Solusi Flu Burung Saat Ini: Pisahkan Unggas dan Manusia
Perspektif Online
17 January 2007
oleh Hayat Mansur
Konsultan WHO untuk Indonesia I Nyoman Kumara Rai mengingatkan saat ini dunia terutama Indonesia menghadapi ancaman pandemi yang keempat flu burung (Avian Influenza). Tiga pandemi sebelumnya telah memakan korban jutaan orang. Karena itu Wimar Witoelar mengingatkan kita harus waspada tapi jangan panik. Berikut ini gambaran bahaya flu burung dan cara mencegahnya yang dibahas dalam Wimar's World di Jak TV.

kenalan dulu sebelum tampil (lihat foto lain)
Pada awal tahun ini, masyarakat kita sedang dirundung malang. Berbagai musibah menghantam seperti kecelakaan pesawat, kapal laut tenggelam, dan kereta api terbalik. Namun yang paling berbahaya adalah ancaman pandemi flu burung. Pada awal tahun ini sedikitnya sudah empat orang meninggal dan kini Indonesia nomor satu di dunia untuk ancaman pandemi flu burung.
Terkait itu, Wimars World episode 3 Kamis malam (17/1) live di Jak TV menghadirkan tiga narasumber yang sangat memiliki kompetensi dalam bidang flu burung, yaitu Konsultan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO) untuk Indonesia I Nyoman Kumara Rai, Wakil Ketua Pelaksana Harian II Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Tri Satya Putri Naipospos, dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun.
Menurut I Nyoman Kumara Rai, ancaman pandemi flu burung di Indonesia pada tahun ini merupakan kelanjutan yang dialami pada 2005. Jadi ancaman itu tidak pernah hilang. Indonesia menjadi ancaman nomor satu karena jumlah penderita dan yang meninggal akibat flu burung sangat tinggi dibandingkan negara lain.
Pandemi Keempat Flu Burung
Kendati demikian WHO bukan hanya mengkhawatirkan Indonesia saja, negara lain juga dikhawatirkan karena di beberapa negara lain di benua Asia, Eropa, dan Afrika juga terjadi kasus flu burung. Karena itu WHO mengingatkan kepada negara-negara anggotanya agar menyadari bahaya pandemi keempat flu burung. Pandemi adalah wabah yang melampaui batas negara dan meliputi wilayah sampai satu benua atau lebih. Pandemi flu burung biasanya bersiklus 40 tahun.
- Pandemi pertama (1918): korban meninggal 40-50 juta orang
- Pandemi kedua (1957): korban meninggal 4-5 juta orang
- Pandemi ketiga (1967): korban meninggal sekitar 1 juta orang
- Pandemi keempat: ?
Selain korban jiwa, pandemi juga akan menghancurkan perekonomian dan kondisi sosial keamanan suatu negara. "Jika terjadi pandemi, negara akan kacau karena orang pasti akan berebut obat flu burung," kata Nyoman Kumara.
Berikut ini beberapa gejala flu burung dan upaya pencegahan flu burung yang dapat dilakukan dari masing-masing individu dari rangkuman wawancara Wimar Witoelar dengan ketiga nara sumber:
Gejala Flu Burung
- Panas tinggi, batuk, pilek, bersin seperti gejala flu yang biasa kita alami
- Gejala flu tersebut berisiko menjadi flu burung jika sebelumnya melakukan kontak dengan unggas yang mati mendadak beberapa hari sebelumnya atau kontak dengan orang yang terkena flu burung
- Bila dalam beberapa hari gejala flu tersebut diikuti sesak napas maka segera pergi ke rumah sakit. Kecepatan adalah pengting, karena 48 jam dari saat terkena flu burung, obat oseltamivir (generik) dan tamiflu (merk) tidak efektif lagi untuk mengobati flu burung.
Upaya Pencegahan
- Jauhkan unggas (ayam, bebek, angsa, dan burung) dari pemukiman. Dengan kata lain unggas jangan dekat-dekat dengan manusia untuk mengurangi kontak penyebaran virus.
Perlu diketahui. Pemerintah DKI Jakarta pada hari Rabu (17/1) telah mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan semua warganya menjauhkan unggas peliharaannya dari daerah pemukiman terhitung 17 Januari 2007. Pada 1 Februari 2007, pemerintah DKI akan mulai melakukan razia unggas ke pemukiman-pemukiman.
- Jika ada unggas yang mati mendadak dan unggas lainnya juga kemudian jatuh sakit maka unggas tersebut harus dimusnahkan karena unggas yang terkena virus flu burung (H5N1) tidak bisa diobati
- Cucilah tangan dengan sabun setiap habis melakukan aktivitas. Jangan tunggu sampai terjadi pandemi flu burung karena jika sudah terjadi efektivitasnya berkurang. Penularan bisa dari butir air liur bahkan udara.
Laporkan!
Ini yang harus Anda lakukan jika mendapati unggas yang mati mendadak atau orang yang mengalami gejala flu seperti di atas
- Segera laporkan ke pos komando (Posko) pengendalian flu burung di nomor 021-4257125
- Bisa juga laporkan ke dinas peternakan-perikanan dan dinas kesehatan di daerah setempat




14 Comments: