Rossy menampilkan Sri Mulyani tanpa hujatan [+video downloads]
Perspektif Online
07 February 2010
Oleh; Didiet Budi Adiputro

Apa yang terpikirkan jika anda melihat menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) di media belakangan ini? Mungkin di banyak pikiran orang Indonesia Sri Mulyani identik dengan Century , penyalahgunaan wewenang, neolib, agen amerika, dsb. Hampir di semua headline media cetak dan televisi selalu mengangkat berita seolah SMIlah yang bertanggung jawab atas skandal Century, meskipun belum ada bukti yang bisa membuktikan kesalahannya. Bahkan pansus DPR yang katanya berisi orang-orang pintar yang sering berlagak seperti jaksa dalam setiap rapatnya, belum menemukan secuil buktipun kesalahan SMI.
Tapi pikiran publik terlanjur menganggap SMI salah, karena mainstream media memang jarang melihat masalah ini dari perspektif yang jernih, atau mungkin karena ada agenda terselubung dari si pemilik, yang memang berkepentingan ingin SMI turun dari jabatan menkeu. Jadi jika dibiarkan, masyarakat akan terus digiring menuju ‘penghakiman tanpa pengadilan’ kepada SMI.
Namun ditengah ketidakseimbangan melihat posisi SMI di berbagai media, sebuah oase hadir lewat program Rossy di Global TV yang melihat sisi lain dari seorang Sri Mulyani. Di acara yang dipandu Rossiana Silalahi ini SMI mengungkapkan isi hatinya yang belum pernah diangkat oleh media lain.
Pansus menjadi topik hangat dalam wawancara kali ini. Sri Mulyani merasa aneh karena dalam ‘persidangan’ pansus belakangan ini mereka selalu mempersalahkan SMI dalam kebijakan bail out bank century, yang dianggap tidak penting untuk diselamatkan. Padahal sebelum pansus ini ada, DPR tidak mempermasalahkan kebijakan itu. “di pansus, saya sebetulnya agak terhibur. Lucu juga, sebab anggota pansus itu sebagian besar adalah orang yang saya kenal selama lima tahun saya menjadi menteri. Bahkan sebagian saya kenal sekali karena kita waktu menghadapi krisis bersama-sama. Ada Andi Rachmat, Ara Sirait, Melky, dan saya surprised saja karena mereka tahu apa yang kita lakukan” ujar Ani.
Meskipun rapat pansus sering kali minim dari segi substansi dan rasionalitas bahkan mereka cenderung membentak atau tidak mau mendengarkan. Namun SMI mengerti bahwa pansus juga berada di bawah tekanan publik. “kalau di pansus kemarin, mungkin diharapkan oleh masyarakat membuka kebenaran, dan kebenaran itu hanya terbuka kalau orangnya dibentak dan dimarahin” , keluh salah satu menteri keuangan terbaik dunia ini.
Mencuatnya kasus Century belakangan ini juga berdampak pada demostrasi yang dilakukan segenap mahasiswa dan beberapa elemen LSM di tanah air. Bahkan demostrasi yang sering tidak jelas tuntutan dan isinya ini, sering mencederai etika demokasi itu sendiri. Ketika dimintai pendapatnya, SMI yang memang sejak awal mendukung penuh praktek demokrasi merasa tidak terganggu dan tetap menghargai mereka yang berdemo sebagai ekspresi demokrasi. “ini adalah pergulatan kepentingan saja”, ujarnya. Bagi dia, tidak papa mereka mendemo pribadi Sri Mulyani yang diekspresikan dengan membakar poster atau memasang gambar vampir. Karena yang penting mereka berdemo bukan karena PHK masal, orang tidak bisa beli makan atau perekonomian hancur karena krisis.
Demokrasi menjadi salah satu prestasi Indonesia yang patut dibanggakan. Tapi demokrasi harus dirawat dan dijaga dari orang – orang yang dengan kekuatan uang bisa merusak kemurnian demokrasi. Bahkan untuk menjungkalkan orang yang selama ini serius menjaga demokrasi dengan menegakkan pemerintahan yang bersih. Itu tugas kita bersama untuk menjaga warisan berharga ini.
Link download video
dengan terima kasih kepada Muhammad Irfani Sahnur
link mirrornya dari server lokal :
Versi berikut direkam dan upload oleh pihak lain:
Behind The Scenes: Sri Mulyani & Rosianna Silalahi on ROSSY @ Global TV,




46 Comments: