Articles

Wimar Dukung Seorang PKS Jadi Gubernur! Siapa Dia?

Perspektif Online
16 February 2007

Catatan Maro Alnesputra

What you do in your house will always be judged by women!

Ucapan tersebut muncul dari ucapan Yenni Rossa Damayanti pada acara Gubernur Kita malam ini. Peran Perempuan Dalam Pilkada Jakarta merupakan topik minggu ini dan sejumlah aktivis wanita turut hadir untuk memberikan pendapatnya.

Hasilnya? WAW! Simak saja:

-

Kriteria Calon Gubernur Jakarta di mata aktivis wanita

WW : Sebenarnya yang penting apakah bahwa perempuan jadi calon, atau bahwa pemimpin itu mendukung hak-hak perempuan? Misalnya tentang poligami. Ibu-ibu bagaimana posisinya tentang poligami?

Nursyahbani Katjasungkana (PKB): Saya Anti Poligami

Nursanita Nasution (PKS): Saya Tidak Anti Poligami

WW : Berarti pemilih boleh pilih donk ya, mau partai yang anti poligami atau yang pro poligami!


Nursyahbani (PKB): Anti Poligami - Nursanita (PKS): Pro Poligami
photo selengkapnya

Effendi Ghazali : Bagaimana anda menentukan bahwa nama-nama yang sekarang beredar sebagai calon gubernur itu memang memiliki perspektif gender yang baik? Apa yang menjadi dasar dukungan anda?

Yenni Rosa Damayanti : Salah satu kriteria yang akan kita tanyakan adalah, apakah dia (calon ini) setuju atau tidak poligami. Calon yang yang setuju jelas akan kami coret dari daftar yang dipilih oleh perempuan!

Mashurah : Saya kira kalau sekarang ini sedang banjir, itu bisa jadi salah satu pertanyaan. Calon-calon ini apakah siap menanggulangi banjir untuk 5 tahun ke depan.

Yenni Rosa Damayanti : Ini yang paling penting, apakah dia akan kembali menggusur rakyat miskin di daerah Jakarta atau tidak, apalagi kebanyakan korban penggusuran adalah ibu-ibu dan anak-anak yang tinggal di daerah kumuh.

Mashurah : Pertanyaan lainnya adalah, apakah calon ini akan ikut-ikutan bikin Perda Syariah

Yenni Rosa Damayanti : Jangan sampai nanti Calon Gubernur bikin saya tidak bisa keluar malam hahaha.


Yenni Rosa dan Mashurah
photo selengkapnya

-

Pejabat Perempuan VS Pejabat Yang Bela Perempuan

WW : Apakah anda lebih memilih perempuan untuk jadi pejabat atau mementingkan orang yang mementingkan hak-hak perempuan?

Nursanita Nasution : Yang paling penting bagi kaum perempuan adalah kualitas kehidupannya makin baik ke depan. Masih banyak perempuan yang miskin di seluruh Indonesia . Seharusnya kaum perempuan dapat memiliki…

  1. Katakanlah rumah tinggal yang perumahan yang layak bagi rakyatnya. Tapi kan pemerintah Jakarta seharusnya mampu menata Jakarta sehingga minimal rakyatnya tidak akan kebanjiran
  2. Di Jakarta angka kematian Ibu & anak tinggi, karena itu program untuk kesehatan harusnya lebih baik.Walau APBD DKI tahun ini adalah 200 Milyar untuk kesehatan, khususnya untuk rakyar miskin. Saya rasa Gubernur sebagai orang nomer 1 di DKI harus dapat menambah anggaran itu sehingga rakyat bisa lebih diperhatikan
  3. Akses dari perempuan terhadap pendidikan, sekarang ini sudah lebih baik. Sekarang ini sudah ada program SD Gratis, SMP Gratis, dan kita perjuangkan SMA Gratis. Yang paling menyenangkan adalah guru Gaji SD saat ini sudah 2 juta per bulan. Kalau guru itu bagus incomenya, pasti akan bagus ngajarnya. Apalagi mayoritas guru itu perempuan.

WW: Sebentar. Saya rasa Ibu kalau jadi calon Gubernur dari PKS jauh lebih credible daripada orang yang tidak sejelas ibu penjelasannya, dan orang yang belum pernah datang ke sini. Ibu adalah orang dari PKS pertama yang berani dan tegar mengutarakan pendapatnya. Saya akan pilih ibu!

Mashurah: Maaf, menanggapi pernyataan Ibu Nursanita, kalau mengenai pendidikan dan kesehatan saya rasa masih banyak kelemahan dan kekurangan. Busung lapar di Jakarta sangat tinggi dan kematian anak-anak ada dimana-mana. Belum lagi tadi dikatakan pendidikan sudah bagus, namun masih banyak sekali anak-anak miskin yang tetap tidak bisa sekolah saat ini, masyarakat miskinnya banyak sekali.

Yenni Rosa Damayanti: Satu lagi yang sangat penting adalah DPRD. Karena Gubernur tidak bisa berbuat apa-apa tanpa persetujuan dari DPRD. DPRD sekarang tidak berbuat apa-apa pada saat terjadi penggusuran, saat terjadi banyak kelaparan. Tapi DPRD sekarang itu kebanyakan dari partai apa ya?!

Audience: PKS?

Nursyahbani Katjasungkana: Saya pribadi mengutamakan perwakilan perempuan sebagai calon, karena representasi dari kaum perempuan sesuai dengan undang-undang itu penting. Oleh karena itulah sebenarnya sangat diharapkan calon independent itu sebaiknya diperbolehkan.

-

Calon Independen

WW: Saya pake logika sederhana aja. Banyak sekali orang yang mengharapkan ada calon independent diperbolehkan ikut di Pilkada Jakarta. Kalau partainya tanggap, harusnya sadar bahwa masyarakat tidak suka dengan calon calon yang namanya saat ini sedang beredar dan diunggulkan saat ini. Harusnya diganti dengan yang populer. PKS misalnya, kalau diganti Ibu Nursanita, saya rasa akan disetujui, tidak perlu partai independent, kita dukung PKS. Setuju tidak setuju, Ibu datang ke sini debat terbuka dan menghadapi televisi. Itu adalah yang kita semua mau.

Nursyahbani Katjasungkana (PKB): Ada sinyal yang sangat kuat dari rakyat bahwa banyak calon yang lewat partai itu banyak yang bermasalah

Effendi Ghazali : Ini orang partai sendiri yang ngomong!

-

Hidden Discrimination Pada Wanita


photo selengkapnya

Cut Firza: Saya rasa ada banyak alasan lain mengapa wanita tidak banyak jumlahnya di dunia politik. Mamah saya sendiri dulu pernah mencalonkan diri sebagai calon, tapi kemudian mundur karena dilarang Papah.

Audience: Patriarki…patriarki, egois…

Nursanita Nasution: Saya rasa yang juga menyebabkan rendahnya jumlah wanita yang terjun ke politik adalah karena masih banyak wanita yang merasa bahwa politik di Indonesia itu tidak membuat dia nyaman, tidak membuat dia merasa aman untuk terjun. Sehingga sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pendidikan yang baik sehingga dapat diberi pengertian bahwa terjun ke politik itu perlu bagi kaum wanita

Yenni Rosa Damayanti: Selain itu patriarki di masyarakat itu sering sekali menghalangi wanita untuk bisa maju sebagai calon

Nursyahbani Katjasungkana: Sebagai contoh, meski di peraturan sendiri tidak tertulis bahwa wanita tidak boleh mencalonkan diri, namun di undang-undang tertulis bahwa calon harus mendapatkan persetujuan dari kepala keluarga, nah sekarang siapa kepala keluarga itu menurut undang-undang? Laki laki kan? Jadi kalau laki-laki tidak setuju ya wanitanya tidak jadi maju. Ini kan namanya diskriminasi! hidden discrimination pada wanita!

Nursanita Nasution: Dan secara islam, di jaman Nabi Muhammad pun, ada seorang menteri wanita yang sangat ternama dan merupakan tokoh yang sangat dihormati dalam pembangunan dan pengelolaan ekonomi. Ini bukti bahwa agama Islam pun sebenarnya sangat mendukung wanita untuk berperan dalam urusan kenegaraan dan politik.

Nursyahbani Katjasungkana: Cut Nyak Dien jelas merupakan bukti bahwa di Aceh pun, wanita bisa dan dapat diterima untuk menjadi pemimpin. Bahkan bukan cuma Cut Nyak Dien, dalam sejarah Aceh ada 4 Sultana Wanita yang pernah memimpin kerajaan Aceh!

-

Watch Out! Personality Counts!

WW: Apa lagi yang penting untuk menjadi pertimbangan bagi wanita dalam memilih calon gubernur ?

Yenni Rosa Damayanti : Pada akhirnya, bagi kaum wanita….what you do in your house…IT MATTERS ! Personality? It counts!

-

Seru sekali yak! Acungan jempol untuk semangat luar biasa dan dan argument berapi-api yang sangat tajam, lugas, dan jelas dari seluruh wanita yang hadir pada episode ini. Semua yang hadir sibuk ikut memberikan opini sampai-sampai pria pria (WW + Effendi Ghazali + Ryaas Rasyid + Iwel) kewalahan menghadapinya hehehehehe. Yah mudah-mudahan partai – partai di luar sana mau mendengarkan masukan – masukan dari mereka demi semakin ditingkatkannya pendayagunaan dan hak-hak wanita di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta . SEMOGA !

Ps: Saking bengongnya saya liat episode kali ini, saya sms teman baik saya yang kebetulan kerja di sebuah NGO di Jakarta

SMS Saya : Mita, kenapa kalau aktivis cewe kaya lo ngumpul rame-rame di forum apapun pasti cowok-cowok yang lagi ada disitu jadi keder?

SMS Temen Saya: Bukan cumin aktivis lagee, semua cewe juga gitu! Kagak pernah denger ape? A woman has the last word in any argument, and anything a man says after that is the beginning of a new argument!

For once mit, I agree with you


Create polls and vote for free. dPolls.com

-

Adang Sightings

SEMENTARA ITU... Pada saat ‘Gubernur Kita’ berlangsung, Cagub PKS Adang Daradjatun hadir sebagai tamu di acara ‘Empat Mata’ di channel lain. Pak Adang ini sudah dua kali batal datang ke Gubernur kita, belum ada tanda-tanda mau datang, sementara ia tampil di banyak event publik. Tidak jadi soal. Mungkin beliau menilai, tampil bersama Thukul lebih strategis daripada bertemu dengan audiens ‘Gubernur Kita’...

-

Apa Pendirian Anda?

Mereka ini hanya ngobrol di studio, tapi anda yang memilih Gubernur. Silakan tulis,

Anda Simpatisan Siapa, dan Mengapa?

Print article only

55 Comments:

  1. From farid hismawan on 16 February 2007 17:16:01 WIB
    salam perubahan,


    kepada bung wimar yang terhormat saya menyaksikan acara gubernur kita semalam dan saya sangat kecewa karena yang di bahas bukan hal yang penting mengapa intinya adalah WANITA adalah rakyat juga tapi kenapa mesti di bedakan juga antara wanita dan rakyat karena pokok inti dari siapa yang peduli pada rakyat pasti juga peduli pada wanita,lalu anda mencecar pertannyaan tentang poligami pada wakil pks dan anda membuat wacana publik tak sehAT karena mengatakan "silakan pilih gubernur yang setuju atau tidak poligami" itu merupakan hal yang tidak nyambung karena jakarta bukan setuju atau tidak setuju dengan poligami tapi bagaimana nantinya gubernur bisa mengurus rakyatnya dengan baik dan tidak korupsi. dan anda juga terkesan memojokan cagub adang dorodjatun itu juga bisa membuat publik balik simpati kepada adang darodjatun.lebih baik kita menunggu dan acara anda masih banyak waktu...


    TERIMA KASIH

  2. From Warsito on 16 February 2007 17:40:48 WIB
    Mungkin WW sementara harus diganti Thukul di Gubernur Kita agar supaya Adang mau datang.
  3. From Satya on 16 February 2007 17:46:57 WIB
    haha betul banget.

    btw, katanya adang udah muncul di tukul dan juga di metro, tapi saya kelewatan. apakah ada yang tahu program dia sbg gubernur? tolong disebarluaskan dong. kasihan kalau pada tidak tahu.
  4. From wahyu on 16 February 2007 17:59:33 WIB
    Saya setuju dengan #1 kesannya memang mojokin PKS. Saya bukan simpatisan PKS lho.Mestinya memang fokus ke penggalian aspirasi perempuan.Sebagian sudah tertangkap, ya.Mis.soal kemiskinan, pendidikan, kesehatan,keterwakilan. CaGub mestinya terimakasih pd WW yg sudah beri bekal, modal,kampanye.

    Ttg P'Adang,wah saya juga lihat berani banget pake hemd merah, bukan hijau, di 4 Mata.Aduh masak sampe di spanduk aja ada, koq malah ogah di WW!Mestinya kesempatan tampil di WW diambil saja.Kalo ga tampil juga kesannya koq khawatir ga kompeten.Kader PKS,Bu Nursanita saja sangat vokal n memukau dan mematahkan persepsi selama ini, PKS hanya menghendaki perempuan di "belakang."
  5. From Satya on 16 February 2007 18:12:12 WIB
    saya setuju dg farid, publik bisa simpati pada cagub yang dipojokkan. makanya untuk kebaikan dia sendiri, mestinya adang muncul di acara yang lebih menantang daripada acara yang konyol.

    ibu nursanita aja bagus penampilannya, apalagi pak adang nanti. kita lihat!
  6. From QNOY on 17 February 2007 08:52:30 WIB
    trus terang, saya nggak begitu mengikuti, cuman saya setuju dengan komentar yang lain, jangan terlalu memojokkan pks, secara real aja, pks adalah partai yang sangat merakyat, mereka membantu tanpa perlu gembar-gembor sana-sini.
    pks partai pemenang pemilu, tapi ketua dprd dari Golkar, jadi dari sini sudah kelihatan kalau pks tidak bisa bekerja dengan baik kalau fraksi lain tidak bisa berkerja sama.
    ok, kayak nya udah melenceng jauh.
    yang penting gubernur itu harus tegas, dan jelas keberpihakannya kepada rakyat.
    tidak benar kalau ada orang yang mengatakan kalau tidak boleh ada penggusuran, tapi kalau penggusuran di kali ciliwung,kenapa tidak.
    ya nggak.
  7. From aprianto on 17 February 2007 14:25:52 WIB
    Saya setuju dengan #4, saya juga bukan simpatisan pks. Karena pks tidak akan membela rakyat (apalagi rakyat kecil) mereka cuma mau ngebela kelompoknya doang. Dan gak perlu jua P. Adang diundang sama P. Wimar.
  8. From diar on 18 February 2007 21:46:19 WIB
    saya simpati sama pks, kadernya cepet tanggap waktu banjir kemarin. tahun-tahun sebelumnya juga. gak banyak bicara yang penting kerja, beri sumbangsih buat warga jakarta.
  9. From Bientono on 19 February 2007 08:42:01 WIB
    Kalo menurut saya siapa saja entah itu wanita atau laki-laki asal memiliki kemampuan dalam memimpin Ibu Kota dan memiliki moral yang tinggi dapat saja menjadi Gubernur Jakarta. Masalahnya penyakit orang indonesia kalau sudah menduduki posisi yang tinggi adalah suka lupa diri dan memanfaatkan posisi yang diduduki untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Nah apakah calonnya Bung Wimar sudah diyakini memiliki kriteria tersebut, kalau iya saya juga ikut mendukung
  10. From anton on 19 February 2007 12:02:19 WIB
    Kalo dipaksa juga suruh milih PKS, saya ya milih Pak Suripto aja deh,...dia seorang petinggi PKS berwatak Sjahririan, tokoh 10 Mei 1963. Saya pikir dia seorang sosialis yang lagi senang-senangnya di kelompok Islam

    Tapi sayang beliau sudah terlalu tua, Anak-anak muda PKS harus melihat gagasan dia, sikap dia dan revolusionernya dia, Saya melihat Suripto ini sebagai manusia Revolusioner Permanen (ngikutin bahasanya Trotzky), guncangannya diam tapi perubahannya ada...

    tapi pilihanku tetap pada Rano Karno
  11. From Alex Maffay on 20 February 2007 11:32:02 WIB
    Saya tidak memihak Partai manapun, yang penting bagi saya Partai itu tidak bekerja hanya untuk popularitas semata. Apalagi Partai yang hanya mementingkan kepentingan golongannya saja. Saya juga tidak melihat jenis kelamin calon Gubernur Jakarta kelak. Meskipun Waria diperbolehkan maju untuk mencalonkan diri saya ok-ok aja tuh. Sejauh dia berpihak pada kepentingan rakyat akar rumput.
    Di satu pihak wanita penuh dengan kelembutan, sedangkan Laki-laki penuh dengan ketegaran. Dalam Waria, hal itu akan menjadi komplit dan saling bersinergi bila ia menjadi Gubernur. Juga jangan salahkan Waria akan keadaannya, karena pada dasarnya juga mereka tidak ingin seperti itu.
    Cobalah untuk menerima keadaan mereka.
    Bravo Waria.
  12. From syamsul on 20 February 2007 13:49:49 WIB
    Saya tidak nonton acara Bang WW, karena saya keseringan kerja sampai malam dan pulang kerja tidak lama kemudian tidur untuk dapat bangun pagi-paginya sebab saya harus berangkat kerja pagi-pagi supaya tidak terjebak macet. Tapi saya boleh toh ikutan komentar. Tolong kasih tahu saya, mana calon yang tidak korupsi. Itu saja yang saya kehendaki dan akan saya pilih. Saya kurang peduli apakah dia pro poligami apa anti poligami, apa dia dari partai 'huuu' apa dari partai 'haaa'. Saya sudah bosen ngurus SIM harus pakai duit, ngurus KTP harus pakai duit, ngurus akta kelahiran anak saya harus pakai duit. Soalnya kalau saya nggak pakai duit lebih, nggak jadi-jadi tuh yang saya urus. Lalu kemana pajak yang saya bayarkan?
  13. From gambler on 21 February 2007 13:00:16 WIB
    bwt pak syamsul, ga benar tuh harus ada duit lebih bwt KTP dan SIM.(bicara jakarta kan?) saya cuman bayar Rp 5000 utk KTP (itung2 uang cap dan plastiknya), dan Rp 100,000 (kl ga salah,...lupa!) utk SIM di mobil keliling SIM, pokoknya harga resmi deh.
    jd bapak harus perjuangkan hak bapak.

    daradjatun orangnya biasa aja, ga pandai bicara, makanya segen datang ke gubernur kita, spt sutiyoso yg menolak tampil apabila ada marco kusumawijaya di metro , acara indonesia today... he he malu sih ya kalau kalah debat.

    kemarin daradjatun kebanyakan senyum dan ketawa aja kl udh ga bisa jawab (acara city view)...ketawanya itu loh pak....gitu amat?

    kelihatannya daradjatun tdk berbeda dgn penjabat2 partai yg sdh berkuasa skr yg memakai artis utk misi kampanyenya (spt latief n desy r).

    oh.....jatun muncul di tukul ya? wah...kelewat...disindir apa ya oleh tukul? dasar kutu kupret!

    hi hi hi
  14. From Satya on 21 February 2007 13:23:14 WIB
    wah saya kelewatan lagi.

    gambler, ketawanya kenapa?
    terus dia bicara visi dia sbg gubernur gak?
    misalnya rencana dia menangani banjir dsb?
    atau masih soal donor darah?
  15. From baskoro on 21 February 2007 15:02:40 WIB
    Saya khawatir om-WW & JakTV sedang menyiapkan Plan B, setelah memahami belum ada partai yang meminang idola perspektif audience (& saya) yaitu Faisal Basri.

    Plan B ini adalah pengalihan opini audience Gubernur Kita & Perspektif.net dari Faisal Basri ke Fauzi Bowo. Caranya seperti yang tengah kita “rasakan” sekarang, penyudutan Adang Darajatun & PKS-nya. Setelah pak Adang ter-smack-down, ya nggak ada pilihan lain selain Fauzi Bowo.

    Saya yang non-partisan & penggemar WW bakalan super-kecewa, kalo om WW mempromosikan Fauzi Bowo, karena:
    Fakta-1. Prestasi 2 kali banjir besar, bagaikan keledai terperosok 2 kali ke lubang yang sama, kacaunya lubang yang kali ke-2 lebih dalam.
    Fakta-2 Sudah dicalonkan, tapi tidak segera resign dari jabatan publiknya. Ini bukan warga negara yang baik & tidak patuh hukum/ undang-undang. Orang seperti ini tidak cocok jadi pemimpin karena memberi contoh yang jelek bagi warganya.

    Semoga kekhawatiran saya salah.

    Sorry om,
  16. From Satya on 21 February 2007 15:28:16 WIB
    kayanya bukan sekarang doang deh. pak baskoro udah khawatir sejak desember kalau WW dukung fauzi bowo, saat anda bilang WW cepat amat "banting stir" dari FB ke FB. lalu WW berusaha menghilangkan kekhawatiran anda, tapi ternyata muncul lagi.

    kenapa ya WW dikira dukung fauzi bowo? keenakan dia hehe..

    btw, menurut polling oleh LSI, fauzi bowo paling layak jadi gubernur. polling itu lalu diprotes oleh sarwono karena diambil saat masa banjir. katanya, mana bisa ambil polling saat kekacauan?

    anyway, the fact that fauzi is leading the poll (bersama agum gumelar?? dan adang) artinya kita harus perhatikan calon2 ini. apa saja kelebihannya, mengapa banyak yg suka?

    any info about fauzi? apakah sutiyoso 2.0 itu bagus atau tidak? menurut saya sih tidak.
  17. From chadijah ibrahim on 21 February 2007 16:38:02 WIB
    saya bingung dengan cagub Jak, janji-janji melulu, selalu bilang nanti kalau terpilih sekolah gratis, pendidikan gratis dll. Tapi sampai sekarang saya masih membayar uang sekolah, uang buku dll.
  18. From wimar on 21 February 2007 16:59:04 WIB
    jangan takut, saya tidak punya Plan B. Plan A juga tidak menyangkut dukungan terhadap satu calon, tapi mengajukan pertanyaan pada calon dan pada publik. tergantung calon masing2, apa dia terangkat atau terpuruk oleh pertanyaan itu.

    misalnya saja, pertanyaan sederhana "apa yang anda kerjakan sebagai gubernur?" bisa membuat satu calon kelihatan bagus, dan calon lain kelihatan jelek.

    adang daradjatun kebetulan bernasib buruk sekarang ini karena dia mengundang tanggapan yang negatif dengan menghindari forumn Gubernur Kita. satu saat fauzi bowo bisa mengalami hal yang buruk juga. kalau menurut penglihatan saya, banyak kekurangan fauzi bowo yang akan muncul, seperti yang telah muncul untuk calon yang lain.

    bagi saya, gubernur yang bagus adalah yang bisa tampil di depan publik sebagai calon yang bersih. tanpa kebersihan diri dan sportivitas menghadapi publik, seorang gubernur bukan mengurus jakarta tapi mengurus kepentingannya.
  19. From muradief on 22 February 2007 09:57:39 WIB
    Dan jangan lupa Bung Baskoro, ingat selalu yang dikatakan Bung WW, bahwa beliau dan juga pendapat beliau itu subyektif.
  20. From gambler on 22 February 2007 12:29:05 WIB
    @ satya,
    ketawanya tdk lazim, menjurus kyk hantu, menakutkan. pernah dengar orang yg masih ada sisa2 tawanya padahal yg lain udah diam.......nah spt itulah.

    efendi gazali masih mengharapkan jawaban (apakah dia bersedia tampil di gubernur kita) , tapi jatun ketawa2 aja. akhirnya efendi yg bilang, bhw jatun masih blm pasti soal cagub krn masih menunggu tiket. tiket apaan ya?

    ya betul, diacara itu dia hanya mo bicara donor darah. benar2 tertutup soal gubernur. tapi ada sedikit bicara soal banjir, tapi itupun sama dgn sutiyoso. dia mendukung pembangunan kanal timur.


    ada kebingungan di pikiran saya soal donor darah (mungkin krn saya tdk tau mekanismenya):
    kenapa beli darah di kala kita sakit, mahal sekali, sdgkan mendapatkannya tdk harus bayar (rata2 hasil donor masyarakat)?

    juga soal narkoba, kenapa kejahatan narkoba justru makin meningkat akhir2 ini, yaitu selama masa pimpinan fauzi bowo?
  21. From M.Ikhsan on 22 February 2007 12:33:34 WIB
    Saya Sangat Kecewa dengan para aktivis perempuan yang tampil...seharusnya kita harus berfikir pintar dan cerdas yang saya lihat sepertinya mereka sudah minyiapkan opini ttg ANTI POLIGAMI...Seharusnya mereka itu lebih melihat dari sisi yang lebih Substansial dong...Loh Malah Poligami (Ketahuan banget sih Kampanyenya...(ketahuan ga pinternya..he..he..he)
  22. From rizka on 22 February 2007 13:17:17 WIB
    Gak sabar nih liat lanjutan episode ini nanti malam....
  23. From samuel on 26 February 2007 12:16:50 WIB
    klu saya siapa pun gubernurnya gak masalah, tp menurut saya salah satu kebobrokan mental bangsa adalah kita tidak pernah sportif mengakui kesalahan maupun kekalahan. harusnya negara ini dibangun dengan jiwa sportif lewat olahraga. percuma uu tentang olahraga dibuat tp tidak ada realisasinya. saya setuju mall di bangun tp harus ada sarana olahraganya yang spt sportmall kelapa gading. jadi seiring jalannya.
  24. From Wiwid on 02 March 2007 13:26:51 WIB
    Sebuah rencana "busuk"(mungkin)karena "mungkin juga"PaWW adalah salah satu kader ataupun pendukung salah satu Cagub yang berasal dari partai selain PKS,jelas karena ocehan2 beliau jelas memojokan Adang!!!Yang saya bingung dia jarang (bkn ga Pernah) banget ngeritik secara keseluruhan CAGUB2 yang lain yang mungkin juga belum pernah dateng keacaranya...!Saya kira ga masalah Adang atau Bang Foke atau juga siapa aja ga dateng keacaranya karena kan cara menyampaiakan Visi Misi kan ga harus DiGK.ya Ga?Yang penting rakyat ntar bisa pada dapet makan ,kerjaan,sama bebas dari banjirrr.Untuk Aktivis perempuan ngaca diri dl sblum ngomong.
  25. From irfan saepulloh on 05 March 2007 09:08:34 WIB
    saya hanya melihat dari segi keberpihakan terhadap rakyat(kemaslahatan umat), saya kira banyak dari para politisi yang hanya bicara tanpa realitas yang jelas dan hanya bertindak terhadap kegiatan sosial apabila mendeklati pemilu atau kampanye, sekali lagi saya melihat PKS lah satu-satunya partai yang peka terhadap kondisi masyarakat tidak peduli itu lagi kampanye atau bukan tapi yangjelas keberadaanyan ditengah-tengah rakyat kecil ataupun umat disaat diperlukan menjadi ciri khas yang tidak saya lihat di parpol lainnya.
  26. From youthee on 06 March 2007 13:15:28 WIB
    Percakapan:

    Yenni Rosa Damayanti: Satu lagi yang sangat penting adalah DPRD. Karena Gubernur tidak bisa berbuat apa-apa tanpa persetujuan dari DPRD. DPRD sekarang tidak berbuat apa-apa pada saat terjadi penggusuran, saat terjadi banyak kelaparan. Tapi DPRD sekarang itu kebanyakan dari partai apa ya?!

    Audience: PKS?

    ==============================================
    Maaf, saya harus meminjam istilah Om WW, "pertanyaan dan jawaban jadul". Lah, kalo pernyataan tersebut diimplementasikan di skala negara, pemenang Pemilu lalu Golkar dan PDIP, kenyataannya ngak bisa ngomong banyak di pemerintahan sekarang, krn Presidennya Demokrat.
    Artinya, kemenangan pemilihan tidak menjamin, kalo pemimpin eksekutif (Gubernur/Presiden) ataupun Legislatif (DPRD/DPR) nya lain partai. Lihat ajah DPRD DKI sekarang meski PKS menang, konrolnya da di tangan Ketua DPRD dan ketua Komisi, yang notabenenya non-PKS.
  27. From Alfanny on 16 March 2007 01:17:14 WIB
    Pilkada Jakarta, Pilih Status Quois Atau Fasis

    Oleh: Alfanny

    Para pemilih pro perubahan di Jakarta akan menghadapi dilema dalam Pilkada DKI Jakarta 2007. Mau memilih Fauzi Bowo yang “status quois” atau Adang Daradjatun mantan Wakapolri yang didukung PKS, partai Islam ekslusif yang cenderung fasis.

    Dilema seperti ini pernah dialami para pemilih pro perubahan di Perancis pada Pemilu Presiden 2002 silam. Saat itu, secara dramatis, kandidat Partai Sosialis yang pro perubahan, Lionel Jospin dikalahkan oleh kandidat dari partai sayap kanan, Jean Marie Le Pen pada Pemilu putaran pertama. Le Pen dalam kampanyenya dikenal fasis dan rasialis karena sering mengusung isu anti imigran. Le Pen bahkan pernah mengkritik tim sepakbola Perancis yang didominasi warga Perancis keturunan imigran Afrika.

    Walhasil, pada pemilu putaran kedua, warga Perancis yang pro perubahan “dengan terpaksa” memilih kandidat incumbent yang status quois, Jacques Chirac. Para pendukung Partai Sosialis jelas tidak akan memilih Le Pen yang fasis. Ideologi fasisme atau ultra-nasionalis sangat dikecam oleh para pendukung Partai Sosialis.

    Kini, warga Jakarta yang mendambakan perubahan pun terpaksa harus memilih Fauzi Bowo, seorang birokrat karier yang saat ini menjabat wagub. Fauzi Bowo sudah pasti akan cenderung meneruskan kebijakannya yang sudah dia susun bersama Sutiyoso. Sebagai seorang incumbent, sulit diharapkan Fauzi Bowo akan melakukan perubahan kebijakan pemerintahan di Jakarta.

    Namun, memilih Adang Daradjatun –yang dicalonkan PKS- juga belum tentu akan memberikan perubahan kebijakan pengelolaan Jakarta. Alih-alih melakukan perubahan radikal di Jakarta, kebijakan Adang cenderung akan lebih diwarnai oleh haluan ideologis PKS yang cenderung sektarian. Walaupun mengklaim sebagai partai Islam moderat yang inklusif, susah dipungkiri bahwa PKS sangat terinspirasi oleh ideologi Ikhwanul Muslimin Mesir yang bercita-cita mendirikan negara Islam. Kini, Pemerintah Mesir kerapkali menangkap para aktivis Ikhwanul Muslimin karena di masa lalu para aktivis Ikhwan mudah “terprovokasi” untuk melakukan kekerasan.

    Golput? Jelas, bukan solusi karena yang akan terjadi sama persis dengan kekalahan Jospin pada Pemilu Perancis. Saat itu banyak simpatisan Partai Sosialis yang golput karena menganggap Jospin sebagai tokoh Sosialis yang kurang memiliki agenda-agenda perubahan yang konkret. Hasilnya, yang diuntungkan adalah Le Pen yang berhasil maju ke putaran kedua walaupun kemudian dikalahkan Chirac.

    Bila warga Jakarta yang pro perubahan memilih golput, yang akan diuntungkan adalah Adang Daradjatun, karena massa PKS sangat solid sehingga suara untuk Adang dipastikan tidak akan berkurang. Dengan modal suara 26% pada Pemilu DPR 2004, PKS dipastikan mampu menggerakkan mesin politiknya untuk meraih capaian suara > 50%. Aktivitas social PKS yang konkret di tingkat massa akar rumput dipastikan akan menyebabkan banyak masyarakat –yang awam tentang akar ideologis PKS- akan bersimpati pada PKS dan kandidat yang didukungnya.
    Bencana banjir yang melanda Jakarta Februari 2007 lalu justru memberikan berkah bagi PKS, karena PKS dapat unjuk peduli (sekaligus kampanye) dengan mendirikan posko-posko bantuan banjir yang jumlahnya bahkan mengalahkan posko bantuan banjir milik Pemda.

    Itulah demokrasi, kita kadang-kadang harus memilih yang “terbaik di antara yang terburuk”. Di masa depan, para kandidat independen yang muncul dari aspirasi “arus bawah” seharusnya diberi peluang untuk mencalonkan diri tanpa melalui partai. Mekanisme pencalonannya mungkin bias meniru model pencalonan anggota DPD, dimana para calon DPD harus mengumpulkan ribuan tanda tangan dan fotokopi konstituen rakyat yang mendukungnya. Sudah terbukti, partai-partai politik gagal melakukan rekruitmen dan kaderisasi internal sehingga lebih memilih melakukan politik dagang sapi dengan para elit politik lama yang tidak pernah aktif di partai.
  28. From Dadan.jr on 16 March 2007 23:33:36 WIB
    Status Quo atau fasis sama saja


    Kepada alfanny yang budiman saya rasa sah-sah ada orang atau organisasi massa yang membantu orang yang sedang ditimpa bencana, dan setahu saya pks ynag dulunya partai keadilan memang dari dulu sudah sering membantu masyarakat tanpa tunggu musim kampanye, dan soal pandangan politik pks saya rasa soal fasis dan tidaknyA PERLU DIBUKTIKAN kecuali kalau anda termasuk orang yang islamphobia,dan seperti yang anda sebutkan sebagai contoh pemilu di prancis bahwa masing masing calon merpertahankan ideologinya ada yang sosialis dan ada yang ultra nasionalis, sekarang tergantung pada pemilih mana yang menurut mereka layak tanpa harus curiga pada ideologi partainya.Dan saya rasa kalau pks termasuk islam yang radikal saya rasa akan hancur dengan sendirinya karena rakyat akan bisa menilai sesuatu yang benar-benar tulus dari dari dalam hati atau ada sesuatu maksud tertentu.

    sekarang tergantung kita semua mana yang kredibel , calon sudah jelas-jelas korup atau calon yang dipandang miring karena yang mencalonkannya partai yang dicurigai sebagai partai radikal ( perlu dibuktikan dan kalau terbukti dibubarkan saja )
  29. From mumtaz firdaus on 20 March 2007 16:57:01 WIB
    kader PKS banyak dari perempuan, namun untuk masalah pemberian porsi kepemimpinan, perempuan hanya dikasih "sisa" saja dalam artian yang hanya memang berkaitan dengan perempuan saja....kalaupun ada anggota wanitanya yang "mampu" mereka--entah mengapa--akan mempersilakan terlebih dahulu para laki-lakinya..mungkin didoktrin supaya wanita cukup dibelakang saja, dan yang maju...laki-laki saja!
    pemimpin yang baik.... yang punya tanggung jawab, hati nurani, fleksibel, tidak dogmatis dan juga faham tentang KESETARAAN GENDER kali ya...ga usah dari partai yang ga sensitif gender...mengentaskan masyarakat miskin di Indonesia (yang kebanyakan perempuan)menuju kehidupan yak layak...
  30. From michael frans auguste sibarani on 21 March 2007 15:46:27 WIB
    Hidup PKS dan Pak Adang Daradjatun..... Allah beserta Anda
  31. From Rizal al-farisi on 22 March 2007 12:02:10 WIB
    Assalamualaikum.wr.wb.

    salam sejahtera untuk acara gubernur kita.Saya seorang pelajar SMA hanya ingin menyampaikan suara dari hati nurani saya.sekarang kita ketahui banyak partai yang berkoalisi untuk menghadang Adang Daradjatun,sungguh saya sangat tersanjung karena PKS sampai diperlakukan seperti itu.sudah barang tentu pasti ada kepentingan tersendiri untuk kelompok mereka,dan yang terjadi saat ini adalah persaingan antara partai elit(PDI-P,golkar,PD,dkk) Vs partai masyarakat yaitu PKS.Insya Allah PKS termasuk partai yang akan menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat DKI jakarta.sudah banyak contohnya mulai dari gaji guru dinaikkan dan pengembalian uang rapelan kepada masyarakat dari fraksi PKS.Apakah kurang cukup pembuktian itu semua?jadi sekarang bukan persaingan antara partai poligami vs non poligami,hal itu sangat salah besar tapi adalah persaingan antara partai kaum elit vs partai masyarakat.kalau sudah ada yang terbukti teruji membenahi jakarta lebih baik,mengapa pilih yang lain???

    Yuuukkkkkk,,,rame-rame kita dukung Pak Adang Daradjatun untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta,semoga niat baik pak Adang untuk membenahi jakarta agar lebih baik dapat dikabulkan oleh Allah SWT,Amiinn.....

    PKS = Partai Kita Semua........
    terima kasih..........
    assalamualaikum.wr.wb.
  32. From ina on 28 March 2007 18:24:59 WIB
    Soal Pak Adang yang lebih milih dateng ke acaranya tukul daripada ke WW kita bisa jawab mungkin disitulah kelasnya pak Adang.
    Mungkin acaranya WW kurang populis daripada acaranya tukul, tapi Pak Adang mesti tahu siapa kebanyakan penonton acaranya WW yang mungkin gak populis itu. Bahkan rakyat pinggiranpun akan semakin pintar klo nonton WW, Pak Adang mesti tahu itu.
    Kita harusnya tahu dengan hadirnya Pak Adang di acaranya tukul daripada di WW, bahwa rakyat yang seperti apa yang dia harapkan. Rakyat yang kritis atau cuman suka becanda supaya gak terlalu banyak komplain?
    Aneeh juga mengingat dia dicalonkan PKS. Q belum tahu sampai hari ini apa dia dah bersedia tampil di WW atau belum. Klo dia jadi gubernur n kolaborasi ama DPRDnya jakarta bakalan banjir lagi gak jkt? bakal ada penggusuran lagi gak? ato makin banyak perumahan mewah?
  33. From ina on 28 March 2007 18:31:06 WIB
    supaya lebih banyak wanita yang aware soal politik ada baiknya juga bukan hanya sinetron yang ditonton tapi juga serial COMMANDER IN CHIEF mungkin kesadaran politik bisa tumbuh sedikit-demi sedikit
  34. From kaka on 06 April 2007 02:29:32 WIB
    jujur saya bukan orang jakarta tetapi saya sangat respon dg permasalahan jakarta karena bagaimanapun jakarta adalah ibukota negara dan biasanya sesuatu yang terjadi di jakarta akan dijadikan contoh bagi daerah lain.

    trus pesan aja untuk orang2 jakarta pilihlah yang sesui dengan hati nurani anda, jauhilah prasangka yang tidak ada dasar pembuktiannya, dan berusahalah melihat dengan jujur track record masing-masing calon dan track record partai yang mencalonkannya. Tentunya warga jakarta dari segi pendidikan bukanlah golongan rakyat yang mudah ditipu.

    pilihan anda menentukan nasib jakarta dan bangsa, gunakanlah hak anda dengan sebaik-baiknya.

    kebenaran pasti akan menang


  35. From Sulis on 11 April 2007 23:16:56 WIB
    Pilgub bukan perkara hidup mati, dan tak sekedar menang kalah. Tapi pembelajaran dan pencerdasan politik masyarakat, yang butuh waktu panjang. Ayo kader PKS, pantang surut dan tak kenal henti kalian. dukun terus Kang Adang Dani. Allahu Akbar.
  36. From kiki on 12 April 2007 21:34:27 WIB
    bila janji hanya sekedar kata
    tanpa tahu akankah terlaksana ataukah tidak
    maka apa yang harus kami lakukan
    tidakkah pembuktian selama ini sudah jelas?
    maka bila banyak orang tak dapat melihat
    cukuplah Allah dan orang-orang beriman jadi saksi
  37. From hendri on 20 April 2007 19:30:03 WIB
    Salut, buat acaranya WW yg sdh menghadirkan kaum aktivis perempuan tapi kok tema yang diangkat ngga nyambung sama permasalahan yg paling penting ya.. yaitu masalah pengangguran dan kemiskinan yang masih melanda jakarta, yg penting tuh jakarta butuh pemimpin yang mau mikirin nasib rakyatnya, bukan hanya dukung atau tdk dgn poligami...
    salut buat acaranya moga dua kandidat bisa hadir
  38. From nizar on 22 April 2007 13:27:33 WIB
    Assalamu'alaikum
    Memang beginilah jadinya kalo kita selalu berprasangka buruk ama orang laen.
    Dari gaya-gayanya kebanyakan lihat acara tukul ga elit, tapi kenyataannya banyak yang nonton tuh.

    Masalah PilGub DKI, kok pertanyaannya pake nanya2 poligami segala,gak nambung banget sih. ingat mas WW, tidak ada jaminan Jakarta lebih baik jika Gubernurnya anti poligami. dan tidak ada jaminan Jakarta lebih buruk jika dipimpin orang-orang yang pro poligami.
    Selama keikhlasan menjadi landasan dalam bekerja, Insya Allah hasilnya akan lebih baek.

    Terakhir mas WW, kalo ngasi pertanyaan jangan mojokin gitu dong, dan jangan terkesan dah benci duluan, ntar ga layak lo jadi host...
  39. From WeWeGombel on 22 April 2007 21:55:19 WIB
    Mas..WW
    Mas nih ga layak jadi Host acara sebagus GK
    Pertanyaan mas banyak yang memojokan.
    Ga netral..
    aku jadi ga sreg dengan cara2 seperti itu..
    ntar yg diunutngin malah PKS..
    Mas lebih mirip penjilat.
    yang menjulurkan lidahnya, tuk jabatan...nantinya
    karena kalo di liat2 mas ini nyerang Calon2 ini itu..
    tetapi ada calon yang ga pernah tersentuh..
    Naaaaaaaaaaaaaa....ketauan yee....
    Tim Sukses ya????
  40. From adilpiero on 25 April 2007 08:59:52 WIB
    buat WW, sayang sekali klo acara GK ini terkesan tidak ada NETRALITAS di dalam berdiskusi (hampir di semua episode tentang pilkada). ini terlihat dari jenis-jenis pertanyaan yg cenderung memojokkan dan mengkerdilkan salah satu pihak. Saya sebagai penggemar bag ww, khawatir rating acara yg menurun sekaligus menurunkan pamor bang WW yg mau mencalon jad RI2 di 2009 (saya dukung bang).

    saya mengamati terjadi perbedaan yg mencolok dari segi pertanyaan-pertanyaan yg di sampaikan pada Fawzi bowo dan adang dorojatun. Saya ingin acara seperti ini tidak ada faktor politis, agar acara bisa berjalan dengan normal dan tentu rakyat bisa menilai tanpa di arahkan.
  41. From Abu Arafah on 02 May 2007 17:03:18 WIB
    kenapa ya, ga ada calon nyang berani membawa "syariah".
  42. From rasya on 09 May 2007 19:38:36 WIB
    saya tahu dari tetangga yang berhaluan politik PKS, wueleeehhh.... mereka emang orang - orang yang bersih, sederhana, banyak empati, dll... eksklusif??? jauh deehh,... FAsis ??? Cape deeehhh. intinya, gw kesengsem banget ama ni partainya. jadi, gak da alasan orang bilang PKS itu radikal, wong faktanya pengurus cabang or ranting ( apalah namannya) PKS yang ada di papua malah non-muslim...Maju terus PKS
  43. From yusri on 13 May 2007 14:39:37 WIB
    Buat bung Wimar...saran saya untuk anda sebagai host GK ialah bagaimana memberikan pendidikan politik yang baik, bukan nginjak yang satu buat ngangkat yang lain, perspektif membangun bangsa..bukan membangun kepentingan kelompok (baca : cagub)tertentu.

    Buat kader PKS...trus all out...dan tetap semangat...! masalah dipojokan...dikeroyok...itu..mah...biaassaaa.!
  44. From isma on 21 May 2007 08:03:38 WIB
    seorang pemimpin yang mau memimpin banyak umat mustina dia lbh dl memberi cnth bisa memimpin diri dia n keluargana dl. itu yang akan sukses jd pemimpin n jangan memburu harta toh smu itu ada balasanna tersendiri asal dia mau bersyukur aja








  45. From doel on 22 May 2007 19:08:18 WIB
    wah bakal rame ni pilgub DKI....
    ada yang pro ada yg kontra, jadi bingung? gue bingung knapa pada saling menghujat, padahal lebih baik kalo bersikap dewasa, menghargai pendapat atau usaha orang lain. kalo bang adang lebih suka ke acaranya tukul, biar aja itu urusan dia, knapa harus ribut? ato kalo PKS jadi partai super sibuk baik saat kampanye, di luar kampanye, bulan ramadhan atau pas ada bencana alam, ya biarin juga kalee.... kenapa kita musti sewot dan ber negatif thinking, mungkin aneh jaman sekarang kalo ada yg mau berbuat baik selalu dicurigai macam2... gue salut buat kader PKS, karna gue punya pengalaman berkesan pernah ditolong waktu gue datang ke kupang NTT. bukan sodara bukan temen, tapi tu orang dengan iklhas ngasih tumpangan nginep di rumahnya, dijamu trus paginya gue dicariin taksi ke tempat tujuan, ternyata dia orang PKS yang kerja di bandara. gue bisa lihat keikhlasannya dari sikapnya... maju terus PKS.... gue dukung dari kupang
  46. From fathan on 24 May 2007 17:47:57 WIB
    duuhhh....
    knapa ya, maasalah urgen di jakarta itu masalah Pelayanan kepada Masyarakat. bukannya prinsip Gubernur atau Partai pendukungnya...

    Emangnya kalau PKS pro-poligami, anggota dewannya bakalan membuat UU Syariah yang mewajibkan masyarakat mendukung Poligami? Enggak kan?!

    Lagian Poligami atau enggak yang penting tuh keluarga bisa sakinah.

    Lagian Poligami itu kan banyak hikmahnya!

  47. From shaifeenkum on 09 June 2007 23:35:34 WIB
    Dear Bos WW,
    Saya telat nich ngikutin perkembangn GK ... jadi tertinggal komentar2 anda yang terkenal cukup monohok itu. Judul diatas provokatif banget yak "wimar dukung seorang PKS" hemmmm, :

    1. Ga ada korelasinya bos.. antara persepsi seseorang ttg poligami dengan calon gubernur,
    2. Buat PKS... selamet yeee ente semua udah sukses dapet banyak musuh ( 20 Partai Booo ngerubutin )... itu berarti partai ente udeh cukup gede.
    3. Bu Nursanita... mo nanya nich sayah... apakah ibu2 pks sepintar anda? apakah remaja putrinya secerdas anda juga? mau dunk dijodohin sama remaja putri PKS :)
    3. Gw kecewaaa banget nich WW uadah 'almarhum' dari acara gubernur kita. gw belum sempet nyumpahin katrok kribo itu. tapi seperti kata gusdur ibarat ayam kalo WW itu telur ... efendi, iwel, ame yg lain itu cuman tahinye... bravo kribo... bikin acara sejenis aje Bos di Channel lain

    salam shaifeenkum
  48. From Iwan Hermawan on 19 June 2007 15:08:42 WIB
    SAYA DUKUNG ORANG YANG BERANI JUJUR, IKHLAS, SABAR TIDAK NEKO2. CUMA SAYANG CALONNYA ADA DUA. JADI SAYA PASTI DUKUNG PAK AD
  49. From didi ortek on 21 June 2007 18:31:11 WIB
    Huh, baru sempet kasi komen nih. Tuh Rosa mesti banyak belajar biar g asal bunyi. Biarpun bkn org PKS,gue g suka org asbun. Rosa belajar dunk tata tertib di DPRD kita, setuju banget youthee!
    Lagian poligami kok jd bahasan, berapa persen sih org yg poligami? banyak hal yg lebih krusial ketimbang poligami. bukan poligami yg utama tapi KDRT-nya, kalo poligami mereka bisa ngejalanin dgn baik y sudah.
    Jadi cr deh isu yg lebih penting!
  50. From azure on 28 June 2007 20:36:58 WIB
    Bung ww sudah diganti...
    karena Foke merasa tersakiti
    permainan apalagi
    belum menjadi
    sudah tebang sana..sini
    apalagi nanti
    mungkin kami semua dihabisi...
    pedagang kaki lima dan tukang beca sudah kau bunuhi
    sekarang..siapa lagi..
    muingkin kami berikutnya....
    hidup foke...
    hidup..... premanisme birokrasi
  51. From adhy on 29 June 2007 13:26:30 WIB
    Assalamu'alaikum
    Walaupun saya bukan orang DKI, tapi saya tetap merasa DKI itu bagian dari kita yang secara otomatis saya juga punya hak untuk bicara.
    Gak usahlah kita ributin siapa cagubnya dan apa partainya. Yang jelas bisa dilihat besok ketika roda pemerintahan itu berjalan. Trus setelah melihat apa yang terjadi di DPR sendiri, ato katakanlah DPRD di setiap propinsi. Kita bisa lihat kan partai mana yang paling bersih dan peka terhadap rakyat. Partai besar tidak menjamin kepekaan.
    Yang jelas untuk membentuk masyarakat yang madani tentu itu berhubungan dengan kualitas pemimpinnya. Yang jelas yang bersih pasti akan lebih berhasil. Buat apa kita memberi penilaian kalo kita belum tau apa yang terjadi.
    Wassalamu'alaikum
  52. From Fara on 09 February 2008 12:15:05 WIB
    Assalamualaikum wr.wb
    Siang pak..

    Semoga para wanita mampu menjadi pembimbing untuk anak2 tercinta dirumah ataupun disekolah, serta mampu mendamaikan dan menyejukkan rumah tangga terlebih dahulu, sebelum jauh memikirkan kedepan masalah masyarakat, negara dll, coba yang pertama sekali dimulai dari pembenaran utk diri sendiri dulu, yg kedua keluarga (suami n anak) n selanjut'a baru boleh n berani bertanggungjawab memegang masyarakat KALAU si Wanita sudah bisa/mampu memegang serta bertanggung jawab menciptakan n menjaga kesejahteraan pada pihak pertama n kedua tadi.. =)
    Success terus...

    oia, by the way...
    yang postingan Hidden Discrimination Pada Wanita oleh : Cut Firza "Cut Firza : Saya rasa ada banyak alasan lain mengapa wanita tidak banyak jumlahnya di dunia politik. Mamah saya sendiri dulu pernah mencalonkan diri sebagai calon, tapi kemudian mundur karena dilarang Papah."

    that was me.. it should Cut Fara, not Cut Firza..recheck please.. hehe, tp never mind kok..
    mau dunk ikutan acara live'a di JAKTV lagi.. seru bgt de..(^_~)v

    thanks for the chance..
    best regards

    Cut Fara Thamrin
  53. From m.shofwan on 12 June 2008 11:58:44 WIB
    Assalamu\'alaikum
    Saya sangat respek sekali kalau ada seorang wanita yang kapabel dan kredibel tampil untuk memimpin jakarta. karena belum tentu laki-laki yang memimpin ibukota negara kita ini akan tampil sebagai pionir perubahan dan perbaikan. Contoh, walaupun gubernur kita sekarang seorang laki-laki bahkan didukung oleh seluruh parpol -PKS buktinya : penggusuran dimana-mana(tanpa melihat dampak dan memberikan solusi), Pengangguran kian bertambah bahkan \"banjir\" yang menjadi slogan kampanye \"berikan kepada ahlinya\" ternyata memang terbukti ahli dalam mendatangkan banjir bukan menanggulangi banjir. sampai sekarang banjir di daerah utara jakarta yang tak selesai-selesai. bahkan akses untuk menuju bandara saja banjir!!!. Apakah program negara kita yang mencanangkan VISIT INDONESIAN YEAR tahun ini masih berlaku? (lebih baik tidak jadi). padahal dana sudah berapa yang keluar untuk mengatasi banjir, apakah dananya \"lari\" ke parati-partai???. Makanya lebih baik peremp[uan aja yang tampil kalau gubernurnya hanya bisa mengeluh dan mengeluh!!!!!!
  54. From bintang on 14 January 2010 23:29:08 WIB
    sebetulnya,kalau seseorang itu jujur dalam keislamannya,adil dalam keislamannya,taat dalam keislamannya,maka mereka benar2 memegang bara api.syariat itu bukan untuk di foting mana yang setuju ato menolaknya,syariat itu untuk diamalkan.bukan banyak2 kan suara itu yang menang,jika kebanyakan suara itu menyelisihi syariat maka mayoritas suara itu yang harus tunduk kepada syariat,bukan kebalikannya,itu yang masih fitrahnya suci.tapi kalau kebalik seperti orang2 ini.maka syariat mereka jadikan maen2.na'udzubillahi mindzalik.sekarang banyak orang yang suka mempermainkan syariat.baik partai yang mengaku2 islami ato bahkan partai gurem laennya.partai2 yang bersimbolkan islami,lebih berbahaya karena mereka melabelkan islam,tapi hakikatnya bukan islam,cuma simbol mereka aja,baik yang pakai kerudung ato tidak mereka sama bahkan yang pakai kerudung mereka benar2 memanfaatkan kerudungnya sebagai kedok islami.sungguh islam tidaklah demikian.islam menganjurkan bersatu,tidak berpecah belah.salah satu dari mereka ada yang (mengatakan perpecahan adalah rahmat)bahkan ekstrimnya mereka mengatasnamakan islam,sebetulnya mereka itu pandai ato bodoh ya.barang siapa yang mengatasnamakan sesuatu itu dengan islam (mengatakan ini ucapan Allah dan Rasul-Nya)padahal ucapan itu bukan dan bahkan menyelisihi islam maka dia berdusta atas nama islam (pelakunya pantas dapat label al kadzdzab,pendusta).lalu bantahan atas perkataan mereka tadi adalah "apabila perpecahan itu rahmat lalu bagaimana dengan persatuan?apakah persatuan itu adzab? pikiren dewe.bagi yang mencari kebenaran maka kunjungi majelis ta'lim2 salafy.pasti akan puas dengan ilmu dan jawaban.islam adalah rahmat,islam adalah berkah.jangan berpecah belah seperti partai2.mereka hisbi!!!semoga bermanfaat
  55. From Nike Air Max Pas Cher on 21 April 2014 12:47:36 WIB
    Impressive site. Loads of very helpful advice in this article. On the web sending the item to a few good friends ans additionally sharing in delicious. As well as effortlessly, thanks on your hard work!
    [url=http://www.patrick-weil.com/stats/airmax/]Nike Air Max Pas Cher[/url]

« Home