Articles

Wimar Witoelar: “Sudah Banyak Malpraktek Donald Trump!”


30 October 2019

Oleh: Mahisa Dwi Prastowo

 

wimar witoelar

Wimar Witoelar di studio  

Yayasan Perspektif Baru

 

Presiden Amerika Serikat periode ini yaitu Donald Trump adalah figur yang terus-menerus mengundang kontroversi. Menjelang satu tahun menuju pemilihan umum Amerika Serikat mendatang pun ia masih saja terus menjadi sorotan negatif media. Lalu apa yang membedakan posisi Donald Trump sekarang dengan keadaannya di waktu-waktu kontroversi sebelumnya? Wimar Witoelar yang merupakan mantan juru bicara Presiden Gus Dur memberikan perspektifnya pada 28 Oktober 2019 di studio Yayasan Perspektif Baru.

 

“Mungkin yang beda sekarang orang sudah dapat kesempatan melihat aksinya Trump, apa yang telah ia lakukan sebagai presiden,” ujar tokoh yang akrab disapa WW tersebut. Menurutnya semua langkah-langkah Donald Trump adalah sangat salah bagi orang-orang yang tidak mendukungnya. Namun mereka yang mendukungnya pun sebenarnya hanya ragu-ragu saja mengambil pilihan baru. Wimar melanjutkan, “Tapi bedanya dengan ketika Trump waktu baru dipilih itu sekarang track record-nya sudah mulai penuh. Banyak contoh malpraktek yang ia lakukan sebagai presiden.”

 

Donald Trump memiliki popularitas di kalangan pemilih yang selalu tinggi tapi kelakuan politiknya banyak mengecewakan orang. Dia tidak menggunakan perencanaan. Ia juga menggunakan orang sekali pakai lalu dibuang sehingga banyak sekali orang yang diganti-ganti. Hasil polling terakhir menunjukkan bahwa mereka yang menginginkan Donald Trump diganti sudah di atas 60 persen tapi juga yang mendukung masih 33%. Ini dikarenakan bagi para pendukung Donald Trump apa pun yang dia lakukan tetap saja mereka akan mendukungnya. Namun perimbangan antara mereka yang pro dan mereka yang kontra ini sangatlah emosional.

 

Kali ini kontroversi terakhir yang Donald Trump lakukan bukanlah kontroversi biasa. Ia menggunakan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan secara besar-besaran. Ia menggunakan pengaruhnya sebagai Presiden Amerika Serikat terhadap Presiden Ukraina yang baru dipilih untuk bersekongkol untuk menjatuhkan salah satu calon peserta pemilihan umum Amerika Serikat yaitu Joseph Biden.  

 

Apa sebenarnya yang dilakukan Donald Trump kali ini? Wimar menerangkan bahwa Donald Trump menahan uang yang sudah dialokasikan dan lulus di Parlemen Amerika Serikat untuk digunakan sebagai persenjataan Ukraina mempertahankan diri. Oleh Trump bantuan tersebut ditahan dan ia meminta Presiden Ukraina yang baru menggali keterangan jelek mengenai Joseph Biden. Dengan banyak orang yang terlibat tentunya termasuk mantan Walikota New York Rudy Giuliani.

 

Donald Trump menggunakan tangan-tangan orang itu untuk menekan Presiden Ukraina yang baru agar menurut kalau tidak maka uangnya tidak dikeluarkan. Kasus ini diketahui dari laporan whistle blower. Dari laporan tersebut orang-orang bisa memperkuat tuduhan yang ada dan kemudian lama-lama bukti-bukti kesaksian penyalahgunaan wewenang Donald Trump menjadi menggunung.

 

Menurut Wimar Witoelar kasus penyalahgunaan wewenang Donald Trump kali ini merupakan kasus yang luar biasa. “Tidak pernah di Amerika Serikat ada orang secara terang-terangan mencoba mempengaruhi pemilihan umum dengan menggunakan bantuan asing,” tuturnya

 

Print article only

0 Comments:

« Home