Articles

Mundurnya Bakrie adalah urusan yang bersangkutan

Perspektif Online
27 December 2006
Hayat Mansur:  Dialog tiga Juru Bicara Presiden dan seorang pengamat ekonomi
 
Wimar Witoelar membuka Dialog Khusus “Refleksi 2006” di JakTV dengan mengutip pendapat Michael Vatikiotis -  wartawan senior majalah FEER - saat diwawancarai BBC. Kata Vatikiotis, selama 2006 negara-negara Asia mengalami kemajuan. Lihat saja Indonesia pada 2006 mengalami kesejahteraan dan stabilitas yang terbaik sepanjang sejarah 61 tahun negeri ini.  Haah? Bagaimana tanggapan panelis Dewi Fortuna Anwar, Andi Mallarangeng dan Faisal Basri?
 
Ahli politik Dewi Fortuna Anwar menilai pernyataan tersebut terlalu berlebihan jika dinilai sejak Indonesia merdeka. Tapi betul kalau tahun 2006 paling stabil sejak 1998. Selama tahun ini Indonesia relatif aman dan konflik komunal yang besar telah berakhir.
 
Menurut Ahli Ekonomi Faisal Basri, memang Indonesia mendapat kemajuan di bidang perekonomian tapi itu bersifat kosmetik saja. Hanya bagian luar saja sedangkan dalamnya parah. Misalnya, Indonesia mampu membayar lunas utang IMF dan indek BEJ terbaik kedua di Asia, setelah Pasar Modal Cina. Tapi industri manufaktur terpuruk, investasi negatif, kemiskinan dan penganguran bertambah.
 
Sedangkan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menyatakan, untuk menilai kinerja Presiden SBY gampang. Lihat saja kondisi sebelum dan sesudah SBY menjabat.  Dulu Aceh bergejolak, kini Aceh lebih damai. Dulu kita punya utang ke IMF, kini sudah lunas. Ekonomi juga stabil. “Memang belum sepenuhnya memuaskan. Kami juga belum puas dan banyak hal yang harus kami lakukan, tapi kini pemerintahan dalam on track.”
 
Wimar kemudian melakukan refleksi ke bidang lainnya seperti penegakan hukum, penanganan bencana, dan kekompakan kabinet. Berikut beberapa petikan dialog tersebut.
 
Kekompakan Kabinet
 
WW: Presiden dan wakil presiden terkesan sering kali beda. Ini terlihat dari pernyataan yang disampaikan.
 
AM: Oh tidak, mereka kompak-kompak saja. Memang ada beberapa perbedaan pendapat seperti pada pembentukan UKP3R. Tapi setelah bicara bersama, semuanya selesai.
 
Penengakan HAM
 
WW: Berbicara mengenai good guy dan bad guy. Ada bad guy yang membunuh Munir, good guy. Apakah anda puas dengan penanganan kasus ini?
 
AM: Kami di pemerintahan tidak puas. Karena itu presiden akan merevitalisasi tim investigasi kasus pembunuhan Munir. Dalam 1-3 hari ini presiden akan memanggil Kapolri, Kepala BIN, dan Menteri Kehakiman dan HAM
 
Penanganan Bencana Lumpur

WW: Kasus lumpur Lapindo itu bagaimana jadinya? Bagaimana tanggung jawab Menko Kesra yang menangani dampak kejadian tersebut?
 
AM: Tanggung jawab itu tetap ada pada Lapindo. Namun pemerintah tidak bisa tinggal diam melihat nasib rakyatnya. Karena itu pemerintah berusaha membantu, namun tanggung jawabnya tetap ada pada Lapindo. Di sini harus diingat posisi Aburizal Bakrie adalah sebagai Menko Kesra, sedangkan yang menjalankan Lapindo bukan dia.
 
WW: Bukankah sebaiknya mengundurkan diri sebagai Menko Kesra supaya tidak ada conflict of interest?
 
AM: Mengundurkan diri adalah urusan yang bersangkutan
 
WW: Jadi Anda setuju bila Aburizal mengundurkan diri?
 
AM tersenyum
 
refleksi2006.jpg

 
 
Maro Alnesputra: Klimaks pada segment akhir
 
Haris (Penelpon dari Kebon Kacang): Pertama-tama saya hanya inget mengucapkan bahwa kebijakan-kebijakan yang disebut pada saat kampanye itu sampai saat ini, kebijakan industri dan perdangan tidak maju , tidak bisa bersaing dan tidak kelihatan sama sekali , bahkan rasanya masih lebih pada jaman Soeharto dulu !
 
AM: Saya bisa katakan bahwa sekarang Industri Sepatu dari Cina dan Vietnam pindah ke Indonesia dan  untuk industri yang lain ,kalau masih ada, sedang sekarang kita kembangkan. Nah kalau dikatakan bahwa pada jaman Soeharto lebih baik, jangan lupa bahwa Soeharto yang bawa dan bikin hutang kita semakin banyak dan sekarang kita sedang berusaha untuk membayarnya,,,,...kira-kira begitulah
 
WW: Pak Faisal sebagai ahli ekonomi  sendiri bagaimana ? Apakah membenarkan atau menyanggah pendapat yang mengtakan kebijaksanaan industri dan perdangan itu tidak ada arah ???
 
FB: memang tidak ada arah, karena kita tidak punya GBHN, RPJM nya juga sangat lemah karena temean-teman yang  buat RPJM juga mengeluh karena janji politik pas kampanye terlalu tinggi sehingga tidak bisa nyambung ! Sekarang saya lihat RPJM itu jadi seram, Secara keseluruhan Industri AMBROL. Jujur saya, industri sepatu itu sumbangannya kecil bagi negara.  Pemerintah itu perannya harus berubah, selain itu makin banyak industri kita yang dibeli oleh asing. Saya takut kita tidak on the right track. Pemerintah itu perannya harus berubah, dan makin banyak industri kita dibeli oleh pihak asing.
 
AM: Sebentar dulu. Yang membiarkan adalah pemerintahan masa lalu, bukan pemerintahan SBY.
 
FB: Kan sekarang bisa diubah kan peraturannya....lagipula,..
 
AM:Penjualan-penjualan Bank itu diadakan pada sebelum pemerintahan SBY. Sekarang kita coba membenahi  apa yang sudah kita punya seperti bank-bank seperti bank mandiri atau bank BNI dan kita benah sehingga bisa bersaing dengan asing
 
FB: di era pemerintahan SBY 2 tahun terakhir makin banyak bank-bank yang diambil oleh asing . Dan itu bukan Cuma Bank Bank besar, yang kecil kecil juga bank buana, bank NISP, dll.
 
AM: Tapi bukan pemerintah yang menjualnya, itu adalah bank swasta..yang.....
 
FB: ini adalah hasil dari satu kebijakan, yang namanya arsitektur perbankan indonesia, yang buat buka pemerintah,  tapi BANK INDONESIA
 
AM: Ya artinya itu adalah soal B tp B , Business to Business
 
WW: Apa pemerintahnya harus diem aja kalau B to B nya jalan??
 
AM: Ada hal-hal di dalam system ekonomi kita, jika itu kesapakatan bisnis antar bisnis itu bukan milih pemerintah, tapi kalau itu yang dijual adalah bank-bank milih pemerintah yang diambil alih oleh pihak investor dari luar itu kebijakan dari pemerintahan masa lalu.
 
DFA: Tapi sebenarnya begini ya, tidak semuanya itu kesalahan dari pemerintahan SBY dan Jusuf Kalla.
 
WW: Jadi kalau Aceh dibilang sebagai keberhasilan dia, tapi yang problema masalah bank  mah disalahkan pada pemerintahan yang lalu ??
 
DFA : ehmm yang perlu kita buat adalah bahwa harga minyak naik melonjak, karena harga minyak melonjak, tidak ada ada pilihan dari pemerintah kecuali mengurang subsidi minyak. Dari sini bias dilihat membuat collaps dari industri kita itu semakin menjadi-jadi dan tidak kompetitif sama sekali. Tapi yang tak kalah pentilnya seperti textile, textile cina itu sudah murah dan gampang masuk sini itu satu persoalan, Tapi banyak sekali barang illegal masuk di Negara kita , penyelundupan semakin terjadi. Jadi bahkan Indonesia dijadikan transhiptment bagi barang-barang Cina, jadi ini adalah salah satu contoh kesalahan

Dan siapa yang menang ya pada diskusi itu??? Ayah saya selalu bilang:  dia yang tertawa paling akhir...adalah pemenangnya ! Liat dong siapa yang terakhir ketawa di layar hehehehehe
 
Tapi WW bilang:  'kami bicara , anda menentukan.'
 
 
 
Baca juga: Menko Bakrie menyelamatkan bisnisnya, korban lumpur bagaimana?

Print article only

9 Comments:

  1. From Wid on 28 December 2006 10:19:11 WIB
    Pesan untuk presiden SBY setelah refleksi satu tahun cukup berupa ABCD (Aburizal Bakrie Copot Deh)

  2. From Ramli Sihaloho on 28 December 2006 19:39:20 WIB

    andi memang andi. bisanya hanya melakukan pembenaran pada semua kebijakan dan tindakan pemerintah so far yaitu tidak ada yg kurang dan tidak ada yg perlu dikoreksi. mungkin karena keterbatasannya menggunakan logika maka terpake jadi corong dan "on the track" yg dimaksudkan terbatas pada kacamata andi.

    Aceh cooling down tidak bisa lepas dari malapetaka yg menimpa daerah tersebut. utang lunas pada IMF tdk bisa dijadikan ukuran kemajuan ekonomi. dan apakah betul udah lunas ataukah hanya lunas2an! andi pasti lebih tahu sesuai kacamata dan kepentingannya.

  3. From Satya on 29 December 2006 12:01:55 WIB
    baguslah kalau SBY udah siap melepaskan bakrie. koruptor normalnya ditangkap, diadili, dipenjara. jadi untuk melepaskan dari jabatan adalah hal paling minim yang bisa dilakukan.
  4. From Pengamat on 29 December 2006 15:41:31 WIB
    Acaranya sangat menarik
    Meskipun -menurut "selera" pengamat- establishment sekarang terlalu dianggap SUKSES.
    Terutama karena Faisal Basri bicaranya (mengenai ekonomi) terlalu sopan, seolah oleah memang hebat. Sehingga Andi M mudah sekali untuk "menangkis".
    Untung moderator mencoba mengajukan beberapa pertanyaan pertanyaan yang ada di benak kita; dengan cara yang sopan, yang mudah sekali dijawab oleh Andi M, who sees nothing wrong, of course.

    Sekarang sih baru timbul mau tanya apa: antara lain mengenai hukum yang kelihatannya yang (masih) pilih bulu.

    Satu diantaranya: Kok Tommy tidak sempat dihukum (hanya resminya saja masuk "penjara?) Malahan sekarang sudah dibebaskan sampai bisa melaksanakan hobbynya lagi: balap mobil (apa ini untuk menaikan tourisme ?)

    Acaranya sendiri bagus sekali, akan lebih bagus kalau dijadikan acara tetap.
  5. From angga on 03 January 2007 01:01:16 WIB
    tugas humas ya memang begitu,, cerita yang baik2,, andi malarangeng mungkin udah capek denger masukan yang selalu dinilai beliiau selaku jubir dianggap tidak mapu mengemban tugas sebagai jubir kepresidenan,, bakrie mundur mungkin seru juga,, tapi gak tahu deh pak jk rela gak melepas sahabat karibnya di kabinet,, yang nyata2 sudah gagal di ekonomi selaku menko perekonomian,, skarang gagal lagi di kesra,, harusnya pak sby juga tegas,, mengobati bobrok di kabinet kalau perlu amputasi sekalian,, biar gak menjalar ke yang lain2 bu ani memang figur luar biasa seperti yang dikatakan om wimar,, gak kalah sama george soros,, analisa tajam,, mungkin beliau musti naik jadi menko deh,, she is a great guy,,, happy new year 2007
  6. From Maximillion on 09 January 2007 13:20:34 WIB
    Abunawas sudah sepatutnya mundur untuk menjaga nama baik dan martabatnya. AM hanya mengatakan itu adalah maslah yang bersangkutan dan tersenyum... Menandakan bahwa AM tahu persis mana yang disebut martabat dan mana yang disebut martabak.
    Semua orang tahu, sejak Abunawas menjadi orang istana, berbagai gerai martabaknya tiba-tiba melambung tinggi. Lihat aja mertabak bermerk AN, komplek martabak berbentuk tower di Kuningan, martabakLAND, dan berbagai jenis martabak lainnya, termasuk martabak lumpur. Sayangnya salah adonan, sehingga martabaknya terlalu mengembang keluar dari periuknya. Aahh.. daripada ngomongin Abunawas yang kulit wajahnya lebih tebal dari martabak, mendingan kita nikmati saja martabak spesial bersama Bang Ucup. Karena Bang Ucup ini adalah fans fanatik martabak, sehingga Abunawas sang pembuat martabak harus selalu hadir kalo ada sidang di istana, untuk menyediakan martabak hangat sebagai makanan resmi sidang istana.
    Pssstt... barangkali OM Farhan juga salah satu fans berat martabak ya...
  7. From tugiatmoko on 21 February 2007 17:28:21 WIB
    saya sangat senang bisa mengikuti thema diskusi yang disajikan, yang menurut saya sudah melibatkan pihak pihak yang "saling berlawanan" dalam opini dan pendapat. Sehingga menurut saya diskusi bisa dikatakan cukup "fair" dalam melihat suatu permasalahan. Dan hal ini akan membantu saya untuk melihat permasalahan / thema disikusi secara komprehensip
  8. From Yadi on 15 March 2007 14:16:44 WIB
    SEORANG PEMIMPIN HARUS BERANI BERTANGGUNG JAWAB DAN MUNDUR KALO TIDAK MAMPU ATAU BANYAK MASALAH.
  9. From khaidir anwar sani on 24 July 2007 21:18:40 WIB
    heran heran heran......
    perasaan pak jubir nya SBY dimanapun dan dalam kesempatan apapun slalu membela SBY (ini wajar) dengan argumen yang slalu sama "kita lihat sebelum menjabat aceh perang dan sekarang aceh damai"(ini yang gak wajar)
    emang gak ada prestasi yang lain apa?emang SBY dipilih cuma buat mendamaikan aceh? trus bukannya perdamaian aceh itu diatur dari kamar tidur wapres(ini kata bos jawapos lo!bener gak sih?)
    menyangkut lapindo,yaaaaaaa gituuuuuuuuuuuu dehhhhhhhhh

« Home