Articles

'A Book About Nothing', kumpulan tulisan majalah djakarta, ada di toko buku

Perspektif Online
13 August 2006
 Sudah bisa dibeli di toko buku dan juga secara online, buku kumpulan artikel Wimar di majalah djakarta! dengan judul 'A Book About Nothing.' Di toko buku Gramedia, harganya Rp 25 ribu. Berisi 34 artikel, jatuhnya per artikel hanya Rp 735 hehe.. kata pengantarnya gratis:

A Book About Nothing by Wimar Witoelar

Kata pengantar oleh Wimar Witoelar: 
 
Ketika Daniel Ziv, redaktur pendiri majalah DJAKARTA! mengundang saya menulis kolom tetap, saya tidak menduga bahwa dampaknya akan sangat besar. Tentunya besar menurut ukuran saya, bukan ukuran siapa-siapa. Saya tidak tahu apakah majalah DJAKARTA! berdampak pada pembaca, apalagi tulisan saya. Tapi bagi saya, kolom tetap itu menyalurkan banyak keinginan yang tadinya terpendam.
 
Terutama, Daniel memberi saya kenyamanan bahwa kolom itu boleh berisi apa saja, bahkan boleh dalam bahasa apa saja, karena pada awalnya majalah DJAKARTA! dirancang untuk  betah dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Itu bagus sekali, pikir saya. Karena banyak hal yang enak dibahas dalam bahasa Indonesia, tapi ada beberapa jenis topik yang enak dalam bahasa Inggris. Tergantung kebiasaan dan konteks. Misalnya buku saya 'No Regrets' ditulis dalam bahasa Inggris sebab banyak kejadian disitu dipikirkan dalam bahasa Inggris, menghadapi pers internasional dan masyarakat negara lain. Kejadian yang 'bittersweeet' lebih mudah diceriterakan dalam bahasa Inggris, dengan perbendaharaan kata yang sekian kali lebih besar daripada bahasa Indonesia. Memang tidak berkelanjutan, policy untuk menulis kolom dalam dua bahasa ini. Banyak hal lain yang tidak berkelanjutan di majalah DJAKARTA! dalam perjalanannya yang sudah lima tahun pada saat dituangkan tulisan ini. Tapi tidak apa-apa,
 
Rencana dibuat untuk direvisi, jadi tidak jadi soal, majalah DJAKARTA! menjadi apa. Yang menjadi tanggung jawab saya adalah, bahwa majalah ini memberikan kesempatan pada saya untuk tetap bisa menulis dalam karakter tertentu. Karakter yang punya message, walau lembut, faktual, jujur, dan pasti lucu karena kenyataan hidup itu selalu lucu, selama tidak dibungkus dalam "jaim".
 
Jadilah sekumpulan tulisan sedikit-sedikit menjadi banyak selama lima tahun, sekian bulan, sekian minggu. Katanya banyak yang menyukai gaya tulisan begini. Itu terserah pembaca. Yang jelas saya sangat menikmati menulis artikel-artikel kecil ini. Kadang-kadang saya membaca sendiri tulisan lama, dan  tersenyum sendiri sambil lihat kiri kanan. Suatu hal yang lucu dan langsung ditulis, suka teringat kembali waktu kita membacanya kembali setelah sekian lama. Dan topik-topik keganjilan hidup tidak akan terlupakan, sekali kita pernah share dengan publik.
 
Ini bukan 'celetukan segar', bukan 'tulisan mencerahkan,' bukan 'mengobar idealisme'. Kalau memakai kata-kata penulis serial TV 'Seinfeld', this is a book about nothing.
 
 Selamat membaca.
 

 
Untuk testimonial yang disumbangkan dengan sukarela, kami ucapkan terima kasih kepada Daniel Ziv, Fira Basuki, Juwono Sudarsono, Christine Tjhin, Nova Riyanti Yusuf, Martin Manurung, Santi Pudjo, Hani Hasyim, Andy Pribadi, Dian Wirengjurit, Hayatudin Mansur, Anton, Herdiny Wulandari, Denny HS, Ita Sembiring, Ebenezer Sitorus, Hagi Hagoromo, Lila, Ruddy Gobel. Tolong beritahu alamat pengiriman pos ke Wulan. Anda akan menerima buku dengan personal message sebagai tanda apresiasi. Saya bangga mendapat komentar Anda.

Print article only

15 Comments:

  1. From Martin Manurung on 14 August 2006 03:12:28 WIB
    Wah, ada buku lagi. Selamat buat WW! Senang dan bangga juga bisa ikut kasih testimonial. Alamat saya e-mail aja ke WW, ya.. Trims!
  2. From ninit on 14 August 2006 19:25:18 WIB
    congrats ww!
    udah punya bukunya... jadi bacaan yang asik menjelang melahirkan nih :)

    covernya bagus sekali...
    btw, love the cover!
  3. From R Muhammad Mihradi on 15 August 2006 20:06:08 WIB
    WW jadi ikon, produktif, teken tuts, cetak buku dan bagi-bagi hadiah berupa pandangan beda rendah kalori. Enak jadi alternatif, bukunya asik dibaca baik di meja makan atau ketika merenung di toilet (sorry kebiasaan jelek saya yang terakhir). Enggak berat, tapi punya mutu. Keburukannya cuman satu, komentar saya di email kemaren ga lolos seleksi di buku WW. Karena saya narsis, sedih banget. Tapi,guys, saya obyektif,memang mungkin ga terlalu bagus juga dibuat.
    Penggemar WW hingga ke hati
    Apapun bacaannya, bukunya tetap WW
    salam
  4. From Selamat on 16 August 2006 03:08:14 WIB
    Satu buku lagi, Pak Wimar. Selamat! Sukses selalu dengan brand "keriting"-nya.

    Jennie S. Bev
    http://www.jenniesbev.com
  5. From Harison Haris on 16 August 2006 17:07:30 WIB
    Sudah lama saya tidak melewatkan waktu seharian full membaca buku. Beberapa hari yang lalu --selama dua hari-- saya membaca dua buku. Pertama buku 'a book about nothing' yang kedua 'Hell, Yeah'.

    Buku pertama, saya kira, tidak sampai dua jam saya baca karena saya sudah membaca sebagian isinya di majalah Djakarta. Buku kedua, saya baca selama dua hari, karena harus diselingi kegiatan lain [ternyata memang membaca buku seharian itu hal yang 'mewah'].

    Kesimpulan saya, saya suka buku yang pertama karena jelas 'wimar factor'. Alasan lain, saya suka karena judul buku maupun pengarangnya ditulis dengan huruf kecil. Tidak seperti buku lain, yang ditulis dengan huruf besar [baik huruf besar dalam pengertian 'caps lock' maupun ukurannya]. Ini semacam rasa tahu diri dari buku itu yang berpretensi sebagai 'camilan' bukan 'makanan berat'. Meski setelah membaca buku itu saya tidak hanya tersenyum, kadang meringis, kadang takjub, meski kadang sedikit jengkel (ha..ha....terasa sekali kalau beberapa bagian dibuat karena Bung wimar ingin menjalankan 'tertib deadline'].

    Buku kedua saya baca juga karena 'wimar factor'. Kesimpulan saya, setelah membaca buku kedua, Bung wimar memang tipe orang yang terhitung telah membuat sejarah. Tapi barangkali itu tidak terlalu penting. yang lebih penting adalah saat ini Bung wimar tidak menganggur dan telah membuat beberapa orang tidak menganggur.

    Padahal, Bung wimar punya seabrek alasan untuk menganggur. Deposito mungkin sudah cukup. Kesehatan juga mulai rewel (terutama masalah kaki). Dan lain-lain.

    Tapi Bung wimar memutuskan untuk tidak menganggur. Salut!


    salam,
    Harison Haris
  6. From wimar on 16 August 2006 20:29:04 WIB
    wow! comment bung harison sangat kena. mengenai 'tertib deadline', kaki yang rewel, dan keputusan untuk tidak menganggur. segala hal lain menjadi bonus, apalagi apresiasi seperti yang saya dapat dari bung harison, memang, saya tidak punya pretensi lain kecuali berbagi camilan apa adanya. terima kasih yang tulus.
  7. From Harry AP on 21 August 2006 02:24:44 WIB

    Semakin bertambah perspektif saya
  8. From Miftahul Jannah on 24 August 2006 10:43:10 WIB
    Ini dia gaya menulis yang saya suka. Tepat banget, tidak harus berkerut jidat untuk memahaminya.
    Congratulation to pak WW.
  9. From Lina Wijaya on 25 August 2006 19:58:49 WIB
    Saya tidak akan melewatkan untuk membaca buku apa pun yg di tulis P'Wimar,krn bagi saya tulisan2 P'Wimar bs menjadi sumber inspirasi & pembangkit semangat hidup di kala saya sedang demotivasi. Congrats.....
  10. From Nurliati Sari Handini (Olly) on 02 September 2006 21:02:36 WIB
    halo, pak wimar..
    baru pertama kali ini saya baca perspektif.net.
    just bought your books..
    "A Book About Nothing" and your biography by Fira Basuki..
    SUPERB! :-)
    congrats ya, pak..


  11. From elsa on 10 September 2006 15:02:46 WIB
    hai ww,
    Baru selesai nich baca bukunya :) lama ya sejak u gave me.
    Ke selang seling tugas rutin hehehehe..
    A Book of Nothing ibarat buku resep masakan sehari-hari. Gak butuh ingredients yg rumit. Bahan dan bumbu apa aja yg tersedia di dapur kalau sang Koki adlah Koki yg handal maka akan menjadi masakan yang sangat enak dan digemari seluruh penghuni rumah.
    Gak beda dgn a book of nothing,kata2nya sederhana,tentang keadaan sekitar, tentang keseharian manusia dan manusia itu sendiri. Yg paling penting bukan hanya ttg kata-kata tapi sangat bergizi 4 sehat 5 sempurna! :)
    Congrats ya ww..
    btw, semoga cepat sembuh.
    cheers
  12. From Dian Wirengjurit on 11 September 2006 03:06:07 WIB
    Mas Wimar,
    Sorry baru baca berita bahwa bukunya udah terbit. Congrat! Yakin pasti diburu orang-orang yang "sadar" dan "ingin pinter" bahwa hidup itu penuh warna dan kita belajar bisa dari hal-hal yang sederhana.
    Seneng bisa ikut comment dan comment itu dianggap layak muat. Lha anda memang layak dapat comment seperti itu kok.
    Ditunggu kiriman bukunya.
    Salam,
    DW
    Jenewa
  13. From ayu on 13 September 2006 10:33:43 WIB
    Buku yang bagus, empat jempol deh. saya baru baca sekilas dari punya temen.. pingin beli sih tapi kemaren dompet saya hilang di pameran buku jadi ga jadi beli.., kalo dapet gratis ya Alhamdulillah..
    Saya suka sekali, pingin bisa niru bikin artikel serupa, ringan tapi dalam, keren. Selamat buat Pak Wimar, kalau mau ngasih gratis jangan ragu2 ya.. kirim aja ke Pogung Baru F77, Sleman. Tapi kalau ga ada jatah gratisan ya saya tunggu sampai dapat, hehehe.. maksudnya sampe bisa beli sendiri. Terima kasih...
  14. From Santi Pudjo on 21 October 2006 08:01:28 WIB
    Terimakasih atas kiriman bukunya.
    Enak dibaca, makanya nggak sampe sehari buku sudah tamat ...

    Salam,
    Santi,TX.
  15. From Eldo on 15 July 2007 12:25:47 WIB
    kalau begini, anak kuliahan juga pasti jadi rajin baca ya.. haha


    __anakuliahanyangsukabaca__

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home