Articles

Mahasiswa Harus Tanggap Terhadap Perubahan Iklim


16 October 2020

WEBINAR UB

Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan yang diselenggarakan oleh FISIP UB

 

 

 

NEW MALANG POS, MALANG-Era sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.
“Jika ingin mengambil perspektif ada dua masalah sangat penting, yakni jangka pendek terkait nasib kita hari ini dan besok berkaitan dengan adanya Covid-19 yang harus disikapi dengan protokol kesehatan dan ada juga jangka menengah dan panjang,” ungkap Wimar.
Jangka menengah dan panjang yang dimaksud Wimar adalah berkaitan dengan perubahan iklim yang tanpa disadari sudah menimbulkan panas bumi, meningkatkanya badai di laut dan pencairan gunung es. Sehingga kemudian menimbulkan pertanyaan apakah Covid-19 berhubungan dengan perubahan iklim sekarang ini.
Dilanjutkannya memang hubungan tersebut belum dapat dipelajari namun terdapat siklus pandemi dengan durasi 100 tahun atau 50 tahun. Covid-19 mungkin siklus 100 tahun lantaran pandemi terkahir terjadi pada 1918/1920.
Melihat fenomena ini generasi muda saat ini khususnya mahasiswa dapat menyibukkan diri mempelajari dan berdiskusi mengenai perubahan iklim yang terjadi sekarang.
“Tidak usah sibuk demo, demo bagus tetapi sayang sumber daya digunakan untuk demontrasi yang tidak jelas,” tegasnya.
Menurutnya di masa sekarang seharusnya banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh generasin muda. Mahasiswa pun tidak perlu bersusah payah mempelajari secara ilmiah tetapi yang lebih penting adalah mengerti dan menjalankan apa yang sudah dikerjakan orang lain.
Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB dengan menggandeng beberapa instansi seperti Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan Yayasan Perspektif Baru. (lin/jon)
Sumber:
https://newmalangpos.id/2020/10/13/mahasiswa-harus-tanggap-terhadap-perubahan-iklim/

NEW MALANG POS, MALANG-Era sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.

 

 

Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.

 

 

“Jika ingin mengambil perspektif ada dua masalah sangat penting, yakni jangka pendek terkait nasib kita hari ini dan besok berkaitan dengan adanya Covid-19 yang harus disikapi dengan protokol kesehatan dan ada juga jangka menengah dan panjang,” ungkap Wimar.

 

 

Jangka menengah dan panjang yang dimaksud Wimar adalah berkaitan dengan perubahan iklim yang tanpa disadari sudah menimbulkan panas bumi, meningkatkanya badai di laut dan pencairan gunung es. Sehingga kemudian menimbulkan pertanyaan apakah Covid-19 berhubungan dengan perubahan iklim sekarang ini.

 

 

Dilanjutkannya memang hubungan tersebut belum dapat dipelajari namun terdapat siklus pandemi dengan durasi 100 tahun atau 50 tahun. Covid-19 mungkin siklus 100 tahun lantaran pandemi terkahir terjadi pada 1918/1920.

 

 

Melihat fenomena ini generasi muda saat ini khususnya mahasiswa dapat menyibukkan diri mempelajari dan berdiskusi mengenai perubahan iklim yang terjadi sekarang.

 

 

“Tidak usah sibuk demo, demo bagus tetapi sayang sumber daya digunakan untuk demontrasi yang tidak jelas,” tegasnya.

 

 

Menurutnya di masa sekarang seharusnya banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh generasin muda. Mahasiswa pun tidak perlu bersusah payah mempelajari secara ilmiah tetapi yang lebih penting adalah mengerti dan menjalankan apa yang sudah dikerjakan orang lain.

 

 

Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB dengan menggandeng beberapa instansi seperti Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan Yayasan Perspektif Baru. (lin/jon)

 

 

 

Sumber:

 

https://newmalangpos.id/2020/10/13/mahasiswa-harus-tanggap-terhadap-perubahan-iklim/

 

Print article only

0 Comments:

« Home