Articles

Menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati

Koran Sindo
20 October 2008

PP09

Seputar Indonesia - Presiden Kita

Artikel ini terbit di Koran Sindo 20 Oktober 2008 dengan judul "Menyelamatkan Bakrie", disini dimuat dalam versi asli.


Menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati

oleh: Wimar Witoelar
 
Pada saat tulisan ini dikirimkan, CNN baru mengeluarkan ringkasan hasil polling mengenai debat presiden Amerika Serikat. Sudah selesai semua debat calon presiden, tiga semuanya. Hasilnya dalam persentase. Untuk debat pertama, Obama-McCain 51-31. Debat kedua, 54-30. Debat ketiga, 58-31. Menurut CNN perkiraan electoral vote adalah 277 untuk Obama dan 174 untuk McCain dengan state (negara bagian) yang tossup (bisa kesana bisa kesini) sebanyak 87.

Amdaikata McCain menang semua tossup states, dia tetap kalah. Jadi dia harus menang semua tossup states seperti Florida, Ohio dan North Carolina. Tidak cukup itu, McCain harus merebut state yang diperkirakan mendukung Obama seperti Pennsylvania dan Virginia.  Sebaliknya Obama cukup mempertahankan posisi. Karena itu McCain agresif, Obama defensif. Ibarat pertandingan sepakbola dimana Obama di depan 2-0 dengan sisa waktu 10 menit. McCain harus tetap bersemangat kampanye dan orang-orangnya harus tetap percaya diri, supaya pendukungnya tidak patah semangat dan tetap mau mengikuti Pemilu. Obama harus tetap bersemangat dan tidak menunjukkan rasa menang,supaya pendukungnya tetap semangat sampai memberikan suara pada tanggal 4 November. Kalau mereka merasa sudah menang, mungkin mereka malas memilih, karena merasa sudah pasti menang

Di kita, posisinya agak terbalik. Yang diatas angin adalah pihak elite, yang kalah adalah orang biasa. Kalau ikut rumus tadi, elite harusnya tenang dan orang biasa bersikap galak. Tapi disini malah elite makin berani menjalankan kolusi dan orang biasa makin menerima. Terbukti dalam kolusi Bakrie dengan SBY untuk menyelamatkan perusahaannya yang ambruk. Dalam kasus Lapindo, Bakrie tidak mau menunjukkan simpati kepada korban luapan lumpur. Sekarang Bakrie kena musibah pasar, dia minta simpati SBY. Minta dibantu dengan uang negara melalui BUMN. Orang biasa yang merasa elite berkuasa, merasa tidak punya jalan keluar. Mereka merasa terpaksa menerima  keserakahan penguasa.

Padahal kita tidak harus menerima ketidak adilan. Kita bisa mengajak orang biasa  memberikan pendapat. Kalau tidak, orang baik makin sedikit, dan orang jahat makin banyak. Apakah lupa munculnya Orde Baru? Tokoh angkatan 66 ikut membenarkan Suharto. Sekarang tokoh reformasi 98 ikut membenaran  SBY.  Dengan menyelamatkan Bakrie, SBY kelihatan Orde Baru sejati. Tujuannya hanya mempertahankan kekuasaan, yang dipakai untuk melindungi pengusaha yang mendukungnya. Segitiga SBY-Bakrie-Kalla menggelinding menuju Pilpres 2009.

Krisis ekonomi dunia saat ini timbul karena terlalu banyak andalan pada kelancaran kredit. Kredit murah membuat orang berhutang lebih besar dari kemampuan membayar. Ketika timbul masalah dalam pembayaran kredit, masalah itu diatasi dengan meminjam lebih banyak lagi, gali lubang tutup lubang. Makin banyak kita punya kenalan di Bank, makin mudah meminjam uang. Kalau kita kenal penguasa, lebih mudah lagi. Meminjam menjadi sangat mudah kalau kita kenal Presiden yang tidak jujur. Kreditor mana akan menolak kasih kredit kalau Presiden memberikan lampu hijau?
 
Setelah 11 September 2001, Bush menumbuhkan mesin ekonomi dengan melancarkan kredit properti. Semua berjalan mulus sampai satu saat kredit perumahan yang terlalu lancar di Amerika Serikat menghasilkan kelebihan bangunan, Harga properti jatuh. Nasabah kredit tidak bisa bayar kredit. Bank tertimpa kredit macet dan terpaksa minta pinjaman dari lembaga keuangan lain. Sekuritas yang dibangun diatas jaminan kredit anjlok nilainya. Perusahaan asuransi jatuh nilai assetnya. Perusahaan asuransi AIG jatuh dan diberi bailout USD 770 Milyar. Dengan cepat jepitan kredit merembes ke Eropah dan Asia.

Akhirnya kemacetan kredit internasional menimpa perusahaan di Indonesia yang punya hutang besar pada pihak asing. Tidak mampu bayar kredit, takut disita jaminan berupa saham perusahaan, akhirnya Bakrie bersembunyi dari kenyataan pasar dan meminta pemerintah mengatur BUMN ikut bantu.
 
Menko Sri Mulyani tidak setuju, sebab ini intervensi pasar. Lebih baik Bakrie jatuh daripada orang biasa ikut menderita. Pada krismon 97, banyak perusahaan jatuh dan pimpinannya dituntut. Krismon 2008 menyangkut satu perusahaan, dan pimpinannya adalah pembantu terdekat Presiden. Pinjaman macet Bakrie adalah untuk menjadi makin kaya lagi, bukan untuk kesejahteraan rakyat.
 
SBY tetap merasa berhutang budi pada Bakrie dan menolak keberatan Sri Mulyani. Beliau tidak tahu, kekuatannya dari suara rakyat, bukan dari penguasa yang memanfaatkannya. Setelah Sri Mulyani gagal mempertahankan sikapnya untuk melepas Bakrie ke pasar, Bakrie mulai menjual sahamnya diam-diam. Kepada pihak asing dilakukan dengan cepat dengan kerugian besar, karena takut kena sita jaminan. Penjualan saham kepada pihak Indonesia yang dikoordinasi Mentri BUMN dan Sekneg akan terjadi dengan lebih leluasa dan harga yang lebih manis untuk Bakrie.
 
Seorang pengamat cerdas mengeluhkan gagalnya reformasi 1998 dan mengatakan: "Tahun-tahun terbuang…"  Bakrie bantu Kalla, Kalla bantu SBY, SBY balas budi dengan mengangkat  Kalla sebagai Wakil Presiden dan Bakrie sebagai Menko Ekuin. Ketika Bakrie gagal mengurus ekonomi, dia tetap dipertahankan sebagai Menko Kesejahteraan Rakyat, walaupun tidak memiliki jiwa sosial sama sekali.

Balas budi SBY kini menggunakan dalih "mendukung swasta nasional". Ekonom dan politikus nasionalis mengatakan, Bakrie sebagai perusahaan nasional harus dibantu melawan ancaman cengkeraman asing. Orang lupa bahwa orang Indonesia yang menjahati rakyat perlu dikenakan sangsi  sebelum kita mempersoalkan orang asing.
Bakrie adalah pengusaha nasional tapi bukan nasionalis. Kebesaran usahanya dan statusnya sebagai orang terkaya dicapai melalui kolusi politik dengan SBY dan kolusi pasar dengan perusahaan luar negeri.

Ketika krisis internasional menjatuhkan harga pasar Bakrie, dia lari minta perlindungan kepada Presiden. Sangat menyedihkan, bahwa orang-orang pandai di Indonesia membenarkan bantuan SBY kepada perusahaan yang antisosial ini. Sangat menyedihkan bahwa suara jernih Menko Sri Mulyani tidak didukung secara terbuka, hanya melalui bisik-bisik.

Pengamat cerdas itu melanjutkan dalam email:  "Jelek-jelek,  pemilihan Presiden di Amerika Serikat memberi kesempatan calon Presiden untuk berpendapat dan untuk menunjukan kemampuan. Disini ? Apa yang jadi penentu seseorang jadi Presiden: Intrik dan uang"

Betul sekali. Tapi kita tidak boleh berhenti dengan mengeluh dan putus asa. Marilah kita sebagai orang biasa belajar mengerti persoalan. Kalau sudah mengerti, marilah membentuk sikap. Kalau sudah punya sikap, marilah menyatakan sikap dan bersuara. "A bell is no bell until you ring it. A song is no song until you sing it."


 
Update 23 Oktober 2008: Staf Bakrie Menjawab!

 

Print article only

79 Comments:

  1. From rahadian p. paramita on 20 October 2008 09:43:47 WIB
    Enaknya jadi pengusaha besar. Moral dari cerita ini: "Kalau mau ngutang ke Bank, jangan tanggung-tanggung. Ngutang yang gede sekalian, biar kalau bangkrut pemerintahnya ikut sibuk."
    Plus, kalau sudah punya utang gede, dukung Presiden terpilih deh, supaya jadi menteri...
  2. From mansur on 20 October 2008 09:54:49 WIB

    Pemerintah bukan tukang cuci piring kotor pengusaha korup dan tak becus dalam menerapkan Good Corporate Governance. Jadi biarkan saja para penguasa tersebut kolaps dan lebih baik fokus memelihara pengusaha yang taat asas hukum.

    Saya menolak bail-out kepada perusahaan yang dimiliki pengusaha korup dan tidak GCG.
  3. From Nur Kholish Majid on 20 October 2008 09:58:21 WIB
    Semakin sulit mecari pemimpin yg benar - benar berpihak pada rakyat. Kondisi negara ini sudah terlanjur dimainkan oleh orang - orang yg tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kekuasaan dan uang.

    Saudaraku, mari dalam pemilihan umum 2009 nanti kita betul - betul menggunakan hati nurani dalam memilih calon presiden kita. Yg jadi persoalan adalah ---> Adakah calon yg kita idamkan itu ?

    Ya, kalaupun tidak sempurna....semoga ada yg lebih punya hati nurani dan betul - betul pemimpin yg memegang amanat.

    Salam,

    Nur Kholish Majid
  4. From sen on 20 October 2008 10:01:22 WIB
    Memang payah di Indonesia, hopeless elite-nya. Terlalu kolusi dan selalu mengencet yang lain.

    Mega, SBY sama saja. Sayang Gus Dur tidak boleh ikut. Satu-satunya yang berani melawan FPI tidak boleh ikut pemilu.

  5. From janeman.latul on 20 October 2008 10:14:24 WIB
    wah akhirnya terbit.. cool!!
  6. From paul on 20 October 2008 10:19:10 WIB
    Konspirasi poitik kadang2 melahirkan ketidakadilan sosial yg sulit disembuhkan. Dan siapapun yg menjadi presiden, tak akan mampu mengembalilan kondisi yg ada.
  7. From wimar on 20 October 2008 10:33:02 WIB
    Lehman Brothers dibail out tapi kendali diambil alih oleh pemerintah dan CEO mereka diajukan ke pengadilan.
  8. From Satya on 20 October 2008 10:41:52 WIB
    sekalinya SBY punya inisiatif, dia pakai uang negara untuk bantu orang terkaya.

    rupanya bakrie dukungan terbesar SBY untuk 2009?
  9. From Budi Putra on 20 October 2008 12:11:03 WIB
    Ya, kalau di sini, rakyatlah yang harus memahami pemimpinnya. Luar biasa. Rakyat Indonesia jauh lebih dewasa dari pemimpinnya!
  10. From Mundhori on 20 October 2008 13:32:18 WIB
    Orde lama digantikan orde baru, lalu orde baru diruntuhkan oleh orde reformasi. Tetapi sekarang sebaiknya focus kita adalah orde rakyat. Politik ekonmi SBY-KL terhadap gonjang gajing krisis keuangan global memunculkan kebimbangan, apakah sebagai upaya pencitraan dirinya untuk pilpres 2009. atau penyelematan ekonomi makro Indonesia Apakah itu penyelamatan ekonomi nasional atau penyelamatan perusahaan besar milik kroninya. Namun bagi rakyat hal itu tidak penting. Yg terpenting apa yg dirasakan rakyat setelah peraturan penyelamatan itu diimplementasi tidak lebih membratkan kehidupan. Sebenarnya, fasilitas yg diperlukan rakyat sedergana saja : cukup sandang pangan dan papan, keadilan (hokum, politik, social) merata, pendidikan bagi anak anak terjamin, biaya kesehatan mudah,dan murah, punya rasa aman dan hari depan lebih terjamin mendatangkan kesejahteraan. Kestabilan perekonomian nasional akan lebih terjamin apabila Indonesia sudah mandiri, tidak amat tergantung pada negara lain. Beberapa upaya yg perlu ditempuh dlm menuju kemandirian antara lain,. Merubah sistim perekonomian liberal menjadi perekonian nasional yg memihak pd rakyat.Berani nego utk merubah perjanjian kontrak eksplorasi tambang menjadi lebih menguntungkan negara kita. Atau bahkan dieksplorasi oleh modal dalam negeri.Kurangi utang luar negeri, dan berunding untuk dpt mengurangi kewajiban utang, atau bahkan membebaskan utang tsb, dg alasan dahulu ketika ngutang dibodohi, ditekan oleh para pengutangnya
  11. From faisal on 20 October 2008 13:58:25 WIB
    jadi sebenarnya ini penegasan tentang dua hal: 1. penyia-nyiaan amanat reformasi yang diawali dari tumbangnya orde baru 2. bangkitnya kembali rezim orde baru.
  12. From Berlin Simarmata on 20 October 2008 14:51:15 WIB
    Biasalah,mau pemilu,butuh bantuan sumbangan dana dari Bakrie.Selamat deh,pake saja uang rakyat,bebas kok.
  13. From WidDy on 20 October 2008 15:30:22 WIB
    Kurang ajaauaarr..buangett Mas Susilo Bambang Yang Agung..:]
    Welah Oom Wimar..judul tulisan ini kayaknya provokatif banget ya..tapi tenang aja saya bukan Provokator yang biasa disebutkan di TV-TV kita saat ini kok..
    Lah gimana gak kurang ajar..dulu minta bantuan rakyat se Indonesia..Melas2..Janji2 kalo dah jadi penggedhe mau belain RAKYAT yang katanya masih jauh dibawah garis kemiskinan..Eee ternyata sama saja kayak Orde Baru,cuma kroni2nya aja yg diperhatiin..Mulai dari kasus lumpur lapindo yg masalah PRIBADI nya DEnMas Ical,malah jadi masalah negara..walah2...Ambil aja negara ini buat kalian..
  14. From nowhereman7 on 20 October 2008 17:59:53 WIB
    a friend in need is a friend indeed...

    man has to do what man has to do... be sure people first! (what people?!) ;))

    stand fast,mr.president!!

    just make sure on the next trip, you pick better flight crew. and read perspektif oftenly ;))
    thx.
  15. From M Fahmi Aulia on 20 October 2008 21:06:23 WIB
    jadi, siapa yg hendak dipilih di tahun 2009?
    apakah dengan sikapnya, kita sudah bisa 'mencoret' SBY sama sekali dari daftar pilihan?
  16. From aroebabat on 20 October 2008 21:29:07 WIB
    Yaa Sby kayak prawan lagi kasmaran jadi sama bakrie ya malu geli dan gemes
  17. From Chandra on 20 October 2008 21:44:14 WIB
    Disana ada Country First, disini Bakrie First. Disana ada Change We Need, disini ada Change We Don't Need, tetep aja KKN kaya Soeharto dulu. Mgomong2, apa bener sih infonya begitu ww? Kalo gitu hmmmmm.....SBY lebih jelek dari yang kita tahu?
  18. From dmitri on 21 October 2008 02:56:38 WIB
    yaaaah, baru pada sadar... kambing kalo dari asalnya udah warna item gak bisa di cet warna lain deh. dan bukan tanpa alasan juga kalo kabing item dikonotasikan sama hal-hal jelek. kalo begini sih om Bambang sebenernya satpam yang disuruh jadi presiden. maklum, kerjaan kotor, tapi diperlukan supaya operasi lancar. salut buat perusahaan nasional. mereka pinter cari solusi.

    tapi yang saya lebih bingung, kenapa enggak ngembat duitnya Suharto aja sih, yang jelas-jelas lebih banyak. kok masih ngambil dari sumber yang sama? nanti kalau kebiasaan, bisa-bisa anak-cucu enggak tau harus nyari duit dari sumber lain, lho.
  19. From thea on 21 October 2008 03:23:43 WIB
    gitu ya w, aku baru tau. thanks for the article
  20. From wimar on 21 October 2008 04:22:12 WIB
    Thanks Thea. Kalau sempat, baca sumber lain mengenai Bakrie dan etika bisnisnya untuk dapat gambaran lengkap. Tinggal google news kok.

    M Fahmi Aulia: bagusnya Pemilu demokratis adalah, kita tidak perlu memutuskan siapa yang perlu dicoret sampai pada masuk TPS, tapi dari sekarang kita bisa lihat siapa yang paling merugikan rakyat. Nanti kita pilih orang yang paling tidak merugikan, kalau nggak punya pilihan orang yang bagus.

    Di tahun 2004, SBY adalah orang yang paling tidak merugikan, karena dia orang baik. Tapi kebaikannya dibuang percuma dengan membangun kolusi gaya Orde Baru dengan Bakrie dan Kalla.
  21. From esther on 21 October 2008 06:50:38 WIB
    Please somebody remind him:
    "Mr. President that is not your money!"
  22. From anggana bunawan on 21 October 2008 08:38:20 WIB
    kalau memang betul ada konspirasi antara kalla-sby-bakrie,

    SUNGGUH MENGECEWAKAN

    apa yang membuat sby masih mau main sama mreka ya? apa ada sesuatu deal? ( i need ww's oppinion about it )

    bakrie punya capital yang cukup besar di pasar modal secara logis memang jika terjadi sesuatu dengan saham bakrie maka IHSG akan sangat terpengaruh sebagaimana saham blue chip lain bila terkena penurunan nilai saham.

    saya setuju jika mengambil contoh perusahaan di amerika yang mendapat bailout tapi kemudian ceo diadili.

    menyedihkan,,,

  23. From wak tul on 21 October 2008 10:08:00 WIB
    Belajar dari masa lalu,


    ternyata jarang sekali terdapat media yg jernih....
  24. From wimar on 21 October 2008 11:15:02 WIB
    Angga, kaitan bisnis-politik antara Bakrie-SBY-Kalla bukan hal yang baru. Sejak semula, SBY tidak punya confidence untuk mengandalkan suara mayoritas Pemilu, dan menjadi tergantung pada dana Bakrie-Kalla untuk persiapan 2009. Momen market meltdown mengekspose hubungan ketergantungan ini. Tiga-tiganya akan saling menyeret jatuh, bersama para simpatisan, kalau tidak sadar kembali meraih kepercayaan rakyat yang wajar.
  25. From Shintya K on 21 October 2008 11:22:47 WIB
    Susahnya jadi orang yang kritis di Indonesia. Jadi orang baik malah lebih susah lagi. Apalagi jadi orang yang terlalu baik.. ya gitu deh jadinya. Presiden kok dipalak sama menterinya, manggut2x aja? Yang presiden siapa? Yang menteri siapa? Tanya kenapa? Tanya siapa?
  26. From samtaha on 21 October 2008 16:47:30 WIB
    seingatku SBY memang orde baru lho

    salam,
    Eyang Batam
  27. From anggana bunawan on 21 October 2008 21:03:27 WIB
    padahal president kemarin dipilih berdasarkan pilihan langsung dan mendapat legitimasi dari masyarakat indonesia secara umum,

    sby memang irasional soal politik,
    apa beliau terlalu lama belajar strategi perang,

    btw thanks ww, jadi ada sedikit gambaran untuk mencari informasi dibalik trio sby-jk-bakrie,

    mg2 tulisan di sindo banyak yang membaca..



  28. From fadil on 21 October 2008 22:04:04 WIB
    Berita ini emang belum tentu 100% bener, karena semua media massa pasti punya perspektif sendiri2..
    Tapi bagi saya ini hanya memperkuat pendirian saya untuk tidak milih Partai Demokrat, Golkar dan SBY-JK di pemilu 2009 nanti..
  29. From Piliang on 21 October 2008 22:06:22 WIB
    Sudah tiga kali rakyat dipaksa (todong) untuk menyelamatkan Bakrie. Tahun 1998, waktu utangnya segunung, Bakrie di selamatkan oleh negara (baca taxpayer), utangnya dibersihkan, dan seluruh usahanya di kembalikan dengan fasilitas kredit murah dari bank negara. Tahun 2005, unit Bakrie di Sidoarjo menyebabkan kerusakan lingkungan yang dahsyat, menyebabkan puluhan ribu rakyat kehilangan tempat tinggal dan nafkah, menimbulkan kerugian yang sangat besar dan tidak mungkin ditutup seandainya seluruh aset Bakrie digadaikan. Pemerintah (taxpayers) mengambil alih kewajiban menggantikan kerugian dan Bakrie di biarkan meraja lela. Sekarang, Bakrie ditimpa bencana dimana seluruh aset nya tidak bisa menutup utangnya yang kembali segunung itu, negara (baca taxpayer) sekali lagi mem-bail out. Tiga kali dalam kurun waktu 10 tahun, rakyat di paksa menyelamatkan usaha Bakrie. Enaknya ya jadi pengusaha pribumi di Indonesia. Nggak harus pintar ber bisnis. Cukup mengandalkan koneksi politik. How many times must Bakrie go bankrupt, before he is allowed to go down? The answer my friend, is blowing in the wind ....
  30. From wimar on 21 October 2008 22:23:35 WIB
    haha asyik ini bung piliang, lagu bob dylan 'Blowin in the Wind' versi Bakrie Brothers:

    How many times must a company fall
    Before they declare themselves broke?
    Yes, n how many bail-outs must the company seek
    Before she packs up her gear?
    Yes, n how many times must the government help
    Before the company is banned?
    The answer, my friend, is blowin in the wind,
    The answer is blowin in the wind.

    pertama kali dibantu Suharto kedua kali dibantu SBY ketiga kali dibantu SBY lagi
  31. From treespotter on 22 October 2008 04:13:12 WIB
    I\'m so glad that you also speak out about this. I think this thing isn\'t getting enough coverage from the local media.

    here\'s what i posted <a href=\"http://treeatwork.blogspot.com/2008/10/indonesian-bailout-program-is-buyback.html\">the other week</a>, if you have the time to have a look :D

    i think the local media needs to pay more attention to the details in this deals - it warrants a closer look lest SBY loses all of what\'s left in his political capital (indeed, if not already)

  32. From wimar on 22 October 2008 07:22:48 WIB
    I strongly recommend the abovementioned posting:

    http://treeatwork.blogspot.com/2008/10/indonesian-bailout-program-is-buyback.html
  33. From Sumantri on 22 October 2008 09:22:20 WIB
    That's SBY trully.
    Pro to Rich people, Big company, Liberalism, Capitalism.
    worst than ORBA.
    UNPro to Poor people, UKM, Koperasi.
    Stupid on Action.
  34. From andien on 22 October 2008 09:37:48 WIB
    hhhehhhhhhhhh....*tarik napas panjang*

    Cuma itu yang bisa saya lakukan setelah baca artikel ini, W. Mau marah, geram, sebel, tapi ama siapa? Belum tentu didenger juga, kan??? SBY tuh gak sadar-sadar ya, padahal kekuasaan dia tuh gede banget, kan langsung dipilih rakyat. Harusnya dia membela kepentingan orang yang memilihnya, dong. Mau sampe kapan bangsa ini terus dipimpin dan dikuasai oleh orang-orang yang serakah, haus kekuasaan, narsis??? Kapan bangsa ini bisa maju dan makmur? Bahkan, saking frustasinya, tetangga saya ada yang berseloroh: "klo gitu di 2009 pilih Prabowo aja biar pada dibunuh-bunuhin tuh". Oh, saya makin cemas, W...

    Ayo dong kita ubah semua itu di 2009. Kalo perlu revolusi sekalian!!!
  35. From wimar on 22 October 2008 09:53:33 WIB
    Andien, anda dan kita semua di dengar kok. Lihat aja.

    Kalau ndak, yang penting kita sudah tidak bersalah membiarkan kejahatan berlangsung
  36. From imel on 22 October 2008 11:27:48 WIB
    SBY and Ical.. dah kayak kembar siam... Masalah Ical adalah masalah bagi SBY.. padahal sebenarnya mereka bisa dipisahkan.. asal ada Dokter yang berani mengoperasi "si kembar siam"

    Duh tadinya mau pilih SBY buat tahun 2009.. tapi kalo melihat kondisi begini kayaknya gak akan milih dia..

    Orang baik kalo dikasih kekuasaan lama-lama berubah jadi ego dan kemudian jadi orang yang keras.. seperti SBY kayaknya gitu dech.. terutama isu mengenai "pemecatan" ibu Sri Mulyani..

    Mau dibawa kemana Indonesia.... sangat bertolak belakang banget dengan Iklan.. mengenai kesuksesan pemerintahan SBY... hiks.. hiks
  37. From Martin Manurung on 22 October 2008 13:51:03 WIB
    Omong kosong besar kalau alasan menyelamatkan Bakrie adalah melindunginya dari cengkraman asing. Bakrie sendiri pun tidak peduli pada kepentingan nasional. Kalau memang ingin aset Bakrie tidak diambil asing, desak saja supaya mereka menerima penawaran industri nasional seperti PTBA, ANTAM dan PT Timah.
  38. From duto on 22 October 2008 16:33:07 WIB
    waiya.iya..benar ini berita....

    ck..ck..ck...

    negara yang adil tu yang pro ama orang miskin lo pak....

    yang beginian diprioritaskan....

    berarti ini negara nggak adil dong...

    siapa sih pemimpinnya....

    mending mundur jadi presiden pak...menang lagi juga percuma...

    dikutuk banyak orang miskin lo pak...

  39. From sofyan on 22 October 2008 21:55:36 WIB
    #35 - kira2 KPK dengar gak ya..kalau kenyataannya demikian jelas presiden telah menyalahgunakan kekuasaan. Apa KPK berani bertindak ?
  40. From Hendra H. on 23 October 2008 00:07:16 WIB
    Today, before reading this article, because of this article in the jakarta post (http://www.thejakartapost.com/news/2008/10/22/efforts-seen-unseat-sri-mulyani-sources.html),I googled these: "sri mulyani" bakrie suspensi. Folks, you can see there is really a parallel universe out there hehehe... I mean, on the other side, you can see accusations that Sri Mulyani is pro-IMF, etc. So funny. Priceless.

    Bung Wimar, thanks for this, truly. I lost almost all hope. I wrote in English since I truly believe it's much safer :), see how only the Jakarta Post has that kind of article hahaha... so hush hush...
  41. From setiadi on 23 October 2008 08:52:41 WIB
    Menarik, kang...
    tapi,

    Kang Wimar teh bukannya msh tercatat sebagai salah satu Direktur di salah satu unit usaha Bakrie?

    Kang Wimar teh kl ga salah satu alumni ama Pa Menko Kesra, ya?
  42. From wimar on 23 October 2008 08:58:41 WIB
    saya mewakili suatu perusahaan global dalam usaha patungan

    Aburizal Bakrie Elektro ITB 64, saya 63
  43. From Timur Bagaskara on 23 October 2008 11:04:54 WIB
    Saya bukan pendukung SBY tetapi saya sama sekali tidak percaya pada tulisan ini, yang saya tahu BUMN mau mem"buy back" saham-sahamnya sendiri bukan untuk menolong perusahaan Bakrie. Yang jelas Om kalau mau tulis.
  44. From dian on 23 October 2008 12:33:47 WIB
    makasie artikelnya W,
    jujur aku ngga ngerti politik, tp habis baca artikel WW jd craving pengen baca lagi & lagi artikel lainnya :)
    hmm.. Pemilu 2009 nanti harus dipikir betul2 nih mau coblos siapa, any suggestion W? hehee..
  45. From Zek on 23 October 2008 12:55:05 WIB
    Kita tidak perlu saling menghujat satu dengan yang lainnya, Mari kita sama-sama saling bahu membahu dan berbuat untuk keberhasilan bersama serta saling ingat mengingatkan demi kemajuan bangsa dan negara.

    Orang bijak berkata orang baik itu adalah orang yang mau menerima apa yang menjadi kritikan orang lain agar kita bisa lebih baik lagi pada masa-masa yang akan datang.
  46. From Setiadi on 23 October 2008 13:11:49 WIB
    Kang W, ada tanggapan tuch dari salah satu eksekutif Bakrie di Sindo hari ini, dari Pa Lalu Mara...

    Kita nantikan tanggapan lain dari Pa Andi Malarangeng.. He..he...

    "Bela yg lemah, pelihara yang kuat!" Menuju Indonesia Baru. Eranya Partai Orang Biasa! He..he...
  47. From |richard.p.s| on 23 October 2008 13:41:00 WIB
    terkesan, reformasi hanya seperti menebang pohon, bukan mencabut akarnya. sekedar mengingatkan kembali 3 poin penting saat reformasi bergulir: \"hentikan nepotisme, kolusi, dan korupsi\".
  48. From BENZ on 24 October 2008 14:55:36 WIB
    SEBENARNYA SIH GAMPANG AJA! REFORMASI TELAH GAGAL KARENA KEGAGALAN DALAM PROSES PENGAWALANNYA. MAHASIWA DAN AKTIVIS YANG PROGRESIF SAAT ITU ADA 2 ALIRAN; 1) YANG MASIH KOMMIT DENGAN CITA2 PROKLAMASI TAPI TELAH LELAH DALAM BERJUANG DAN 2)TELAH HANYUT DALAM BUAIAN KEHIDUPAN MAPAN KARENA AKHIRNYA MENJADI BAGIAN DARI PENINDAS RAKYAT; DIREKRUIT JADI KAKI TANGAN PENGUASA. AKIBATNYA HARI INI, INTELEK YANG TERIAK SEPERTI WIMAR DAN RIZAL RAMLI TIDAK DIDUKUNG OLEH MASA MAHASISWA YANG MEMADAI SEPERTI '98.
  49. From paul on 24 October 2008 15:18:41 WIB
    Logikanya.., pohon ditebang. akarnya ga bakal numbuh lagi om!
    jaman gini masih ada reformasi?
  50. From permat on 24 October 2008 15:48:27 WIB
    maka nya kamu pada ati-ati.. jaga jangan sampai penyakit dari TV dan alat-alat propaganda lainnya menular ke kamu,
    Semua propaganda butuh biaya buanyak.. kalo bukan dari pengusaha, mau minta sama sapa (luar negri mgk)
    JANGAN PILIH presiden yang banyak propaganda di TV
    karena dia pasti banyak UTANG (uang, budi, moral dll)
  51. From chiphie on 24 October 2008 16:28:05 WIB
    Maksih WW untuk artikel ini. Sebelumnya masih blun mudeng banget mengenai berita ini, tapi setelah baca artikel ini, jadi ngerti.

    Kapan ya negara ini bisa punya pemimpin yang berpihak pada rakyat ? Emang kita tidak bisa ya seperti Amerika yang mau pemilihan presiden dan punya kandidat seperti Obama ?

  52. From yasir on 24 October 2008 16:33:42 WIB
    wew keren nih yg bikin artikelnya
    SBY=Sial Banget Yaaaa
    hhehehehehehe
    smoga mereka semua diterima di neraka yg paling bawah..
    heehehhehe
  53. From Kristian on 25 October 2008 01:04:38 WIB
    Sudah banyak komentar tentang Ical n SBY terutama masalah Lapindonya...Tapi SBY ga ada respon tuh..kita capek2 berdiskusi disini. ga guna.SBY paling lagi mikirin peluang buat 2009

    salam,
    http://me-ebook.blogspot.com
  54. From dude on 25 October 2008 11:04:53 WIB
    SBY-JK = Sangat Banyak Yang Jadi Korban
    Bener Gakkkk
  55. From |richard.p.s| on 25 October 2008 19:21:02 WIB
    @49 si Paul

    he he he maen logika nih. logika yang mana?
    lah itu buktinya, pohon besar di rumah buapaku sudah ditebang, eh daun baru masih saja tumbuh, dan akarnya masih saja menjalar hingga merusak tembok

    saya hanya mau membahas, nyatanya banyak yang ngomong soal logika, padahal nggak melihat realitanya. makanya, reformasi justru menjadi repotnasi. he he he bangun visi dengan logika terusssss... misinya jebot sampai molor.

    GITU LOH UL.... ; )
  56. From wisnu on 26 October 2008 01:47:43 WIB
    y, sy setuju dgn anda, sebaiknya SBY lebih mengutamakan rakyat dibanding 1 buah perusahaan milik warga kt sendiri, yg nyata2nya lbh menyengsarakan,

    ^,^
  57. From Brahm on 26 October 2008 18:10:38 WIB
    hehe...logikanya ya bantu dulu yang udah nolong, trus bantu lagi yang pas 2004 milih, baru abis itu (kalo sempet), mikirin yang laen nya

    orang "baik" kan ga mau dibilang ga tau trima kasih

    tapi tetep atas nama rakyat...hehe
  58. From Hadi Rilanda on 27 October 2008 10:38:02 WIB
    Everybody must read this article...

    Mr WW, I ask ur permission to copy this article..

    Thx in advance..
  59. From etje raka on 27 October 2008 11:27:19 WIB
    Bakri, dapat karmanya selamat menikmati karmanya, ngak selamanya enak, sekarang dapat tuh karmanya.
  60. From Ravi M on 29 October 2008 15:38:59 WIB
    kalo nggak dibantu ... SBY dapat dana kumpanye dari mane..

    mental mah masih mental antek KNIL braninya cuma lawan org kecil/bangsa dewek.
  61. From Pandji on 30 October 2008 19:21:18 WIB
    Dalam hal ini saya tidak setuju dengan om Wim, alasannya, Sebelum SBY jadi presiden, faktanya bakrie sudah kaya lho.

    Menurut saya, tidak benar bahwa SBY hanya mempertahankan kekuasaan saja, SBY sangat memperhatikan rakyat kecil, terbukti dengan keluarnya program pnpm mandiri (apakah anda -om Wim, pernah denger istilah itu?). Kalau toh ada kebijakannya yang memberatkan rakyat kecil, kita lihat dulu, apakah ada kesinambungannya dengan hal2 lain yang juga penting untuk kelangsungan bangsa ini.

    2009 saya tetap milih SBY
  62. From hendra on 31 October 2008 14:37:19 WIB
    Dalam situasi saat ini tidaklah bijaksana mencari biang kerok permasalahan apalagi mengandung unsur fitnah, justru kebersamaan (pemerintah,pengusaha,masyarakat)harus memiliki sikap saling membantu.. jauh lebih penting untuk bisa membawa bangsa kita ini kearah yang baik. dalam tulisan om woetular, Bakrie dinilai tidak berorientasi kepada kepentingan nasional weleh..weleh sampai saat ini kelompok usaha bakrie memperkerjakan 35.000 tenaga kerja secara langsung dan 50.000 tidak langsung,gimana kalo semuanya group usaha dibangkrutkan? apa mau...apa bisa... om woetular menciptakan lapangan pekerjaan buat mereka semua?? kalo saja keluarga bakrie hanya sekedar mementingkan kepentingan pribadi ngapain... bakrie mengembangkan usaha,menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang di RI ini, zaman nenek moyang dulu sampe sekarang mayoritas orang RI adalah mental pekerja jarang yang mau jadi pengusaha, apalagi pengusaha pribumi. kesulitan yang saat ini dialamai group bakrie jelas bukan sesuatu yang diinginkan dan pengen dialamin. resiko tugas pengusaha adalah menyediakan lapangan pekerjaan bahkan menjadi tempat belajar dan membagi ilmu.
    om woetular coba bisa bijaksana menulis jangan jadi pahlawan kesiangan gimana waktu saudaranya anda jadi menteri pekerjaan umum dulu? kontribusinya apa yang sudah diberikan buat masyarakat RI ini. krisis saat ini adalah kewajiban Pemerintah turut membantu dunia usaha bukanlan bagian dari kolusi dan kepentingan politik jangka pendek tapi merupakan bagian dari tanggungjwab bersama untuk menyelamatkan bangsa dan negera.
  63. From tito on 01 November 2008 14:49:19 WIB
    wah ini berita bikin laper aja
    SBY itu menurut saya tidak tegas.
    mungkin ada ide siapa yang mau jadi presiden,
    yang tegas dan berwibawa.
    indonesia butuh presiden yang idealis dan realistis.
  64. From ade ari w. on 01 November 2008 16:58:48 WIB
    Akhirnya aman lah sudah saya pake esia loh
    Cek yaa kalo mo jadi operator selular kan rat2 persh milik pemerintah
    maka bakrie akan jadi milik pemerintah
    amaaan daaaah
  65. From Gani on 02 November 2008 14:05:32 WIB
    Membaca komentar yang muncul saya jadi ingin komentar. Sudah dua tahun saya membantu teman-teman pengungsi akibat semburan lumpur panas Lapindo. Selama ini kami sudah makan hati dan jengkel meski tidak tahu harus kemana mengungkapkan kejengkelan itu. Mau demo udah di presure sama aparat. Ke MA ya diterima tanpa penyelesaian bahkan dikalahkan. Ke SBY hanya ditemui rumahnya. Ke Bakrie? mana berani dia menemui para kurban.

    Bulan ini sebagian kurban yang masih bertahan di pasar baru porong disuruh tanda tangan dan diberi kwitansi pembayaran ganti rugi. Tapi sudah hampir 3 minggu belum ada uang sepeserpun yang diterima para kurban. Apakah ini bukan penipuan dari Lapindo? Pemerintah diminta untuk jadi fasilitator juga enggan... Kami membicarakan mau dibawa ke pengadilan kasus penipuan, tapi mana bisa menang? SBY dan bawahanya membela Bakrie, coba kalau tidak membela Bakrie tentu akan mencabut keppres 14/2007, mau bertemu para kurban bukan hanya naik halikopter keliling porong, menekan Bakrie untuk membayar. Udah dua tahun hidup di pengungsian tanpa jaminan. Kemana harus mencari keadilan?
  66. From anton on 02 November 2008 17:04:20 WIB
    Bakrie jelas contoh pengusaha salon yang mengandalkan kemampuan manipulatif dari aksi engineering keuangan. Kasus Bakrie ini hendaknya menjadi masukan bagi para mahasiswa-mahasiswa Keuangan atau Ekonomi untuk dijadikan sub bab tersendiri dari 'berbahayanya menggelembungkan utang untuk melakukan pembalonan terhadap Value Added Perusahaan".

    Antara tahun 2005-2007 Repo Saham-Saham Bakrie dijual sangat cantik dari sisi interest ratenya, saat itu free risk seperti deposito dijual antara 5%-6% sementara Repo-repo saham Bakrie sudah mencapai angka 17%/annum. Khusus BUMI untuk pasarannya pada rentang 12%-16%. Namun ternyata Repo Saham Bakrie tak lebih dari ajang manipulatif untuk mengeruk dana masjarakat. Sistem Topup dijadikan sarana untuk menutupi keadaan gagal bayar, yang diajukan adalah Topup-nya bukan Cut Price dan sejauh mana cut price bisa menghentikan resiko gadai saham bila market mengalami kehancuran.

    Bakrie nampaknya memanfaatkan Repo Saham bukan sekadar sebagai alat leverage untuk menggerakkan kapital di Pasar Modal seperti sebagaimana lazimnya Repo Saham, tapi digunakan sebagai alat spekulasi, nah alat spekulasi ini ternyata menemukan bencananya ketika harga minyak menurun dan Mortgage Bond menemui masalah besar. Jadilah Pasar Modal Indonesia dimainkan oleh pihak asing yang menemukan berbagai macam kepentingan, seperti JP Morgan yang bersiap mengakuisisi BUMI, Northstar yang juga memburu BUMI ataupun tindakan diam-diam Jusuf Kalla Group yang siap mengincar kepemilikan saham BUMI. Aksi saling sikut dan saling pukul ini berimbas pada kepentingan dana Pemilu 2009. Nampaknya yang bisa dibaca dari konstelasi politik saat ini, adalah Bakrie memberikan konsesi pada SBY untuk menyalurkan dananya pada Pemilu 2009. Dan SBY mempertaruhkan kepentingan politiknya pada Bakrie untuk menghadapi musuh yang sebenarnya paling ditakuti "Jusuf Kalla".

    Sementara JK jelas-jelas melihat hancurnya sistem keuangan Bakrie Family adalah peluang emas untuk menguasai salah satu konglomerasi terbesar di negeri ini. Gang Kalla tentu tidak tinggal diam, bila Kalla berhasil menguasai Bakrie maka otomatis sumber duit SBY terbesar jelas akan dikuasai mereka, dan SBY bisa bertekuk lutut.

    Jadi muara dari semuanya adalah 2009.
  67. From BUDI HERPRASETYO on 02 November 2008 20:28:29 WIB
    Bang Wimar, di desa saya (Ngunut-Tulungagung) ada seorang pengusaha kacang garing. Dia punya pabrik dengan sekitar 300-an karyawan alias buruh.
    Meskipun tidak sehebat perusahaannya bakrie, di kampung kami dia salah satu "konglomerat".
    Tapi bedanya dengan perusahaannya Bakrie, pengusaha ini tidak merugikan masyarakat sekitarnya tuh. Tidak pernah mencemari lingkungan, melakukan PHK atau minta apa itu istilahnya, bailout ?(makanan apa itu bang?).
    Jadi usul saya bang wimar, kalo bisa dengan tanpa mengurangi rasa hormat, mintalah bapak menkokesra atau siappun yang ada di dalam lingkarannya, untuk belajar dari kearifan pengusaha-pengusaha kampung. Mereka susah tapi tidak pernah mengeluh. Masa kalah ama pengusaha kampung ?
    ( gmana bang, jadi kita ganti presiden ? )
  68. From JET-LY on 03 November 2008 12:50:48 WIB
    Sudah tidak heran dinegara ini atau mungkin juga disemua negara, ada budaya/politik balas budi. Selama budaya ini masih melekat, selama itu pula siapapun presidennya tidak akan pernah memikirkan rakyatnya. Sudah jelas pula calon indipenden dijegal di parlemen. Kapan ya pemimpin membalas budi kepada rakyatnya yang memilih dia menjadi pemimpin. Mimpi kali yee..
  69. From paul on 05 November 2008 15:22:17 WIB
    @ 55/ ricat.

    makanya.., menebang pohon juga harus pake "konsep" bung!

    nah.. dulu siapa yg teriak2 repormasi?
    nyatanya ente2 juga ga sanggup mengawalnya.
    ya.., kebablasan jadinya.
  70. From winarko on 12 November 2008 16:44:43 WIB
    tabik bung,
    kalau ada yg mo speak ttg sudah digadaikannya negeri ini ke tangan korporat (dulu asing, sekarang blasteran) ya sekarang ini. Sudah terlalu lama kok kita abai tentang penggadaian kedaulatan dan kekayaan bangsa ini.
    Saat ini, 220 juta rakyat Indonesia akan benar2 menyusul menjadi korban Lapindo seperti puluhan ribu rakyat Sidoarjo yang sudah 2,5 tahun ini kehilangan segalanya.

    winarko@korbanlapindo.net
  71. From SOLEH on 28 November 2008 10:24:39 WIB
    SBY PENUH KERAGUAN TIDAK CERDAS TAKUT MEMBUAT KEPUTUSAN PENAKUT TERUTAMA KEPADA BAKRIE&KALA
  72. From Suray on 07 December 2008 05:21:06 WIB
    Hallo bung Wimar, mengenai "Bush menumbuhkan mesin ekonomi dengan melancarkan kredit properti", saya dapat artikel menarik di http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?res=9C0DE7DB153EF933A0575AC0A96F958260&sec=&spon=

    Semoga dapat menjadi masukan yang berharga.
  73. From wimar on 07 December 2008 06:16:03 WIB
    Suray, artikel itu menarik sekali, menunjukkan bahwa Clinton yang pertama kali melonggarkan syarat Fannie Mae dan Freddie Mac di tahun 1989, untuk membuka fasilitas bagi kaum minoritas yang berpenghasilan rendah.

    Bush melonggarkan lebih jauh lagi setelah 11 September 2001 dengan menggalakkan penjualan kredit perumahan tanpa lewat due diligence
  74. From mridwan madjaga on 13 December 2008 21:20:58 WIB
    janganlah bermain politik dengan mengorbankan rakyat banyak - tapi jadilah manusia bijak yang diperhatikan oleh rakyat dengan keahlian gas*elpiji. trims perhatian dan kepedulian terhaap negara.
  75. From dede on 26 December 2008 14:04:10 WIB
    saya yang tidak tau apa2 ini cuman bs berdoa spy ind segera brubah. klo tidak, kpan negeri ini akan bangkit dr keterpurukan orde baru ??

    tidak ada org yg sempurna, mdh2an sikap yg sudah diambil dengan menghidupi 1 org tp mengorbankan bnyk org tdk sia2. .
    amin . . .
  76. From julius on 11 March 2009 17:38:40 WIB
    sebener nya reformasi yang di harapkan rakyat itu seperti apa sih ? penjarahan toko-toko? bakar bakar mobil? reformasi kalo di biarkan terbuka secara lebar dan tak terkontrol itu bakalan jadi senjata makan tuan. tentang isu isu menteri keuangan sri mulyani? apa isu tersebut sudah di nyatakan oleh presiden pribadi dan semua menteri secara umum ? kadang masyarakat kita juga gampang sekali terprovokasi dengan beberapa tulisan tulisan dari media internet. tanpa menelaah terlebih dahulu, saya bukan orang yang menyukai sosok Susilo bambang yudhono (sby=selalu bimbang ya?) namun saya juga tidak membenci beliau, tentang masalah kedekatan ical dengan sby, agar sby bisa membackup (istilah saya) ical, saya rasa presiden gak se TOLOL itu langsugn mengiyakan. ingat, mungkin kita hanya memandang secara sebelah mata, dan saya yakin krisis global ini bisa berakhir tanpa harus saling menyalakan satu sama lain. dan satu lagi, jika kalian memang peduli (atau sok peduli) dengan negara kita, kenapa gak langsung aja menukarkan dolar dolar kalian ? bukan dengan cara cari kambing hitam. kadang jadi inget kata kata kakek saya, \"Umur Itu PASTI Bertambah, Namun Kedewasaan adalah pilhan anda untuk menambah nya.\"
  77. From Alnia Abella D. P. on 19 March 2009 15:51:51 WIB
    Indonesia ini mau di bawa ke mana sih????
    Katanya semua untuk rakyat, tapi kok rasanya rakyat semakin susah aja...

    Halllooooooooo!!!! Mbok ya pada sadar to??? udah ditunggu banyak orang.......
  78. From http://www.echochamberlosangeles.com/ on 10 May 2009 13:48:06 WIB
    bakrie itu hrs diberi pelajaran sama bang wimar.\


    http://www.dadangsuprayitno.info
    http://www.dadangsuprayitno.blogspot.com
    http://www.villaqua.com
  79. From thomas Setyoso on 28 June 2009 12:49:46 WIB
    Ya itu, zaman reformasi Masyarakat kita semakin dibodohi oleh cara yang nampaknya santun, bersih ( menabur pesona) tapi di balik itu semua \" mengerikan \". Pendidikan gratis kan itu amanat UU...lo kok katanya terimakasih SBY kebijakan anda baik seklai...he...he. SBY kan hanya menjalankan perintah UU, itupun awalnya SBY katakan \" kita belum dapat memenuhi sesuai tuntutan UU \" nah setelah dekat Kampanye : baru dijalankan. INi kan cara Orde Baru gaya baru...he...he. SEharusnya para pemimpin kita kedepan harus jujur apa adanya. Susah ya cari pemimpin jujur di Indonesia ????

« Home