Articles

Wapres RI menyatakan demokrasi bisa dinomorduakan

Kompas
26 November 2007

Jakarta, Kompas - Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar menyimpulkan, demokrasi hanyalah cara, alat, atau proses, dan bukan tujuan, sehingga bisa dinomorduakan di bawah tujuan utama peningkatan dan pencapaian kesejahteraan rakyat.

Demikian diutarakan Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla dalam pidato politiknya pada penutupan Rapimnas di Jakarta, Minggu (25/11) malam. "Demokrasi harus membawa manfaat. Sebab itu, cara (demokrasi) bisa berubah, tetapi tujuan tidak!" ujar Kalla.

Oleh karena demokrasi dengan segala turunannya, termasuk pemilihan umum, adalah cara, proses, dan alat, Kalla menyerukan dilakukannya evaluasi agar tidak keluar dari tujuan. "Pemilu bukan hanya ongkos, tetapi investasi dengan efisien," ujarnya.

Print article only

61 Comments:

  1. From ulma on 26 November 2007 19:01:41 WIB
    Jusuf Kalla emg kayaknya lumayan sering bikin statement "lucu" dan "membingungkan". sesuai namanya, J.K. (just kidding :p). perlu ditambah "imaginatif" soalnya nama depannya = pengarang harry potter. (J.K. Rowling) :D j/k

    anyway, imho sebagai "pimpinan negara" he should avoid statements yg bikin bingung kyk gt. it's like comparing oranges to apples. and i should say that he's indicating that he would like to see other ways besides democracy to achieve the "main goal".

    goal sama tool harusnya jalan bareng. ga kebayang klo indonesia harus nunggu bertahun2 lagi smpe akhirnya para pemimpin negara setuju mo pake bentuk pemerintahan macam apa (klo in the end ga mo pake demokrasi lagi).

    pemilu = investasi? yeah, investasi buat para parpol more likely :D

    but i also agree with his suggestion for evaluation. cuma emg harus punya proper monitoring & evaluation tools, dan reporting yg "transparan". yaaang kayaknya indonesia sukses in this.. jadi masi harus nunggu lagi..

    aren't we all getting tired of waiting?
  2. From Raja Huta on 26 November 2007 19:30:33 WIB
    Kalo nggak nyeleneh bukan JK namanya. Ngapain heran ?
  3. From Yadhe on 26 November 2007 19:47:01 WIB
    I Like it. Emang harus gt. Rakyat mah dah bosan sama demokrasi ala melayu. gak manfaat ! nyari makan susah. dikit2 demo. urusan rmh tangga artis smpe hrs diketahui public.
    tv ngajarin org mimpi, ngajarin org hrs kaya eh korupsi dah pd akhirnya. Bego amat dgn demokrasi ala melayu, entoh yg miskin tambah hancur. yg kaya banyak yg dah mau bangkrut. its a tragedy or .......?
  4. From R Muhammad Mihradi on 26 November 2007 21:01:36 WIB
    Nah, sebenarnya demokrasi adalah sebuah instrumentasi menuju perubahan yang lebih baik. Ada beberapa elemen dasar yang harusnya ada dalam demokrasi yakni pendidikan politik yang cukup, partisipasi yang memadai serta elite selalu konsultasi dan menyesuaikan diri dengan harapan publik. Kalau demokrasi tidak membawa kesejahteraan, karena memang kita tidak pernah mendapat pendidikan politik yang cukup untuk tidak memilih calon pemimpin yang bukan kader soeharto, begundal dan korup. Jadi, demokrasi kita semu. Sehingga tidak ada dampaknya. informasi juga tidak cukup untuk mengenal calon pemimpin kita secara memadai. Salah pilih, sesat selamanya.
  5. From anton on 26 November 2007 21:29:38 WIB
    ya bener jg sih. demokrasi kan yg gede emoh dikerasi. jadi ya kayak pak wimar yg gede banget ga bakal mau dikerasi blogger ceking kayak saya. :))
  6. From albertus on 27 November 2007 01:30:26 WIB
    justru demokrasi itu sendiri sudah berkontribusi untuk kesejahteraan, melatih kemampuan berpikir dan memutuskan, sebuah aset penting kalo mau sejahtera, tidak bergantung kepada orang/pemerintah terus.

    walau awal2nya mungkin masih cuman ikut2an, lama kelamaan pasti berkembang. Rada sedih juga baru2 ini, waktu pemilu aussie, soalnya gw ngebandingin ama pemilu di malut.

    yang satu pemilu satu negara satu benua, masuk pagi, sore keluar suara, malem ngaku kalah, besok udah beres. Itu di Maluku Utara, cuman satu provinsi kecil aja sampe begitu, ribut2 dan ga sportif semua. Terlihat jauh, yang satu demokrasinya udah maju lulus phd, yang satunya masih anak tk.

    patut dipertanyakan ada apa si Kalla tiba2 begitu? apakah dia terselubung sebenernya anti demokrasi? mungkin aja ke arah cina ato kremlin.. tapi yg lebih mungkin sih..

    si kalla kan baru2 ini ke pertemuan OPEC tuh, gw rasa dia seneng ngeliat kehidupan raja2 minyak, syeikh2 disana, berkuasa mutlak abis itu kaya2 lagi, rakyat juga kalem2 aja, dengan modal agama dan duit minyak semua bisa ditaklukkan.. ga pake demokrasi2an.

    mungkin kalla ada agenda terselubung ke arah sana, apalagi dia juga udah sering bertindak ngurus2 moral dan agama akhir2 ini, kayak dulu ngurusin pertikaian tanggal lebaran. Jelas ada niat2 ngeboost voting dia yang dari arah sana, mungkin ngarep sebagian orang pks pindah milih dia di 2009, soalnya kalo modal janji2 sih bakal kalah dia 2009, calon2 yang lain lebih jago mengumbar janji.
  7. From EL on 27 November 2007 11:00:52 WIB
    Tujuan utama : "peningkatan dan pencapaian kesejahteraan rakyat". Rakyat yang mana dan Definisi Sejahtera seperti apa ? apakah sejahtera yang hanya bersifat kebendaan mendasar semata seperti bisa makan dan bisa punya baju saja ? dan rakyat tidak perlu dilibatkan (bahkan mungkin dalam kebebasan bersuara sekalipun belum dlm konteks praktis) dalam proses menuju pencapaian tujuan sejahtera itu. "Pemerintah" dan "Elit Partai" dianggap paling tau apa kebutuhan dan keinginan rakyatnya. Superman Banget Euy :). Bung JK, ini NEGARA bukan "KALLA Coorporation" he..he..
  8. From febianto on 27 November 2007 15:42:13 WIB
    Seandainya saya JK,

    Kalau konvensi artinya JK dan golkar sdh secara eksplisit akan berpisah dgn SBY, dan ini tidak baik pemerintahan dan rakyat. Dan memberikan kesan/sinyal yg kurang baik bagi iklim investasi dan politik dan seterusnya. Secara Byk berita yg menyayangkan kinerja pemerintah buruk krn renggangnya relasi SBY-JK, so SBY-JK mencoba memperbaikinya. Dan saya setuju dgn JK. Soal cara penyampaiannya memang bisa berbeda dan terkesan unik dan juga tidak pas, tapi memang itu ciri JK.

    Kalo Akbar tanjung mencoba memanfaatkan rapimnas golkar utk menegaskan posisi golkar, tentu saja utk kepentingannya saja, krn akbar dan calon lainnya dapat membuat peta yg lebih awal dan jelas ttg target apa yg akan dicapai di 2009, dan termasuk bantuan financial utk campaign-nya.

    Jadi buat JK dan SBY (SBY-JK maksudnya) teruskan saja!.
    Biar 2009 nanti Gus Dur yang melanjutkan.Tks

  9. From Bayu on 27 November 2007 15:48:24 WIB
    "Demokrasi harus membawa manfaat. Sebab itu, cara (demokrasi) bisa berubah, tetapi tujuan tidak!" ujar Kalla.

    Berarti kita bisa saja membuat negara aman dan tenteram dengan kembali mengadopsi sistem diktator tersembunyi ala orde baru?

    menurutku ini memang agak riskan, dan kalimatnya bisa memiliki arti yang sangat luas.

    maaf Pak J.K,, tujuan kita memang sampai ke garis finish, tapi tentu ada rute yang harus dilalui. Pengambilan jalan pintas bisa membahayakan atau malah di diskualifikasi.

    Bukan berarti demokrasi adalah bentuk terbaik yang harus kita pegang sepanjang masa.Dunia terus bergulir dan kita hrus menyesuaikan. Untuk hal ini memang sebaiknya merupakan pilihan masyarakat terpilih.

    Saya hanya mengkhawatirkan kata-kata bersayap dari pak J.K
  10. From abu_hamzah on 27 November 2007 17:30:20 WIB
    JK selalu langsung ke sasaran, suka atau tidak suka terserah masing-masing saja. Kali ini saya setuju, saya sudah cape dengan demokrasi tanpa kepastian hukum, demokrasi tanpa etika, demokrasi tanpa nurani, demokrasi yang koruptif dan manipulatif. Kita selalu bilang bahwa kita lebih demokratis, pers lebih bebas, ada kebebasan berpendapat dibandingkan malaysia, singapura dan thailand. Tapi herannya kita jadi lebih miskin, bodoh, nggak PD, nggak dianggep di pergaulan internasional. Lalu apa untungnya?....
  11. From rgesit on 27 November 2007 17:32:21 WIB
    Assalamu'alaikum

    Alhamdulillah, apakah demokrasi bener2 bisa dijadikan keharusan .. jika itu menurut peraih nobel ..... darimana dia meninjau sisinya ...

    bukankah semua adalah dari Sang Pencipta oleh Sang Pencipta dan Untuk Sang Pencipta

    Trima kasih ...
    semoga mendapat keberkahanNYA kita semua ..

    http://rgesit.blogsome.com
    Wassalam
  12. From frans on 27 November 2007 18:47:43 WIB
    bahasa menjelang pemilu untuk meraih suara dari rakyat banyak adalah mensejahterakan mereka, sekolah gratis dls..

    dan pendukung pernyataan JK bisa dilihat dari beberapa kejadian seperti pelarangan, penutupan sampai perusakan rumah ibadat...seperti yg barusan terjadi pada penutupan gereja damai Kristus paroki kampung duri tambora 23 nov, serangan terhadap rumah Pdt. Bedali Hulu di Tangerang yang berasal dari Gereja Kristen Baptist Jakarta (GKBJ) 21 nov.. dls

    demokrasi adalah alat, dg alasan tsb mereka bisa berorasi (dg gaya barbar) menentang ini itu bahkan merusak (toh mereka hampir gak pernah dibubarkan dan dihalau walau anarkis???), bisa mengutuk iman seseorang sebagai kafir (walau hasil razia warung penjual makanan pada waktu bulan puasa mereka bagikan diantara mereka???).. so yg benar adalah mereka sendiri.. semuanya alat.. (jangan2 lama2 Tuhan pun dijadikan tameng saja??)
  13. From Agus Susilo on 27 November 2007 19:51:49 WIB
    Jangan nyela dulu,bukan setuju atawa nolak, sepanjang transparan prosesnya dan hasilnya. Demokrasi tidak melulu berwujud pemilu, pilkada dan pil-pil lainnya komplit dengan biayanya yang penting tujuannya menghidarkan kemutlakan pelaku penguasa seolah-olah hanya berpusat pada dirinya,apalagi sdh merasa negara adalah dirinnya yang memang banyak mengandung kemutlakan, semua diborong sesuai tujuan dan maksud tindakan dirinya, wah cilaka cing!
  14. From mail on 27 November 2007 21:38:12 WIB
    Saya salut sama JK..komentar yang dikeluarkan mengenai nomor 2nya demokrasi (ala Indonesia) dibanding yg Utama kesejahteraan rakyat sangat pas. Saya yakin JK seorang yg demokratis,hanya karena kejengkelannya melihat demokrasi di indonesia yg penuh hura-hura dan sangat menghabiskan energi mungkin membuatnya frustasi.Tapi..kekaguman saya akan berubah jika JK mengeluarkan komentar tersebut hanya karena ingin memuluskan dirinya menjadi calon presiden dari partai golkar dengan memberangus konvensi partai yg sangat demokratis(atau JK sdh mengetahui bahwa dikonvensi partainyapun penuh dengan ketidakdemokratisan). Sayang anda bukan orang jawa pak JK,berat untuk anda menjadi presiden,sebaiknya anda memilih yg realistis agar anda tetap bisa berkarya Bagi negara.
  15. From meynar on 27 November 2007 23:05:20 WIB
    Saya sependapat dg bung Abu Hamzah diatas.

    Demokrasi yang terjadi sekarang ini sdh kebablasan.
    Demo demo yang keluar batas sampai menyulut aksi anarkis,siaran pers yang terlalu bebas sehingga dpt menyulut konflik horizontal.salah satunya pemberitaan ttg isu SBY yang telah menikah sebelum masuk AKABRI yg di hembuskan oleh mr x,yg ahirnya mr x mengaku salah dan minta maaf,dia blg 'saya tdk tahu kalau ahirnya akan seperti ini'.

    belum lagi menjamurnya ormas2 dadakan yang kelakuannya seperti preman.

    Hal ini karena sebagian besar warga kita blm siap atau dewasa menyikapi arti kata demokrasi.

    jadi seperti yg JK katakan bahwa cara (demokrasi)bisa berubah tetapi tujuan (peningakatan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat)tidak,menurut saya ada betulnya juga.
  16. From BK on 28 November 2007 01:38:16 WIB
    Saya setuju kalau demokrasi dikatakan sebagai 'alat' utk mencapai tujuan..
    Setelah tujuan terumuskan dengan baik, maka tinggal kita menentukan 'alat' apa yang akan kita gunakan untuk mencapai tujuan kita itu....
    ----------------------
    Cuma sekarang saya jadi bingung...
    Kalau pake demokrasi » tujuan kita tidak tercapai...
    Masa harus kembali lagi kaya jaman dulu...?
    Memakai sistem kerajaan untuk mencapai tujuan kita...?
    Gimana nih...?
    ----------------------
    BK » http://blogkeimanan.wordpress.com
  17. From soehendry ciahaan on 28 November 2007 12:15:03 WIB
    woii pak wapres!!!bapak gmn seh, katanya demokrasi merupakan sebuah alat untuk mencapai tujuan utama, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat,bagaimana mungkin bapak bisa tau apa yg diinginkan rakyat bila bapak menomor duakan demokrasi???
    demokrasi itu harus sejalan dengan rakyat,haruz jalan bersama,jangan dipisahin.jangan sok mau ngedapetin tujuan utama aja donk,alat untuk mencapainya juga harus dibenahi.gmn mo membajak sawah klo bapak menomor duakan cangkul???hehehe.JNGAN PERNAH LUPA BAWA CANGKUL KLO MO KESAWAH PAK!!! ntar bapak bukannya membajak sawah bapak, malahan bapak TIDUURR disawah..........
  18. From Pandji on 28 November 2007 16:30:49 WIB
    Saya rasa masalah demokrasi tidak perlu diperdebatkan lagi. Kita harus selalu mengingat jasa Para Pembentuk Negara kita (Sukarno dan para PAHLAWAN KEMERDEKAAN).
    Note:saya bukannya mbela PDI lho.. ANTI!! :b

    Dan saya akan jadi orang kesekian yang akan melawan jika ada yang ingin ngutak-atik Demokrasi Kita.

    JK terbukti tidak kompeten memimpin Negara Kita, ataukah dia emang sengaja menyimpan jurus tertentu untuk dipakai sendiri jika ia nanti jari RI 1??

    Presiden idaman saya adalah orang yang mampu menggunakan kekuasannya untuk membersihkan aparat pemerintahan (Pegawai Negeri, Polisi, dll) dari KKN. Yang jelas Bukan SBY, JK, Megawati, Sutiyoso apalagi.

    Selama Aparat belum bersih, Indonesia tidak akan pernah sejahtera. Catat!
  19. From bocah gemblung on 28 November 2007 16:31:43 WIB
    Begini ya sodara-sodara sekalian. Memang yang namanya golkar memang sama saja sejak dulu, cuman ganti badjoe dan tjaranja sadja. Sama katjaoe dan ngawoernja.
    Orientasi mereka ya. Cuma kenikamatan dalam bentuk kenikmatan kekuasaan uang, jabatan, kehormatan dan… wanita.
    Yaaa, apapun diterabas dan menyesuaikan diri dengan lingkungan alias bunglon, demi memenuhi kenikmatan-kenikmatan itu. Kalau bisa semua kenikmatan itu tercapai dengan sekali terabas. Cara ini gak bisa, pakai cara itu, pakai cara itu terlalu lambat dan beresiko diobok-obok sama pembela keadilan dan prodemokrasi, ya pakai cara yang lain. Atau membungkusnya supaya tampil rapi, lembut dan sexy.
    Kalo udah mentok, karena sudah kebentur sana-sini, yaaa dengan terpaksa udahan, walau hati ini gak rela karena belom puas.
    Itu tuhh, kayak pendiri golkar yang sekarang bersantai sambil menanti ajal di cendana. Sambil menikmati hasil rampokan yang sudah tak terhitung dan gak kebayang oleh pikiran wong ndeso. (lho padahal dia juga aslinya wong ndeso lho...)
    Tapi, jangan khawatir, eyang ini aman, karena penerusnya masih terus berjaga-jaga sambil merumuskan cara baru yang lebih lihai lagi dalam organisasi yang dibidaninya dan ditungganginya.
    Makanya eyang ini tidak tersentuh hukum. Karena kalo masuk bui, gimana para penerus ini mau belajar pada beliau?

    Maka sudah dapat diperkirakan sebelumnya, didasari sikap mental asal terabas dan bunglon itu, bagaimana sepakterjang para dedengkot golkar sekarang dan nanti.
    Mereka abai untuk belajar demokrasi yang sejati. Yaaa, makanya demokrasi diterapkan karena sedang lagi jadi mode yang ngetrend di dunia sekarang.
    Yaaa, yang namanya mental pengekor itu kan cepet bosan, karena udah gak cocok sama keinginan (nafsu) ego gue. Jadi boro2 belajar untuk memperdalamnya, maka yang terjadi bersiap-siap memakai cara yang lebih mentereng modenya daripada demokrasi yang dipake sekarang.

    Dengan begini, rakyat Indonesia cuman jadi kelinci percobaan, sampai kiamat. Dan masalah mereka, dari kemiskinan sampai lumpur lapindo yang terekayasa dan terstrukturformalkan gak bakalan beres.

    Kalla, kallaaa…. Gak puas dengan demokrasi, rupanya kamu sudah mau bikin cara-cara baru tapi ngawur yang kamu halalkan seenak kumismu. Dan isi pikiranmu ternyata cuman setipis kumismu.

    terima kasih, Pak WW.
  20. From Butet on 28 November 2007 19:53:19 WIB
    "Tujuan Mengalahkan Cara" - kalimat ini masuk nalar; tapi "Kesejahteraan mengesampingkan Demokrasi"? Yang bener aja.
    Mungkin yang ada di pikiran Kalla itu adalah bahwa demokrasi sekedar bebas, sehingga bahaya jika bebasnya kebablasan. Kalo gitu, suruh dia belajar lagi, deh..!
  21. From GgBogelindah on 28 November 2007 23:01:18 WIB
    Mungkin maksud JK demokrasi di bidang korupsi kali ??? :-P
  22. From mathematicse on 29 November 2007 00:12:02 WIB
    Jadi bisa dong pake cara lain selain demokrasi untuk capai tujuan? Ada-ada saja Pak J.K ini... :D
  23. From sarie rezeki on 29 November 2007 09:43:16 WIB
    cara seperti apa sih yang dipakai selain demokrasi..? (yg artinya bisa menyesuaikan diri dengan HAM, GBHN,KUHP, PANCASILA) hi..hi..? oke gj sih cara pandangnya untuk menjadikan indonesia lebih maju dangan cara fikir JK yg cepat, tp jd curiga nih, tujuan utamanya murni buat negara atau ada hal lain ya..?
  24. From dwipo on 29 November 2007 11:02:39 WIB
    Emang bener sih, demokrasi itu hanya alat. Tujuan utamanya memang kesejahteraan rakyat. Wajar sih jika JK bilang seperti itu, soalnya negara demokrasi belum tentu rakyatnya makmur. Tapi, yang patut dicermati adalah, jika ingin mencapai tujuan yang benar, maka sepantasnyalah digunakan jalan yang benar. Dan saya pikir, demokrasi adalah jalan yang benar.
  25. From SAYFA_MaiZenA on 29 November 2007 11:32:57 WIB
    Ehm...
    Permisi..

    Saya agak risih baca kalimat "cara (demokrasi) bisa berubah, tetapi tujuan tidak!" dan "demokrasi hanyalah cara, alat, atau proses, dan bukan tujuan, sehingga bisa dinomorduakan"..

    Yah.., ada benarnya. Tapi menurut saya, demokrasi ya bukan cuma sekedar cara, alat, dan proses itu saja..

    Demokrasi dapat diibaratkan seperti jalan dan pilihan untuk hidup di satu sisi yang mengantarkan kita ke satu tujuan akhir.., Yaitu kesejahteraan rakyat,,yang proses menuju itu menyejahterakan juga..

    Nggih monggo.. Saya hanya numpang lewat sambil senyum dan bilang, "Maksud dan tujuan baik alangkah baiknya jika dilakukan dan dilaksanakan dengan cara dan jalan yang baik pula..."
    (angel tenan to yooo....)
  26. From wimar on 29 November 2007 16:54:19 WIB
    bacalah perbandingan statistik Manurung di http://martinmanurung.blogspot.com/2007/11/on-democracy-and-welfare-how-jusuf.html

    dengan menggunakan index demokrasi dan index kesejahteraan, disimpulkan dengan gamblang:

    SEMBILAN DARI SEPULUH NEGARA TERMISKIN DUNIA, TIDAK DEMOKRATIS:
    Sierra Leone, Burkina Faso, Guniea-Bissau, Niger, Mozambique, Central African Republic, Chad, Ethiopea, Congo


    SEPULUH NEGARA PALING SEJAHTERA DI DUNIA, ADALAH JUGA YANG PALING DEMOKRATIS:
    Belanda, Jepang, Swiss, Swedia, Irlandia, Kanada, Australia, Norwegia, Islandia
  27. From totok on 29 November 2007 20:28:51 WIB
    Ulasan Martin Manurung menarik dengan indexnya. Tapi Republik Indonesia berada dimana ya? miskin kagak, sejahtera kagak. Demokrasi di Indonesia palsu bung ! Katanya kita negara religius tapi kok bisa jadi negara terkorup?
    serba gagal. Agama gagal. Demokrasi juga gagal. Lah gimana mau sejahtera? sampai kiamat juga ngga bakal nyampe. Demokrasi ibarat alat yg modern yg mau dikasih ke orang kampung, yah pasti runyam dah.
    Ayo itung lagi....kata iklan dikoran....
  28. From djoenn on 30 November 2007 07:09:41 WIB
    ribut ribut masalah demokrasi. apakah sebegitu agung nya sebuah demokrasi hingga menjadi suatu keharusan di indonesia?? kalo pendapat saya mah, selama mayoritas rakyat indonesia masih "bodoh politik" (atau memang sengaja dibodohkan?)demokrasi di indonesia ini tetaplah demokrasi palsu, demokrasi yang hanya dinikmati oleh segelintir politisi - politisi korup. sekarang pemerintahan indonesia sendiri dikuasai oleh 3 poros setan = eksekutif, yudikatif dan legislatif. saya kira 3 lembaga itu masih kebanyakan "setan"-nya daripada "malaikat"nya, makanya kehidupan politik di indonesia masih penuh dngan kemunafikan. yang ekssekutif visi utamanya adalah mempertahankan kekuasaan, yang legislatif adalah aji mumpung menumpuk kekayaan sedangkan yang yudikatif adalah sinergi dari kedua "setan" tadi. kalo boleh usul nih, yang namanya pemimpin sekarang kan dipilih rakyat langsung, so ngapain takut berbuat kebenaran (baca=penegakan hukum) walaupun dimusuhin orang banyak (para politisi busuk). itulah pemimpin sejati, dia harus rela mempertaruhkan jabatannya, bahkan kalo perlu nyawanya skalipun kalo emang yang diperjuangkannya sebuah kebenaran. dan di indonesia pemimpin sejati bagi saya adalah MUNIR. sayang sekali, MUNIR sekarang telah istirahat dengan tenang di surga - NYA di sana. ada yang mau memerankan MUNIR baru???
  29. From abu_hamzah on 30 November 2007 12:04:12 WIB
    (dengan menggunakan index demokrasi dan index kesejahteraan, disimpulkan dengan gamblang:
    SEMBILAN DARI SEPULUH NEGARA TERMISKIN DUNIA, TIDAK DEMOKRATIS:
    Sierra Leone, Burkina Faso, Guniea-Bissau, Niger, Mozambique, Central African Republic, Chad, Ethiopea, Congo)
    Mengapa mereka miskin? saya rasa jawabannya bukan cuma soal tidak demokratis. Tingkat pendidikan, kondisi alam, konflik antar etnis, perdagangan senjata dan permainan kepentingan asing (baca negara barat) yang kerap mengadu domba. Kalaupun mereka menerapkan demkrasi apa iya mereka bisa sejahtera? kultur mereka belum tentu cocok lo....

    (SEPULUH NEGARA PALING SEJAHTERA DI DUNIA, ADALAH JUGA YANG PALING DEMOKRATIS:
    Belanda, Jepang, Swiss, Swedia, Irlandia, Kanada, Australia, Norwegia, Islandia)
    Terlalu menyederhanakan masalah apabila karena cuma soal demokrasi membuat perbedaan begitu besar untuk menjadi negara sejahtera atau negara miskin. Dalam batas tertentu cina juga sdg menuju negara kaya, walaupun nggak demokratis. Singapura dan malaysia jelas lebih sejahtera dari kita, walaupun kurang demokratis.
    Saya nggak tahu indeksnya apa saja untuk mengukur kesejahteraan versi martin manurung, tapi kalau salah satu parameternya adalah soal kebebasan seperti di negara barat, maka mgkn singapura, malaysia, china nggak akan dimasukkan negara sejahtera.
    Jadi "tidak demokratis" belum tentu tidak sejahtera....
  30. From kholish on 30 November 2007 17:04:30 WIB
    Demokrasi di indonesia ini sering kebablasan sih.
    Demokrasi cuma jadi alat buat meraih kekuasaan dan keuntungan bagi kalangan elit. Kapan yaaaa, datangnya pendekar kebenaran ?

    kholish,
    http://nismaj.blogspot.com/
  31. From riris on 30 November 2007 21:37:07 WIB
    Negara2 yg disebut MM sudah buktikan, kalo demokrasi dijalankan dg benar, hasilnya pun OK. Nah, apakah pemerintah kita sudah berjalan pada rel-nya? Jangan sistem yg jadi kambing hitam, kalo "the man behind the gun" belum kerja maksimal! Lha, gimana mau maksimal, kalo ternyata esensi demokrasi saja ga tahu?
  32. From rikardo bonar manurung on 01 December 2007 11:45:49 WIB
    ucapan itu seperti blessing indisguised buat saya dan lainnya, kenapa,..? karena kalau itu diamnini oleh partai tersebut beserta kader-kadernya serta merupakan cerminan karakter dari pemimpinnya, maka di pemilu mendatang nggak usah dipilih lagi. Dan itulah aslinya dia/mereka. Kekuasaan adalah segala-galanya, sehingga apabila nuansa demokrasi akan menggoyahkan kepemimpinan tentunya akan mereka singkirkan yang namanya demokrasi tersebut. Jadi ucapan JK (ketua partai) itu menjadi "berkat tersembunyi" buat akar rumput seperti saya ini untuk tidak memilihnya di masa yang akan datang
  33. From nicho on 02 December 2007 21:33:17 WIB
    excuse me,............
    kalo negara bisa sejahtera n adil, buat apa demokrasi itu kali yeee maksud Mr. JK? kita lihat sejarah yee dianya..., Sriwijaya, Majapahit bisa makmur n wellknown tanpa demokrasi, wah payah deh......,penyataan yg gak berkelas tuh menurut gw...........
  34. From wak tul on 03 December 2007 00:36:15 WIB
    Menurut Salah satu mantan Bundespraesident Richard von Weizaecker di Germany:

    "Demokrasi bukanlah sistem yg baik, tapi itulah yg terbaik yg kita punya"


    Mari kita bayangkan, seandainya RRC menerapkan demokrasi sepenuhnya. Hahaaaa, pasti negeri ini tidak akan besar, karena si adidaya akan memecah-belah semaunya.
    Itulah sebabnya, Vladimir Putin menggunakan demokrasi dengan dua mata pisau.
    Sayapun akan memilih JK, jk beliau mau jadi raja yg bijak. Lha wong janji ke korban gempa Yogya aja cuma gombal belepot, kok masih nekat ?
    Blom lagi statementnya ttg penilaian thd keluarga bakrie dan panigoro dalam kaitan kasus minyak dan lapindo. Lha itu khan urusan pribadi ? Ga ada urusan dengan kasus mereka...

    Jadi menurut pendapat saya, sebagai negara besar, tentunya harus dikelola layaknya negara yg besar. Di dunia ini, negara besar hanya ada beberapa gelintir, contohnya : RRC, India, USA, Russia, Kanada, Australi dan pasti Indonesia.

    Mau pake demokrasi, demo trasi atau sambel trasi, yg penting bisa menjaga keutuhan NKRI melalui cara yg baik, bermoral, wajar dan menyejahterakan masyarakatnya mulai dari Sabang sampai Merauke. Terimakasih yaaa....
  35. From khaidir amna on 04 December 2007 18:07:19 WIB
    kalo soal yang ini aku setuju sama pak JK.
    karena demokrasi adalah sebuah cara,tapi tujuan tetaplah mensejahterakan rakyat.
    kita jangan hanya mengikuti barat yang selalu mengagung agungkan demokrasi,dan bahkan pak fukuyama yang mengatakan bahwa demokrasi sebagai ideologi pemenang dan akhir sejarah.
    kalo memang tidak cocok dengan indonesia kenapa harus dipaksakan?yang menjadi tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat indonesia.jadi kita bisa menggunakan cara apapun.TAPI untuk mencapai tujuan yang baik tentu saja kita harus menemukan cara yang baik....bukan dengan menghalalkan segala cara!sekarang tugas kita menemukan cara yang terbaik itu
    kalo mengenai statemen JK,aku lebih melihat itu dalam kerangka JK menghapuskan konvensi di partai golkar,yang dengan tujuan golkar secara langsung menetapkan dirinya sebagai CAPRES dari partai beringin itu,tanpa melalui konvensi(baca:demokratis)
  36. From soehendry ciahaan on 04 December 2007 21:10:18 WIB
    baguz tuh usulan om wimar,memang om bner2 punya jiwa jurnalism,hehehe.kok ngak dari dolo ide kyk gini timbul om?
    klo bs gw minta diajarin dkit donkz about PER julnalistikan n kiat jd Blogger handal kyk om...
  37. From Erwin Wahyu on 05 December 2007 13:45:10 WIB
    Satu lagi OM artikel terkait DEMOKRASI & HAM.
    Mudah2n OM bisa menyimak artikelnya...
    Nih OM linknya....
    http://www.hizbut-tahrir.or.id/al-waie/index.php/2007/12/04/ham-dan-demokrasi/
    OK OM...?
  38. From Intox on 05 December 2007 21:41:32 WIB
    Layaknya meludahi perjuangan rakyat menggulingkan kediktatoran Soeharto.
  39. From Klementius on 09 December 2007 14:16:49 WIB
    Maksud hati sih tebar pesona..
    2009 harus terus dibidik.
    Tunggu aja statement2 berikutnya.
    pasti akan ada lagi.
  40. From ahmad syukron on 09 December 2007 21:18:20 WIB
    Saya rasa ucapan itu tidak pantas diucapkan seorang negarawan,dan itu bisa melukai hati pendiri demokrasi.saya sarankan Bapak balik lagi kebangku kuliah lagi.
  41. From anggun on 10 December 2007 20:35:02 WIB
    mungkin karena dia orang nomor 2, jadinya selalu menomorduakan segala hal?
  42. From blogidator on 11 December 2007 04:42:34 WIB
    Tampaknya banyak yang sewot dengan kata "dinomorduakan". Kesannya kalo dinomorduakan itu disepelekan barangkali, kayak istri yang dimadu. Saya tidak sedang berpretensi menerjemahkan pemikiran JK. Saya juga bukan tim pembela atau tim suksesnya. Dan tentu saja saya juga bukan fans HTI yang anti-demokrasi. Tapi saya cuma melihat banyak yang kecele dengan kata "dinomorduakan".

    IMHO, ada baiknya dilihat bahwa ada dua substansi yang dibicarakan disitu: cara dan tujuan. Ada cara 1, cara 2, dst. Ada tujuan 1, tujuan 2, dst.
    Bila komparasi terjadi di masing-masing substansi, kita boleh sewot.Misalnya, asal saja:)
    dictatorship: nomor 1
    democracy: nomor 2
    democrazy: nomor 3

    Mungkin gampangnya, ucapan JK itu seperti lelucon lama yang mengatakan bahwa salat itu nomor 2. Anda tidak akan sewot, karena Anda mengerti yang nomor 1 itu syahadat. Ah mungkin memang <b>J</b>ust <b>K</a>idding atau mungkin kita sedang diajak menengok lagi mana baju mana badan. Mungkin baju yang sedang kita pakai sudah terlalu meruyak. Ada yang harus diperbaiki. Bukan ranah demokrasi sendiri sangat luas. Let's get khusnudzon.

  43. From Triyatni on 13 December 2007 12:41:53 WIB
    Teman saya dekan Fisipol Unhas Deddy Tikson, PhD bilang di Metro TV .... Daeng Ucu keliru, demokrasi bukan alat melainkan nilai. Beda kan!
  44. From Leo Kusuma on 13 December 2007 20:42:45 WIB
    SAYA HERAN, KITA DI SINI SEOLAH-OLAH MENGINGINKAN DEMOKRASI, TAPI BERPERILAKU TIDAK DEMOKRASI. JIKA MEMANG SEPERTI ITU YANG DIKATAKAN JK, ITU PENDAPAT DIA. SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA, JK PUNYA HAK UNTUK BERPENDAPAT. HARGAI SAJA PENDAPAT DIA. BERSIKAP FAIR. JIKA TIDAK SETUJU, YA BESOK GA MILIH DIA. ITU SAJA.
    NAMPAKNYA, MASIH BANYAK ORANG INDONESIA YANG BELUM MEMAHAMI APA ITU DEMOKRASI. KITA NAMPAKNYA MEMANG MASIH BUTUH WAKTU PANJANG. APA YANG KITA KETAHUI TENTANG DEMOKRASI SELAMA INI, HANYALAH SEBATAS LISAN, BUKAN PIKIRAN.
  45. From raja on 13 December 2007 23:59:55 WIB
    ah JK ini ada2 saja, sok ngerti filsafat. padahal cuma bsa dagang, emang knapa kalo demokrasi mahal ?
    ga laku dijual yah ?
    emang demokrasi adalah jalan, tapi kalo maslah konvensi itu terserah bapak. jangn nyalahin demokrasi dong
  46. From purwoko on 18 December 2007 21:21:13 WIB
    Demokrasi... ???? aku masih heran kenapa pilihan Indonesia adalah menjadi negara demokrasi.

    alih-alih demokrasi yang awalnya musyawarah untuk mufakat padahal seringan voting... yah ilustrasinya sebagai berikut

    Kalo semua setuju rumah bordil legal, maka rumah bordil boleh operasi... trus yang gak setuju malah ditangkep deh dan dipenjara... contoh awamnya kayak beginilah penyalah gunaannya...

    sisanya para elite politik deh yang lebih paham...

    hayo om wimar sebagai cendikia Indonesia, kalo bisa rancang ideologi yang paling minim lemahnya, kalo gak bisa pake yang udah dikasih sama Yang Maha Tunggal aja... dijamin beres, 100 % kalo ada kegagalan itu cobaan, dari pada gagal mulu kayak sekarang.... sip

    I Love Indonesia
  47. From maz on 22 December 2007 23:42:16 WIB
    menurut gue pernyataan J.K. bener banget.

    di indo saking demokrasinya jadi banyak konflik. banyak partai contohnya. duit kebuang buat demo tiap partai, trus apalagi kalo lg kerusuhan karena beda pendapat.

    menurut gue pemimpin kita harus tahan sama tekanan publik. subsidi turun emang ga bagus secara short-term, tapi kan secara keseluruhan bisa baik buat ekonomi kita. jadi publik ini perlu diedukasi juga.

    jangan cuma komplain dan pake alasan demokrasi.
  48. From hendry on 25 December 2007 20:19:56 WIB
    statement dari salah seorang yang besar/kaya karena (KKN) diuntungkang dari masa negara ini dalam demokrasi semu, karena matinya demokrasi akan melahirkan KOLUSI-KORUPSI-NEPOTISME yang luar biasa hebat! ya sah-sah saja untuk melanggengkan KKNnya.
  49. From Satya on 30 December 2007 09:44:20 WIB
    kalo pengusaha busuk + pejbata korup ngomong gitu --> GAK ANEH

    kalo blog commenter ngomong gitu padahal sendirinya berpendapat --> BODOH, TAPI BIARIN AJAH

    kalo WAKIL PRESIDEN hasil pemilu ngomong gitu --> HARUS SEGERA DIGANTI!!
  50. From Ya\'Asurandi on 02 January 2008 11:54:08 WIB
    Demokrasi cuma alat, itu sangat benar sekali. Percuma ngomong demokrasi toh negara yang ngakunya paling demokrasi sedunia aja menerapkan standar ganda, kemenangan HAMAS di anulir ! Menangnya kan dari pemilu juga ..

    Udah dech, jangan belagu kayak Amerika ! Kalau demokrasi justru membuat rakyat lebih senggsara dan pemimpin yang kepilih cuma " calo " imperialisme modern percuma .. SBY pengecut, JK cuma bisa ngancam ...
    SBY-JK sama aja ..setali 3 uang.

    BHP mau disahkan ..
    BBM naik terus ..
    Orang miskin semakin banyak dibilang udah berkurang ?
    Begini demokrasi ..halah ! Skeptis gue ...

    Pendidikan politik emang perlu tapi semakin banyak orang yang bukan ahlinya merasa sok ahli tunggulah kehancuran Indonesia.

    Kalimantan Merdeka !
    Papua Merdeka !
    Aceh Merdeka !

    Harus ada pemimpin yang bertangan besi
    berhati selembut sutra
    Dan sangat mencintai rakyatnya..
    Demokrasi hanya akan jadi sampah peradaban.
    Sistem baru harsu dibangun
  51. From irmanse on 04 January 2008 13:40:40 WIB
    Sebelum salahkan bang Ucu, bercerminlah kita. Semua pejuang reformasi disingkirkan oleh kita : Mas Amin, Mbak Mega, Gus Dur, Mas Sri Bintang, Sri Sultan dll. Kita yang memilih kembali ke "orde baru" yang punya sejarah panjang otoriter, siapa salah kalau partai dan rekan-rekannya mereka bisa menang dan kembali ke kekuasaan.
    Ayolah teman berpikirlah jernih...
    Tapi jangan juga menghunjat JK karena itu hak dia berpendapat dalam alam demokrasi dan saya kira ada benarnya. Inilah demokrasi bung..!!
  52. From sri on 08 January 2008 13:23:40 WIB
    aku setuju sama jk, karena sudah terbukti sekarang demokrasi bukan malah mensejahterakan rakyat, tapi malah nyedot duit rakyat buat kasih uang ke parpol, buat ngadain pilkadal ( maaf pilkada, soalnya hasilnya enggak ada apa-apanya ) sekarang banyak lho raja di daerah, tapi alhamdulillah, ada kpk, banyak raja kecil yang udah dipenjara, dan sebagian besar adalah raja hasil pilkada langsung yang makan dana milyaran rupiah hanya untuk satu kota atau satu kabupaten. gua udah muak sama yang namanya demokrasi, intinya cuman buat elit parpol doang, buat rakyat yang penting perut bisa ke isi.
  53. From sutrisno on 15 January 2008 15:44:08 WIB
    HI...KALLLA SI penuggu pohon setan berkalung bedhil ditembakkan bersuara sempritan poarkir. hi MALUKUDITEKUK@JHIDAT.
  54. From Erwin K Wardhana on 22 January 2008 07:55:54 WIB
    Pure.....pola pikir seorang pengusaha.....demokrasi di mata seorang pengusaha ...JK, apapun opininya ttg demokrasi ndak jadi soal tapi tlglah dgn naluri bisnismannya utk melepaskan negeri kita ini Indonesia dari jerat-jerat korporat-korporat asing....32 tahun orde baru dgn segala stabilitasnya...yg ternyata hanya untuk menjaga kepentingan korporat asing untuk menghisap kekayaan alam Indonesia....PENDIDIKAN TIDAKLAH AKAN JADI ANAK TIRI YANG KESEPIAN, AGAMA TIDAKLAH HANYA JADI TOPENG, KESEHATAN TIDAKLAH HANYA JADI MILIK SI KAYA DAN YANG MISKIN DILARANG SAKIT, JIKA DARI DULU KITA BISA MANDIRI MENGELOLA SEGALA KEKAYAAN ALAM KITA SENDIRI.
    SUDAH SAATNYA SELURUH BANGSA INDONESIA MENYADARI DAN BERUSAHA BANGKIT MENYELAMATKAN BUMI INDONESIA UNTUK DINIKMATI OLEH BANGSA KITA SENDIRI................
    Entah...bisakah JK dgn him self opinion about Democracy bikin kite makmur........JARWO KWAT MUNGKIN LEBIH BISA.......
  55. From richard on 31 January 2008 19:50:54 WIB
    metamorfosis itu suatu kewajaran. Sangat disayangkan, jika metamorfosis yang terjadi hanya selalu/always/altijd/... ulat, ulat dan ulat. Apalagi jika ulatnya mempercantik diri dengan memakai topeng kupu-kupu yang indah untuk menutupi keuletannya, eh keulatannya*


    _____
    *syarat dan ketentuan berlaku untuk menjadi kupu-kupu
  56. From bambang gunadi on 27 February 2008 11:19:48 WIB
    Sebetulnya masih banyak sekali orang yang kurang memahami arti demokrasi. Ada yang mengartikan dari , oleh dan untuk rakyat. Dalam hal ini tentunya menyangkut sistim pemerintahan, dimana kegiatan pembangunan nasional disusun oleh rakyat, dilaksanakan oleh rakyat dan dinikmati oleh rakyat. XSepintas hal tersebut sangat mudah dipahami, namun kalau sudah menyangkut hal2 yang lebih deteil tentunya akan sangat rumit, seperti rakyat macam apa yang menyusun program pembangunan? , yang melaksanakan pem,bangunan? , yang menikmati pembangunan? Apakah melalui DPR yang dipilih melalui Pemilu? , Presiden yang juga dipilih melalui pemilu/ , dan apakah yang menikmati juga hanya rakyat yang dipilih melalui pemilu?. Kita bsering melihaat beberapa preman dipilih jadi kepala desa melalui pemilu, pengurus PSSI NURDIN HALID juga diangkat berdasarkan pemilihan. APAKAH ITU YANG DIMAKSUD DENGAN DEMOKRASI? Ada lagi demokrasi yang diartikan orang bebas untuk mengeluarkan pendapat dengan berbagai cara dan berbagai media, sehingga banyak koran2 dan TV2 yang menyampaikan tulisan/siaran/tayangan yang provokatif, amoral, fulgar dan bebas dari segala nilaI, termasuk banyak elemen masyarakat yang melekukan demonstrasi dengan melakukan tindakan anargis. APAKAH ITU YANG DINAMAKAN DEMOKRASI? Kita memang perlu menata lagi dan mensosialisasikan pemahaman demokrasi secara benar, sehingga demokrasi bisa digunakan untuk mencapai sasaran secara benar. Menurut saya demokrasiharus disertai dengan aturan main yang jelas mndan ada sanksi terhadap pelanggaran aturan tersebut. Demokrasi menurut saya hanya bisa berjalan dengan baik kalau pemainnya beraqda pada playing field yang sama. Masryarakatnya harus masyarakat yang sudah punya pikiran yang dewasa, tindakan yang dewasa, yang lebih mengedepakkan otak, bukan otot. Jadi menurut saya seya, kita jangan secara emosional menyalahkan pendapat JK. Dalam beberapa hal terus terang banyak juga tindakan JK yang menurut saya sangat berpihak pada kepentingan bisnisnya dan kelompoknya
  57. From corry elisabeth silaen on 08 April 2008 20:18:34 WIB
    Demokrasi yang ada di Indonesia tidak memiliki batasan yang jelas. Arti demokrasi juga berubah menjadi kebebasan yang terlalu luas tanpa diimbangi penegakkan hukum. contohnya saja demo-demo yang anarkis dengan disertai pengrusakan-pengrusakan dan pembakaran bendera negara lain, anggota-anggota parpol yang tidak setuju dengan keputusan pilkada berdemo secara anarki. saat ini percuma berbicara demokrasi tapi apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat indonesia seperti peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan penagakkan hukum, tidak terpenuhi. Demokrasi sebenarnya harus menjadi alat untuk mencapai tujuan tersebut.
  58. From doelkar\'s on 18 April 2008 15:06:19 WIB
    ha.ha.ha. jadi rame nih,
    JK bener2 assooooi dia jauh2 hari dah kampanye, dia bilang saat ini dia masih RI2 dan jangan lupa yg demokrasi itu sedang jadi RI1, nha kedepannya itu dia berharap gantian demokrasi di nomer 2
    njlimet amat menafsirkan ucapannya.
    gitu ajzzzzza koq repooooot.......

    cocok bang wimar,
  59. From Taufik Hidayat on 11 June 2008 07:58:46 WIB
    Dalam hal ini saya sangat setuju dengan pendapat JK, bahwa semua negara mempunyai tujuan yang sama yaitu Welfare State, bahwa demokrasi dan sistem lain-lainnya adalah cara kita untuk mencapai tujuan tersebut, apapun harus diperbuat negara untuk mencapai Welfare State tersebut, jangan kita lupakan bahwa AS juga terkadang melupakan demokrasi untuk kepentingan negaranya ya itu tadi untuk mencapai welafare satate, Mr. JK for this one I agree with you!!, thank you wimar..
  60. From drajat on 07 August 2008 13:47:33 WIB
    Mengenai Capres 2009, saya kagum terhadap Opini Pak Budi Praptono dalam artikelnya \" Menyoal Titel PhD Bagi Capres 2009, di www.opinimasyarakat.com
  61. From Citra on 14 November 2008 21:40:56 WIB
    Ya itulah demokrasi! Kalo demokrasi dinomorduakan ya bakal jadi orde baru jilid 2 donk.

    Untuk semua yang setuju sama JK, duh..wake up! Ini udah tahun 2008, man! Masa mau balik ke jaman Soeharto dulu lagi sih.

    "yang penting tujuan tercapai". Sekarang ini tujuan versi siapa? versi diktatorkah? Versi rakyatkah? Kalau udah diktator yang diatas, jangan harap tujuan rakyat bisa tercapai. Ini statement yang bermakna ganda, nggak seharusnya ditelan bulat-bulat.

    Banyak demo itu karena adanya perbedaan pendapat, dan itu memang ciri khas demokrasi (kecuali demo yang anarkis, tentunya). Perbedaan pendapat itu indah, dan itu adalah tanda bahwa orang-orang masih menggunakan otaknya untuk berpikir.





« Home