Articles

  • Gus Dur membantu perjuangan para warga keturunan Tionghoa dengan berbagai cara, mulai dari penelitian hingga dakwah, sehingga pada masa kepemimpinan beliau, warga keturunan Tionghoa dengan cepat mendapat pengakuan dan perlindungan penuh. Hari Raya Imlek yang sebelumnya tidak dirayakan secara terbuka menjadi simbol puncak persamaan hak. Sebelum Gus Dur, tidak ada Imlek di Indonesia. Generasi muda Indonesia banyak yang tidak menyadari ini dan mengira bahwa Imlek sudah diakui dari dulu.

    Read ›
  • Ia bercerita bahwa Suzy Rizky merupakan orang yang dari dulu berjuang bersama-sama dengannya mendukung tokoh orang baik Indonesia Sri Mulyani untuk menjadi Presiden Indonesia. Ia tadinya tidak banyak kenal orang PSI namun setelah mengenal ia memahami bahwa semua orang PSI lulus fit and proper test. Semua anti korupsi dan semua anti intoleransi. “Ini partai yang bagus dan layak menerima Susy Rizky dan Susy Rizky layak memilih partai ini,” kata Wimar.

    Read ›
  • Burhanuddin Muhtadi berbincang dengan Wimar Witoelar di studio Perspektif Baru pada 5 Januari 2018 membahas tantangan intoleransi - produk politik identitas - yang mengancam keragaman Indonesia . Isu ini dinilai semakin relevan di tahun 2018 dan 2019

    Read ›
  • Yang dilakukan Trump membuat senang pemerintah Israel dan membuat marah banyak orang. Termasuk orang Amerika sendiri, karena kebanyakan tidak ingin memihak dalam konflik Palestina dan tidak ingin melibatkan negaranya kecuali untuk membantu menuju perdamaian. Sikap memihak mengundang reaksi garis keras terhadap orang Amerika di seluruh dunia.


    Read ›
  • Mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid, Wimar Witoelar, mengajak masyarakat Indonesia untuk melawan politik kebencian yang ada sekarang ini dengan merawat keragaman, nilai yang sudah dimiliki negara itu sejak lama.

    Read ›
  • Menjelang kedatangannya, Wimar Witoelar memberi kesempatan kepada FMIA untuk berbincang-bincang tentang pandangan dan keinginannya bertemu masyarakat di Melbourne. Melalui sambungan telepon dengan Putu Pendit di Bali, ia mengungkapkan keyakinannya tentang kebhinekaan Indonesia sebagai modal sosial yang akan membawa Indonesia ke gemilangan. Ia juga yakin bahwa Pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi akan mampu mengatasi semua upaya untuk merusak kehidupan masyarakat yang sudah menerima pluralisme sebagai keniscayaan.

    Berikut inti sari perbincangan itu

    Read ›
  • Saat ini DPR kerap jadi tumpahan cemooh masyarakat. Penyebabnya, antara lain, karena keterlibatan anggota-anggotanya dalam berbagai skandal korupsi dan sikap politik transaksional terang-terangan yang menjadi bahan berita hampir setiap hari.

    Sebagian besar dari citra negatif ini memang sudah sepantasnya, apalagi dilihat dari ekspektasi dalam euforia pasca-1998 yang mengharapkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih. Namun, jika kita lihat lebih dekat, banyak juga bagian-bagian DPR yang berbuat usaha terpuji untuk kebaikan masyarakat meski hasilnya tidak selalu menggembirakan

    Read ›
  • Bandung pada 71 tahun yang lalu yaitu tepatnya 23 Maret 1946, terjadi peristiwa heroik bersejarah di sana yang hingga kini dikenal dengan Bandung Lautan Api. Para warga berkorban membakar rumah-rumah mereka agar kota mereka tidak ditempati para pasukan kolonial.

    Kini setelah lama kita merdeka dan melewati berbagai rezim zaman telah berubah. Namun semangat kebangsaan menjaga keragaman tetap terlihat pada 17 Agustus 2017 tahun ini pada acara Deklarasi Relawan Kebangsaan Satu Indonesia yang digagas Satu Indonesia di Hotel Hemangini. Hadir sebagai pembicara di acara tersebut pendiri 

    Read ›
  • Tak hanya Indonesia, pada 9 Agustus tahun ini masyarakat dunia kembali merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS), the International Day of the World's Indigenous Peoples, yang dideklarasikan pengesahannya oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 49/214, tanggal 23 Desember 1994. HIMAS tahun ini memiliki nilai yang lebih lagi karena merupakan Peringatan Satu Dekade (10 tahun) Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat

    Read ›
  • Senin siang, 7 Agustus 2017. Arief A. Soedjono, inisiator perkumpulan relawan kebangsaan yang bernama Satu Indonesia, dengan semangat menceritakan perkumpulan yang digagasnya di Studio Yayasan Perspektif Baru. Tidak tampak kelelahan yang lazimnya muncul pada orang yang baru saja melakukan perjalanan dari Bandung ke Jakarta yang dengan ditambah dengan waktu macet yang tidak biasa hingga membutuhkan 7 jam perjalanan

    Read ›
  • Tanah Sunda wibawa

    Gemah Ripah tur endah

    Nu ngumbara suka betah

    Urang Sunda sawawa

    Sing toweksa perceka

    Nyangga darma anu nyata

    Lirik pada bait pertama lagu “Tanah Sunda” yang diciptakan oleh Mang Koko tersebut mengambarkan suasana tanah Sunda yang bersahabat untuk semua orang, terutama bagi para pelancong yang singgah. Tanahnya Gemah Ripah (subur dan makmur) serta karakteristik penduduknya yang tinggal berkelompok dalam satu kawasan tertentu dan memegang teguh Darma (tugas) yang nyata. Tugas disini artinya adalah menjaga tanah leluhur serta warisan budaya mereka.

    Read ›
  • Sore hari yang mendung sejuk di restoran Tjap Toean The Breeze, BSD City, semakin hangat ketika penyanyi Titi Joe mulai memainkan lagu “Pancasila Rumah Kita”. Lagu yang dinyanyikan Titi yang namanya melejit setelah membintangi film dokumenter internasional “Jalanan” tersebut sangat pas sekali membuka acara diskusi Merawat Keragaman bertema “Pluralisme Kekuatan Positif Indonesia” yang diselenggarakan Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada Senin 17 Juli 2017. Dengan santai namun mendalam lagu tersebut mengajarkan keragamann kepada kita semua yaitu bahwa Indonesia adalah untuk kita semua dan kita semua harus saling berbagi.

    Read ›
  • Diskusi Merawat Keragaman bersama Wimar Witoelar

    Senin, 17 Juli 2017

    Pkl : 17.00 WIB

    Di Tjap Toean Restaurant, The Breeze BSD City

    Yuk yang berminat datang bisa hubungi : Fa 0877 8898 9709

    Read ›
  • Bicara mengenai Pancasila kita sebenarnya sudah beyond menghafalkan sila satu per satu atau membahasnya. Tapi kita terus rileks dalam kehidupan kita. Sebab apa yang kita alami adalah produk dari Pancasila. Bahwa kita bisa berekspresi bebas, bahwa kita bisa bergerak sebagai masyarakat plural yang sederajat semua suku, semua pemeluk agama, semua daerah, itu akibat Pancasila. Kegiatan-kegiatan yang akhir-akhir ini muncul membuat kita khawatir bahwa Pancasila itu tidak bisa dibiarkan bertahan dengan sendirinya tapi harus dibantu. Seperti saya yang sudah tidak bisa jalan perlu kursi roda. Tapi Pancasila belum masuk kursi roda.

    Read ›
  •  

    Walaupun AS keluar dari Paris Agreement, Negara-negara dunia penandatangan Paris Agreement, pihak perusahaan multinasional, organisasi-organisasi internasional, dan stakeholders lain tetap mendukung Paris Agreement.  Sehingga, walaupun keluarnya AS akan membuat masalah, namun tetap akan bisa diatasi bersama. Nasib dan masa depan bumi ini bukan ditentukan oleh AS saja, melainkan oleh 146 Negara Pihak perjanjian Paris yang telah meratifikasinya, dan pihak-pihak terkait perubahan iklim, serta tentu saja oleh kita semua, warga dunia.


    Read ›
  • Indonesia saat ini sedang berada dalam tahap waspada. Waspada akan isu yang bisa memecah belah kesatuan bangsa ini, isu yang sudah pernah digunakan dan terbukti berhasil dalam menggulingkan pemerintahan. Isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan).

    Read ›
  • Tsamara Amany berpendapat bahwa warga harus berbuat sesuatu secara politis untuk mencegah ancaman terhadap kebhinekaan Indonesia, Pendapat dari Ysamara sebagai Deputi Ketua Partai Soldaritas Indonesia, partai anak muda, disampaikan dengan tegas dalam wawancarta Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar.

    Read ›
  • “Di Indonesia, yang bisa memobilisasi Emosi lah yang menang.” ujar Rumadi, Ketua Lakpesdam Nahdhatul Ulama (NU).

    Saat itu siang di hari Kamis, tepatnya 4 Mei 2017, Rumadi bersama 5 orang pembicara lainnya dalam acara diskusi “Menimbang Keadilan Kasus Ahok” yang diselenggarakan oleh Partai Solidaritas Indomesia, mengungkapkan perspektif mereka mengenai kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain Rumadi, hadir sebagai pembicara adalah Bambang Harymurti selaku Inisiator Petisi Keadilan untuk Ahok, Anggara sebagai Peneliti Senior Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Okky Madasari yang berprofesi sebagai Penulis, dan Dini Purwono seorang Ahli Hukum. 

    Read ›
  • Peluncuruan buku “Why Forest? Why Now? The Science, Economics, and Politics of Tropical Frorests and Climate Change” karya Frances Seymour dan Jonas Busch (peneliti di Center for Global Development) digelar Selasa (21/3) di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Hutan Internasional.

    Read ›
  • “Jika ada Cinta, it will be always there!.” Seru Wimar Witoelar setelah melakukan Juice Cheers. Hadirin kemudian bertepuk tangan, beberapa ada yang menyerukan persetujuan, terdengar seruan “betul pak!” dari audiens di pojok ruangan. Juice Cheers mengawali acara peluncuran buku “Kitab Jodoh” yang dilakukan di Re.Juve Kota Kasablanka, Kamis, 9 februari 2017.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›