Articles

Rossy menampilkan Sri Mulyani tanpa hujatan [+video downloads]

Perspektif Online
07 February 2010

 

Oleh; Didiet Budi Adiputro
Apa yang terpikirkan jika anda melihat menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) di media belakangan ini? Mungkin dibanyak pikiran orang Indonesia Sri Mulyani identik dengan Century , penyalahgunaan wewenang, neolib, agen amerika, dsb.  Hampir di semua headline media cetak dan televisi selalu mengangkat berita seolah SMIlah yang bertanggung jawab atas skandal Century, meskipun  belum ada bukti  yang bisa membuktikan kesalahannya. Bahkan pansus DPR yang katanya berisi orang-orang pintar yang  sering berlagak seperti jaksa  dalam setiap rapatnya,  belum menemukan secuil buktipun kesalahan SMI.
Tapi pikiran publik terlanjur menganggap SMI salah,  karena mainstream media memang jarang melihat masalah ini dari perspektif yang jernih, atau mungkin karena ada agenda terselubung dari si pemilik, yang memang berkepentingan ingin SMI turun dari jabatan menkeu. Jadi jika dibiarkan, masayarakat akan terus digiring menuju ‘penghakiman tanpa pengadilan’ kepada SMI.
Namun ditengah  ketidakseimbangan melihat posisi SMI di berbagai media, sebuah oase hadir lewat program Rossy  di Global TV yang melihat sisi lain dari seorang Sri Mulyani.  Di acara yang dipandu Rossiana Silalahi  ini SMI mengungkapkan isi hatinya yang belum pernah diangkat oleh media lain.
Pansus menjadi  topik hangat dalam wawancara kali ini. Sri Mulyani merasa aneh  karena dalam ‘persidangan’ pansus belakangan ini mereka selalu mempersalahkan SMI dalam kebijakan bail out  bank century, yang dianggap tidak penting untuk diselamatkan.  Padahal sebelum pansus ini ada, DPR tidak mempermasalahkan kebijakan itu. “di pansus, saya sebetulnya agak terhibur. Lucu juga, sebab anggota pansus itu sebagian besar adalah orang yang saya kenal selama lima tahun saya menjadi menteri. Bahkan sebagian saya kenal sekali karena kita waktu menghadapi krisis bersama-sama. Ada Andi Rach mat, Ara Sirait, Melky, dan saya surprised saja karena mereka tahu  apa yang kita lakukan” ujar Ani.
Meskipun rapat pansus sering kali minim dari segi substansi dan rasionalitas bahkan mereka cenderung  membentak atau tidak meu mendengarkan.  Namun SMI mengerti bahwa pansus juga berada di bawah tekanan publik. “kalau di pansus kemarin, mungkin diharapkan oleh masyarakat membuka kebenaran, dan kebenaran itu hanya terbuka kalau orangnya dibentak dan dimarahin” , keluh salah satu menteri keuangan terbaik dunia ini.
Mencuatnya kasus Century belakangan ini  juga berdampak pada demostrasi yang dilakukan segenap mahasiswa dan beberapa elemen LSM di tanah air. Bahkan demostrasi yang sering tidak jelas tuntutan dan isinya ini, sering mencederai etika demokasi itu sendiri. Ketika dimintai pendapatnya, SMI yang memang sejak awal mendukung penuh praktek demokrasi merasa tidak terganggu dan tetap menghargai mereka yang berdemo sebagai ekspresi demokrasi.  “ini adalah pergulatan kepentingan saja”, ujarnya. Bagi dia, tidak papa mereka mendemo pribadi Sri Mulyani  yang diekspresikan dengan membakar poster atau memasang gambar vampir. Karena yang penting mereka berdemo bukan karena PHK masal, orang tidak bisa beli makan atau perekonomian hancur karena krisis.
Demokrasi menjadi salah satu prestasi Indonesia yang patut dibanggakan. Tapi demokrasi harus dirawat dan dijaga dari orang – orang yang dengan kekuatan uang bisa merusak kemurnian demokrasi. Bahkan untuk menjungkalkan orang yang selama ini serius menjaga demokrasi dengan menegakkan pemerintahan yang bersih. Itu tugas kita bersama untuk menjaga warisan berharga ini.

 

Oleh; Didiet Budi Adiputro

 

Apa yang terpikirkan jika anda melihat menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) di media belakangan ini? Mungkin di banyak pikiran orang Indonesia Sri Mulyani identik dengan Century , penyalahgunaan wewenang, neolib, agen amerika, dsb.  Hampir di semua headline media cetak dan televisi selalu mengangkat berita seolah SMIlah yang bertanggung jawab atas skandal Century, meskipun  belum ada bukti  yang bisa membuktikan kesalahannya. Bahkan pansus DPR yang katanya berisi orang-orang pintar yang  sering berlagak seperti jaksa  dalam setiap rapatnya,  belum menemukan secuil buktipun kesalahan SMI.

Tapi pikiran publik terlanjur menganggap SMI salah,  karena mainstream media memang jarang melihat masalah ini dari perspektif yang jernih, atau mungkin karena ada agenda terselubung dari si pemilik, yang memang berkepentingan ingin SMI turun dari jabatan menkeu. Jadi jika dibiarkan, masyarakat akan terus digiring menuju ‘penghakiman tanpa pengadilan’ kepada SMI.

Namun ditengah  ketidakseimbangan melihat posisi SMI di berbagai media, sebuah oase hadir lewat program Rossy  di Global TV yang melihat sisi lain dari seorang Sri Mulyani.  Di acara yang dipandu Rossiana Silalahi  ini SMI mengungkapkan isi hatinya yang belum pernah diangkat oleh media lain.

Pansus menjadi  topik hangat dalam wawancara kali ini. Sri Mulyani merasa aneh  karena dalam ‘persidangan’ pansus belakangan ini mereka selalu mempersalahkan SMI dalam kebijakan bail out  bank century, yang dianggap tidak penting untuk diselamatkan.  Padahal sebelum pansus ini ada, DPR tidak mempermasalahkan kebijakan itu. “di pansus, saya sebetulnya agak terhibur. Lucu juga, sebab anggota pansus itu sebagian besar adalah orang yang saya kenal selama lima tahun saya menjadi menteri. Bahkan sebagian saya kenal sekali karena kita waktu menghadapi krisis bersama-sama. Ada Andi Rachmat, Ara Sirait, Melky, dan saya surprised saja karena mereka tahu  apa yang kita lakukan” ujar Ani.

Meskipun rapat pansus sering kali minim dari segi substansi dan rasionalitas bahkan mereka cenderung  membentak atau tidak mau mendengarkan.  Namun SMI mengerti bahwa pansus juga berada di bawah tekanan publik. “kalau di pansus kemarin, mungkin diharapkan oleh masyarakat membuka kebenaran, dan kebenaran itu hanya terbuka kalau orangnya dibentak dan dimarahin” , keluh salah satu menteri keuangan terbaik dunia ini.

Mencuatnya kasus Century belakangan ini  juga berdampak pada demostrasi yang dilakukan segenap mahasiswa dan beberapa elemen LSM di tanah air. Bahkan demostrasi yang sering tidak jelas tuntutan dan isinya ini, sering mencederai etika demokasi itu sendiri. Ketika dimintai pendapatnya, SMI yang memang sejak awal mendukung penuh praktek demokrasi merasa tidak terganggu dan tetap menghargai mereka yang berdemo sebagai ekspresi demokrasi.  “ini adalah pergulatan kepentingan saja”, ujarnya. Bagi dia, tidak papa mereka mendemo pribadi Sri Mulyani  yang diekspresikan dengan membakar poster atau memasang gambar vampir. Karena yang penting mereka berdemo bukan karena PHK masal, orang tidak bisa beli makan atau perekonomian hancur karena krisis.

Demokrasi menjadi salah satu prestasi Indonesia yang patut dibanggakan. Tapi demokrasi harus dirawat dan dijaga dari orang – orang yang dengan kekuatan uang bisa merusak kemurnian demokrasi. Bahkan untuk menjungkalkan orang yang selama ini serius menjaga demokrasi dengan menegakkan pemerintahan yang bersih. Itu tugas kita bersama untuk menjaga warisan berharga ini.

 

 

Link download video 

dengan terima kasih kepada Muhammad Irfani Sahnur 

 

Part 1 

Part 2   

link mirrornya dari server lokal :

Part 1   

Part 2   

Part 3   

Versi berikut  direkam dan upload oleh pihak lain:

Part1   

Part2:  

Part3   

 

 Behind The Scenes: Sri Mulyani & Rosianna Silalahi on ROSSY @ Global TV,

 

 

 

Print article only

46 Comments:

  1. From Santy on 08 February 2010 07:56:38 WIB
    om, ada link video di internet ngga ya? saya ketinggalan nonton huhu
  2. From Anwar Riksono on 08 February 2010 08:25:16 WIB
    Saya sangat setuju dengan Perspektif ini. Media jaman sekarang agendanya sangat kentara. Selain dari sisi bisnis, juga ingin dianggap sok yang pertama, sok yang paling benar, sok yang membela kepentingan masyarakat banyak. Masyarakat yang mana yang harus dibela sebenarnya? benarkah kita ini disuarakan dalam media? Saya merasa tidak demikian.
    Justru posisi SMI sendiri sekarang sedang dalam kondisi yang kritis. Kita perlu menyelamatkannya dari kondisi yang tidak menyenangkan ini. Melalui media online, dukungan terhadap SMI semakin maju. Thanx Om WW yang sudah mencerahkan masyarakat online kita. Semoga SMI tetap bisa berjuang untuk masyarakat kita
  3. From Hardjoeno on 08 February 2010 08:36:53 WIB
    Dear Rossy
    I am very apreciate that you do your best in your first product with topic DR. Sri Mulyani Indrawati. She the Srikandi Indonesia with her integrity and capability as Indonesia Financial Minister with international reputation.
    GBU Rossy . Best regards
  4. From fahmi adam on 08 February 2010 08:42:45 WIB
    belum ada fakta mengenai keterkaitan ibu Sri Mulyani terhadap kasus bank century,jadi mengapa kita harus berpikir negatif sedangkan indikasinya saja belum jelas,dan yang ada hanya dugaan saja jauh dari indikasi apalagi fakta yang nyata.
  5. From Norik Soekardjo on 08 February 2010 09:23:24 WIB
    Saya senang menonton acara pansus, ketika SMI dan beberapa tokoh ekonomi/Politik berbicara dengan kepercayaan diri yang penuh. Sepertinya saya memperoleh Kuliah tentang topic Corporate Finance dengan sub topic Restructurisasi dengan pilihan2 seperti Bail out, Merger, Akuisisi dan Likuidasi.
    Disamping itu saya juga seperti memperoleh ilmu tentang Public Policy dan Komunikasi selain tentu saja tentang Etika Sidang.

    Sangat disayangkan bahwa ternyata proses Kuliah tersebut dihadiri/didominasi oleh \\\"Mahasiswa aktif\\\" dari jurusan lain. Sehingga proses kuliah tergangu oleh hal2 yang gak asyik.

  6. From Firhan Sani Lubis on 08 February 2010 09:24:05 WIB
    Sungguh acara yang dinanti2, secara keseluruhan saya pribadi puas dgn acara tersebut semoga "mereka" melek dan sadar dgn penjelasan Bu Ani "mau dibawa negara ini?" . Acara yg bebas dari unsur2 politikus manapun dgn menjunjung tinggi integritas beliau. Bravo buat BU ANI..!!!
  7. From naufal ahmad on 08 February 2010 09:48:55 WIB
    lanjutkan perjuangan ibu buat membangun bangsa ini...memakmurkan rakyat...jangan dengar orang3 yg pada demo..cuman bs ngomong dan mengeritik...tapi blm tentu bisa
  8. From Budi Susilowati on 08 February 2010 09:58:15 WIB
    Alhamdulilah akhirnya ada juga stasiun TV yang menyiarkan sisi lain tentang ibu SMI,agar ada keseimbangan dalam pemberitaan. tks mbak Rossy yang telah berani menMI yang belum pernah diangkat oleh stasiun TV lain.
  9. From aris rismawan on 08 February 2010 10:05:19 WIB
    Tidak ada asap kalau tidak ada api, masyarakat banyak berdemo atau protes karena ada sebab. Sebenarnya sederhana saj, jelaskan yang sejujur2nya dampak apa jika Bank Century tidak di bantu dg billout yang triliunan tersebut.
    Karena terus terang bagi rakyat kecil mau itu krisis global atau krisis makro, sudah dari dahulu sejak orde baru memang kita rakyat kecil ini krisis, lapangan pekerjaan susah didapat, banyak yang masih memikirkan dg apa makan untuk esok hari?, banyak anak jalanan yang seharusnya bersekolah, dan banyak hal lainnya yang memang kita rasakan krisis dari jaman orde baru.
    Dan kalau memang Ibu Sri Mulyani sebagai Mentri keuangan terbaik di dunia yang telah menyelamatkan krisis di negara tercinta ini, tapi kok sampai sekarang masih banyak masyarakat yang hidup di garis kemiskinan?. Intinya apa relevansi dari penyelamatan krisis ini terhadap rakyat kecil, boleh disimpulkan 'nol' alias 'tidak ada'.
    Kenapa masyarakat berdemo untuk hal tersebut, intinya bukan bermaksud untuk menjatuhkan sosok Ibu Sri Mulyani atau orang lain?, tapi dirasakan adalah ketidakadilan yang besar ada di Century, begitu gampangnya membantu sebuah bank dengan tiliunan, tapi membantu masyarakat kecil susahnya minta ampuuun.

    Jadi mohon para pakar ekonomi, analis dan staf2 ahli dari Bu Sri Mulyani tolong jelaskan dengan jujur: "Dampak ada jika Bank Century tidak di bantu?", dan apa relevansinya terhadap "keadilan bagi rakyat kecil indonesia".

    Saya salut bahkan super salut kepada masyarakat kecil Indonesia yang begitu "tegar dan sabar" menghadapi kehidupan di negara Indonesia yang tercinta ini, walaupun sampai sekarang masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang masih memikirkan " besok makan dg apa yah".



  10. From Rahman Subagio on 08 February 2010 10:06:25 WIB
    kiranya ada dua kelompok yang ingin menjatuhkan SMI ada kelompok anti pembersihan korupsi mentransformasikan dirinya pada kekuatan publik. Dan kelompok yang kebelet menjatuhkan pimpinan Negara dengan pintu masuk melalui pansus century menjebol tokoh ekonomi di kabinet yaitu SMI agar ekonomi kita mengalami penurunan trus menimbulkan chaos
  11. From wimar on 08 February 2010 10:15:30 WIB
    @ aris rismawan mengatakan: kalau memang SMI adalah Mentri keuangan terbaik di dunia, tapi kok sampai sekarang masih banyak masyarakat yang hidup di garis kemiskinan?
    ww: bukan di garis kemiskinan, tapi malah dibawah garis kemiskinan.

    kalau ada dokter hebat-hebat, mengapa masih ada orang sakit?
    kalau banyak agamawan yang soleh, mengapa masih ada maksiat?
    kalau kita punya guru pandai, kenapa masih ada anak bodoh?
    kalau kita punya sawah subur, kenapa masih ada kelaparan?

    @ aris rismawan mengatakan: masyarakat berdemo bukan bermaksud untuk menjatuhkan Ibu Sri Mulyani, tapi dirasakan adalah ketidakadilan yang besar ada di Century,

    lalu kenapa maki-maki dia, bawa gambar SMI sebagai vampire, dan minta dia turun jabatan?
  12. From Priyadi Iman Nurcahyo on 08 February 2010 10:42:32 WIB
    http://www.youtube.com/watch?v=lF66cxJoKO8
  13. From Priyadi Iman Nurcahyo on 08 February 2010 10:51:35 WIB
    to aris rismawan:

    "Kenapa masyarakat berdemo untuk hal tersebut, intinya bukan bermaksud untuk menjatuhkan sosok Ibu Sri Mulyani atau orang lain?, tapi dirasakan adalah ketidakadilan yang besar ada di Century, begitu gampangnya membantu sebuah bank dengan tiliunan, tapi membantu masyarakat kecil susahnya minta ampuuun."

    yang dibantu itu bukan banknya, tapi nasabahnya. pemilik banknya sendiri malah kehilangan hak atas banknya, tanpa ada kompensasi sama sekali, dan tanpa menghilangkan kewajibannya kepada bank tersebut.

    kucuran 6.7T itu adalah kewajiban LPS kepada nasabah bank seperti yang tercantum pada sticker kuning di setiap pintu masuk bank. tulisannya: "SIMPANAN DIJAMIN LPS". kalau misalnya minggu lalu anda setor 1 juta ke bank, kemudian ketika anda ingin ambil hari ini ternyata banknya tidak punya uang, maka anda punya hak untuk mengklaim uang anda ke LPS. sama saja dengan nasabah Bank Century yang ketika berniat untuk mengambil uangnya sendiri, tapi tak dapat dipenuhi oleh Bank Century.
  14. From joko on 08 February 2010 11:09:13 WIB
    bung wimar..saya salut anda g pernah berubah dari dulu..saya ingat ketika dulu anda menjadi jubir gusdur saya begitu g sukanya, bahkan sampai sekarang pun anda masih memuja dia segitu hebohnya, padahal kalo kita ingat baik-baik kita akan tau bahwa selama gusdur memimpin banyak masalah yang tidak selesai malah cenderung kacau balau,pertentangan antara presiden n DPR g selesai2 ditambah lagi kebijakan2 kontroversial, saya yakin gusdur memang pintar dan cerdas sebagai kyai tapi sebagai presiden beliau teteplah pas2an dalam ilmu kenegaraan, kecuali dia bisa mentransformasi dari seorang kyai cerdas menjadi presiden kyai yang cerdas dan negarawan tentu akan sangat bagus sekali, tapi sayang dia tidak berhasil itu,jadilah gusdur harus dilengserkan. itu pendapat saya. mengenai smi, boediono, dan faisal basri saya sangat setuju dengan anda. mereka adalah orang2 yang kapable pada bidangnya dan memiliki prinsip yang kuat tidak asal laku saya dukung anda dan mereka ...regards
  15. From Dewi on 08 February 2010 11:29:45 WIB
    ini ya Santi, link youtube-nya http://www.youtube.com/watch?v=lF66cxJoKO8
    Saya penganggum SMI, dan bangga kita punya dia sebagai Menteri Keuangan kita....
  16. From Deny Sidharta on 08 February 2010 11:30:59 WIB
    Salut untuk Rossy dengan wawancaranya, yang benar-benar berbobot, terima kasih untuk Perspektif yang menyajikan berita wawancara ini dari sisi yang berbeda.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
    1. Demo yang selama ini dilakukan jelas sekali adalah demo-demo yang digerakkan dan itu juga bukan rakyat kebanyakan. Karena kalau mereka benar-benar rakyat jelata, maka demonya tidak tiap hari, karena mereka tentunya punya pekerjaan, masa bolos terus??;
    2. Demo demo selama ini terlihat jelas dilakukan oleh orang-orang yang mungkin memang pekerjaannya ya demo itu... istilah di kampung saya Pegawai Demo;
    3. setiap kali melihat acara \\\"interogasi\\\" oleh Pansus, terlihat jelas bahwa sudah ada \\\"agenda\\\" yang harus di jelaskan oleh yang ditanya, lihat saja, ketika anggota Pansus bertanya, kemudian -misalnya- dijawab oleh -katakan- Ibu SMI - sering kali jawaban itu berupa penjelasan dan selalu dipotong sebelum penjelasan itu selesai. Saya yakin, kenapa penjelasan itu dipotong, karena tidak akan mendukung agenda yang telah ada.
    Dalam pendapat saya, Pansus ini di buat dengan dasar pemikiran awal bahwa ada yang salah dan ada yang harus dipersalahkan -tidak berdasarkan azas Presumption of Innocence - dan sudah ada target yang harus di korbankan. Mungkin dewan juga akan bilang, kenapa kami harus memakai azas itu, kami kan bukan pengadilan... meskipun yang dilakukan sudah mirip pengadilan...
    Bentuk Penyelesaian kasus ini akan menunjukkan seberapa dewasa perpolitikan kita dan seberapa berhasil pendidikan di negeri ini, apakah sudah banyak orang pinter atau masih banyak orang bodoh yang mudah di setir??
    Mari kita lihat...
  17. From Kahfi Akbar on 08 February 2010 12:04:28 WIB
    Setuju sekali saya dengan perspektif ini. Masyarakat kita cenderung melihat masalah dengan sebelah mata. Belum lagi peran media yang saya pikir justru malah menyudutkan dan memperkeruh. Sehingga masyarakat terlanjur menyalahkan Ibu Sri Mulyani seperti kata Om WW. Terimaksih Om WW atas pencerahan ini.
  18. From Lies Noor on 08 February 2010 14:25:13 WIB
    Bung Wimar, sekarang yang perlu di pikirkan, bagaimana caranya agar ibu SMI ini mendapat kan kesempatan lebih banyak lagi untuk menjelaskan secara simple ke masyarakat tentang BC ini, walau jujur saja banyak teman2 saya di pelosok sana udah bosan dengan penjelasan TV saat ini karena tidak berimbang , (rupanya mereka juga punya jeli )
  19. From Mundhori on 08 February 2010 14:38:12 WIB
    Gongang ganjing BC menjadi masalah politik yg dahsyat disebabkan 2 hal yg patut diwaspadai..
    1. Dendam kekalahan pilpres yg diaksploitasi oleh parpol agar menjadi masalah politik yg diharapkan mampu mengguncangkan posisi SBY, bahkan kalau bisa dapat dimakzulkan. Sebab masalah bailout BC kan masalah lama yg waktu itu didiamkan saja oleh DPR periode 2004-2009, yg kini ada beberapa orang duduk menjadi anggota pansus.
    2. Kesuksesan media (tv) kapitalis yg selalu mengeksploitasi kondisi politik harus selalu spektakuler, sensasi dan diblow up besar besaran dalam upaya mengatasi kompetisi antar media (rating)., yg tanpa disadari mampu membunuh karakter seseorang atau lembaga. Memang begitu gaya media kapitalis dalam mengejar keuntungan material.
    Tapi saya yakin, masyarakat sudah semakin kritis dalam menelaah imformasi, sehingga mampu menempatkan sesuatu pada proporsinya.
  20. From rutiana dwi wahyuningsih on 08 February 2010 14:57:32 WIB
    saya salut, bangga, bersyukur dengan acara Rossy semalam..susah dikalimatkan, tetapi saya bersyukur...kesempatan orang mendengar sisi lain yg digelapkan dari bu sri...
  21. From Aries Setiadi on 08 February 2010 15:12:23 WIB
    "Indonesia ki angel, Bu."

    Kutipan dari Ibu SMI yang membuat saya tersenyum geli sekaligus tersentuh. Bahkan saat diwawancarai tentang pengandaian keluh kesah yang ingin disampaikan SMI kepada almarhumah Ibundanya, SMI masih saja memikirkan negaranya. (Sebagaian orang) Indonesia memang susah. Diajak benar, susah. Diajak transaparan, malah mengalihkan topik dan perhatian.

    Kata seorang teman saya, Michael Jackson (RIP) barangkali memang benar, "Annie has been hit by a smooth criminal." he he he...
    *Bercanda*
  22. From Siti on 08 February 2010 15:17:19 WIB
    Orang yang ahli dibidangnya bisa kita lihat dari pembawaannya seperti SMI ini. Saya yakin dalam mengambil keputusan mestinya dipertimbangkan dengan matang. Sebaliknya orang yang bisanya cuma sedikit sering berlagak dan sok pintar bahkan suka marah marah seperti beberapa orang pansus. Bayangkan anda mau mencari kebenaran tapi dengan marah marah, kira kira malah dapat data atau tidak? saya yakin malah blank. Terkadang saya menjadi malu dengan wakil rakyat yang seperti itu. Rakyat yang mana yang diwakili? Padahal semua gerak gerik seorang wakil rakyat kan selalu disorot? apakah ini bukan pembelajaran buruk pada yang diwakili? Bicaralah yang sopan dengan hati pak...hasilnya, rakyatnya demo bawa kerbau....karena barangkali mereka merasa itu temennya....
  23. From Jim Anderson on 08 February 2010 15:47:39 WIB
    The personal vendetta against minister (SMI) does not appear to be granted in anyway. As an outsider, with no Indonesian political background, I see the situation as a desperate attempt to smear the name of the successful minister by those with obvious hidden agendas. It’s a shame that in democratic society money carries such sufficient weight in pubic option; it’s also a shame that paid political protests are even considered to be public option. That is the beauty of such online forms and social network sites; unpaid, un-censored, and educated options. That is what I consider to be honest public option. Eventually this alleged ‘scandal’ will pass to the determent of (SMI) and the true nature of the minister will be shown as it was on Rossy.
  24. From Muhammad Irfani Sahnur on 08 February 2010 22:00:37 WIB
    Link download vid :
    Part 1
    https://docs.google.com/leaf?id=0B3O9Jf0at-bjYzJlNWFiYjUtNzFlNi00Y2JlLWJjZDItOWQxOWQwMTdmNTA0&hl=en

    Part 2
    https://docs.google.com/leaf?id=0B3O9Jf0at-bjMTE1Njk2MWUtYWM4My00ZWQ3LTg4ZWEtNDlkMzVhOTYyNDIx&hl=en

    link mirrornya dari server lokal :

    Part 1
    http://upload.borneo.web.id/download.php?file=16rossy-smi_1.mp4-2010-02-08.zip

    Part 2
    http://upload.borneo.web.id/download.php?file=733rossy-smi_2.zip

    Part 3
    http://www.4shared.com/file/217544537/6ab31229/Rossy-SMI_3.html

    Versi berikut yg direkam dan upload oleh pihak lain:

    Part1:
    http://www.facebook.com/video/video.php?v=1243925492300&ref=mf

    Part2:
    http://www.facebook.com/video/video.php?v=1244025654804&ref=mf

    Part3:
    http://www.facebook.com/video/video.php?v=1244044215268&ref=mf

    Rosianna Silalahi on ROSSY @ Global TV, Behind The Scene

    http://www.youtube.com/watch?v=HEp7nxk8ecM

  25. From yuning ningsih on 08 February 2010 22:58:23 WIB
    "mau dibawa kemana indonesia".........itu yg menjadikan keprihatinan kita semua ,adakah terpikirkan oleh para politikus di senayan itu ?????
  26. From dmitri on 09 February 2010 04:35:48 WIB
    wow! Aris memberikan argumen bagus, dipatahkan dengan jawaban klasik. dari jawaban Priyadi Imam, dan saya setuju dgn kebenarannya, kita bisa melihat bahwa kasus Century sebenarnya adalah Nasabah Century vs Rakyat Miskin. Kaum yang berpunya diselamatkan, sementara yang miskin tetap merasa melarat. Memang. Elo kira kenapa orang gampang marah dan tuding-tudingan? karena dia kenyang dan puas main playstation semalam suntuk? ya normal lah kalo mereka gampang protes. lah, ada dokter yang jago mereka masih sakit kok (karena kurang dana membiayai dokter yang jago).

    saya enggak setuju kalau SMI disalahin. saya enggak setuju kalau rakyat bodoh terus dituntut pinter. emangnya monyet bisa dituntut jadi orang? tapi kalau dia monyet bukan berarti terus enggak dihargai, dong. bukan berarti hutan terus dibabat dan semua monyet dibasmi, toh. tapi si manusia yang harus rela menjaga habitat mereka. atau kalau bicara soal dokter ahli yang jago, maka dia perlu bekerja untuk membantu yang sakit, meskipun mereka tak mampu bayar. ya dipikirin aja bentuk berhutangnya apa. masuk tivi karena belum bayar utang, padahal sudah sembuh. kali aja nanti dia bawa kerbau/lembu ke pegadaian?!? atau kalau solusinya jago ekonomi Bangladesh: lembu/kerbau menjadi aset jaminan untuk peminjaman.

    kalau ada dokter pinter, masih ada yang lebih pinter.
  27. From sri fatimah on 09 February 2010 06:51:15 WIB
    saya TAMBAH senang dan percaya pada seorang Sri Mulyani ketika melihat beliau DI ROssy.
    Makasih ROssy...
    saya seperti melihat dua sahabat lama yang seperti saudara sedang curhat, dan tidak menghakimi.

    TERUS BERJUANG BUKK...
  28. From Herry Johanes on 09 February 2010 10:20:19 WIB
    Bu Ani, pengalaman pansus saya yakin membuat ibu semakin lengkap dalam perspektif pengambilkan keputusan. Dan ini yg Indonesia butuhkan dari Pemimpinnya. Bahwa suatu keputusan publik bisa dipolitisir merupakan kenyataan. Tapi apakah politisasi itu bisa dibenarkan oleh rakyat? Kebenaran tidak pernah dapat dibungkam dengan pemediaan. Idealisme intelektual, jurnalis,dan masyarakat. Madani harus terus diperjuangkan. Biarlah yg salah dan korup dihukum, dan hukum benar2 jd panglima. Rossy bravo, jurnalisme yg berimbang mencerdaskan bangsa.
  29. From joachim on 09 February 2010 10:37:05 WIB
    Bung wimar, saya merisaukan kondisi media TV negeri kita yang mulai kesulitan menjalankan fungsi sosialnya dengan murni.
    Saya sadar betul bahwa kekuatan media benar-benar berpengaruh dalam menggiring opini masyarakat. Dan kita tidak ingin kondisi yang sudah disadari ini kita biarkan berlangsung hingga kita tidak tahu kapan. Kalau sudah seperti ini, siapapun presidennya, secemerlang apapun visinya kalau opini masyarakat tidak sejalan maka pembangunan pun tidak akan optimal.
    Memang media online yang bung wimar jalankan ini sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan kekuatan media-media TV berita tersebut, tapi seperti yang kita ketahui juga bahwa yang bisa mengakses internet masih sangat sedikit dibandingkan dengan penonton televisi.
    Saya sangat berharap gagasan-gagasan dan pemikiran-pemikiran yang selalu bung wimar (dan orang-orang lain dengan pemikiran sejenis) lontarkan perlu diwadahi pada sebuah media yang bisa diakses masyarakat luas.
    Apakah bung wimar dengan jaringan atau koneksinya yang luas bisa menggagas pembentukan stasiun televisi berita yang mampu mengawal demokrasi NKRI?
    (saya sangat berharap ada pihak yang mampu melakukannya)



    ..seandainya saya bisa..
  30. From Yermon on 09 February 2010 16:16:53 WIB
    Jika seorang yang memiliki kemampuan dan kepercayaan dir serta perhitungan yang matang, pada saat mengambil suatu tindakan atau keputusan tentu dia sudah bisa memperhitungkan hasil yang di peroleh. Saya ibaratkan sebagai seorang maestro bulutangkis rudi hartono melakukan semash dengan keras disaat lawan sedang berada diposisi match point, dan bola jatuh tepat diatas line. Mungkin bagi yang menyaksikan hal ini merupakan sesuatu yang tidak lazim bagi mereka dan dianggap seperti perbuatan yang gegabah. Jika membandingkan SMI dengan Pansus, bisa terlihat ibarat sebuah produk air mineral "Aqua" dengan merk air mineral disebuah kabupaten kecil di suatu propinsi. Pentas pansus tentu bisa dijadikan panggung Iklan untuk diri mereka dengan berselimut atas nama rakyat. Hal ini sah - sah saja, namanya juga usaha, namun keluguan mereka akan menghasilkan sesuatu yang membuat kita miris, apalagi jika konflik kepentingan ikut memboncenginya. Jadi memang benar kata para orang - orang suci bahwa " Syurga itu sangat indah dan untuk meraih sesuatu yang sangat indah dipastikan tidak melalui yang mudah". Dan jika (biasanya) penjahat menang dalam episode ini, adalah kewajiban kita untuk membuat sequel berikutnya dengan skenario yang lebih matang untuk memenangkan tokoh utamanya.....It's the life....real life with the God Secrets!
  31. From izzy on 09 February 2010 17:26:53 WIB
    mohon maaf itu link videonya cuma ada 3 ya?kok sepertinya belum lengkap ya?
    seandainya ada selanjutnya mohon ditampilkan link downloadnya....
  32. From arif zainudin on 09 February 2010 19:45:04 WIB
    Jika SMI menteri keuangan terbaik, mengapa masih banyak orang yg hidup di bawah garis kemiskinan (setelah di edit pak wimar)?

    Tentu saja masih ada, karena SMI hanyalah 1 dari menteri-menteri yg bertugas untuk meningkatkan perekonomian Indonesia sekaligus pemerataannya. Menteri keuangan bertanggung jawab terkait kebijakan fiskal. Di sisi pnerimaan, sebagian tanggung jawab memang di kementrian keuangan. Namun, upaya untuk meningkatkan perekonomian di sisi demand sektor pemerintah yaitu belanja, bukan hanya menteri keuangan melainkan semua menteri karena mereka lah yg mengusulkan belanja itu sebelum disetujui menteri keuangan. Mereka juga yg bertanggung jawab atas kualitas pengeluaran yg diusulkan itu.

    Belum lagi kebijakan yg mendorong sektor swasta juga bukan hanya tangung jawab menkeu melainkan mentero2 lainnya pula. nggak adil dong, seorang menteri yg telah berupasaha sungguh2 tetap disalahkan padahal bisa saja itu disebabkan oleh pihak lain.

    Tanggung jawab menkeu selama ini bukannya sudah cukup baik karena indikator perekonomian meningkat, sementara di internal depkeu terjadi reformasi yg berhasil khususnya di beberapa ditjen utama: perbendaharaan (proses pengeluaran anggaran), anggaran, pajak, dan bea cukai. Pelaku ekonomi yg memang berperilaku baik pasti mengapresiasi positif, sementara yg memang beritikad tak baik tentu saja melawannya.

    Jika diibaratkan dokter spesialis, tugas SMI sudah cukup berhasil, tapi banyak dokter spesialis lain yg dipertanyakan keahliannya sehingga masih ada orang yg sakit.
  33. From Wildan on 10 February 2010 08:42:17 WIB
    @Lies Noor, Makanya kita perlu paling sedikit 5(lima ) Ruhut lagi yang dengan keras dan benar dan berani mengatakan semuanya...

    Coba lihat itu waktu rapat akhir dengan PPATK dan BPKP, begitu mereka bilang bahwa tidak ada dana yang masuk ke TIMSES dan DEMOKRAT dan ini dipertegas oleh RUHUT, dan lihat dengan entengnya kurcaci kurcaci pansus (Andi Rahmat, Akbar Faisal, Ade Kokom, Arar sirait, Azis golkar, Agun , Fahri ) cuma mesem mesem saja....padahal mereka sadar sesadarnya akibat ulah celoteh ocehan mereka kita ikut puyeng diombang ambing dua TV berita nasional...seolah seolah panggung politik hanya milik mereka....

  34. From dmitri on 10 February 2010 21:49:03 WIB
    @Rizki
    terima kasih. saya yakin dunia perfilman dan sinetron Indonesian akan lebih baik lagi kalau mendapat kontribusi Anda. akan lebih baik lagi buat lembaga kepresidenan kalau presiden dan juru bicaranya belajar dari Anda bagaimana berbicara sama rakyat biasa, supaya ngerti kejadiannya. angkat topi. kalau ternyata Anda sudah jadi bagian dari lembaga kepresidenan, mohon jangan malu-malu meneruskan, dan rela lah mengentertain rekan-rekan wartawan terhormat, biar mereka ikut simpatik sama niatan dan kemampuan lembaga kepresidenan dalam berkomunikasi.
  35. From uban nugroho on 10 February 2010 22:20:40 WIB
    Makasih OCI,
    Tapi acara ini jangan bikin arena berantem, tapi acara diskusi di dunia DEMOKRASI. Berikan waktu bagi mereka yang kontra untuk menggunakan waktu anda .... tapi kalau beramtem CUT ! Semoga komunikasi kali ini BALANCE. TAYANG ULANG donk ...
  36. From Rizki Arief N on 11 February 2010 11:32:21 WIB
    @dimitri

    terimakasih atas kritikan dan masukannya.
    Sangat memotivasi saya untuk belajar lebih baik lagi.
    :)
  37. From halocoy on 11 February 2010 15:57:40 WIB
    yep , acaranya jadi lbh santai & bbrp kali SMI menceritakan yg blm pernah dia katakan di pansus seblmnya. memang enak juga klo acr spt itu bebas dari hujatan ya. rossy cukup bgs mengatur ini. thanks artikelnya.
  38. From Bani Mustajab on 11 February 2010 17:58:12 WIB
    Rossi menampilkan SMI dengan cara luar biasa.
    terima kasih Rossi
  39. From Andi Hasian on 23 February 2010 10:50:32 WIB
    SALUT.... buat Bu Sri....
    Hmmm......
    Barang kali jika (yang katanya membela rakyat) yang hidup dengan bergelimang kemewahan di Gedung DPR sana di suruh untuk menyelamatkan INDONESIA tercinta ini dari Krisis Dunia yang sudah dan tak mungkin bisa dielakkan, Apa yang mungkin terjadi ??? Saya Rasa NOL... BESAR yang akan dilakukan atau mungkin INDONESIA ini mungkin malah tambah kacau balau di tangan mereka... sama halnya seperti seorang Supporter Sepak Bola nonton Bola : Apa yang terjadi pada saat seorang pemain profesional gagal menggolkan bola ke gawang lawannya??? Tidak sedikit yang yang bakal ngomong : Wahhh BEGO tuh pemain harusnya.... BLA... BLA... BLA... BLA... seolah-olah dia yang paling MUANTEB main bola di dunia ini, padahal mungkin jika beliau-beliau tersebut di suruh main.... HAHAHAHAAAA.......... tahu sendirilah... jadinya....

    Sedih sebenarnya melihat INDONESIA KU ini dipenuhi dengan POLITISI-POLITISI BUSUK........ ato mungkin saran ajah... untuk anggota PANSUS-PANSUS mendatang sebelum mendaftar jadi anggota coba deh di periksa KEWAJIBAN PAJAKNYA... udah bener gak...??? jangan sampe Seorang yang katanya Wakil yang berjuang untuk rakyat eehh.... ternyata malah Maling beneran...
  40. From Wahono on 25 February 2010 12:18:04 WIB
    Saya masih percaya bahwa SMI masih sangat mencintai negri ini,dgn kebijakan2nya...walau mkn tak dpt diterima rakyat byk.tapi kebijakan itu adalah kebijakan terbaik,diantara pilihan yg ada,yg dpt diambil oleh beliau saat itu. Jadi yg ga sepihak dgn SMI,ya ngalah aja,krn yg dikasih wewenang pengambil keputusan,kan beliau.
    Jadi,lbh baik, sekarang bukan nyari siapa yg salah.tapi lbh baik,energinya dipakai utk mengambil dana itu kembali...
  41. From viviana on 26 February 2010 21:05:41 WIB
    Akhirnya bisa nonton juga acara ini via perpektif. Makasih tautan videonya Oom Wim :-)
  42. From Dedy Armayadi on 06 March 2010 18:10:08 WIB
    Thanks Rossy yang udah kasih perpektif lain dari SMI. Saya tersentuh saat Almarhum Ibunda SMI meninggal, SMI masih memikirkan negara. Meski begitu, ia masih dicaci maki di jalanan.

    Mereka yang berdemo dan mencaci maki itu tidak juga sepenuhnya salah. Informasi tentang Century sampai saat ini masih misteri dan setengah2. Yang demo mungkin hanya tahu dari sisi negatif nya saja, tanpa mempertimbangkan sisi lain dari apa yang telah dilakukan oleh SMI. Lagi pula ini terkait romantisme dari negara eks komunis. Celah untuk mencari momentum revolusi pasti terus dicari. Minimal bisa mengulang kisah 97/98. Menjatuhkan seseorang yang berkuasa adalah mimpi. Alasannya yang dipakai adalah karena rakyat ditindas, ketidakadilan, dll. Jika SMI mundur, maka jadi satu indikator keberhasilan bagi demonstran. Dan pasti juga politisi. Apalagi kalau Boediono dan SBY jatuh.

    Yang perlu diberi kepastian juga saat ini adalah nasabah Century yang tertipu. Bagaimana caranya uang mereka bisa kembali. Mereka juga rakyat yang punya hak. Sudah beberapa orang telah bunuh diri karena uangnya tak kembali. Nasabah juga manusia, sepertihalnya SMI yang menangis karena kehilangan dari sesuatu yang berharga dalam hidupnya.












  43. From Joseph L Gaol on 08 March 2010 17:18:39 WIB
    Dear Wimar,

    Wawancara Rossi dengan SMI memberikan harapan bahwa masih ada jurnalis yang independen yang memberikan pemberitaan berimbang.

    Saya sangat prihatin dengan Media Massa Mainstream kita yang jurnalismenya sangat tidak berimbang, dan bahkan sudah menjadi Tirani yang dengan semena-mena membunuh karakter siapapun yang ingin dijadikan target pembunuhan.

    Saya dibesarkan pada saat acara perspektif masih mengudara di salah satu stasiun TV, walaupun saya pada saat itu masih di sekolah menengah, saya menikmati acara tersebut, karena selain menghibur juga mendidik dengan kelugasan Anda mengulas topik yang sedang dibahas.

    Kalau saya boleh saran, Bung Wimar sebagai tokoh yang konsisten dalam kelugasannya, mungkin bisa memulai gerakan dengan menggunakan "Social Media" (Thanks to Internet & Mobile) untuk mengumpulkan orang-orang yang prihatin dengan Tirani Jurnalist yang semena-mena, dengan membuat gerakan moral untuk menjadi social control bagi Tirani itu sendiri.

    Saya yakin banyak dari kalangan yang sadar hak informasi akan bergabung dan membantu untuk secara viral mengajak kawan-kawan mereka untuk bergabung menjadi penyeimbang jurnalisme mainstream ini.

    Saya tidak kenal Anda secara pribadi, tapi banyak pemikiran Anda yang saya kenal dan saya nikmati.

    Saya siap membantu.
  44. From iriyanti harun on 08 March 2010 21:43:06 WIB
    apapun yang terjadi saya tetap mengidolaka dan mendukung sri mulyani,,,,,merdeka
  45. From wahyu on 05 May 2010 13:54:19 WIB
    setelah bj habibie diusir gara2 kebijakannya dia kerja kenegara lain meninggalkan IPTN. dan memajukan negara lain.. malah dianggap berkhianat
    tafik hidayat, yang pernah menjadi superstar didunia bulu tangkis dan sering mengharumkan nama indonesia, malah dikucilkan dan gak ada penghargaan sama sekali dari negaranya... trus dia mengadu nasib dengan melatih atlet malaysia malah diangga berkhianat juga.....
    sekarang giliran sri mulyani yang kena batunya ntar dia ninggalin indonesia dan sukses ditempat lain dianggap pengkhianat juga.....
    ntar siapa lagi yang bakal yg bakal kena. yach tapi beginilah kalo media dah jadi milik orang parpol pasti bakalan membuat berita timpang sebelah, gak benar2 asli melihat dari kedua sisi....lama2 koq isinya lebih mirip sinetron dan acara gosip daripada berita yg terkini....
  46. From indhah on 07 May 2010 12:07:17 WIB
    mohon acara yang menampilkan sri mulyani ditampilkan lagi. saya adalah penggemar sri mulyani, kebetulan saat penayangan saya belum menyaksikan. terima kasih. besar harapan saya global tv dapat menayangkan sri mulyani saat di rossy.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home