Articles

Wawancara Wimar Witoelar dengan Kabari "Wimar Witoelar : Jokowi Presiden Paling Efektif"


03 January 2017

Bagaimana Anda melihat kondisi politik saat ini?

Ya Indonesia selalu berada dalam transisi pancaroba. Dan mungkin tahun ini adalah salah satu tahun yang terpenting. Sebab sejak perubahan besar tahun 1998, ini sekarang kita mengalami masa di mana rakyat punya kekuasaan untuk mengkaji kembali arah politik Indonesia. Mudah-mudahan berakhir dengan tidak merusak hasil yang sudah dicapai selama ini.

Bagaimana menurut Anda Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi?

Saya kira Jokowi termasuk salah satu presiden yang paling efektif. Karena tanpa banyak simbolik atau banyak seremonial, dia menghasilkan hasil nyata banyak. Di dalam infrastruktur, kita kemajuannya luar biasa. Ekonomi kita stabil. Kemudian juga ada usaha di bidang maritim. Usaha politik mungkin tidak terlalu kelihatan hasilnya tapi justru kalau Jokowi lulus ujian bulan Desember ini maka dia akan membuktikan diri sebagai pemimpin Indonesia yang besar.

Apa pendapat Anda mengenai Presiden Jokowi yang ikut serta Sholat Jumat pada tanggal 2 Desember 2016 kemarin?

Soal Jokowi ikut Sholat Jumat itu hanya satu bagian kecil dari seluruh penampilannya dalam acara ini. Saya kira itu pilihan dia yang memberikan peluang kepada golongan-golongan yang keras  sehingga mereka jadi tidak terlalu keras. Dia menempuh jalur kooptasi yang kelihatannya berhasil. Digabung dengan empati karena dia ikut Sholat Jumat di sana. Itu menghilangkan alasan golongan Islam menyatakan tidak suka sama dia. Jadi, all in all, saya kira sudah tepat itu tindakan Presiden Jokowi.

Lalu bagaimana pendapat Anda mengenai kasus Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal  oleh masyarakat dengan sebutan Ahok?

Semuanya adalah usaha politik saja untuk mengambil inisiatif dalam politik Indonesia dan coba-coba menggoyang posisi Gubernur Ahok yang dari prestasinya adalah gubernur terbaik Indonesia, atau Jakarta selama ini. Jadi dengan memainkan kartu agama yang diharapkan akan merangsang orang-orang yang sangat fokus pada agama itu, maka diharapkan bisa mengganggu stabilitas Ahok. Sampai sekarang saya tidak tahu itu berhasil atau tidak.

Seharusnya jalan apa yang harus dipilih oleh Ahok?

Tidak ada. Sebab kalau orang dizalimi maka tidak bisa apa-apa kecuali memberikan ketulusannya. Dan dari hari pertama pengadilan ini sudah melihat bahwa dia secara tulus menyesal bahwa dia tidak diterima komunikasinya, bahkan menangis di pengadilan. Dan menunjukkan latar belakangnya yang dibesarkan sebagai anak angkat keluarga Islam yaitu keluarga Jendral M. Jusuf. Jadi sangat susah dicari kesalahannya. Kecuali yang dia tidak bisa hindari dia memang orang Cina dan orang Kristen. Tapi itu seharusnya di negara kita tidak menjadi masalah sekarang.

Apakah hakim akan mengambil keputusan yang adil atas kasus Ahok tersebut?

Saya tidak tahu. Diharapkan begitu. Kalau tidak ini suatu praktek (exercise) yang merugikan kalau sudah digiring-giring ke pengadilan. Itu pun sudah menyerempet batas keadilan terhadap Ahok. Dan kalau hasil pengadilannya tidak sesuai hukum maka saya kira mayoritas rakyat Indonesia akan kecewa. Sebab yang garis keras itu, yang menuntut macam-macam dari Ahok, itu bukan mayoritas. Mayoritas adalah yang diam (silent) dan yang berbicara tapi sedihnya sering terdesak golongan keras karena yang punya suara dan berani bersuara itu golongan yang keras.

Jalan apa yang harus ditempuh agar Indonesia semakin lebih baik lagi?

Jangka panjangnya tentu pendidikan. Jangka pendeknya sosialisasi tapi juga janga melupakan iklim nasional. Jadi jangan juga mau didorong-dorong ke sana-sini oleh golongan yang keras. Harus punya prinsip yang selama ini dianut. Indonesia telah memilih Pancasila pada tahun 1945 dan tidak ada alasan untuk sekarang melemah.

Bagaimana menurut Anda mengenai semboyan Bangsa Indonesia tentang Bhinneka Tunggal Ika saat ini?

Kemajuan. Justru karena kebhinnekaannya maju ada orang yang merasa takut terdesak oleh kebhinnekaan itu dan mencoba memundurkan jarum jam untuk mengobarkan rasa permusuhan. Tapi kita lihat di jalanan, sekolahan, kantor-kantor, tidak ada perasaan permusuhan.

Harapan Anda untuk Indonesia?

Proses ini selesai dengan baik secara hukum dan orang sadar bahwa ini semua hanya permainan politik menjelang pemilihan gubernur.

Untuk melihat video selengkapnya bisa klik link youtube -> https://www.youtube.com/watch?v=1bzlZmcDBcs

Print article only

0 Comments:

« Home