaan WW menjadi Wapres. Terima kasih banyak!! Ini tanggapannya. Tidak dalam kata-kata WW sendiri, tapi dalam perspektif rekan kerja di PO. Para penulis ini bisa dianggap sebagai tim jurubicara Bawal (Bakal Awal) Calon Wapres. Pantaskah mereka di Istana Wapres?

 

Hayat Mansur: Apakah WW sebaiknya menjadi Wapres?
 
MansurPernyataan Wimar Witoelar bersedia menjadi calon wakil presiden (Wapres) pada Pemilu 2009 mendapat banyak dan beragam tanggapan. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak setuju. Semua tanggapan itu akhirnya bermuara pada apakah memang good guy harus berada di dalam atau di luar kekuasaan?
 
Pertama kali WW mengatakan secara terbuka bersedia menjadi calon Wapres 2009 dihadapan puluhan wartawan pada saat media gathering InterMatrix Communication bertajuk About Nothing and Everything yang kebetulan digelar pada hari Pahlawan 10 November 2006. Pernyataan tersebut banyak dirilis Kantor Berita Antara dan kemudian dikutip koran Serambi, Nangroe Aceh Darussalam, dengan judul “Wimar Witular Ingin Jadi Presiden”.
 
Sejak laporan media gathering InterMatrix hingga berita koran Serambi dimuat di Perspektif Online, pernyataan WW bersedia menjadi calon Wapres menuai banyak tanggapan. Ada yang menyambut gembira, ada yang bersedia jadi juru kampanye, ada yang menyatakan siap mencoblos gambar WW, bahkan ada yang mengharapkan dan mendoakan WW supaya menjadi presiden.
 
Sebaliknya, ada juga yang kurang setuju WW maju menjadi calon Wapres. Itu bukan karena WW tidak layak namun mereka begitu peduli sehingga khawatir WW akan berubah saat menjadi Wapres. Mereka menginginkan agar WW tetap menjadi good guy di luar pemerintahan dan menyebarkan idelisme seperti sekarang sehingga makin banyak orang yang melek politik, demokrasi, dan pluralisme.
 
Jadi pertanyaan di sini, apakah memang good guy harus berada di luar pemerintahan?
 
Apakah kita tetap membiarkan bad guy memegang kekuasaan dan kita teriak dari luar agar mereka berubah menjadi good guy?
 
Jawabannya, kita semua tentu saja menginginkan good guy yang memegang kekuasaan. Walaupun kita melihat disamping ada beberapa yang berhasil, selama ini kita memang lebih banyak melihat contoh good guy yang masuk kekuasaan kemudian berubah atau setidaknya melempem. Namun itu jangan sampai menjadi alasan agar good guy tetap di luar kekuasaan dan tetap hanya bertugas menyebarkan idealisme. 
 
Kalau menginginkan negara ini makin cepat berubah ke arah yang lebih baik, justru kita harus mendorong banyak orang baik masuk ke kekuasaan untuk mengadakan perubahan dari dalam. Jadi bukan hanya WW yang kita dorong tapi juga para good guy lain untuk masuk ke kursi gubernur NAD, DKI Jakarta, sampai ke kursi bupati, camat, dan kepala desa.
 
Saat media gathering dan juga dalam satu pembicaraan dengan WW, saya menangkap betul maksud dirinya bersedia dicalonkan menjadi Wapres. WW ingin membuat posisi wakil presiden sesuai dengan peran dan tugas yang semestinya. Sejak zaman Bung Hatta hingga Jusuf Kalla, hal itu belum terdefinisi dengan baik. Malah Wapres sekarang lebih banyak menggangu presiden. “Wapres seharusnya mendukung presiden agar maksimal dalam bekerja, bukannya malah ngerecokin saja seperti sekarang,” tegas WW.
 
Bila melihat track recordnya selama ini, pengalaman sebagai juru bicara presiden, dan ditambah latar belakang intelektual dengan pengakuan gelar profesor dari Deakin University, Australia, kita bisa menaruh harapan besar pada WW dalam mereformasi lembaga wakil presiden agar menjalankan tugas dan peran sebagaimana mestinya. WW akan mampu membangun komunikasi yang baik dengan presiden, akan mampu menjembatani komunikasi presiden dengan rakyatnya, dan mendukung penuh program-program presiden.
 

 
Daisy Awondatu: Perlu Ada Good Guy di Pemerintahan
 
Daisy AwondatuBerita di PO mengenai WW menjadi cawapres ternyata mendapat respon yang besar. Berita ini menjadi top issue, hot gossip PO minggu lalu. Komentar-komentar yang masuk menunjukkan ternyata banyak orang yang concern bukan hanya terhadap WW, tapi lebih penting lagi, concern terhadap masalah politik dan pemerintahan.
 
 
Serius atau Iseng?
 
Ada juga komentar di PO yang menanyakan, ‘WW serius ngga sih jadi cawapres?’ Menarik sekali. Ada pembaca yang menganggap statement WW iseng, ada juga yang menganggap ini sebagai suatu hal yang serius. Iseng atau serius sebenarnya bergantung dari persepsi kita, bagaimana mau menyikapi suatu hal. Kalau dari WW sendiri, asal ada capres yang bersedia berduet dg WW, pasti mau. Betul ngga? Kalau ditanya kapan tepatnya WW menyatakan keseriusannya, sebenarnya sudah cukup sering WW menyatakan hal ini, namun mungkin karena dianggap iseng, maka tidak ada yang membicarakan lebih lanjut. Kembali lagi, ada yang menganggap hal ini hanya iseng, ada juga yang  mampu menangkap keseriusan statement ini.
 
Good Guy ngga boleh masuk pemerintahan?
 
Ada suatu prejudice yang berlaku di masyarakat: good guy jangan masuk pemerintahan.
 
Tidak salah juga ada yang beranggapan seperti itu. Melihat banyak sekali bad guy di pemerintahan, banyak yang korupsi, banyak yang memanfaatkan untuk kepentingan bisnisnya, dan mengabaikan rakyat setelah mereka menjabat. Jangan salah, sebetulnya di setiap tempat selalu ada good guy dan bad guy. Di pemerintahan ada, di masyarakat ada, di perusahaan ada, di semua tempat ada. (Mungkin hanya IMX saja yang isinya good guy semua hehehe :p)
 
Ingat juga, dulu WW pernah jadi juru bicara presiden. Banyak juga yang tidak setuju waktu itu, dengan alasan ini itu. WW mau maju, karena dia tahu presidennya, Gus Dur, juga adalah seorang good guy. WW tetap konsisten sejak dia belum masuk pemerintahan, bahkan hingga sekarang. Jadi prinsipnya, yang benar didukung, yang salah dicela. Prinsip ini yang akan terus dibawa.
 
Justru kalau tidak ada good guy dalam pemerintahan, maka pemerintahan akan diisi oleh bad guy semua. Bayangkan, akan seperti apa pemerintah yang demikian?
 
Dan kalau ada yang memberi komentar bahwa susah bagi good guy untuk masuk pemerintahan, apalagi menjadi capres/cawapres, justru di sini tantangannya. Kita harus bisa membuktikan bahwa dengan cara yang jujur, bersih, dan dukungan public, kita mampu mengalahkan cara-cara kotor itu.
 

 
Maro Alnesputra : "Be less curious about people and more about ideas."
 
Maro AlnesputraKutipan diatas diucapkan oleh wanita penemu radium, Madame Marie Curie.
 
Kutipan tersebut mungkin sangat tepat untuk menggambarkan sifat masyarakat Indonesia yang lebih suka penasaran dan protes terhadap individualnya daripada penasaran dan protes terhadap suatu ideologi / pemikiran.
 
Ambil contohnya deh, seminggu belakangan ini udah jutaan manusia mungkin sibuk menyuarakan pendapatnya mengenai poligami gara-gara kasus Aa Gym. Hal ini bahkan sampai membuat Presiden SBY mengusulkan adanya revisi undang-undang mengenai poligami. Herannya kenapa masyarakat Indonesia lebih sewot menanggapi dan memprotes Aa Gym disbanding memprotes tentang sistem poligami ?? Yang ngelakuin poligami kan bukan Cuma AA Gym, tapi kenapa yang lain tidak diprotes juga ?  Seharusnya  mereka-mereka yang tidak setuju dapat lebih elegant dalam beraksi dengan menunjukkan sikap menentang terhadap pemikiran/ideologi tersebut daripada mencaci maki individu yang memutuskan untuk melakukannya.
 
Sama aja seperti ketika ww memutuskan untuk mencalonkan diri untuk menjadi Wapres dan memasang artikel yang mencantumkan rencananya tersebut. Beberapa orang langsung menunjukkan sikap tidak setuju dan menyarakankan ww untuk tetap menjadi pengamat saja.   

Hehehe, padahal kalau dilihat ww menyatakan beberapa hal menarik yang berkaitan dengan rencananya untuk mencalonkan diri menjadi wapres:
  • Wapres tugasnya seharusnya membantu presiden
  • Wapres sebaiknya mengerti cara berkomunikasi yang baik
  • Wapres jangan terjerat kasus yang meresahkan masyarakat
Untuk yang tidak setuju dengan rencana ww untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden, akan lebih baik  apabila mereka menyatakan ketidak setujuan pada usulan atau pendapat ww mengenai kriteria calon wapres yang baik daripada menyatakan atau menyarankan ww untuk tidak usah mencalonkan diri  hanya karena figur ww dianggap lebih cocok  dan identik untuk menjadi pengamat saja.
 
Demokrasi menjamin bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di mata negara dan mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, tentunya termasuk mencalonkan diri menjadi Pejabat Negara seperti Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Bupati dll. Bahkan seorang tukang becak pun pernah nyalonin diri jadi Gubernur Jakarta lho. Di lain pihak semua warga negara juga mempunyai hak untuk memilih maupun tidak memilih seorang kandidat karena tidak setuju dengan visi,misi, dan ideologi orang tersebut.
 
Mudah-mudahan Rosdullah tidak didukung karena banyak masyarakat yang tidak sreg dengan ideologi dan pemikirannya,  dan bukan karena profesinya sebagai tukang becak yang dianggap lebih cocok untuk terus menggenjot becak selamanya....
 
Orang boleh tidak memilih

tetapi tak boleh mencegah seseorang untuk terpilih....
 
Itulah demokrasi.
 
 
 

 
Melda Wita:  Ide ini berangkat dari attitude JK belakangan ini
 
Melda WitaWW ingin jadi Wapres, bukan Presiden, salah satu judul PO yang mempunyai rating tinggi minggu ini, timbul comment pribadi  setuju atau tidak WW jadi Wapres 2009?
 
Disini kita tidak ingin membahas setuju atau tidak setuju. WW ingin jadi wapres, ide ini berangkat dari attitude JK belakangan ini yang makin gak karuan edannya kemudian mari kita lihat sederetan mantan Wapres yang tidak “bunyi” padahal mereka second person di Indonesia, nah sekalinya “Bunyi” wapres JK gak sesuai pada job desknya dan cenderung menguasai pemerintahan .
 
Melihat dari segi comment patutlah ww di berikan applause karena banyak masyarakat Indonesia yang masih care dan cinta akan WW. Takut idealisme ww ternodai oleh politik pemerintah yang berbau KKN. Takut akan ada perubahan yang signifikan kalau-kalau WW akan berubah cemberut and gak humble.
 
WW dikenal orang yang mudah senyum, kritis terhadap ketidak demokratisan, dan senang berbagi ilmu dengan berbagai kalangan. Mungkin juga hal ini yang membuat ww menjadi inspirasi banyak orang. Ini kelihatan dari berbagai comment yang masuk ke PO, misalnya dari Ramli Sihaloho:
 
…..disinilah kredit point dan kelebihan sosok Bung Wimar, Heri Akhmadi, Sarwono dan segelintir yg lainnya yg tetap konsistent dengan idealismenya dan tdk tergoda oleh godaan duniawi yg sangat menggiurkan…..
 
Loving someone is

Caring
Sharing
Bearing
Working
Changing
-  Together
 
p.s sama-sama yuk kita peduli, berbagi, bekerja dan merubah RI menjadi Negara yang lebik baik.
 
 
 
Rizka Nurlita Andi:  Setiap ada yang melakukan sesuatu, akan ada pro dan kontra
 
Rizka NurlitaBegitu juga ketika WW memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden. Dukungan dan juga ketidak setujuan dilontarkan oleh banyak orang.
 
WW ingin menunjukkan bahwa seorang Wapres yang baik seharusnya bisa menjadi seseorang yang berbuat lebih banyak daripada sekedar mengecam apa yang dikerjakan oleh Presidennya seperti yang terjadi pada saat ini. Seharusnya juga wakil presiden bisa bertindak lebih dari daripada seorang pelengkap semata seperti yang terjadi pada jaman orde baru.
 
WW sangat percaya bahwa seorang Wapres harus bisa menjadi komunikator yang baik dalam menyampaikan keputusan presiden dan wakil presiden kepada rakyat. Sampai saat ini belum banyak (kalau tidak mau dibilang tidak ada) Wakil Presiden yang mempunyai strategi komunikasi yang baik dalam berkomunikasi dengan public mengenai suatu kebijakan atau issue dalam pemerintahan.
 
Banyak juga orang yang sepertinya takut WW akan berubah apabila nanti benar-benar terpilih. Kalau untuk hal ini sebenarnya sangat tergantung atau pada pribadi masing-masing. Gak perlu jadi Pejabat Negara untuk membuat seseorang berubah. Gak jadi apa-apa aja bisa tetap berubah kok :)
 
Tapi toh kita bisa lihat pada jaman Gus Dur dulu sampai sekarang WW tetap saja menjadi dirinya  yang selalu apa adanya.
 
Seperti yang pernah dia katakan pada saat acara talk show di Metro TV bersama Amien Rais dulu, ketika orang lain memutuskan untuk mencari ‘kapal lain untuk berlabuh, WW memutuskan untuk tenggelam ke dalam laut. WW tidak ingin menjadi orang yang tidak mempunyai prinsip dan tidak menyesal dikitpun dengan keputusannya tersebut.
 
Lepas dari apakah WW akan serius melanjutkan niatnya untuk mencalonkan diri menjadi wakil presiden atau tidak, usahanya ini perlu dihargai. WW berani mengambil keputusan untuk melakukan apa yang dia anggap benar dengan resiko untuk didukung maupun tidak.. Dia siap terpilih maupun tidak terpilih, dan apapun hasilnya akan diterima oleh ww dengan lapang dada.
 
Lagu Hell Yeah yang merupakan lagu kesukaannya sangat tepat untuk menggambarkan keinginan dirinya menjadi seorang Wapres.
 
Go For it or Not ?
Win or Lose ?
He will have No Regrets.
 
I hear you wonderin' out loud
Are you ever gonna make it
Will you ever work it out?
Will you ever take a chance?
Just believe you can
Hell yeah you will
 
Gonna be okay
You might get lost
But then you’ll find a way
Don’t go alone
Can’t be afraid
Hell yeah this life is here
And it’s made for livin'
And love’s a gift that’s made for giving
Give it all away and have it still
Hell yeah you will!!!!
 
 
 

Print article only

22 Comments:

  1. From Emanuel Tunggul on 12 December 2006 12:08:31 WIB
    6 Kali ganti pemerintahan, 5 wapresnya pendiam dan yang keenam (terakhir) banyak ngomong dan banyak janji. Kalau bang WW yang kepilih jadi wapres pasti juga banyak omong tapi pelit janji. Lha wong sekarang aja tindakkan dan ucapannya logis banget. Saya punya pendapat jika orang suka ngumbar janji itu pasti punya kelemahan di logikanya. Janji itu hutang. Obral janji = suka ngutang. Makanya kalau bang WW terlaksana jadi wapres jadilah wapres yang anti utang. Satu-satunya pemerintahan yang nggak suka ngutang ya jamannya Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta. Sayangnya bung Hatta meninggalkan partnernya karena anti hutangnya dikompensasi dengan obsesi terhadap kutang (lengkap dengan isinya). Saya melihat sosok bung Hatta yang telah disempurnakan pada tokoh Wimar Witoelar. Sifat vokal, logis-intelektual, penasihat yg gampang ngambek, teguh pada pendapat, tanggung jawab pada perkataannya, peduli AMPERA dan berTuhan ; adalah nilai lebih bung WW. Mungkin ada yang belum saya ketahui, yaitu apakah bung WW juga punya obsesi pada kutang?
  2. From angga on 12 December 2006 23:11:20 WIB
    buat angga, yang penting om ww bisa bahagia,, takut om ww berubah? rasanya ga ada yang tetap di bumi ini,, perubahan itu yang abadi,, seorang ww yg kiita sayang pasti punya pemikiran yang matang dalam apa2 saja yang beliau kerjakan, banyak hal yang sudah ditunjukan beliau pada kita, kalau beliiau ingin jadi wapres atau presiden sekalipun, itu hak beliau sepenuhnya, kalo saya pribadi yang penting om ww senang, om ww jadi milik public itu keharusan, kita mesti dukung om ww, agar semakin banyak orang yang mengetahui visi om ww yang sangat develop buat bangsa ini,,, sehat terus om ww,,, ditunggu ngumpul2 selanjutnya,,, coz angga udah kangen banget,,, bless you,,,
  3. From anton on 13 December 2006 14:08:52 WIB
    Jangan WW dong soalnya dia gampang bete' beneeran lho, Pak WW nih tipe melankolis lho jadi gampang patah hati...dia pemikir bukan orang yang bertindak. Selain itu WW itu pujaan saya, kan nggak enak kalo saya yang gemar maki-maki wapres nanti malah maki2 WW.

    WW tetaplah jadi juru bicara bangsa....jangan jadi wapres.

    ANTON

    Penggemar logika kata-kata WW
  4. From wid on 13 December 2006 14:47:19 WIB
    Calon Wapres, Why Not ??
    Tentunya kita perlu mendukung good guy masuk dalam pemerintahan.

    Berubah ?? Ya pasti berubahlah, Seluruh kegiatan harus terjadwal dengan baik, sehingga pasti akan menjadi tidak mudah bertemu. Tentunya itu harus dimaklumi dong.

    Yang penting komitmen untuk tetap menjadi good guy yang peduli pada rakyat tetap ada pada diri bung Wimar. Dan satu lagi saya yakin tidak berubah adalah kebiasaan bung Wimar berkomunikasi via e-mail.

    Pokokna mah PO ada-lah.
  5. From Ramli Sihaloho on 13 December 2006 18:01:49 WIB

    YEAP, sangat telat WW untuk jadi Wapres atau Presiden RI. starting pointnya tidak kena dan jadi Wapres atau Presiden pada zaman ini bukan pilihan menarik/wenak, harus berani susah/repot untuk wong cilik supaya aman. namun demikian, kalau WW mau merekrut saya memperkuat kabinetnya nanti , mungkin opini ini dapat berubah, hahaha.....
  6. From Satya on 14 December 2006 12:45:44 WIB
    BRAVO kepada "the five jubirs" untuk tulisan ini. bisa jadi the best political education on democracy indonesia will ever have!

    sebetulnya konsep pemilihan itu gampang: rakyat memilih yang menurut mereka terbaik.

    tapi apa jadinya kalau: rakyat tidak memilih yang menurut mereka orang baik karena "sayang", lalu membiarkan yg menurut mereka sendiri tidak baik untuk ngurus negara?

    jawab: ya jangan ngomel dong, you get what you deserve!
  7. From Ramli Sihaloho on 15 December 2006 20:08:37 WIB

    persoalannya rakyat ini masih banyak yg buta politik dan sangat gampang diintervensi pihak lain karena faktor ekonomi. kalau sudah menyangkut yg satu ini yaitu ekonomi, nurani bukan sesuatu yg penting dan esensi lagi sifatnya. dalam situasi yg begini konsep pemilihan itu menjadi tidak mudah.
  8. From nova on 16 December 2006 00:18:15 WIB
    semuanya harus melihat kepada proses yang telah dilalui. keep acting to be a smart to awake the sleep dude, man
  9. From xta on 22 December 2006 02:57:20 WIB
    good guy jangan di pemerintahan? itu adalah suatu pendapat yang menurut saya membuat kita carried away. It's a main stream paradigm, yang membuat struktur pemerintahan kita jadi terus dalam vicious cycle. Bad guy pasti memilih bad guy lagi untuk jadi kadernya dan begitu terusnya. Lama-lama jadi negara mafia deh.. cuma care sama keluarganya. We have to get out from this mainstream and try to focus on ideas ( I agree on Maro Alnesputra's ) . Good guys should gave good ideas, but on how they implemented it, they need time..
    Of course ww sangat capable jadi presiden kalau kriteria-nya:
    Wapres tugasnya seharusnya membantu presiden
    Wapres sebaiknya mengerti cara berkomunikasi yang baik
    Wapres jangan terjerat kasus yang meresahkan masyarakat
    ,, tapi siapapun yang nanti jadi wapres, apalagi kalo dari komunitas yang belum bersahabat dengan mafia2 MPR/DPR itu, any of the good guys would need some time to adapt. And how much time should we suffer from the adaptation?
    Wapres harus punya adaptation skill yang bagus dalam segala situasi pemerintahan,, can you do it boss WW?
  10. From igo on 15 February 2007 22:23:46 WIB
    setuju banget deh, duet ma sby aja hehehe soalnya JK ga pernah milih lagi deh siapapun duet dgn JK ill never give it.pokoknya ga akan pilih lagi siapapun duet sama JK.

    WW punya banyak sekali kriteria...dan disayangin banyak orang.punya visi dan misi yang jelas itu bagus untuk negara sendiri. seperti barack obama salah satu kandidat amerika yang lain daripada yang lain.hope ww jadi presiden/wapres hope juga barack obama jadi presiden Amerika. WW Good Guy For US - Barack Obama Good for US--A
  11. From bramsakti on 26 September 2007 00:23:55 WIB
    Semua kembali lagi ke WW. Saya yakin WW sudah tahu bagaimana politik dan kekuasaan itu mengalir. Dan saya yakin WW cukup bijak dan sarat pengalaman untuk tahu bagaimana harus bertindak sebagai cawapresatau wapres (bila terpilih). Saya yakin WW juga sudah mempertimbangkan dengan sangat masak konsekuensinya untuk dapat mengucapkan statement bersedia dan mencalonkan diri jadi wapres.

    Jadi semua kembali ke WW, apa bisa tetap sebagai WW yang apa adanya kalo jadi wapres? Apa bisa mengemban amanah jutaan manusia? Kekuasaan itu suatu yang lebih sebagai beban berat yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan di akherat nanti. Bukan sebagai keniscayaan suatu anugrah, rahmat atau rejeki nomplok. Think twice WW. Are you ready?
  12. From sukagertakos on 19 March 2008 17:25:08 WIB
    wah klo om ww jd presiden ciri khas nya yg kribo bisa hilang soal nya gara" kribonya om ww agak kurang berkharisma nih.. gmana klo jadi jubir, penasehat presiden aja om ww pasti pas tuh
  13. From ilhamuddin on 23 June 2008 11:07:39 WIB
    WW, jadi Wapres? kenapa tidak.Bagus Juga sekalian jadi 01 RI. Negara ini butuh pemimpin yang cerdas, punya idealisme, Visi yang kuat dan yang paling penting adalah memahami pola pemerintahan. lebih-lebih untuk pemerintahan di Indonesia ini di mana orang-orangnya cenderung memakai dengkul untuk berpikir. Pokoknya WW jadi Wapres, Saya mahasiswa pertama dari luar jawa yang siap menjadi relawan n Tim pemenangannya WW.
  14. From lampung on 04 September 2008 19:37:09 WIB
    NGGAK ADA WAPRES SEKELAS JK, SUDAH TERBUKTI TERUJI, SEBAGAI NEGARAWAN, TOKOH PERDAMAIAN. PAK WW JADI PENASEHAT PRESIDEN AJA COCOKNYA
  15. From EKO MARGANA on 17 September 2008 12:42:35 WIB
    Calon presiden 2009 semakin berkembang, tapi realita dilapangan masyarakat makin miskin, terbukti daur ulang makanan restoran, bencana alam gempa ternate-padang dii, kebakaran disiang hari di jakarta, para calon dengan nada angin surga tanpa melihat siapa dirinya apa yang dia punya untuk memakmurkan bangsa ini, apakah untuk memperkaya diri sendiri dan itu sudah terbukti bukan... kalau begini jadinya saya pilih pak DR.Ir.TASMUDI.MM yang mempunyai amanah untuk memakmurkan rakyat senusantara Indonesia bukan untuk bangsa Indonesia, beliau benar - benar telah membantu rakyat ini ini dengan sumbangan yang dirahasiakan khususnya media dan negara ini seharusnya malu atau berkaca diri khususnya sby-jk. salah satu contoh Lumpur LAMPINDO pengadaan 1000 unit rumah tinggal, gempa pada saat di pulau jawa jogyakarta klaten yang pemerintah janji mau membantu 10-30 jt ternyata kosonggggg...selebihnya cari sendiri di Bangsa Indonesia.
  16. From ope on 05 December 2008 10:38:46 WIB
    Mohon infonya Tentang Calon Presiden Indonesia 2009, Klo Memang Rakyat Indonesia Yang Ikhlas Akan Mendukung Dr. Ir. Tasmudi MM. Sebgai Presiden Indonesia 2009

  17. From Arie on 03 February 2009 06:16:45 WIB
    yah kalau WW akan lebih hepi kalau jadi wapres mangga pisan, biasanya orang hepi itu lebih produktif dan effektif. Harus berani atuh WW beradu sama yang lain, kan perlu kompetisi untuk buktiin how good can one be? cuma perlu direvisi alasannya, seleksi pemimpin biasanya bukan karena good from bad tapi best from good. Sok atuh ditunggu proklamasi resminya. Saya bersedia ganti gaya rambut untuk mendukung walaupun sekarang lagi rontok! cuma kalau gendut rada hese (susah), sudah berusaha tapi makan kurang enak soalna kepikiran wae takut \'orang2 istana\' kekurangan makan. Suka ngeri ngebayangin kalo orang2 berkuasa kelaperan, sering jadi jahat malah mah buas.

    kalau soal kurikulum sama job deskripsinya wapres mah tidak diragukan lagi lah pasti bisa, apalagi bahasa inggrisna mang Wimar lancar pisan dibanding yang lain yang suka bebeledugan, usahakan sering tampil nanti di tv ngawakilan presiden. Promosikeun Indonesia dan lawan tah bangsa lain yang suka \'undermine local intelegence\' (ini juga kata mang Wimar di Jakarta Post), lawan perusahaan yang suka pake sistim kasta kalo soal penghasilan, biasa kan orang lokal masuk kelas sudra.

    Kumaha mang Wimar siap tempur? Jangan lupa juga mang, perlu Istri buat tugas berat seperti ini mah? Kata pa Ustad Umar mah kekuasaan teh kematian, jadi anggap tos pupus bae lah ngarah edan berjuangna ngga kerasa sakit susahnya.

    hebat euy WW nyalon wapres!
  18. From Naja Sputatrix on 07 February 2009 14:12:58 WIB
    HIDUP 'TASMUDI' Maju trusssss..... MERDEKA..!!!
  19. From RICO chaniago on 05 June 2009 00:28:43 WIB
    CANDIDAT CAPRES INDONESIA 2009

    Pemilu Indonesia 2009, tak lama lagi akan berselang sebagai salah satu wujud pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. Namun yang jadi pertanyaan di benak kita masing - masing adalah Sudah tepatkah kita memilih sang pemimpin bangsa ini sebagai pemimpin rakyat yang benar - benar memperjuangkan nasib rakyat demi terciptanya kemakmuran yang adil dan merata?
    Berbagai platform dan janji - janji sang pemimpin dilontarkan begitu lantang bagaikan deklarasi kemerdekaan, di mana masing - masing candidate mengatasnamakan kerakyatan.
    Di zaman era yang moderen ini perlu dipertanyakan dan dipertegas kembali, rakyat yang mana yang akan menjadi sasaran mereka kelak disaat mereka sudah menjadi pemimpin bangsa ini.
    Bangsa kita adalah suatu bangsa yang telah maju dan mulai bersikap non apatis di saat mereka harus memilih sang pemimpinnya. Rakyat kini sudah mengerti calon pemimpin yang bagaimana yang mereka butuhkan saat ini dan di masa yang akan datang.
    Pemimpin yang diidealkan adalah seorang pemimpin yang benar - benar dapat mengerti apa yang rakyat inginkan demi terciptanya ekonomi kerakyatan yang adil dan merata.
    Sebagai bahan pertanyaan kini, Sanggupkah pemimpin yang muncul kelak, dapat membawa perubahan nasib rakyat Indonesia untuk dapat turut menikmati kesejahteraan di mana bangsa kita sangat terkenal akan kekayaan sumber - sumber alamnya.
    solusinya bagi kita rakyat biasa, pilihlah calon pemimpin yang berakhlaq dan membela wong cilik. Jangan memandang dengan sebelah mata, pilihlah pemimpin sesuai dengan hati nurani dan akal sehat yang mengedepankan kesejahteraan bagi seluruh rkyat Indonesia yang adil dan merata.
    Trims Rico Chaniago

  20. From RICO CHANIAGO ( FAHMI ) on 15 June 2009 01:29:16 WIB
    SIAPA PUN PRESIDEN RI 2009 MENDATANG

    Tepat tanggal 8 Juli 2009, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan suatu pesta demokrasi dalam rangka Pemilihan Presiden dimana telah menetapkan tiga pasangan yang akan menyemarakkan dan bersaing untuk menduduki kursi istana kepresidenan. Moment ini adalah suatu hari yang sangat dinanti-nantikan bagi segenap rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, sesuai dengan hati nurani dan tanpa unsur paksaan dari pihak mana pun

    Namun dibalik segelintir peristiwa yang sakral tersebut, budaya Kolusi, Nepotisme atau ABS (Asal Bapak Senang)tampaknya akan sulit untuk dihilangkan oleh masyarakat kita. Di negara berkembang pada umumnya, budaya partisipasi politik kurang begitu mendapat respons yang baik jika kita bandingkan dengan negara maju dimana tingkat partisipasi politik sangat tinggi. Faktor utama yang sangat dominan dalam melatar belakangi tingkat partisipasi adalah unsur pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang / suatu bangsa, maka tingkat kepedulian politik mereka akan semakin besar karena faktor keingin tahuan mereka terhadap siapa yang mereka pilih.

    Ketiga pasangan yang akan berkompetisi dalam PilPres 2009 mendatang, pada umumnya memiliki track record dan karier politik yang sangat baik dan telah teruji di negara Republik Indonesia.
    Pasangan no urut 1,dipimpin oleh Megawati dan wakilnya Prabowo, merupakan koalisi dari
    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan Partai Gerindra. Seorang wanita yang kharismatik, pernah memimpin negeri ini dan menduduki kursi empuk namun sayang tampuk kekuasaan hanya berselang 3 tahun. Semboyan yang dicanangkan adalah \"Peduli Wong Cilik\".
    Pasangan no urut 2, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Seperti kita ketahui pemerintahan yang sedang berjalan di pimpin oleh SBY dengan slogannya \"Lanjutkan\'.
    Pasangan no urut 3, Jusuf Kala dan Wiranto, merupakan koalisi dari Partai Golkar dan Hanura. Jusuf Kala bersemboyan bahwa \"Lebih Cepat Lebih Baik\".

    Bila kita kaaji lebih lanjut, tak satu pun calon pemimpin yang bersaing nanti yang tidak mengatasnamakan \"Ekonomi Kerakyatan\". Mereka berusaha menarik simpati rakyat sebanyak-banyaknya untuk memenangkan kursu Kepresidenan 2009. Berbagai platform dan program digelar dan dicanangkan, namun dibalik semua itu akankah mereka akan menepati janji-janjinya jika mereka terpilih kelak ?
    Rakyat kini hanya berharap semoga Presiden yang terpilih nanti adalah seorang pemimpin yang berakhlak, berbudi, kharismatik, yang paling penting peduli rakyat demi terciptanya kemakmuran di seluruh tanah air. Oleh sebab itu siapa pun Presidennya adalah Benar-benar memperjuangkan nasib rakyat ke depan yang lebih baik, peduli rakyat/wong cilik dan lanjutkan.......!!!!!
  21. From RICO CHANIAGO on 17 June 2009 15:08:38 WIB
    SANG SATRIO PININGIT

    Sejak zaman dahulu kala hingga saat ini, berbagai ramalan mengenai Satrio Piningit, tetap ramai diperbincangkan di khalayak masyarakat Indonesia baik tinggal di pedesaan mau pun perkotaan. Namun yang menjadi pertanyaannya kini, Siapakah Sang Satrio Piningit sejati itu ? Kapan kehadirannya berada di bumi tanah air tercinta Indonesia ?

    Satrio Piningit, merupakan sosok figur seorang pemimpin yang akan tampil dan maju secara alami (natural), sebagai pemimpin bangsa dan akan membawa kesejahteraan bagi segenap rakyatnya. Satrio Piningit sudah dikenal / ada dalam ramalan Jayabaya di mana mengandung arti seorang ksatria yang masih bersembunyi dan akan tampil ke muka karena faktor alam. Faktor yang dimaksud di sini mengandung arti bahwa kehadirannya di muka bumi Indonesia akibat terjadinya Chaos (keributan/keonaran/huru hara) di mana rakyat sudah kurang begitu percaya lagi dengan figur pemimpinnya dan satu dengan lain saling baku hantam. Ada pun penyebab lainnya adalah semakin memburuknya faktor ekonomi rakyat, pengangguran di mana - mana, harga melambung tinggi, krisis kepercayaan dll.

    Disaat situasi kacau balau, maka muncullah Sang Satrio Piningit yang dinanti-nantikan seluruh rakyat, untuk membawa banyak perubahan dan beralih memegang tampuk kekuasaan.

    Satrio Piningit berkepribadian tegas, intelektual dan gagah berani merupakan titisan leluhur yang hidup di zaman era moderen, dengan mewariskan berbagai peninggalan harta benda leluhr berasal dari rakyat dan dipergunakan kembali untuk kemakmuran rakyat semata-mata.

    Siapakah Satrio Piningit itu sekarang untuk memimpin negeri
    yang kaya akan sumber daya alamnya ?
    Benarkah sosok Dr. Ir. Tasmudi sebagai Satrio Piningit ? Alam dan waktulah yang akan menjawab seluruh pertanyaan ini. Semoga kehadiran Sang Ksatria bangsa segera datang ..... !!!!!!!
  22. From Maspoedjo on 17 July 2012 17:03:32 WIB
    Siapapun presidennya asal jangan cuma janji, kami perlu bukti, untuk memperbaiki negara ini

« Home