Articles

We Must Do Something!


12 May 2017

Oleh: Panji Kharisma Jaya 

Tsamara Amany berpendapat bahwa warga harus berbuat sesuatu secara politis untuk mencegah ancaman terhadap kebhinekaan Indonesia, Pendapat dari Ysamara sebagai Deputi Ketua Partai Soldaritas Indonesia, partai anak muda, disampaikan dengan tegas dalam wawancarta Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar.

Indonesia sedang dilanda banyak persoalan. ekonomi dan lingkungan menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, kondisi terkini Ibu Pertiwi menjadi kritis, setelah isu SARA dipakai untuk memenangkan Pilkada DKI 2017. Kondisi ini menggugah masyarakat ketika disusul oleh vonis Gubernur A Hok masuk penjara. Ribuan masyarakat di puluhan kota bersedih dan menyatakan solidaritas dengan menyumbangkan karangan bunga, menyalakan lilin di malam hari dan melakukan seruan membela pluralisme di NKRI.

Reaksi ini mirip dengan yang terjadi di Amerika Serikat ketika Donald Trump terpilih menjadi Presiden. Jutaan orang turun ke Jalan, melakukan aksi demonstrasi, menyuarakan pendapat mereka yang khawatir akan kebijakan Donald Trump yang menyudutkan kaum Imigran dan Minoritas (kulit hitam, latin-amerika, LGBT, dan Muslim).

Tindakan yang diambil oleh masyarakat Amerika Serikat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap hasil Pemilu Presiden Amerika yang memenangkan Trump yang merupakan kandidat dengan kebijakan populis. Terlihat bahwa masyarakat Amerika Serikat menghendaki Negara mereka tetap utuh meskipun banyak perbedaan latar belakang di masyarakatnya.

Ini yang juga terjadi di Indonesia. Jutaan orang di seluruh pelosok tanah air berkumpul meneriakkan persatuan. Mereka tidak rela, negri tempat tinggalnya diporak-porandakan oleh isu SARA yang sudah ketinggalan zaman.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak orang Indonesia yang sadar akan wawasan kebangsaan. Bahwa keutuhan negara dan bangsa ini hanya bisa ditegakkan jika setiap-tiap dari kita semua maju, bergerak, dan bersuara untuk persatuan itu sendiri. Karena dalam bernegara, tiap-tiap warga negara wajib untuk menjaga keutuhan negaranya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Negara adalah suatu kesatuan yang terdapat rakyat, pemerintah, dan wilayah sebagai elemennya.

Tsamara mengatakan adalah wake-up call dan momentum untuk bersatu. Momentum untuk bergerak dan menyuarakan persatuan. Jangan lagi kita semua larut dalam kesedihan. Jangan lagi ada keluh kesah dan perasaan inferior. Semua warga negara adalah sama. Semua berhak untuk hidup aman di negaranya. Karena negara Indonesia ini adalah rumah kita semua.

Nenek moyang kita adalah pelaut, dan Indonesia ini adalah kapalnya. Kita harus rawat kapal kita ini dengan baik. Kita harus jaga kapal kita karena kita semua tinggal disini. Jangan biarkan kapal ini tenggelam atau hancur dalam perpecahan. Gunakan ilmu, gunakan akal sehat, semata untuk mempertahankan keutuhan bangsa kita.

Saatnya Silent Majority untuk bangkit! Jangan lagi berdiam diri dan bertanya apa yang sudah negara berikan sehingga saya harus membelanya mati-matian, tapi tanyalah pada diri sendiri : apa yang sudah saya berikan untuk Ibu Pertiwi?

Print article only

0 Comments:

« Home