Articles

Umumkan Kabinet Calon Presiden

Koran Sindo
03 November 2008

PP09

PRESIDEN KITA

Oleh Wimar Witoelar

Kemarin ada seorang teman dengan pengalaman politik sejak zaman Sukarno, datang untuk wawancara. Setelah bicara soal pluralisme dengan semangat, hadirin ngobrol soal calon Presiden. Ini topik menarik, sebab sejauh ini kita lebih banyak memikirkan Obama dan McCain daripada SBY, Megawati, Sri Sultan, Jusuf Kalla, dan nama-nama seperti itu.

Anehnya, nama yang dianjurkannya adalah Prabowo Subianto. Nggak salah tuh? Kenapa tidak Wiranto? Atau Sutiyoso? Sekalian saja keluarkan nama-nama orang yang masih punya urusan dengan pertanggungjawaban publik. Ternyata teman itu bisa memberikan pertimbangan untuk mendukung pilihannya, walaupun susah diterima pada saat itu.

Kalau dilihat dari penerimaan publik terhadap nama-nama calon presiden, lepas daripada menyetujui atau tidak calon tersebut, sebetulnya hanya ada dua nama yang punya kredibilitas, yaitu SBY dan Megawati. Mengapa? Barangkali karena dua-duanya pernah jadi Presiden. Orang lebih bisa membayangkan apa yang bisa diharapkan dari seorang calon presiden, kalau bisa dibayangkan pemerintahannya akan seperti apa.

Membayangkan suatu pemerintahan sangat berbeda dengan membayangkan seorang Presiden, karena kenyataannya karakter Presiden ditentukan oleh pembantu terdekatnya, kecuali jika Presiden bersangkutan mempunyai karakter kuat seperti Sukarno, Suharto dan Abdurrahman Wahid, dimana pribadi Presiden lebih penting dari pribadi pembantu-pembantunya.

Kalau kita lihat Megawati, perilaku pemerintahannya lebih ditentukan oleh Taufik Kiemas dan beberapa menteri. Kalau kita lihat SBY, perilaku pemerintahannya lebih ditentukan oleh Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla. Karakter SBY yang bersih dan menarik tenggelam dalam karakter dua orang terdekatnya yang jauh dari bersih dan menarik.

Bagaimana dengan Megawati, Sri Sultan, Jusuf Kalla, Prabowo, Wiranto, Sutiyoso, Rizal Mallarangeng, Sutrisno Bachir dan entah nama siapa yang lupa disebut? Mana tahu? Ini bukan kontes Indonesian Idol yang harus dimenangkan oleh suara dan penampilan terbaik. Indonesian President harus dimenangkan oleh orang yang bisa memimpin pemerintahan terbaik. Kita lihat contoh pemerintahan sekarang.

SBY muncul sebagai figur dengan penampilan santun, bersih dan berdedikasi. Perilakunya bagus sebagai pejabat dalam pemerintahan Suharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati. Orangnya selalu loyal. Hanya pada ujung masa jabatannya dalam pemerintah Megawati ia meninggalkan loyalitasnya kepada Megawati dan mencalonkan dirinya sebagai Presiden. Seperti John McCain, tindakannya yang berani ini memberikan kekuatan pada citranya sebagai orang yang bukan hanya penurut. Keberaniannya itu menjadi faktor kuat dalam memenangkan jabatan kepresidenan, disamping faktor lain. Apa faktor lain itu?

Dalam kampanye kepresidenan 2004, SBY mengelilingi dirinya dengan orang-orang terbaik yang ada saat itu. Nama-nama orang cerdas dan bersih muncul dalam kampanye dan dalam testimoni dan rekrutmen untuk dukungan. Saya sendiri akhirnya terbujuk untuk memilih SBY karena Marsillam Simandjuntak dijamin akan menjadi Jaksa Agung dalam pemerintahan SBY. Sangat menarik, untuk menyelesaikan pengusutan terhadap koruptor yang dilangsungkannya sejak jadi Jaksa Agung dalam Kabinet Abdurrahman Wahid.

Selain Marsillam Simanjuntak, muncul nama-nama orang baik yang dijamin akan mendapat tempat dalam kabinet SBY. Antara lain ahli keuangan yang brilyan, Lin Chi Wei. Dalam suatu forum publik di Hotel Darmawangsa, Lin Chi Wei ditanya, apa jabatan kabinet yang akan dia pegang. Jawabannya, "Maaf, saya tidak bisa katakan pada saat ini," dengan senyum ramah.

Dimana mereka sekarang? Pasti sedang melakukan pekerjaan baik, tapi bukan dalam Kabinet dan bukan sebagai anggota lingkaran dalam Presiden.

Lingkaran dalam Presiden dibagi dengan rapih antara Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla. Sebagai akibatnya, kita saksikan sendiri Presiden menunjukkan sikap mendukung terhadap kelompok usaha Bakrie yang merugikan kepentingan publik. Untung masih ditahan oleh Sri Mulyani yang menjalankan profesionalisme jabatan.

Andaikata orang-orang baik yang dipasang sebagai penghias kampanye Presiden 2004 menjadi tim inti Presiden, sekarang kita tidak morat-marit semacam sekarang ini. Pemerintah tidak akan membiarkan kepentingan politik menguasai DPR meloloskan Undang Undang Pornografi yang merendahkanr martabat perempuan dan melanggar batas wewenang negara dalam mencampuri kehidupan pribadi.

Kasus Lapindo, kasus suspensi Bakrie, kelemahan SBY melawan kaum ekstrim dan Undang-Undang Pornografi menjadi ciri-ciri pemerintahan SBY yang mematahkan semangat reformasi di Indonesia. Bukan itu yang dibayangkan rakyat dalam Pemilhan Presiden 2004. waktu mereka memilih SBY sebagai Presiden. Rakyat mengharapkan suatu pemerintahan yang bisa menerjemahkan sikap dan pandangan SBY menjadi kebijaksanaan pemerintah. Kenyataannya, kebijaksanaan pemerintah sekarang sangat jauh dari pandangan SBY yang pluralis dan moderat. SBY menjadi orang yang tidak bisa mengambil keputusan, kecuali kalau keputusan itu menguntungkan kepentingan Aburizal Bakrie atau Jusuf Kalla, dan kepentingan keduanya yaitu bisnis KKN.

Jadi, apakah kita lalu harus memilih Megawati? Belum tentu. SBY masih mendapat respek dari publik, asal saja dia bisa menemukan dirinya dan menyisihkan diri dari perlindungan kepentingan bisnis pembantunya. Tadi malam Jurubicara Presiden Andi Malarangeng kelihatan senang ketika diberi ucapan selamat untuk ucapannya di Radio Australia bahwa 'Presiden Yudoyono tidak punya persoalan dengan Menteri Keuangan/Menko Ekonomi Sri Mulyani, karena Sri Mulyani selalu menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi.'

Berarti bahwa satu saat SBY akan mencabut payung perlindungan kepada Bakrie Group, dan mempersilakannya menghadapi pasar bebas, menerima konsekuensi kebijaksanaan bisnisnya. Seperti dikatakan Sri Mulyani, pengusaha harus berani menanggung akibat kesalahannya. Minggu melalu, seorang eksekutif puncak Bakrie Group yang juga menjabat Staf Menko Kesra memuat tulisan satu halaman di koran ini yang membela Bakrie Group dan menyerang Penulis yang melakukan kritik. Suatu sikap terpuji, usahanya untuk menyelamatkan tempat dia bekerja. Tapi orang Bakrie itu tidak perlu menyerang komentator, karena deskripsi mengenai kolusi Bakrie Group dilakukan dalam konteks membahas kebijaksanaan Presiden. Yang menjadi concern kita adalah kebijaksanaan Presiden.

Bakrie Group tidak perlu kita perhatikan selama dia mengikuti nasehat Sri Mulyani untuk mengatasi kesulitan bisnis sendiri, tidak menggantungkan diri kepada Presiden dan tidak menjadikan diri beban publik.

Walaupun belum diumumkan, kampanye pemilihan presiden 2004 sudah dimulai. Para calon Presiden memasang foto yang menarik di billboard dan koran, meragakan iklan televisi yang menarik untuk yang belum bosan melihatnya, melakukan tebar pesona melalui berbagai event publik. Semuanya bagus sebab inilah bagian dari demokrasi. Tapi kalau seorang calon Presiden ingin memberi bahan kepada publik untuk melakukan pilihan cerdas, ada lagi yang harus dilakukan. Kembali pada cerita kawan yang mempromosikan Prabowo sebagai calon presiden. Mendengar promosi mengenai Prabowo dan bahasannya mengenai calon presiden lain, seorang profesional muda perempuan mengatakan: "Umumkan kabinetnya Pak, supaya kita bisa menilai."

Umumkan kabinet calon presiden!!

Print article only

50 Comments:

  1. From didut on 03 November 2008 19:54:41 WIB
    kalau sultan bagaimana om?!?
  2. From albertus on 04 November 2008 09:02:32 WIB
    untuk saat ini, saya PDS dan Sultan.
  3. From Dhemy on 04 November 2008 10:22:10 WIB
    Bagaimana mau mengumumkan kabinet kalau partai pendukung dalam pemilihan capres nanti belum ketahuan siapa , bukankah partai pendukung juga butuh untuk menempatkan orang orangnya agar kepentingan partai (sekali lagi kepentingan partai bukan kepentingan rakyat lo yah) tetap terjaga dan terpenuhi dengan baik
    Yah tetap SBY aja lah
    lebih "berasa" efeknya daripada yang lain
  4. From jetly on 04 November 2008 11:17:24 WIB
    Apa yang terjadi pada lingkaran SBY-JK-AB adalah hal lumrah di negara ini, karena budaya HUTANG BUDI. Demikian juga terjadi di era pemerintahan sebelumnya. Selama budaya ini masih tetap melekat, siapapun pemerintahannya pasti tetap ada kebijakan yang "kontroversi" pada akhirnya tidak pernah pro rakyat. Calon indipenden sudah "dijegal" oleh parlemen demi untuk menyelamatkan kepentingan kelompok. Perlu diwaspadai sebetulnya fakta dilapangan angka GOLPUT akan melebihi partai besar manapun, tetapi nampaknya parlemen lebih merelakan GOLPUT dibanding calon indipenden, karena GOLPUT hanya sebagai penonton bukan "PEMAIN" sandiwara politik. Jadi masalahnya dinegeri ini bukan soal mengumumkan kabinet tapi lebih kepada tarik menarik kepentingan sekelompok golongan dan bukan kepentingan rakyat. SBY-JK-AB adalah salah satu contoh nyata produk 2004 budaya tersebut.
  5. From esti on 04 November 2008 12:00:49 WIB
    Setuju banget kalo calon presiden mengumumkan calon kabinetnya. Agar kita benar-benar bisa menilai kelayakan presiden tersebut.

    Mbok ya sekali-sekali kabinet ngga dikaitkan dengan partai, tapi yang profesional seperti mbak Sri Mulyani, saya rasa kita bisa benar-benar ngebayangin Indonesia bakal jadi apa 4 tahun mendatang.

    Sementara orang partai biar di DPR aja sebagai pengawas, bagi teman-teman yang merasa mempunyai kemampuan serta semangat memperbaiki bangsa ini, jangan patah semangat, ayo masuk partai agar DPR juga diisi dengan orang-orang yang profesional, kapabel serta memiliki integritas.
  6. From firil on 04 November 2008 12:23:00 WIB
    Bang, dari orang-orang yang bakalan maju menjadi capres 2009 nanti, semuanya masih sama. Tak mampu membawa isu yang dapat membebaskan bangsa ini dari belitan sistim politik yang fragmented selama ini.
    Presiden mestinya adalah milik semua. Megawati mestinya adalah Presiden semua. SBY pun mestinya seperti itu. Tapi mereka gagal. Rakyat, di tangan mereka telah tereduksi menjadi hanya anggota partai mereka masing-masing. Ketika Megawati menjadi presiden, orang di luar PDIP tak pernah merasa nyaman menyebutnya sebagai Presiden mereka, begitupun dengan SBY. Ia adalah Presiden pemilih Partai Demokrat. Orang PDIP (dan Partai lain) tak pernah nyaman menyebutnya sebagai Presiden mereka.

    Perubahan itu sepertinya masih jauh ya Bang...

    salam,
    firil
  7. From Berlin Simarmata on 04 November 2008 12:57:37 WIB
    Tidak mungkinlah Wim,SBY itu akan dicalonkan Golkar,karena suara partai Demokrat tidak cukup.Demokrat paling hebat 5%,dan Golkar mungkin 15%,barulah SBY jadi Capres.Nah Golkar pasti akan minta jatah,balik lagi deh Orde Baru. Beginilah nasib negara abu-abu.
  8. From faisal on 04 November 2008 13:09:09 WIB
    apa boleh buat bung WW. sby, mega, dll lebih konsen mbangun imej di polling ktimbang bangun kinerja. tebar pesona itu jg dlm rangka perbaikan posisi di polling. maka, haqulyakin bukan hanya bung WW saja yang kecewa, sebagian besar masyarakat Indonesia juga kecewa dengan pemerintahan sekarang. yang aneh, para capres yang sudah petantang-petenteng itu tdk pernah belajar dari kekecewaan masyarakat. knapa juga menghabiskan dana buat iklan di koran dan televisi. mending rekrut anak-anak muda yang potensial, bikin pelatihan, bikin koperasi dan permodalan, ciptakan lapangan kerja. masa sih kalo orang udah dikasih lapangan kerja gak milih dia waktu pemilu? kalo tipe pemimpin yang kita pilih cuma model mega, sby, wiranto yang bisanya saling serang di antara mereka, gak mimpi deh Indonesia bakal lebih baik dari sekarang....
  9. From berly on 04 November 2008 14:46:05 WIB
    Menurut pendapat pribadi, andaikan capres nanti berani mengumumkan calon kabinetnya, dia harus orang yang kuat (tidak hanya bersih dan jujur dan cerdas).
    Tarik-menarik politik sangat kental.
  10. From abah on 04 November 2008 15:03:54 WIB
    Kok ndak cari yang benar benar pejuang? yang punya "pagar dalam" kuat, Emha Ainun Nadjib misalnya? Beberapa saat yang lalu banyak kawan memuji muji ahmadinejad, trus kapan kita punya presiden kayak dia, coba dech Cak Nun di potret, dia bisa dijadikan "ahmadinejad" yang oke.
    berharap PKS menominasikan dia, eh malah nggak, .... Setelah gus dur, berharap cak nun, habis Cak Nur udah "damai" sich
  11. From bast on 04 November 2008 15:44:58 WIB
    saya akan memilih yang terbaik dari terbaik. tapi calon yang ada sekarang ini jauh dari baik. walaupun yang sering mereka perlihatkan yang baik-baik. seandainya ada calon yang mau jelaskan masa lalunya. tapi mana ada....
  12. From paul on 04 November 2008 15:46:59 WIB
    capres mana yg bisa dipercaya komitmentnya.
    interest politiknya tak pernah kontekstual terhadap persoalan bangsa.
  13. From Craig L on 04 November 2008 16:11:17 WIB
    Menarik juga yg ini, Om. Sepertinya yg penting bukan watak yg dipertontonkan si calon, melainkan siapa dekkingnya (kabinet) dan bagaimana penilaian dekking itu oleh masyarakat (yg moga2 makin lama makin cerdik membaca motivasi2 dekking tsb yg sebenarnya). Ya, namanya kedewasaan pengertian bhw demokrasi itu perlu masyarakat yg bertanggungjawab juga. Thanks lagi Om, bahan pikiran yg bergizi.
  14. From Pangeran Siahaan on 04 November 2008 17:28:11 WIB
    bila masih ada nama jusuf kalla di situ (pasti diikuti ical bakrie di dalamnya), saya rasa saya akan bilang tidak untuk SBY....
  15. From |richard.p.s| on 04 November 2008 23:45:38 WIB
    jika \"rakyatnya mahal\", calon pemimpin yang abal-abal/katro/cheap akan tereliminasi secara natural. yang jadi pertanyaannya adalah, adakah itikad benar dari orang-orang yang dikategorikan baik diatas untuk memimpin aksi yang menciptakan \"rakyat yang mahal\", tanpa harus berfikir jadi legislatif, eksekutif, atau yudikatif sekalipun?
    kita butuh pemimpin berhati negarawan yang all ready not yet. punya konsep, sedang merealisasikan konsepnya, berhasrat memultiplikasi, dan tak melakukan itu karena gatel minta dicoblos, tetapi karena punya hati yang peduli dengan generasinya dan generasi berikutnya. pemimpin tipikal ini bukan saja berpotensi jadi presiden, bahkan menjadi bapak bangsa hingga the legend bagi sejarah dunia.
  16. From rendy on 05 November 2008 02:59:50 WIB
    SEBENARNYA SAYA TIDAK INGIN MENYINGGUNG DAERAH ASAL DARI WAPRES DAN MENTERI INI. TAPI KENYATAAN MENUNJUKKAN BAHWA KEPEMIMPINAN BERDASARKAN JAWA DAN NON JAWA SUDAH TIDAK TEPAT LAGI!! PILIH PEMIMPIN YANG BERSIH DAN BERKARAKTER KUAT SERTA BERANI BERPIHAK PADA RAKYAT !

    SEBAGAI RAKYAT BIASA SEBETULNYA SAYA KECEWA DENGAN POLITIC GAMES DARI POLITISI (KHUSUSNYA PDIP DAN MASTER MIND NYA)DAN TENTARA TAHUN 1999-2000,UNTUK MENJATUHKAN GUSDUR .SEANDAINYA GUSDUR DIDUKUNG UNTUK MEMIMPIN NEGARA KITA SAAT ITU ,MUNGKIN INDONESIA RAYA TIDAK AKAN BEGINI JADINYA.KARENA SAYA MASIH PERCAYA KPD KESETIAAN GUSDUR DAN REKAN2 DEKATNYA (TERMASUK BUNG WIMAR HE HE )TERHADAP NEGARA DAN BANGSA INI. TAPI NASI SUDAH JADI BUBUR,YA HARUS DIMAKAN JUGA, WALAU DENGAN PERUT TETAP LAPAR. BAGI ORANG INDONESIA YG HIDUP DI NEGARA MAKMUR NGGAK MASALAH, TAPI BAGI MANG UJANG TUKANG BECAK,BI CUCUM PENGUMPUL SAMPAH,BUNG TOMAS NELAYAN DAN MAS TARJO TUKANG SAPU SERTA UDA UCOK KERNET MIKROLET,MERASAKAN BERATNYA BEBAN HIDUP DI INDONESIA RAYA!!

    JADI SIAPA PEMIMPIN YANG KITA PILIH?? OBAMA ATAU MC CAIN? GEORGE SOROS DKK ATAU KONGLOMERAT2 REPUBLIKAN? LHO KOQ BERTANYA BEGITU?
    KARENA ATAS RESTU DARI MEREKA JUGALAH PRESIDEN NEGARA INI AKAN TERPILIH! HA HA HA...LUCU JUGA YA..RAKYAT MAH HANYA DIARAHKAN KEMANA MEREKA MAU. MELALUI UANG DAN KAKI TANGAN MEREKA DI INDONESIA RAYA, RAKYAT DIARAHKAN UNTUK NYOBLOS PRESIDEN PILIHAN MEREKA. ENTAH PRABOWO,SULTAN ,SBY ,MEGAWATI DLL . SADAR ATAU TIDAK, MAU ATAU TIDAK MAU ,SHOW MUST GO ON !! MERDEKA! DINEGARA YG BELUM MERDEKA!! ADIOS PERMIOSSSSSSS....

  17. From Jeffry S on 05 November 2008 04:12:50 WIB
    Gak ada jalan keluar lagi buat republik ini selain REVOLUSI.!!! Bukan buat makar tapi dalam kenyataan yang ada apa lagi Penguasa Negeri Ini udah tidak lagi berpihak pada rakyat dan hobinya kutak-katik uang APBN dan APBD untuk hasrat mereka yaitu "BERKUASA SAMPAI AKHIR". Sekarang ini rakyat sudah banyak berkorban untuk penguasa2 dan petinggi2 republik ini nah BERKORBAN APA WAHAI PARA PENGUASA2 DAN PETINGGI2 REPUBLIK INI UNTUK NEGARA INI!!!!!!!!!!!!!!! jadi solusinya ya REVOLUSI.!!!
  18. From FH on 05 November 2008 12:40:52 WIB
    Ya saya setuju bahwa kita bukannya membutuhkan pemimpin yang bisa menyelesaikan semua masalah tapi seorang pemimpin yang jujur. Karena dari situ semua masalah bisa mulai diselesaikan. Salah satu caranya dengan menampilkan calon kabinet yang akan dia pilih. Mungkin kita juga perlu meminta calon pemimpin2 yang lain untuk menilai kejujurannya.

    FYI, saya "quote" pidato Obama dari yahoo news...


    In his first speech as victor, Obama catalogued the challenges ahead. "The greatest of a lifetime," he said, "two wars, a planet in peril, the worst financial crisis in a century."

    He added, "There are many who won't agree with every decision or policy I make as president, and we know that government can't solve every problem. But I will always be honest with you about the challenges we face."

    Salam,

    FH
  19. From capchaykuah@yahoo.de on 05 November 2008 13:37:54 WIB
    Calon Presidenku cuma GusDur
  20. From pauls on 05 November 2008 15:15:26 WIB
    @ 19/chapcay.
    wow...hari gini masih ada yg nyalonin GD?
    ekspektasi anda sama dengan teman saya.
    mudah2an GD tak punya hasrat untuk memultiplikasi diri, yang selamanya tak mampu memahami kekurangannya.
  21. From nowhereman7 on 05 November 2008 17:26:56 WIB
    Gus Dur Capres & Sultan Cawapres........
  22. From yasir on 06 November 2008 03:31:57 WIB
    mending calon presiden dibikin 2 aje dah kayak amrik
    republik sama demokrat nyalonin satu2

    klo republik nyalonin Sri Sultan
    klo Demokrat Prabowo

    tes aje dah,ogut milih Sri Sultan aje dah
    biar beras jadi murah,bahan pokok juga murah, dan juga tata krama bangsa indonesia kembali seperti dulu kala
    santun dan g neko2
  23. From Filly on 06 November 2008 07:45:47 WIB
    Sekarang ini sepertinya kita terjebak kedalam urusan politik terus, mulai dari PILGUB,PILBUP,PILKADA,PILPRES DAN PIL-PIL LAINNYA. Negara kita dipuji Pangeran charles soal demokrasi (biasanya orang kita kalau dipuji jadi GR). Kalau kita terus menerus dicekoki urusan politik, mungkin itu bagian dari politik pengalihan perhatian pemerintah terhadap masalah krusial yang dihadapi bangsa ini. Rupiah sudah Rp. 11.000,-/US$. Krisis ekonomi sudah didepan mata dan bahkan sudah kita alami. Dan sekarang semua mata dunia tertuju kepada Obama, Presiden USA, seolah-olah Krisis global ini dapat diselesaikan oleh seorang Obama.

    Siapapun pemerintahan baru nanti 2009 diharapkan dapat memperbaiki ekonomi bangsa ini yang pada akhirnya rakyat merasakan kesejahteraan yang seharusnya sudah didapat jauh sebelum reformasi ini bergulir. Kenyataanya 10 th reformasi bergulir, rakyat makin sengsara.. karena yang diurusin politik terus... dengan PIL-PIL itu. saya saja sudah bosan minum PIL-PIL.. itu..
  24. From Mundhori on 06 November 2008 10:53:21 WIB
    Mimpi kita untuk mendapatkan seorang presiden yg mampu menyelesaikan kesulitan dan problem negara yg komplek ini akan terbentur pd tembok realita yg tebal yg namanya sistim demokrasi di Indonesia. Secara normative kita butuh presiden yg jujur, adil, arif bijaksana inovatif, seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat,yg muda, punya power dan spirit tinggi, seorang presiden yg milik semua, dll yg baik baik saja. Tapi jalan untuk menuju kesitu sudah tertutup oleh keputusan yg bernama undang undang yg ditetapkan oleh parlemen. Suara suara perjuangan sudah digelorakan melalui perbincangan politik oleh para akademisi, para intelektual, para pemimpin formal maupun nonformal, oleh para negarawan, para ulama, tokoh pemuda dll yg punya semangat membangun ranah demokrasi yg lapang bagi semua warga negara, calon independen, tokoh muda berprestasi, tidak hanya melalui parpol saja.. Tapi hasilnya tergerus tuntas oleh suara parpol lewat fraksi di parlemen yg orientasi untuk kepentingan diri sendiri dan golongan. Lalu jalan apa untuk mewujudkan mimpi tadi ?? Terbersit dlm angan angan, myungkin jalan revolusi, yg prakteknya melalui kup seorang yg mampu menggerakan dan mengorganisasi kekuatan tertentu, atau melalui people power. Ayo siapa yg berani maju ??? Ha..ha haa !!
  25. From Nency on 06 November 2008 13:20:27 WIB
    Golput lah paling TOP BGT.....
    Nanti paling-paling sama saja semua kepemimpinan....
    Kalo sudah duduk lupa berdiri malah yang ada tambah tidur..
    He he he he he
  26. From Dhani Aristyawan on 06 November 2008 15:35:16 WIB
    No JK (Selfish), No Bakrie (Robber), No Prabowo (Criminal), No Wiranto (Criminal), No Sutiyoso (Criminal), No Megawati (Weak & no nationality), doubt on Gus Dur (No political experience). The choice left to : Sultan, Sutrisno Bachir, Rizal. Is there anyone knows the history of those three men ?
  27. From Ricky on 08 November 2008 17:20:26 WIB
    sisi negatif Pemilukada langsung
    menurut saya Pilpres,PilGub,Pilbup ini tidak ada mamfaat sedikitpun bagi kesejahteraan masyarakat kecil,yang jelas rakyat semakin melarat akibat dari harga sembako yang naik,BBM langkah & mahal,Penggangguran bertambah,ibu menjual anak untuk beli beras,gadis2 jadi lonte ,kriminalitas meningkat,banyak yang mati sakit karena tidak mampu untuk berobat,banyak anak putus sekolah karena pendidikan mahal, sedangkan pemilu menghamburkan uang ratusan Trilyun,modal nyapres bisa mencapai 3 trilyun.modal nyagub minimal 100 milyard,modal nyabup/nyawako minimal 25 milyard,belum lagi caleg( Calon angota legislatif ) yang berebut kursi DPR,Untuk caleg DPR Kota perlu modal 50jt-75jt,Propinsi 100jt-150jt,Caleg Senayan 500jt-1 milyar,sedangkan wong cilik mau cari uang 10 ribu saja perhari kembang kempis,bahkan ada yang menderita busung lapar karena
    kurang gizi,ironis sekali….jadi mana rasa keadilan…??
    Pemilu hanya menjadikan pejabat bertambah kaya & perut buncit,bukan rahasiah umum lagi kenapa mereka mati2an
    pingin jadi Presiden,gubernur,Bupati/Walikota
    karena 2 % APBD/APBN pasti masuk kekantong pribadi,artinya jika APBN Indonesia 1000 trilyun setahun, seorang presiden 1 periode akan mendapatkan kekayaan sekitar 20 trilyun, saya cuma memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia,apa setelah mereka terpilih….masyarakat miskin
    akan makmur…??? jawababnya passti mustahillll…!!!
    oleh karena itu saya himbau baikknya kita memilih GOLPUT SAJa… itu lebih baik & terhormat,dari pada memilih pemimpin yg sudah pasti korup…Gila perempuan…dan suka berjudi,kita ikut berdosa memilih pemimpin seperti ini.
    hidup GOLPUTTTTTTTTTTTTTT
  28. From dmitri on 09 November 2008 04:47:58 WIB
    SBY sejak awal sudah ngaco kok karena belum menang pemilu 2004 sudah berkoalisi dengan JK untuk jadi presiden. sudah kelihatan, kalau berada dalam tekanan sedikit saja, SBY mending cari aman dari pada ambil risiko, berapa pun harga keamanan itu. jadilah dia satpam instead of president. kayak begini kok bisa dapat pangkat jendral? bukannya saya endorse ibu-ibu mafia, tapi kalau kita lihat gambaran lengkap untuk study banding, SBY hanya merusak citra Jendral. oke, kita putar balik gambarannya menjadi good guy bad guy. ibu-ibu mafia itu bad guy. terus, orang baik yang minta bantuan sama setan apakah bisa dikategorikan good guy?

    tentang Prabowo, to be honest, itu bukan ide baru. sudah ada teman ajak saya diskusi serius tentang ini. padahal kita bukan orang penting kok. artinya, di level orang biasa nama beliau sudah dibicarakan. pembenarannya mungkin berbeda, tapi kalau kita masih menggunakan aturan-aturan dan cara pandang lama [kalau Soeharto hampir dijadiin pahlawan artinya kita masih hidup di tahun 1981, dan striker muda Liverpool adalah Ian Rush], mungkin Prabowo bisa jadi the General We\'ve Always Craved For. again, mending good guy with satanic tendencies, atau bad guy sekalian? diantara keduanya mana yang bisa menjaga diri? lalu sama yang mana kita bisa berharap sebagai \"pengikutnya\"? [kok jadi mirip Putin dan KGB-nya ya?]

    obviously, komentar saya ini karena good guy beneran belum kelihatan. jadi golput bisa jadi alternatif paling waras.

    dan soal mengumumkan kabinet, saya setuju secara prinsip. ini masalah pemilih membaca seberapa capres mengerti problem/solusi, prioritas problem/solusi, dan rencana kerjanya. disini kelihatan juga dimana asal bunyi, atau memang kelihatan kompeten.

    tapi kalau sudah ajak JK jadi wapres mah, kambing hitam gak bisa dicat putih, deh, biar kabinetnya dijanjikan keren.
  29. From anton on 09 November 2008 17:54:47 WIB
    Saya pilih Martin Manurung....sebagai Presiden Indonesia masa depan! tapi sebelumnya Budiman Sudjatmiko yang naik panggung dulu.

    Anton
  30. From rangga aditya on 11 November 2008 15:37:15 WIB
    wah.. susah tuh om
    partainya aja banyak!!! gimana mau nyusun kalow belon ketauan menang. kan has indonesia, biasanya nentuinnya mepet-mepet deadline gitu, hehehe.
  31. From anton on 12 November 2008 23:46:11 WIB
    Harga mati untuk Budiman Sudjatmiko sebagai Presiden RI....
    Pemuda paling berani di jaman Orde Baru yang nentang Suharto...

    Anton
  32. From Martja Fami on 13 November 2008 01:30:13 WIB
    Kalau saya presiden RI,maka tim saya adalah : Amin Rais, Riyas Rasyd, Sri Mulyani, Faisal Basri, Didik J Rahbini, Lie Chin Wei, Drajad Wibowo, Imam Prasojo, Dimyati, Juwono Sudarsono, Wimar Witular, HS Dillon, Siswono, Budiono, Hendarman S, Komarudin Hidayat, Hasan W, Marsilam S, Hariman S, Kwik Kian Gie,...(Bersambung..)
  33. From andre on 13 November 2008 21:36:22 WIB
    jika ada agt forum ini yg wartawan saatnya untuk mulai blow-up figur dan kinerja gubernur2 kita di sekian jumlah propinsi indonesia

    HARUS ADA ORANG BARU..
  34. From Martja Fami on 14 November 2008 02:06:16 WIB
    (Sambungan) Hidayat N Wahid, Marwah, siapa lagi ya???...ternyata susah milih tim yang saya tahu orangnya baik,kapabel,amanah,jujur.
  35. From Firdaus Farisqi on 15 November 2008 15:21:43 WIB
    Budiman Sudjatmko,Hidayat N Wahid semua itu oportunis.
    Kenapa kita tidak mencoba mencari pemimpin dari seorang yang "biasa" bukan seorang "selebritis politik"
    Tapi andai saja disuruh memilih dari semua "selebritis" itu,saya tetap memilih Gusdur sebagai pimpinan kita,siapa lagi yang berani mendepak wiranto yang pada waktu itu sebagai seorang tokoh militer yang lamboyan selain gusdur,tentu saja om wimar witoelar tetap menjadi juru bicara kepresidennya ha..ha..ha...
  36. From imw on 16 November 2008 11:46:53 WIB
    amrik buat sejarah kulit hitam jd presiden, kita jg bisa buat sejarah presiden dr calon independen, ayo buat perubahan!! tapi siapa saja jd presiden indonesia, gw jamin sama aja, gak ada yg bisa buat perubahan kecuali hanya waktu yg menjawab. Atau orang indonesia ditukar ama orang jepang semua.....!!???
  37. From roy tarigan on 17 November 2008 16:16:48 WIB
    sby harus tegas!!!!!!!!!!!!!!!jangan ada kata hutang budi!
    kalo mau menjadi presiden lagi sby harus ikuti apa yang ia ingin lakukan!berantas koruptor dengan antek-anteknya,bereskan pengusaha yang mempunyai masalah dan hilangkan kebijakan-kebijakan yang bukannya menyelesaikan masalah tetapai menambah masalah!Dimana sikap militermu sby!
  38. From Gatot on 24 November 2008 11:55:02 WIB
    Giemana kalo presidennya mas Komeng aja, biar sekalian lucu republik ini, trus wakilnya bisa Tukul Arowana, pokoke pelawak lah wong republik ini udah jadi republik dagelan, ya mending sekalian aja lucu2an, dari dulu ampe sekarang mana ada sih pemimpin yang becus & serius ? semuanya cuman cari hidup di dalam kekuasaan alias oportunis, ngomongnya janji begini-begitu waktu masih kampanye, eh giliran udah jadi presiden pura2 pilon deh....kecian deh lo....ikutan pemilu milih orang2 rakus kayak gitu....
    Jaman emang udah edan, wong maling tereak maling, ada yang ngaku2 paling suci, pokoke srigala berbulu domba semua deh ! kasihan rakyat kecil selalu jadi korban gombal2-an orang2 pandir di Senayan & Medan Merdeka. :(
  39. From Herry Zulkarnain on 28 November 2008 09:06:19 WIB
    Saat ini masih tetap SBY yg terbaik dari yg terbaik presiden sebelumnya, SBY terlihat mengedapankan Hukum sbg panglima tertinggi saat ini, terlihat SBY dgn tegas tdk mencampuri masalah Hukum mengenai BLBI , Aulia Pohan , Besannya sendiri dihukum,pdhal Besan nya tersebut sdh termaksud darah dagingnya, kita jd percaya bahwa Kasus - kasus Korupsi tdk akan bisa dibackup siapa saja, yg salah ttp salah. Korupsi membuat rakyat menderita, pendidikan terhambat, penganguran tinggi, angka kemiskinan mejadi tinggi, pelayanan public lambat dan investor tdk mau masuk ke Indonesia. Langkah perang terhadap Korupsi sdh benar dilakukan SBY, Pd pemerintahan Mega, Gusdur, habibie, soeharto,ini tdk terlihat klu pun ada dilakukan hanya pd lawan politiknya atau pejabat yg tdk manut. Pemberantasan Premanisme pd pemeritahan SBY sgt membantu para pedagang dan distributor shg tdk timbul biaya tinggi dan harga - harga barang bs murah.
    Untuk Sultan HMB jd presiden, tidak lah,,, jadi gubernur aja tdk berkeringat, kampungnya sendiri juga tidak ada kemajuan dipegangnya, Apa yg terlihat maju di Jogya, kemiskinan terus bertambah, kesejahteraan tdk ada. Ide kreatik tdk ada yg bs dibuat di Jogya, pd hal disitu kerajaannya, macam mana mau mengurus indonesia.
    Kran Demokrasi hrs dibuka di Yogya shg tdk ada perbedaan Ras, klu begini2 terus jogya kapan majunya, kalau nanti anak sultan bodoh , apa ini jadi Gubernur, kita harus nurut aja sm Gubernur yg bodoh. Kita harus mau berubah....
    Demikian.
  40. From Lucky on 28 November 2008 16:51:41 WIB
    SAYA.....SIAP JADI PEMINPIN NEGERI INI !!!!!
    Cuman gambar gue gak ada di lembaran Pemilu 2009, gimana ya caranya????
    Gue bakalan pake jurus tipu - tipu, kanan kiri OK, sabet sana sini, KKN forever, pokoke full of distorsion !!!!
    Walah.....apa gue pake topeng aja kali ya???
  41. From Bee on 30 November 2008 14:31:35 WIB
    Menurut saya kabinetnya sudah jelas.

    Dari pemerintahan Sukarno, Suharto dan SBY saat ini, sudah jelas.

    Walaupun sekarang, Pemilu Presiden/wapresnya LANGSUNG dan Presiden / wapres ?? terpilih MEMILIKI hak PRerOgatif, tetap saja keterwakilan KELOMPOK KEPENTINGAN / PARTAI yang meWARNAI kabinet yang terbentuk.

    Di US mungkin terlihat samar / tidak menarik perhatian karena partai terbesarnya 2 saja. Tetapi lobby kepentingan menonjol.

    Di Indonesia, Presidential atau Parlementer, tetap saja ujung-ujungnya keterwakilan partai / kelompok kepentingan.

    Sekarang yang penting adalah, kepentingan kita, anda, saya, kamu apa. Kampayekan kepentingan itu dalam arti dukung siapapun yang mampu mewujudkannya.

    Maafkan kalau ini yang terjadi, demikianlah, negatif sidenya: tirani minoritas.

    Precautionnya apa: mungkin harus merenung lebih dalam lagi, mengapa Indonesia tebentuk (karna restu siapa???) dari ribuan pulau, memanjang dan melebar di tiga zona waktu, tak terkecuali di atas dan di bawah khatulistiwa, yang memiliki gurun sekaligus es abadi. Mengapa Garuda \'mencengkeram\' dan berperisai \'sesuatu\'.





  42. From rizal on 30 November 2008 16:55:44 WIB
    gua sih gampang aja, kalo orangnya ga punya konsep, bisa nya cuma ngomong,\"saya ga kuat melihat orang indonesia susah\", \"saya siap untuk mencalonkan\", \"saya pembela wong cilik\",\"anti globalisasi\", \"anti asing\" nah ini ciri ciri orang gak akan beres jadi presiden. Presiden harusnya bukan orang beken karena menghina orang lain, bukan beken karena sok anti asing, bukan beken karena cuap cuap, tapi oleh apa yang dilakuka dan apa yang akan dilakukan SBY dari sisi ini meninggalkan lawan lawanya yang suka angin surga ga jelas, program nya cukup terstruktur, walau memang kepentingan orang ketiga juga sulit dibendung. Kayaknya taun depan saya pilih SBY lagi, smoga aja orang orang sekitarnya tobat dan ga nyari duit lagi. Amin
  43. From ismandianto on 10 December 2008 13:20:07 WIB
    heeeeeeee...
    bangsa yang memiliki dilema budaya memilih pimpinan yang tidak profesional. dari sukarno hingga SBY, pemilihan presiden lebih mengutakan eknis daripada profesinalisme seorang pimpinan. lihat saja karekter pemilih bangsa kita, nuansa dan sologan siapapu orangnya "presiden" harus dari eknis??
    inilah delemanya nagsa kita saat ini. ngumpung kalau presiden yang dipilih memang memiliki jiwa kredibilitas yang mementingkan kepantingan bangsa dari eknis yang mayoritas tetapi jikia tidak????
    maka nagara ini akan stagnan bahkan menurun.
    ayo masyarakat mari kita pilih pimpinan yang memang betul mengutakan bangsa dengan kemampuan profesional. bukan hanya karena ia dari eknis tertentu!!. masa depan bangsa ditangan kita!!
    heeeeeeeee... penomena??
  44. From Muhammad gituloh on 22 December 2008 23:22:18 WIB
    Aku sih yakin kalo nanti presidennya pasti orang Indonesia, dan ku berharap dialah orang yang dipilih oleh rakyat dengan suara mayoritas dan merupakan representasi suara rakyat yang sedang kehilangan kepercayaan terhadap arti sebuah kebebasan berpolitik sebagai manifestasi dari sebuah demokrasi.................... jangan golput! kasihan negeri ini kalo banyak orang yang golput. lha kalo semua gol-nya put, terus yang main siapa? yo kukut dong....................
  45. From MSanthom on 08 January 2009 21:24:29 WIB
    Membaca komentar kalian terus terang bikin aku bingung. Terus terang dalam pemilu 2009 ini caleg siapa yang aku pilih aja aku nggak kenal apalagi setelah baca komentar mengenai calon Presiden bikin aku mual. Buatku dan mayoritas masyarkat Indonesia politik itu nggak penting yang penting hidup kami sejahtera seperti jaman si kakek TOP dulu, cari minyak tanah gampang dan murah,gas lpg nggak ngumpet,BBM nggak disembunyiin,preman dan provokator didor bukannya jadi politikus seperti sekarang dan yang utama nyari duit gampang.
  46. From kamaluddin muttaqien on 17 January 2009 23:16:09 WIB
    tidak perlu menunggu jadi presiden untuk berbakti,atau menunggu jadi pejabat untuk berbuat.Karena gak ada yang optimis akan terjadi perubahan, klu mo revolusi ya diri sendiri dulu..takutnya tiba-tiba jadi menteri...eh sami mawon.Di negara kita masyarakatnya masih gampang dikibuli dengan janji karena petinggi dah tahu karakter masyarakatnya...tp klu rakyatnya pada pinter-pinter..mereka akan sangat hati-hati untuk janji-janji dlm meraih simpati.
  47. From Clarissa on 26 March 2009 11:54:50 WIB
    Bagi aku , sebaiknya SBY di berikesempatan lagi buat menjalankan pemerintahan, karena semua hal dalam 5 tahun pasti gak mungkin kelihatan hasilnya berilah kesempatan sekali lagi. jikalau nantinya Presiden ganti juga ku ahrap jangan Ibu Megawati deh, bukan mau memojokan tapi emang disaat ini ibu Megawati bisa beriklan minyak dulu murah sekarang mahal, bisa lihat situasi minyak dunia apa kagak seh sebenarnya, jikalau terus di subsidi besar besaran mau sampai kapan negara kita nanggung hutang...pls lah yang lumrah aja

  48. From aswandi on 02 May 2009 13:07:09 WIB
    seluruh masyaraka indonesia ini nampaknya udah kemakan yang namanya teori bagi-bagi duit yang nantinya akan membuat bangsa indonesia tambah miskin...kasihan sekali baik dari calon DPRD Kabupaten, propinsi, sampaik ketingkat pusat dan masyarakat mau aja di bodohin pake uang dua puluh ribu dst tapi masyarak indonesia menjadi miskin...e.e.e malah sekarang banyak yang mau milih pemimpin yang suka bagi-bagiin uang rayat katanya untuk masyarakat miskin e...masyarakatnya malah tambah banyak yang malas bekerja karna udah dikasih duit ama negara sebanyak 300000/3 bulan banyak yang 15 hari dari itu malah malas kerja... sebenarnya kebijakan bagi-bagi uang tu dapat dari mana ya...mengajarkan masyarakat indonesia jadi pemalas....wah..tabah parah nich bangsa...kayakya kedepan kalau orang yang dipilih kembali yang memiliki kebijakan gituan...kkk
  49. From ahmad iskandar on 06 May 2009 01:11:22 WIB
    kl sy yakin bapak 1 ini( prabowo) bisa jd presiden masa kini, dia mempunyai suatu karismatik kebagsan dan kerakyatan, dgn pengalaman yg dimilikinya dia pasti mampu menghadapi tangtangan yg ada, org tahu bpk orang kokay yg serba ada tp sy rasakan bpk tdk menjadikan semua itu kebanggaan dan saya yakin bapak biosa merubah bangsa ini ke Era Sejahtra, bkn perubahan...untk apa perubahan kl rakyat misikn dan melarat tp kt bth kesejahteraan yg bs kt rasakan semuanya...dan untk wakilnya bapk sri sultan yg sudah menguasai ke tatanegaraan dan kerakyatan ...saya dukung bpk derdua...dgn ijin Allah saya yakin ini akan terwujud dan nyata...maju terus pantang mundur pak
  50. From AHMAD ISKANDAR on 06 May 2009 01:15:44 WIB
    PRABOWO DAN SRI SULTAN COCOK JD PEMIMIN BANGSA, PRABOWO JD PRESIDEN/ SRI SULTAN WAKILNYA...INI SUDAH KODRAT ALAM YG SAYA MILIKI SEJAK LAHIR...DAN KADANG SAYA SERING DIDATANGI OLEH PARA WALI SONGO, KL NANTI PAK PRABOWO DAN SRISULTAN BS MEMIMPIN BANGSA INI

« Home