Articles

Cara Supaya SBY Tetap Populer

Perspektif Online
29 December 2007

Kalimat pembuka dari Fessy Farizqoh Alwi menyatakan: “Survey menunjukkan bahwa popularitas SBY semakin merosot di akhir tahun. Menurut Pak Wimar, apa yang menyebabkannya dan bagaimana caranya SBY mengatasinya?”.

Diskusi yang direkam lengkap ini (dan hanya satu kata yang disensor) menghadirkan Wimar bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, Syarief Hasan dan Jeffrie Geovani, pengamat politik; dalam acara TOPIK KITA di STAR ANTV: Minggu, 30 Desember 2007, pukul 23:00 wib.

Update 31 Desember 2007

Resolusi Tahun Baru Buat SBY 

Oleh Hayat Mansur

Acara TOPIK KITA pada pekan terakhir 2007, Minggu (30/12) Pukul 23.00, mengangkat topik popularitas SBY semakin merosot di akhir tahun. Tampil sebagai pembicara Ahli Komunikasi Wimar Witoelar, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Syarief Hasan, dan Pengamat Politik Jeffrie Geovanie. Sedangkan pemandu acara Fessy Farizqoh Alwi dari STAR-antv. Berikut beberapa potongan pembicaraan mereka.

Kesalahan SBY

Fessy: Survey menunjukkan popularitas SBY merosot terus. Apa kesalahan fundamental yang dilakukan SBY sehingga sampai pamor merosot terus?
 
Wimar: Karena SBY tidak melaksanakan apa yang diharapkan orang, yaitu berbuat sesuatu. SBY tidak berbuat apa-apa, meluncur dengan angka 62% yang mendukung dia. Yang paling gagal adalah tidak mendengar keinginan rakyat. Dimana-mana tidak mendengar suara rakyat, di Lapindo, di kasus korupsi, dia menghindari beban moral. SBY santun, baik, bersih, tapi tidak mengambil sikap. Presiden harus 'inspired' dan 'inspiring'.  Biar dia yang memotivasi orang lain untuk kerja yang baik.

Jeffrie: Ekspektasi rakyat ketika memilih SBY itu tinggi sekali. Dalam kenyataanya, pencapaiannya hanya sedikit. Dengan modal popularitas saat terpilih, SBY seharusnya berani mengambil terobosan seperti mengambil kebijakan yang tidak populer tapi bagis bagi negeri ini untuk jangka panjang.

Syarief: Kalau berbicara mengenai kinerja maka kita bicara data kuantitatif. Saya memberikan contoh ekonomi kita bagus selama masa pemerintahan SBY dan itu tidak ada yang bisa membantahnya.

 

 

Hasil Survey

Fessy: Apakah Anda melihat hasil survey ini kredibel atau tidak sih?
 
Wimar: Yah, saya tidak bisa mempersoalkan hasil survey, namanya juga survey. Tapi itu kan betul pendapat orang. Kalau kita mau membantu SBY, membantu mengatasi kekurangannya, jangan dikubur secara defensif.  Survey itu teman, warning supaya tidak kalah dalam Pemilu mendatang. 
 
Jeffrie: Survey itu supaya dijadikan input untuk meningkatkan kinerja.

Syarief: Saya setuju dengan survey. Memang ada sesuatu yang harus  ditingkatkan. Tapi semua memerlukan satu proses. Ini kan baru tiga setengah  tahun. Masih ada satu setengah tahun ke depan.

Popularitas 2008

Fessy: Bagaimana prediksi untuk 2008, apakah popularitas SBY naik atau turun?

Jeffrie: Saya rasa akan semakin turun jika tidak ada hal-hal yang signifikan bagi publik. SBY tidak boleh yakin 2009 akan memenangkan Pemilu walaupun data sekarang lebih populer dibandingkan calon lain. Empat kasus terakhir Pilkada di tingkat provinsi, incumbent kalah. Padahal semua incumbent itu enam bulan sebelum pemilihan berada jauh di depan. Rakyat pemilih sudah belajar bahwa mereka punya hak menghukum incumbent. Dalam hal ini saya lebih melihat pada isu ekonomi yang akan berpengaruh.

Wimar: Menurut saya isu moral adalah isu utama, sikap terhadap orang-orang yang dipersepsikan sebagai korup. Atau SBY harus berhentikan mereka, atau diajukan untuk diperiksa, apakah orang-orang ini betul korup, atau sebetulnya bersih, hanya dianggap kotor oleh masyarakat. Kalau ditanya, siapa lawan SBY terberat? Jawabnya adalah, dia sendiri. Saingan yang lain tidak punya legitimasi. Kalau SBY main bola kuat, tapi bikin gol ke gawangnya sendiri, kalah kan.

Yang Harus Dilakukan SBY

Fessy: Saat ini para pesaing sudah muncul seperti Megawati, Sutiyoso, Wiranto, dan Jusuf Kalla. Apa nasehat Partai Demokrat untuk menghadapi para pesaing tersebut?

Syarief: Bagi kami Partai Demokrat dan pemerintah adalah agar semua program pemerintah khususnya yang bersinggungan dengan rakyat, kami dukung penuh.

Fessy: Siapa saingan terberat SBY? Megawati, JK, Sutiyoso?
 
Wimar: Kalau saya ingin supaya SBY terpilih lagi, dan saya memang ingin, karena calon lain yang kelihatan sekarang ini semuanya orang nggak bener, punya banyak cemar dalam sejarah. Orang terbersih masih SBY. Tapi dia tidak akan menang kalau dia tidak menyisihkan orang-orang yang korup dan kotor di sekitarnya. Pejabat-pejabat yang terdekat SBY, masuk daftar orang terkaya, dan kayanya bukan dari bisnis yang fair. Jadi Presiden harus mengganti yang kotor dengan yang bersih. Mendingan Pak Syarif Hasan jadi Wapres, daripada Jusuf Kalla. Semua orang tahu, orang-orang itu korup. Bagaimana SBY mau dibilang memihak kemiskinan, kalau dia mengelilingi diri dengan orang-orang korup. Dia takut pecat yang jelek, dan tidak mendengar orang yang baik

Fessy: Apakah masih perlu pakai Partai Demokrat?
 
Jeffrie: Saya melihat beberapa partai sudah mendukung SBY, tapi Partai Demokrat dipandang SBY sebagai partai yang dia bangun sendiri.

WW: Ya, kasihan dong kalau disingkirkan, apalagi orang di sebelah saya. Yang penting, singkirkan bad guys, promosikan good guys. 
 
-

Pesan WW: Kalau tidak sempat nonton, minta rekamannya kepada Melda di IMX melalui rubrik comments disini.

Print article only

29 Comments:

  1. From R Muhammad Mihradi on 30 December 2007 19:26:00 WIB
    Saya pada satu sisi sependapat dengan pak wimar bahwa SBY dikelilingi orang buruk sehingga sulit berprestasi. Tapi, disisi lain, bisa jadi bila secara linear kita berfikir, justru titik lemah dasar yang menyebabkan SBY menjadi sulit mendorong Indonesia menjadi lebih baik karena lemahnya kekuatan ia untuk mengeksekusi orang-orang buruk disekitarnya. Celakanya, ini tidak hanya salah SBY. Ini disumbang oleh sistem tata negera kita yang anomali. Di satu sisi,kita bersistem presidensial yang mengukuhkan posisi presiden sebagai orang utama di eksekutif tapi disisi lain, dengan peta parpol mayoritas di parlemen bukan partainya presiden dan partainya presiden justru bersuara paling minim (cuman bisa meloloskan SBY)akibatnya terjadi politik akomodasi kayak parlementer. Mungkin, kita perlu mencari alternatif lain. Dan, seperti biasa, saya sich berpikir--coba kita punya pemimpin yang baru---jangan dari orang yang kita sudah tau kejelekannya semua. Dan, sayangnya, mungkin ini perlu waktu lama. Dan celakanya, takutnya begitu waktu tiba kita berdemokrasi matang, negara di dunia sudah keburu kiamat. Bubar!
  2. From didiet pob on 31 December 2007 00:40:49 WIB
    Bravo WW...

    di TOPIK kita sangat berani dan tidak segan2 mengkritik orang2 bad guy di pemerintahan termasuk wapres JK...

    meskipun sewaktu mau mengkritik koruptor2 yang ada di lingkaran presiden sperti Aburizal Bakrie, dll sempat mau dipotong moderator (mungkin Fessy Farizqoh Alwi takut sama dirut ANTV yang masih keluarhga Bakrie, demi kelanjutan karier) tapi akhirnya Fessy pun tak kuasa membendung kritik seorang Wimar Witoelar yang tidak mau dipotong pmbicaraannya karena menyangkut orang2 bad guy di pemerintahan SBY....

    suatu komentar yang berani dan substansif, karena menyangkut upaya perbaikan moral dan contoh penegakan hukum yang paling esensi karena menyangkut orang2 yang berjasa dan berada di sekeliling presiden di pemerintahan, bukan hanya sekedar statistik makro ekonomi dan tingkat popularitas survei...
    jarang ada yang seberani WW,,, salute..

    MARI PRESIDEN SBY,
    SINGKIRKAN BAD GUY!!!!
    PROMOSIKAN BAD GUY!!!!

    RAKYAT DIBELAKANG ANDA

  3. From Chandra on 31 December 2007 09:28:54 WIB
    Memang kalau saingan SBY adalah Mega,Wiranto, Sutiyoso dan semacamnya, yah apa boleh buat ,seperti kata WW, saya milih SBY. Tapi mbok ya jangan menyerah begitu aja. Kan masih ada waktu untuk masukkan calon independen dlm UU Pilpres 2209. Ada Faisal Basri, Sarwono dan masih banyak good guys yang bisa bikin perubahan. Tapi terlepas dari semua itu tembakan2 WW terasa muantapppp dan menohok sampai ke ulu hati. Memang harusnya begitu, bicara jelas, tegas dan tembak langsung. Soalnya, koruptor2 dan pelindungnya sudah tidak peka lagi terhadap kritikan yang muter2. Apalagi SBY memang lemot dan banyak takutnya. Semoga tembakan WW bikin SBY wake up.
  4. From Butet on 31 December 2007 18:56:31 WIB
    SBY bisa jadi Presiden adalah berkat orang-orang disekitarnya itu (so called "bad guys" by WW), mereka dulu ngasih modal untuk pembentukan image, sehingga citra SBY bagus dan bisa terpilih. Sekarang kalo citra SBY memburuk karena orang-orang itu, ya mana SBY brani mecat. Lha wong dia utang budi, kok.
    Lagian, orang dulu memilih SBY kan karena tawaran SBY sendiri, jadi nggak boleh menyalahkan orang dong kalo ekspetasi mereka tinggi terhadap SBY. Brani janji ya harus konsekuen harus mau menepati.
    By-default memang SBY orangnya peragu dan nggak mau ekstrim dalam mengambil kesimpulan, jadi ya sekarang terima aja deh.
    Tapi masak nggak ada yang lebih baik?
  5. From Satya on 31 December 2007 19:50:20 WIB
    bukan. dia jadi presiden berkat pemilu, beda dengan sebagian besar presiden lalu dan bahkan lebih mutlak dari presiden negara2 lain. makanya mestinya jangan takut kasih lihat bahwa dia berani manage bawahan yang dikenal korup.

    tapi saya setuju: masak ga ada yg lebih baik?
  6. From Handika Aditya on 01 January 2008 12:34:07 WIB
    klo ngeliat WW di acara dialog gitu jadi kangen acara wimar's world. hu hu...

    Saya sih setuju om, SBY memang harus mengangkat isu moral dgn berani 'menjewer' anak buahnya yg korup. tapi harus diingat, ada yg namanya 'politik balas budi', suka atau tidak suka SBY harus memberi sedikit tanda terima kasih kepada orang2 yg telah menyumbang dana kampanye-nya milyaran rupiah pd pilpres 2004 lalu. jadi agaknya sulit buat SBY untuk bisa memberhentikan anak buahnya yg korup itu.

    Bener tuh kata comment no. 2, omongan WW keseringan dipotong sm moderatornya... padahal saya tau betul, om WW udah gregetan bgt tuh mo nyebutin siapa2 orang yg korup... ya kan om? he he

    met taun baru ya semuanya...
  7. From Ari Warokah Latif on 02 January 2008 20:13:23 WIB
    Indikasi penegakan hukum yang tebang pilih dan upaya adanya perlawanan dari para koruptor, tahun 2008 sebagai tahun tikus bisa jadi adalah tahun kemenangan pemakan uang rakyat. Tentunya indikasi ini yang menjadi batu ujian SBY untuk benar-benar memberantas korupsi atau mundur di Pilpres 2009!

    APBN kita setiap tahun nombok 68 triliun untuk membayar bunga BLBI dan ini berlanjut hingga 2030! Dan BLBI menjadi parameter keberhasilan SBY menanggulangi korupsi dan memecahkan problematika lainnya seperti kemiskinan!

    Dan kita perlu banyak Good Guys, agar pesan-pesan moral yang disampaikan Bang WW senantiasa bikin sakit kuping para KORUPTOR!
  8. From bocah gemblung on 03 January 2008 16:55:09 WIB
    SBY sebenarnya berkarakter baik. namun pada saat-saat dan kasus tertentu dia sering menerapkan standar ganda, dan tidak punya gigi dan wibawa. Seperti kasus lumpur lapindo, yang melibatkan tangan kanannya si aburizal. Kemudian kebal dan sterilnya MA dengan pengkhianatannya terhadap hukum dengan si bagirnya yang bebal. Serta tak berdayanya dia dalam kasus-kasus internasional yang gawat.

    seorang pemimpin sejati tidak pernah peduli dengan kepopuleran yang cenderung bertolok ukur pada penampian kulit luar yang semu dan sementara.
    Memang tidak ada salahnya berpenampilan yang baik, namun apakah seimbang dengan kemampuannya mengatasi dan mengelola masalah, dan tidak menjadi bagian dari masalah itu sendiri?

    maka, dapat dikatakan tidak ada salahnya SBY semakin populer dengan nyanyiannya, bahkan giat menciptakan lagu akhir2 ini. Namun apakah seimbang dengan giat usahanya dalam rangka memajukan bangsa serta dalam mengatasi permasalahan bangsa ?

    Kalau proporsinya tidak seimbang, maka dapat disimpulkan SBY menjadi bagian dari masalah bangsa itu sendiri, belum menjadi bagian dari solusi.

    terima kasih, Pak WW

  9. From didut on 04 January 2008 09:09:55 WIB
    wah pak wimar saya ketiduran, pdhl sengaja nungguin buat nonton ... minta rekamannya yah :D
  10. From Robert Manurung on 15 January 2008 19:16:34 WIB
    Setelah sekian lama, aku aktif lagi di dunia ramai. Senang menemukan bahwa Kang Wimar masih punya semangat seperti dulu.

    Mengenai SBY, menurut aku ini topik yang sudah basi, maaf, karena ketika waktu berpihak kepadanya ternyata dia hanya bisa bernyanyi.

    Untuk mengangkat popularitas SBY tidak ada pilihan lain, dia harus pro rakyat. Tentu ada konsekuensinya, dia bakal dilumpuhkan dari "dalam". Mengenai pemberantasan korupsi misalnya, SBY harus berani melakukannya secara struktural, jika perlu dengan memangkas strata teratas birokrasi.
  11. From Erwin K Wardhana S.Sos on 25 January 2008 11:36:09 WIB
    Pemilu 2004, Rakyat Indonesia memang sangat butuh Pemimpin alternatif setelah banyak dilanda kekecewaan dan kejengkelan2, SBY sangat pintar memenafaatkan situasi apalagi setelah "dianiaya" oleh Taufik Kiemas yg nota bene "suami" sang presiden waktu itu....but,....entah mungkin karena berdasarkan perhitungan secara politik waktu itu "mengharuskan" SBY menggandeng JK sbgai Wapres , at least , in this time, Kekuasaan yang dibangun dari popularitas yang spontan ternyata tidak banyak membawa angin perubahan yang lebih baik, apalagi, ditutup2pi sedemikian apapun, persaingan terselubung antar SBY dan JK sangat kentara dari setiap kebijakan2 yang dibuat pemerintah......mungkin kita bangsa Indonesia tidak akan pernah menyadari bahwasannya selama bangsa ini tidak belajar mandiri pada setiap aspek, tidak ada perubahan di negeri ini.
    sketsa : Bung Wimar sangat mengagumi kota Groningen dimana di kota itu tinggal Mrs Eva Van Koefmant, orang yang selalu mendukung almarhum Munir dalam segala aktivitas di Indonesia...siapa Eva Van Koefmant...dia adalah tokoh dalam suatu organisasi rahasia yang berambisi menguasai dunia, organisasinya orang2 berfaham zionis......lewat alm Munir, organisasi ini mengobok obok kedaulatan bangsa Indonesia lewat isue HAM yang kadang secara logika sangat membingungkan dan secara nurani sulit utk dipahami.....
  12. From tia on 26 January 2008 14:50:51 WIB
    hmm..

    gambate WW..
    saya suka sangat menghormati sekali orang yang berbicara apa adanya, sesuai realita yang ada..
    waaah..WW orang nya.
    kalo pemilu lagi, saya akan memilih SBY again..
    bukan hanya berwibawa saja tapi SBY juga jujur, orang jujur banyak tantangannya,,
    begitu jg yang dia alami sekarang..
    jadi.. saya berharap SBY bisa melewati setiap hambatan yang ada..
    orang baik, jujur, cerdas pasti menang..!!

  13. From Ical on 07 February 2008 14:53:58 WIB
    Hmmmhhh....
    Actually, saya mo nugcapin trims coz gra-gra baca artikel ini saya jadi tambah tau!!!

    Kalo saya ambil kesimpulan, bergaul sama tukang minyak wangi ya ikut wangi.. Kalo SBY lingkunganny korup gak salah kalo nantinya akan kena virusnya para koruptor...

    So, Apapun sikapnya pasti akan pupuler, tinggal tergantung ada yang populer buruk n bagus. Kalo SBY menyingkirkan koruptor pasti populernya bagus...tinggal ambil sikap aja, lebih baik mati jadi pahlawan daripada hidup jadi penghianat!! Tapi yang paling baik hidup jadi pahlawan.. Iya gak sih??
  14. From Gilang on 08 February 2008 09:34:39 WIB
    Sampai saat ini saya masih sangat simpatik terhadap Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Beliaulah pemimpin yang menurut saya sangat berkharisma dan bijaksana, hanya saja masih byk orang2 di sekililingnya yg syirik dan iri, sehingga setiap langkah yg Bpk SBY jalani selalu di komentari dgn sangat2 biadab !!! Ngapain sich??? hari gini msh ada dendam-dendam antara kita...kalo kalah, ya kalah .. jangan jd sok..seakan-akan semua masalah bs dia tangani..padahal dia sendiri udah nyobain kan !? Coba kita flashback sedikit..ketika dia masih menjabat...dimana2 berdiri posko2 preman bercorak merah darah...dan dimana dia berkuasa bahkan melebihi wewenang Pihak Berwajib segala ... Udah lah BuK Megawati yg terhormat..tahun 2009 ga usah nongol di kertas pemungutan suara lagi ya buk...saya jd kasian...ntar ibu kalah telak lagi sama idola saya..siapa lagi kalo bukan Bapak SUSILO BAMBANG YUDHOYONO !! MARI KITA BENGUN BANGSA INI BERSAMA2...BERSAMA KITA BISA !!!!

    Wassalam
  15. From Gilang on 08 February 2008 09:36:29 WIB
    Sampai saat ini saya masih sangat simpatik terhadap Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Beliaulah pemimpin yang menurut saya sangat berkharisma dan bijaksana, hanya saja masih byk orang2 di sekililingnya yg syirik dan iri, sehingga setiap langkah yg Bpk SBY jalani selalu di komentari dgn sangat2 biadab !!! Ngapain sich??? hari gini msh ada dendam-dendam antara kita...kalo kalah, ya kalah .. jangan jd sok..seakan-akan semua masalah bs dia tangani..padahal dia sendiri udah nyobain kan !? Coba kita flashback sedikit..ketika dia masih menjabat...dimana2 berdiri posko2 preman bercorak merah darah...dan dimana dia berkuasa bahkan melebihi wewenang Pihak Berwajib segala ... Udah lah BuK Megawati yg terhormat..tahun 2009 ga usah nongol di kertas pemungutan suara lagi ya buk...saya jd kasian...ntar ibu kalah telak lagi sama idola saya..siapa lagi kalo bukan Bapak SUSILO BAMBANG YUDHOYONO !! MARI KITA BENGUN BANGSA INI BERSAMA2...BERSAMA KITA BISA !!!!

    Wassalam
  16. From Gilang on 08 February 2008 09:41:12 WIB
    Saya yakin Tahun 2009 nanti InsyaALLAH Bapak Presiden idola saya akan menang..terus maju pak SBY !! Saingan anda di th 2009 hanyalah kumpulan orang2 frustasi dan syirik kpd bapak....
  17. From Enjang Abas on 13 February 2008 10:45:51 WIB
    Bacanya belum komplit, tapi udah tak copy ke word articlenya.mohon rekamannya yaa!! tks
  18. From utami on 25 February 2008 13:45:00 WIB
    Saya sangat berharap presiden SBY menyadari potensi dirinya dan tidak maju lagi di 2009. Presiden SBY amat cocok untuk menjadi dosen, tetapi tidak untuk jadi presiden. Gw pengin semua rakyat tau itu. Gimana bung WW?
  19. From sue aziz on 26 February 2008 00:25:30 WIB
    menurut saya, Indonesia ini sulit utk bisa berubah karena ibarat kesalahan tersebut seperti pohon yang sudah mengakar dan kalaupun mau diperbaiki harus dicabut seutuh-utuhnya dari bawah. Karena jika tidak dari akarnya akan muncul serabut baru-serabut baru dan hidup berkembang dengan pola berpikir dan sistem yang sama.
    Saya sempat sedih melihat Jakarta Post yang mengatakan bahwa orang Jakarta sudah capek mengkritik, karena kasus banjir dimana-mana sudah menjadi makanan tiap tahun. Jika adapun yang berteriak, Gubernurnya tetap akan jadi Gubernur. So, dimana naluri nasionalisme bangsa, yang membiarkan hal tersebut tetap hidup dan berkembang sampai ke cucu kita nanti. Yang sangat kurang dari wakil rakyat kita adalah keingin untuk mendengar dan upaya membangun. Budaya kita sudah terbiasa dengan budaya destruktif dan aji mumpung. Jadi akan sulit merubahnya. Begitu juga kita perlu wakil rakyat yang memiliki visi dan mengakui kelemahan bangsa sendiri dan mampu membuat perencanaan mencapai visi 2020 untuk menghadapi pasar global yang tak lama lagi. Patut berkonsutasi dengan negara lain dan saling bertukar ilmu. Jika tidak mampu membangun bangsa sendiri maka perlu konsultasi dengan negara lain yang sudah sukses. Jadi tidak studi banding hanya menghabiskan duit rakyat. Itulah perbedaannyanya yang aji mumpung dengan yang benar-benar ingin membangun negeri. Ok,.. harap bisa jadi bahan diskusi
  20. From c.utami on 04 March 2008 10:57:34 WIB
    Gw punya nama-nama yg bakalan bersinar di 2009, al: Wiranto, Sutiyoso, Bung WW, Mega, Gus Dur, dan Siti Hardiyanti R. Maaf SBY JK gak lah. Periode beliau (SBY-JK) adalah periode titik nadir sejarah negeri ini. Rakyat dimana-mana menderita. Penggusuran, kriminalitas, harga melambung setinggi langit, PHK, lumpur Lapindo, dan bencana2 alam yang belum pernah dilihat pada sejarah negeri ini atau negeri2 tetangga sebelumnya. Gw berharap SBY-JK lebih banyak lagi istigfar kepada Allah.
  21. From ufi on 05 March 2008 15:18:50 WIB
    Aku yakin SBY menang lagi. Hanya orang bodoh yg gak ngerti seluruh kebijakan politis SBY.......

    Hidup...SBY...
  22. From utami on 06 March 2008 14:03:16 WIB
    Gw pengin juga nih ambil pendapat Alm Dr Riswanda Imawan dari UGM ttg gaya kepemimpinan SBY. Dalam Kompas tahun 2005 Dr Riswanda menyebut gaya kepemimpinan SBY sebagai megalomania. Mungkin Bung WW lebih tau makna model megalomania yang dimaksud Dr Riswanda.
    Tapi yang jelas, tak satupun demo rakyat kecil di istana yang pernah beliau tanggapi. Tetapi beliau selalu ingin bertemu dengan orang-orang besar. Bahkan Bill Gates pun menjadi prioritas beliau. Juga para pemenang Nobel.
    Bahkan ketika beliau berkunjung ke Jepang, beliau tidak membicarakan ekonomi, tetapi ketemu simbol Jepang yaitu keluarga Kaisar. Yang datang ke Jepang dua kali malah Pak Jk.
    Tetapi jangan heran Bung WW, jika menyangkut simbol sebetulnya beliau pun hanya simbol bagi negara dan bangsa Indonesia. Masalah manfaatnya tanyakan saja pada rakyat kita sekarang ini. Masalahnya beliau sudah melupakan pemilihnya yang beliau ajak pada pemilu 2004 lalu. Gitu loh
  23. From Fadli on 06 March 2008 14:57:29 WIB
    K'lo aq setuju beberapa hal aja. Setuju sebenarnya SBY cukup baik jadi presiden hanya saja kolam di sekitarnya yang amburadul. Istilah badguy saya setuju sekali. Selanjutnya, banyak kebijakan nya tidak populer, seperti kenaikan BBM, dsb. Tapi bener ga sih k'lo saya sempet denger bahwa Hutang IMF kita sudah lunas (mohon informasinya). K'lo benar, ko' saya g pernah ada yang menyebut prestasi itu (maaf soalnya saya dengar berita itu hampir lebih dari 1 kali di Radio nasional dan di TV swasta).

    Coba kita lihat lebih dalam
    Kenaikan BBM memang berat, tapi hal itu dikarenakan bila pemerintah ttap mensubsidi BBM, maka APBN g ngangkat (ngerti g ya?). Bukan artinya kita mengorbankan rakyat, tapi gara2 BBM murah, banyak yang diselundupkan k luarnegeri untuk cari untung pribadi. Selain itu, bila harga tetap (sedangkan harga minyak dunia melambung) berapa lagi beban APBN yag harus di tanggung, dan kapan kita mau coba melunasi semua hutang bila kita masih minta subsidi dan subsidi dan subsidi sedang kan banyak yang nyri listrik, males bayar pajak, nyuri Aer PDAM, dsb.

    Memang, lebih enak menunjuk2 kesalahan orang dan membuang keberhasilannya. Tapi itu tidak membuat kita melihat dengan sisi terang. Lihat dari lain sisi. Kita yang tidak terhimpit kepentingan politik (Dimana setiap kebijakan bisa dijegal DPR, yang notabene isinya orang2 g bener (mayoritas sih) yang cuma nyari duit sidang dsb), kepentingan rakyat, kepentingan negara, kepentingan luar negeri, dan yang lebih berat, warisan bobrok pemerintahan terdahulu.

    Kesimpulan saya (ingat kesimpulan saya berdasarkan my opinion) SBY susah berkembang karena akumulasi dari kesalahan pemerintah terdahulu yang kebetulan 'mewariskan' masalah yang bertumpuk (flu burung yang penyelesaiannya g jelas sebagai contoh), ditambah orang2 sekitarnya yang berupa Bad Guy.

    Jadi gimana? Tak usahlah didengar pendapat anak bau kencur umur 23 tahun yang cuma bisa jadi pengamat politik ini. Tapi ber opini belum di larang di sini khan? Betul khan Pak WW
  24. From Jayamahe on 13 March 2008 23:15:50 WIB
    SBY lagi? Big no no! Other candidates (Sutiyoso, Mega, Sultan, Akbar, JK, mention it)? All of them are New Order-bred (Well, actually Yudhoyono is New Order-bred as well).

    You know what New Order's philosophy is? Plundering the nation for the sake of themselves and families. Look at what Yudhoyono is doing now!

    Putting his friends in the Army, families in the party, family-in-laws in national Banks (BNI, BI), and surely more to come.

    Indonesia should be led by a progressive figure. Rebellious ex-GAM leader who is now the current Aceh governor should come to the front to be the next Indonesia's President.

    We have enough with lame duck President such as Yudhoyono or Megawati or else. Period.
  25. From nana on 17 March 2008 10:24:33 WIB
    SBY dan siapapun adalah pemimpin yang buruk.
    Masih menjadi antek asing untuk menjaga kepentingan asing dalam menjajah dan menguras harta rakyat.

    Kita membutuhkan pemimpin:
    1. Pr rakyat
    2. Pemberani
    3. Independent
    4. Bertaqwa kepada tuhan bukan Amerika
  26. From Surawan on 18 March 2008 12:58:35 WIB
    Minta minta rekaman wawancara tentang cara SBY supaya tetap populer. Terima kasih.
  27. From Moehamat Lestariyono on 16 April 2008 14:58:20 WIB
    Saya merasa kecewa dengan kinerja SBY yg kurang membela nasib rakyat kecil, dan sama sekali tidak mencerminkan kebijaksanaan yang PRO RAKYAT,...ini buktinya :
    1. Kasus LAPINDO ( rakyat yg jadi korbannya )
    2. BBM tinggi & langka ( rakyat korbannya )
    3. Sembako mahal ( rakyat korbannya )
    4. Gizi buruk, busung lapar, kesehatan masayarakat buruk ( rakyat korbannya )
    5. Ibu & anak tewas kelaparan ( naudzubillah min dzalik )

    SBY tidak perlu buang-buang waktu untuk meneteskan air mata karena menonton ayat-ayat cinta,...bukankah cinta yang hakiki adalah ke sesama manusia,..cinta kepada rakyat kecil,..masih banyak kejadian nyata yg terjadi di negeri ini, yg memilukan hati,..yg seharusnya mampu mengetuk pintu hati kita sebagai sesama manusia,..Ayo SBY tunjukkan kinerja anda yg mampu membela nasib rakyat, buktikan anda cinta rakyat,...rakyat butuh cinta & kasih sayang..
  28. From Cecep on 13 May 2008 08:28:36 WIB
    Semua orang the bad guys adalah yang disekeliling SBY ??
    Bagaimana SBYnya sendiri?? The Good Guys??? Tolong cari tahu
    darimana kekayaan si Good Guys selama ini dari awal karir sampai jadi RI-1?? True/Real General in Indonesia is not Rich. Apalagi kebijakannya sampai hari ini is not really as
    Good General.
  29. From nelly hayani on 08 October 2008 19:05:24 WIB
    memeng org yang baik seperti SBY banyak cobaan,itulah tanda2 org yg baik sbg pemimpin selama beliau mejabat mukanya kelihatan strees tdk seperti pejabat2 laen yg makin bugar,gemuk membuncit lagi seperti pendahulu2nya RI-1,BRAVO BRAVO SBY pemilu kedepan anda masih layak dipilih dibanding muka2 lama yg gagal masih ingin calon siapa??????tau diri donk.......

« Home