Articles

Kronologi Sidak Satgas Pemberantasan Narkoba Lapas Pakanbaru


06 April 2012

Kronologis Sidak Satuan Tugas Pemberantasan Narkoba

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru

Sidak Satgas Pemberantasan Narkoba yang dibentuk Kemenkumham dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah upaya serius pemberantasan narkoba di lapas dan rutan. Dalam 3 bulan, sejak Januari 2012, sebelum sidak di Lapas Pekanbaru, telah dilakukan tiga kali sidak di Lapas Wanita Tanjunggusta, Medan; Lapas Narkotika, Cipinang; dan Lapas Pemuda, Tangerang. Pada semua sidak dengan BNN tersebut, Kemenkumham dipimpin oleh Ketua Satgas Pemberantasan Narkoba Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana dan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Benny Mamoto.

Berikut kronologis sidak Satgas Pemberantasan Narkoba di Lapas Pekanbaru, Senin dinihari, 2 April 2012:

  1. Sekitar pukul 02:30 WIB dinihari, rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba sampai di depan pintu pagar masuk Lapas Pekanbaru. Pintu pagar dikunci. Diputuskan untuk melompati pagar.
  2. Wamenkumham dan rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba menuju pintu gerbang masuk lapas. Bel klenengan dibunyikan dan mengetuk pintu. Butuh waktu beberapa saat sebelum ada suara sipir menanyakan siapa yang datang. Dijawab, “Saya Denny Indrayana, Wamen. Cepat buka pintu”. Lubang intip pada pintu dibuka, sipir dari dalam melihat kemudian ditutup kembali. Wamenkumham berdiri persis di depan lubang intip, agar terlihat. Pintu tetap tidak dibuka. Sehingga digedor sambil mulai berteriak meminta pintu segera dibuka.
  3. Setelah lebih kurang lima menit, pintu baru dibuka. Rombongan masuk ke dalam, Wamenkumham menegur sipir yang membuka pintu, “Kenapa lama sekali membuka pintunya”. Ajudan pengaman Wamenkumham, melihat reaksi melawan dari sipir, lalu menendang sipir pembuka pintu. Seorang sipir lain di ruang jaga ditendang dan dipukul ajudan. Wamenkumham berteriak, “Hentikan. Hentikan jangan diteruskan. Berhenti.”
  4. Wamenkumham mendatangi sipir jaga yang lain, meminta semua HP petugas segera dikumpulkan, menanyakan berapa orang yang jaga, serta meminta tolong agar sidak dinihari itu dibantu kesuksesannya. Kunci lapas diambil, untuk kemudian terjadi proses penggerebekan kepada tiga napi target operasi dari ruang selnya masing-masing, dilanjutkan proses penggeledahan. Ketiga target napi itu adalah Djufriado Tanjung, Husin dan Luku. Dari hasil penggeledahan di tiga sel napi ditemukan banyak HP, alat isap shabu, plastik pembungkus bekas shabu, dan lain-lain.
  5. Selama menunggu proses, Wamenkumham beberapa kali mengumpulkan petugas lapas untuk menjelaskan maksud sidak pemberantasan narkoba tersebut. Wamenkumham juga menanyakan bagaimana kondisi petugas yang terkena pukul dan tendangan. Salah satu petugas menunjukkan tangan kirinya yang luka tergores. Wamenkumham meraba luka itu, dan meminta maaf. “Saya minta maaf ya. Mohon lain kali, jangan terlambat membuka pintu”. Dijelaskan bahwa dalam sidak pemberantasan narkoba, tidak boleh terlambat, karena bisa menghilangkan barang bukti.
  6. Sekitar waktu sholat shubuh, napi yang menjadi target operasi dan semua sipir sempat dites urin. Ada sipir yang kesulitan buang air kecil hingga harus beberapa kali minum dulu. Tes urin lengkap belum diketahui hasilnya, tetapi beberapa diindikasikan positif memakai narkoba.
  7. Sebelum pulang, Wamenkumham kembali mengumpulkan para sipir. Berusaha kembali mengangkat semangat dan moral mereka, untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik. “Saya pamit dulu ya. Maaf telah mengganggu istirahatnya. Sekali lagi, saya meminta maaf atas pemukulan dan penendangan tadi.” Wamenkumham kemudian menyalami satu-persatu seluruh sipir Lapas.
  8. Menjelang pintu keluar, beberapa sipir menanyakan nasib salah seorang rekannya yang ikut ditangkap BNN. Beberapa sipir meminta, agar rekannya tidak ikut ditangkap BNN. Wamenkumham menjelaskan bukti-bukti keterlibatan sipir tersebut dalam jaringan narkoba yang diciduk dinihari itu, dan meminta para sipir menyerahkannya kepada proses hukum.
  9. Sekitar pukul 6:30 Rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba meninggalkan Lapas Pekanbaru. BNN menciduk tiga narapidana Jufri Tanjung, Husin dan Luku; serta satu orang sipir.

Print article only

8 Comments:

  1. From dwipo on 07 April 2012 08:34:22 WIB
    Thanks WW atas informasinya. Tulisan ini bisa meluruskan media mainstream yang selama ini sudah mendistorsi kejadian sebenarnya.
  2. From @Dewinov on 07 April 2012 09:32:01 WIB
    Akhirnya dapat kronologis yang jelas ttg kejadian sidak Wamenkumham di Lapas Pekanbaru. Salut dengan Pak Denny yg langsung turun ke lapangan untuk memberantas jaringan narkoba di lapas -lapas, semoga masyarakat bisa melihat lebih jernih kejadian sebenarnya.
  3. From Maikel Warbung on 07 April 2012 11:20:19 WIB
    Jalan Panjang, berliku dan gelap dalam pemberantasan Korupsi dan Narkoba, harus berani dilalui untuk mencapai indonesia jaya. Jangan menyerah, mari berjihad melawan Korupsi dan Narkoba.
  4. From Muh Utomo on 07 April 2012 23:40:21 WIB
    Sangat disayangkan, para anggota dewan yg tdk tahu persis kronologinya dengan mudahnya memberikan komentar yg bernada sisis thd Pak Denny. Teruskan perjuanganmu pak Denny...
  5. From andre on 08 April 2012 14:47:44 WIB
    sangat disayangkan kalo pak mentri melembek dengan menjadikan dirjen lapas yg memimpin sidak.. yaaahh.. hslny plg spt skg ini.. gk ada ap2 kok hahaha.. aneh
  6. From andry on 08 April 2012 22:30:39 WIB
    Lanjutkan !!! perjuangan masih panjang.
  7. From susisetya on 11 April 2012 08:33:21 WIB
    Mudah mudahan kronologis ini, bisa meluruskan kejadian di Lapas Pekanbaru dan jangan di politisasi...Saya salut Pak Denny,maju terus...
  8. From Arif on 17 April 2012 15:01:40 WIB
    Metro TV lagi.. lagi.. menebar fitnah

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home