Articles

  • Apa itu Indonesia? Sarwono Kusumaatmadja yang merupakan tokoh senior Indonesia sudah mengalami banyak pengalaman mengenai Indonesia. Pada dirinya terhimpun puluhan tahun pengalaman kebangsaan dari sejak pasca kemerdekaan, lalu masa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, era perjuangan tahun 1966, dan ia menjadi bagian penting dari Golongan Karya dan kabinet pemerintahan di era Orde Baru.

    Read ›
  • WW: Sekarang sudah hampir pasti bahwa Demokrat akan unggul. Jadi sudah kita lihat berbagai skenario yang bisa lahir dari situ. Pertama bahwa inisiatif eksekutif sekarang tidak bisa sewenang-wenang sekarang. Jadi berarti akan lebih lambat kelanjutan inisiatif Trump itu, bahkan mungkin sampai deadlock, sampai jadi macet ya. Susahnya seperti itu, maju tidak bisa, mundur juga tidak bisa. Jadi dalam deadlock itu kemudian akan keluar segudang investigasi yang tadinya tertunda terhadap kecurigaan akan kesalahan Trump. Dari mulai pajak sampai kepada korupsi, dan juga kita ingat sebentar lagi mungkin hasil dari tim khusus FBI , Mueller, itu akan keluar. Kalau seperti dugaan orang temuan itu akan kritis terhadap Trump, akan menuduh Trump melakukan ini dan itu, maka itu bisa digabung dengan kekuatan investigasi Kongres sehingga hasil Mueller itu akan lebih bergigi.

    Read ›
  • Indonesia akan menghadapi masa pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota legislatif DPR pada 2019 mendatang. Seluruh partai politik berlomba-lomba mendaftarkan para anggotanya untuk menjadi calon anggota legislatif. KPU mengumumkan, sebanyak 16 partai politik yang akan mengikuti pemilu 2019.

    Read ›
  • Jakarta - Sumber daya alam bukanlah isu yang terlepas dari politik Indonesia. Bahkan sebenarnya politik harus digunakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan utama masyarakat Indonesia termasuk hutan dan sumber daya alam yang merupakan aset negara.

    Read ›
  • Kita semua tentu sudah banyak mendengar kabar akan diselenggarakannya event kelas dunia Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Menjadi tuan rumah kegiatan tersebut merupakan kehormatan yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. Namun selain Asian Games yang banyak dibicarakan dalam media massa, Indonesia juga akan segera menjadi tuan rumah event kelas dunia lain yang sebenarnya lebih penting yaitu Global Land Forum (GLF) 2018. Forum yang diikuti sekitar 900 peserta yang mewakili 70 negara ini akan diselenggarakan di Bandung pada 24 hingga 27 September 2018. 

    Read ›
  • It happens almost on an annual basis as more and more countries hold elections, the democratic process produces less than perfect democracies, in fact autocracies, Take the case of the Philippines that cleansed itself from corrupt dictator Ferdinand Marcos through democratic elections. But now elections produce President Duterte who is hardly a model for democracy and human rights. A glaring example is the United States which has been the main sponsor of democracy in the world. Then elections produced Trump, who is anti-democratic.

    Read ›
  • Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini menegaskan bahwa kita harus optimis terhadap demokrasi kita karena demokrasi sebenarnya adalah ke-Indonesia-an kita. Bagaimanapun demokrasi masih menawarkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan alternatif-alternatifnya yaitu oligarki dan otoritarian. Kalau demokrasi tidak dipelihara maka kedua alternatif itulah yang akan kembali. Demikian diutarakan Titi ketika berkunjung ke Kantor Yayasan Perspektif Baru pada 4 Mei 2018.

    Read ›
  • A sudden spate of terrorist attacks in Indonesia during the past few weeks offers insights into how supporters of the Islamic State around the world are reacting to the group's defeats in the Middle East. 

    Read ›
  • What political miracle did former and now current Malaysian Prime Minister create on May 6? Not only did he come back after 15 years of political retirement following 22 years of service as Prime Minister at the age of 92. More importantly, Mahathir put the brakes on 60 years of the Barisan Nasional hegemony in a sensational electoral upset.

    Read ›
  • In 2010, The New York Times described Boracay, previously known for its laid-back party culture, as Asia’s next tourism hot spot, and since then it has landed on the covers and “best” lists of travel magazines. Now in 2018, the question is whether any tourism spot will manage to make use of kind nature and easy culture that the world has come to expect of Boracay, Bali, Phuket, Halong Bay and many versions of paradise on earth.


    Read ›
  • Now millennials are emerging in Indonesian politics and it is encouraging. We hope they will provide fresh voices and mew outlooks. It will be disappointing if they grow in strength only because they align themselves on the basis of group identity rather than by contributing to discourses on issues and causes.

    Read ›
  • As we approach the 2018 elections, the big question is whether Indonesian democracy will survive her foray into identity politics. For all its faults, Suharto’s New Order has succeeded keeping identity politics hidden, albeit through measure which at times seemed grossly unjust.

    Read ›
  • Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 memiliki presentase pemilih muda dari generasi milenial yang cukup besar, yaitu sebesar 48% menurut data BPS. Dengan presentase yang cukup besar dari generasi yang melek teknologi, Pemilu kali ini akan memiliki warna yang berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Akan lebih banyak kampanye yang menggunakan platform digital. Fenomena ini tentunya harus lebih diawasi secara teliti, karena jika lengah, keadaan bisa menjadi lebih buruk. Kampanye secara digital dapat lebih mudah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang secara sengaja bertujuan untuk mempengaruhi hasil Pemilu.

    Read ›
  • Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang berbahaya. Penyakit ini bisa menular ke siapa saja tanpa memandang status, ras, jenis kelamin, dan usia. Penderita penyakit ini sebetulnya bisa disembuhkan. Sekretaris Yayasan Pejuang Tangguh TB RO (PETA) Jakarta Paran Sarimita Winarni mengunjungi kantor Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada 10 April 2018 berbagi kisah kesulitan-kesulitan penderita TBC dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

    Read ›
  • Akhir-akhir ini perdebatan mengenai Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) cukup banyak muncul di media massa. Sebenarnya apakah pentingnya RKUHP? Lalu mengapa banyak muncul kontroversi dari RKUHP? Miko GInting yang merupakan peneliti di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonensia (PSHK) menganggap RKUHP perlu dibahas dan dikritisi agar penyusunannya akan efektif berjalan ke arah yang seharusnya.

    Read ›
  • Mengapa banyak isu-isu negatif yang dialamatkan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang populer disebut Jokowi? Dan bagaimana Jokowi menanggapinya? Staf Khusus Presiden Johan Budi dengan santai berbagi perpektifnya kepada Wimar Witoelar ketika mendatangi kantor Yayasan Perspektif Baru pada Senin 19 Maret 2018.

    Read ›
  • Menjelang pelaksanaan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada April  - Mei 2018, terdapat beberapa topik yang menarik untuk diangkat menjadi highlight, salah satunya adalah penyakit menular dan tidak menular.

    Read ›
  • Gus Dur membantu perjuangan para warga keturunan Tionghoa dengan berbagai cara, mulai dari penelitian hingga dakwah, sehingga pada masa kepemimpinan beliau, warga keturunan Tionghoa dengan cepat mendapat pengakuan dan perlindungan penuh. Hari Raya Imlek yang sebelumnya tidak dirayakan secara terbuka menjadi simbol puncak persamaan hak. Sebelum Gus Dur, tidak ada Imlek di Indonesia. Generasi muda Indonesia banyak yang tidak menyadari ini dan mengira bahwa Imlek sudah diakui dari dulu.

    Read ›
  • Ia bercerita bahwa Suzy Rizky merupakan orang yang dari dulu berjuang bersama-sama dengannya mendukung tokoh orang baik Indonesia Sri Mulyani untuk menjadi Presiden Indonesia. Ia tadinya tidak banyak kenal orang PSI namun setelah mengenal ia memahami bahwa semua orang PSI lulus fit and proper test. Semua anti korupsi dan semua anti intoleransi. “Ini partai yang bagus dan layak menerima Susy Rizky dan Susy Rizky layak memilih partai ini,” kata Wimar.

    Read ›
  • Burhanuddin Muhtadi berbincang dengan Wimar Witoelar di studio Perspektif Baru pada 5 Januari 2018 membahas tantangan intoleransi - produk politik identitas - yang mengancam keragaman Indonesia . Isu ini dinilai semakin relevan di tahun 2018 dan 2019

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›