IMX Mampir ke Melbourne
InterMatrix Communications
31 March 2007
3 Days of Fun in Melbourne
Setelah bulan November lalu Wimar Witoelar menjadi pembicara di Adelaide untuk suatu konferensi bisnis Australia-Indonesia, Wimar kembali diundang ke Australia. Kali ini ke Melbourne sebagai Keynote Speaker dalam sebuah konferensi antar-universitas.
Seperti biasa, WW didampingi oleh beberapa anggota stafnya. Kali ini yang berbahagia kebagian jatah untuk bertugas sekaligus bersenang-senang ke luar negeri adalah kami: Erna (EI), Lena (LH) dan Susy (SM). Kerja di InterMatrix kan harus selalu smile. Bagaimana mau smile kalau tidak senang-senang?

Erna, Susy, WW, Keni, Lena
Selain laporan resmi yang sudah kami buat, berikut ini kami share juga cerita 'off stage' yang kami alami selama berada di Melbourne.
Berteman dengan Kru Garuda
Untuk penerbangan kami menggunakan Garuda Indonesia yang merupakan salah satu sponsor conference ini. Seperti biasa, seringkali ada orang yang mengenali WW, mendekat dan menyapa. Termasuk dua orang Pilot Garuda, Pak Sindutomo dan Pak Danny Fernando yang menyapa ramah saat sama-sama mencari Gate tujuan Denpasar. "Pak, jadi dimana nasi tim paling enak? Di Cipanas?", begitu sapaan pertama Pak Sindutomo ke WW.
WW surprised sekali karena pertanyaan ini mengenai salah satu kolom Asal-usul di Kompas tahun 1996. Kelihatannya mereka 'lumayan' menggemari WW.
Lucunya, setelah pertemuan itu, kita ketemu lagi dan ketemu lagi dengan mereka, seperti dibuntuti saja. Pasalnya ketika sampai di Melbourne, saat kami lagi bersantai di pinggir sungai di Southbank, mereka juga muncul. Kali ini bersama Purser pada flight kami, Pak Sjamsoedin Guntur. Kami ngobrol lama sekali. Dan ternyata mereka jugalah yang nantinya akan membawa kita kembali pulang ke Jakarta.

Hehehe... O ya, kedua pilot itu sempat berjanji akan sebaik mungkin melakukan tugasnya supaya kita sampai dengan selamat. Terima kasih pak pilot..

Special Welcome buat SM
Kunjungan pertama SM ke Melbourne lumayan bikin deg-degan. Di Jakarta, petugas check in kesulitan memproses boarding pass-nya, karena selalu tercetak "Not to board". Tentu masalah ada pada system, bukan pada SM. Tapi SM pucat juga, takut gak boleh berangkat.
Sampai di Melbourne, SM juga yang paling lama di bagian Imigrasi. Gara-gara passport-nya disampul pakai plastik, SM kena tegur petugas. Malah dituduh sengaja memberi lem pada plastiknya segala. Jadi deh ditanya ini itu, diminta surat ini itu. Special welcome buat SM tuh.
Penjual Nasi Galak
Di Melbourne kita janjian makan siang dengan ex IMXer, Keni (KY) yang sedang melanjutkan kuliahnya. KY membawa kita makan siang di sebuah restoran kecil, menu Asia. Katanya enak sekali. Dengan pilihan menu dari KY – nasi hainam ayam yang terkenal paling enak. Tapi... KY sempat bilang kalau penjual ibu-ibunya jutek dan galak, suaminya dimarahin terus, terkesan ditindas. Kita pikir KY hiperbola. Tapi ternyata, benar. Si Ibu memang sama sekali tidak ada kesan ramah apalagi senyum. Dan si Bapak memang kelihatan takluk dengan istrinya.

Saking kita percaya omongan KY, waktu pesanan kita tidak muncul-muncul, tidak ada yang berani tanya ke si Ibu. Jadi biar lapar kita pasrah aja nunggu. KY malah bilang, "Takut ah, gue udah pernah dimarahin gara-gara karcis pesanan hilang". Wah...hebatnya restoran itu. Walaupun konsumen sudah pernah digalakin sampai takut, tetap saja balik lagi. Karena memang kita cari makanannya, bukan penjualnya kan? :D
Big W & Self Service Payment
Habis makan kita lanjut jalan-jalan memasuki toko-toko di sepanjang jalan Swanston ST. Swanston ST memang pilihan yang tepat untuk shopping apalagi yang lebih asyik lokasinya tidak jauh dari Langham Hotel, tempat kita menginap. Jadideh aura belanja kita semakin bercahaya hahaha....

Trus lanjut ke supermarket 'Big W', khusus untuk beli kantong belanjanya yang ada tulisan Big W, untuk kita kasih WW yang memang big. Selain beli kantong belanja, di sini kita cuma belanja makanan ringan untuk ngemil (keripik kentang Smith's enak banget!), dan coklat untuk oleh-oleh. Berhubung antrian kasir panjang, kita coba untuk bayar sendiri pakai mesin. Belum pernah soalnya. Kita bertiga coba bayar sendiri-sendiri. Waktu giliran LH, pada barang ketiga mesinnya gak mau baca barcodenya. Dicoba terus gak bisa. LH sedikit panik.

Sementara SM cuma bengong. KY yang asyik ama EI lagi pilih tas langsung nyamperin LH, "..itu tasnya ngak boleh taruh disitu," menunjuk tas LH yang diletakkan di atas mesin pembayaran. KY juga menjelaskan di tempat plastik belanjaan ada timbangan yang kalau akan mempengaruhi proses entry barcode. Proses bayar sendiri ini sangat mudah, karena petunjuk sangat jelas. Mesin juga bisa memberi kembalian berapapun uang kita. Tidak ada kembalian permen hehe. Asiik deh, pengalaman baru.
Flickr dan Internet Access
Walaupun kita senang-senang, kita juga kerja serius lho di sini. Beberapa jam setiap harinya kita harus hadir di konferensi untuk mendampingi WW. EI koordinasi dengan panitia, SM urus WW, LH fotografer dan penulis. Banyak ribetnya, karena beberapa kali kita ada miskom dengan panitia. Walau akhirnya semua beres, stress-nya lumayan juga, karena sempat mempengaruhi mood boss tercinta. (nggak ah, red. hehe)

Selain tugas di konferensi, ada satu kewajiban juga yang 'terpaksa' kita penuhi. Yaitu kita diwajibkan untuk foto-foto dimanapun kita berada dan sedang apa. Jadi deh kita berpose di Swanston St, Bourke St, Princes Brige, Arts Center, Flinders Station dan di pinggir Yarra River di Southbank. Kita juga wajib menyerahkan kamera sebelum kembali ke kamar. Kewajiban yang menyenangkan, bukan? Menurut WW yang hobi banget sama Flickr, dengan berfoto dan segera menyimpannya di Flickr itu banyak sekali gunanya. Semua teman dan kerabat kita jadi well-informed akan apa yang kita lakukan, sekaligus share suasana kita. Makanya semua foto kita pada hari yang sama langsung mendapat banyak komentar dari IMXers di Jakarta, kerabat di Belanda, dan lain-lain.

O ya, ada lagi yang menyenangkan selama kita di sini. Seperti biasa kita diwajibkan pakai broadband internet selama kita di Melbourne. Jadi bebas browsing dan imel 24 jam sehari. Jadi urusan kantor tetap jalan, urusan senang-senang tetap ok. Malah, sempat mengerjakan proyek kecil dari Jakarta yang mendadak kita dapat untuk WW. Thanks to the technology.

Special thanks to WW, SW, all IMXers, panitia Uniconference, dan seluruh teman dan kerabat dimanapun Anda berada, yang selalu support kita. (from EI, LH, SM)
Baca juga:




8 Comments: