Articles

Panas!!!

AREA magazine
06 December 2006
Sekarang kita kuatir banjir, karena hujan mulai turun terus, dan Jakarta selalu kena banjir. Tapi kalau banjir bersifat musiman dan lokal, panasss merupakan problem permanen dan global, seluruh dunia. Majalah AREA memuat tulisan ini ketika hari sedang panasssss di Jakarta. Bisa tetap dibaca sambil kedinginan, sebab tahun depan kita bakal panas lagi, katanya lebih panjang dari 2006.
 
 
Panas!!!
 
oleh: Wimar Witoelar
 
Teman saya Rizki menulis dalam blog, ‘Ada yang mengalami sejuknya kota Jakarta akhir-akhir ini? Kalau gue, sejuk yang gue alami hanya ketika gue tidur di rumah. Itupun transmigrasi ke kamar ortu, biar bisa tidur nyenyak sampai pagi diantara dinginnya AC.’
 
Wah, tadinya saya pikir hanya saya yang merasakan panasnya hari-hari ini. Panas banget. Hampir tidak tahan. Sayang orang masih harus berpakaian lengkap walaupun keringat sudah bercucuran. Enak juga kalau boleh buka baju seperti di sauna. Malu juga bahwa tidak dari kemarin-kemarin kita mengganti AC yang sudah rusak. Baru sadar dari blog Rizki, bahwa kalau kita yang kerja di lantai 2 sudah kepanasan, apalagi teman yang kerja di lantai atas.
 
Baca blog dari rekan senior Rizki: ‘Dua minggu belakangan ini, kantor lantai 3 gue mulai ketularan panasnya Jakarta. Kondisi hamil 7 bulan makin memperparah gerahnya badan. Padahal biasanya kalo dateng pagi-pagi ngantor, hawa udara kantor masih terasa sueejuk dan sueejuk. Cek punya cek, ternyata tiga AC di lantai 3 dah menyerah kalah, tekuk lutut, Knock OUT sama panasnya Ibukota. Dua AC rusak, AC ketiga, lumayan keluar angin silir semilir walaupun cuma bertahan sampai jam 2 siang. Panas Terik, Menggila,’
 
Ya, pagi ini AC akan dipasang.  Tapi kita jadi mikir yang lebih luas. Tahun 2003 gelombang panas di Eropah membuat 13,000 orang meninggal di Perancis saja. Untung di Indonesia orang lebih biasa menghadapi hari panas, jadi sampai saat ini tidak tercatat ada korban jiwa. Tapi kenapa sih, panas banget?
 
panas.JPG

 
 
Barangkali banyak penyebabnya, tapi satu penyebab dasar yang menyangkut  seluruh bumi kita adalah iklim yang menjadi panas akibat “tgreenhouse effect.” Ceritanya bola dunia ini diselubungi lapiran atmosfir yang sangat tipis, katanya seperti politur yang menmbungkus sepotong mebel. Lapisan atmosfir itu pada siang hari ditembus sinar matahari. Sinar menembus atmosfir, menyinari pohon dan bunga dan anda dan  saya, terus mantul ke angkasa dalam bentuk energi inframerah. menembus atmosfir masuk ruanng antariksa. Berjuta tahun ini terjadi, tapi dalam beberapa ratus tahun belakangan ini, atmosfir bumi berubah karena banyak buangan karbon dioksida (CO 2) dari penduduk terutama pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Lapisan atmosfir menjadi terkotori partikel polusi. Sinar panas yang biasanya mental lagi menghilang ke udara, tertahan dan memanaskan bumi. Ini seperti rumah kaca yang ada di negara bermusim dingin yang disebut ‘greenhouse’. Sinar matahari masuk ke rumah kaca, energi pantulannya tertahan. Bagian dalam rumah kaca jadi hangat dan membuat tanaman menjadi nyaman tidak kedinginan. Kita berada di ‘greenhouse’ kota Jakarta, bukan nyaman malahan gerah, karena kita bukan tanaman yang perlu pemanasan di musim dingin.
 
Al Gore, politikus AS yang pernah menjadi Calon Presiden membuat presentasi video bernama ‘An Inconvenient Truth’ yang menunjukkan bahwa panas bumi melonjak naik dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. Gunung es berkurang, glacier (sungai es) meleleh, angin ribut berubah pola karena pembagian panas berubah dan terjadi seperti Hurricane Katrina.
 
Banyak sekali bahan penelitian mengenai ‘global warming’, banyak LSM dan gerakan yang mencoba menyadarkan masyarakat terutama di negara maju, sebab plusi yang menimbulkan ‘greenhouse effect’ itu diciptakan oleh industri. Pesan Al Gore sangat menarik. Katanya, pimpinan politik dan pemerintahan AS sudah lama tahu soal global warming dan mereka tahu teori itu betul. They know the truth. Tapi untuk mengatasi masalah itu diperlukan tindakan yang terlalu repot, harus membatasi industri dan sebagainya. Tidak praktis, membahas yang begitu, kata para politisi. Not convenient. Judul film itu adalah “An Inconvenient Truth.”

Rizki, masih ada tempat sejuk selain kamar ortu. Bis masuk mobil AC, masuk bioskop, jalan di Mal yang top. Tapi kenyataannya, dunia makin panas, dan entah bagaimana nanti nasib anak cucu kita. Bagaimana mengatasinya? It is an inconvenient truth.

Baca juga: Eka Melisa: Dunia Makin Panas

Print article only

11 Comments:

  1. From Priyadi on 21 December 2006 13:38:41 WIB
    an inconvenient truth ini sebenernya tontonan wajib. cuma sayangnya dia amerika sentris. mungkin harusnya ada yang bikin adaptasinya untuk orang indonesia.
  2. From Marsha on 23 December 2006 09:25:44 WIB
    Mungkin kalau bangunan-bangunan di Jakarta mendedikasikan satu lantai teratas (yang terbuka) untuk ditanami, udara Jakarta akan jadi lebih bersih dan enak.

    Just as a note, bokap saya menanam macam2 pohon di teras kantornya. Lucu juga melihat melon tumbuh di pot, dan burung-burung sering mampir ke sana... padahal letak kantornya kurang dari 200m dari Jl. Sudirman. Asyik juga loh, mungkin sarana yang seperti ini bisa dijadikan fasilitas kongkow-kongkow makan siang di kantor?? Kalau udah ada tempat nongkrong yang enak di kantor, khan makin sedikit orang yang keluar kantor waktu jam makan siang... makin sedikit pula CO2 yang dihasilkan... why not give this idea a try?
  3. From Rahardjo on 29 December 2006 01:52:48 WIB
    Ada film Holywood tahun 2004 berjudul The Day After Tommorow, pemeran utamanya Pak Dennis Quaid ( http://www.thedayaftertomorrow.com ), bercerita tentang akibat global warming. Film ini base on true science (keren 'kan?). Global warming akan menghambat arus laut dari selatan ke utara sebagaimana yang sudah berjalan selama ribuan tahun. Demikian yang saya tangkap dari penjelasan ilmiah yang ada di dalam film ini. Jika global warming menggila, maka kita akan sekali lagi mengalami jaman es sebagaimana dahulu kala. Lho? Global warming kok jadi jaman es?

    Penjelasannya begini. Normalnya, arus panas dari ekuator bergerak ke utara kemudian kembali ke arah selatan yang mengakibatkan suhu lautan menjadi stabil. Stabilnya suhu lautan ini mengakibatkan stabilnya iklim bumi. Biasanya perubahan iklim yang aneh hanya diakibatkan oleh adanya badai matahari. Namun ketika global warming menggila, es yang terlalu banyak yang mencair di kutub utara akan menghentikan arus panas ke utara. Tetapi bukan arus dingin dari kutub utara yang mengakibatkan terjadinya jaman es. Perubahan arus di lautan ini mengakibatkan perubahan iklim yang dahsyat dan mendadak.

    Diawali dengan global superstorm, atau hurricanes yang menggila di permukaan bumi bagian utara, seperti Canada, Amerika Utara, Scotland, Siberia, Sovyet, tiba-tiba lapisan troposphere yang paling atas dari atmosphere kita dan yang paling dingin (puluhan bahkan mungkin ratusan derajad di bawah nol) tersedot lebih cepat dari biasanya ke lapisan terbawah, maka terjadilah musim dingin yang mendadak hanya dalam hitungan hari saja. Itu sebabnya ada fosil binatang yang di dalam perutnya masih terdapat fosil tumbuhan yang baru saja dimakannya. Cuma wilayah ekuator yang mungkin masih selamat dari musim dingin dahsyat ini.

    True science yang dimaksud di film ini adalah model perubahan iklim bumi yang menyebabkan terjadinya jaman es ribuan tahun yang lalu. Namun model perubahan iklim ini ternyata cocok dengan gejala-gejala yang kita miliki sekarang setelah adanya global warming.

  4. From cy on 10 January 2007 15:17:58 WIB
    iya panas buangett =.=! apalagi anak kos"an. Kudu make ac biar ga menikmati sauna gratis setiap hari. Mau jalan-jalan pun males klo ga pake mobil. Panas, debu dan asep kendaraan plus macet cukup sudah penderitaan jalanan jakarta.
    Taneman dan Hujan itu penting. Walopun hujan bikin banjir dan macet tetep kita butuh. :D
  5. From Dade on 26 January 2007 12:42:41 WIB
    Karena Bumi dekat dengan Surya, makanya Suhu di Bumi lebih panas. Didalam kalender Lunar Year (kalender Islam/Qamariah), ada 4 bulan Haram : Muharam, rajab, zulkaidah dan Zulhijah. Pada 1 Rajab Bumi paling dekat dengan Surya kemudian melaju lebih cepat ke arah Surya pada bulan zulkaidah dan lebih cepat lagi pada bulan Zulhijah pada bulan Muharram Bumi paling dekat dgn Surya pada saat ini terjadi pasang permukaan laut lebih tinggi juga lebih panas
  6. From ADI PURNOMO on 09 July 2007 11:53:29 WIB
    Tolong gambar-gambar dari berbagai macam gelombang di muat dong .......
  7. From gwok on 01 October 2007 02:35:48 WIB
    GLOBAL WARMING...dalam kurun waktu 4 bukan yang lalu saya terus memikirkanya.saya kira itu hanya cuma ada di film(the day after tommorow) tapi nyatanya semakin mendekati realita dengan cuaca yang semakin panas. dan nanti apa mungkin iklim di indonesia juga akan berubah..? gracias...!!
  8. From abie on 15 December 2007 12:49:54 WIB
    Global warming....global change
    dampak yang sangat terasa adalah pada kota di dekat pantai, dengan adanya kenaikan temperatur di bumi ini, maka pola presipitasipun berubah, es es pada mencair.....
    dampaknya : bisa di lihat di semarang, dulu simpang lima tidak kena rob, akan tetapi kini simpanglima pun berubah menjadi lautan kecil yang menggenang di jalan jalan utama,
    mmmm....kenaikan SLR(sea level rise) di semarang di perkirakan 1 m selama sepuluh tahu....
    lalu kalo 100 tahun lagi, semarang akan jadi apa
    jadi lautan kan....
    lalu mau di ungsikan kemana anak cucu kita,
  9. From zone on 03 February 2008 21:14:06 WIB
    Bener tuh kata Rahardjo, Jumat tanggal 1 Februari kemaren bertepatan dengan ujan lebat di Jakarta, jam 2 siang di metro tv, ada acara science tentang jaman es yang datang akibat global warming. Jadi global warming itu cuma pemicu terjadinya kembali jaman es di bumi.Dan jaman esnya ga berlangsung cuma beberapa tahun, tapi bisa sampe beribu2 tahun. Sampe diperkirakan peradaban manusia bakalan hancur kalo jaman es ini terjadi lagi. Gw sendiri nonton itu sampe ketakutan.
  10. From tya on 22 October 2008 00:03:17 WIB
    hawa panas jakarta ternyata bukan cuma bikin gerah tapi juga menyebabkan ISPA..,tadinya saya ga terpikir masa iya musim panas kok banyak orang sakit flu, biasanya kan sakit flu kalau musim hujan..sampai akhirnya saya benar benar dibikin KO sama penyakit rakyat yag satu itu,..kalau musim panas rasa haus tidak pernah ada habisnya dan kadang kadang godaan untuk menikmati es juga gak bisa dikalahkan,panas panas minum es hemmm tau kan yang ada landsung tenggorokan sakit dan kepala puyeng, malamnya hidung mampet dan bersin bersin terus disusul demam..,lengkap sudah penderitaan..tapi ternyata penderitaan ga cukup sampai disitu, meskipun lagi ga enak bbadan kita tetap harus melakukan rutinitas sehari hari seperti berangkat kerja atau kuliah, kabayang dong rasanya kepala masih puyeng hidung masih mampet kita sudah harus berjalan berpanas panasan di bawah sinar matahari dengan suhu 35 derajat celcius, belum lagi klo harus naik bis umum dan kena macet pula...aaarrgrhhhhhh..oleh karenanya di musim panas seperti sekarang ini jagalah kondisi badan dengan mengonsumsi vitamin c atau suplemen,apalgi jalanan pasti ngebul banget karenanya jangan lupa juga untuk menghindari debu masuk ke saluran pernapasan kita..,yah mudah mudah an saja musim panas ini segera berlalu,..,dan mudah2an musim hujan ga membawa bencana buat masyarakat jakarta.
  11. From nindya on 28 April 2010 20:03:28 WIB
    saya termasuk korban ganasnya cuaca panas yg ekstrem ini...halahhh,..lebay bgt,,,hehhee...kulit saya kemerahan dan dokter bilang saya tidak boleh terkena matahari lama-lama..tpi bgamanaa saya harus kuliahh dan beraktivitas,,mohon bgt mungkin kita bisa mengurangi panas dengan menjaga pohon2 bahkan hutan..STOP penebangan hutan!!!!pilsss bgt kurangi pemakaian TISSU..stidaknya ini langkah kecil kita menjaga bumi tetap bersahabat..

« Home