Cabe Rawit dan FFI
Perspektif Online
09 January 2007
Oleh Maro Alnesputra
Saya tidak suka cabe rawit. Kenapa? Karena makan cabe rawit selalu bikin saya sakit perut. Saya memutuskan untuk tidak akan pernah lagi mengkonsumsi cabe rawit karena tidak mau sakit perut lagi. Toh, saya selalu punya pilihan, makan atau tidak. Saya memutuskan amit-amit kalau saya sampai memakan cabe rawit lagi. Tapi di lain pihak, saya tidak pernah menjelek-jelekkan penjual cabe rawit, apalagi memaksa orang untuk tidak berjualan cabe rawit.
Saya tidak pernah mengatakan mereka orang yang tidak mampu mengerti suasana perut atau orang yang menjual produk yang merusak perut. Prinsip saya satu: Tidak ada seseorang pun yang bisa memaksa saya untuk dapat memakan cabe rawit, namun saya tidak akan meminta penjual cabe rawit untuk dilarang berjualan atau agar kedainya dibubarkan.
Saya tidak suka film Ekskul yang ilustrasi musiknya persis sama dengan film dari korea bisa sampai menang di FFI 2006. Saya tidak suka kalau jiplakan bisa menang. Saya benci aksi penjiplakan, tapi selalu berharap suatu saat nanti ada yang akan menjiplak karya saya. Tanda bahwa karya saya dianggap bagus sampai-sampai bisa dijiplak hehehe. Ketidak sukaan saya dengan karya jiplakan sama dengan ketidak sukaan saya pada cabe rawit. Dua-duanya bikin sakit perut.
Saya setuju dengan para sineas muda, film Ekskul yang setelah diteliti cermat memang menjiplak mentah mentah bagian ilustrasi musik dari sebuah film korea. Cek dan bandingkan di infotainment-infotainment yang sering menayangkan dan membandingkan langsung film korea tersebut dengan film Ekskul. Fakta bahwa film itu bisa masuk nominasi film terbaik saja sudah mencencangkan. Tidak ada excuse apapun, film yang mempunyai unsur-unsur jiplakan jelas tidak layak masuk nominasi. Silahkan saja kalau mau dibuat dan diberikan ke masyarakat tapi jangan sangat memalukan kalau sampai bisa masuk nominasi Film Terbaik. Saya ancungkan jempol kepada sineas-sineas muda yang berniat membuat festival film sendiri dan menolak mengirimkan karyanya ke FFI 2007.
Tapi ketika sineas muda mulai menjelek-jelekkan dewan juri dan kapabilitas serta selera juri dalam menentukan pemenang dan menuntut agar FFI serta lembaga-lembaga film lainnya dibubarkan, saya jadi agak agak bingung. Sakit perut berikutnya mulai melanda saya.
Kalau saya seorang sineas, saya tidak akan suka Ekskul menang di FFI. Kenapa? Karena ilustrasi lagunya tidak original dan menjiplak dari sebuah film Korea. Tapi dalam menyatakan sikap ketidaksukaan saya ini, daripada mengata-ngatai kapabilitas tim juri FFI, saya akan memilih untuk tidak mengirimkan lagi karya saya ke forum tersebut. Bersama teman-teman sutradara lain, saya akan buat festival lain yang lebih sesuai dengan standart saya. Festival dimana tidak akan ada karya yang mengandung unsure jiplakan atau pun selera kampungan akan bisa masuk ke dalam.
Dalam kasus cabe rawit, saya akan bersikap menolak memakan cabe rawit, tanpa merasa perlu untuk menjelek-jelekkan mereka yang menjualnya. Buat apa saya mengata-ngatain penjual cabe rawit? Buat apa saya memaksa orang untuk yakin bahwa cabe rawit itu produk jelek? Saya tidak suka ya saya tidak akan makan. Selesai.
Apabila saya jadi orang perfilman saya akan menolak untuk mengirimkan film lagi ke festival ini, saya akan buat festival sendiri dan orang akan tau berapa hebatnya standart festival saya. Buat apa saya capek-capek membubarkan lembaga FFI, mungkin standart kemampuan mereka memang seperti itu, dan selera mereka memang jenis film-film yang seperti itu. Selera beda itu biasa, biarkan masyarakat yang menentukan mana yang cocok buat mereka. Saya tidak setuju standart mereka ya sudah. Saya tidak akan kirim lagi ke mereka!
Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik kisruh FFI? Apakah para sineas muda memang arogan? Atau malah yang generasi ‘tua’ yang keras kepala? Siapa yang tidak mau diajak kerja sama? Yang tua? Yang muda ? Yang jelas saya punya sikap. Untuk tidak memberikan penghargaan kepada sebuah karya jiplakan tanpa perlu menjelek-jelekkan selera dan kemampuan mereka yang bisa dengan anehnya memenangkan suatu karya jiplakan.
-dari seseorang yang anti akan cabe rawit, penjiplakan, dan sikap tidak sportif-
Maro
Update: Wimar’s World di Jak-TV 10 Januari 22.00
Tayangan ulang: Senin 15 Januari jam 15:00

oleh Maro Alnesputra
Catatan: tulisan ini ditulis dari kacamata subjektif seseorang yang memang tidak terlahir untuk menjadi orang yang objektif
Dan ketika saya sudah siap mencatat sindiran-sindiran dan kritik-kritik tajam dari seorang Mira Lesmana, bantahan sengit dan teguran dari seorang Noorca M. Massardi, serta penjelasan boring dan penuh teori dari seorang Hinca Panjaitan, saya hanya bisa melengos kecewa... tidak ada satu pun yang terjadi pada episode Wimar's World kali ini. Sebuah Episode yang sangat menarik dan membenarkan banyak hal yang sudah melenceng.
Karena semua pembicara di acara tersebut menggunakan kacamata subjektifitasnya , maka saya pun memutuskan untuk menonton dengan kacamata subjektif andalan saya.
Ya inilah kacamata yang paling mudah untuk mengkomentari, kacamata paling mudah untuk menilai, kacamata paling muda untuk mencela, dan kacamata paling mudah untuk menyimpulkan.
Mira Lesmana, Noorca Massardi, Hinca Panjaitan dan ??
Foto lengkap Wimar's World ep.02
Dari kacamata subjektif Mira Lesmana (MFI):
- Jadi sebenarnya ada salah persepsi mengenai MFI. Kami sebenarnya tidak pernah menganggap bahwa Juri itu tidak kompeten atau menganggap bahwa juri yang bersalah di sini. Yang kami anggap tidak kompeten di sini adalah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta lembaga dan instansi yang menjalankan ini semua, termasuk yang menjalankan acara ini. Ada sebuah system yang salah yang membiarkan ini terjadi. Lebih jauh lagi protes-protes sudah banyak terjadi sejak FFI 2004, tahun ketika FFI untuk pertama kalinya kembali digelar setelah vakum untuk periode yang lama
- Hal terpenting yang akan dilakukan adalah menuntut pencabutan Ekskul sebagai film terbaik. Film ini telah melanggar hak cipta , dan buat kami ini presiden buruk. Sekaligus juga pembubaran FFI karena merupakan cerminan bahwa ada sebuah system yang tidak berjalan. Kita tidak bisa memberikan excuse pada sesuatu yang benar-benar melanggar hak cipta. Karena ini adalah buruk bagi generasi muda ke depan dan intropeksi buat kita pembuat film bahwa kita ga boleh memasukkan karya jiplakan
- Yang menjadi issue dan protes dari MFI adalah bukan apakah Ekskul itu bagus atau tidak, tapi yang diprotes adalah bahwa di film Ekskul ada pelanggaran hak cipta
- Setuju bahwa Dewan Juri tidak mengetahui , dia hanya diberi film di hadapannya dan kemudian menilai bahwa penyelenggara tentunya sudah menjamin visi festival seperti apa seharusnya sudah menjamin keaslian karyanya. Kami tidak berusaha menjelekkan atau menyudutkan siapapun, tapi tugas seorang produser adalah mengclearkan segala sesuatu.
- Proses hukum untuk mencabut gelar film terbaik dari Ekskul sudah berjalan dan pembicaraan yang tidak jelas dan kemana mana sebaiknya dihentikan
- Agenda berikutnya yang akan difokuskan MFI adalah menghapuskan UU N. 8 tahun 92 tentang perfilman karena ini sumber masalah dari semuanya serta Lembaga Sensor Film agar diubah menjadi Lembaga Klasifikasi Film
- Kami merasa Depdikbud dan lembaga-lembaganya mulai ikut campur dan menghambat kreatifitas dan perkembangan ketika produksi film malah mulai semakin banyak.. Sebagai contoh LSF merupakan lembaga tertinggi yang menentukan suatu film bisa diputar atau tidak. Tanp surat LSF film tidak bisa beredar
- Yang paling MFI inginkan adalah suatu cultural policy yang bisa melindungi
Dari kacamata subjektif Noorca M Massardi (Sekretaris Dewan Juri):
- FFI Masih bingung kenapa para sineas muda ribut di saat terakhir? Padahal ketika diumumkan 30 film pesertanya, film Ekskul ada di dalamnya. Bulan Oktober, FFI umumkan 10 Film pilihan seleksi, di dalamnya masih ada Ekskul, tetap tidak ada yang bereaksi. Lalu tanggal 12 November FFI umumkan lima film terbaik versi Dewan Juri tetap tidak ada yang bereaksi. Tapi setelah pengumuman 28 Desember, besoknya ribut tentang jiplakan dan seterusnya
- Keputusan Juri sudah mutlak. Sesama juri saling menghormati persepsi masing-masing. Tidak perlu kita menyamakan persepsi, tidak boleh! Tetap persepsi masing-masing!
- Pendapat orang kontra harus dihormati, tidak perlu dimarahi. Orang protes itu wajar. Saya kira wajar kalau orang tidak menang memaki-maki jurinya. Dikatain goblok tidak apa-apa, toh kalau memang bukan goblok ngapain marah
- Ada lagi pendapat dari sineas muda yang mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati dewan juri seperti Rima Melati, Remi Silado dll, tapi malah berkata kenapa bisa memilih film Ekskul. Ini kan berarti tidak benar benar percaya pada dewan juri.
- Ada terjadi pembunuhan karakter pada Ekskul dan sutradaranya Nayato sementara Filmnya itu ga punya dosa apa apa, yang bisa dianggap berdosa itu Juri.
- Tahun 1983, karena ada kontroversi plagiarism, diwajibkan mengisi formulir di atas materai yang mewajibkan persyaratan bahwa seluruh isi film adalah original , apabila tidak, maka akan dibatalkan. Tapi sejak tahun 2004 sudah tidak ada lagi formulir itu.
- Dewan Juri tidak menilai plagiarism, yang dinilai adalah nilai seni
- Jangan mengatakan ada penjiplakan sebelum hasil dari proses hukum yang berjalan keluar
Dari kacamata subjektif Hinca Pandjaitan (Aktivis Hukum Media dan Film):
- Gus Dur sudah mulai melakukan langkah bagus dengan membubarkan Departemen Penerangan
- Kejadian ini hanya merupakan akumulasi dari kejadian-kejadian sebelumnya, sama seperti jerawat yang akhirnya pecah
- Sebaiknya MFI langsung datang ke Mahkamah Konstitusi untuk meminta agar UU No. 8/92 ini segera dicabut, karena prosesnya jauh lebih cepat
- Jangan dianggap sepele, masalah ini harus segera ditanggapi secara serius karena orang mau berkarya, jangan diatur-atur
Dari kacamata subjektif Maro Alnesputra:
Kalau memang intinya hanya pelanggaran hak cipta yang diprotes, kenapa FFI musti dibubarkan? Kenapa harus dewan jurinya dikata-katai tidak kompeten dan lain-lain ? Kenapa ada yang bilang selera juri tidak bisa itu jelek dan lain lain? Cukup cabut aja gelar film Ekskul, tanpa perlu membubarkan FFI bukan? Usulkan saja pengembalikan system pemakaian formulir garansi keaslian Film seperti tahun 1983 mungkin?
Salut untuk seorang Mira Lesmana, yang bisa menjelaskan semua secara tenang, konsisten, dan tanpa emosi yang meledak-ledak seperti kebanyakan rekan-rekannya kepada pemirsa Wimar's World tentang apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh MFI.
Salut untuk MFI yang mengingatkan orang bahwa tidak ada excuse untuk hasil karya jiplakan. Hak cipta adalah suatu karya yang patut dihargai dan dihormati oleh semua orang di dunia. Dan pelanggaran hak cipta adalah hak terburuk yang bisa diajarkan pada generasi muda.
Salut untuk Noorca M Massardi yang mengingatkan kita bahwa persepsi dalam menilai sesuatu tidak perlu sama dan memang tidak boleh disamakan. Itulah demokrasi!
Dan terakhir, untuk siapapun yang bertanggung jawab di balik penjiplakan dari lagu film korea pada film Ekskul. Siapapun Anda, perbuatan mengingatkan saya pada sebuah kalimat yang pernah dikatakan seorang Woody Allen
"If my film makes one more person miserable, I've done my job."
You've done your job,
SHAME ON YOU!
SMS yang masuk selama siaran Wimar’s World 10 Januari 2007:
+62216883xxxx
Standard budgeting utk feature film tdk ada d negeri ini.Jd prod.2 film yg profit oriented mmbutakn mtanya dgn case sprt ekskul.Mana ada yg bkn film dgn bjt ftv
+628131133xxxx
Bwt sineas FOKUS aja dEh buat bikin film yg bagus.TUnjuk aja satU orang yg kompeten buat ngomong.Jangan semuanya ngomong, malah jadi runyam.Kaya sutradara "RS" tUh oMonganya bikin PANAS suasana.
+6281117xxxx
Soal menang kalah tdk terkait dgn perpu. Jadi jgn meluas. Seolah kalah gara2x perpu
+628180892xxxx
Boo! Sore loosers! "Dana kemana? Ga ada transparansi! Lembaganya mandul!" Kenapa merasa keren ngembaliin piala dr lembaga yg korup kalo ga malu nerimanya in the first place? Plis d!
+6281815xxxx
Mira ok2 aja karna saya tau kualitasnya sbagai sekampus dgn saya.. Tolong dkontrol teman2 artisnya yg gak tau apa2 tentang seni ngomong sok tau apresiasi sebuah karya -pras
+6281881xxxx
Kok anak muda jd nggak demokratis sih? Nggak kepilih filmnya trus membunuh filmnya bahkan lembaganya ! Omong kosong,krn film mrk juga nggak semuanya bagus !
+62817608xxxx
Ah barisan skit hati kali ya. Kalo ga setuju pranata n sistem, knapa jg hrs piala citra dipulangin, itu agak childish. Artinya kalian ga hargai diri sndiri. IaN
+62219882xxxx
Menurut saya FFI skr kesannya tdk berkelas.Artis2 makin gampang aja dpt citra pdhal actingnya biasa banget
+6281180xxxx
Di buku panduan, panitia bs menganulir keputusan dewan juri..ada koq, dewan juri aja yg tdk berjiwa besar..
+6281180xxxx
Juri disogok kali, kan kgk punya dana panitia ffi, makanya cr dana di luar..
+62812272xxxx
dr. Ivon 27th Bogor.Bagi gw itu suatu proses pembelajaran yg hrs disikapi semua pihak dgn bijaksana & gak emosional,dunia perfilman nsnl dan segala masalahnya dah waktunya digarap dgn serius dgn undang2 yg melindungi & membangun,buat Mira dkk keep on fighting but dont be emotional,buat para juri FFI mari berpikir jernih,berani ngaku salah & beritikad baik untuk make it beter,buat pemerintah ayo serius dong,jgn tar-sok,tar-sok mulu,do something & do it now
+628138932xxxx
Sbagai ortu,pilihan dewan juri thn ini adalah benar,Ekskul punya tema yg bagus kita dpt bnyk pelajaran darinya.ga perlu kekanakan,iri&munafik.
+62812918xxxx
Apakah dunia perfilman kita sdh demikian parahnya? Dunia luar saja memberikan penghargaan kpd film kita yg bagus2 kok kita sendiri tdk menghargai?
+628138961xxxx
Saya si stuju dng juri bhw film ekskul tu bagus dan memang layk dpt piala citra..sebaiknya kl emang ada masalh, jgn ngorbanin karya sendiri!
+62812810xxxx
Akan lebih bijak kalau pihak yg menerima piala citra untuk film ekskul untuk mengembalikan piala yg telah diterima. Hal ini saya rasa dapat sedikit meredakan situasi yg terbentuk tanpa memojokkan posisi dewan juri.
+62816141xxxx
Orang2 dikalangan perfilman selalu telmi (telat mikir) shg akan selalu ada protes pemenang. Ini menunjukkan insan film sangat tdk prof dan ada itikad tdk baik
+628151973xxxx
Mira, Riri, rudi cs, mending buat film dg judul "si sirik kecewa" sapa tau th 2007 menang..
+628151073xxxx
Mira tahu kaga peran gay 3x dp citra apa?
+628151073xxxx
Saya tdk prn nonton flim indo ? Citra kan jipal oskar mrk tak pantas dpt citra
+62856110xxxx
Sy pernah mendengar bahwa kriteria film utk menang di FFI adalah mencerminkan kebudayaan Indonesia. Apakah film Ekskul mencerminkan kebudayaan kita? Anak SMA bawa2 pistol ke sekolah. Bukankah film jg hrs ada unsur pendidikan ke masyarakat? Inikah yg hendak kita ajarkan ke anak2 kita? Budaya dendam?
-Iponk
+62856213xxxx
harusnya film nya mira lesmana yang menang..jadi ga akan rame kaya skarang.
+62856163xxxx
Saya setuju bila badan sensor dirubah menjadi badan klasifikasi film. Bukan filmnya yg tdk blh beredar, namun ada batasan mengenai siapa yg blh menonton.
+62856788xxxx
Bang wimar, saya jadi penasaran niy.Kapan bikin diskusi dgn eric dewantoro si penata musik film ekskul.Barangkali ada alasan2 tertentu kenapa dia memakai musik dari film lain,atau mungkin ada campur tangan produser,atau jangan2 budget u musik kecil sekali hingga ambil musik dari tempat lain..
+62811985xxxx
Bner2 eskul harus dicabut dr kt pmenang.bnyak skali film yg jauh....lebih baik tl0ng smua pihk yg menilainy buka mata lebar2 trhdp film2 Ind0nesia
+62815165xxxx
Saya stuju sama MFI,nominasinya aja banyak yg ga layak,apalagi sampe menang ffi..Ternyata juri2 yg udah kawakan lebih milih film plagiat...
+628588078xxxx
Dwn jri jngn t'pngrh org2 yg dengki. Pmrnth jg hrs tgs, jgn biarkn msrkt bngung. Utk Miles dkk SIRIK tnda TAK MAMPU!
+628151022xxxx
Sineas muda jngm lupa bnyk ide film anda yg plagiat..cnth:aadc, jalangkung 1/2. Sensor film harus ada agar film indonesia tdk merusak anak bangsa..iqbal
+62815161xxxx
kenapa para sineas muda tdk mempersoalkan film2 indonesia di tv (sinetron2)? bukankah banyak skenario2 jiplakan di film/sinetron2? bukankah skenario lbh substansial drpd musik dlm film/sinetron? (verdi)
+62812107xxxx
Menurut saya orang Indonesia itu msh penuh dg ke iri an dan ga mau mengakui kekalahan alias msh bnyk yg berpikir terbelakang dan sampai kapanpun negeri ini akan terpuruk dan ga akan maju kl isinya hanya orang2 yg munafik,ga mau kalah, sok merasa benar dan sukanya aksi demo.citra yg dibalikin dibuang aja!
+628138163xxxx
ffi tdk profesional,hrsnya menghargai kreativitas semua film yg diunggulkan bkn saling menjatuhkan,kompetisi itu wajar,hargai yg menang!
+628151165xxxx
SAYA MAU TAHU BAGAI MANA CARA MEMILIH JURI




39 Comments: