Articles

Perjuangkan Kesempatan Perempuan, Bukan Hanya Jatah

Perspektif Wimar
20 April 2008

Oleh: Didiet

Tak bisa dipungkiri jika kita bicara tentang emansipasi wanita di Indonesia maka nama Kartini akan menjadi referensi utama, sehingga hari Kartinipun identik dengan kemajuan perempuan Indonesia. Di hari Kartini, Perspektif Wimar menghadirkan Deputi Gubernur Senior merangkap Pjs Gubernur BI, Prof.Dr. Miranda Gultom dengan ditemani Agni Pratistha sebagai co host.

Agni dan Prof. Miranda

 Girl Power!

Miranda berpendapat kalau sekarang bukan seperti zaman Kartini atau Indira Gandhi lagi dimana tema pendidikan yang setara antara pria dan wanita menjadi isu utama. ”Perempuan harus membuktikan kalau pendidikan yang ada harus menghasilkan perempuan yang sama atau bahkan lebih baik dari lelaki”, ujar Miranda.

Mengenai perjuangan feminisme, dia juga menganggap hal itu boleh saja, asal harus benar. Karena di saat keadaan masyarakat yang masih ’membeda-bedakan’ gender, memang perlu adanya perjuangan. Jadi perempuan bukan hanya menunggu jatah. Tapi jangan lupa juga, bahwa perempuan harus menjalankan program-programnya seperti ngurus suami, dll.

Selain ahli moneter, Miranda Gultom ternyata juga disibukan dengan program golf goes to school miliknya.Dimana kegiatannya  melatih para pelatih (trainning for trainners), menyiapkan paket manajemen golf yang mengutamakan kejujuran, serta silabus materi-materi teknik permainan. Pendukung setia Manchaster United ini ternyata juga pecinta kesenian dengan mengetuai Yayasan Nusantara yang menaungi Nusantara Symphonic Orchestra dan ketua Yayasan Paduan Suara Anak Indonesia

Tentang kasus yang menimpa Burhanuddin Abdullah, perempuan yang dijuluki ’Miss telat’ ini mengaku prihatin, sedih dan terpukul dengan adanya dugaan itu. ”Saya harus positif dan kita harus membuktikan diri bahwa tidak semua anggota BI itu jelek”. Sebagai perempuan yang menempati salah satu jabatan terpenting di Bank Sentral, Miranda yang pernah menjadi dosen FE UI ini bersyukur diberi kesempatan sebagai akademisi dan juga praktisi. Dia pun meyadari bahwa sering kali teori-teori yang ada tidak berhubungan dengan kenyataan yang sebenarnya.

Polemik tentang proses pemilihan Gubernur BI antara DPR dan pemerintah juga tak luput dari perbincangan. Perempuan pertama yang menjabat Deputi Gubernur Senior BI ini menilai sebetulnya DPR bukan tempat Fit and Proper Test melainkan hanya sebagai lembaga yang mengkonfirmasi  calon gubernur atau deputi gubernur senior yang diajukan Presiden. Kenyataannya forum di DPR seakan-akan jadi ajang penentuan. Yaah mungkin ini bentuk konsekuensi dari begitu kuatnya posisi parlemen dalam sistem politik kita sekarang. Meskipun dua calon yang diajukan Presiden SBY memang banyak dikritik berbagai kalangan.

Padahal banyak juga anggota DPR  yang belum tentu ngerti masalah moneter. Yang penting Vokal!! 

 


Sambil nunggu, pemanasan dulu:

 

Kirim saran anda mengenaiTamu dan Topik | Co-Host | Sponsor

Print article only

21 Comments:

  1. From Hoo Boen Wie on 21 April 2008 09:10:10 WIB

    Saluut untuk perspektif
    Saluut untuk ibu Miranda Gultom,
    Baru saya ketahui bahwa untuk ekonomipun ada hal2 yang harus diajdust untuk kondisi tertentu. Jadi untuk aplikasi
    apalagi jiplakan langsung tak mungkin akan berhasil. Ini rasanya ada kaitan bahwa tak mungkin kita menerapkan hal sama dari hasil riset dalam keadaan yang berbeda pada kondisi apapun. Apalagi kalau sudah menyangkut alam! Jadi capitalize on what you have, adjust with sound scientific basis and apply to the benefit of mankind!
  2. From endah on 21 April 2008 09:12:01 WIB
    selamat Hari KArtini bagi semua Perpempuan di Indonesia. saya tidak mengerti bedanya peempuan dan wanita, lebih sopan yang mana ya???
    saya mendukung para wanita yang bekerja, tapi tetap jadi ibu umah tangga juga tugas yang tidak mudah dan sangat mulia.

    salam.
  3. From agustine fransisca bellamia on 21 April 2008 09:48:57 WIB
    Selamat Hari Kartini, para wanita Indonesia.....
    Saya sangat senang akhirnya PW mengundang ibu Miranda Goeltom yang bisa dibilang mewakili figur wanita Indonesia saat ini. Pas sekali di hari Kartini pula.
    Terima kasih, ya, bu produser.
    BTW, Agni menurut saya masih harus banyak berlatih "memotong pembicaraan". Jujur saja tadi pagi gak nyaman deh denger nya. Kan bisa dengan..."Baik, sebelum membahas perspektif Ibu Miranda Goeltom lbh jauh, kita break dulu ya bang WW, krn pariwara yang banyak ini akan lewat dulu. Jadi, tetaplah di PW". Bisa kan kyk gto? Hanya masukan aja lho, mba Agni.
    Yg pasti sy setuju dengan apa kata bu Miranda, manajemen diri. Gampang-gampang susah tuh ngelakoninnya.
    Maju terus PW! Maju terus bang WW. Semoga cepat dapat pendamping yang oke & asik punya deh.
  4. From hendra on 21 April 2008 11:05:56 WIB
    yang jelas ibu miranda gultom is wonder women....
    yang jelas juga keliatannya agni pratista keliatan stress
    keliatan di wajah cantiknya.
    bang WW HEALTY LIKE ADE RAI.
  5. From janeman on 21 April 2008 11:49:08 WIB
    hahaha.. saya suka ending linenya!!

    keep up the good work diet!

  6. From abimanyu on 21 April 2008 12:03:43 WIB
    maju terus wanita indonesia..:)
  7. From Ambo on 21 April 2008 12:43:48 WIB
    Asyik nich..wanita2 Indonesia pada bersuara.. Kalo menurut saya peran wanita yang paling utama adalah di rumah, bukan di luar rumah. Tugas utama wanita adalah memberi pengajaran akhlak yang baik bagi anak-anaknya. Kalau karir dianggap penting, jangan letakkan ini pada urutan pertama, ini kan membalik peran wanita, getol mengurusi kepentingan luar rumah daripada di dalam rumahnya sendiri. Wanita itu menjadi mulia karena memikul beban kepentingan urusan rumah tangganya.
  8. From satrio on 21 April 2008 14:39:47 WIB
    Kata-kata ibu Miranda bener-bener patut didengar DPR ni. Saya setuju sekali dengan pertanyaan \"Apakah dengan pendidikan yang ada bisa menghasilkan wanita yang lebih baik dari pria?\"

    Dan saya lanjutkan, lebih baik dalam hal apa? Saya rasa bangsa ini perlu lebih berpikir tentang hal itu, agar pengembangan baik wanita dan pria di negeri ini lebih bisa dimaksimalkan dan efektif. Dan perlu kita akui bersama, membeda-bedakan gender seringkali tidak dapat dihindari. Contoh, jika ada barang berat, pasti wanita akan berkata begini, \"Kamu aja yang angkat, kamu kan laki-laki\"... Biasanya seorang laki-laki akan segera menyadari kelebihannya (atau berusaha melebih2kan :D) itu dan segera mengangkatnya. Tapi apa yang lelaki dapat ketika kita berkata seperti ini \"kamu harus bisa masak, kamu kan wanita..\" Belum tentu wanita itu serta merta akan belajar masak :D

    Yang penting bagi saya, baik wanita atau pria, haruslah memiliki pengetahuan, mindset, kemampuan dan informasi yang benar. Di era informasi seperti ini, banyak sekali informasi yang tidak benar dan membentuk pola pikir dan pemahaman yang salah. Sudah saatnya baik laki-laki dan wanita memaksimalkan kelaki2annya dan kewanitaannya untuk kemajuan bangsa.
  9. From alnesputra on 21 April 2008 15:04:23 WIB
    Selamat Hari Kartini untuk semua wanita Indonesia.

    Excellent choice untuk narasumber PW hari ini!
    Ibu Miranda Goeltom adalah contoh Kartini modern yang cerdas dan berdedikasi kepada negara kita tercinta.



  10. From Jendra on 21 April 2008 15:48:07 WIB
    Pilihan narasumber yg bagus utk hari Kartini!

    Mungkin dari yg bisa saya tangkep dari pembicaraan Bu Miranda: Baik di rumah maupun di tempat kerja, wanita (dan jg pria sebenernya) mesti strive for excellence. Seperti Bu Miranda yg punya banyak sekali peran, tapi tetap excellent di semuanya.

    Sebenernya saya justru lebih khawatir ke nasib kaum pria dibanding wanita.. soalnya jamannya saya sekolah, kok murid perempuan justru cenderung lebih rajin dan pinter ketimbang murid laki2? gejala apa ini?
  11. From ris yuwono on 21 April 2008 16:07:10 WIB
    Selamat hari Kartini.
    Selamat ber perspektif.
    Ok bung Wimar, seminggu ini, saya akan cermati acara ini, kemudian akan saya beri komentar lebih lengkap. Karena dulu "old" persepektif enak tersantap. Tetapi "New" persepektif belum mampu tergigit dengan baik. Komentar tentang Co host, lebih baik dibiarkan bergilir saja, tetapi masing-masing harus punya kompetensi tema tertentu.Ketika tema A maka co host yang kompeten di bidang A, misal si B yang hadir, sekalian pembelajaran untuk para co host yang "NB" selebritis semua."Maaf" seperti pilihan menu nya sate ayam, soto ayam, ayam goreng, enak semua sih, tapi jatuhnya ke ayam juga.Padahal banyak yang kurang suka ayam.
  12. From gagahput3ra on 21 April 2008 16:11:24 WIB
    Balik lagi comment disini. ^_^

    Kalo menurut saya sih, perempuan itu memang mahluk yang dari sononya udah 'wonder women', karena seperti yang kita lihat sekarang di kehidupan sehari-hari dan seperti yang ibu Miranda bilang, wanita itu bisa menghandle dua pekerjaan sekaligus, sebagai seorang ibu rumah tangga, sekaligus pekerja yang telaten dan gak kalah kompeten sama laki-laki.

    Jadi ya kita laki-laki sebaiknya emang mengakui kalo wanita tuh udah gak pantes dibeda-bedain, tanggung jawab yg mereka pikul lebih gede dari kita-kita....salut!

    *N.B : Satu2nya yg saya bingung dari Hari Kartini adalah...disekolah2 kyknya setiap wanita harus mengikuti gaya pakaian Kartini yang menggunakan kebaya, padahal kan salah satu yang Kartini berusaha perjuangkan pada masanya adalah penyetaraan wanita dengan lelaki supaya wanita tuh gak 'musti' ngikutin tradisi pake baju kebaya ketat atau melakukan sesuatu yg dia gak pengen lakuin...

    Jadi kita ini sebenernya udah 'merdeka' belum sih....*thinking mode : on*

    Oh ya, untuk semakin memperpanjang komen ini (hahaha), saya mohon doanya ke om Wimar dan siapapun yang baca ini, karena besok UN, dan doain juga supaya bisa nentuin universitas yg bagus...masih bingung soalnya T_T

    Ok....maju terus PW!!!
  13. From Tansri on 21 April 2008 16:31:45 WIB
    Hmmm...kalau saja wanita-wanita Indonesia memiliki pendidikan yang baik dan selalu bisa memberikan peran yang positif di masyarakat pasti negara kita tidak akan mengalami kemunduran seperti sekarang ini. PW selalu ok!
  14. From Yusako on 21 April 2008 16:46:27 WIB
    Pak Wimar Yth.
    Saya baru On lagi di acara bapak. Seep banget tadi pagi, Bu Miranda juga OK banget, semoga menjadi representasi wanita super di penjuru Indonesia... kalau boleh masukan, co-host-nya dipilih yang bisa/ menguasai juga topik, ikut dalam pembicaraan serunya Pak Wimar dan tamu begitu, sepertinya tadi pagi (sedikit) tidak maksimal co-host-nya...

    sekian saja, makasih.. Selamat Hari Kartini buat semua!!!
    maju terus Wanita Indonesia

  15. From ayu on 21 April 2008 18:26:07 WIB
    aku terharu bgt liat show td pagi. Salut bner kita (Indonesia) punya seseorang seperti Bu Miranda.Bu miranda bner2 mewakili kaum terpelajar, ngomongnya sistematis,terarah,n nda pk emosi.Aku sebagai wanita Indonesia bangga banget punya Great Women like Her..

  16. From riris on 21 April 2008 18:32:46 WIB
    Kartini itu politis sekali, krn sebetulnya yg diperjuangkan adalah demokratisasi. Jadi seandainya Kartini dinilai berhasil, ucapan selamat juga untuk laki2, tidak hanya untuk wanita (konon: Bhs.Jawa "wani" (berani) mena-"ta", tp ada juga yg artikan "wani ditata" -jd tdk aktif/jd subyek, tp pasif/jd obyek) atau per-empu-an (empu - ahli bikin keris)- aktifis cenderung pilih "perempuan." Diskusi, tugas dll tentu akan lebih asyik, nyambung, efisien kalo partner kita selevel, kan?

    Intinya, Kartini berjuang agar perempuan merdeka utk putuskan sendiri pilihan hidupnya. Tentu ada kompromi2, krn toh kita tidak hidup sendiri. Pendidikan jadi sarana agar kesadaran dan wawasan jadi luas, shg dia bisa bertanggungjawab atas keputusan yg diambil.

    Soal angkat yg berat2 mestinya proporsional, siapa yg lebih kuat selayaknya ngangkat. Sebetulnya tak perlu disoal, krn dg kemajuan teknologi, banyak alat bantu.
    Perkara masak, juru masak yg top hampir semua laki2.
    Soal kompromi sajalah, mana yg sempat dan mestinya siapapun belajar masak, yg simpel2 sajalah.

    Kebaya ala Kartini, koq terasa salah kaprah dg spirit Kartini (saya kaget, koq MG pake kebaya, kenapa ga baju "dinas"-nya yg lebih tampakkan profesionalitasnya). Dg kebaya, perempuan cenderung dipandang dari bentuk tubuh, bukan isi kepalanya. Mungkin, krn sdh jadi tradisi, masih sulit mengubah persepsi itu. Kiranya soal kebaya di Hari Kartini perlu kita renungkan kembali.

    Btw, trims bgt dg tamu hari ini (sayang ga bs lihat, keburu pergi, coba push ANTV ada siaran ulangan).

    Ttg co-host, acc #11 lebih baik giliran sesuai penguasaan topik, dan lagi2 mesti SIAP. Co-host tamu dong, Naz.

    Selamat Hari Kartini untuk laki-laki dan perempuan Indonesia. Smoga habis krisis, terbitlah kegemilangan.


  17. From anggana bunawan on 21 April 2008 19:51:41 WIB
    happy karini day..

    miranda goeltom memang sudah jadi ikon perempuan masa kini..

    saya setuju jangan menggunakan aspek keperempuannan untuk meminta jatah, saat ini seharusnya tidak perlu jatah2an mengenai peranaan perempuan di berbagai sektor.

    kebangkitan perempuan juga sudah makin terlihat di dunia politik, ekonomi, teknologi, bahkan militer.

    sehingga tidak ada alasan lagi untuk mengatakan kesempatan perempuan dibatasi,,,

    sallute untuk perempuan indonesia, walau diterpa ekonomi yang semakin sulit tetap piawai dalam mengolah uang belanja..

    ibu saya aja sudah kaget2 melihat harga pangan di tukang sayur yang semakin ga bisa ditawar dan dinegosiasikan..

    selamat hari kartini
  18. From Agus Nyatanya on 22 April 2008 07:45:15 WIB
    Saya jadi teringat waktu dulu masih suka baca novel karya Ko Ping Ho. Alkisah disebutkan bahwa seorang pria itu bisa segala-galanya kecuali melahirkan. Jadi jelas jika paling tidak bisa menandingi pria berarti wanita lebih hebat karena bisa melahirkan. There is no such a 'kesetaraan gender'.
  19. From Christine on 23 April 2008 13:47:11 WIB
    wah bintang tamu pd hari kartini kemarin bagus dan cocok banget momentnya( Fyi.I'm one of the biggest fans, Ibu Miranda ) ... she's one of the Super Woman and multi talented yg ada di indonesia... So inspired ...Untuk mba Agni Pratistha -co host, sebagai masukan kayaknya mesti banyak2 mempelajari dan membaca brief sebelum program. Apalagi kalau bintang tamunya spt Ibu Miranda. sebelum masuk or motong pembicaraan mesti waktu yg tepat jg body language nya jd kesannya nga asal2 an . Jg pertanyaan2 yg ingin dilontarkan harusnya dipikirkan dan dipersiapkan supaya lebih menggigit( I know this is not easy ). Bang Wimar tolong di brief dong co host nya biar acaranya lebih ok lagi... kan wanita indonesia bukan hanya cantik tp juga mesti SMART, dgn sendirinya inner beauty akan keluar... kaya Ibu Miranda. Thank you so much, Bang Wimar!!!
  20. From Tete Komen on 23 April 2008 18:26:40 WIB
    Hari Kartini ditandai dengan kontroversi Ibu dr Fadilah yang menantang negara adidaya soal flu burung. Belum cukup, muncul lagi kontroversi tentang Namru. Ini baru perempuan Indonesia, yang betul-betul membela bangsanya, meskipun mengundang kontroversi negara adidaya (barat). Sangat beda dengan mainstream perempuan Indonesia lainnya, yang menuntut kebebasan menggoyang pantat dan payudara di depan umum, dengan mangharapkan pembelaan dari negara adidaya (barat). Ramai-ramai menentang poligamai, tapi cuek terhadap praktek wanita simpanan, cuek terhadap nasib anak wanita simpanan yang dapat akte kelahiran hanya dengan nama ibunya sebagai orang tua. Cuek juga terhadap praktek pelacuran yang melembaga, bahkan barangkali menganggap pelacuran sebagai jalan keluar untuk mencegah pemerkosaan.

    Saya melihat situasi ini secra umum sangat biasa. Ada beberapa perempuan yang "perkasa" sementara perempuan lainnya asyik menjual udhelnya. Sejak dulu juga begitu. Ada Ratu Sheba, ada Ratu Bilqis, ada Siti Aishah, ada Cut Nyak Dien sebagai wanita-wanita "super" yang mengalahkan kecakapan kaum pria dalam bidangnya. Kalau ada yang memandang bahwa wanita sekarang berbeda dengan wanita dulu karena lebih terpelajar, lebih maju dll dibanding jaman dulu, itu ahistoris.

    Salut kepada Bu dr Siti Fadilah, semoga bisa menjadi panutan kaum Perempuan Indonesia, meningkatkan kehormatan kaumnya, sekaligus bangsa dan negara.
  21. From Patrick AMP Manurung on 25 April 2008 04:37:34 WIB
    Pilihan yang buruk untuk hari Kartini.
    Karena: dia suka golf & suka MU.

    Golf olahraga yang jelek. Dinikmati oleh kalangan berduit.

    Penggemar setia Manchester United?

« Home