Articles

Apakah Blog Berpengaruh pada Pemilihan Presiden?

Seputar Indonesia
08 November 2007

Melihat sukses Pesta Blogger 2007 baru-baru ini, yakni blog dinyatakan sebagai forum ekspresi mutakhir, timbul pikiran, apakah blog akan juga berperan sebagai ajang kampanye presiden?

Sudah diketahui luas bahwa blog memainkan peran penting dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2004. Bahkan, banyak yang mengatakan, kalau John Kerry lebih pandai memanfaatkan blog, dia bisa menang waktu itu. Blog seharusnya bisa memberikan respons cepat terhadap kampanye negatif yang diluncurkan kubu Bush mengenai kejadian di perahu perang di Vietnam.

Sering suatu kejadian ditentukan oleh timing dan teknologi.Ambil contoh, kampanye kepresidenan Al Gore tahun 2000. Dia kalah tipis di negara bagian Florida. Bahkan, banyak yang berpendapat bahwa sebetulnya Gore menang,tapi dipermainkan oleh tipu muslihat penghitungan suara.

Kenyataannya, pemenangnya adalah George W Bush, yang popularitasnya merosot tajam pada 2007 gara-gara petualangannya di Irak dan sikap mutlak-mutlakan terhadap politik kelompok Islam. Al Gore justru sebaliknya, mencapai posisi paling terhormat dalam karier politiknya. Ia mendapat hadiah Nobel untuk perdamaian berkat usahanya membatasi Global Warming.

Film buatan Al Gore "An Inconvenient Truth" justru memenangkan hadiah Oscar untuk film dokumenter terbaik. Calon presiden yang kalah pada 2000 itu mendapat dua kehormatan puncak di tahun 2007, yaitu Oscar (Academy Award) dan Nobel Peace Prize. Sementara Bush, yang mengalahkannya, hanya mendapat celaan dan tertawaan ketika ingin mengembalikan wibawanya.

Tahun 2000 adalah tahun buruk bagi Al Gore, sedangkan 2007 adalah tahun buruk bagi George W Bush. Internet dan multimedia ramah terhadap Al Gore yang menguasainya, kejam pada Bush yang gagap teknologi (gaptek). Menurut pengakuannya sendiri, pemakaian internet bagi dia adalah sebatas melihat tanah ranch di Texas melalui Google Earth. Bagaimana pada 2008?

Barrack Obama dan Hilary Clinton di pihak Demokrat sangat memanfaatkan blog untuk mengumpulkan dukungan suara dan dukungan dana. Di pihak Republik, belum terjadi penyadaran yang meluas terhadap media baru karena calon seperti John Mc Cain dan Rudy Giuliani adalah tokoh politik yang dibesarkan di dunia nyata.Paling jauh, pemanfaatan teknologi bagi mereka adalah televisi.

Musibah World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 membuat Rudy Giuliani bersinar sebagai Wali Kota New York. Sidang terbuka senat menunjukkan kecemerlangan John Mc Cain sebagai tokoh yang konservatif dalam nilainilai kebangsaan, tetapi liberal dalam konsep sosial ekonomi. Melayangkan pandangan kita ke Indonesia, belum kita lihat peran signifikan blog atau dalam profil calon presiden.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang mempunyai blog, tapi kelihatan kurang yakin, Jusuf Kalla malah meremehkan internet.”Saya tidak pernah buka email. Buat apa punya sekretaris, kalau saya harus buka email sendiri?”ungkap Jusuf Kalla.

Faisal Basri dan Sarwono Kusumaatmadja, dua calon Gubernur DKI Jakarta yang diminati pemilih cerdas, tersisih jauh oleh Sutiyoso –maaf, Fauzi Bowo– dan Adang Daradjatun yang memasang foto mukanya di jalan-jalan Jakarta tanpa memusingkan blogging atau social networking melalui Web 2.0.

Malah,wartawan pun sering tidak dianggap peserta serius dalam proses demokrasi karena uang telah menjadikan pelicin jalan ke arah pengumpulan suara. Pada zaman Orde Baru, kunci kemenangan adalah Soeharto. Siapa dapat restu, dia bakal menang. Makin sedikit muncul di media,makin bagus. Sekarang, ada pilihan dua pola pemenangan suara. Pertama, dengan politik uang.

Kedua, dengan politik media. Kerangka politik uang sudah jelas.Kumpulkan uang sebanyak mungkin dari korupsi jabatan sebelumnya, atau dari uang Soeharto yang sekitar USD 25 miliar, atau cari investor yang dijanjikan keuntungan dari permainan proyek pejabat terpilih. Pola yang kedua, membangun dukungan publik melalui media jauh lebih rumit karena lebih jujur.

Cara ini sudah dimulai oleh SBY dalam Pemilu 2004. Walaupun Megawati menguasai massa dan Golkar menguasai birokrasi, SBY menang dalam opini publik dan dalam penampilan di televisi. Pada Pemilihan Presiden 2009, diharapkan pola kedua (membangun dukungan publik) bisa menggeser politik uang. Sebab bagaimanapun, memenangkan suara melalui pencitraan di media massa dan internet akan membuat proses pemilihan jauh lebih jujur daripada mengandalkan uang untuk memfasilitasi hubungan pemilih dan calon.

Semua media massa konvensional telah membuka divisi internet dengan wartawan yang membuat liputan website menuju blog. Semua kampanye politik mempunyai blog, walaupun sebagian besar masih malu-malu. Keuntungan blog politik, yaitu kalaupun calon yang diperjuangkan kalah dalam pemilihan, data dan sikap calon tetap tersimpan dalam internet yang akan menjadi bagian dari referensi untuk kemudian hari.

Dalam bahasa Web 2.0, blog politik menciptakan collective intelligence dan juga political networking bagi orang di luar jangkauan lingkaran fisik penongkrong sekretariat dan posko partai. Seperti corporate blog, website yang berkaitan dengan tokoh politik atau tokoh media sebagian besar masih terasa dipaksakan. Membuat blog memang sederhana dilihat secara teknis, tapi tidak mudah menjadi blogger yang efektif.

Misalnya, kalaupun setiap pemandu talk show mempunyai website, banyak yang tidak menarik. Daya tarik sebuah blog tergantung hubungan penulis dengan pembaca. Boleh dipandang sebagai ”reaksi kimia” atau ”magic touch” yang bisa menggalang energi dalam blogosphere. Blog akan punya peran yang semakin besar dalam Pemilihan Presiden 2009.

Tapi, yang akan berperan adalah blog yang sudah hidup dengan pengunjung yang tetap. Tidak bisa seorang calon presiden menulis beberapa kata dalam suatu website dan berharap hasilnya bisa disebut sebagai suatu blog. Tinggal kita bayangkan,siapa yang bisa membuat blog paling efektif; Megawati, Sutiyoso, SBY, Wiranto, atau Jusuf Kalla. Atau seorang blogger yang mempunyai visi dan kepemimpinan politik.(*)

Wimar Witoelar

Print article only

38 Comments:

  1. From didut on 08 November 2007 14:29:59 WIB
    asal bisa tahan emosi ajah kalo blognya dikomen-in ama lawan politiknya atau yg gak suka, kelemahan politik kita khan gak tahan dengan budaya kritik :P
  2. From aze bizesha on 08 November 2007 15:15:58 WIB
    bisa dijadikan referensi tuh

    gimana kalo calonnya nanti disuruh buat blog. pastinya bakal ketauan siapa yang doyan nulis, yang sanggup ngungkapin kelebihannya, yang mampu mempersuasifkan misinya, ataupun yang tahan dengan ocehan pengunjyngnya.
  3. From AG. Syam on 08 November 2007 16:56:34 WIB
    Kalau semua capres bikin blog, kita tinggal memilih blog mana yang paling oke. Bloggernya bolehlah kita sebut President of Indonesian Blog.
  4. From Epat on 08 November 2007 17:21:27 WIB
    Suatu saat blog akan bisa ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan (sudah sering terjadi), suatu saat kebebasan blog tidak akan lagi hanya dibatasi koridor "etika", dan suatu saat akan ada yang berteriak "kembalikan blog pada kitahnya".
  5. From andi miswar on 08 November 2007 17:48:44 WIB
    kita tunggu saja, media massa akan menulis sebuah headline: "CAPRES 2009 MENDADAK NGE-BLOG".. :). jadi kuli tinta sebaiknya mulai ngeblog juga biar bisa menyelami lagi lautan blog.

    bener ga om ww?
    http://andimiswar.info/
    [tidak nyalon pilpres 2009]
  6. From bungdedy on 08 November 2007 18:06:37 WIB
    Dua pola pemenangan suara: Politik Uang dan Politik Media, Jika politik yang kedua ini benar-benar populis dimasyarakat pemilih, tentunya bakal jadi "proyek" yang gede bagi para blogger mania untuk ikut jadi tim sukses kampanye divisi Blog guna mengkomunikasikan agenda-agenda calonnya.
    (Kok jadi bergeser ke politik uang)
  7. From Verdinand on 08 November 2007 18:40:14 WIB
    contoh blog politik yang sukses ada di AS.
    DI Indonesia, belum ada.
    Dan sepertinya tidak akan ada.
  8. From BK on 08 November 2007 20:00:40 WIB
    Postingan ini mengatakan »»Sekarang, ada pilihan dua pola pemenangan suara. Pertama, dengan politik uang. Kedua, dengan politik media ««

    Kemenangan melalui politik uang jelas tidak dibenarkan.. Karena sistem ini adalah sistem kemenangannya orang-orang berkualitas rendahan... Apa yg bisa diharapkan dg orang-orang yg menang melalui sistem ini..?

    Sedangkan kemenangan melalui politik media »» Saya setuju dg postingan ini kalau Sistem ini lebih baik dari pada politik uang. Media memberikan informasi kpd para pemilih berbagai alasan mengapa kita harus memilih si-A atau si-B..
    Apalagi jika si Calon langsung memberikan informasi tsb via media blog. Tentu semakin memudahkan kita "mengenal" dia...

    Tapi saya ingin 'menambahkan sesuatu', bahwa tidak ada yg bisa mengalahkan sistem kemenangan melalui politik "USAHA/KERJA NYATA"
    Sistem politik ini jauh lebih berkualitas...
    Siapa yg bisa terjun langsung dan memberikan MANFAAT kepada orang banyak (apapun manfaat itu) maka terlepas dipilih atau tidak, dialah PEMENANGNYA...
  9. From Sayfa_MaiZenA on 08 November 2007 20:11:13 WIB
    Hmmm....

    Keliatannya di Indonesia ga bisa gitu deh.. Lagian kalaupun iya, yang mbuat blog itu pasti bukan para capres2 tersebut, atau paling tidak mereka tidak akan sempat menanggapi comment2 secara langsung.. Yah, wajar sih.., kan sibuk melakukan kampanye secara konvensional..

    Ehm, saya juga mungkin gitu ya kalo jadi capresnya... Hahaha
  10. From M Fahmi Aulia on 09 November 2007 07:53:40 WIB
    blog sebagai sarana kampanye sukses di AS, karena banyak hal, namun yg bisa menjadi alasan adalah:
    1. tingkat pendidikan pemilih yg lebih baik
    2. hak akses (internet) yg mudah

    lagipula perilaku pemilih di Indonesia masih cenderung emosioinal,sehingga para calon mungkin lebih berpikir 'real' dalam membuat dan menetapkan strategi kampanye :(
  11. From aul on 09 November 2007 09:09:54 WIB
    hmm, yang jelas kalo di blog bakal lebih vulgar 'pertarungannya'
  12. From yokie on 09 November 2007 11:25:45 WIB
    Yah, media memang efektif untuk men-citra-kan kepentingan..., dan efektifitasnya juga sangat tergantung dengan budaya, intelektualitas dan ikatan emosi dari sasaran yang dituju.
    Menghadapi 2009 ? pilih presiden yang pake argo-meter. jadi ngga perlu bayar apapun... setuju ?
  13. From enda on 09 November 2007 16:32:50 WIB
    Untuk 2009 mungkin tidak hanya blog secara khusus, tapi arus pertukaran informasi di Internet sudah seharusnya mulai dicermati juga oleh para kandidat presiden.

    Minimal masing-masing kandidat melakukan online campaign dan memiliki situs yang jelas, informatif dan berguna.

    Yg perlu dicermati sebenarnya yg semacam Moveon.org di US, yang menggabungkan kekuatan koordinasi di web dengan kekuatan massa secara real di lapangan.

    Tahun 2004, ada http://pemilu2004.goblogmedia.com :) pastinya tahun 2009 akan makin banyak dan lebih bagus yang semacam!
  14. From Butet on 09 November 2007 21:53:26 WIB
    Gampang, dong.... Kalo nanti sudah terbukti efektif, tinggal mbayar orang untuk maintain blog, dan membuat komentar, membuat kontra-komentar. Kembali ke duit lagi, kalo dulu buat bayar uang bensin dan uang cape; termasuk nantinya mbayar orang untuk ngirim sms dan vote di internet.
  15. From Arham on 10 November 2007 00:50:32 WIB
    secara umum yang saya liat baru sby yang buat blog tapi dia bukan blogger, kan blognya dikerjain orang.
    untuk mendapat suara lewat blog, tentu akan lebih keliatan kan suara yag keluar asli ato tanpa di filter lagi, keras dan very-very clean.....
    nah keunggulannya jelas kalo via blog suara yang bisa dihasilkan bisa dilihat dari responnya, jelek-nya dia/sang calon bisa sakit jantung om kalo dia kebuka kedoknya ato diulas kejelekannya sama om WW... :-)

    most of all, kira2 bisa dapet 10%-20% suara via dari total pemilih suara di indonesia..kalo yang bikin kartu pemilihnya ngak bikin double

    Arham
    http://road-entrepreneur.com
  16. From gilang on 10 November 2007 08:45:25 WIB
    Kalau menurut saya kurang efektif untuk saat ini, namun bisa dijadikan peluang alternatif untuk menjaring suara dari kalangan blogger. Om WW mungkin bisa jadi salah satu pihak yang akan ditunggangi salah satu kandidat calon presiden untuk bisa mendukung suaranya, bahkan dijadikan tim sukses divisi blog, mengingat banyak yang bisa di persuasif kan melalui blog ini, bener gak??
  17. From Intox on 10 November 2007 09:16:47 WIB
    Baru2 ini Ron Paul, kandidat presiden dari partai Republican, berhasil mengumpulkan donasi dari para "penggemarnya" sampai sebanyak 4 juga dollar dalam SATU HARI, dan semuanya dari INTERNET. Bukti bahwa (disana) internet mempunyai kekuatan yg nyata, setidaknya dalam fund raising ini. Sedangkan Ron Paul sendiri bukan lah kandidat yg dianggap "level atas", seperti McCain atau Gulliani. Dia mungkin Kucinich-nya Republican lah, dianggap agak terlalu progresif (yg ibaratnya dianggap haram dalam pesta pemilihan presiden di Amerika).

    Kalo sistem ini dipakai di Indonesia, mungkin para pengguna internet yg savvy bisa melakukan perubahan seperti ini juga. Kita mungkin bisa push orang2 baik yg memang mempunyai kredibilitas untuk memimpin. Asalkan para pengguna internet Indonesia memang mau "berkorban" (alias menyisihkan sebagian uang, atau melakukan hal2 pro aktif lainnya) untuk mendukung kandidat yg memang jauh lebih bagus daripada yg lain secara nyata.
  18. From anggun on 11 November 2007 11:25:26 WIB
    tapi dengan jumlah pengguna internet di indonesia, apakah mungkin?
    Kecuali setelah baca blog diteruskan dengan penggunaan media tradisional kita, nge-gossip.
  19. From insan131 on 11 November 2007 14:36:17 WIB
    Kalo akuw jadi capres 2009, hal yang akuw lakukan adalah menyewa web designer handal, perancang aplikasi flash - javascript , master designer, dan orang fikom.
    Lalu akuw akan meminta mereka membuat website tentang diriku dimana didalamnya anda2 semua se indonesia bisa mengopi, memasang di blog dan mendownload aplikasi internet, flash dan graphic untuk dipasang pada blog, friendster dan websitenya. gitu aja sih, capres juga kan harus bisa ngasi banyak manfaat.

    yang lagi ngetrend sekarang sih ngebuat design layout2 untuk blog dan friendster, lalu aplikasi2 unik kreatif untuk friendster dan blog. jamin deh kancah perblogan dan perfriendsteran indonesia akan menaruh sedikit simpati.

    hohoho...
  20. From mamah ani on 11 November 2007 18:34:43 WIB
    Capres mau menarik simpati lewat Blog ? Boleh boleh saja
    Tapi para blogger tuh udah pada pinter koq pak.Mereka tahu postingan yang dibikin capresnya sendiri atau yang dibikinin orang lain, akan terasa dari tulisan tulisannya koq. Karakteristik orang dalam menyampaikan gagasan, pikiran yang keluar murni dari hatinya atau pribadinya, akan terbaca jelas, beda satu dengan lainnya.
    Capres mau bikin blog ? mangga wae...asal bikin postingan dengan konsisten, bikin tulisannya jangan garing ( artinya nggak dijiwai gitu lho ), menarik untuk terus dikunjungi, lama lama kalau cocok ya hati ketemu hati bukan ?
  21. From Dartono on 13 November 2007 09:04:36 WIB
    Wartawan ibarat ratu dunia. Khalayak akan selalu mengamini apa yang dikatakan. Kalaau wartawan memuji, semua orang ikut menyanjung. Sebaliknya jika wartawan membenci, semua orang ikut - ikutan membenci. Jadi, pembentukan opini lewat media massa sangat efektif mempengaruhi calon pemilih disamping uang. Untuk saat ini, TV menempati urutan nomor satu dalam hal keampuhannya. hal ini karena TV sudah masuk hampir disemua rumah orang Indonesia, dan hampir semua orang nonton TV. Kalau blog, barangkali belum mampu mengalahkan TV mengingat terbatasnya jumlah pemakai internet di Indonesia. Lha wong banyak orang yang masih menganggap komputer itu seperti makhluk ghoib, apalagi internet !
    Tapi bagaimanapun, bog tetep ada pengaruhnya meskipun tak sedahsyat TV.
  22. From bumisegoro on 13 November 2007 14:51:00 WIB
    selama blognya tidak bisa generate buzz saya kira tidak akan banyak berpengaruh dech, baik positif maupun negatif. meskipun demikian, kandidat yang tidak berusaha memanfaatkan potensi blog bakal kecolongan.
  23. From annots on 13 November 2007 16:14:20 WIB
    hmm, pak yusil sepertinya juga sudah mulai terjun ke dalam ranah blog Indonesia http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com
  24. From teddy on 13 November 2007 20:10:41 WIB
    mungkin blog hanya bisa dimanfaatkan oleh orang yang benar2 paham akan apa itu internet, bisa kita ambil contoh pilkada kemarin berapa banyak orang yg paham dengan yg tidak. jadi intinya blog itu mungkin tidak banyak mebantu.
  25. From odjie on 14 November 2007 01:37:35 WIB
    blog kudu obyektif jangan tendensius...
  26. From mz on 14 November 2007 20:28:09 WIB
    Dalam konteks keindonesiaan, menurut hemat saya, blog belum bisa dijadikan medium signifikan untuk kampanye presiden 2009. Hal ini karena, meminjam bahasa Immanuel Kant, conditions of possibility yang mengarah ke sana belum terbentuk.
    Pertama, mayoritas karakter pemilih Indonesia bukanlah masyarakat yang melek informasi dan terdidik [illiterated people], berbeda dengan, misalnya, pemilih USA yang sudah pada tahap literated people. Hal ini, mislanya, bisa disimak pada beberapa kecenderungan survey LSI [Lembaga Survey Indonesia]. Pemilih Indonesia banyak memlih karena pencitraan media televisi dan cetak atas capres, maka itu menanglah SBY. [lihat Pintar Bermain di Ranah Citra; Majalah Tempo, Edisi Khusus 3 Tahun SBY-JK]. Saya yakin Om WW yang juga tulisanya dimuat TEMPO edisi tersebut sudah membcanya. [Btw, I agree when you said: the message is that leadership needs rejuvenation]
    Kedua; kebanyakan pemilih kita [atau masyarakat Indonesia pada umumnya] tengah mengalami bagaimana bertahan hidup; mencari makan, memikirkan biaya sekolah dll. Walhasil, capres yang ngerti menyogok masyarakat kita dengan cara kebutuhan dasar sesaat ini, maka akan lebih meraup suara. Hal ini berbeda dengan pemilih USA yang kebutuhan dasar hidupnya, katakanlah, sudah lebih terpenuhi.
    Tapi, saya yakin, suatu saat, blog akan menjadi sarana efektif untuk kampanye presiden. Entah kapan? 2014, mungkin, ketika Jakarta diramalkan stuck dengan kemacetan.


    Tabik
    MZ

    PS: I’m a new blogger. Would u like to see my blog? [amuaz.wordpress.com]
  27. From timothy i malachi on 15 November 2007 14:03:11 WIB
    mungkin kalau pengguna internet di indonesia sudah sebanyak di amerika, penggunaan blog mampu memberikan dampak yg signifikan. tetapi di Indonesia kondisinya berbeda akses internet masih mahal jadi rasanya agak prematur mengharapkan blog memberi pengaruh besar dalam pemilihan presiden.
  28. From ingki on 18 November 2007 23:41:34 WIB
    di kota-kota besar bisa. di daerah-daerah mungil kayaknya masih mustahil.
  29. From Zulfi on 20 November 2007 07:24:51 WIB
    Menurut saya sebagai bagian dari globalisasi dan new technology. Blog sangat potensial utk dijadikan alat pendidikan politik bagi masyarakat. apalagi dengan jumlah blogger yang terus meningkat dengan drastis, akan sangat mubadzir bila menyia2kan teknologi ini .... :)
  30. From Ahmad kurnia elqorni on 23 November 2007 11:38:51 WIB
    Blog saya kira untuk lapisan masyarakat menengah bisa dijadikan media opini publik dalam menemukan tentang yang layak tidaknya jadi pemimpin, tapi untuk level bawah rasanya belum, apalagi masyarakat bawah yang mayoritas belum tersentuh. Bahkan kaum intelektual saja banyak yang apriori dengan pemilu ataupun pilkada terkecuali pemerintah membudayakan kegiatan blogging sebagai sarana pencerdasan bangsa, tidak ada yang terlambat pastinya.
    http://akur-stbajia.blogspot.com
  31. From agussusilo on 25 November 2007 09:35:56 WIB
    Pasti ada pengaruhnya om, minimal buat saya,kelak untuk mempertimbangkan memilih presiden yang baik.demokrasi(serta sinonimnya) adalah perjalanan peradaban bangsa.menuju masyarakat sejahtera
  32. From Nukman Luthfie on 29 November 2007 19:25:13 WIB
    Blog hanyalah format media online. Dibanding portal, format ini memang lebih interaktif dan lebih mudah memicu viral marketing. Namun, tentu saja, blog akan berpengaruh dan memicu viral ketika isinya memenuhi syarat-nyarat viral, antara lain memiliki kelekatan (connectedness). Sekarang tinggal bagaimana tim kampanye capres bisa memilih ahli strategi dan eksekuor di online agar blognya (maupun format media online lainnya) mampu mempengaruhi pemilihan presiden
  33. From zarod on 05 January 2008 21:11:39 WIB
    blog hanyalah sebuah media, ya media untuk memulerkan diri kepada masyarakat or orang yang berkunjung ke blog yang punya. masalahnya sekarang adalah apakah masyarakat indonesia sudah terbiasa dengan blog or dunia internet. jangankan untuk internet yang mungkin sebagian masyarakat sudah terbiasa tp bagi sebagian orang bagaimana ? kita juga harus ingat bahwa masyarakat indonesia sudah terbiasa dengan apa yang dinamakan melihat dan mendengar, sedang blog sendiri syarat dengan tulisan yang mengharuskan orang untuk ( gak hanya ) melihat tapi juga harus membaca dan mencerna jadi menurut saya berpromosi dengan dunia blog untuk mencapai kursi kepresidenan harus di tambah dengan penampilan didunia nyata yang penuh dengan "KENYATAAN".
  34. From Martha on 13 January 2008 09:03:43 WIB
    I think the argument that says than there aren't THAT MANY Indonesian holds access to internet and blogs therefore there wont be significant change in Indonesian political climate does not hold ground. First of all because of the fact that people loves to talk and second of all, as far as rules are concerned there are no rules that what happens on the blog stays on blogsphere right?

    By assuming that most Indonesians have a social life (at least having dinner with their families every now and then) and are less ignorant (may God forbid), I don't see why we should be all weary and pessimistic about blog impacts on Indonesian politics.

  35. From olangbiaca on 30 January 2008 11:00:40 WIB
    Asl..pak Wimar..., blog adalah media yang sangat cocok dlm Kampanye seseorang, tapi sayang pak... masyarakat kita belum semua dapat koneksi Internet. apalagi di daerah2 terpencil dan tertinggal seperti kampoeng saya...hidup Blogger INDONESIA.....
  36. From myallanna on 09 March 2008 18:55:04 WIB
    Hlah.. Jd inget Indonesian Idol neh. Dulu ada kan yg bikin Deloners lah, and so on and so on... Tp ini bs jadi upaya yg wajar, terlebih di kancah politik yg notabene memperebutkan kekuasaan. Semua kan 7an nya sama, menarik simpati rakyat seluas luasnya. Klo kita seneng pemimpin yg agak "ngartis" kemasannya, ya gak salah klo dia memanfaatkan jalur semua media yang ada, termsk komunitas2 blogger di INA. Emank brp lho jmlhnya Pak?? Apa ckp bwt ngedukung Bapak,hehge.. Jd qta liat aja 2009 ntar. Oke pak, thx.
  37. From Ainul Ridha on 02 September 2008 10:39:05 WIB
    Ada dua tokoh politik saat ini yang sudah bikin blog sendiri, yaitu Yusril IM dan Hidayat NW. kalau Yusril sudah hampir satu tahun aktif jadi blogger, sementara HNW baru beberapa bulan ini.
    Blog Yusril IM yang masuk sangat beragam, ada yang pro ada yang kontra, ada yang pendukung ada yang netral. Sementara NWH masih seragam dan cenderung dari kalangan PKS saja.
  38. From Linda on 05 November 2008 15:45:59 WIB
    Menggunakan perkembangan iptek untuk kepentingan politik saya rasa sah-sah aja, apalagi blog bisa mendekatkan calon pemimpin dengan konstituen (interaktif) jadi selain mereka mengenal calon pemimpinnya, mereka juga bisa mengetahui program2 apa saja yang akan dilaksanakan walaupun program2 dimaksud bisa saja hanya merupakan \"promosi\". Tapi permasalahannya terletak pada kondisi sosial masy di Indonesia dimana :
    1. SDM yang rendah
    2. Prasarana yang kurang memadai
    3. Citra \"Politik\" itu sendiri yang selalu menodai tujuan akhir pembangunan Indonesia.

« Home