Demokrasi Zombie, Bisa Kita Hidupkan
Perspektif Online
17 March 2007
Istilah yang dipakai Dr Daniel Sparinga dan Jaleswari Pramodhawardani, sekarang ini kita punya 'demokrasi zombie', punya badan tapi tidak punya nyawa. Pemilu jalan, DPR jalan, tapi hasilnya tidak memenuhi ekspektasi rakyat. Korupsi merajalela, otonomi kebablasan, peraturan daerah merefleksikan pemaksaan golongan. Ekstremisme meningkat. Tapi kalau dikatakan demorasi merugikan rakyat, tunggu dulu. Pandangan ini sangat berbahaya, menurut Daniel Sparinga.
Pikiran ini dan banyak lagi dinyatakan dari titik awal pertemuan 'Demokrasi & Pluralisme untuk Kaum Muda' di kampus Universitas Airlangga Surabaya. Pertemuan terselenggara berkat kerjasama Konrad Adenauer Stiftung, Yayasan Perspektif Baru, PsAT Unair, dan Duta Masyarakat. Dalam program Perspektif Baru, ini merupakan awal dari Perspektif Baru Live di beberapa kota.
Diskusi dilakukan dalam format baru, yaitu dimulai dengan menangkap perspektif peserta mengenai demokrasi dan pluralisme, baru kemudian dilanjutkan dengan paparan dua pakar dan dilanjutkan dengan tanya-jawab. Tanya-jawab diharapkan tidak berakhir di pagi hari itu tapi berkelanjutan dalam Perspektif Baru dan Perspektif Online. Suatu eksperimen dalam social networking dan collective intelligence yang tidak mengandalkan ilmu pembicara tertentu saja..
Mengapa berbahaya, pandangan bahwa reformasi ini merugikan rakyat? Karena justru reformasi ini tidak akan menghasilkan banyak kalau orang biasa tidak menggunakan kesempatan demokrasi dan pluralisme yang terbuka sejak tahun 1998. Seperti Pinokio, demokrasi sudah jadi sebagai bentukan kayu, tinggal kita hembuskan nyawa kedalam boneka itu menjadi anak yang tumbuh. Lagipula, kesan banyaknya korupsi dan pelanggaran sekarang ini justru adalah hasil dari kebebasan pers. Jaman Soeharto, korupsi berskala puluhan kali sekarang, pelanggaran HAM mencapai titik tertinggi dalam sejarah Indonesia. Sekarang, setiap kasus korupsi ramai dibicarakan orang dengan bebas.
Laporan lengkap diskusi ini akan terbit dalam beberapa hari. Sementara itu, silakan lihat foto-foto dari Surabaya. Siapa tahu ada foto anda.







7 Comments: