Articles

  • Wimar Witoelar mengatakan pemilu adalah sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah negara selama lima tahun mendatang melalui hak suara yang dimilikinya. Melalui penggunaan hak suara di pemilihan presiden (Pilpres) 2014, generasi muda harus sudah memiliki kesadaran untuk memperhatikan jejak rekam para calon presiden di bidang kerusakan termasuk tindak korupsi.

    Read ›
  • Kita sudah hidup dengan krisis lingkungan yang lama dan masyarakat harus dibantu menyimaknya oleh media, oleh televisi, koran, dengan program sosialisasi. Tapi pada tingkat pimpinan, mereka sering abai terhadap masalah lingkungan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ingin meraup keuntungan secepat-cepatnya dari hutan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan itu sendiri.

    Read ›
  • Jelas kerusakan hutan itu diakibatkan oleh kelalaian pemerintah. Kerusakan terjadi oleh tangan manusia yang dikontrol oleh politik, dan dikomando oleh panglima politik (baca: Presiden). Kalau saja Presiden itu punya komitmen ingin menyelesaikan kerusakan hutan, pasti ini bisa diselesaikan dengan cepat. Jadi keputusan mengenai pengelolaan hutan itu merupakan keputusan politik. Tidak bisa permasalahan hutan diselesaikan tanpa politik, karena masalah muncul dari politik juga. Untungnya kita ada pilpres, jadi dukung saja presiden yang pro lingkungan. Jangan dukung presiden yang pro kekerasan dan hidup dari korupsi. Jauhi korupsi dan kekerasan.

    Read ›
  • Dokumenter series Years of Living Dangerously akan tayang perdana pada hari Minggu, 13 April 2014

    Read ›
  • Perubahan iklim berdampak serius pada kesejahteraan manusia dan perekonomian dunia, dan dunia pada dasarnya belum siap untuk mengatasi dampaknya yang sudah terjadi saat ini dan akan berlanjut di masa depan. Michael Mann, peneliti iklim di Pennsylvania State University berpendapat bahwa ada informasi secara lengkap yang memperjelas semakin nyatanya perubahan iklim.

    Read ›
  • Surabaya, 19 Maret 2014 - Wawancara Wimar Witoelar di Radio Suara Surabaya bertemakan pilih caleg dan capres pro lingkungan untuk menghindari bencana pemanasan global

    Read ›
  • Selama ini penegakan hukum terhadap perusak-perusak hutan di Indonesia masih lemah. Berbagai lembaga, seperti organisasi peneliti dan advokat hak asasi manusia internasional yang berbasis di New York Human Rights Watch (HRW), organisasi anti korupsi Indonesian Corrupton Watch (ICW), dan lembaga resmi negara dalam pemberantasan korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mencapai kesimpulan yang senada dalam kajian-kajian mereka, yaitu masih lemahnya penegakan hukum sektor kehutanan di Indonesia.

    Read ›
  • Join this intimate talkshow with two renowned Indonesian writers who will discuss their latest work.

    Wimar Witoelar - Sweet Nothings and Fira Basuki - Heal Yeah! ++

    Read ›
  • “Kerusakan hutan dan lingkungan di Indonesia, sebagian besar dipengaruhi tidak hanya karena faktor alam, tapi juga karena kebijakan politik yang tidak pro lingkungan,” jelas Wimar di Surabaya.

    Read ›
  • Upaya melindungi hutan dan hak masyarakat adat bukan tidak dilakukan, namun selama 1 dekade atau sepuluh tahun terkahir upaya itu belum membuahkan hasil, selain tetap adanya ancaman dan tekanan terhadap masyarakat hutan adat. Seharusnya tanah atau hutan adat masyarakat merupakan sumber kehidupan, mata pencaharian dan identitas masyarakat adat itu sendiri.

    Read ›
  • Menurut Wimar, pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah negara selama lima tahun mendatang melalui hak suara yang dimilikinya.  Pada Pemilu Legislatif dan Presiden nanti, masyarakat harus memilih calon presiden (Capres) dan calon legislatif (Caleg) berdasarkan isu strategis, bukan lagi pada sosok atau figur sang calon.

    Read ›
  • Kerusakan lingkungan saat ini, bukan hanya persoalan teknis. Namun, juga kesalahan dalam pengambilan kebijakan politik. Sebab, katanya, banyak keputusan politik diambil tidak memperhatikan aspek lingkungan.

    Read ›
  • Hasil kajian WALHI bersama WALHI Institute telah mengadakan kajian studi Indeks Kualitas Caleg DPR RI 2014-2019 terhadap lebih dari 6.000 orang calon anggota legislatif sejak Desember 2013 hingga Februari 2014 menunjukkan caleg-caleg yang dapat memenuhi aspek-aspek integritas, komitmen, kepemimpinan dan kompetensi berjumlah di bawah 7%. 

    Read ›
  • Laju kerusakan hutan di Indonesia terus meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir. Tumpang tindih kebijakan pemerintah pun terus menggerus luas hutan kita. Hutan sibuk dimonopoli oleh penguasan dan pemilik modal besar. Hak masyarakat adat atas hutannya termarjinalkan.  Apa kita hanya akan menutup mata? Pada 16 Juni 2013 lalu, perjuangan masyarakat terbayar sudah. Mahkamah Konstitusi melahirkan keputusan nomor 35/PUU-X/2012, yang berbunyi “hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah adat dan bukan lagi hutan negara”. Bagaimana kelanjutannya???

    Read ›
  • Kalau sudah sesat pikir dan salah kaprah tentang pemahaman dasar atas suatu masalah, hampir pasti seterusnya bakal semakin tersesat. Kalau sudah tersesat masih keras kepala, niscaya tak akan tahu lagi jalan keluar dari rimba kesesatan. Begitu kira-kira yang dialami segelintir anggota Timwas Century DPR.

    Read ›
  • Konflik lahan di Indonesia merupakan konflik laten yang sudah terjadi ribuan tahun silam ketika Indonesia masih berada di bawah rezim kolonial Belanda. Sayangnya, kemerdekaan Indonesia tidak dapat merubah kondisi ini. Mereka yang hidup di dalam dan sekitar hutan masih saja hidup sengsara, tanpa pengakuan. Yang diuntungkan hanyalah elit, dan pengusaha-pengusaha yang “giat menagih” ijin penggunaan dan perluasan lahan ke Kementerian Kehutanan. Alhasil, terjadilah tumpang tindih ijin lahan hutan yang justru semakin memperuncing konflik.

    Read ›
  • Kesempatan memilih Presiden ini kesempatan yang langka diberikan kepada rakyat dimanapun. Di dunia hanya Indonesia yang mempunyai sistem pemilihan Presiden pada skala yang begitu besar. Jadi kalau itu dipakai untuk mengikuti cerita2 yang membohongi seperti pro Golkar, pro melupakan HAM, nanti menyesal. Jangan sampai menyesal. Kita sekarang memilih pemimpin yang bisa bicara dengan rakyat. Jangan yang hanya bicara melalui mesin kampanye.

    Read ›
  • Masyarakat adat diasumsikan sebagai masyarakat yang kurang berpendidikan dan tidak memiliki daya melawan kekuatan besar, menjadi korban perampasan wilayah adat. Menteri Kehutanan memberi legalitas bekerjanya konsesi (penguasaan wilayah) yang menguasai dan mengelola luasan tanah kehutanan untuk mengusahakan hutan dalam skala raksasa.

    Perampasan wilayah adat terjadi ketika perusahaan pemegang Konsesi atau instansi pemerintah membatasi/melarang akses rakyat atas hutan dalam wilayah adatnya hingga mengusir masyarakat adat dari (sebagian) wilayah adatnya, baik dengan atau tanpa program permukiman kembali (resettlement).

    Read ›
  • The real and important battle in this 2014 election year is not between Indonesia’s big political parties or their presidential candidates fighting for power. Below the surface, a quiet war is being waged by Indonesia’s oligarchs trying to steal democracy from the people. 

    The good news is that the people, whether they are conscious or not about this ongoing war, are putting up a fight to defend their freedoms and rights that they may succeed in stopping the powerful and wealthy elite from usurping the national democratic project that began in 1999.

    Read ›
  • Clearly in the long run, forest degradation is more serious than any other issue. That is not to say human rights and corruption should be downplayed, because they go hand in hand with forest degradation. All are based on greed. And the main instrument of greed is politics.

     

    This year of 2014 brings an opportunity to use politics as a means to escape the worst scenario of our generation. By exercising the right to vote, we can reject representatives of the old system of greed and choose fresh candidates. We would want the elections to provide a choice, not an echo. Currently all candidates are echoes of each other. Except Jokowi, leader in many informal polls.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›