Articles

UU Pilpres Jaga Kepentingan Siapa?

Perspektif Wimar
16 June 2008

Oleh: Didiet Adiputro

Pemilihan presiden yang tinggal setahun lagi rupanya masih menyisakan banyak tanda tanya tentang berbagai peraturan yang mengaturnya.mulai dari persayaratan calon, dana kampanye,bagaimana partai bisa mengusung capres. pengaturan kampanye, dll. Hadir di Perspektif Wimar edisi ini Ketua Pansus UU Pilpres yang juga salah satu fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan.

UU Pilpres yang saat ini di susun pada dasarnya untuk memperbaiki UU sebelumnya yang masih banyak kekurangan. Misalnya tentang dana kampanye, dimana hampir semua capres pemilu 2004 tersangkut dugaan kasus aliran dana DKP, jadi dengan peraturan yang jelas maka Presiden terpilih sudah tidak tersangkut masalah dana kampanye lagi.

“Biasanya kita suka menyimpan masalah untuk keperluan politik nantinya, jadi pada saat lawan  kalah itu tidak diungkap tapi kalau lawan menang baru diungkap. Ini yang tidak boleh”, ujar Ferry.

Beberapa point krusial yang belum selesai dibahas anatara lain:

  1. Partai atau gabungan partai yang bisa mengusung calon presiden
  2. Pengaturan dana kampanye
  3. Pengaturan format kampanye

Mengenai besaran syarat partai dapat mencalonkan capres, Golkar sendiri mengajukan usulan 30 persen suara pemilu legislatif bagi partai atau gabungan partai untuk dapat mengusung capres. Menurut Ferry dengan mengajukan syarat 30 persen maka Golkar ingin menegaskan bahwa rumusan capres itu harus dilakukan bersama. Meskipun dengan konsekuensi akan semakin sedikit calon yang tersedia.

Selain itu debat calon presiden juga akan ditingkatkan frekuensinya. Dengan semakin semakin tinggi frekuensi debat capres, maka masyarakat bisa melihat bagaimana cara calon pemimpin bangsa menerima kritik, sanggahan, komentar atau merespon jawaban orang lain. untuk itu dituntut peran strategis dari media untuk memberikan pelajaran bagi pemilih..

Masalah sumbangan kampanye bagi capres juga sudah diatur. Misalnya subangan prorangan maksimal 1 M dan badan hukum maksimal 5 M. “ yang penting jangan sampai dijadikan ajang money laundering”, ujar Ferry

 

Print article only

10 Comments:

  1. From a.karim siagian on 16 June 2008 10:30:50 WIB
    kami berharap agar UU mengenai capres kali ini benar2 dikaji dan ditelaah, jgn seperti yl. baik itu mengenai fisik/kesehatan, wawasan kebangsaan, kemampuan intregitas, agama, rekam jejak kelakuan, dll, dll, dll.
    sebab utk menjadikan orang sbg pimpinan banyak yg bisa/mampu
    tetapi utk menjadi sbg PEMIMPIN kiranya perlu lebih ektra ketat, sebab kategori PEMIMPIN penilainnya jauh "at bottom my heart" sejauh dan sedalam membekasnya di dalam sanubari meskipun jauh dari type sekaliber khalifah Umar bin Khattab,
    yg sampai saat ini terus dikenang. "jikalau ada rakyatku yg kelaparan biarlah aku yg pertama merasakannya, dan jikalau telah merasa kenyang, biarlah aku yg terakhir merasakannya"
    jgn cuma jadi pemimpin yg sambil lalu, (pengganti antar waktu)
  2. From paul on 16 June 2008 10:53:09 WIB
    Bang Ferry.., UU tersebut apa juga mencakup penolakan terhadap Gus Dur yg ingin mencalonkan presiden lagi?
  3. From E.K Wardhana on 16 June 2008 14:32:50 WIB
    Pilpres tinggal sekitar 9 bulan lagi.....UU lama dianggap belum sempurna sehingga harus disusun UU Pilpres yg baru......aaaaah...di Indonesia banyak dihasilkan UU yg sebenarnya secara konseptual bagus...tapi pada pelaksanaannya sangat tidak bagus................
    tidak bagus pelaksanaannya karena memang para pemimpin kita masa kini tidak pernah punya sifat LEGOWO alias tidak pernah bisa menerima kemenangan lawan.................atau memang harus dibuat UU Pilpres yg baru untuk kepentingan-kepentingan politik sesaat supaya JAGONYA dlm Pilpres 2009 diuntungkan oleh UU yg baru.................dan nanti ke depan pada Pilpres berikutnya th 2014 akan disusun lagi UU Pilpres yang baru...............seperti biasanya......
  4. From fann on 16 June 2008 21:08:46 WIB
    Duhh...Q ketawa terbahak-bahak karena intrik yang di ucapkan oleh Bang Wimar tadi pagi di acaranya Perspektif Wimar, ketika itu pak Ferry mengatakan bahwa akan meningkatkan frekuensi acara debat presiden (seperti yg di tulis di atas), kemudian ferry menambahkan, kalau ada salah satu capres yang dikeroyok dalam debat itu maka akan terlihat siapa yang mudah marah dan tidak bisa menerima kriktik. Kemudian Bang Wimar menjawab dengan gaya bicaranya yg santai "tapi ada yang mudah marah, bisa jadi Gubernur tuch..."ini intriknya yg ditujukan kepada salah satu gubernur, yg pernah berupaya menyingkirkan bang wimar dari salah satu acara talk shownya di JakTv.
  5. From agam on 17 June 2008 09:38:25 WIB
    Aturan sah2 aja di perbaiki, menjamin gak pemilu ini banyak yang ikut, apalagi sudah beberapa presiden kehidupan layak jauh dari harapan
  6. From bernadette pakpahan on 18 June 2008 00:07:44 WIB
    Salam untuk Gus Dur.

    Gus Dur, saya siap mendukung anda secara total atas jalan golput yang Gus Dur anjurkan.

    SAlam
    bernadette
  7. From doelkar\'s on 18 June 2008 12:02:33 WIB
    weleh...weleh, koq ada mantan presiden dan calon presiden yg nyarankan golput,... emang mau jadi presiden golput tho..??
    sana aja pergi kenegara Republik Golput,..
    arregene masih golput2an.

    capek deeeh,
  8. From Cahyo Prabowo on 20 June 2008 08:36:25 WIB
    UU Pilpres merupakan upaya untuk menjegal kandidat lain dan merupakan kepentingan partai politik
  9. From roy salam on 22 July 2008 00:20:53 WIB
    inilah potret buram berpolitik di negeri ini..segelintir orang tanpa melalui uji publik mau memaksakan kehendak politiknya untuk menjenggal "lawannya". Belajar dari legitimasi pemilu 2004 bahwasanya para capres mendapat kucuran anggaran publik dengan cara-cara yang ilegal ditambah lagi pertanggungjawabannya kepada publik hampir tidak ada..

    Pembahasan RUU Pilpres yang berlarut2 hanya menghabiskan anggaran saja..sementara hasilnya tidak ada bedanya dengan sebelumnya..lagi2 hanya melestarikan oligarkhi.!!
  10. From Jets on 03 August 2008 21:36:29 WIB
    Kapan yah proses pilpres kita bisa seperti Obama vs Hillary?

    Sampai saat ini, kok nggak pernah kedengaran mengenai kualitas2 dari para calon kandidat capres untuk pemilu 2009 mendatang? Jangan2 kandidatnya masih dalam proses pencarian.... hehehe.....

    Jangan selalu membiasakan budaya "serba dadakan".... rakyat perlu tahu kualitas2 dari bakal calon pemimpin mereka sejak dini, yakni (seharusnya) sejak saat ini!

    Salam,
    http://private-jets-charter.blogspot.com/

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home