Adang dan PKS: Cocok Soal Pluralitas Agama di Jakarta?
Perspektif Online
18 May 2007
Platform Antara Adang dan Dani
Laporan oleh Hayat Mansur
Mantan Wakapolri Adang Daradjatun yang bukan kader partai maju menjadi Cagub DKI dari PKS dengan didampingi kader PKS Dani Anwar yang kini anggota DPRD Jakarta. Apakah platform mereka sama? Anda bisa simpulkan sendiri berdasarkan jawaban keduanya terhadap pertanyaan yang diajukan para tokoh lintas agama di acara Gubernur Kita.
Tampil untuk kedua kali di acara Gubernur Kita, Adang Daradjatun dan Dani Anwar dihujani pertanyaan mengenai komitmen menjaga pluralitas di Jakarta dari para tokoh lintas agama. Pada acara Kamis malam (17/5) hadir (sesuai abjad) Budi S Tanuwibowo (Tionghoa), I Nengah (Hindu), Moeslim Abdurrahman (Islam), Beni Susetyo (Katholik), dan Winata Sairin (Kristen). Acara dipandu Host Effendi Gazali, Co Host Iwel dan Fenny Rose, dengan dua panelis tetap yaitu Ryaas Rasyid dan Wimar Witoelar.

Komitmen Pluralisme
Berikut ini jawaban Adang dan Dani terhadap pertanyaan mengenai komitmen mereka terhadap kehidupan pluralisme beragama termasuk kepercayaan dan kehidupan sosial dan budaya, termasuk sikap terhadap pelacuran dan pemijat
Adang Daradjatun
Tentang perusakan oleh kelompok tertentu, yang pasti negara kita adalah negara hukum. Jadi berbicara tentang penegakan hukum tidak main-main terhadap siapa pun kelompok yang melakukan perusakan. Kita tidak melihat obyeknya apa. Sepanjang dia melakukan pelanggaran hukum, kita tindak. Itu pasti
Mengenai masyarakat kepercayaan. Memang diberi kebebasan dan silakan saja mereka memilih agama dan kepercayaan masing-masing. Saya pikir itu suatu hal kebhinekaan yang dipersilakan untuk tidak diberi peraturan dan pembatasan-pembatasan.
Berbicara keanekaragaman budaya. Jadi sekali lagi, lebih-lebih kalau kita berbicara kota metropolitan, Jakart itu miniatur Indonesia sehingga mimiliki bermacam-macam latar belakang suku dan agama. Jadi keberagaman itu sangat indah. Jadi pandangan saya tentang keaneka ragaman, yang pasti harus kita jaga sebaik-baiknya.
Berbicara tentang ibadah yang diberi kebebasan, itu sudah pasti dijamin oleh negara. Kita, sebagai pemerintah DKI jika nanti mendapat kepercayaan, pasti memberikan kesempatan ibadah.
Tentang pelacuran dan pijat. Kita harus bijaksana dalam pemecahan suatu masalah. Kita tidak boleh melihat dari satu sudut saja. Dia memang pelacur, dia memang pemijat, tapi bagaimana kita memberikan suatu ruang untuk ditata, diberi tempat yang baik dalam konteks pemijat. Sekarang ada pemijat yang tidak digaruk begitu saja. Jadi bagi saya, mereka harus diberikan ruang untuk bekerja.
Tentang Perda-Perda yang berhubungan agama. Perda tidak dibuat oleh seorang gubernur, perlu bekerja sama dengan Dewan. Jadi saya pikir, semua pemikiran yang ada di masyarakat dan ide pasti ditampung dalam pembuatan Perda. Tidak begitu saja Perda itu bisa dibuat.
Tentang banyak kelompok orang yang membuat kerusakan di tempat ibadah. Untuk penegakan hukum, saya tidak melihat dalam kontek apa tapi sepanjang menggangu ibadah agama tentu kita harus melakukan tindakan hukum
Dani Anwar
Dalam perspektif PKS, setidaknya ada dua hal dalam kaitan pembangunan keberagamaan ke depan. Pertama, peningkatan kualitas hidup beragama di Jakarta ini. Bagaimana seluruh warga Jakarta bisa meningkatkan etos kerjanya, bisa kemudian saling menghormati satu sama lain dalam kaitannya dengan masalah kepercayaan. Kedua, pembangunan kerukunan hidup keagamaan di Jakarta ini
Hal-hal yang berkaitan tentang adanya oknum yang melakukan perusakan terhadap kegiatan ibadah, tinggal dilihat apakah kedua pihak telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Jika ada satu pihak yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku, itu harus ditindak.
Kaitan dengan pelacur. Itu persoalan berat yang dihadapi Ibu kota Jakarta, Itu fakta yang ada. Saat ini dilakukan pembinaan oleh suatu badan Pemda Dki yang berkaitan Bintal Kesos. Kita harus melihat akar persoalannya adalah kemiskinan dan sulit mendapatkan pekerjaan. Tapi banyak saudara kita yang menjadi pelacur setelah diberi ketrampilan kemudian tidak suka dengan ketrampilan itu mereka kembali lagi. Ini yang menjadi problem sosial dan kita pikirkan bersama karena mungkin mereka tidak mau bersusah susah untuk mendapatkan rezeki. Mungkin yang hobi, kita tindak. Tentu yang karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, kita atasi dengan memberi pekerjaan kepada mereka.
Tentang kerukunan hidup beragama karena ini menjadi suatu perhatian para tokoh agamaa yang hadir pada malam ini, sebagai kader PKS saya dididik untuk taat pada agama saya. Tapi pada saat bersamaan saya juga dididik untuk menghormati segala macam kepercayaan yang ada di Jakarta ini. Karena itu kalau kami ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di Jakarta ini maka tidak ada hal lain yang Bapak-Bapak dapatkan kecuali kebaikan, kebaikan, dan kebaikan.
Keberatan Kampanye Foke
Wimar: Pak Dani, Bapak sebagai calon, bagaimana melihat ada rekan yang menggunakan APBD untuk iklan. Apakah Bapak keberatan atau setuju?
Dani: Penggunaan dana APBD kalau itu memang benar tentu akan menjadi persoalan
Wimar: Pasti benar karena itu acara DKI yang muncul tampang Cagub. Jadi pasti benar.
Dani: Tinggal kita lihat nanti. Kita mempunyai mekanisme untuk menyelesaikan persoalan itu
Wimar: Berarti Bapak ingin mengelak dari persoalan itu
Dani: Sama sekali tidak.
Wimar: Kalau untuk hal yang begitu saja Bapak tidak bisa mengambil sikap, bagaimana dengan masalah yang abu-abu?
Dani: Sama sekali tidak tetapi kita memahami bahwa DPRD memiliki mekanisme untuk menyelesaikan persoalan itu.
Wimar: Saya bertanya sikap Bapak pribadi terhadap penggunaan APBD, apakah setuju atau tidak?
Dani: Sikap saya secara pribadi, kalau ada penggunaan APBD untuk kepentingan kampanye pribadi, saya sangat tidak setuju dan itu menunjukkan ketidak fair Pilkada di Jakarta ini.
Penutup
Adang Daradjatun
Berbicara tentang demo dan lempar handuk, itu pasti. Jadi kalau nanti kita memang tidak berhasil dan didemo, saya yakin Bang Dani juga siap untuk bagaimana rakyat menginginkannya. Sekali lagi kita hadir di sini sebagai bagian pertanggung jawaban saya dan Bang Dani terhadap masyarakat. Jadi saya pikir kita tidak akan bermain konsep-konsep tapi yang penting aplikasinya
Dani Anwar
Untuk itu kepada para tokoh agama berikanlah kesempatan kepada kami berdua untuk membuktikan statement yang kami ucapkan pada malam ini.
Wimar Witoelar
Penonton harap mencatat bahwa malam ini semua pertanyaan dan jawaban itu sangat penting. Jadi mohon Anda menggunakannya untuk memilih gubernur pilihan Anda seraya kami menghargai Cagub yang datang dan menjawab pertanyaan semampu mereka.
Untuk pembaca Perspektif Online: Jangan kesel kalo orang lain pilihannya beda dengan Anda. Tiap orang bebas memilih berdasarkan masukan yang dia terima. Makanya tulis di bawah, mengapa pilihan anda yang terbaik.
Adang, Foke atau Sarwono?
Baca juga:




49 Comments: