Articles

Breaking News! Wimar's World Dihentikan!

Wimar's World
02 April 2007

Ternyata WW bukan didepak dari Gubernur Kita sebagaimana diduga, tapi justru Wimar's World yang lebih 'kalem' dan rating-nya lebih tinggi yang dihentikan.

Baru minggu lalu kita bersyukur bahwa Wimar's World mendapat rating tinggi lagi, Jak-TV menelpon singkat pada tim produksi IMX bahwa "Wimar's World cooling down tapi WW tetap diminta hadir di Gubernur Kita". Saat ini kami belum punya keterangan lebih lanjut dari Jak-TV, tapi anda bisa baca analisa berpolitik.com mengapa Wimar's World Dicekal.

Team produksi di IMX sangat kecewa bahwa tidak ada pemberitahuan yang jelas. WW sendiri menerima penghentian itu sebagai wewenang Jak-TV sepenuhnya, walaupun ia heran mengapa disebut 'cooling down' karena acara itu justru sejuk. Dirasakan selama ini jajaran produksi Jak-TV sangat menyukai acara Wimar's World dan sangat senang bekerjasama dengan WW.

WW pun sangat senang bekerjasama dengan crew Jak-TV dan berterima kasih kepada direksi Jak-TV atas kesempatannya. Semoga diberi kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi Jak Audience melalui 'Gubernur Kita'.

Kepada penonton setia Wimar's World, kami terima kasih sebesar-besarnya atas dukungannya selama ini dan mohon maaf bahwa kami belum bisa menyampaikan keterangan jelas mengenai alasan pemberhentian ini. Bila ada yang tahu ceritanya, silakan tulis di bawah.

Baca juga komentar menarik di:

Print article only

89 Comments:

  1. From fauzan lufth on 02 April 2007 22:00:50 WIB
    Aku belum pernah nonton acara ini karena tangkapan siaran jak tv di tempatku amat jelek. Mendengar nama WW, aku yakin acara ini bagus, kritis dan menggelitik. Dijamin!

    http://lupakanlah-waktu.blogspot.com/
  2. From Martin Manurung on 02 April 2007 23:53:58 WIB
    Iya.. pernah nonton sih, tapi gak gitu sering karena gelombang Jak TV gak bagus ditangkap di TV. Heran, program bagus dan mendidik kok malah dilarang. Di lain event, polisi gak berani membubarkan kelompok2 preman yang main hakim sendiri, ngrusakin cafe, dan bahkan mengintimidasi demo Papernas.
  3. From enda on 03 April 2007 00:33:44 WIB
    Turut berduka cita, apalagi penghentiannya mendadak dan tanpa warning. Hmmm mungkin sudah saatnya IMX buat stasiun TV sendiri.
  4. From susy on 03 April 2007 01:14:15 WIB
    saya jadi ingat akan perkataan Pak Riza Primadi salah satu narsum Wimar's World pada 8 Maret'07 lalu bahwa kalau dia menjadi direktur sebuah stasiun TV, dia akan melihat rating sebagai ukuran untuk mempertahankan suatu acara

    untuk Wimar's World yang beberapa kali tayangannya mendapatkan posisi rating tinggi di JakTV, per- April ini tayangannya harus dihentikan

    memang sangat disayangkan acara yang sangat informatif dengan ulasan informasi yang memberikan kejelasan dan kesempatan wawancara satu persatu narsum-nya atas suatu persoalan yang ada harus berakhir

    tapi apa boleh buat keputusan telah ditentukan JakTV dengan pertimbangan yang benar2 sulit untuk dilakukan dan mungkin juga sudah sampai pada batas yang tidak bisa ditolelir lagi karena menyangkut tekanan yang diterima JakTV dari pihak luar [penguasa DKI]

    sebagai orang yang ikut tergabung dalam acara wimar's world, saya berterimakasih kepada direksi serta tim solid JakTV untuk kerjasama yang sangat baik dan penuh romantika

    Jak-Audience masih bisa menyaksikan WW tampil di JakTV dalam acara Gubernur Kita....

  5. From Thomas Arie on 03 April 2007 03:07:53 WIB
    Lha? Saya sempat berandai-andai jika saya main ke Jakarta, mau sempatkan nonton acara ini, entah dimana, pokoknya di TV yang sedang menayangkan acara ini.

    Sekarang malah sudah tidak ada...

    Saya penasaran saja, apa yang salah dengan "yang terjadi di acara ini" sih?
  6. From Jennie S. Bev on 03 April 2007 07:15:12 WIB
    Wishing you the best, Pak Wimar. I'm sure there is a silver lining in every cloud. It's also a good way to see how free speech in Indonesia is still not "that free."

    Look at it this way, you've made it in the history book again, Pak Wimar.

    Jennie S. Bev
    http://www.jennieforindonesia.com

    (Too bad I've never watched the shows. I hope you have Tivo-ed them.)
  7. From Daus on 03 April 2007 07:50:00 WIB
    Wah nampaknya kru IMX harus mencoba bergabung dengan Empat Matanya Tukul. Aneh juga rasanya, kenapa orang lebih suka ketawa-ketawa nggak jelas daripada dapat sesuatu yang jelas dan jelas bikin pintar.
  8. From wimar on 03 April 2007 08:05:09 WIB
    they are available in dvd, jennie, but it was fun watching the shows live.
  9. From Charlie on 03 April 2007 08:43:03 WIB
    My deepest condolences for all of us and especially for om WW. Pembredelan ini semakin menunjukkan pentingnya pilkada DKI tahun ini. Semoga calon ketiga akan muncul, sehingga kita tidak terjebak untuk memilih "the lesser evil" dari dua calon yang sudah ada saat ini. Ayo PKB dan PAN, tunjukkan bahwa masih ada orang2 yang berjiwa demokratis dari kalangan partai!!!
  10. From Herman Saksono on 03 April 2007 08:55:40 WIB
    Kalau acara-acara yang kritis dibredel terus, bagaimana mungkin masyarakat mengontrol pemerintah?
  11. From mansur on 03 April 2007 09:44:30 WIB
    Rekan Daus dan Herman, acara humor seperti Tukul tidak akan pernah dibredel karena legislatif dan eksekutif lebih lucu. Jadi "mereka" tidak takut tersaingi. "Mereka" justru takut dengan acara yang kritis karena khawatir publik akan bertambah makin kritis.
  12. From lan on 03 April 2007 09:59:56 WIB
    duh, duh,
    ada permainan apa lagi dibalik semua ini?

    kapan mau maju, kalo sedikit ada acara bagus dibredel, dibredel lagi..
  13. From malhansa on 03 April 2007 10:01:56 WIB
    Baru saja mengucapkan terima kasih dan selamat kepada JakTV yang berani membuat acara bermutu yang tidak sok tahu dan menggurui.

    Tapi ternyata kekuatan lain begitu dasyatnya, sampai2 menumbangkan keberanian JakTV. hiks ....

  14. From Satya on 03 April 2007 10:12:59 WIB
    kasian amat jak-tv

    baru mau mulai bersaing dengan stasiun lain, malah top rated show-nya yang dipangkas. padahal ga pernah kedengeran kontroversi bahwa show ini terlalu kritis atau terlalu 'galak' tuh. mungkin betul kata charlie ada hubungan dg pilkada.

    hmmmmmmmmmm... kalo gitu harus nonton gubernur kita kamis 9pm.
  15. From ay on 03 April 2007 10:35:36 WIB
    Aneh menurut saya gaya ww santai, cerdas, nakal tapi kan jujur, gentle (bertanya langsung pada narasumber kalo berani datang) daripada main penghentian tayangan tanpa alasan jelas seperti ini. Not a gentle man at all.

    Selain pola pikirnya terstruktur, acara yang dipandu ww juga 'teratur'. Para tamu diajak omong satu per satu, diajak menanggapi satu persatu, tidak 'dibebaskan' saling menimpali pada saat bersamaan seperti acara2 the so-called "interactive dialogue" lainnya,yang membuat penonton seperti berada di pasar, tidak dapat mendengar dengan jelas point yang disampaikan seseorang karena yang lain juga ingin berbicara pada saat bersamaan, termasuk hostnya :-(.
  16. From Jennie S. Bev on 03 April 2007 10:44:48 WIB
    Where can I get the DVD, Pak Wimar? From your office? How about the particular show that was causing the ban? Also available? I'd like to see the faces. ;) It must be quite hilarious.
  17. From Adhi IPMI Business School on 03 April 2007 11:15:03 WIB
    Yang sabar Om.. rencana Tuhan itu Indah. Nyesel juga sie.. krn saya baru aware sama acara WW ini baru kemarin-kemarin saja.. masih anget-angetnya alias sejuk-sejuknya. A lot of information and saya suka memperhatikan speaking style narasumbernya.
    Mudah2an.. next day Om Wimar punya stasiun TV sendiri.Amin

    Maju terus Om...
  18. From Ria Wibisono on 03 April 2007 11:16:14 WIB
    Meskipun belum pernah nonton acaranya (habis Jak TV gak bisa diterima di Surabaya), saya biasanya ngikutin perkembangan Wimar's World dari perspektif online. Turut berduka cita ya. Semoga tidak ada kepentingan politis di balik dihentikan acara ini (tapi kayaknya kok nggak mungkin...). Tabahkanlah hatimu WW....
  19. From Albertus on 03 April 2007 12:13:29 WIB
    Dan yang dipertahankan adalah acara-acara tidak mendidik dan membodohi rakyat, sungguh menyedihkan memang. Petinggi-petinggi politik ternyata lebih memprioritaskan mempertahankan kekuasaan mereka, daripada tujuan mereka yang seharusnya, kesejahteraan rakyat.

    Apakah tidak ada petinggi politik yang lebih tinggi daripada sang pencekal, yang sanggup (dan mau) membela acara ini?
  20. From sandy maulana - Bogor on 03 April 2007 12:24:14 WIB
    saya sangat kecewa..acara ini luar biasa hebat. Bung WW yg santai tp pasti, bikin acara ini tiada duanya. Wajar ratingnya terus meningkat. Tp knp kini justru dihentikan? ada apa dibalik semua ini?
    saya sangat berharap Wimar's World bisa tayang kembali.
    Bagaimana Stasiun TV lain?
  21. From gambler on 03 April 2007 12:55:43 WIB

    Waw, ! benar2 breaking news!
    Kirain acaranya e.gazali yg duluan hilang. Apa krn episode terakhir, bob sadino , pake celana pendek? He he he padahal saya bilang, acara ini tdk terlalu kritis. Pasti krn ada yg ga senang dgn wimar. (bisa jadi ada hubungannya dgn pilkada). Sebenarnya saya ga heran juga, krn masih banyak , hampir mayoritas org indonesia (termasuk para penguasa) , menganggap cara bicara spt wimar, tdk sopan & tdk berbudaya timur. hmmm.,sayang sekali.

    Don’t u change because of this, pak Wimar. Keep up!

    Yg jelas, kl ni acara ada lagi, pasti yg mo nonton lebih banyak.
  22. From PaijoPepaya on 03 April 2007 13:03:14 WIB
    saya belom pernah samasekali menyaksikan acara WW di Jak TV,maklum saya orang solo jawa tengah,gelombang Jak Tv ga nyampe....Tapi saya secara khusus selalu menyempatkan untuk membaca artikel maupun tulisan dari OM WW.(2x seminggu).saya punya usul OM...(kemungkinan besar OM juga sudah memikirkanya)...gimana klo pindah di di TV nasional,semisal MetroTV ja,supaya saya dan teman-teman didaerah lain juga bisa ikut menyaksikan gitu.....
  23. From tisi on 03 April 2007 13:06:06 WIB
    Wah.. bener-bener mengecewakan. Sudah cita-cita nanti pulang ke Jakarta tgl 10 mau nyempetin nonton acara ini.

    When someone speaks out, the others get scared. SOoo typical.
    I'm sure you'll find a way to channel the truth somewhere else. Whatever the medium would be, we're 200% behind you!

    Hidup WW!!
  24. From daisy on 03 April 2007 13:10:23 WIB
    aduh, apa sih maunya jak tv ini? ngga jelas banget ah! acara bagus, rating tinggi kok dihentikan. Jadi inget kasusnya Pespektif yang dulu juga dihentikan. KENAPA KOK HARUS DIHENTIKAN???

    Apapun yang terjadi, maju terus W!

  25. From wargeJakarte on 03 April 2007 14:53:21 WIB
    Sayang sekali acara bagus malah diberhentikan mestinya acara Gubernur kita yang harus distop karena sudah mulai melenceng dari tujuan awalnya dan saya anggap gagal karena sampai sekarang tidak berhasil mendatangkan 2 calon Gubernur yang dijagokan oleh partai-partai besar.

    Apa mereka nunggu Pak Wimar dikeluar dulu dari acara GK baru mereka mau hadir, wah jangan jadi pengecut gitu dong, kalau anda berani dicalonkan anda harus berani tampil dimuka dong masa sih yang disuruh ngomong malah wakilnya. Saya sebagai warga Jakarta tulenkan mau dengar program-program yang anda tawarkan biar saya bisa bantu dukung anda.

    Untuk Jak TV coba dong pertimbangkan lagi keputusan anda apa sudah tepat menghentikan acara Wimar's World yang justru menaikan gengsi anda.
  26. From angga on 03 April 2007 15:27:34 WIB
    turut berbelasungkawa atas perginya wimar's world.
    segenap orang biasa di dunia ini berduka,,

    ga tau shock banget dengernya, buka e-mail ada berita duka,,

    orang yang diberikan masukan kudunya mikir ada apa sampai masyarakat tidak berteriak-teriak di jalan menyalurkan aspirasinya, karna kalo mau jadi orang bener hidupnya susah,, dia yang jadi orang yang nga tau bener apa engga bisa duduk, ngelawak pake laptop, bisa khotbah diatas buldoser, bisa jalan-jalan diatas hutang negara, bisa sujud syukur saat pembenaran atas putusan politis pengadilan atas kasus KKN yang melibatkan dirinya,,,,

    hmm,,hmmm,,,
    i
    ketika nurani mulai membatu,, merasa punya kekuatan, merasa bisa mengatur takdir sendiri,,,

    semua yang berbeda dianggap dosa,, semua ucapan dibilang omong kosong,,

    pendidikan masyarakat yang saat ini mulai dirintis dari stasiun lokal saja dibredel,,

    mau nunggu 100 tahun sampe mreka2 yang mengaku sebagai abdi negara wafat smua,,

    apa menunggu taman makam orang berjasa penuh,,

    sampai kapan????

    masih seneng orang lain bodoh,,, bangga bangsa terpuruk,,,

    mikir bos,,

    masa sekarang sudah diliputi teknologi,, semua info bisa diakses,, smua skandal bisa diurut dosanya,,

    smua malu bisa dibuka,,

    jangan panas kuping ketika sebuah siraman edukasi ke masyarakat mulai digalakan,,

    sayangnya kita orang biasa,, hanya bisa mencoba mencari terang diantara angin menerjang,, dan sediikit usaha menyalakan sebuah obor,, yang ketika mulai menyala,,

    segera disiram air kemunafikan,,,

    semoga kita bisa terus berjuang
  27. From imel (warga jakarta) on 03 April 2007 15:47:11 WIB
    Tiba-tiba sekali infonya… ada istilah cooling down… padahal seharusnya gak ada masalah coz rating Wimar’s World minggu kemarin menduduki rating ke 2 untuk seluruh program acara Jak Tv. Jak Tv sayang banget melepas seorang komunikator besar. Sejak saya kecil sampai sekarang,. Menurut pandangan saya yang sangat subjektif ini yang hanya memiliki sikap dan konsisten terhadap dunia komunikasi.. yeap WW.

    Jadi siapapun orang atau kelompok yang menekan pihak TV seharusnya MALU karena dia gak mampu berkompetisi... Takut kalo KKN nya terkoak, takut kalo ketenangannya terganggu, sangat sensitive, mungkin tidur malamnya telah terusik jadi dia gak sabaran… Padahal kita diajarkan untuk melakukan sesuatu dengan gentleman (katakan suka kalo suka, katakan tidak suka kalo tidak suka, jangan melakukan tindakan dibalik layar saja donk)

    Saya akui kalo manusia tidak jauh dari rasa Ketidak sukaan itu sangat wajar, apalagi ada perbedaan... Tapi gak perlu harus mengerahkan powernya yang sangat Luarbiasa....

    Sangat dikecewakan oleh pihak-pihak penekan bukan Jak Tv sebagai pihak yang tidak diberikan pilihan oleh si penekan.

    Sukses terus WW, saya support 100 %

    Salam
    imel (Warga DKI Jakarta)

  28. From tonie tan on 03 April 2007 16:05:49 WIB
    giliran ada acara yang mendidik masyarakat dan cerdas malah di "cooling down". gimana seh jak TV ini.

    emang mental2 pemimpin kita cuma bisa ngeliat acara Tukul yang nggak jelas ujung pangkalnya, sampai2 ada komentar dari mendiknas di harian kompas bahwa dia selalu menyempatkan diri bersama istri untuk menonton acara tukul, karena menurut beliau acara tukul mencerdaskan bangsa????!!!! MEMPRIHATINKAN... trus gimana nasib bangsa ini ke depan??

    maju terus bang W...
  29. From alex on 03 April 2007 16:14:36 WIB
    Andai saja acara2 Bung Wimar bisa ditonton online (misalnya ditaruh di YouTube)...
    1. Berguna bagi yang tinggal di luar jangkauan stasiun TV Jakarta dan sangat penasaran nonton.
    2. Material edukatif dan berbobot, makin besar dampaknya jika diedarkan open source.

    Pantang mundur, Bung Wimar!

    -alex-
  30. From ina on 03 April 2007 16:38:45 WIB
    bener-bener berita sedih!
    kok bisa begini!
    NDC masih tetep tayang kan?
    WW bikin station sendiri aja! q setuju, pembredelan kan gak jaman lagi! gak gaul nih yang mbredel!
    semoga acara yang lain terus tayang!
    PASTI!
    SEMANGAT!
  31. From Lullu on 03 April 2007 16:41:20 WIB
    Belum lama saya berharap Wimar's World dijauhkan dari sensor dan cekal. Ternyata malah sebaliknya. Semoga ada tv berskala nasional yang akan meneruskan Wimar's World. Maju terus WW, with or without Wimar's World!
  32. From Pengamat on 03 April 2007 16:59:52 WIB
    Kata Jennie S. Bev:
    Wishing you the best, Pak Wimar. I'm sure there is a silver lining in every cloud. It's also a good way to see how free speech in Indonesia is still not "that free."
    Look at it this way, you've made it in the history book again, Pak Wimar.

    Pengamat could not agree more with what Jennie said:
    WW again will show his resiliency and “survival instinct”.
  33. From keket on 03 April 2007 17:08:55 WIB
    berita ini bagaikan petir di siang hari bolong,
    bener2 gak percaya, tapi ini membuktikan
    kalo WW punya pengaruh n efek yang kuat yang membuat
    orang-orang gak penting itu takut.
    gmn mau maju Indonesia klo acara bagus diberhentikan??

    ps:buat yang sudah tersenyum karena acara Wimar's World gak ada lagi, tolong inget azab akan datang kepadamu,menantimu,menunggumu. be ready....
  34. From dr. M on 03 April 2007 17:16:07 WIB
    Jika memang benar Wimar's World (WW) dihentikan, sudah pasti saya akan menjadi salah satu anggota barisan sakit hati.
    Meski program WW masih sangat belia namun soal kualitas tak perlu diragukan. Sambil berdoa, kami (penggemar) menunggu konfirmasi lebih lanjut dari JakTV maupun IMX tentang kelanjutan program ini.
  35. From Unspun on 03 April 2007 18:07:07 WIB
    Pak W, no shame but only glory getting shut down like this.It's a badge of honor.

    It appears that Indonesian (and Malaysian) high officials still haven't realized that a rhino hide comes with the high office territory.

  36. From Berto on 03 April 2007 18:34:29 WIB
    Para pejabat negeri ini terlalu sensitif, dikit2 dikritik malah ngambek. Dan malah menyetop, mensomasi, orang atau institusi yang mengkritik mereka.

    Padahal kritik itu baik, kalau para pejabat marah dikritik, berarti ia benar2 melakukan yang dikritik.

    Semoga acara Wimar`s World tidak terlalu lama 'cooling down', karena merupakan acara favorit saya.
  37. From Tian Arief on 03 April 2007 19:45:35 WIB
    Turut prihatin. Mudah-mudahan ini bukan tanda-tanda matinya demokrasi di Indonesia.

    Baca pula: <a href=http://tianarief.multiply.com/journal/item/1052><B>Wimar's World, Sasaran Antara?</B></a>

    Salam,

    Tian Arief
    http://tianarief.multiply.com
  38. From gubrak on 03 April 2007 20:17:00 WIB
    atawa konsepnya suply and demand
    nah sementara suplynya dibuat seolah2 habis spy demand-nya makin tinggi sekalian cari investor iklan baru???

    tp lucu jg ya... pejabat/yang py kuasa senang liat org sendiri bodoh.. spy dia gak keliatan bodohnya...

    semoga kita lebih pintar dr mereka...
    ww for wapres 2009

    merdeka
  39. From jaleswari Pramodhawardani on 03 April 2007 20:22:35 WIB
    Ya ampuuun, hari gini masih ada ya ternyata orang yang ketakutan dengan sebuah dialog kritis yang menyehatkan jiwa. Sampai repot-repot menghentikan sebuah tayangan yang justru menduduki rating tertinggi. Saya butuh waktu lama untuk gak langsung respon tentang kasus ini. Karena kejengkelan yang meletup-letup. Mengapa masih ada juga oknum-oknum yang menghina kecerdasan publik dengan urusan sensor menyensor ini. Jangan dikira publik tidak tahu siapa biang keladi semua ini. Seseorang yang masih gemar dengan cara-cara primitif melalui intimidasi dan mengabaikan rasa keadilan publik. Percaya deh, publik makin cerdas, makin tidak termanipulasi, dan semakin geram kalau praktik-praktik semacam ini masih terus dibudidayakan. Semoga calon gubernur kita, calon pemimpin kita nanti bukan dari golongan orang-orang yang merugi seperti ini, orang-orang yang sudah kedap dengan suara batin dan mengebiri demokrasi.

    Buat WW, terima kasih, anda semakin menunjukkan kepada kita betapa sulitnya belajar berdemokrasi di negara yang sebagian penguasa-penguasanya paranoid dan sangat menjengkelkan ini. Jangan lelah untuk menebarkan virus-virus demokrasi yang menyehatkan. Supaya kita belajar dewasa melalui itu untuk menjadi bangsa yang katanya besar ini.

    Buat JAK_TV ; WHY ?

    salam,
    JP
  40. From Alderina on 03 April 2007 20:59:24 WIB
    Sangat sedih dengar berita ini. TIdak pernah lihat sih siarannya, berhubung tinggal di Sidoarjo.
    DAN saya SANGAT mendukug kalau IMX buat stasiun sendiri. Hehehehehe... Supaya saya juga bisa magang di IMX... Kalaudusah buat, dikabari ya.
    Terinsipirasi dari :
    From enda on 03 April 2007 00:33:44 WIB
    Turut berduka cita, apalagi penghentiannya mendadak dan tanpa warning. Hmmm mungkin sudah saatnya IMX buat stasiun TV sendiri.
  41. From BaBY on 03 April 2007 22:01:13 WIB
    hmm.. apa yah kira" yg jadi penyebab dihentikannya acara ini? Apakah memang ada yang salah atau sesuatu yg sebenarnya tidak salah tapi menurut orang" tertentu masuk ke dalam kategori "SALAH".. Dialog kritis seperti acara ini seharusnya dipertahankan karena bisa membuka mata dan cakrawala rakyat ibu kota.. However, kita ga bisa pungkiri kalo memang di negara kita ini kebebasan berbicara itu tidak benar" bebas.. masih saja ada norma" yg mengikat atau mungkin orang" yg memaksa utk membatasi kebebasan berbicara orang lain dengan kekuasaan yg mereka punya.. I hope it will last someday so kita bisa lebih berani utk mengungkapkan apa yg kita rasakan dan mendiskusikannya dalam forum umum dan terbuka..
    WW.. Good LuCK!! (",)
  42. From JakartaButuhRevolusiBudaya on 03 April 2007 23:14:19 WIB
    Wah, sangat disayangkan kalau acara itu harus diberhentikan. Memangnya ada apa ya? perasaan kan Bung Wimar itu orangnya lembut dan humoris, gak bisa marah lagi (bener kan?). Masa ada yang tersinggung? Mungkin ada alasan lain ya?

    Tetap semangat kalau gitu Bung Wimar! Bikin acara yang lain aja. Ingat, Wakil Gubernur Bung Wimar!

    salam,
    www.JakartaButuhRevolusiBudaya.com
  43. From Kampret Sasab on 03 April 2007 23:51:39 WIB
    Pak Wimar,

    Meski saya belum pernah menonton program acara tsb, sdhpasti menarik seiring dnegan banyaknya pemirsa yang kecewa akibat dihentikannya acara tsb. Semoga stasiun lain cukup peka untuk bisa menjadi hosting-station acara/episode berikutnya atau program dalam bentuk serupa tapi dengan sajian berbeda.

    Yang penting: tetep semangat!
  44. From Riri Riza on 04 April 2007 00:33:39 WIB
    Ikut bersimpati, walau yakin WW tetap bisa tertawa dan punya rencana...

    Saya merasa semakin terbukti sudah kebebasan berfikir memang sangat mahal harganya di negeri ini... sekaligus murah sekali hingga bisa dibanting begitu saja oleh penguasa dan pengusaha... hehehe...

    Ayo WW rebut kembali...
    salam buat teman teman IMX yang baik, tetap semangat
  45. From Riry Novita on 04 April 2007 03:43:14 WIB
    Kebayang gimana juteknya bangsa ini kalo nggak boleh melucu, nggak boleh mengkritik.

    Saya setuju IMX bikin TV sendiri, biar bangsa ini bisa tersenyum, dalam keadaan apapun. Bisa mengkritik tanpa ada yang tersinggung, toh kritik itu baik untuk membuat keadaan lebih baik..

    Pliss..jangan jadikan negara ini anti kritik dong:-)
  46. From Basa-Basidotcom on 04 April 2007 09:46:19 WIB
    Wah masih seperti ini juga nih perlakuan terhadap free speech di Indonesia? Mulai sekarang pakai YouTube saja biar saya juga bisa ikutan nonton dari sini.

    Barry
  47. From Riris on 04 April 2007 10:14:48 WIB
    Ternyata bahaya laten itu masih ada. Tidak apa2 Bung WW dan Tim IMX. Rumput saja tidak pernah mati sekali pun dipangkas. Saya yakin SDM IMX mampu mencari formula baru untuk terus mengajak masyarakat luas mengaji demokrasi. Ayo ayo ayo .... Demokrasi ga pernah mati!
  48. From aprilmob kali on 04 April 2007 10:15:04 WIB
    Heh heh heh bukan april mob ya? kalau beneran artinya ya memang kita masih biasa-biasa saja. Masih seperti biasa. Siapa bilang kita sudah berubah setelah reformasi? heh heh heh. Belum Tong! masih kayak dulu malah lebih kuno dari dulu! Sekarang orang bisa dipecat cuma gara2 ada SMS dulu harus diperiksa dulu, sekarang tidak perlu. Tanya kenapa? Tanya kenapa! kenapa tanya? ha ha ha. Biasa-Biasa saja...., mudah2an yang mencekal bukan mantan polisi ya...
  49. From EI on 04 April 2007 10:17:36 WIB
    Ya, kita di IMX tetap semangat dan tersenyum. Seperti kata Jennie, there is a silver lining in every cloud. Selain IMXer dapat pelajaran berharga, kita juga jadi semakin yakin, bahwa kita punya banyak sekali teman yang selalu siap memberi dukungan. Terima kasih semuanya!

  50. From K-whel\'z on 04 April 2007 10:49:50 WIB
    Wong...edan!!!! Acara yang mendidik dan berguna malah di bredel...?>?>? sedangkan acara2 yang bagaikan "NARKOBA TERSELUBUNG" (Film mistis, anarkis, dan mengandung kekerasan) Malah dipertahankan (Condong di utamakan??) Memank aneh neh bangsa???

    Gimana mau sehat bangsa ini?

    Yukz...mending IMX bikin TV sendiri...biar bisa buktiin klo ada stasiun yang brani maju (Bukan jadi kebo CUCUKAN para penguasa)?>?>!?
  51. From wadehel on 04 April 2007 11:51:38 WIB
    Ayo ramai-ramai ngadu ke SBY, di:

    http://kontak.presidensby.info:8000/index.php

    kita lihat apakah kotak itu ada manfaatnya :)


    Pak WW, kalo yang lembut-lembut dan dicekal, sekalian aja bikin versi lebih nakal dan panas di internet, siarkan lewat yahoo tube dan versi text via blog buat yang koneksinya lelet :) Jadikan blog anda bacaan wajib buat mereka yang TIDAK MAU TERUS DIBODOHI.
  52. From ina on 04 April 2007 12:21:46 WIB
    Gitu aja kok repot!
    Biar mereka yang kerepotan ngurusi acara-acara kita, kita gak usah repot, tinggal bikin yang lain n makin kreatif.
    Pikiran kita milik kita gak bakalan ada yang bisa mbatasi kreativitas kita.
    La Wong dulu aja perspektif dibredel malah lebih terkenal kok. Apalagi WsW! pasti lebih mendunia!
    Gitu aja kok repot!hehhehe3x............
  53. From chie on 04 April 2007 12:35:39 WIB
    lagi2 kecewa.. hmm..cooling down ? emangnya acara ini bikin panas siapa? mudah2an aj cooling down nya ga berkelanjutan..
  54. From Baskoro on 04 April 2007 13:09:12 WIB
    Susah bagi saya untuk mengerti kenapa dibredel.
  55. From denny henry samboh on 04 April 2007 13:24:48 WIB
    Aneh....super ANEH!!!!

    setau saya tv hidup dr iklan, yg mau pasang iklan jg pasti melihat dulu rating dr setiap program yg tayang di tv tsb...Rating suatu program acara yg tinggi PASTI akan menunjang kemajuan TV itu sendiri...ya bener2 super ANEH.

    tp saya yakin buat WW hal2 seperti ini udah ga ANEH lg, wong uda nikmatin 'asam garam' di dunia broadcast..yg pasti ini akan menjadi tantangan bahkan motivasi bagi WW and IMX team's untuk bisa terus meng-edukasi mulai dari ORANG BIASA sampai orang "luar" biasa melalui semua fasilitas media.

    'toh qt kan sekarang tdk hidup dijaman 80's lg kan (TVRI only), di luar JakTV kan jg msh banyak media lain... saya sih yakin gak cuma 80's aja yg never die, WW and d'ganK jg pasti NEVER DIE!!!

    WW...i hope someday u'll made ur own TV or Radio

    ciao WW! ciao IMX!
    GBU all
  56. From Charlie on 04 April 2007 14:19:05 WIB
    Menarik juga usul kawan2 tentang broadcast melalui youtube. Mungkin daripada melalui youtube, ada alternatif lain dimana WW bisa menggunakan perspektif.net ini sebagai sarana untuk melakukan suatu talk show online (mungkin yg pertama di Indonesia?). Saya mengerti bahwa tidak semua narasumber akan bersedia tanpa adanya suatu 'imbalan secukupnya' dan pastinya untuk memulai suatu broadcast akan ada biaya yang mungkin tidak murah, akan tetapi saya yakin kalau banyak orang2 biasa berpikiran luar biasa yang akan bersedia untuk hadir dan berkontribusi dalam talk show online ini.
  57. From Moh Arif Widarto on 04 April 2007 15:01:04 WIB
    Pak Wimar masih berduka ya? Kok belum ada tulisan baru. Mudah-mudahan bisa tayang lagi.
  58. From ZI on 04 April 2007 15:52:30 WIB
    Aku ingat waktu gathering buku di starbuck.

    Dikatakan: "kalo kecoa diinjak, biasanya malah tambah banyak". Maaf, bukan bermaksud menyamakan dengan kecoa, tapi semangat ini lah yg membuat saya takjub....
  59. From Ollie on 04 April 2007 16:10:09 WIB
    Support saya untuk WW!
  60. From Litlle_M on 04 April 2007 17:13:53 WIB
    Turut berduka cita Mas Wimar.
    Tapi belum ada somasi kok tahu2 di "breidel" ya ?

    TANYA KENAPA ???????????
  61. From Gupta on 04 April 2007 17:49:47 WIB
    Hayo rekan-rekan imx..bikin petisi..kumpulin ttd ..kirim ke Jak TV cc. "pemegang saham" heheh ..mungkin tidak akan merubah situasi tapi setidaknya mereka tahu bahwa banyak yang mendukung acara ini, dan banyak yang ngedukung WW. Semoga WW jadi capres biar bisa balik ngerjain orang yang nge'bredel' WW .. smangat !
  62. From ARIA(Aku Rakyat Indonesia Asli) on 04 April 2007 20:36:53 WIB
    Assalamualaikum..
    Ono opo meneh...kok dihentikan..oala..ya sudah berhentikan SBY...cabut Mandat..dia yang lebih buta&tuli daripada GUSDUR...terlebih SBY buta HATI...
  63. From BUJUNG on 04 April 2007 22:17:53 WIB
    Jam 9:30 pm 'dah siap didepan TV nungguin acara WW, tapi yang ditunggu engga nongol, terus buka perspektif.net, dan baru tahu acaranya di bredel ( kesian deh, taunya dah telat ! )
    Wah sungguh mengecewakan karena cuma acara WW & GUBERNUR KITA yang tidak pernah terlewatkan untuk ditonton di JAK-TV !

    BRAVO om Wimar !
  64. From biho.web.id on 04 April 2007 22:52:41 WIB
    Apa dan Siapa sih yang kebal terhadap BREDEL?
  65. From Lia on 04 April 2007 23:15:21 WIB
    sayang sekali... untuk kita2 masih bisa 'menggapai tulisan WW' melalui internet, tapi banyak orang yang tidak bisa.

    harapan saya semoga Wimar's World cepat diadakan lagi... i'm a big fan ;)

    my regard for you, pak wimar ;)
  66. From piiis on 04 April 2007 23:23:20 WIB
    Ternyata mencerdaskan kehidupan bangsa bagi para pembredel tidak berlaku,
    merasa lebih pintar sehingga takut untuk dikritik.
    Mau dibawa kemana bangsa ini kalo kemajuan berpikir rakyat dijegal,
    sudah saatnya bangsa ini menuju kearah yang lebih baik..

    Om wimar saya setujuh kalo IMX jd stasiun tv..
    jangan berlarut keadaan ini tapi apa yang akan kembangkan selanjutnya
  67. From willy on 04 April 2007 23:24:53 WIB
    biasa.... masih belum bisa terima kritik.
  68. From Bambang Haryanto on 05 April 2007 09:14:25 WIB
    “In the days of Caesar, kings had fools and jesters. Now network presidents have anchormen,” kata Ted Koppel. Bagi Jak-TV,Wimar Witoelar (WW) adalah pula termasuk sebagai kaum fools dan jesters itu. Ketika isi leluconnya dianggap melintasi batas, ia pun mendapat hukuman.

    Ketika saya di Wonogiri memperoleh email dari Bang Wimar yang bercerita seputar dihentikannya acara Wimar’s World (saya dulu mengusulkannya : Wimar’s Wild World), saya teringat “kata mutiara” Ted Koppel di atas. Sebagai blogger dan pengelola blog Komedikus Erektus (http://komedian.blogspot.com), saya memandang dibungkamnya kaum “fools” dan “jesters” merupakan tanda matinya kewarasan di negeri ini.

    Mengapa semua itu terjadi ?

    Saya ingat di blognya ini WW pernah menulis mengenai seorang gubernur “buas” yang tak bakal berpeluang terpilih lagi berkampanye. WW bertanya : untuk apa ? Ternyata, dari radio pagi tadi saya mendengar Kwik Kian Gie menyebut bahwa beliau itu sedang merintis jalan untuk menjadi calon presiden. Apakah ini ada kaitannya dengan dihentikannya Wimar’s World sebagai sinyal untuk WW yang selama ini kritis terhadap kebijakan-kebijakan beliau tadi ? Sinyal itu barangkali berbunyi : Anda juga bisa kami depak dari acara televisi Anda lainnya.

    “Medium is the message,” kata nabi media Marshall McLuhan. Bagi saya, pemberhentian acara Wimar’s World adalah juga mengandung kebenaran dari kredo McLuhan itu. Di media yang dikuasai oleh modal besar, yang tidak egaliter, yang dekat dengan kekuasaan, maka media tersebut mampu memaksakan segala “pesan” dan kehendaknya. Baik bagi orang dalamnya sendiri, termasuk anchor, bahkan juga bagi pemirsanya. Media-media semacam itu, “one-to-many” itu, kini sebenarnya sekarang sedang menghitung harinya.

    Hemat saya, bila WW tidak ingin kena sensor internal lagi, sebaiknya ia mendirikan stasiun televisinya sendiri. Atau terjun menerjuni media baru yang menggegerkan dunia, YouTube, hasil inovasi Jawed Karim, Chad Hurley dan Steven Chen, yang justru pernah ditulis oleh WW sendiri di blog Area Magazine, 8 November 2006. YouTube mendapatkan highlight dan accolade di majalah TIME edisi Person of The Year, 25 Desember 2006.

    Sebagai seseorang yang pernah bangga disebut sebagai seorang blogger, dan saya ikut tepuk tangan dan sebenarnya mengharap banyak darinya, kini tinggal terpulang kepada diri WW sendiri : maukah ia secara drastis dan tuntas mengubah mindsetnya sebagai seorang blogger sejati ?

    Kebetulan di blog saya Esai Epistoholica (http://esaiei.blogspot.com), terkait “heboh” (badai dalam gelas) pembelotan Budi Putra, wartawan bermediakan atom, penganut jurnalisme pohon mati, menjadi blogger purna waktu (saya tidak menyebutnya sebagai blogger profesional !), saya mengungkap kembali saat WW dan Budi Putra tampil di MetroTV membincangkan blog sebagai media egaliter, fondasi kehidupan berdemokrasi. Apakah komitmen dari WW terhadap apa yang ia ucapkan itu masih kokoh kini ?

    Apabila ya, maka ketika sebuah pintu “media lama” (lame stream media) itu tertutup, ia dapat secara mudah menemukan pintu-pintu “media baru” lain yang terbuka. Juga terbuka bagi dirinya untuk terus menjadi “fools” dan “jesters” tanpa kuatir kena sensor atau sinyal-sinyal tak jelas, di mana peran semirip punakawan dari dirinya itu sangat vital di negeri yang karut-marut ini.

    Salam dari Wonogiri !


  69. From ranto on 05 April 2007 11:16:54 WIB
    kalem saja pak ww,

    semoga makin berpengalaman dibredel, makin canggih cara pak ww menghindarinya, namun tetap kritis

  70. From meg on 05 April 2007 19:10:05 WIB
    oh no.........
  71. From ambar wahyudi on 05 April 2007 19:21:50 WIB
    JAK TV!!!!
    Ora Me'mperrrrrrrrrrrrrrr
    Ora Benerrrrrrrrrrrrrrrrrr
    Tur Ora Pinterrrrrrrrrrrrrr
    Alias How- How!!!!!!!!!!!!!!!, katrow,ndeso,culun,deelel.

    JAK - TV,Ngga tau terima kasih ya..
    Saya yakin seyakin - yakinnya kalau acaranya Pak Wimar yang sudah membuat JAK- TV menjadi stasiun TV yang dikenal masyarakat.

    Tenang aja Pak Wimar, masih banyak stasiun TV yang lain yang masih membutuhkan tenaga anda, biarpun mereka harus membayar mahal.
    Tetap pedes pak Wimar!!!!!

    Matur Nuwun. Salam dari keluarga besar Ambarawa.
  72. From Irwantra on 05 April 2007 21:09:34 WIB
    Tenang Pak WW, ntar juga mereka menyadari kekeliruannya, emang dimana-mana pejabat kita suka usil karena mereka kurang mengerti apa arti dari kebebasan berpendapat, dan kebebasan berekspresi. semoga pak WW sehat selalu
  73. From Death Berry on 06 April 2007 13:10:24 WIB
    Yah....untuk mengamankan jabatan presiden mungkin. Sehingga WW dihentikan.

    Padahal Bloggers (yang kritis) adalah satu - satunya kunci untuk menggerakkan dunia pemerintahan yang 'agak' rusak.

    http://chaosregion.wordpress.com
  74. From evelyn on 06 April 2007 23:20:30 WIB
    Tetap semangat WW, apapun yang terjadi dalam acara anda seperti yg sekarang ini paling tidak anda sudah berkontribusi demi kemajuan bangsa meski untuk sesaat.
    Meski aku tidak pernah nonton acara anda, support untuk anda tetap saya berikan.
    Maju terus pantang mundur, jangan biarkan alasan yg tidak masuk akal menghentikan niat dan etikad baik anak bangsa untuk memajukan bangsanya.
  75. From pengamat on 07 April 2007 04:18:25 WIB
    Pengamat mengamati ada 72 komentar (yang semuanya tidak membenarkan "pembreidelan Wimar's World) sampai yanggal 7 April jam 4 pagi. Apakah itu bukan suatu rekor ?
    Ini yang keluar diPO saja.
    Bravo WW !!!
    Perjuanganmu tidak tergantung dari JakTV (atau dari TV manapun)
  76. From Febri on 07 April 2007 09:39:02 WIB
    hebat yah orang-orang yang berkuasa...

    tapi kenapa cuma bisa melakukan hal-hal rendahan ya?





    www.ini-hak-anda.cjb.net
  77. From mel on 07 April 2007 14:17:52 WIB
    aaaaaaaaahhhhhhhhh..........cape bener dinegri yg senang melihat rakyatnya bodoh dan susah melihat rakyatnya kritis. Tp mau gimana begitulah nasib rakyat yg tidak ada kemampuan untuk menuntut haknya krn sudah diserobot oleh para penguasa. Sedih dan merasa kehilangan WW yg selama ini sangat membantu membuka wawasan kita. Mengapa yg programnya mengeksploitasi tubuh wanita dibiarkan spt dangdut, sinetron yg membodohi spt setan2 dan dukun, sinetron yg membiarkan rakyat bermimpi dgn janji murahan.
    Tolong dong nahasiswa bangun dan bergerak.
  78. From Patrick Hutapea on 07 April 2007 16:19:13 WIB
    Ternyata semangat sensor politik tidak pernah meninggalkan politisi Indonesia!! Warga Jakarta, mari pilih cagub yg anti-sensor politik, siapapun itu orgnya!!!

    Mas Wimar, tetap semangat & selalu berkarya!! Karena, penggemar anda tdk akan pernah meninggalkan anda!!!
    Bravo Wimar!!!
  79. From Patrick AMP Manurung on 07 April 2007 19:24:31 WIB
    Wahai Jak TV, kok mesti begini caranya.
    Menyedihkan banget. Sangat mengecewakan.

    Bikin stasiun TV sendiri aja, Pak.

  80. From Nar on 07 April 2007 22:02:41 WIB
    Menurut saya pencekalan ini nggak ada kaitannya dengan tekanan dari penguasa. Pendapat saya karena dalam penayangan profil pengusaha yang menghadirkan Bob Sadino ada yang tersinggung dan marah bukan dia yang diberi kesempatan. Maklumlah penguasaha ( double gardan ) pasti kuat di medan berat. Buat WW dimana tuh partnernya ? (Bang Syahrir)Nggak pernah muncul lagi berduaan bikin acara talk show.
  81. From sajidin on 09 April 2007 15:04:44 WIB
    seperti acara "republik mimpinya " metro tv yang sempat di obok-obok, wimar's World juga dianggap "SINGA LAPAR" yang akan "MEMBUNUH" Pejabat2 dan calon pejabat yang culun. lieur euyyyyyyyyyyyyyyyyy...............Terus maju WW !
  82. From Lyan on 09 April 2007 17:45:53 WIB
    Jadi 'Penguasa Negeri' ini enak banget ya....kalau tdk suka tinggal buang....tidak suka dengan acara talk show (dibaca : Wimar's World) dibredel, pantas Bangsa ini jadi bodoh...., kalo begitu WW jadi Presiden saja, supaya dapat memberikan perubahan-2 terhadap kehidupan bangsa ini sehingga bangsa ini menjadi maju dengan paradigma yang baru & melahirkan calon-2 pemimpin yang ber-karisma, jujur, & takut akan Tuhan. Bravo for WW....Bravo for IMX

    God Bless You all

  83. From febri on 10 April 2007 11:43:37 WIB
    saya seneng banget sama acaranya!tapi kenapa di "cooling down" yah??? cape dech!@!!eh tapi ngomong ngomong pa wimar dah tanya ke pihak jak tv belum kenapa acaranya di stop?kalo alesannya ga masuk akal mah udah aja pa wimar ga usah kerja sama lagi sama jak tv!!!ga usah dateng ke acara gubernur kita!!!keep fight pa!!!
  84. From Prasetyo on 14 April 2007 21:01:53 WIB
    saya mahasiswa kuliah di bandung. setiap pulang ke rumah (bekasi) selalu nonton Wimar's World, kayanya bakalan sedih banget acara favorit say dibredel. katanya jaman sekarang udah demokratis, tapi kok masih kaya jaman purba dulu.. acara bagus kenapa dihentikan??? ironis..
  85. From hajirin on 19 April 2007 20:35:00 WIB
    Wah sayang ya,,,,,,,
    Kenapa sich slalu begitu. ada acara bagus sedikit kok dilarang, padahal khan tidak merusak mental masyarakat.
    itu tuh "SINETRON" yang betebaran gak karuan, gak tahu pendidikan malah dibiarkan tumbuh subur di mental pertelevisian indonesia. apa ga da yang laennn ha .
    kalo liat WW di e-lifestyle Metro tv orangnya asyik, aq yakin deh WW akan bangkit dengan acara super raksasa hehehehee
  86. From WeWeGombel on 22 April 2007 23:26:51 WIB
    Weee...sirik aja
    La wong yang menghentikan yang punya JAK TV
    kok sewot..
    kalo ga mau di bredel..ya bikin TV sendiri.
    Makanya kalo berurusan dengan penguasa.
    jagna asal ngecap..ntar ya kayak gini..dibredel
    hehe
  87. From Suradji H Darmadji on 23 April 2007 21:23:53 WIB
    Kang Wiemar,
    Saya ex Encona, masih ingatkah? Salam dulu ya.
    Pantesan nih udah bbrp minggu nyari2 Wiemar's World koq gak ada, pikiran aku udah pikun nih, Channel apa sih ya? We lha ternyata dilengserkan oleh "YM Kuasa", entah siapa dia, tapi yg pasti dia adalah seorang pengecut yang takut akan kebenaran, yang takut rakyat jadi tau dan pinter.
    Moga2 kiprah anda di Gubernur Kita tetap langgeng, walaupun dengan hati galau kita was was akan bernasib sama. Bravo kang Wiemar, kami dukung terus. Kalo perlu pake kendaraannya CNN! Siapa takut.
  88. From Anton on 24 April 2007 17:01:26 WIB
    Ada konspirasi modal, Wimar's World mau di merger dengan tukul.....
    World Tukul-Wimar
    Perpaduan wong ndeso - wong kutho
    Wong Katro - Wong Cerdas
    Wong ngawur - Wong pinter
    Untuk Jak TV kan dikit lagi mau diakuisisi sama Lativi, mungkin aja Abdul Latif yang banyak tengkyu sama Bang Yos nggak berkenan ama ini acara....

    Tapi bagi saya Gubernur Sutiyoso orang baik, dia banyak berbuat untuk saya dan banyak orang pada kasus Busway. Bedanya mas Wimar naik Busway ke Glodok setahun sekali, saya sih tiap hari....

    ANTON

    PS. Bang Yos Armada busway Ragunan-Halimun cepatlah diperbanyak
  89. From gandrik on 04 August 2007 14:33:14 WIB
    selamat datang kembali orba...

    gandrik
    bangkok-thailand

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home