Articles

Mega Gaet Prabowo di Pilpres 2009?

Perspektif Pemilu 2009
17 December 2008

PP09

Oleh Clara Lila

Popularitas Prabowo melalui serbuan iklan PSA di layar-layar kaca penduduk Indonesia rupayanya efektif meraih minat Megawati untuk mempersuntingnya menjadi calon kandidat Wapres di Pilpres 2009 mendatang.
 
Entah apa faktor paling menarik yang menggugah minat Megawati terhadap Prabowo, apakah karena Gerindra adalah Partai yang sangat berasaskan Pancasila dan mendukung penuh NKRI, yang cocok banget dengan PDIP, atau faktor yang paling riil saja, karena menurut survey yang dilaksanakan oleh LSI menunjukkan bahwa iklan TV Gerindra adalah iklan yang paling diingat oleh penduduk Indonesia dibandingkan dengan iklan-iklan Partai politik lainnya.
 
Memang benar sih, seperti juga kata Wimar, faktor yang menentukan dalam Pemilu 2009 besok, peran komunikasi adalah 60% dan mesin politik 40%.
 
Sekarang Gerinda terbukti sukses menjalankan peran komunikasinya dengan menggaet minat kandidat terberat saingan incumbent SBY. Pesan utama kampanye Prabowo melalui Gerindranya adalah membangun Indonesia berdasarkan ekonomi kerakyatan tampaknya lebih menggigit jika dibandingkan dengan pesan klise PDIP yang mengutamakan tercukupinya Sembako dengan harga murah untuk rakyat.
 
Peringkat efektifitas kampanye partai politik menurut survey LSI

  1. Gerindra yang diingat oleh 51%
  2. Partai Demokrat yang lagi HOT dengan iklan TIDAK untuk KOrupsi yang dipilih oleh 31% responden
  3. Partai Golkar juga 30%
  4. PDIP 27 %
  5. PAN 27% (mungkin sekarang agak menurun nih, karena iklan Sutrisno  Bachir akhir-akhir ini tidak sehappening masa sebelum krisis finansial melanda Indonesia)
  6. Partai Hanuranya Wiranto dengan 22.6%
  7. PKS 12%
  8. PKB 11%
  9. dan PPP 5%

Nah, sekarang kita lihat, apakah seluruh eksponen PDIP terutama tokoh-tokoh mudanya akan menyambut figur Prabowo yang dulu pernah santer diisukan sebagai tokoh kunci penculikan mahasiswa, sebagai partner Mega di Pilpres 2009 mendatang? Dan Apakah Prabowo akan menyambut uluran tangan Mega ini? Bagaimana menurut pembaca PO? comment dong :D
 

Referensi:

PDI-P mull Prabowo as Megawati's running mate
The Jakarta Post, Tue, 12/16/2008 5:55 PM

The Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) secretary-general, Pramono Anung, on Tuesday said the party was considering making Prabowo Subianto the running mate of Megawati in next year's presidential election.
 
Prabowo Subianto is a retired army general who served under former president Soeharto who was then his father-in-law. Prabowo is now the chief patron of the Indonesian Movement Party (Gerindra).
 
"PDI-P will study all available candidates, but Pak Prabowo is indeed one of the candidates we have surveyed," Pramono said in response to a question regarding Prabowo's willingness to be paired with Megawati.
 
From 14 candidates, the party will select five who will be announced to all party members and the general public at the party convention on Jan. 27, Pramono added. (and)

Print article only

42 Comments:

  1. From wimar on 17 December 2008 13:18:36 WIB
    The first exciting piece of news on the 09 campaign trail. would they be a fresh strong team or revive yawns of outdated nationalism? Too early to tell.
  2. From alaksir on 17 December 2008 13:29:27 WIB
    Cocok lah, dua-duanya jago menghindari krisis. Yang satu caranya belanja ke luar negeri, yang satu lagi numpang tinggal sama raja di luar negeri.
  3. From gagahput3ra on 17 December 2008 21:10:38 WIB
    Keren....kalo mereka terpilih nanti berarti kita akan punya Presiden yang markas partainya pernah diserbu rezim militeristik yg didukung oleh wakil Presidennya sendiri.

    Real political crap.
  4. From |richard.p.s| on 17 December 2008 21:23:05 WIB
    om Prabowo dari baret merah.
    mbak Mega berbendera merah.
    bung Budiman.S pun dari bendera merah.

    merah-merah me'cing euyy... nyang penting pan, semuanya peduli wong cilik yak?

    ngomong-ngomong, merah-merah ini bukan hasil REG(spasi)PRIMBON kan? tanda tanya loh, merah-merah jangan marah-marah yak :)
  5. From wimar on 18 December 2008 03:14:38 WIB
    wah komentar-komentar pertama menunjukkan PR campaign Prabowo dan citra Megawati tidak laku ya... at least dalam kalangan ini. Ada pendapat pro barangkali?
  6. From rizal on 18 December 2008 04:18:36 WIB
    another NO to both of them bung wimar :D
    mega = history
    Prabowo = may be next time, but not so soon

    :D
  7. From Ludjana on 18 December 2008 05:54:03 WIB
    Brrrrrr
    Takut komentar
  8. From beatlesmania on 18 December 2008 08:42:18 WIB

    Buat saya

    Mega seperti jendela besar utk korupsi
    Wiranto seperti penjaga pintu yg selalu membukakan pintu bagi korupsi
    SBY seperti anak kecil yg mencoba menghalangi gerombolan koruptor yg mencoba bergerak masuk, tidak didengar dan cukup diberikan lolipop

    Indonesia butuh yg lain dan yang baru dari hari ini atau..... mungkin mengkarbit dgn sebanyak2 karbit yg ada, agar "anak kecil" diatas menjadi lekas besar, tambah nyaring suaranya agar lebih byk lagi korupsi yg bisa dihalau.


  9. From dykus on 18 December 2008 09:56:44 WIB
    mau tahu calon pastinya? tanya dong ke pak taufik kiemas (ketua dewan penasehat geethoo loh..)
  10. From reza lubis on 18 December 2008 13:30:03 WIB
    Indonesia bukan ditentukan 1,2orang (jadi tiga ya ....)tapi kita lihat lihat di 2009 nanti,apa perkembangannya....
  11. From anggawedhaswhara on 18 December 2008 16:05:21 WIB
    sebenernya siapapun pemimpinnya asalkan sistemnya baik dan menyeluruh mengatur sendi kehidupan, kayanya bakal membuahkan hasil yang baik...
  12. From chandra on 18 December 2008 16:32:11 WIB
    Ya Tuhan kami, Indonesia berlindung kepadamu dari Presiden yang gagal, dan Wapres yang konon berlumuran dosa. Amen.
  13. From |richard.p.s| on 18 December 2008 21:06:41 WIB
    @ 8 beatlesmania

    kritik sana-sini soal kedewasaan, namun sekedar menyatakan nama saja tak berani. harusnya, orang dewasa itu tak pengecut!!! jadi ingat yang meracuni bang Munir. seolah-olah memberikan kehangatan dengan segelas minuman, nyatanya mematikan. siapakah yang berbuat? gentayangan tak berani menyatakan dirinya.

    ahaa... fans berat mereka diataskah saya? hanya menyatakan rasa malas kok, mengamati yang seolah-olah berjuang menyatakan nilai-nilai yang cihuy, namun sekedar mengakui dirinya lewat sebuah nama saja harus main kucing-kucingan. apalagi mau mengakui kesalahan. hmmm... om pimpa alaiyum gambreng... hantu kecil kucing....
  14. From anggana bunawan on 19 December 2008 13:05:50 WIB
    menarik sih kalo tiba-tiba ada asumsi mega-prabowo bisa muncul sbagai pasangan mesra,

    cuma aneh juga latar belakang megawati yang dicitrakan sebagai korban politik 27 juli, dan didampingi salah satu aktor yang cukup punya kabar kelabu di dunia hak asasi manusia,,

    demi tujuan dan kesepakatan yang sama, maka smua bisa jdi,,
    cuma sedih aja ya punya pemimpin model demikian..'

    duh.... kalo pagi ini saya baca ada istilah MegaBuwono dimana megawati disandingan denga sri sultan HB X..

    bagaimana iini ibu lila???? nampaknya masih lebih sehat.. hehhee...

  15. From Harits Luqman on 19 December 2008 15:24:52 WIB
    Apa arti Indonesia memilih jalan demokrasi kalau yang terpilih nanti Megawati. Mantan Presiden yang tidak pernah membuat saya bangga (ini bukan soal jender, lho); tidak bisa berbahasa Inggris (gimana mau dihargai dunia internasional!) dan nggak pernah mau ikut debat capres (berdalih bukan budaya kita! emangnya, partai-partaian, demokrasi-demokrasian asalnya dari mana bu?!). Banyak wartawan luar negeri yang juluki megawati sebagai \"the lackluster\", coba...gimana mau semangat bangun Indonesia kalau pemimpinnya saja sudah seperti itu! Ah lieur! hidup pemimpin muda!
  16. From BOSS BENI NYALON PRESIDEN on 19 December 2008 16:00:34 WIB
    Jangan lupa untuk memilih saya menjadi Presiden pada pilpres 2009 nanti. BOSS BENI

    program kerja saya apabila terpilih menjadi Presiden RI.

    1.Sekolah gratis dari SD sampai Kuliah
    2.kesehatan gratis mulai dari berobat kutil sampai biaya rawat inap.
    3.sembako murah & stok tersedia.
    4.keamanan yang kondusif
    5.pemberantasan korupsi dengan hukuman tembak ditempat atau hukuman pancung ditengah lapangan bola.
    6.Menghidupkan kembali departemen penerangan.
    7.Memberantas Kriminal dengan menghidupkan kembali Petrus (penembak misterius)
    8.menumbuhkan kembali semangat nasionalisme bangsa.
    9.membubarkan DPR,DPD & MPR karena pemborosan keuangan negara.
    10.Pilkada langsung ditiadakan lagi karena hanya pemborosan keuangan,gubernur Bupati cukup ditunjuk langsung.
    11.memberlakukan kembali UUD 1945 & Pancasila serta GBHN sebagai landasan dasar negara
    12.melegalkan perjudian terutama menghidupkan kembali SDSB & PORKAS ( Karena terbukti malaysia,singapore,hongkong,makau Dll menjadi makmur hasil devisa dari perjudian )
    13.melegalkan prostitusi ( semua PSK diimpor dari luar negeri )
    14.merivisi undang2 Kebebasan Pers & undang2 berpolitik.
    15.Menurunkan harga BBM menjadi 1000 rupiah per-liter
    16.menaikan pajak2 pendapatan kepada pengusaha non pribumi.
    17.Menaikkan nilai kurs rupiah terhadap dollar menjadi 1 rupiah sama dengan 1 dollar.
    18.Membangun invrastruktur2 pabrik yang berbasis kerakyatan.
    19.menurunkan tarif listrik,telpon,air,pulsa dsb
    20.mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri.
    21.mengupayakan jalan damai terhadap proses hukum pidana/perdata di indonesia.
    22.mengambil kembali aset budaya & pulau2 yang dirampas negara tetangga
    23.Memproduksi senjata Biologis & Pemusna massal.
    24.Menghukum mati \"AMIEN RAIS\'biang kerok yang membuat Indonesia menjadi carut marut.
    25.Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pengusaha Pribumi untuk membuka Cafe2,panti pijat,karoeke,diskotik,dan memperkerjakan Orang2 chines terutama wanitanya untuk menjadi PSK (amoy Psk )
    26.melegalkan peredaran sabu2.ekstasi,kokain,ganja dll. khusus usia 25 tahun keatas, karena devisa dari sektor narkoba dapat dipergunakan untuk mensejahterakan rakyat.
    27.pembuatan KTP,Akte kelahiran,Surat Nikah,Paspor,SIM, SHM,IMB,gratis berlaku untuk kalangan Pribumi saja.
    28.Menyediakan & membangun 1 juta perumahan sederhana tiap tahun yg diperuntukan untuk masyarakat miskin,cukup membayar 500rb,masyarakat sudah dapat memiliki rumah pribadi.khusus untuk warga pribumi saja.

    dan masih banyak lagi.
    oleh karena itu jangan lupa pilih saya. BOSS BENI
  17. From Christian Sjioen on 19 December 2008 17:22:24 WIB
    Program dari Masa Orde baru sampai pada Masa Reformasi : Pro Wong Cilik yang Basis daily Consumtion komoditi Inti belum tercapai dapat terlihat dari arus Urbanasasi.Dua kekuatan Pro Wong Cilik dipersatukan atau berjalan sendiri.Seandai menang bukan merupakan catatan tertinggak akan tetapi catatan keberhasilan !!!!!

    Maju Terus Capres Wakil Rakyat Kami Rindu VISI MISI mendengar dan Evaluasi Teknical dari Moderator layak Cara Masa Kampanye Pemilu Amerika Serikat
  18. From fadil on 20 December 2008 17:29:24 WIB
    Untuk Megawati, gak usah dibahas lagilah, orang2 juga tau kalo dia itu presiden yang gagal, jadi buat apa dipilih lagi..
    Prabowo?? Rekam jejak pelanggaran HAM (kasus penculikan aktivis, dll) aja udah bisa dijadiin alesan untuk gak milih dia, apalagi kalo ngeliat sepak terjangnya sekarang, seumur2 gak pernah ngomong memperjuangkan nasib petani, nelayan dan pedagang pasar tradisional, kok udah deket2 pemilu tau2 bisa jadi ketua HKTI dan Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional? Apa bukan "money politics" tuh? Iklan2 di TV aja bejibun, pasti udah milyaran duit dihabisin, duitnya darimana aja? Cendana? Konglomerat2 hitam? Udahlah gak jelas..
    Kesimpulannya :
    Megawati = NO!
    Prabowo = NO!
    Megawati & Prabowo = NO!!
  19. From rendy on 21 December 2008 06:59:47 WIB
    APAKAH PRABOWO DAN MEGAWATI MASIH BISA DIPERCAYA UNTUK POSISI PEJABAT TERTINGGI NEGARA INDONESIA RAYA , SETELAH APA YG SUDAH MEREKA KERJAKAN DI MASA2 LALU ? WALLAHUALAM..

    SAYANG GUSDUR DIJEGAL ,KALAU TIDAK ..HHMMMMM.. ORANG2 ASING SAJA TAKUT KALAU GUSDUR MAJU JADI PRESIDEN..TAKUT KALAU DISURUH SOWAN KEPADA BELIAU , SEPERTI CAPRES2 LAINNYA..HE HE HE HE...
  20. From Nagor on 22 December 2008 21:23:38 WIB
    Presiden adalah pemimpin negara. Jadi presiden pemimpin dari semua partai, semua golongan dan seluruh rakyat indonesia terutama harus berpihak pada rakyat miskin
  21. From Muhammad Khabib on 22 December 2008 23:06:32 WIB
    oalah, itulah politik, kemarin yang dianggap musuh sekarang dianggap kawan. sekarang kawan besuk lawan. semua serba mungkin.yo wis lah, tapi yen iso yo liyane wae.........(muhammad Tegowanu)
  22. From anton djakarta on 23 December 2008 11:55:11 WIB
    Tadi malam saya baca TEMPO tentang Bupati/Walikota yang berhasil, ceritanya mengharukan dan membuktikan memang ada watak pemimpin yang masih bisa dibangun dari negeri ini.

    Kata-kata seorang Walikota Gorontalo yang dicintai rakyatnya (notabene dia tidak mewakili partai besar alias setengah independen). "Kerja utama seorang pemimpin adalah mengkhayal, sementara urusan administrasi dan tetek bengek serahkan pada pegawai"

    Dengan khayalannya seorang pemimpin mampu terus menerus berbuat kreatif bagi bangsanya. Faktor kemampuan mengkhayal inilah yang gagal dimiliki pemimpin-pemimpin Indonesia post Sukarno, kecuali Gus Dur tentunya yang keburu dijegal Mega-Amien. Sukarno mampu membuat bangsa ini besar dan bersatu setidak-tidaknya dari keberaniannya mewudjudkan khayalannya. Sementara kita liat, jangan berkhayal, berbuat nyata saja SBY tidak berani. Jelaslah secara kualitas kepemimpinan SBY jauh dibawah para Bupati/Walikota yang dipilih majalah Tempo tadi.

    Sebagai tambahan, saya membaca majalah Gerindra yang disebarkan secara gratis oleh para Caleg pendukungnya. Mengingatkan saya pada propaganda-propaganda kiri yang pro rakyat dan anti modal asing tahun 1960-an. Mungkin Bung Wimar jauh lebih memahami ciri khas propaganda itu karena Bung Wimar hidup dijaman itu.

    Dalam konteks wacana saya salut walaupun kadang bingung karena Fadli Zon, tangan kanan Prabowo sangat anti Gerakan Kiri, setidak-tidaknya aksi berantem di Lapangan Proklamasi dengan kelompok Papernas membuktikan hal itu. Namun jargon-jargon dari kelompok Prabowo saya nilai jauh lebih keras dan jauh lebih kiri dari kelompok-kelompok kiri di Indonesia yang selama ini hanya berhenti di wacana saja, dan perlu diingat dalam tataran politik Prabowo praksis gerakannya sudah terasa di lingkungan bawah. Hantaman Prabowo dengan gerakan rakyatnya jelas bukan bagian dari benang merah PSI ala Pak Cum, bapaknya tapi ini merupakan 'benang merah yang tidak disengaja' kaitan antara gerakan kiri di tahun 1951-1965 yang pernah berhasil dibangun oleh kelompok DN Aidit sedjak penyingkiran Tan Ling Djie sampai pada era 'MIRI'nya Aidit. 'Benang Merah' ini harus dinilai dari gerakan rakyat yang mencari tempat, bukan dalam tataran konsepsi ideologisnya dimana jelas Prabowo akan berada di djalur kanan sejarah, namun bisa djadi Prabowo berubah menjadi "Chavez-nya Indonesia" Sedjarah akan membuktikan, apakah Prabowo berhasil menjadi 'Suharto kedua' dengan konsepsi sosialis-etatisme pro modal asing, atau 'Tan Malaka kedua' Melakukan Kemenangan kedua atas tahap kemerdekaan formal dengan melakukan perebutan Kapital 100% atas nama bangsa merdeka. Konsepsi ini adalah konsepsi paling mendasar bila memikirkan tentang peralihan hak kapital sebuah bangsa.

    Jadi sangat menarik bila pelatuk Prabowo berhasil dikatalisator oleh kelompok Megawati terutama dari sayap radikal-kerakyatan. Jelas kelompok Oligarkis-Modal Asing yang di era SBY berkibar-kibar akan ketakutan dengan gerakan kerakyatan Mega-Prabowo. Hanya saja saya sangsi, Mega bukanlah orang yang terlalu paham untuk berani mengambil resiko merubah haluan sejarah bangsa ini, seperti apa yang dilakukan Chavez ataupun Evo Morales. Namun setidak-tidaknya Mega melalui kekuatan dukungan rakyat Djawa-nya (ingat di masa paling nadir kepemimpinannya saja 40 juta orang masih dibelakang Mega) - Mega mampu menjadi fasilitator bagi berkecambahnya gerakan-gerakan pro rakyat yang selama ini berhasil dilakukan di Amerika Latin.

    Sedjarah akan membuktikan apakah Jargon-Jargon Prabowo hanyalah Lipstik Sarinah yang seksi atau memang sebuah takdir sejarah yang harus dilalui bangsa ini. Yang Djelas Prabowo berhasil mengangkat konsep paling cerdas dibanding sederet politikus dungu yang tak jelas cara berpikirnya.

    Anton Djakarta

    Hidup Budiman Sudjatmiko!
  23. From dev on 25 December 2008 21:17:35 WIB
    Yakinlah Megawati akan gagal. Terlalu dininabobokan oleh lingkaran dalam yang \"keputren\", AIB (Asal Ibu Senang).

    Mindset, pokoknya Ibu AKAN jadi Presiden, tak peduli apa jalannya, bagaimana cara, atau malah vendetta-vengeance minded diterapkan.

    Ibu coba kilas balik mengapa di 1999 Ibu bisa terpilih.

    Sekarang TK suami Ibu gandeng sana-gandeng sini dengan satu tujuan ABS, Asal Bukan Susilo.

    Dengan pola aristokrat, PDIP sudah gagal jadi partai wong cilik kecuali wong cilik memang hanya sebagai klien dari patron yang gila kuasa.

  24. From Dam on 27 December 2008 07:50:31 WIB
    Prabowo punya indikasi cacat sejarah
    Mega juga sudah pemain lama.
    ya.. yang lainlah..
  25. From frans on 28 December 2008 17:21:19 WIB
    ada yang sdh buat penelitian dampak setelah Mega muncul di Kick Andy..(masih centil yah..hehehe)
  26. From Youdee on 30 December 2008 21:57:14 WIB
    Kang Wimar aja deh Capres-nya !.
  27. From EL on 31 December 2008 12:21:12 WIB
    Mbak Mega cocok bersanding dengan Mas Prabowo, yang satu orientasi wong cilik yang satu lagi kerakyatan.
    Presidennya ya... Kang Wimar !!!
  28. From MSanthom on 02 January 2009 20:30:55 WIB
    Bang Wimar, tolong komentar yang berbau rasis di suspend aja karena rasisme seharusnya ditendang jauh dari arena tukar pendapat ini. (kalau EPL bisa mengapa kita tidak!)
  29. From pauls on 07 January 2009 11:19:16 WIB
    primordialism adalah penyakit bangsa Indonesia.
    warna kok malah jadi feel interst intuitivnya.
    ironis sekali ya.., desain politik asal menang, akan membawa bencana bagi bangsa ini.

    rupanya ada yg ngefans ama yg berwarna merah neh!
    saya kok malah lebih memilih Sri Sultan, yg sikapnya lebih tulus memihak mau mendengar jeritan derita rakyatnya.
  30. From Ikhsan Lookey on 08 January 2009 12:14:49 WIB
    Mendingan bu Mega ambil posisi lebih mulia & tidak ambisius deh. Misalnya menjadi ibu rumah tangga yang baik dari pak Taufik Kiemas trus sedikit sibuk sebagai Pengawas Internal Pemerintahan (bisa secara independent kan..). Dari situ kan juga bisa berikan perhatian pada wong cilik lewat intervensi komunikasi kpd pemerintahan. Jadi kan gak harus jadi RI 1. Demikian pula dengan bapak yang satunya.

    Soalnya skrg ini kita butuh Leader yang komunikatif segala arah (atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang). Punya Intelektual yang tinggi & punya jiwa kebangsaan yang besar. Ukiran sejarah tidak selalu tercipta dari perilaku & posisi tertentu, tapi sy pikir sejarah & penghargaan akan tercipta dgn hasil kerja dan prestasi yang murni diakui oleh stakeholder-nya.

    Emang mudah jadi Presiden? Bukan Prosesnya tapi setelah duduk itu tanggungjawab yang sebenarnya itu sangat besar & tidak main-main beban strwessnya. So, kita dukung aja orang2 yang benar2 mampu dari segala segi (with sample : incumbent).
  31. From barda mandrawata on 10 January 2009 07:07:12 WIB


    biar lengkap, mungkin slogan pdip juga perlu diedit jadi: 'partainya wong penculik' :-D
  32. From didu damhudi on 10 January 2009 12:01:16 WIB

    ini malah menarik lho. ternyata di dunia perparpolan sindrom stockholm juga menggejala. ini bisa dibuat film, novel, dsb. alternatif judulnya bisa:

    \"penculik di sarang terculik\"
    \"culiklah daku kau kuwapreskan\"
    \"habis culik terbitlah wapres\"
    \"wapresku penculikku\"

    :-))
  33. From Agung Purnomo on 17 January 2009 12:56:23 WIB
    bu Mega sih skarang mulai terbuka
    aka berani dikit2

    saya kaget liat bibik mega ketika mau nongol di kick andy

    padahal biasa jaga kandang aj
    beraninya ngomong ma simpatisan doank
    siapa yg tidak bisa bgt?

    semoga orang sadar dgn \"limit kapabilitas\"nya sendiri2
    yg dah jelas2 \"belum berhasil\",
    sadar diri tuk mundur

    www.AgungPurnomo.com
  34. From agusid on 28 January 2009 17:43:55 WIB
    Calon Presiden kita ngga perlu lulusan \"University Of Diehard\", tapi yang bisa memecahkan soal :
    \"Jangan sampai Rakyat Kita seperti Rakyat Amerika = ngga bisa bayar cicilan kredit rumah\".
    Calon Presiden kita ngga perlu lulusan \"Institut of Masasuseh\", tapi yang bisa survival :
    \"Jangan sampai Rakyat Kita seperi Rakyat Amerika = ngga bisa beli singkong (kentang kaleee), gas dll\".
  35. From Shu Lin on 20 February 2009 21:08:16 WIB
    kita menyedia perkhidmatan rumah tumpangan kepada pelajar asing. Termasuk penan pelajaran, jangaon pelakuan dan pelajaran, menyedia makanan, cuci pakaian, bilik berhawa dingin.

    sila berhubung cik Shu Lin pada telefon : 9-14 16 929
    e-mail gretchengoh@yahoo.com
  36. From joe on 25 February 2009 08:16:42 WIB
    Yang Mega punya cuma nama Soekarno, gak lebih. Janganlah RI dipimpin orang yang gak kapabel. Bisa ancur nich. Tiap orang punya kelebihan pada tempat/posisi tertentu, tapi kelebihan Mega bukan pada tempat / posisi RI satu. Mencalonkan diri silakan, tapi saya yakin Mega tidak akan terpilih. Tujuan saya cuma "Jayalah Indonesia" dibawah pimpinan yang tepat.
  37. From bolon on 06 April 2009 11:38:22 WIB
    rencana saya akan coblos pdip, tapi kalo nanti Mega pilih Prabowo jadi wapres, biarlah pdip jadi oposisi.
  38. From Gyntara Antarabangsa on 14 April 2009 12:18:07 WIB
    Kalau sampai kejadian negara ini akan panas......
  39. From bransia on 28 April 2009 18:08:28 WIB
    Jika ingin memenangkan pertandingan harus memiliki kemasan platform yang bagus dan mudah diserap masyarakat pemilih.Stackholder kekuasaan adalah rakyat pemilih. Ini waktunya tinggal sedikit, permainan harus segera dimulai.Siapapun yang menjadi presiden tidak jadi soal yang paling penting mampu membangun indonesia menuju makmur. Saya sarankan pemain pemain ini mendengar yang satu ini sebagai renungan. <a href="http://www.youtube.com/watch?v=uXYWPWDPClM">KLIK RENUNGAN SIAPA DIANTARAMU.</a>
  40. From BAHRUL on 29 April 2009 17:52:12 WIB
    cocoklah... mega bisa dompleng ke prabowo, krn uang hasil jual aset negara dah ga cukup buat modalin capren... kental pejabat tinggi kita hampir semuanya CALO..!!! bangsa ini perlu pemimpin yg punya sikap mental positif...
  41. From ite on 02 June 2009 19:31:44 WIB
    nebeng duit tuh......

    kan katanya yang jadi presiden musti orang kaya.....

    bawa tuh duit ampe k dalem tanah!!!!!!!
  42. From mamat on 10 July 2009 01:35:52 WIB
    karena keduanya sama2 ambisius maka dua-duanya saling gaet menggaet, intinya agar memenuhi syarat pencalonan 20% suara. andai mereka kepilih maka siap2lah mega untuk dijungkelkan sama prabowo, paling lama 1 tahun setelah menjabat. eh bener saja ternyata mereka gak kepilih, maka selamatlah negeri ini

« Home