Gubernur Kita Makin Panas!!
Perspektif Online
27 March 2007
Gubernur Kita Makin Sukses
Setelah 25 episode, acara Gubernur Kita di Jak-TV tidak pernah sepopuler ini. Rating acara ini terus naik, penelpon antri, komentar di PO berjubel. Ini tentu juga berkat Anda dan para pengelola acara tersebut yaitu Host, Co Host, dan panelis.

Apa Itu Gubernur Kita? "Baca Koran Dong"
Anda penonton acara tersebut dan pembaca setia PO, tentu sudah tahu acara buatan Effendi Ghazali yang juga selaku host, sejak awal mengudara pada 5 Oktober 2006 menghadirkan co host Iwel dan Fenny Rose serta dua panelis, yaitu Ryaas Rasyid dan WW. Ryaas untuk referensi undang-undang. Sedangkan WW untuk mengkritisi dan nyeletuk pertanyaan-pertanyaan dasar, dengan harapan melibatkan rakyat sebanyak mungkin dalam pemilihan Gubernur DKI pada tahun ini.
Secara terbuka, GK menyediakan forum bagi siapa aja yang mengincar kursi gubernur mendatang untuk menyampaikan visinya, maupun kriteria dan harapan setiap orang untuk gubernur mendatang, mereka terdiri dari orang partai, tokoh masyarakat, aktivis LSM sampai para calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubenur (Cawagub).
Sebagian sudah datang dan menerangkan programnya kepada penonton dan masyarakat, sebagian belum berani datang. Namun penonton sih terus bertambah, rating meningkat, koran, bahkan majalah bahasa Inggris ikut memuji acara ini. Kemana saja WW pergi banyak orang menyapa, komentar, bahkan curhat soal Pemilihan Gubernur tahun ini.

Jak-TV Sangat Progresif
Effendi Ghazali memang jagonya membuat acara yang meningkatkan kesadaran demokrasi dan membuat penonton makin berpikir kritis. Dengan mendukung acara gagasan EG ini, Jak-TV yang relatif masih muda membuktikan diri sebagai stasiun televisi yang modern, inovatif dan memperhatikan warga komunitasnya yaitu DKI dan sekitarnya.
Jak-TV juga menjadi TV pertama di Indonesia dan hingga kini satu-satunya yang turut berperan dalam sosialisasi Pilkada dan penyadaran politik dengan acara khususnya Gubernur Kita. Stasiun televisi mana yang mendukung demokrasi seberani ini? Bravo!
Seperti acara TV lainnya, tentu saja Gubernur Kita dapat berjalan dengan adanya sponsor terutama sponsor utama yang pada awalnya Bank DKI. Sayangnya bank milik Pemda DKI ini menghentikan sponsorship dengan alasan yang kita tidak tahu, tapi untung ada sponsor baru kali ini dari pihak swasta, alat tulis Standard. Yang mempunyai semboyan, "Terbuka lama tidak masalah". Yang pasti, kalau demokrasi memang terbuka lama tidak masalah, malah harus.

Muncul atau Tidak, Mereka Nonton Lho!
Kita tahu Gubernur Kita punya sponsor dan banyak penonton, tapi ternyata semua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur juga memperhatikan program ini lho. Beberapa Cagub yang pernah hadir dan memberikan visinya (sesuai abjad) adalah Abdul Razak Thamrin, Bibit Waluyo, Edi Waluyo, Faisal Basri, dan Sarwono Kusumaatmadja. Sedangkan Cawagub yang pernah hadir adalah Abdul Wahab Mokodongan, Achmad Suaedy, Asril Tanjung dan Biem Benyamin.
Sedangkan yang belum berani muncul sebenarnya diam-diam sangat sadar bahwa kita semua mendambakan kehadiran mereka. Mereka sedang mempertimbangkan dengan hati-hati sekali. Peran acara TV mingguan ini lebih besar dari yang dikira!

Hanya Dua Calon? Tunggu Dulu!
So, kilas balik dikit. Dari tahun lalu sampai minggu lalu saja, kita makin merasa bahwa rakyat hanya akan punya dua pilihan, yaitu Adang Daradjatun dan Fauzi Bowo. Ini karena selain PKS yang mencalonkan Adang, sisa belasan partai berencana kompak calonkan satu orang, Fauzi Bowo.
Tapi pada hari Senin pekan ini kita mendapatkan berita baru. PKS yang konsisten dengan Adang, telah meresmikan pasangannya yaitu Dani Anwar sebagai calon wakil gubernur, sementara PKB dan PAN belum tentu berhasil digaet oleh Golkar untuk dukung Fauzi Bowo, karena nama Sarwono yang didukung Gus Dur dan nama Agum Gumelar masih melayang di bursa partai yang belum resmi dengan calonnya itu.

Namanya Wakil Rakyat Harus Percaya Rakyat
Fauzi, Adang, Sarwono, Rano, Agum, siapapun yang resmi dicalonkan, yang kita inginkan adalah memberikan rakyat pilihan. Ini soal proses demokrasi, bukan soal mengakali siapa-siapa untuk menang atau kalah. Kalau yang jago money politics dan lobby partai akhirnya menang, kita tidak heran. Tapi siapa tahu rakyat bisa angkat good guy, kalau kesempatannya ada. Yang penting berikan pilihan pada rakyat dan kurangi kemungkinan terpilihnya Gubernur yang lebih mikirin utang partai daripada suara rakyat.
Tempat Terjadinya Peristiwa Historis
Suwiryo, Soemarno, Ali Sadikin, R. Soeprapto, Wiyogo, Soerjadi, Sutiyoso, tahukah Anda bagaimana mereka bisa mendapatkan jabatan mengurus Ibukota ini? Yang jelas bukan karena Anda. Sekarang, untuk pertama kalinya Anda terlibat, baik dengan cara membantu mengampanyekan good guy, maupun dengan bengong membiarkan bad guy menang mudah, kita terlibat karena kita akan diberi hak pilih. Sejarah sedang terjadi di depan mata Anda yaitu di Gubernur Kita. Bukan sekedar hiburan atau liputan, tapi tempat terjadinya peristiwa historis, setiap Kamis 21.00 di Jak-TV!




23 Comments: