Articles

Wimar Witoelar Dan Presiden Horta Bicara Di Forum “North Australia”

Antara
24 June 2008

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar, membahas isu hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dalam Forum “North Australia” Australian Broadcasting Corporation (ABC) bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Konvensi Darwin, Selasa [24/06] sore.

Diskusi panel yang dimoderatori Pemimpin ABC di Darwin, Mark Bowling, itu juga menghadirkan Direktur Penyiaran Nasional Papua Nugini Joseph Ealedona, kata Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Selasa. “Pak Wimar (juru bicara  Gus Dur,red) ) adalah satu-satunya pembicara undangan dari Indonesia,” katanya.

Napitupulu mengatakan,  Wimar, Presiden Horta dan Ealedona mengupas perihal hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik, serta bagaimana impian bersama di tengah budaya yang berbeda, peluang dan tantangan dalam kemajuan wilayah utara Australia di kawasan yang berkembang dinamis.

Forum yang membahas enam tema utama yang mempengaruhi kemajuan negara bagian Northern Territory (NT), seperti masalah air, masyarakat pribumi, sumberdaya pertambangan, perubahan kependudukan, perdagangan dan hubungan NT dengan negara-negara Asia itu juga diikuti para tokoh asal Australia. “Saya tadi menghadiri sesi pagi yang membahas 14 topik bahasan, termasuk masalah air dan pembangunan. Di antara pembicara dalam forum ini adalah chief minister (menteri kepala) dan bekas menteri perdagangan Northern Territory,” kata Napitupulu.

Negara bagian NT merupakan wilayah Australia yang secara geografis paling dekat dengan kawasan timur Indonesia, Timor Leste dan PNG. Secara kesejarahan, penduduk Aborigin bahkan sudah memiliki hubungan sosial dan kultural dengan para pelaut Makassar jauh sebelum para petualang Inggris, seperti James Cook, datang. (ant )

Print article only

2 Comments:

  1. From rofi on 26 July 2008 21:23:51 WIB
    wah yg pertama nih kasih koment...

    benar mas... sekecil apapun negaranya, walaupun bekas negara kita.. tetep junjung tinggi nilai dan jiwa ke internasionalan.. walah bhs apa itu.. hehehe walau dan bagaimana pun, peradapan itu bukan hanya milik satu negara, dan peradaban pun hanya bisa di bagun secara bersama2,... ok

    www.rofie.co.c
  2. From Jets on 03 August 2008 20:41:00 WIB
    Rekonsiliasi serta hubungan yang dinamis dan harmonis antar bangsa memang harus semakin dikembangkan demi terwujudnya kemajuan peradaban itu sendiri.

    Salam,
    http://private-jets-charter.blogspot.com/

« Home