Articles

Bisik: Wimar Witoelar

Bintang
30 July 1997
KALAU mau mendengar guyonan politik terbaru, Wimar Witoelar gudangnya. ''Entah mengapa, orang senang sekali ngasih joke-joke politik sama saya,'' kata Wimar di Kafe Bellissimo, Apartemen Kusuma Chandra, Kamis (24/7) petang lalu. Tak heran kalau Wimar tak pernah kehabisan bahan penghangat obrolan. Sampai suatu ketika, belum lama berselang, seorang reporter The New York Times mewawancarai mantan pengasuh Perspektif -SCTV yang sekarang pembawa acara Selayang Pandang di Indosiar. Bukan lantaran profesionalisme sang reporter yang membikin Wimar tertegun, melainkan pertanyaan pertama yang diajukannya.

''Beri saya satu joke politik,'' kata Wimar dalam bahasa Inggris, meniru ucapan reporter itu. Bukan Wimar kalau tidak bisa mengajukan pendapat- pendapat "lugu" yang menggelitik. Tapi, ''Nggak tauk kenapa, waktu itu saya malah jadi bingung. Joke-joke di kepala saya, hilang semua. Barangkali ini bukti, bagaimanapun lebih enak ngomongin soal 'beginian' sama teman-teman sendiri,'' ungkap Wimar dengan tawanya yang khas. ''Kayaknya itu wawancara paling melelahkan yang pernah saya alami. Selesai wawancara saya langsung pulang, tidur,'' lanjut Wimar, dengan tawa makin berderai.

Kisah itu -- tentu saja -- diungkapkan Wimar di hadapan "teman-teman sendiri", yakni beberapa wartawan yang diundang untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-52. ''Dalam sepuluh tahun terakhir saya nggak pernah merayakan ulang tahun. Paling di rumah saja,'' kata Wimar, yang punya kebiasaan menghapus files para relasinya yang telah hilang kontak selama 3 tahun. Ngomong- ngomong, menurut biodata, Wimar lahir pada 14 Juli 1945. Kalau dirayakan telat, bukan lantaran kangen mendengar guyonan politik dari wartawan 'kan? Selamat ulang tahun, Oom! * hes

Print article only

2 Comments:

  1. From keket on 27 September 2006 14:40:18 WIB
    seharusnya itu wartawan The New York Times minta hadiah kalo WW ga bisa jawab pertanyaannya, krn jarang2 loch WW begitu, hampir ga pernah malah (hehehehe sotoy bgt)
    Is it right,WW?
  2. From wimar on 27 September 2006 15:09:32 WIB
    keket, saya kalau disuruh lucu malah serius. kalau disuruh serius, malah lucu. mungkin kebiasaan masa kecil yang nggak senang dipertontonkan... tapi lama-lama saya menyesuaikan diri dengan permintaan, jadi damailah semuanya.. >)

« Home