Articles

Adang tidak akan menutup tempat hiburan

Perspektif Online
19 April 2007

Laporan oleh: Maro Alnesputra

Yang ditunggu tunggu akhirnya tiba! Pada episode Gubernur Kita kali ini, hadir Cagub dan Cawagub Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, Adang Daradjatun dan Dani Anwar datang untuk memaparkan visi dan misi mereka kepada warga Jakarta.  Bagaimana mereka menghadapi pertanyaan?

 

00ADDA.JPG

ADDA: Adang Daradjatun - Dani Anwar

foto selengkapnya

 

Banjir, Transportasi, dan Tempat Hiburan

WW: Sebagai orang baru dalam pemerintahan DKI, apa kelebihan anda misalnya dalam hal banjir dan transportasi dibandingkan Fauzi Bowo yang berasal dari pemerintahan yang sekarang ?

Adang Daradjatun:  Mengenai banjir,mungkin  sekarang sudah dilaksanakan oleh pemerintah saat ini dengan banjir kanal timur, tapi saya ingin menambahkan apa yang disebut dengan sistem sumur selatan di tiap tiap rumah dan meningkatkan kembali keberadaan waduk waduk baik di luar Jakarta maupun yang ada di Jakarta. Kalau bicara tentang transportasi, Busway dan yang sekarang berjalan sudah cukup baik, cuman  mungkin perlu ditingkatkan dalam konteks sistem. Yang penting harus aman, nyaman dan tepat waktu.

WW: Tidak bisa disangkal bahwa Busway adalah sesuatu yang baik, saya saja kalau ke Mangga Dua pake busway.

Adang Daradjatun: Betul

WW: Hanya, belum tentu sekali setahun ke mangga dua.

Adang Daradjatun: Hahahahaha

WW: Tapi dalam prosesnya, tidak bisa dipungkiri proyek itu sangat tercemar oleh korupsi. Di koran dilaporkan ada banyak pejabat DKI yang diadili dan masuk penjara, ada rekanan yang juga masuk penjara.Apa pendapat anda tentang korupsi yang terjadi di pemerintah DKI. Apakah akan memberantasnya, atau memaafkannya? Mereka mengaku bahwa mereka hanya menjalankan instruksi Gubernur.

Adang Daradjatun:  Kalau pada saat saya datang memang terbukti ada korupsi, kita tindak korupsinya. Tapi kalau memang tidak terbukti ya tidak kita tindak, karena proses reward dan punishment itu harus dilakukan.

WW: Karena anda dicalonkan oleh sebuah partai yang bermoral tinggi atau diyakini sebagai partai yang mempunyai nilai moral, saya ingin tanya apa anda akan mendukung penutupan tempat-tempat hiburan yang tidak halal walaupun itu mendatangkan penghasilan bagi daerah?

Adang Daradjatun: Pasti saya tidak tutup!

WW: Tidak akan tutup?

Adang Daradjatun: Pasti tidak!

WW: Partai juga setuju tidak ditutup?

Adang Daradjatun: Setuju tidak ditutup.

Effendi Ghazali: Bang Dani kalau mau menambahkan silahkan

Dani Anwar: Apa yang dilakukan oleh seorang Gubernur, pasti wakil gubernurnya akan mendukung, mensupport. Kaitannya dengan penutupan tempat hiburan, prioritas kita bukan pada sisi hal tersebut. Tapi prioritas kita adalah bagaimana membebaskan kemiskinan dari warga ibukota Jakarta ini.

WW: Jadi Pak Dani tidak akan mendukung Perda yang bernada syariah di Jakarta seperti di Tangerang? Tidak akan melarang perempuan keluar malam dan sebagainya?

Dani Anwar: Yah, di Jakarta ini kita tahu prioritas kan, bagaimana masyarakat sangat sulit mendapatkan pekerjaan, biaya kesehatan yang mahal, pendidikan yang mahal, itulah prioritas program kita, antara Pak Adang dan saya selama 5 tahun ke depan.

WW: Jadi PKS akan bersifat lebih pluralis dan terbuka?

Dani Anwar: Ya, Insya Allah

Fenny Rose: Jadi nggak ada larangan ya Pak? Jadi saya boleh keluar malam?

Dani: Nggak ada, nggak ada

Seni kepemimpinan Layang Layang

Ryaas Rasyid:  Saya ingin bertanya tentang kepememimpian. Kira-kira perubahan apa yang akan Bapak lakukan untuk membuat pegawai negeri sipil lebih disiplin, teliti, lebih responsible, memperhatikan masyarakat, karena kan tentunya berbeda dengan waktu memimpin di kepolisian

Adang Daradjatun: Saya kurang sependapat kalau dibilang berbeda, karena kalau berbicara tentang seni kepemimpinan, saya ketika dulu di kepolisian selalu menurut proses hokum., dan apabila menjadi gubernur di DKI akan berlaku sebagai pegawai sipil. Istilah saya, kapan saya ngedet, kapan saya ulur, seperti main layang-layang.

Ryaas Rasyid: Kalau di kepolisian kan lebih ada ketaataan pada keputusan mutlak, sementara kalau di lingkungan sipil, bisa berbeda pendapat dan ada birokrasi

WW: Tapi di beberapa birokrasi beda pendapat mengakibatkan pembredelan..

Adang Daradjatun: Saat saya menjabat dulu,  Polisi sudah jadi sipil, jadi sistem kepemimpinan saya sudah berbeda dengan polisi jaman dulu. Sudah tidak ada lagi harus ketemu wajib atau seperti itu.  Jadi metodenya bisa dengan memberikan saran yang baik, dan hal-hal seperti itu.

Sistem pelayanan kesehatan harus modern

Azrul Azwar (Mantan Depkes dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia): Apa yang akan bapak-bapak lakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Jakarta ini apa ? Dibandingkan Yogya kita jauh ketinggalan.

Adang Daradjatun: yang pertama , pelayanan terhadap masyarakat itu sangat penting, jadi pos-pos pelayanan harus ditingkatkan. Kita juga tau masyarakat kita terutama – maaf - masyarakat menengah ke bawah sulit mendapatkan suatu pelayanan kesehatan, baik dalam konteks pelayanan maupun biaya yang murah. Jadi kalau bisa pelayanan masyarakat ditingkatkan dan kedua diharapkan rumah sakit yang murah tapi pelayanannya bagus

Azrul Azwar: Tapi sebenarnya semua tergantung biaya. Sistem pembayaran sekarang tidak sehat yaitu sistem pembayaran tunai. Yang bagus itu sebenarnya sistem asuransi. Kira-kira berani tidak ya bapak menjelang akhir jabatan mencanangkan sistem asuransi di semua rumah sakit di Jakarta ini.

Adang Daradjatun: Kita bicara tentang Jakarta yang modern dalam arti kata konteks spiritual dan fisik. Modern artinya apa ? Asuransi, membayar pajak, dll, itu hal-hal yang harus kita lakukan dan tidak bisa kalau dengan konteks sistem administrasi yang masih kuno , kita harus berubah maju ke sistem yang modern.

Azrul Azwar: Bapak akan lebih maju dari Departemen Kesehatan  

 

00kesehatan.JPG

dimeriahkan profesional kesehatan dki

foto selengkapnya

 

Macam-macam

Penelpon: Citra kepolisian kan kurang bagus. Bagaimana Pak Adang berharap akan memimpin DKi dengan citra yang buruk begitu?

Adang Daradjatun: Ini ada yang lucu. Misalnya ada yang ngomong:  Adang = Polisi. Polisi = Jelek. Berarti Adang = Jelek. Ini kan tidak bisa, tidak benar itu.

WW: Tetapi sebagai bekas Wakapolri, Bapak turut bertanggung jawab dong pada image jelek tersebut.

Adang Daradjatun: Yah memang benar, tapi tidak semua polisi itu selalu jelek

WW: Bapak pernah menindak kasus korupsi?

Adang Daradjatun: Banyak!

WW: Bagus kalau begitu.

Effendi Ghazali: Manusia itu kan ada lemahnya, kira kira menurut Bang Adang dan Bang Dani, apa kelemahan pasangan anda?

Adang Daradjatun: sampai saat ini sepertinya belum terpikir ya, yang penting kita berdoa dan berdoa.


 
Yah begitulah kira kira beberapa bagian menarik dari acara GK malam ini. Lepas dari apakah semua janji yang diucapkan pada malam ini akan terlaksana atau tidak, mari kita acungi jempol atas kedatangan pasangan ini ke acara Gubernur Kita, karena itulah salah satu contoh bagus dalam demokrasi Pilkada di Jakarta. Berani berjanji, berani menepati. Adang Daradjatun menyatakan, seorang pemimpin harus berani berpihak. Kalau tidak, jangan jadi pemimpin!

WW menutup dengan mengatakan, yang penting pada malam ini seorang Calon Gubernur yang resmi dan kuat, telah datang dan menghadapi audiens. Siapapun yang menang dalam Pilkada DKI, yang penting dia sudah menghadapi publik dan memperkenalkan dirinya. Dengan demikian keraguan bisa dibahas satu persatu. Misalnya, bagaimana bisa, PKS bergabung dengan Polisi. Pernyataan akhir ini disambut Adang Daradjatun dengan tertawa lebar.

Baca juga:

Print article only

59 Comments:

  1. From Mansur on 20 April 2007 09:36:32 WIB
    Pernyataan Adang Daradjatun dan Dani Anwar untuk menjadikan Jakarta tetap pluralis dan tidak membuat Perda Syariah akan kami ingat dan ditagih bila memang akhirnya Anda berdua menang. Ingat pernyataan Anda berdua kepada publik melalui media dan ada rekamannya, termasuk di Perspektif Online ini.
  2. From Albertus on 20 April 2007 09:45:32 WIB
    wah, akhirnya nongol juga yah?? tapi kayaknya versi yang kali ini rada-rada toned down gitu :P apa pertanyaan-pertanyaannya jangan-jangan udah dibocorin duluan juga? hahaha

    good going, gubernur kita, good going ww. Maju terus Jakarta, maju terus Indonesia.
  3. From Yon Cahyadi on 20 April 2007 10:57:05 WIB
    Akhirnya datang juga....setelah sekian lama " disentil " sama Bang WW dan Bang Effendi Ghazali..

    walaupun terlambat tapi tidak apa - apa daripada tidak sama sekali...bukan begitu..

    Dilihat dari jawaban - jawaban yang dilontarkan oleh pasangan ini masih terlihat pragmatis dan terkesan klise belum mengarah ke konteks permasalahannya..Ini karena mereka takut program - programnya akan didahului oleh pasangan pesaingnya atau mereka menyimpannya untuk masa - masa kampanye...????

    Sebenarnya, acara kemarin itu merupakan sarana yang bagus untuk pasangan tersebut menyampaikan program2nya...sudah ditayang TV dan yang penting GRATIS..soalnya kan pihak Jak TV yang mengundang mereka..walaupun mereka juga punya kepentingan dengan acara ini...

    Tapi sayang nya mereka belum memanfaatkannya secara maksimal...

    Walaupun begitu, kita harus menghargai kehadiran mereka di acara ini yang menurut saya secara pribadi acara ini mirip Ujian Tesis bagi tamu - tamunya...

    Untuk calon yang lain kapan hadir di acara ini ? Apa masih sibuk nyari wakilnya.....???????????????????????
  4. From Nicolas Bejo on 20 April 2007 11:06:53 WIB
    Tidak ada jawaban2 dari Cagub/Cawagub yg benar2 baru dan exciting. Semua serba klise. DKI itu sebetulnya perlu gubernur yg berani berbuat tidak populer. Sutiyoso punya sifat itu, tapi sayangnya dia tidak cerdas (sori ya, pakai istilah yg diperhalus)
  5. From heru sutimbul on 20 April 2007 11:11:17 WIB
    Seperti dugaan saya sebelumnya......paparannya masih KLISE.
    Gak ada langkah-langkah KONGKRIT yang direncanakan.....!!!
    Contoh aja soal korupsi....selalu saja pernyataannya "kalo terbukti akan kita tindak".....huh...klise BANGET !!!
    Padahal kalo udah terbukti ya..tentu saja pasti ditindak. Lagian berapa banyak sih korupsi yang bisa dibuktikan.....apalagi bukti secara hukum !!!
    Cotoh lain, disebutkan bahwa prioritas utama program pasangan ini adalah "mengentaskan kemiskinan". Tapi gak menyinggung sama sekali langkah-langkah KONGKRIT agar tujuan mulia tsb bisa dicapai.
    Soal pernyataan bahwa partai setuju tidak menutup (tempat-tempat hiburan yang tidak halal).....bukankah ini tanda bahwa ada "kesepakatan-kesepalatan" tertentu antara ParPol dgn BaLon Gub ?

    Untuk bang WW, lain kali kejar dong mereka sampai muncul pernyataan tentang langkah-langkah KONGKRIT atas program mereka sbg Gubernur DKI.

    Salam dan Terimakasih.
  6. From G Suryaputra on 20 April 2007 11:52:09 WIB
    INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUUN . Itu yang pertama saya desahkan ketika mendengar pernyataan saudara2 kita dari Partai Keadilan Sejahtera di JakTV dalam acara Gubernur Kita Kamis 19 April 2007, yang tetap akan membiarkan tempat-tempat maksiat seperti panti pijat, pelacuran, tempat minuman keras yang ada di Jakarta. Sebagai seorang muslim, saya tidak bisa mengerti bagaimana jalan fikiran saudara-saudara kita dijajaran partai, sehingga mereka dapat dengan mudah melegalkan tempat2 yang mungkin daharamkan oleh jutaan umat muslim . Saya tidak tahu apakah hanya untuk jabatan duniawi seperti GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR JAKARTA, beberapa gelintir orang harus merubah rasa imani nya. Dan sangat menyedihkan kalau ini dilakukan oleh saudara2 kita yang sedang bernaung dibawah Partai kedailan Sejahtera , dimana diseluruh dunia melalui Web nya orang bisa melihat waktu sholat Shubuh, Dzuhur, ‘Asar, Maghrib dan ‘Isya’. Sungguh saya tidak bisa mengerti bahwa saudara-saudara saya yang hampir tiap hari berdakwah dari masjid ke masjid, dari surau ke surau, menceramahkan keteladanan nabi atau bahkan ber Assalamu’alaikum ketika bertemu , bisa demikian mudahnya melanggengkan tempat-tempat maksiat perjudian, pelacuran atau tempat-tempat minuman keras.
    Mungkin saya terlalu bodoh untuk bisa mengerti saudara-saudara saya yang berdakwah sekaligus bermain dengan sandiwara politik. Atau mungkin saya tidak tahu bahwa ada HIDDEN AGENDA yang sedang berjalan diantara teman-teman yang berambisi untuk menapaki jalan ke kursi nomor satu di Jakarta, apapun resikonya baik kepada sesamanya ataupun terhadap DIA Yang Maha Tahu. Namun yang pasti, akan semakin berat beban kami sebagai orang muslim untuk berbicara tentang kebenaran ketika sebagian dari kami , dulu mengatakan SALAH dan sekarang mengatakan BENAR tentang KEMAKSIATAN. Juga akan makin berat beban kepercayaan saudara-saudara kami non muslim terhadap kami dan semoga mereka tidak mengatakan kami sebagai orang yang HIPOKRIT.

    G Suryaputra



  7. From gambler on 20 April 2007 13:09:59 WIB
    He he he
    Untuk komen 6, yg penting jgn sampe debat fisik ya dgn Adang & PKS. Kalau yg modern mau disatukan dgn yg kuno, ya…ga ketemu. Tapi kl yg modern dan korup lewat kekuasaannya, saya setuju hrs di : INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUUN -in.

    Sebenarnya hrs diperjelas, kalau tempat pelacuran, saya setuju utk ditutup, tapi kl dance club/pub/karaoke, jg dianggap sbg tempat haram, ya……susah deh…..gimana mo menuju kota megapolitan……Di negara2 Timur Tengah jg ada kok tempat2 hiburan spt ini.
    Walaupun saya sih setuju2 aja tempat2 spt ini bisa ditutup, toh saya tdk bekerja disana & bukan pemiliknya. Kl keluar malam saya hanya memerlukan restoran & penerangan (skr saya setuju busway, krn jd terang) . he he he ….

    Ttg kasus seorang perempuan yg ditangkap di Tangerang, jangan diperbesar lah……hanya seorang kan? Saya rasa sudah jadi kewajiban setiap perempuan , kl keluar malam, berpakaian selayaknya , misalnya berjaket dan bercelana panjang. Kan bisa ganti pakaian ditempat kerja. Bukannya malah ber-tank top dgn alasan Jakarta panas.
  8. From handika aditya on 20 April 2007 14:26:54 WIB
    Saya cm ingin bertanya sama WW, apakah acara gubernur kita cuma akan ditayangkan sampai PILKADA aja? soalnya saya khawatir, ketika tayangan seperti GUBERNUR KITA ini ditiadakan, nanti gubernurnya malah ga karuan kerjanya. soalnya masyarakat ga bisa lagi dapet informasi tentang kinerja gubernurnya, dan yang paling penting, ga ada yang berani ngritik lagi.
    kalo bisa jajaran PEMPROV DKI dibuatkan acara parodi politik aza seperti REPUBLIK MIMPI, WW & EFENDY pasti stuju dong...
  9. From bsimarmata. on 20 April 2007 16:00:36 WIB
    Saya terharu mendengar jawaban-jawaban pak Adang dan Dani,percis seperti jawaban SBY dan JK tempohari.Sepertinya semua bisa diatur dan gampang dilaksanakan.Tapi kita ingatlah bagaimana SBY dan JK hanya bermain kata-kata saja selama 30 bulan ini.Sekarang terserah kita semua,apakah pasangan ini mampu melaksanakan janjinya.Biasanya orang yang terlalu gampang berjanji,gampang pula mengingkari janji.Saya masih respec terhadap Foke yang irit dalam berbicara,namun cenderung banyak bekerja.Mari kita ikuti permainan selanjutnya.
  10. From jazz on 20 April 2007 16:58:50 WIB
    sebagai suatu paparan program mash dalam kerangka global belum teknis biasa spt kebanyakan janji politik hh tapi bagus juga untuk kapasitas pribadi melihat seorang Adang taktis n lumayan smart walaupun agak ngotot. tapi masih bermain ditataran aman mungkin perlu pertanyaan yg lebih teknis ato kalo bisa duel aja 2 cagub yg ada.

    yg penting APAKAH MASIH ADA HARAPAN BAGI WARGA JAKARTA UNTUK HIDUP LEBIH BAIK ? APAKAH MASIH ADA SEORANG PEMIMPIN YANG MIKIRIN RAKYATNYA ? BELUM CUKUP KAH RAKYAT MENDERITA ? BELUM CUKUK KAH RAKYAT BERKORBAN ? STOP JANJI ! TOLONG TOLONG BUKA HATI ANDA BILA MASIH ADA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
  11. From Pengamat on 20 April 2007 18:57:15 WIB
    Hahahaha
    grinning aja aku lihat statements Adang "pasti-tidak-akan-ditutup" Daradjatun
    dan Dani "Insya-Allah-tetap-plural" Anwar.
    Mungkin karena tahu mereka tidak akan kepilih
  12. From didi on 20 April 2007 21:19:09 WIB
    sepakat dengan komentar lain, jawabannya masih seperti kampanye2 lainnya...kayaknya pemilu ataupun pilkada selama ini belum melahirkan janji2 yg terdengar realiti...
    Tolong pak...meskipun tidak akan menerapkan peraturan syariah karena kita Bhinneka, tapi tolong masyarakat Jakarta diberi teladan yang baik dari ADDA sebagai pribadi beriman,pemimpin yang amanah utk semua masyarakat...
    satu lagi pak Hati2 dengan Keberpihakan yang bapak akan lakukan, semoga selalu berpihak pada kepentingan masyarakat...karena teori bilang bahwa keberpihakan itu sifatnya tidak tentu dan biasanya hanya sementara, bagaimana menurut ADDA berdua ?
  13. From arif on 21 April 2007 11:15:23 WIB
    Syariat bukan hanya bicara tentang cambuk bagi rakyat kecil yg berjudi, prostitusi wanita2 miskin, larangan wanita keluar malam. Jika yg dimaksud syariat adalah spt itu, saya setuju dg Bang Dani, Jakarta tidak memerlukan aturan semacam itu, krn itu bukanlah syariat islam yang hakiki. Syariat islam harusnya menampilkan keadilan bagi semua, penegakan hukum tanpa pandang bulu -tidak hanya memburu penjudi dan maling2 kecil tp hrsnya penjudi2 kakap, koruptor2 yg jelas2 menyengsarakan banyak orang, industri2 yg mengeksploitasi wanita-, pemberantasan kemiskinan dan kebodohan, menjaga lingkungan hidup. Untuk ADDA, jadilah seperti Umar bin Khatab, sang penegak syariat sejati, yg adil dan mencintai rakyatnya, yang menegakkan hukum kpd siapa saja.
  14. From Faizal on 21 April 2007 15:36:44 WIB
    Sama seperti komentar-komentar yang lain, jawaban dari pasangan cagub dan cawagub PKS tersebut masih sangat klise dan normatif. Jawaban-jawabannya adalah jawaban-jawaban sekedar untuk menyenangkan hati publik. Padahal publik sekarang, apalagi masyarakat Jakarta, sudah sangat mengenal prilaku para politisi. Jika ingin lebih menarik buat masyarakat Jakarta yang sangat melek politik, sebaiknya Adang dan Dani harus bisa lebih mengeksplorasi ide mengenai pembenahan kota Jakarta yang sarat dengan masalah.

    Bisa jadi juga karena persoalan waktu yang sangat terbatas, sehingga jawaban-jawabannya sekedar ada di permukaan, tidak terlalu mendalam.

    Namun begitu saya tetap salut dengan pasangan ini, karena sudah berani nongol diacaranya bang Wimar. Saya harap pasangan cagub dan cawagub lain juga dapat mengikuti jejaknya Adang-Dani. Sehingga masyarakat Jakarta, pada Pilkada nanti, tidak seperti memilih kucing dalam kardus. Disangkanya kucing, ngga tahunya binatang penghisap duit rakyat.

    Usulan untuk bang Wimar, baiknya acara Gubernur Kita di buat tematik. Contoh saja kesempatan pertama digunakan untuk membedah visi, misi dan program kerja pasangan cagub cawagub di bidang pendidikan. Kesempatan kedua untuk bidang transportasi (masalah kemacetan, kecelakaan dan keamanan di Jalan Raya). Kesempatan berikutnya tentang masalah pendidikan dan seterusnya. Saya berharap, melalui acara bang Wimar ini, masyarakat Jakarta benar-benar bisa mengetahui bagaimana pikiran-pikiran dari setiap pasangan mengenai berbagai persoalan dan permasalahan di kota Jakarta.
  15. From Faizal on 21 April 2007 16:10:25 WIB
    Saya tertarik dengan komentar no. 9, bsimarmata. Sepertinya kawan kita ini cukup mengenal Fauzi Bowo (Foke). Kok bisa yah mengetahui kalau Foke banyak kerjanya? Kalau memang oke kerjanya Foke, kok bisa yach kejadian banjir di awal tahun tidak terantisipasi. Malah bisa di bilang kinerja pemda sangat buruk sekali dalam menangani masalah banjir, dan Foke ada didalam pemerintahan saat itu dan memiliki posisi yang cukup strategis sebagai wakilnya bang Yos. Kalau buat saya Foke adalah kartu mati. Yang saya lihat justru Foke sangat emosi ketika diwawancara tentang persolan banjir. Bahkan hebatnya, Foke menyalahkan Tuhan untuk kejadian banjir tersebut. Tidak tanggung-tanggung yang dijadikan kambing hitam adalah Tuhan.

    Sebenarnya saya sangat menyesalkan jika pada Pilkada DKI nanti, cuma terdiri dari dua calon. Saya berharap, koalisi yang dibangun Foke bisa bubar, sehingga memberikan calon-calon lain yang lebih fresh untuk masuk bursa pencalonan. Kalau hanya dua, saya pikir tidak akan menarik Pilkada nanti. Jangan-jangan malah akan banyak orang yang golput. Saya berharap partai-partai politik jangan pakai kaca mata kuda, masih banyak calon-calon lain yang bisa dipertimbangkan seperti Faisal Basri, Rano Karno, Sarwono atau pun yang lainnya.



  16. From CHIMEL on 21 April 2007 16:55:58 WIB
    Wah asyik banget, bisa lihat rekaman statement Adang yang Pluralis Lewat You tube :)..... Jadi nanti kita bisa tagih janjinya loch Bang Adang - Dani.

    Oh iya, Selamat Datang di Gubernur Kita.. Tempat paling demokratis
  17. From anang, yb on 22 April 2007 10:47:35 WIB
    emm.., kok modus kampanyenya "jadul" banget ya...
    Setali tiga uang dengan yang lainnya.
    Strateginya selalu itu-itu saja:
    Langkah pertama: serang kebijakan pemimpin yang sedang nangkring.
    Langkah kedua: lengkapi serangan pada langkah pertama dengan ide-ide yang populis walau tidak nalarpun tak apa.
    Langkah ketiga (bila sudah terpilih): kembali ke selera asal!



  18. From Anton on 22 April 2007 12:10:17 WIB
    Tripanji Revolusi Jakarta :

    1. Tetap dukung Rano Karno
    2. PKS tidak Pluralis
    3. Effendy Gazali calonkan jadi Gubernur Sumbar, biar dia nggak kebanyakan nongol di TV...
  19. From laler on 22 April 2007 15:06:54 WIB
    saya kebetulan tinggal di ln dan menyukai acara2 talkshow yg edukatif seperti acara ini so buat pengasuh acara gubernur kita ini bsa ga ya dibuat rekamannya ke youtube biar kami2 yg ga bs nonton langsung bisa trus mengikuti acara ini walopun rekamannya aja di youtube. terimakasih
  20. From bagman on 22 April 2007 17:25:52 WIB
    tolak pemilihan di seluruh wilayah indonesia......!!!
    yang penting saaat ini adalah revolusi..
    mereka para (calon) pemimpin hanya pintar berjanji, tanpa pernah bisa menepati janji nya..
    jadilah orang yang kritis..
    adang, dhani, rano karno, atau siapapun dia hanya mau mememntingkan kepentingan golongan nya sendiri..
    bagaimana adang (PKS) setuju dengan pluralisme, sementara mereka di daerah justru anti pluralisme..
    bagaimana ini?
    apakah beda PKS di ibukota dan didaerah?
    kebijakan apa ini?
    benar benar politik yang menyesatkan..
    jadi saya sarankan untuk warga jakarta, tanpa memndang bulu atau golongan, atau siapapun
    jangan pernah memilih lagi, sebab mereka hanya memanfaatkan anda, sebagai sarana utuk karir politik mereka....!!!

    TOLAK..!!!TOLAK...!!! TERTAMA YANG TIDAK MEWAKILI RAKYAT, TIDAK MEMVELA KEPENTINGAN UMUM..!!TOLK MEREKA....



    MERDEKA....
    MERDEKA .....
  21. From WeWeGombel on 22 April 2007 22:57:31 WIB
    jawaban ADDA klise???
    Ya memang di acara ini mana ada jawaban2 konkret???

    acr ini mah sama spt Republik BBM, kalo dijawab serius malah ga laku, ga lucu, ga menghibur..
    Lagian mana ada org sekarang bicara program, Yang penting kan populer...La wong FOKE aja milih CAWAGUB yang POPULER, ga penting dia pinter aatao keblinger..yang penting syaratnya POPULER...(liat di TV2)
    Dan juga yang nanya (WW,EG,dll) juga ga ngerti apa maksud pertanyaanya(beliau2 kan nyari uang di GK). Kalo org seperti WW,EG dll ngerti permasalahn JKT..mungkin dah nyalonin sendiri.
    Klo loe mau nemuin jawaban2 konkret...jalan2 lah di emperan2 JKT, Pengungsian Banjir,Nanya ama korban gusuran mereka pasti jujur mana yang memberi program konkret...jangan Di GK...ga nyambung.





  22. From Johni A Sarvatolle on 23 April 2007 01:53:35 WIB
    KEKECEWAAN SIMPATISAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA.
    Ass Wr Wb. Sebagai seorang muslim dan simpatisan PKS sejak 2004, saya sangat kecewa pada pernyataan tokoh-tokoh muda PKS yang tetap akan membiarkan tempat-tempat hiburan malam yang identik dengan pelacuran, judi , nightclub ataupun hal-hal malam yang merusak moral dan watak bangsa. Pernyataan AdangD dan DhaniA tentang bebasnya KEMAKSIATAN di Jakarta dikemudian hari, tentunya bukan tanpa restu para tokoh partai yang nota benenya adalah tokoh agama, kyai dan haji. Dan tokoh-tokoh seperti Pak Haji Tifakul Sembiring, Haji Igo Ilham, Haji Anis Matta ataupun Haji Nurwahid apakah tidak mengetahui bahwa kadernya mempunyai cita-cita tentang KEMAKSIATAN yang sangat melenceng dari norma dan ajaran agama, hanya untuk sekedar mendapatkan kursi nomor satu di Jakarta.
    Saya sedih, marah dan sesal menjadi simpatisan Partai Keadilan Sejahtera. Saya tersadar kembali bahwa kemasan politik memang bisa dalam bentuk apapun, tidak terkecuali dalam bentuk dakwah, pengajian, penampilan berjenggot atau bahkan penampilan kribo berkacamata seperti bang Wimar.
    Wassalam .
    Johni A.S
  23. From bonggo on 23 April 2007 08:41:51 WIB
    Kita tidak boleh terlalu pesimis terhadap Calon Adang-Dhani karena paparan dia akan memberikan nuansa dalam acara Gubernur Kita sehingga memberikan gambaran untuk pembelajaran bahwa Calon ini mau tampil di acara ini untuk mendorong CALON WAKIL DARI KOALISI JAKARTA yaitu Fauzi Bowo untuk melihat visi dan misinya di Acara Gubernur Kita di Jak TV.
    Yang terpenting dalam pilkada ini adalah asas JURDIL yaitu JUJUR dan ADIL. dalam pelaksanaannya.
    Dimana dapat dipilah bahwa pra pilkada, saat pilkada dan setelah pilkada.
    Pada pra pilkada yaitu pendaftaran dari daftar yang diberikan RT/RW melalui Kelurahan masing. Pada tempat RT yang saya tinggal sampai saat ini tanggal 23 April 2007 telah turun DP4 dari Dinas Kependudukan DKI yang setelah saya baca hasil print dari Dinas Kependudukan TERDAPAT KEANEHAN YANG NYATA dimana :
    1. Orang meninggal juga sudah terdaftar
    2. Yang nama double(dua) yang sama dengan tanggal lahir dan alamat yang sama.
    3. Tanggal lahir yang sama misalnya tanggal 1 Juli pada nama yang berbeda.

    Hal ini akan MENJADIKAN PERTANYAAN APAKAH INI STRATEGI DARI PARA CALON YANG MEMEGANG JALUR BIROKRAT (INKUMBEN)yaitu Bpk Fauzi Bowo untuk memenangkan PILKADA. Sehingga ada penggelembungan nama dan data yang terdaftar sehingga menjadi dasar dari permintaan KERTAS SUARA.
    Kalau hal ini DIBIARKAN AKAN MERUSAK TATANAN DEMOKRASI DALAM PILKADA, setelah calon ini telah MEMANFAATKAN JABATANNYA DI KETUA BNP(Badan Narkotika Propinsi) UNTUK MEMBUAT BALIGO BESAR sampai KECIL di seluruh DKI untuk MEMPOPOLURKAN WAJAHNYA UNTUK PILKADA. Padahal seperti DIKETAHUI JUMLAH PEMAKAI NARKOBA NAIK TAJAM walaupun ada BALIGO.

    Hal ini AKAN MEMBERIKAN CATATAN KHUSUS BAGI WARGA DKI YANG CERDAS BAHWA KECURANGAN YANG TERJADI akan menurunkan CITRA CALON INKUMBEN ini sehingga AKAN DIBOIKOT untuk TIDAK DIPILIH DI PILKADA DKI.
  24. From Ngawur on 23 April 2007 09:37:22 WIB
    PKS ngawur, apa bedanya PKS dengan partai lainnya kalau Cagub dan Cwagubnya seperti itu. PLuralis ni yee.
    Ah mending milih Golkar saja saya mah. Mari dukung Fauzie Bowo.
    Selamat tinggal PKS......... ! ! !
    Cepat cari Cagub dan Cawagub yang baru. Yg sesuai dengan platform PKS. Atau anda akan kehilangan suara tahun 2009.
    Kalau sistem prekrutan pemimpin2 di PKS kayak gity ya gimana mau maju PKS. Partai dakwah katanya, hah bye2 lah.
    Salam;
  25. From Suharjono on 23 April 2007 12:40:55 WIB
    Pemimpin yang gagal adalah pemimpin yang berhenti belajar, jadi siapapun nanti yang jadi gubernur dia harus mau belajar dan terus belajar, bagaimana menjadi gubernur yang baik. Karena dunia kan terus berputar :)
  26. From ADILPIERO on 23 April 2007 13:04:10 WIB
    Saya setuju dengan pak adang, bahwa tempat hiburan tidak ditutup sekarang ini. karena akar masalah dari kota jakarta adalah kemiskinan. Mereka melakukan itu untuk mendapatkan makan untuk anak dan istri mereka. bukankah dengan menutup tempat hiburan berarti kita akan membunuh mereka secara perlahan-lahan??? karena mereka tidak ada penghidupan. Memang solusinya dengan penanganan kemiskinan dan pembukaan lapangan pekerjaan. sehingga mereka mempunyai alternatif untuk mendapatkan pekerjaan
  27. From sysas syah on 23 April 2007 22:38:54 WIB
    jangan percayalah janji politik 99 persen blong,1 persen benar itupun kebenaran pas aja,hanya dia dan yang DIAtas yang tau

    salam pikiran waras dan jernih
  28. From Yuli on 24 April 2007 11:49:20 WIB
    Akhirnya Calon Gubernur pilihan warga Jakarta, tampil di GK.
    Orangnya Santun, Kalem dan tidak emosional, walaupun pertanyaan yg diajukan WW selalu memojokkan.

    Top Buat ADDA (Semoga sukses)
    GBU
  29. From Ashar on 24 April 2007 17:13:30 WIB
    GOLPUT aja...gitu aja kok repot......
  30. From ezra on 24 April 2007 18:25:39 WIB
    wah saya setuju banget dengan cagub dan cawagub ini, walaupun berasal dari partai yang menjunjung tinggi moralitas, tapi yach namanya dunia.... kita harus menghadapi realitas hidup apa adanya, kecuali seperti di mekah sana, wong orang arab juga banyak yang superjahiliyah kok, ya... yang riil-riil sajalah, kalau kita pilih adang-dani, yang nanggung dosanya kan mereka berdua, he2, lha kalo pilih fauzi apa bisa itu? wong nyari cawagubnya aja bingung kok, yang Minang-militer kepengen jadi cawagub, yang Jawa-militer juga kepengen,pak fauzi daripada bingung cari cawagub , mendingan adang-dani aja dipinang jadi cawagub kembar, he2 , stuju gak bang wimar....
  31. From Misara on 25 April 2007 11:04:02 WIB
    Asw,

    SANTUN dalam berargumentasi dan berkomentar menunjukan kedewasaan berfikir.

    Perubahan signifikan yang diharapkan oleh beberapa pihak simpatisan PKS (seperti menegakkan panji2 Islam secara cepat&radikal) memang tidak bisa terjawab oleh PKS,

    begitu juga lontaran opini oposan PKS yang terlalu "NGERI" sama taring PKS juga hanya mampu berteriak dibalik selimut tebal tanpa mampu menunjukkan TINDAK KONKRITnya (padahal mereka selalu menantang PKS untuk Konkrit bertindak--hahaha..lucu juga pihak yang satu ini..)

    Berdiri bersama ADANG dalam pertarungan sengit ini memang disadari PKS bukan suatu hal yang mudah (dengan segala upayanya memperbaiki konstruksi kehancuran pejabat2 pendahulu di Jakarta ini--anehnya, udah tau pejabat2 dulu hancur tenan ya kok masih mo pertahanin juga??!bukan begitu pak Fauzi bowo?).

    Apalagi ketika partai mungil (red-PKS) ini harus berhadapan dengan aliansi oposan 14 partai lainnya..(hahaha...ternyata PKS kecil2 cabe rawit yah! SALUT saya!)

    yang jelas, masalah penutupan tempat maksiat dan pluralitas Jakarta memang perlu waktu untuk perbaikannya,
    lebih pada pendekatan Humanis bukan Strukturalis (Humanis=masy. sebagai subjek yang sadar akan pentingnya perubahan cepat, Strukturalis= masy. sebagai objek yang dijadikan sasaran perubahan cepat oleh mpunya kekuasaan, contohnya:ya situkan tau gimana rasanya jd orang jakarte selama ini...yang gak ikutan korupsi pasti BISA JUJUR!hahaha)

    segitu aje....

    yang pasti GO!GO!GO! buat ADANG&de genk...
    PKS, tetap tunjukan cita rasamu sebagai PARTAI KAUM INTELEKTUAL MUDA NAN CERDAS& BERSAHAJA!
    Salut saya buat kalian semua...

    wass.
  32. From rakkan on 25 April 2007 11:33:46 WIB
    hahaha...

    Salut buat ADDA dan TIMnya yang SOLID! (PKS, 4 tumbs up!)

    Awalnya kaget juga pas baca kalo ADDA&PKS ogah tutup tempat maksiat...

    tapi belakangan setelah baca ulang...dan DI FIKIR2 dengan tenang...
    ada benernya BANGET!

    Tempat maksiat ada >>Karena>> EKONOMI RENDAH,
    EKONOMI RENDAH >>Karena>> Kesempatan&tingkat PENDIDIKAN GAK RATA,
    Akibatnya: SKILL MASYARAKAT untuk mengolah Potensinya RENDAH,
    Hasilnya: Masy Kurang mampu MEMILIH JUAL DIRI untuk BELI NASI...

    kalo di runtun2 AKAR TUNGGANG Masalah JKT emang pada KEMISKINAN..(setuju berat tuh sama prioritas ADDA!)

    Nah Kalo gini hari ada kemiskinan, sedangkan potensi daerah banyak, kan ada hal yang mengganjal...
    yaitu: DIKEMANAIN TUH HASIL OLAHAN (Duit2) JAKARTA??
    (..nnaaaah...kalo pertanyaan ini emang lebih pantes di jawab ama yang udah "pengalaman" lama ama pemerintahan JAKARTA, gimannnnaaaaa pak Fauzi Bowo&de Gank, bisa jawab??..hayooo yang gak korupsi pasti bs JUJUR...hahahah..)
  33. From Tommy on 25 April 2007 12:14:08 WIB
    Sebagai rakyat ada baiknya kita positif thinking dulu pada semua calon yang ada, Adang, Dhani, Fauzi, Rano atau siapapun.

    Kemudian kita tuntut semua calon untuk mau bekerja keras untuk rakyat, baik sebelum pilkada, saat pilkada, setelah pilkada, baik terpilih jadi pejabat maupun tidak.

    Kita dorong para calon untuk banyak bekerja, bahkan termasuk banyak bicara, banyak sosialisasi, banyak bertemu masyarakat, banyak komunikasi, banyak berkeringat.

    Kita dorong mereka semua untuk berkompetisi secara sehat, memberikan yang terbaik bagi rakyat. Kita kondisikan agar semua calon ber - Fastabiqul Khairat.

    Kita jangan sampai mendapat pemimpin yang tidak mau / tidak biasa ber-repot-repot untuk rakyat.
    Kalau tak mau repot, jangan jadi pemimpin.
  34. From rachman on 25 April 2007 13:08:18 WIB
    akhirnye die nongol (aldino) ! sebenarnye ade nyang lebih penting dari sekedar nongol : mampu kagak adda ngejalanin ape nyag die ucapin itu ??? ane mantan orang jakarte ( sekarang ktp-nye bekasi ) berharap jangan cuman ucapan doang tapi ntar kalo eneran jadi gubernur kudu inget dan ngamalin tuh ape nyang diucapin !! kalo kagak dijalanin namenye : peng-khianat ! kalo pengkhianat tempatnye di-nerake !
    maju terus semua calon gubernur, besaing nyang sehat. jangan ente2 nyang besaing ane rakyat jakatre sengsare ! ane-ane warge jakarte siap "memilih", anti "golput" !
  35. From Bobby Slamet Hendrawan on 25 April 2007 15:50:34 WIB
    iyalah..mana mungkin ditutup wong bukan bulan Ramadhan..apa berani bung adang gak nutup tempat hiburan dibulan ramadhan??..entar kebanyakan janji malah pusing sendiri..karena rakyat sekarang menjadi lebih jeli karena banyak yang ingkar janji
  36. From acun on 26 April 2007 11:20:54 WIB
    salam kenal;
    saya melihat diskusi yang terjadi sangat menarik; beberapa stetmen yang disampaikan calon pemimpin jakarta ini merupakan "gbhn"nya jakarta kedepat. potret biru yang disampaikan memang menjadi prioritsa utama jakarta terutama membicarakan kemiskinan, saya menilai jumlah masyarakat yang miskin lebih banyak dibandingkan dengan tempat hiburan/maksiat yang ada, jadi logikannya kalo bicara kemiskinan pasti semua orang sepakat.
    adapun pertanyaan seputar perda syariah saya rasa kekhawatiran yang sangat amat berlebihan dan terkesan isu ini sengaja dihembuskan untuk menjegal pasangan ini. namun saya berfikir konstruktif untuk yang satu ini, di mana yang nama sebuah aturan itu harus memiliki landasan yang sangat kuat bukan hanya tripikal dari sosok pemimpinya namun ia harus mendasarkan pada implikasinya bagi masyarakat.
    thanks.
    acun saja.
  37. From Intox on 26 April 2007 16:59:03 WIB
    Bosen gue ngeliat orang2 terus2an salah kaprah mengenai frase2 seperti "Syariah", "Anarkisme," dan "Jihad". Paling buat bosennya lagi yg sering buat salah ini adalah orang2 dari pihak "jurnalisme".

    Mengenai topik diatas, politisi Indonesia mana yg memang menetapi janji? Jangan berharap banyak kepada mereka yg sudah terkait terlalu kencang sama mereka yg udah terkontaminasi sama si status quo.
  38. From Djazuli on 27 April 2007 15:22:14 WIB
    Sdr. Intox (#37), jangan menyalahkan "pihak jurnalisme" soal salah kaprah istilah "syariah".

    Jangan lupa, bahwa perda-perda yang aneh-aneh seperti di Tangerang itu, pada saat awal di-usung-usungkannya, sampai kemudian disetujui, selalu diberi label sebagai perda yang lebih sesuai dengan syariah.

    Jadi siapa yang paling salah kalau istilah "syariah" dibajak untuk perda2 yang aneh-aneh dan tidak penting? Ya partai2 yang mengajukannya perda2 itu sebagai representasi "syariah", bukan jurnalis.
  39. From pengamat kota jakarta on 27 April 2007 15:45:03 WIB
    jakarta memang plural. macem-macem suku dan agama ada disini. dan yang namanya perda syariah itu di daerah manapun di indonesia memang tidak ada. yang ada tuh perda anti maksiat, perda anti pelacuran, perda anti minuman keras, dll...paham?
    memang bener, kefakiran dekat dengan kekafiran. jadi yang harus dibenahi adalah kemiskinan itu dulu. dan pembukaan lapangan kerja baru yang halal yang bisa jadi alternatif pekerjaan.
    tempat maksiat ada karena kemiskinan dan tidak ada pekerjaan.
    kemudian juga benahi akhlak.
    kenapa banyak bgt orang yang nolak penutupan tempat yang kaya begitu karena memang mereka tidak punya pekerjaan dan tidak punya akhlak. dan kalo langsung tempat itu langsung ditutup sama aja mendzolimi orang lain. jadi kemiskinan diberesin, trus buka lapangan pekerjaan, abis itu perbaiki akhlak.
    jadi, maju terus deh buat ADDA
    buat foke :cari wagub dulu gih sono...
  40. From batubara on 28 April 2007 01:04:32 WIB
    buat yg golput, termasuk #20,

    tolong jgn demo nanti ke gubernur yg baru, krn anda sndiri yang tidak menggunakan hak anda untuk memilih dan dipilih. klo merasa mampu jaga omongan dan memerdekakan indonesia, silakan maju.

    soal tempat2 'maksiat',

    i don't know about PKS being pluralist in Jakarta, and non-plur otherwise. Tapi saya setuju klo menutup tempat2 sperti itu bukan solusi yg paling bagus untuk menuju Jakarta yang lebih baik.

    Mind you, not that I agree that those places are good for Jakarta. Resources Jakarta itu terbatas, ga punya polisi segitu banyak. Jadi lebih baik diallocate untuk hal yg lebih efektif, contohnya, premanisme. This differentiates PKS from FPI and Betawi Brotherhood.
  41. From pamuji on 28 April 2007 18:49:17 WIB
    Hati hati dengan orang yang mengaku mantan simaptisan PKS yang kemudian merasa kecewa dengan PKS.
    Ini adalah ulah orang non muslim yang pura pura pakai nama islam.
    Dalam banyak forum dan milist yang mereka ini mengaku muslim tapi menjelekkan satu dengan lainnya. kadang mengaku sebagai orang NU (PKB) lalu menjelekjelekkan PKS, saat lain mengaku PKS dan menjelekjelekkan NU/PKB/PPP, dll.
    Hati hati dengan komentar mereka. sebagai sesama muslim, bila ada suatu berita, kita harus tabayyun (mungkin non muslim tak tahu istilah ini, bingung cari cari artinya).
    Kita harus tabayun, agar tak menimbulkan perpecahan diantara kita. kita sebagai negara muslim terbesar di dunia, banyak yang nggak suka. makanya krisis yang sudah 9 tahun, sampai sekarang belum selesai, karena memang ada yang sengaja biar indonesia nggak bisa bangkit dan maju.
    Kemudian dalam politik, memang kadang harus memakai bahasa diplomatis, yang kadang orang yang bicara dan yang mendengar suka salah paham.
    JakTV melalui WW juga perlu dipertanyakan motivasinya dan juga pertanyaan pertanyaannya memang menyudutkan.
    Kita perlu belajar lebih banyak lagi bahasa diplomasi
  42. From kafka on 28 April 2007 19:01:35 WIB
    Yang pasti buat gubernur yang terpilih, setidaknya lebih memperhatikan nasib rakyat miskin.. tidak asal gusur sana- sini.., sistem transportasi harus diperbaiki... thank's
  43. From ayahnya rafi on 28 April 2007 19:16:20 WIB
    Bismillahirrahmanirrahim,
    INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUUN, jika pernyataan tidak akan menutup tempat maksiat adalah benar...
    jangan sampai karena ingin meraih suara banyak kita menggadaikan idealisme kita...

    Sebenarnya berapa banyak sih orang yang suka ke tempat maksiat sehingga harus kita rangkul suaranya..?

    dengan logika moral sederhana (jgn berbicara agama dulu)
    jelas tempat maksiat itu merugikan

    " Ya 4WI berilah kekalahan yang sempurna jika calon kami itu ingin mendukung tempat maksiat, kami lebih senang berjuang dan kalah demi membela kebenaran,dari pada menang sesaat tapi menggadaikan agama kami..."

    teman.. jauh lebih banyak saudara2 kita di Jakarta yang masih bermoral...
    mengapa tidak kita rangkul mereka dan berjuang bersama-sama...
    bukan demi partai atau golongan... tapi pada kehidupan yang lebih baik lagi...

    kami akan terus berjuang dengan atau tanpa kemenangan gubernur...

    karna itu adalah amal shalih bagi kami...
    karena itu adalah surga kami...
    kami akan membina adik2 kami, saudara kami dan lingkungan kami...
    tidak mengedepankan kekerasan tapi hikmah dan kerja keras...

    "MEMBANGUN MASYARAKAT INI ADALAH KERJA BESAR DEMI PERUBAHAN BESAR.."

    MENJADI GUBERNUR ADALAH HAL KECIL

    < kami yang dibawah yang akan trus bergerak tanpa henti, membangun dan berjuang >
  44. From Intox on 28 April 2007 23:42:19 WIB
    Harus ada yg membela Separation of Church and State...

    Masalah adanya "tempat maksiat" seperti nightclub, itu menurut saya memang ada dimana-mana. Kalo tempat-tempat seperti itu dilarang, akan banyak underground clubs yg tak diregulasi (lihat timur tengah). Dan lagipula, ini bukan masalah ideology atau menjadi idealist, tetapi masalah toleransi. Mungkin tax yg besar untuk para pemilik tempat maksiat? Atau regulasi waktu buka?

    @no. 38: Jurnalis mempunyai tanggung jawab dalam memberikan informasi kepada rakyat. Salah satunya adalah meluruskan salah kaprah.
  45. From Lin Ayyafa on 30 April 2007 08:55:37 WIB
    AStaghfirullah......, hati2 dengan lidah kita, krn dia akan diminta pertanggungjawabannya nanti di hdpn Alloh. Jangan sembarangan berjanji, apalagi janji yg tdk diridhoiNya (spt:Tdk akan tutup tempat maksiat).....
  46. From anak palmerah on 30 April 2007 16:02:03 WIB
    Maju aje trus Bang AD-DA, kayaknya situs ini salah menyimpulkan statement-nya Bang Dani, lihat donk Bang Dani ini bilang itu belum prioritas, karena prioritas utamanya kan menyejahterakan rakyat, klo rakyat udah sejahtera dan masih ada yang jadi pelacur dan penjudi, pasti pelacuran dan perjudian yang PERTAMA KALI dibabat abizzzz !!!
  47. From ARYA on 30 April 2007 20:08:27 WIB
    maju terus ADDA
    yang ngomong syariat belum tentu tahu apa itu syariat ???
    karena sudah banyak hukum positif yang diperjuangankan oleh PKS dan teman partai lain di Dewan yang sesuai dengan islam ( UU anti korupsi, UU pendidikan , DLL ) tampaa harus banyak omong itu sudah diperjuangkan'
    kita harus berangkat(mulai) dari apa-apa yang kita sepakati , yang belum sepakat kita simpan saja dulu , ingat siapa pun, agama apapun , sepakat korupsi itu jelek brantas, sepakat MIRAS dan Narkoba berbahaya , dilarang
    OKE maju terus
  48. From titin on 08 May 2007 13:40:33 WIB
    WW, kalo ngasih pertanyaan yg berbobot donk..dan jangan memojokkan salah satu kandidat... jangan-jangan WW mo mengGOLkan salah satu kandidat ya...

    selamat berjuang para kader PKS...
  49. From warga jakarta on 10 May 2007 17:59:18 WIB
    buat anda yg Golput,silahkan...itu hak anda.
    buat anda yg memilih,silahkan pilih dengan hati nurani.
    buat anda semua,dari pada saling menjelekan lebih baik mari berbuat yg lebih baik mulai dari yg kecil saat ini juga dan dari diri kita dulu.
    ada peribahasa: lalat di seberang lautan kelihatan, tapi gajah yg di depan mata gak kelihatan (maaf kalo kurang pas peribahasanya).
  50. From yoshua irfan panggabean on 18 May 2007 08:41:06 WIB
    kalo saya sebagai orang batak yang ada di jakarta bukan ngga percaya, sebagai penganut kristen saya tetap ngeri, karena adang di dukung PKS, nantinya bakalan ngotot nerapin syariat islam di jakarta, udah gitu kita jangan lupa kasus pengadaan alkom dan jarkom serta 100 mobil timor di mabes polri belum yang menyeret nama adang belum selesai, bagaimana korupsi bisa dihapus kalo sapunya kotor. gitu aja kok repot
  51. From Jefri Hutasoit on 18 May 2007 13:35:35 WIB
    Tidak ada kekhawatiran terhadap PKS untuk saya dan sebenarnya untuk kita semua.
    saya percaya kalo PKS pluralis buktinya di papua ada anggota legislatif dari PKS yang nasrani.
    kawan saya kader PKS dia taat banget ke agamanya, tapi dia juga sangat menghormati saya. jadi jauh dari gambaran saya sebelumnya..
    saya yakin statemen ttg pluralis adang dani bukan omong kosong.
    malah yang telah kita saksikan ormas-ormas keagamaan maupun kesukuan yang sekarang mendukung foke yang sering bertindak atas nama agama mereka untuk memaksakan kehendak mereka kepada orang lain. saya justru khawatir kalo foke terpilih mereka semakin beringas. ditambang mentak korup foke yang menggunakan setiap moment yang didanai dari APBD untuk ajang kampanyenya.
    BARU KAMPANYE AJA SUDAH KORUP APALAGI KALO DAH JADI.
    SAYA SETUJU KALO DIA AHLINYA.. AHLI NYUSAHIN RAKYAT !!!
  52. From Yoga on 20 May 2007 23:59:11 WIB
    Berapa banyak sih manusia yang mau bekerja di tempat yang katanya "maksiat"??

    Siapa yang mau, jika memang ada lapangan pekerjaan yang menjanjikan ~ minimal dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bekerja dalam lingkungan maksiat? Sebutkan, siapa yang mau hidup dalam gelimpangan dosa? Mendosakan orang lain pula? Sebutkan saja.

    Well.. nurut saya sih, perda-perda yang ada sekarang sudah cukup. Mau butuh berapa banyak perda lagi? ntar orang bernafas harus dibikin perda?

    Yang dibutuhkan adalah bukan Perda tapi kekonsistenan aparat yang berada di bawah amanat perda itu. Tapi, kembali lagi. Apakah aparat-aparat tersebut sudah terpenuhi kebutuhannya? Kalau belum yah sami mawon. Percuma. Karena pada ujungnya, mereka sendiri malah yang mempencundangi perda perda yang ujug buneng banyaknya.

    Mengenai masalah kemaksiatan, ga bisa kita salahkan orang lain. Salahkan diri anda jika anda sebagai orang tua yang tidak bisa mendidik anak. Karena anak terdidik, akan kuat menahan gempuran godaan daripada anak tak terdidik. So, kuatkan pendidikan Agama, dan Budi Pekerti, bukan cuma bangun gedung bagus trus udah selesai. Gak ditindak lanjuti. Kuatkan jalur pengawasan ke sekolah-sekolah.

    Satu lagi buat bung Adang. Kalau anda merasa diri anda "kurang bersih lingkungan" (meminjam istilah order baru) yang bermakna masih ada masalah dengan hukum, selesaikan dulu masalah anda baru maju ke pemilihan. Anda sendiri yang akan malu dan malu tersebut akan terbawa hingga ke keluarga anda juga jika nantinya malah terbukti bersalah dan dipecat dari Gubernur (jika terpilih lhooo..)
  53. From anut on 26 May 2007 19:22:45 WIB
    Selaku bangsa Islam, Apapun atribut partai tersebut sekalipun berslogan Islam, selama terikat dengan sistem kekuasaan yang non / semi Islam, ia tidak akan bisa mewakili kepentingan bangsa Islam.

    Sesungguhnya perjuangan bangsa Islam adalah melalui proses iman, hijrah dan jihad. Dan itu pasti. Namun sayang sedikit yang mau ...

    wassalam

    anut
  54. From danzig on 29 May 2007 20:28:48 WIB
    salam buat WARGE jakarte yang dikit lagi insya allah akan melangsungkan hajatnya, maksudnye PILKADA, yang mao digelar kire-kire 2,5 bulan lagi, aye seh ga mao sesumbar, tp cuma mo ngasi tau kalo sebuah kezholiman itu harus di hilangkan diatas muka bumi ini, aye inget cerita seorang sahabat nyang dulu sempet jadi khalifah, yang ga mau seneng sebelum rakyatnye seneng, uda da aye ga mao panjang2 intinye kalo nyang mimpin kite sekarang neh bikin kezholiman ya ya ya ente pikir aje deh, jangan lupe shalat istikharah dulu, biar dapet nyang okeh dunia akherat. sukses buat bung ww
  55. From purwanti on 03 July 2007 15:00:44 WIB
    assalamu'alaikum.wr.wb
    salam buat rekan2 semuanya. saya ingin ikut menanggapi pernyataan adang daradjatun selaku cagub DKI. saya hanya bisa istighfar mendengar pernyataan2 semacam itu keluar dari mulut anda. anda lahir dari sebuah partai intelektual Islam, yang memiliki pemahaman Islam lebih tinggi. tapi ternyata cara berpikir anda tidak lahir dari pemikiran yang benar2 Islam. pemikiran anda tidak ada bedanya dengan anak SD yang awam sekali. kalo tidak ya tidak, kalo iya ya iya, dengan kata lain anda justru mengikuti arus politik, dan bukannya menciptakan politik yg sehat, tapi justru ikut-ikutan menceburkan diri dalam politik yang sakit. anda tidak memiliki pendirian, tapi mengikuti permainan. bagaimana anda bisa tegas terhadap kebatilan, jika anda justru takut terhadap kebatilan itu sendiri?? semoga anda bisa menemukan jati diri anda lagi, sebagai seorang muslim sejati, bukan pengekor demokrasi !
  56. From lukman hakim on 05 July 2007 12:45:30 WIB
    Disuruh milih nyang berpengalaman, tapi hasil dari pengalamannya kaga' (minimal kaga efektif dan efisien slama 5 taon). Dibilangin suruh kudu ganti tuh pimpinan nyang udah ada, tapi ape iya die ideb ame soal2 nyang ade di Jakarta kite??. TAkutnya nih, (menurut aye aje deh) kalo aye pilih bang Foke, jangan2 Bang Foke ini nyalonin lagi atas saran "kerabat2" nye di pemda. Maksudnya sih, biar korupsi nyang udah2 (nyang akan dateng(klo kpilih) juga) kaga ketahuan, alias "sesama teman dan sesama koruptor dilarang saling bocor". Kalo orang baru duduk di kursi Pemkot, takutnya ketahuan deh tuh korupsi nyang udah2! (kan bukan fren, katanya). Jadi, kalo menganut paham "lebih baik mencegah madorot (hal-hal buruk) dari pada mengambil manfaat (manfaat juga kan blom tentu). katanya sih, Jakarta bakal lebih bermanfaat untuk semua kalo diserahin ame "ahli"nya. Tapi, yah aye pilih Bang Dani yang terbukti ahli dalam mensejahterakan rakyat.
  57. From jo on 14 July 2007 11:28:37 WIB
    Terus terang saya bingung milih siapa buat gubernur ini. Sutiyoso bilang kalo gloput itu ga bertanggung jawab karena ga milih tapi nanti complain. Saya mikir, loh enak aja dia ngomong begitu... Bagi saya ini pemaksaan untuk memilih.. Wong calonnya ga ada yg meyakinkan begitu...

    Ini sama saja seperti maling yg memaksa saya untuk memilih "Harta atau nyawa?", tentu orang berakal sehat (atau setidaknya saya) akan sebisa mungkin ga memilih harta maupun nyawa dan memilih kabur secepat-cepatnya. Bukan kabur dari masalah, tapi kabur dari ancaman untuk harus memilih (yang pilihannya merugikan semua). Saya sendiri kurang suka orang golput, tapi sepertinya kali ini saya akan golput. Ga rela suara saya dijadikan semacam 'approval' bagi yg menang nanti.

    Mau golput salah... mau milih juga kok rasanya salah, rasanya seperti membohongi diri sendiri... Gimane nih Sodare-Sodari?
  58. From hery on 16 July 2007 10:33:05 WIB
    assalamu'alaikum, wr.wb.
    meskipun bukan warga jakarta, tapi gak papalah

    soal penutupan tempat maksiat ato perda syariah

    tolong baca, itu bukan prioritas...
    kalo kemiskinan sudah bisa diberantas dengan cara halal,...
    ya bakalan dengan sendirinya yang membuka kaya' begonoan bakal rugi sendiri

    sekali lagi masalah akhlaklah yang utama,...

    ya memang dengan adanya tempat maksiat akhlak juga rusak, tapi kan kalo bisa diperbaiki tanpa mendholimi orang laen kan jauh lebih bijak...

    bijak buat semua kan...

    biar mereka jago ngomong, soal realisasi ya rakyatnya yang rajin ngingetin,... oke

    (makanya buat orang-orang yang suka nyalahin orang-orang yang lagi demo ya instropeksi dirilah, toh juga ngingetin penguasa,...yang penting demonya g anarkis)

    cekap semanten (cukup sekian-bahasa jawa)

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb
  59. From richard on 21 September 2007 17:21:19 WIB
    Tempat hiburan selama puasa yang memang sebaiknya dibatasi, tapi jangan sampai menutup rumah makan selama bulan puasa seperti yang terjadi di daerah2 lain. Sampai terkadang terlihat pemilik RM diseret2 layaknya penjahat. Memilih puasa atau tidak, janganlah menjadi paksaan buat semua orang. Puasa kan seharusnya menjadi rahmat dan berkah bagi semua orang.

« Home