Articles

Wartawan Kita Berlemak, Mungkin Anda Juga

Perspektif Online
10 October 2007

Oleh Nindita dan Hayat Mansur

Ade Rai: Lemak Pembunuh Nomor Satu Manusia

Apakah pembunuh manusia yang utama? Menurut Binaragawan terkemuka Indonesia Ade Rai, lemak merupakan penyebab kematian nomor satu manusia. Karena itu dalam acara Media Gathering InterMatrix Communication, Ade Rai mengingatkan kepada puluhan wartawan agar menjaga kadar lemak kita dalam tubuh. Lalu bagaimana kadar lemak wartawan kita?

Kendati cuaca Jakarta pada Selasa sore (9/10) agak mendung, suasana Resto and Cafe Bebek Bali di Taman Ria Senayan begitu ceria. Puluhan wartawan dari berbagai media dan bidang liputan berkumpul dalam Media Gathering sebagai apresiasi InterMatrix Communication terhadap para jurnalis atas persahabatan yang telah terjalin selama ini. Pada acara ini hadir tamu kehormatan Ade Rai yang merupakan sahabat karib Wimar Witoelar, dan Pemimpik Redaksi Majalah Cosmopolitan Fira Basuki yang juga penulis buku biografi Wimar Witoelar berjudul "Hell Yeah".


(Lihat foto lainnya)

Acara dimulai dengan kata sambutan selamat datang dari Chairman InterMatrix Wimar Witoelar. "Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang selama ini telah banyak membantu dalam suasana persahabatan yang tulus. Media merupakan satu unsur penting dalam kehidupan demokrasi kita," kata Wimar.

Seusai berbuka puasa bersama, hmm dengan hidangan ala Bali yang lezat, Wimar Witoelar dan Ade Rai melakukan percakapan interaktif dengan para wartawan mengenai kesehatan. Ini penting karena kita seringkali baru menyadari arti kesehatan ketika kita sakit. Padahal untuk dapat bertugas dan berkarya, semua orang termasuk wartawan harus memiliki badan sehat.

Menurut Ade Rai, menjaga kesehatan itu mudah. Kita harus teratur berolah raga dan mengatur asupan makanan. "Apakah para wartawan teratur berolah raga?" tanya Ade Rai. Ternyata dari sekitar 60 wartawan hanya lima orang yang mengaku senang berolah raga, dan hanya satu orang jurnalis yang mengaku mengatur makanan yang diasupnya.

Melihat hal tersebut, Ade Rai mengingatkan agar mulai rajin berolah raga. "Teman-teman juga bisa punya badan baru, percaya deh," tegas Ade Rai bersemangat memotivasi semua orang untuk menjadi lebih sehat.


(Lihat foto lainnya)

Dengan berolah raga dan memperhatikan asupan makanan, lanjut dia, kita semua dapat mengurangi lemak dalam tubuh sehingga membuat tubuh lebih bugar dan tidak mudah sakit. Lemak yang berlebih di dalam tubuh menjadi penyebab berbagai penyakit sehingga lemak merupakan penyebab kematian manusia nomor satu adalah lemak. Karena itu kadar lemak dalam tubuh harus dijaga.

Penjelasan Ade Rai ini membuat penasaran para wartawan apalagi yang bertugas di bidang liputan kesehatan terhadap kadar lemak mereka. Antrian panjang pun terjadi pada acara sesi lemak gratis yang digelar InterMatrix. Mau tahu kadar lemak para wartawan? Lihat saja di tabel berikut.

Acara diakhir dengan pembagian door prize. Lima wartawan yang beruntung mendapatkan doorprize adalah Angela (Femina) mendapatkan TV flat 21’, Bambang Jatmiko (Bisnis Indonesia) mendapat kamera digital, Syifa (Jurnal Nasional) mendapatkan Ipod, dan lima HP CDMA diraih Michael (Majalah Gaya Hidup Sehat), Algooth (Bisnis Indonesia), Reny (Rakyat Merdeka), Amelia (Detik.com). Namun semua wartawan yang hadir mendapatkan hadiah tas travel besar dari InterMatrix dan paket dari klien Lifebuoy dan Pepsodent.

Terima kasih untuk teman-teman wartawan yang hadir, selamat untuk semua pemenang, dan tetap jaga kesehatan ya!

Print article only

8 Comments:

  1. From Timothy I Malachi on 12 October 2007 09:28:08 WIB
    Jaga asupan makanan + rajin berolahraga = sehat :)
  2. From wak tul on 12 October 2007 11:07:08 WIB
    Kadar lemak yg sehat berapa sih ?

    Kita2 ini khan orang lapangan. Kalo ga sering makan bisa masuk angin. Ada resepnya ngga ? Bagi2 dong...
  3. From mel on 14 October 2007 20:07:41 WIB
    Terima kasih yach rekan2 Wartawan yang berpartisipasi memeriahkan acara buka puasa bersama IMX..

    sejak ada kegiatan rutin cek kadar Lemak setiap bulan di rumah WW. Jadi termotivasi mengurangi kadar Lemak.

    Hehehe tapi dua bulan belakangan, ngemil tengah malam + gak pernah olahraga kadar lemaknya jadi naik kurang lebih 4%. Padahal 3 Bulan Lalu sempat kadar lemak di 23 % dah 2 bulan ini kadar lemak masih di 27 % padahal berat tetap di 50%.

    Ayo semangat menstabilkan kembali kadar lemak kita :)
  4. From Ria Wibisono on 22 October 2007 21:27:43 WIB
    "Ternyata dari sekitar 60 wartawan hanya lima orang yang mengaku senang berolah raga, dan hanya satu orang jurnalis yang mengaku mengatur makanan yang diasupnya."

    Apakah enam orang ini memiliki kadar lemak yang rendah dibandingkan dengan yang lain?
    Saya juga penasaran, ukur kadar lemaknya pakai alat apa sih? Bisa dijelasin nggak cara kerjanya?
    Di pasaran kan ada timbangan yang mengklaim bisa mengukur kadar lemak, caranya seperti memakai timbangan biasa, hanya saja nanti akan keluar print out-nya. Selain itu harus diinput data usia, jenis kelamin, dan tingginya. Apakah timbangan seperti itu akurat ataukah harus memakai alat seperti di atas?
    wah nanyanya banyak nih, sori ya WW....
  5. From Goestaf on 06 November 2007 07:10:18 WIB
    Tapi... hidup sehat di Indonesia ayaknya masih terlalu mahal ya? Apalagi dengan mengikuti gaya Ade Ray...
  6. From siti darojah on 08 November 2007 20:54:02 WIB
    Secara kita ini deadline malam tiap hari. Pulang sampe rumah mata masih seger. Terpaksa deh ngubek-ngubek lemari makan. apa yang ada sikaaat. Jadi begini deh. Pagi, hari kita sih prefer tidur dari pada olah raga.
  7. From Ndiek on 05 January 2010 11:15:01 WIB
    Bagaimana cara membuat berotot
  8. From Katty on 20 June 2011 12:59:24 WIB
    Haha. I woke up down today. YouÂ’ve cheeerd me up!

« Home