Articles

Kitab Jodoh, Teori Cinta -Fira Basuki-


16 February 2017

Oleh : Panji Kharismajaya

“Jika ada Cinta, it will be always there!.” Seru Wimar Witoelar setelah melakukan Juice Cheers. Hadirin kemudian bertepuk tangan, beberapa ada yang menyerukan persetujuan, terdengar seruan “betul pak!” dari audiens di pojok ruangan. Juice Cheers mengawali acara peluncuran buku “Kitab Jodoh” yang dilakukan di Re.Juve Kota Kasablanka, Kamis, 9 februari 2017.

Setelah menenggak kesegaran dalam bentuk “Love Watermelon”, Fira Basuki memberikan penjelasan singkat mengenai “Kitab Jodoh” yang merupakan buku ke-30 yang sudah ditulisnya. “Saya membuat buku Kitab Jodoh karena saya sering menjadi tempat curhat teman-teman. Dari sana saya menyadari bahwa masalah jodoh sering menjadi sumber uatama kebahagiaan hidup, namun kadang juga menjadi titik stres.” Ujar Fira.

Ratih Ibrahim mengatakan, sebagai psikolog, ia sering mengalami hal serupa. “banyak ABG yang curhat sama saya soal percintaan, ada yang lucu, ada yang serius, biasanya saya kasih saran sebagai ‘ibu’ sih, karena apa yang dialami para remaja itu baru sedikit dari sekian banyak gejolak romansa di kehidupan kita.” katanya.

“Betul, masa remaja saya juga banyak mengalami yang namanya ‘cinta monyet’, tapi ketika saya pertama kali bertemu mendiang istri saya, semua pengalaman ‘cinta monyet’ itu seakan tidak ada apa-apanya dibanding apa yang saya alami dan rasakan ketika itu,” kata Wimar Witoelar yang akrab disapa WW.

“Betul W, karena cinta gives you energy!,” tambah Ratih. Hadirin pun bertepuk semakin riuh

Cuaca hujan tidak menyurutkan semangat peserta untuk datang ke Re.Juve, bahkan, semakin banyak yang hadir ketika sesi tanya-jawab dibuka. “apa hukumnya balikan sama mantan?” tanya salah satu hadirin, 3 orang pembicara di depan tersenyum lalu memberikan jawaban yang beragam. “Buat apa balikan?” kata WW, “dunia ini terlalu luas untuk dihabiskan mengejar satu orang yang sudah ketahuan salahnya,” tambah WW.

“Iya bener, gausahlah,” kata Fira. “Kamu menyianyiakan waktumu,” kata Ratih. Hadirin tertawa, beberapa mengangguk setuju, lainnya tertunduk lesu, mungkin sedang mengalami situasi sama. Fira dan pihak Re.Juve kemudian memberikan hadiah bagi si penanya, “ini silahkan dipakai, tapi jangan untuk mentraktir mantan ya,” kata Fira.

 “Tujuan saya menulis ini supaya mereka yang masih lajang merasa tenang dan yakin jodohnya suatu hari akan datang.” Kata Fira. “saya juga disini mengundang teman-teman kontributor yang kisah cintanya menjadi inspirasi saya dalam menulis buku ini, beberapa saya kutip dan muat.”

Salah satu hadirin ada yang menanyakan resep awet dalam hubungan percintaan. “Pokoknya tanamkan dalam pikiran, bahwa menikah itu seumur hidup sekali. Saya walaupun sudah ditinggal pergi oleh istri, tapi hati saya masih untuk dia, karena buat saya cinta itu ada semua dalam dia,” kata WW.

“Cinta memberimu kekuatan untuk menerima seseorang, seaneh apapun orang itu. Dan kita akan tumbuh dalam kondisi tersebut,” kata Ratih menjawab pertanyaan “Bagaimana bisa saya tetap memaafkan pasangan walaupun sudah ketahuan selingkuh?” dari salah satu peserta.

Suasana semakin hangat ketika salah satu kontributor menceritakan kisah cintanya bersama sang istri. “saya kehilangan pekerjaan saya sebagai dokter ketika saya terserang stroke. Istri saya berhenti dari pekerjaannya di Bank, dokter bilang kondisi saya sudah tidak ada harapan lagi. Tapi istri saya tetap hadir di samping saya, selalu mengupayakan dan mendoakan yang terbaik untuk kami. Kami selalu percaya pada kekuatan cinta dan doa. Bahwa dengan selalu hadir dalam keadaan susah maupun senang serta saling mendoakan, hidup kami akan selalu kaya akan cinta. Alhamdulillah sekarang kondisi saya sudah pulih seperti semula, dan semua ini berkat kekuatan cinta dan doa.”

Tidak ada teori pasti mengenai cinta, karena cinta yang dialami setiap orang pun berbeda, realitasnya berbeda, tantangannya pun berbeda. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Fira Basuki, “Kitab Jodoh ini hanyalah kumpulan Teori. Cinta adalah Realitas yang harus kita semua hadapi.” ujarnya sambil menutup acara penuh cinta tersebut. 

Print article only

0 Comments:

« Home