Sri Mulyani mempertemukan kita dengan Horas dan Decy
20 May 2012
diambil dari halaman Faceook Susy Rizky

Takdir
by Susy Rizky on Sunday, May 20, 2012 at 10:23pm ·
Waktu SMI sidang Pansus, ada seseorang menulis puisi. Isinya begini :
Telah dipercaya aku, diberi kunci pundi-pundi. Jangankan isi, debu di kotak pundi tiada akan ku kuasai untuk sendiri
Terlalu banyak sudah dulu pundi ini dirampok, dilempar, diduduki. Darahku terlalu kental untuk dicairkan kesewenangan. Isi kepalaku terlalu padat untuk dipaksa kosongkan
Telah dipercaya aku, diberi kunci pundi-pundi. Maka tak kan selangkahpun aku mundur kalah dan menyerahkannya, karena aku Sri Mulyani Indrawati, tantang aku kalau berani
Bukan cuma penyair yang berani bilang "sekali berarti sudah itu mati".. SMI juga. Jauh lebih berharga daripada hidup seribu tahun di lautan lumpur dan pajak leher banyak manusia.
Saya merasa, dalam diam, SMI menyimpan kekuatan, yg terwakili oleh puisi itu.
Puisi tersebut saya tempel di foto ini http://on.fb.me/KRSQa1 , yang saya ambil di ruang sidang Pansus.
Beberapa hari kemudian, saya googling nama saang penulis puisi. Nggak ketemu.Sampai akhirnya sebulan lalu, Horas Naibaho, yang saya kenal di FB karena ada beberap notesnya tentang Century tanya apa Kota Bekasi sudah ada pengurus?
Waktu saya inform bhw pengurus lama pindah tugas keluar kota dan blm ada pengganti, Horas bersedia jadi pengurus baru.
Saya tanya, apakah Horas yang jadi Ketua DPCnya? Dia bilang bukan, tapi kawannya yg bersimpati kpd SMI,namanya Decy C Hasan.Dialah sang penulis puisi yang hampir satu setengah tahun saya cari. Saya juga baru tau, ternyata Decy juga alumni FISIP UI. Oranye. Hari ini saya ketemu Horas dan Decy untuk yang pertama kali. Juga dengan Mas Maman Suherman @maman1965,yg juga punya banyak oranye seputar kehidupannya. Takdir membawa kita kumpul di SRI.
Saya percaya ini bukan suatu kebetulan. Tuhan sudah arahkan sejak jauh hari.



2 Comments: