Articles

Dua Tips Hari Bumi: Tanam Pohon dan Kurangi Pemakaian Listrik

Perspektif Wimar
24 April 2008

Oleh: Didiet Adiputro

“Akibat dari pemanasan global bukan hanya dirasakan daerah pesisir , bahkan ada negara yang juga terancam bisa hilang seperti Tuvalu”, ujar Dr. Armi Susandi ahli perubahan iklim dari Fakultas Kebumian dan Teknologi Mineral ITB, yang menjadi narasumber di Perspektif Wimar dalam memperingati hari bumi. Kali ini Wimar ditemani Cathy Sharon sebagai co host.

Pemanasan global mau tidak mau menjadi perhatian kita semua. Secara singkat Dr Armi menjelaskan bahwa dunia menjadi panas karena tertutup co2 yang disebabkan antara lain pembakaran bahan bakar fosil. “tahun 2035 kita ke bandara Soekarno Hatta harus naik perahu”, tuturnya. Energi alternatif mungkin bisa menjadi sebuah solusi tapi dengan konsekuensi akan membuat harga pangan melambung tinggi, seperti yang sekarang terjadi .

Fenomena ini ditandai beberapa hal seperti curah hujan yang tinggi ketika musim hujan, dan kemarau yang panjang setelahnya. Menurut Armi, jika terjadi perubahan cuaca maka penyakit akan muncul. Biasanya kita mengalami dua kali perubahan cuaca dalam satu tahun, sekarang bisa tiap hari terjadi perubahan cuaca yang berarti penyakit juga akan sering muncul. “Untuk itu peran pemerintah sebagai sumber informasi dan sosialisasi sangat penting”

Selain mencari energi alternatif, upaya penghijauan adalah solusi lain yang paling efektif. Karena disamping menyerap air, tumbuhan juga dapat menyerap co2. Indonesia tampaknya menjadi harapan dunia untuk masalah ini, selain memiliki hutan tropis yang besar, kita juga memiliki laut yang luas dimana tumbuhan laut didalamnya memiliki kemampuan menyerap co2 lebih besar dari tumbuhan di darat.

Hambatan terbesar untuk memperbaiki alam bukan hanya dari pembalak liar saja, tapi juga dari beberapa Negara industri maju seperti AS dan Jepang yang sudah berpuluh-puluh tahun merusak alam dan ternyata belum mau meratifikasi protokol Kyoto. Sehingga negara berkembang seperti kita ikut disalahkan dan juga ikut menangggung beban kerusakan alam. Sepertinya logika ekonomi belum bisa bersinergi dengan upaya penyelamatan lingkungan.

Kira-kira apa sih yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari warga dunia dan ga perlu ribet sama Protokol Kyoto? Ada dua tips yang mudah:

  • Tanam Pohon
  • Kurangi pemakaian listrik

Gampang kan?

Baca juga:

Kirim saran anda mengenaiTamu dan Topik | Co-Host | Sponsor

Print article only

26 Comments:

  1. From ina.chireg on 24 April 2008 09:16:06 WIB
    Catty U'r great! keep being nice Indonesian women although U'r indo, but never mind! I vote 4 U. U'r young, great here n in extravaganza.... he 33x.
  2. From Glen Lee Vendy on 24 April 2008 09:23:27 WIB
    Solusi buat mengurangi global warming
    1. Tanam Pohon (kata Pak Armi Susandi)
    setuju2x aja buat tanam pohon tapi sebenarnya di jakarta ini mo tanam pohon di mana,skrg Jakarta udah jadi hutan beton yang ada,liat aja daerah pesisir sungai semuanya rumah,yg ada rumah saya kena imbas anjir juga. Saya rasa di Jakarta ini ada 5 wilayah (pusat,utara,selatan,timur, dan barat) kalau tiap wilayah sebagian di sisakan buat bikin taman yang cukup besar bisa jadi udara Jakartalebih sejuk dengan catatan pengguna kendaraan bermotor juga dikurangi,program car free day tiap minggu juga sebetulnya bagus kok,kenapa jg tidak diteruskan

    2. Hemat listrik (kata Pak Armi Susandi lagi)
    di jaman yang udah serba IT ini,saya pernah baca kalau kebutuhan akan listrik trus naik seiring dengan perkembangan IT,bayangkan jika tiap orang punya iPod dan harus charge bareng2x,blum lagi dengan gadget2x yang lain semisal Laptop,HP lah yang ngga jauh2x,di sini tiap org saya rasa at least punya 1 HP,udah saatnya cari energi listrik alternatif lain yang ngga butuh minyak bumi buat jalanin itu,di China aja sampai bikin The three Gorges dam,salah satu bendungan terbesar yang katanya bisa kasih jatah listrik buat satu benua (bener atau ngga-nya cari aja di internet)mana jatilihur kita sebetlnya bisa ngga sih buat satu pulau jawa ini.Sekarang pun tiap gadget yang ada di nilai sama green peace apakah environment friendly atau tidak,denger2x sih produk2x dari apple itu ngga ramah lingkungan bangat menurut green peace ya.

    Ya sudah yg penting 2 solusi itu sih buat saya setuju aja,cuma untuk energi alternatifnya semoga Indonesia bisa kembangin lagi biar ngga ketergantungan sama minyak bumi yg udah mulai sentuh USD 100 ,kan Indonesia itu negara yang kaya
  3. From Hoo Boen Wie on 24 April 2008 09:27:23 WIB
    Bung ww, very interesting topic,Tq !

    Salam pada Dr. Amri Susandi, mungkin anda akan lebih didengar.
    Anda menyebutkan panen yang bisa 4 x. Mudah2-an ini tak berdasarkan assumsi bahwa tropics bisa terus-menerus ditanamai secara uninterupted. Bila demikian akan terancam dgn. uninterrupted growth of pest and diseases. Akhirnya panennya ialah hama, alias crop failure.
    Soal penghijaun, sebaiknya dgn. pohon berdaun lebar (tulisan saya 16 April pada bung WW.
    Mangrove supaya dihutankan kembali dan juga daerah resapan tetap dibiarkan sebagai daerah resapan - jangan dijadikan real estate.) Kalau mau menahan erosi daerah pesisir, baiknya dipelajari Vettiver grass, yang akarnya bisa 180 cm
    Kalau Kevin Rudd mau meratifikasi protocol, mudah2-an Murray river basin masih tertolong, meskipun mantan menteri KLH Federal, menyatakn bahwa pemerintah Federal waktu itu, tak mempunyai costitutional rights untuk melarang penggunaan crown land!? (lucu ya bukan native land!!)
    Untuk bung WW. Soal silent spring, contohnya effek kemudian (after effect) penggunaan DDT di USA ialah bahwa Am. Bald Eagle, lambang negara, tak bisa menetaskan telurnya krn. kulitnya tipis/jadi kering krn. DDT di farm land, masuk ke kali dan dimakan ikan dan ikannya dimakan Am. Bald Eagle, maka untuk melestarikan sampai2 telurnya diambil dari sarangnya ditebing-tebing untuk ditetaskan di Lab. baru dilepaskan kealam.
    Penting juga research fund kita diperbesar. th. 94 Jepang menyediakan 4 % dariGDP dan Mississippi 5 % . Indonesia ????
    apalagi yg. benar2 masuk research

    Semoga sukses saja dan tetap angkat topics yang baik for mankind
  4. From Hoo BoenWie on 24 April 2008 09:32:45 WIB
    Cathy I vote for u karena anda tetap mau belajar. Ars longa vita brevis = The art is long and life is short. This is for mankind, regardless of heritage
  5. From janeman on 24 April 2008 09:44:21 WIB
    Ini detail tips sebagai tambahan:
    1.Kurangi penggunaan mobil atau motor
    2.Gunakan barang2 recycle
    3.Kurangi penggunaan air panas
    4. Matikan alat2 elektronik kalo sudah gak dipakai lagi
    5. Jaga selalu rawat ban mobil anda

    masih banyak lagi yang lain, coba deh sering buka2 treehugger.com... bagus tuh...

    inget! ini bukan nakut-nakutin tapi for real...!
  6. From agustine fransisca bellamia on 24 April 2008 09:57:17 WIB
    Great tpoic, great source, great performance from the host, co-host and guest. What a show!!!!
    Bang WW, coba dong cari waktu episode khusus yang bisa mengundang pak Hoo Boen Wie sebagai narasumber. Beliau gape nih urusan lingkungan dll. Tuh kan? Artinya lewat perspektif.net bisa juga ditemukan narasumber baru yang bisa dijadikan tamu untuk memperkaya perspektif masyarakat Indonesia.
    Saya setuju dengan pendapat pak Armi yang juga menyarankan penggunaan angkutan umum saja sebagai salah satu upaya penghematan energi. Siapa ya yg tadi pagi bilang ada korelasi antara orang pelit dengan penghematan energi?
    Anyway, saya sudah melakukan hal itu (jadi gadis angkot) sejak tahun 1994. Tapi, kalau pajak kendaraan bermotor tetep aja dan DP kreditan kendaraan bermotor makin murah, mana bisa kita mulai menghemat energi? Punya uang dikit langsung kredit motor. Pembakaran bahan bakar fosilnya makin kenceng, sementara harga minyak per barel aja sdh tembus di atas angka US$ 100. Waduh...gimana nih?
    Saran saya, coba galakan kembali program penanaman benih pohon melalui KUA dan Catatan Sipil. Jadi,setiap calon pengantin DIWAJIBKAN menanam 1 benih pohon di area yang ditentukan sebagai lahan hijau. Kan bisa untuk ini bekerja sama dengan dinas pertamanan dan pemakaman setempat. Sekarang yang terjadi, mereka lebih memilih membayar saja dengan sejumlah nilai nominal tertentu. Mana jadi pohon???? Jadi motor baru iya.
    Suatu program tidak akan terwujud kalau kita tidak memulainya terlebih dahulu. Jadi, kalau bukan kita yang memulainya lebih dahulu, siapa lagi?
    maju terus, bang WW.
  7. From Rita on 24 April 2008 10:47:12 WIB
    Ass. Bang WW...topik yang sangat menarik...pas dengan pembicara yang expert di bidangnya..

    Kemarin, baru aja saya protes sama staf di kantor yang memangkas sebagian pohon yang ada di depan kantor(krn salah informasi & tidak diawasi)..Soalnya keteduhan jadi berkurang, rasanya tidak nyaman, terasa gersang..

    Saya sempat liat bbrp tayangan di TV tentang program / kegiatan penanaman pohon oleh berbagai kalangan.
    Semoga hal tersebut terus berlanjut sehingga negara kita semakin hijau utamanya di kota-kota Besar.

    Setuju, bahwa sosialisasi tentang global warming perlu ditingkatkan. Dengan penekanan bahwa kita perlu memikirkan tempat hidup bagi keturunan/generasi kita di masa yang akan datang..

    Btw, tentang tumbuhan laut yang besar fungsinya untuk menyerap CO2, saya juga baru tau...Rasanya belum begitu besar gaungnya..Ato saya yang belum denger ya?
    Semoga bisa terus digalakkan sebagai salah satu solusi..

    Wass..
  8. From UmanK on 24 April 2008 11:12:46 WIB
    Yup. betul bgt tuh..
    Maslahnya, ni pemerintah kagak sadar-sadar kalo tu pohon banyak manfaatnya. walhasil, di Kalimantan sono no.. Utan pada digundulin dan gak ada tuh hukuman yang setimpal buat penjahatnya.

    Gw juga bingung. Mungkin aja orang-orang di pemerintahan pada stress. Pada pengen cepet mati tapi gak mo rugi. caranya adalah tebang pohon sebanyak-banyaknya, nikmatin duitnya, terus mati gara-gara Global Warming. nah dia enak untung. nah kita, mana untungnya???

    Pdhal, bisa aja tuh pemerintah mewajikan seluruh PNS untuk menanam pohon di rumah atau lingkungannya. Oke gak?!
  9. From mansur on 24 April 2008 14:54:19 WIB
    Agar tumbuh sikap menjaga kelestarian lingkungan, cukup ingat Bumi kita hanya satu. Kalau Bumi kita ini kotor dan rusak, kemana lagi kita mau tinggal?
  10. From Deddy Arijanto on 24 April 2008 16:31:35 WIB
    Hemat energi: seperti Catty yg numpang pada teman dan Bang Wimar yg dijemput pake mobil stodio.
    Hemat listrik dan numpag merupakan bagian dari Hemat Energi
  11. From wak tul on 24 April 2008 18:37:41 WIB
    Hallo Bapak Doktor n Pak WW,


    Jadi binun nih. Maklum yach, ga pernah punya gelar, apalagi sampe doktor, hehe...hehehehehehe....

    Kutipan :
    “tahun 2035 kita ke bandara Soekarno Hatta harus naik perahu”, tuturnya. Energi alternatif mungkin bisa menjadi sebuah solusi tapi dengan konsekuensi akan membuat harga pangan melambung tinggi, seperti yang sekarang terjadi

    Apakah yg dimaksud energie alternatif hanya BBM-bio ?
    Apa ngga ada lainnya ???

  12. From agung waluyo on 24 April 2008 23:49:16 WIB
    idealnya satu orang tanam satu pohon dalam satu tahun ! tapi apakah bisa dilaksanakan ? cape ngomong tdk bakalan ada action nya . makanya perlu pemimpin yg diktator tapi berhati mulia , semua persoalan bangsa akan beres . yg gampang sgr dilaksanakan yg sulit dijadikan gampang .ngomong sampai kiamat tdk bakalan ada hasilnya kalau tdk ada gebrakan seperti pak hugo , pak ahmadinejad atau pak putin . ayo , bang yos , anda sanggup karena punya keberanian .
  13. From Patrick AMP Manurung on 25 April 2008 04:16:20 WIB
    Curhat dikit, ah:

    Banyak sekali yang bisa dikerjakan orang biasa. Sedikit-sedikit gak apa, lama-lama semakin besar & jadi kebiasaan orang banyak.

    Yang unik ada serang biasa yang rada luar biasa. Dia dari Jakarta. Seorang Jawara yang berusaha kerasa menanam banyak pohon, menjaga daerah pinggir sungai & membersihkan sungai Pasanggrahan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Saya sendiri belum pernah lihat langsung, hanya melihat dia lewat wawancaranya di Kickandy.

    Tanpa banyak bantuan dari pemerintah, yang seharusnya berperan banyak dalam pelestarian LH, Bang Idin memulai aktifitasnya sejak tahun 80an bersama dengan teman-temannya.

    Video kegiatannya & wawancaranya ada disini:

    http://www.youtube.com/watch?v=p1D8_72zXhI

    ...

    Kadang saya juga berharap agar para pemuka agama juga ikut serta bicara LH lewat khotbah di Mesjid, Gereja, Pura, Kelenteng, dst. Merawat alam pastinya disetujui semua yang berbeda agama.

  14. From agung gunawan raharja on 25 April 2008 10:40:31 WIB
    koment-koment di atas banyak yang ok punya....

    bang ww, saya cuman pengen nambahin salah satu cara untuk menyelamatkan bumi, yaitu :
    - kita cuman perlu bikin lobang-lobang di pekarangan/ daerah terbuka di sekitar kita, ga perlu besar/lebar dan dalam kok(yang bisa bikin orang lain kejeblos)cukup diameter 5-10 cm aja lebarnya en dalemnya 30 - 50 cm juga udah cukup yang penting jumlahnya agak banyak, dilapisi kerikil n sabut kelapa or ijuk. langkah yang sederhana en mudah ini berguna sebagai cadangan air tanah kita (sebagai sumur resapan) biar kita sedikit mengurangi berita banjir di TV, koran en radio.....
  15. From Mohamad Jaka Prawira on 25 April 2008 13:04:54 WIB
    Aha. Sebenarnya kalau masalah Global Warming itu, kita para pemakai komputer pun bisa memeranginya. Tidak harus dengan mematikan PC kesayangan selamanya. Ada sebuah software bernama LocalCooling yang didesain untuk mengurangi pemakaian energi listrik berhambur. Saya sendiri sudah mencobanya dan hasilnya cukup bagus. Sekarang layar komputer saya tidak akan masuk kedalam mode OFF dalam waktu 5 menit dan mengurangi pemakaian listrik.
  16. From maUL on 25 April 2008 21:04:44 WIB
    Om Wimar.... saya suka banget sama acara perspektif,tapi setiap saya lagi nonton perspektif di ANTV yang setiap pagi itu, saya harus di buru waktu pergi ke sekolah. Soalnya saya masih SMA kelas 2. I am study in full day school...
    Acaranya bisa di ganti malam gak????? Please Om Wimar....
    Makasih ya....
  17. From |richard.p.s| on 25 April 2008 21:57:34 WIB
    Mau usul, bagaimana jika pemakaian listrik oleh station-station TV yang mengudara pada jam 00.00 - 06.00, namun hanya mengulang tayangan diberhentikan? Listrik station TV kan besar. Bang WW, termasuk ANTV nih. Gimana?
  18. From E.K Wardhana on 26 April 2008 15:37:08 WIB
    Seluruh elemen bangsa Indonesia sebenarnya dalam posisi yang sangat lemah........tidak menikmati utuh kekayaan alamnya sendiri, tapi harus utuh menanggung akibatnya......yah, ini bukan takdir tapi kita semua emang belum pinter.....
  19. From Wisnubhawana on 28 April 2008 10:50:00 WIB
    Setuju, tanam pohon dan hemat listrik. Gadget pun semakin lama semakin efisien pemakaian listriknya jadi seharusnya masih bisa tetap hemat listrik.

    Ada satu lagi yang bisa dikembangkan, Biofuel!
    Di luar negeri dah mulai populer penggunaan biofuel, entah itu biodiesel, bioetanol, dsb. Negara barat (terutama US) mulai menggunakan surplus produksi minyak jelantah dari industri fast food untuk dijadikan bahan bakar. Teknologinya cukup sederhana, yakin deh orang Indonesia yang terkenal "kreatif" bisa mengaplikasikannya. Mungkin di Indonesia bisa memberdayakan sumber daya lain selain minyak jelantah untuk dijadikan bahan bakar karena fast foof di Indonesia gak terlalu banyak minyak jarak for example.

    Saya sendiri sedang menunggu subsidi Premium dicabut. Ntar kalau harga Premium satu liter sudah lebih mahal dari satu liter etanol/alkohol di toko kimia saya mau pakai campuran premium etanol. Lebih jijau, lebih hemat, dan nilai oktannya bisa nambah.

    Satu hal yang masih mengganjal. Disinyalir kenaikan harga bahan pangan secara global sekarang ini adalah karena produksi pangan yang tadinya murni umtuk konsumsi manusia sekarang sebagian sudah mulai diserap untuk pembuatan biofuel. Misalkan gandum, jagung, dan beras untuk dijadikan etanol. Kalau ini benar maka mungkin kita harus kembali fokus menjadi negara agraris saja. Hehehe...

    Just a thought.
  20. From panji on 28 April 2008 17:53:25 WIB
    Biofuel dengan teknologi saat ini berbahaya, krn mengandalkan lahan layak tani (arable), apalagi untuk Indonesia yg sudah kebanyakan orang. Efeknya pada kompetisi pemanfaatan lahan untuk pangan atau energi. Memang ada usaha pemanfaatan limbah sisa, tetapi itu juga harusnya kembali ke tanah (pupuk organik).

    Potensi energi di udara dan laut sebetulnya masih bisa digali. Sumberdaya alga, misalnya, masih belum digarap secara baik.
  21. From tom aries on 02 May 2008 08:59:31 WIB
    hari bumi.. protokol Kyoto...

    semakin panas sesuatu akan semakin cepat sebuah proses...
    memperlambat proses bukan solusi yang terbaik.

    seperti yang dikatakan oleh solfater, bahwa setiap perbaikan yang coba dikerjakan oleh ia yang hidup akan terhenti pada batasannya..
  22. From Darryl on 20 October 2008 13:23:46 WIB
    saya stuju dengan diadakannya Hari Bumi... karna kt selaku makhluk hdp d Bumi, harus bs bertanggung jawab atas tmpt tinggal kt...

    tp.. kalo cm 2 ituw saja, saya rasa masih kurang... sebenarnya yg plg bnyak mengeluar kan CO2 ntu kan kendaraan bermotor... nah, kenapa kt ga cb bwt menghilangkan kendaraan bermotor yg menggunakan bahan bakar... secara ituw jg polusi buaaangeeeddh...>.<

    kalo bs, kt meniru negeri bunga Sakura... bkn berarti kalo kt niru, kt g bs membuat sndr... hanya saja, kt tiru kebiasaan na dengan mengendarai kendaraan yg tidak bermotor, seperti SEPEDA....
    apa lagi sekarang kan dah ad organisasi untuk pengendara speda tuh...

    udara d luar makin panas toh? kl uda baca tp tetep g lakuin sama aj boong, jadi jangan enak2an sedangkan udara d luar semakin panas...

    swaktu2, kalian jg yg bakal ngerasain betapa PANAS nya dunia ini dari tahun ke tahun
  23. From RAHADI RADHIMAN on 13 November 2008 15:42:15 WIB
    Komunitas Ku "AYO MENANAM POHON" sudah ada action, walau kecil2 an, di rumah kita ada program penyemaian biji2 pohon, beberapa hampirlangka populasinya, ( kepuh, putat, kesambi, gayam, kedoya, nagasari ) perlu bijinya, contack saya 081804646962 atau

    http://id.12frenz.com/frenz/HASSAN
  24. From Dini Mikha on 05 December 2008 08:39:27 WIB
    I absolutely agree dengan tips untuk menanam pohon. Mungkin pihak sekolah bisa bekerjasama dengan pihak dinas pendidikan tuh, untuk mewajibkan setiap siswa menanam satu pohon setiap tahunnya di tempat yang tandus dan gundul yang lansung dikoordinir oleh pihak sekolah. Just imagine kalau setiap siswa dari SD sampai SMA menanam satu pohon setiap tahunnya. Apa nga hijau tuh lingkungan. Thanks^_^
  25. From TJAH VIVOHASKA on 01 April 2009 18:16:50 WIB
    GUDZ LAKZ JAH DEHC....
    BANGKIT INDONESIA



  26. From she says on 27 March 2014 11:05:30 WIB
    In summary, mastering these three kinds of "recommendation power phrases" is one with the keys to writing all types of letters of recommendation. If you're looking to improve in your writing skills so that you may feel more confident while putting words to paper, try an English writing software.
    she says http://cort.as/8Itg

« Home