Articles

Riri Riza pembuat film layar lebar, aktivis MFI

Perspektif Online
13 March 2007

Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini sering berkolaborasi dengan sahabatnya, Mira Lesmana dalam pembuatan film dan pembentukan industri perfilman baru di Indonesia melalui MFI.

Sebagai sutradara, Riri Riza berkarya dalam 3 Hari untuk Selamanya (untuk release 2007), Untuk Rena (2005). Gie (2005), Eliana, Eliana (2002), Petualangan Sherina (2000), Kuldesak (1998)

Dalam film '3 Hari untuk Selamanya' yang telah selesai November 2006, Riri mengisahkan dua anak muda yang saudara sepupu yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogya. Setiap ada yang menarik mereka berhenti dan menelusuri peristiwa, sehingga perjalanan itu makan waktu tiga hari. Sepanjang perjalanan, mereka mengalami perubahan penting dalam pandangan hidup dan hubungan antara keduanya.

3haripo.jpg  renapo.jpg

 

poposter.jpg

editor Sastha Sunu, sutradara Riri Riza dan pengunjung Pisa Cafe

foto selengkapnya

Update 14 Maret: Laporan acara oleh Wulan

Kali ini, producer acara ini dari Trijaya FM memohon maaf atas keterlambatan siaran selama 32 menit yang disebabkan trouble di pemancar. Siaran masuk di tengah percakapan.

WW: Bagaimana Riri mendefinisikan film Inggris.

RR: Film Inggris sangat kental dengan tone, wittiness, serta aura sinematografi.

WW : bisa cerita tentang film yang akan tayang di bulan Juni, yaitu: 3 hari untuk selamanya?

RR: bersama dengan Miles membuat film ini selama 24 hari, kisah 2 anak muda, berumur sekitar 21 tahun, yang melakukan perjalanan selama 3 hari. Dalam 3 hari itu telah mengubah pandangan hidup, diri mereka dan relationship mereka satu sama lain, berubah untuk selamanya. Film ini akan release bulan Juni, post production telah selesai di bulan November tahun lalu. RR dan tim promo menyediakan 6 bulan untuk mengatur strategi promo film ini. Film yang siap edar sudah melewati prosedur baku, termasuk pengeditan di Lembaga Sensor Film. LSF juga yang menentukan apakah film itu untuk remaja, dewasa, atau untuk semua umur.

WW: Bagaimana keterkaitan LSF di dunia film Indonesia, apakah film yang sudah di edit oleh LSF bisa edar?

RR: setelah melewati proses edit oleh badan LSF, misalnya ada satu film ditarik karena tidak layak edar, mereka bisa ajukan kembali dengan mengubah judul, atau memotong bagian yang sudah mereka sensor untuk kemudian dapat diedarkan. LSF yang menentukan apakah film tersebut layak diputar atau tidak. Sebagian besar UU yang telah direvisi isinya masih sama dengan yang sebelumnya, masih melibatkan LSF, birokrasi di lembaga pemerintah (Menbudpar, Menkominfo, Presiden), dsb.

Tjabe, a Dutch intern at IMX: Is there one particular movie that inspired you to write movies and direct movies eventually, like an American movie in English? Like film directors you admire?

RR; Basically I graduated from high school without knowing what I would like to be, I like music and photography and wanted to combine that into movies. I went to an art school which is the only one we had in Jakarta, Institut Kesenian Jakarta. I found it pleasant to join, how to make film, how to direct. In 1988 Steven Spielberg, George Lucas, inspired me in film making. In the mid 90's, a new generation in Chinese film making madev Asian films more interesting than European films.

SMS: Why do you always make movies with a family theme, why don't you try a horror movie?

RR: Tidak selalu membuat tema keluarga. Tapi saya tinggal di Indonesia dimana keluarga adalah bagian yang sangat mempengaruhi hidup saya. Saya tinggal bersama keluarga selama 23 tahun. Itu sangat berefek buat kehidupan saya. Bahkan di film berbau politik seperti Gie pun saya banyak mengangkat kehidupan dimensi keluarganya. Krn saya percaya aktifis politik itu banyak belajar ttg hidup dari keluarga. Saya dan tim selalu ada usaha untuk memastikan film saya punya prospek ekonomi. Di film "Untuk Rena", saya punya cita-cita kalau bisa film ini jadi film yang sangat bisa dimengerti di masyarakat, terbukti waktu saya dan tim memutar film itu di barak camp waktu di aceh, mereka menyambutnya.

Hari: apakah di negara lain di luar spt India, dll apakah ada sensor spt ini. Apakah mempengaruhi jumlah film?

RR: Di tiap negara ada. Pengaruhnya di industri sangat relatif. Kontroversi film yang di-ban itu kemudian malah menjadikan film itu laris. Di tahun 2006 ada 300 film yang beredar di bioskop Indonesia, dari 300 itu hanya 37 film yang film Indonesia. Tapi 40% dari karcis terjual adalah untuk film Indonesia. Saat ini ada film Indonesia yang menebus angka 1.000.000 penonton. Bahkan sampai 2.000.000 penonton.

Film kami yang paling laris adalah Ada Apa Dengan Cinta, mencapai 2,700,000 juta penonton

Pornografi: apa pornografi dalam film adalah suatu factor peningkat kriminalitas?

Saya rasa pronografi tidak bisa disalahkan.

Riri (penonton): Apa ada rencana buat film kolosal?

RR: menurut saya Soe Hok Gie termasuk kategori kolosal, scene tertentu pemainnya sampai 1000 orang.

Baca juga: Mira Lesmana | Hanung Bramantyo | Nia Dinata

Print article only

23 Comments:

  1. From Nay Soenoro on 14 March 2007 10:13:23 WIB
    Riri ini kalo bikin fil, pasti dekat dengan alam. Dia bisa ambil spot2 detail ttg alam. Wah pasti menarik nih film terbarunya...
    Ayo WW, kita nonton bareng...
  2. From TAUFAN on 14 March 2007 12:08:17 WIB
    gie, untuk rena,sherina, 3 days forever
    itu semua buah dari tangan dingin seorang riri, good movies, and have to get tickets to watch the movies, untuk riri, kapan ajak pak wimar main film? mungkin ada peran yg cocok kali buat pak wimar? as a Lecture ?(AGAIN-AGAIN): )
    trima kasih....: )
  3. From Tjabe on 14 March 2007 13:11:30 WIB
    Last night was a wonderful experience! A professionally- put together show, yet set in a relaxed environment. Started a bit later because of technical problems, but hey..thats life. The topic turned out te be one of my most favorite topics, being movies.
    Although I did not understand the entire interview (dont speak indonesian that well), the english part came across just fine.
    Good questions were asked to an interesting, young film maker.

    All together two thumbs up!

    P.S: Terima kasih for inviting me and my friends
  4. From Alex Maffay on 14 March 2007 14:11:03 WIB
    Salut buat Mas Riri, rambutnya juga hampir menyamai om WW
    tuh.Indonesia memang sangat membutuhkan sineas muda seperti anda. Namun, hendaknya karya anda itu tidak melulu tentang percintaan antar anak muda saja. Coba donk sekali-kali mengenai kisah hidup mati para elite dalam berjuang untuk memperoleh dan merebut kekuasaan. Pasti film anda akan lebih seru dan banyak orang yang akan menonton film anda. Kalo mentok dana, khan tinggal minta sama mereka orang.
  5. From dr. M on 14 March 2007 15:37:05 WIB
    Jika kita melihat booming film nasional saat ini...saya selalu teringat "Petualangan Sherina". Yup, film besutan Riri Riza ini bisa dibilang film bersejarah yang memboyong para penikmat film Hollywoood di Indonesia kembali menonton film Indonesia.
  6. From mako on 14 March 2007 20:02:51 WIB
    dukung terus perfilman indonesia !
  7. From Hedi on 14 March 2007 22:48:25 WIB
    Sepertinya keren ide cerita film barunya Riri itu, tertarik untuk nonton jadinya.
  8. From riri juga on 17 March 2007 21:04:13 WIB
    Riri, pf atas usaha Anda bikin gedong bioskop ga mulu film impor. Thanks u/ Pet.Sherina, anakku suka bgt. Juga u/GIE iramanya lambat bgt. Tapi, msh lbh asyik baca bukunya.Btw tks anak2 muda jd tau siapa Gie n idelaismenya.

    Kenapa, ya, Ri, koq kalo nonton film kita masih kayak nonton sinetron. Jadi mediumnya aja yg ganti layar lebar? Apa soal kamera atau post.prod atau apa? Ceritanya juga masih simpel, mudah ditebak, dialog juga msh spt bahasa tulisan? Apalagi soal teknologi, masih minim.
    Tantangan u/sineas kita, kreatifitas, kalo materi cerita bejibun. Oya, angkat, d seputar peristwiwa 1998.
  9. From Riri on 19 March 2007 17:27:05 WIB
    pilm2 Riri Riza kere2...cuma sayang untung film GIEnya yg katanya masuk kategori kolosal ituu...agak2 komersial niih...palagi ga' gitu banyak nonjolin pandangan2 Gie...mungkin jg krn waktu yg singkatkah?? padahal banyak hal dlm diri Gie yg patut dijadikan teladan bagi anak2 muda jmn skrg...hmm..knp cerita wkt Gie di amrik ga diangkat yaa...dia slh1 org indo yg ttp ngebawa nama bangsa rait/(hehe...mahal x y...)
  10. From dinda_mutia on 21 March 2007 10:53:32 WIB
    knapa judulnya jadi indonesia siy? knapa ga 3 days to forever ajah? kan lebih pas.. kalo 3 hari untuk selamanya, kok kedengerannya agak maksa..
  11. From puspa on 28 March 2007 12:03:55 WIB
    Keren banget film2nya Riri Reza...
    Gak sabar menanti pemutaran film 3 hari selamanya...
    Bravo Riri Reza, Bravo perfilman Indonesia...
  12. From wonk Banten on 18 April 2007 09:15:44 WIB
    sayang kenapa mas Riri ga dapet the best dirictor ya!!!terus bikin film bagus ya,film yang nga bikin bangsa ini bodoh!!!
  13. From hasnul ramadhan on 07 September 2007 21:59:17 WIB
    kabung ya woi
  14. From andika on 24 December 2007 12:49:24 WIB
    riri adalah salah satu dari 3 besar sutradara lokal favorit gw
    disamping rudi sujarwo ,n .....???gw lupa namanya.
  15. From ganggas on 28 January 2008 09:51:09 WIB
    mas riri bikin film IPDN undercover,gokil tuh..
  16. From Fredy on 23 April 2008 23:08:49 WIB
    Riri Reza? Oh ya..Sutradara Cabul yang mengatasnamakan kebebasan dan seni sutradara yang satu ini setuju dengan pembuatan film yang dapat merusak moral bangsa..sudah jelas moral bangsa ini sudah mulai bergeser..bukannya diluruskan malahan diexploitasi..jadi lebih tepat diberikan sebutan "Sutradara Cabul" daripada sutradara muda.
  17. From fredy on 23 April 2008 23:13:11 WIB
    Hati-hati terhadap penggeseran moral bangsa dengan mengatasnamakan kebebasan dan seni, seperti yang dilakukan oleh riri reza sang sutradara Cabul dan pakar gadungan Roy Suryo yang sebenarnya hanya mempunyai keahlian khusus foto bugil artis. Semoga bangsa dan negeri ini diberkahi oleh generasi muda yang bermoral.
  18. From bintang on 08 January 2009 15:36:00 WIB
    ass.mualaikum.wwb
    nama saya bintang,saya sangat ingin dibantu untuk pembuatan,
    flm dokumentr yang berdemokrasi sesungguh nya.
    tema yang diangkat dalm flm itu adalah demokrasi,yang mana ada salah satu dari parpol negri impian, yang menerapkan sistem sebagai berikut:
    1. menjelaskan,menerangkan,memberitahukan kepada rakyat akan arti sbuah demokrasi itu dengan sedetail2 yang diiringi dengan perbuatan.
    2. parpol negri impian ( dpp ) mendirikan 1 bidang usaha yang bersifat exsport yang mempunyai cabang usaha di setiap, dpw dan dpc.
    3. 50%keuntungan yang di hasilkan oleh bidang usaha itu akan di subsidi kepada seluruh rakyat.
    4. seluluh rakyat negri impian menutut dpr agar membuat undang2 pemilu yang berisikan agar setiap yang ingin memuat partai politik harus mempunyai bidang usaha yang produksi,bersifat exsport.
    5. dll
    sebenarnya konsep ini sudah ada dalam pemikiran saya semuanya, tapi karna saya kurang pendidikan jadi saya kurang bisa menuliskan dengan bahasa seorang sarjana.
    saya sangat berharap bisa di fasilitasi dalam pembuatan flm dan buku tentang demokrasi yang merakyat.
    saya ada 1 pertanyaan untuk para kandidat yang ada di acara uji kandidat yang tayang di tv one. pertanyaanya adalah: seberapa jauh mereka mengetahui arti sebuah demokrasi dan apa kontibusinya untuk rakyat.tolong jelaskan yang sejelas2 nya secara ilmiah dan tidak menjelaskan secara global dengan bahasa politik yang rakyat tidak tau apa itu arti nya.
    sebenernya yang lebih memahami dan merasakan arti demokrasi itu adalah rakyat.
    seharus nya negara yang memiliki hampir 50 parpol tidak ada rakyat nya yang miskin, semakin banyak parpol di 1 negara akan semakin banyak lapangan pekerjaan.
    secara logika, 1 parpol punya 1 bidang usaha x 48 parpol???????????? tidak akan ada yang miskin bahkan yang tidak kerjapun bisa di gaji???????
    masih banyak yang harus saya sampaikan tpi semuanya terbatas.
    saya hanya ingin di bantu untuk membuat buku tentang arti demokrasi.....
    ini no tlp saya: 0812 2130 2054.( hendri ) trimakasih
  19. From muzda on 20 February 2009 17:58:00 WIB
    hallo. untuk film laskar pelangi bisa ditayanging di kalangan orang-orang ga mampu dibidang ekonomi ngga ya??
    penayangan dengan layar tancap di wilayah perkampungan secara GRATIS.
    saya rasa film laskar pelangi ini layak dan wajib ditonton semua warga indonesia. terutama untuk kalangan yang ngga mampu, untuk membangkitkan semangat pendidikan mereka.

    saya siap menyiapkan dan menyediakan semua keperluan untuk nonton bareng.
    tapi saya butuh izin dan copian filmnya.
    tolong diusahakan.!!!


    email: xmuzda@yahoo.com
  20. From ELLA AMALIA SUSANTI on 12 September 2009 13:10:00 WIB
    PAK RIRI ITU,, KALO BIKIN FILM2 KEREN ABIZZ..
    CERITANYA SELALU MENYENTUH DAN BIKIN HEBOH
    BUAT PAK RIRI SEMOGA TERUS SUKSES BIKUN FILMNYA TERUSS

    KALO BISA SICH PEMAINNYA AKU,,,HAHE
    AKU TUH PENGEN BANGET JADI PEMAIN FILM LAYAR LEBAR.. AMIN
    KALO PAK RIRI BUTUH PEMAIN HUBUNGI AKU YA
    NI NO TELEPON KU 085719569849
  21. From ucuppalentin on 17 November 2009 01:33:57 WIB
    saya benci riri riza,dan saya benci saya sendiri
    1. saya merasa ide 2 film di otak saya dicuri oleh anda
    2.kenapa ide2 di film anda sama persis dengan ide di otak saya yang terpending oleh kehidupan saya sendiri......
    suatu saat kita bisa bertemu meja brainstorm kita.....
    next mode on*


    "salut"
  22. From ericibra_ on 29 March 2010 22:11:27 WIB
    mas RR kalau ada workshop boleh ikutan ga'??
    kalau boleh, aku sangat mau sekali buat ngikutin workshopnya,

    kalaw masnya mau bantu saya,
    ni ada no ponsel saya :
    ERICIBRA_hs
    081213365517
    e_mail
    ericsaleh@ymail.com

    saya sangat mengharapkan bila dikonfirmasi sama mas, sudah lama saya pengen ngikutin workshop tentang Film Layar Lebar dan sebagainya. ples konfirmasi aku mas. aku sangat mengharapkan konfirmasi dari mas, walaupun dimana tempat Workshopnya.
  23. From EDDE on 28 April 2010 10:17:49 WIB
    mas riri,tertarik bikin film 3d masa kini kayak avatar gt gak...?
    klo tertarik hubungi saya mas..02198929607
    sy lg proses bikin critanya ni mas..,tp klo mas riri bs bantu pasti lebih bgs dr sisi crita dan penjualannya...
    klo utk 3d nya saya dah punya team 5 org senior,jd g perlu kuatir soal 3d nya...

    Tq

« Home