Articles

Republik Mimpi Terancam Disomasi Pemerintah

detikcom
02 March 2007

Republik Mimpi Terancam Disomasi Menkominfo Sofyan Djalil

Jakarta - Parodi politik yang dikemas dalam acara news dot com telah mendapat tempat di hati pemirsa televisi. Namun acara yang mengusung 'negara' Republik Mimpi yang disiarkan Metro TV itu terancam mendapat somasi.

"Pendidikan politik seperti itu tidak benar, tapi saya tidak bisa melarang. Saya kan mempelajari, jika memungkinkan, kita akan melayangkan somasi," kata Menkominfo Sofyan Djalil.

-

Sampoerna Diisukan Mundur sebagai Sponsor Republik Mimpi

Jakarta - Republik Mimpi sedang menghadapi cobaan. Setelah terancam disomasi Menkomifo Sofyan Djalil, acara parodi politik yang disiarkan Metro TV ini dikabarkan bakal ditinggal sponsor utamanya, HM Sampoerna.

"Saya mendengarnya begitu, tapi jelasnya coba tanyakan ke Effendi Gazali," ujar seorang kru Republik Mimpi yang tak bersedia disebutkan namanya kepada detikcom, Kamis (1/3/2007).

Pengunduran diri Sampoerna sebagai sponsor utama Republik Mimpi berlaku mulai episode minggu depan. Namun belum jelas alasan apa yang membuat Sampoerna mundur sebagai sponsor utama tayangan setiap Minggu malam pukul 21.00 WIB itu.

Pakar komunikasi politik Effendi Gazali merupakan penggagas acara yang dikemas dalam acara news dot com itu. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Effendi belum bisa memberikan keterangan. "Saya sedang meeting," ujarnya.

Masih ingat Republik BBM tahun lalu?

Komentar di bawah seru banget! Baca juga komentar seru di:

Print article only

169 Comments:

  1. From budi on 02 March 2007 10:06:17 WIB
    Jalan terus Om Gazali !!!!
    Ngapain takut Pak Sofyan ???
    tolong dong HM. SAMPURNA : "SUSAH LIHAT ORANG SENANG, SENANG LIHAT ORANG SUSAH" kenapa ????????
  2. From ani on 02 March 2007 10:29:17 WIB
    jangan dihentikan dunk...
    kalo dihentikan, hilanglah satu dari sangat sangat sedikit acara tv yang bermutu...
    apalagi yang bisa ditonton kalo gitu?? :(

    METRO TV, SAMPOERNA...jangan menyerah!

  3. From M Madri on 02 March 2007 10:46:46 WIB
    Kayak jaman harmoko aje... cari kerjaan yang lain donk ... Tapi kalau benar disomasi masih ada anya yang menghadapi anya kenapa....?
  4. From inoeq on 02 March 2007 10:56:59 WIB
    parah negri ini, sampai sampai bermimpi pun dilarang...........

    jangan menyerah untuk kebebasan berpendapat
  5. From Prasetyo on 02 March 2007 11:10:28 WIB
    wah kalo sampai dilarang kayaknya bakal kembali ke jaman batu dulu (ORBA). ngomong politik dikit dilarang2...

    jalan terus republik mimpi!
  6. From Epat on 02 March 2007 11:47:12 WIB
    Sebuah kelakar baru pada Republik Kelakar.....
  7. From Ratih on 02 March 2007 13:03:26 WIB
    Jalan terus pak Effendi Gozali... apa sih yang mau disomasi pak Sofyan? ... apa salah menyuarakan pendapat dengan gaya seperti ini? ... dari pada nonton sinetron yang tidak mendidik ..
  8. From roy on 02 March 2007 13:24:47 WIB
    jalan terus oom ghazali..jangan ikutin suara oom sofyan, sedang cari muka dia, supaya nggak ikut gerbong reshuffle...
    ada2 aja pemerintah itu... persis jaman harmoko!!!
  9. From David on 02 March 2007 13:32:14 WIB
    Namanya juga mimpi yah... Pak Pendy (wapres). So Please deh ahh... Mana Demokrasi ??? Mana Reformasi ??? Kok menyuarakan kebenaran dan ide2 idealisme kok dilarang sih. Ini kan acara parodi2an aja, ngak usah dianggap serius (tapi dipikirin yah hehehe).George Bush diparodiin dengan kebiaasaannya di conference, ngak apa2 tuh. Jadi belajar dong bangsa ini dengan yg gitu2an ... Itu namanya High Tech yah pak Habudi ;P
    Maju terus Pak Pendy, Pak Presiden dan Wapres...
    Kita mendukung..
  10. From febianto on 02 March 2007 14:00:55 WIB
    mungkin setelah suharta (kembarannya suharto) muncul diacara ini, jadi perlu dievaluasi acara BBM ini. Maklum namanya juga orba. :)))
    tks,
  11. From Satya on 02 March 2007 14:12:30 WIB
    hahaha.. betul juga. semua tokoh dilawakin gak apa.
    begitu ada suharto impersonator, langsung disomasi :)
  12. From Ook Nugroho on 02 March 2007 14:18:38 WIB
    Orang lagi mimpi mau disomasi? Yah, mudah2an somasinya juga cuma mimpi ...
  13. From berlin simarmata on 02 March 2007 14:37:14 WIB
    sofyan djalil kok niru-niru harmoko.apakah ini sesuai petunjuk atasan sofyan.kalau ini benar,maka dugaan sby mau meniru-niru gaya suharto,akan menjadi kenyataan,hanya sayang situasi dan kondisi sudah berbeda.sby akan lebih cepat turun,abis mimpi aja dilarang.
  14. From rifan on 02 March 2007 16:29:25 WIB
    sedikit sedikit somasi. sedikit sedikit somasi. somasi koq cuma sedikit? (punten ah sama orang tidak mampu)
  15. From enda on 02 March 2007 16:46:54 WIB
    Somasi itu bagaimana ya maksudnya? Kalau tidak salah artinya pemanggilan kan?

    Yg harus dilawan itu somasi = intimidasi :)
  16. From gambler on 02 March 2007 16:59:08 WIB
    justru acara ini lagi bagus2nya. guspur, habudi, j.kuat, anya (olga kurang bgs). terakhir saya salut, bisa dpt yg mirip bgt dgn yusril dlm waktu yg cepat dimana memang kasusnya lg dibicarakan.

    pak efendi, join pt ngakak aja. tapi yg dicari bukan pelawak , tapi cagub. nyarinya benar2 dr masyarakat umum, spt indonesian idol. nanti kita2 yg nentuin melalui sms.

    OK BROTHER?
  17. From REDI on 02 March 2007 19:19:10 WIB
    OTORITAS MENUJU OTORITER

    Republik Mimpi adalah parodi dahsyat dan cermin bagi semua elite yang ingin disebut demokratis. Sebuah kebodohan hanya karena kita banyak jerawat, jelek dan tidak terawat lalu nampak dicermin kejelekan itu, lalu yang dirusak cerminnya. Sebab, meski cermin berhasil dimusnahkan tapi fakta bahwa wajah kita jelek tadi,tak mungkin hilang. Jadi, buat pemerintahan SBY, kenapa repot ngurusin kritik parodi, bukankah jualannya adalah "kabinet tebar kinerja", dan salah satu program tebar kinerja yang harusnya dijadikan prioritas adalah bagaimana membuka mata dan telinga untuk biasa mendengar kritik dan dijadikan panduan menuju kehidupan lebih baik. Ingat, tuan-tuan penguasa, otoritas yang saudara punya memudahkan tergelincir pada otoriterisme dan rakyat "dengan segala kuasanya" pada akhirnya akan membuang otoriterisme dan kesombongan anda, cepat atau lambat. Belajarlah dari pemerintahan Soeharto yang sudah terlalu sombong dan pongah, namun akhirnya jatuh juga. Tiada yang abadi pada dunia fana ini. Terakhir, pa wimar, saya merasa sudah waktunya oposisi sunyi seperti kita ini diorganisir dan satu ketika menunjukkan sikap untuk menolak pada rezim yang terpeleset menjadi anti demokrasi.
  18. From handika aditya on 02 March 2007 19:24:44 WIB
    ya kalo saya sih gampang aja... kalo pak sofyan bilang pejabat republik mimpi melakukan pendidikan politik yang salah, emangnya dia dan pemerintahnya sudah melakukan pendidikan politik yang benar? kalo misalkan belum, ya ga usah didengerin... kalo dia ngotot mau somasi, ya tinggal disomasi balik... gitu aja koq repot...

  19. From anton on 02 March 2007 21:11:45 WIB
    Ide Republik Mimpi harus jalan terus, yang dicekal sih harusnya si Effendy Ghazali, dosen yang udah lupa menempuh 'jalan intelektual'. Apalagi kalo lawakannya menggoda Olga Lidya, seperti gak pantas!!! dilakukan seorang dosen..

    Republik Mimpi sebagai acaranya Effendi Ghazali memang pantas bubar!! tetapi sebagai idea dan alat kritik saya pikir harus dicari formatnya, bagaimanapun nama besar Butet Kertarajasa dan juga eks Wapres Republik Mimpi Keliek Pelipur Lara harus kita hormati...

    ANTON

    PS: Dik Pendi...kalo mau jadi pelawak ya pelawak aja!!, kalo mau jadi intelektual yang intelektual yang benar, jalan hidup intelektual tidaklah bisa disambi apa lagi dicampur adukkan dengan pelawak gak lucu seperti anda...

    BTW Wimar's team bagaimana udah ketemu format acara yang bagus buat Wimar?
  20. From Satya on 02 March 2007 21:39:10 WIB
    hey, orang kolot, kalo ga suka pindah channel aja, atau sekalian bikin acara sendiri. jangan disomasi dicabut dicekal. hormati kebebasan.
  21. From tanti on 02 March 2007 21:47:24 WIB
    owalaah...
    mohon maap nih saya ngopi kata-katanya gus pur:
    GITU AJA KOK REPOT!!!

    Saya itu ya ndak ngerti2 banget maksudnya om sofyan mensomasi om efendi.

    Lha wong perasaan saya acara itu cuma menyampaikan kritik bagi pemerintah kita. Dan juga, mengandai2kan semua mantan petinggi dan petinggi negara ini duduk berdampingan. Bukankah itu indah?

    Kalo sampe hari ini kritik aja disomasi, apa gunanya reformasi?

    Saya kasi tau, nih. Satu2nya acara 'intelek' yang bisa dinikmati sama orang gak intelek sekalipun ya cuman ini.

    Satu lagi, kalo ndak salah, setiap akhir acara om efendi selalu minta maaf kalo ada yang gak pantes. Nah om sofyan, dimaapin gak???
  22. From ono on 02 March 2007 21:58:31 WIB
    Republik mimpi semakin maju, damai hingga makmur seperti impian rakyatnya dan Negara Tetangga kebalikannya, bencana dimana-mana apalagi koruptor tak terkendali.
  23. From donzy on 02 March 2007 21:58:51 WIB
    wah kayaknya jaman orde baru udah mulai keliatan lagi nech. dimana kebebasan pers?apa harus dicabut atw di "PERBAHARUI" menjadi "sedikit kebebasan" pers?seharusnya acara yg begitu diperbanyak supaya "kaum" legislatif n exekutif yg dari rakyat bisa lebih banyak Introspeksi diri.
  24. From Max on 03 March 2007 00:56:52 WIB
    Tuan Ghazali teruss majuu donk.
    Biar diangkat rame2 kalo mo di somasi.
    ntar yang somasi PASTI kelabakan sendiri.(Musti Percaya)

    Pantang Mundur Terus Maju ................. Maz Ghozali.
    Pantat Mundur Perut Maju ......buat yang Somasi hehehehee.

    Ntar Pak Mentri Namanya Jadi Sofyan "JAIL" Lhoooo.


  25. From Lia on 03 March 2007 02:01:50 WIB
    pak sofyan, sebuah negara yang baik adalah negara yang tahu akan kemampuan dirinya, bangga akan kemampuan tersebut, tetapi tidak kehilangan kemampuan untuk mentertawakan diri sendiri dengan berkaca pada kritik sosial dan semata2 hiburan

    republik mimpi ini salah satu acara yang bagus, daripada menonton sinetron yang memperbodoh bangsa? bangsa indonesia sudah bodoh ya makin bodoh kalau nonton sinetron. seharusnya sinetron yang mendapat perhatian lebih
  26. From wimar on 03 March 2007 04:52:58 WIB
    Patut diingat bahwa jurubicara Presiden Andi Mallarangeng pernah muncul di acara itu dan sangat enjoy himself. Saya pengen diundang malah ada palsunya pakai wig kribo dan baju kotak-kotak haha.. Secara pribadi dia katakan kepada saya bahwa SBY tidak keberatan dibuat parodi, ketawa aja. Aneh juga mendengar Sofyan Djalil tahu2 bikin somasi. Silakan di analisa, atau cari keterangan dibalik berita hehe....

    Yang jelas Gus Dur sih nggak keberatan dirinya diparodi tiap minggu ... "gitu aja repot?" haha
  27. From Ambar Wahyudi on 03 March 2007 14:11:29 WIB
    Somasi?

    Gus Pur: " Gitu aja kok repot?", Wong acaranya bikin seneng rakyat kok pemerintahnya pada bingung?? kalau saya sih gampang aja!, yang perlu disomasi itu sebenernya Menkominfo republik tetangga, Dapurnya orang lain kok diurusi??????


    Habudi: "Well,well,well! Somasi? Itu namanya nggak HIGH TECH!!!!, Orang yang HIGH TECH mau menerima kritikan dan saran."


    Jarwo Kwat: " Dik Pendi tolong Republik BBM ini jangan dibubarkan, nanti saya ngga bisa ketemu dik Olga lagi? jadi plis deh dik Pendi!!"


    Si Butet Yogya: " Tenang saudara wakil presiden, saya berjanji akan tetap memimpin repubilk BBM ini, walaupun bumi berguncang."

    Jarwo Kwat: " All Right Brother!!!, Tapi Sumpeh Lo???


    maju terus Republik BBM!!!!Buat yang ngasih somasi dari republik tetangga jangan cuma baru bisa mimpi!!!Sebaiknya tanya kenapa pada diri anda!!!



  28. From JQ Wang on 03 March 2007 15:15:24 WIB
    Mbak Tanti,
    Ojo ngopi ngopi loh ntar di Somasi ama gus Pur. Hahahha

    Maju terus Mr. Ghazali, Kalo ga ada ente ga seru.....

    Bagaimana kalo Anda mengundang beliau ke Republik Anda, pasti akan lebih seru...

    Pokok e.. harus maju terus...
  29. From mas bejo on 03 March 2007 17:03:43 WIB
    Republik Mimpi adalah ibarat sebuah cermin biar para elite2 politik lebih bisa bercermin untuk melihat dimana saja kekurangan mereka. Tujuannya : Biar negara kita bisa lebih maju.
    Kalau disuruh bercermin aja merasa tersinggung dan tetap nggak mau memperbaiki kekurangan mereka, berarti KITA NGGAK MAU MAJU...!
  30. From sukma_adi on 03 March 2007 20:46:56 WIB
    gus dur aja yang dimiripin ama gus pur ga marah tuh...denger2 udeh nyiapin balabantuan pengacara buat belain republik mimpi...cariin dong yang mukanya mirip menkominfo itu biar kita hadirin di republik mimpi..setuju g?
  31. From gubrak on 03 March 2007 20:49:39 WIB
    kalo sebagai alat kritik sih g malah setuju disomasi... sah2 aja kan??? wai not gitu loh... nah pada waktunya kita liat apa argumen yg digunakan..
    santai aja lageeee..anggap kritik bales kritik... (drpd ngupah pejabat kagak kerja ya mending mereka sibuk nyiapin materi somasinya... ya gak ya gak)

    nah, sekalian uji tahan banting dg (program) pendahulunya di indosiar.. baru ketemu M(t)JK langsung "putar kemudi" alias ngaciiiiir

    kalo soal sampurna, g rasa ada sekitar 30-40% perokok yg make produk sampurna seperti a-mild... nah saatnya kalo elu2 pade kagak setuju republik mempi ilang karena ditinggalin sponsor utama... bales aje... mogok make a-mild dls... bagemana????

    tanya kenapa???

    lagi pula capek jg nonton program yg kebyakan sponsornya... yah ex: repblik mimpi, (maaf oom ww) apalagi yg ada wewel iwel maksudnya gubernur kita... c spasi d.... cape d

  32. From BOHEMIAN on 04 March 2007 11:08:28 WIB
    Kapan bangsa ini bisa jadi pinter yach?,
    Dikritik gak mau kalo mengkritik seperti omongannya kemana2.
    ach,...memang susah jadi manusia?.
    mungkin juga pak sofyan ngiri kembarannya gak di tampilin di acara itu.
  33. From willy on 04 March 2007 16:06:12 WIB
    Somasi aja kalo berani!!
    Emangnya ada apa dengan acara itu?
    merasa terbongkar ya boroknya?
    Kacian deh lu hahaha

    Apakah rakyat tidak boleh bermimpi?


  34. From Michael on 04 March 2007 16:10:04 WIB
    Kalau pemerintahnya memerintah dengan bener, acara ini enggak akan ditonton rakyat. Jadi Mr SBY and the gank tolong tonton terus acara ini dan kalau sampai acara ini kehilangan sponsor tolong minta sponsor dari anggota DPRD saja.
  35. From nonot on 05 March 2007 00:39:09 WIB
    Saya penonton setia Rep Mimpi, Wimar's World & Gubernur Kita serta sesekali 4 Mata Tukul. Komen2 di atas so great, except orang yang namanya Anton itu rasanya menulis tidak berbudaya ya? Apa pun yang dilakukan Ghozali semua salah & jelek di mata Anton!!

    Saya tidak kenal Ghozali scr pribadi. Tapi kalau sy browsing pasti dapat di atas seratus kali karyanya di jurnal internasional dan nasional, bahkan dia mhsw PhD Indonesia pertama yg dpt AWARD dari ICA: International Communication Association. Ia jg salah satu aktor pergerakan mahasiswa 1998 di tingkat Pasca bersama Fadjroel Rachman, Laode Ida dll (sy jg browsing setelah agak curious melihat serangan Anton). Lalu sebagai pembanding apa yang DIHASILKAN Anton? he he he nilai sendiri deh

    Kalau Anton penggemar atau Staf Kelik & Tukul, silahkan saja, tapi apa manfaatnya menghina orang membabi buta? atau Anton iri ya tidak bisa dekat dengan olga & Anya? Wong Olga & Anya di TV tampak bahagia saling goda dengan Ghozali?

    Untuk Om Wimar yg sy hormati, sy tahu situs ini sangat demokratis, tp apa atau krn itu mesti kt jaga jg bersama reputasi situs ini dari kalimat2 yg tidak berbudaya (mgkn kurang berbudaya-lah), yang dilontarkan berkali-kali tanpa alasan jelas, sehingga terkesan ada dendam kesumat atau orang suruhan.

    Benar juga asumsi para pakar internet: without ethics,it will never serve us as the public sphere...nothing more than rubbish. In any case, tetap sukses Anton! apalagi sukses Om Wimar! Sukses Rep Mimpi, Wimar's World, Gub kita, 4 Mata jg!
  36. From awet on 05 March 2007 05:22:07 WIB
    1. HM. Sampoerna sudah dapat target yang diinginkan.
    2. Pemerintah merasa perlu bahkan "sangat" untuk menjaga kekuasaannya (bukan kedaulatan).
    3. Pengelola tayangan (stasiun televisi) dipaksa untuk satu tim dengan pemerintahan.
    4. Republik Mimpi sudah mendapatkan "derajat" tingginya.
  37. From franova herdiyanto on 05 March 2007 09:09:35 WIB
    waduh...
    ada apa to iki...
    wong berpendapat aja udah dilarang-larang lagi..
    mimpi aja nggak boleh..

    apa yang di atas sana tersinggung?
    kalo tersinggung berarti beneran dong yang disinggungin..

    maju terus buat pak Effendi....
    maslah sponsor pasti akan ada sponsor penggantinya..
  38. From jon on 05 March 2007 13:58:13 WIB
    Wah komentarnya beragam sekali menurut g sih acara rep mimpi bagus jadi kita pada tau karakter pemimpim kita seperti sofyan jalil yg nggak mau di kritik. sepertinya beliau cari kesibukan supaya tidak ikut di reshuffle.menurut g sich beliau pantas di reshuffle soalnya selama ini belum jelas hasil kerjanya.
  39. From Abduh on 05 March 2007 16:09:49 WIB
    Saya salah SANGKA. pak Sofyan Djalil berasal dari partai yg saya hormati. Partai yg dikenal jujur. Ternyata begitu masuk jadi pejabat perilakunya TIDAK BEDA dengan budaya Orba: budaya korup, budaya menindas. Mohon kepada partai tempat menkominfo bernaung introspeksi. Ternyata di tubuh partai Anda masih ada kader yg berakhlak minor. Saatnya partai Anda menyeleksi kembali perilaku kader2 papan atas supaya tidak terjadi lagi Sofyan Djahil eh... Djalil jilid II. Wassalam
  40. From gauss on 05 March 2007 18:02:38 WIB
    Buat saya sih gampang aj.........., gaya orba kok ya masih dilestarikan????pendidikan politik yang salah???Orang Gus Dur aja nggak marah malah ngedukung kok. Ayo Gus gue dukung seandainya Gus Dur ikut balik bikin somasi. Emang ornag-orang pemerintah sekarang cepet panas kuping!!!!
  41. From Hael on 05 March 2007 18:05:56 WIB
    pada kenyataannya untuk merebut kebebasan pun memang dibutuhkan perang, kalau memang perlu yah jalankanlahhh, hidup dan mati apa bedanya?, sudah salah satu sifat dunia yaitu perlu saring berebut unttuk memuaskan hati masing2, the good and the bad siapa yang menang dan kalah di dunia ini?. Jadi teruskan perjuanganmu, maka kematian yang kita peroleh bukan suatu kekonyolan melainkan penghargaan yang bernilai yang bisa selalu kita bawa didalam kedamain. Bayangkan padahal kita mau hidup yang damai dan jujur, mengapa harus ada yang tidak suka?
  42. From gubrak on 05 March 2007 18:42:49 WIB
    parodi politik.... itu kunci jawabnnya..
    seperti yg gus dur selalu blg: gitu aja kok repot..
  43. From Benny on 05 March 2007 19:50:19 WIB
    Gitu aja koq repot..!!
    Bung Sofyan itu kan lagi sibuk nyari-nyari kerjaan, padahal kerjaanya aja belum beres.
    Coba jaringan internet Indonesia diperbaharui dulu, tambah kencang, stabil, penyebaran merata dari Sabang sampai Merauke.
    Coba jaringan telepon seluler milik rekan kerjanya yg menteri juga diperbaharui, masak di kota besar saja masih ada putus nyambung :(
    Itu kan pekerjaan menkominfo..!?
    Setelah itu barulah sibuk menyusun somasi.

    Maju terus Republik Mimpi, salah satu acara tv yang menurut saya intelek, menghibur dan mendidik!!
  44. From De Truth on 05 March 2007 20:07:07 WIB
    Pejabat kalo ngomong selalu:
    Kita kan negara demokrasi.
    Kita kan negara hukum.
    Kita menghargai kebebasan pers.
    Tapiiii, buktinya manaaaaaaa ???????
  45. From muradief on 06 March 2007 08:31:53 WIB
    Somasi ini tidak SIGNIFIKAN DAN RELEVAN.

    Gimana sebagai kelanjutan News Dot Com 'Strikes Back' tampilin aja orang yang mirip Sofyan Djalil, kerjain habis2an disana. Sumpeh Lo...seru banget kaya'nya.
  46. From joel on 06 March 2007 11:26:36 WIB
    masih banyak persoalan buat pemerintah, misalnya Lapindo, KKN Soeharto, RUU APP, dst. jangan bersikap otoriter terhadap yg lemah tapi tutup mata terhadap yg kuat mis: pembalakan hutan dan airlines yg terus menelan korban.
    parodi adalah salah satu kontrol sosial dan sarana utk melontarkan kritik dari kondisi nyata masyarakat. pemerintah harus koreksi diri kalau setiap mingu banyak sekali bahan utk dijadikan parodi.
    saya himbau bung Sofyan Jalil , bersikap lebih arif, dewasa dan bijak lah. Saya malu melihat sikap anda ini, sudah tidak ada prestasi, masih ingin mengganggu milik masyarakat.
  47. From ramon on 06 March 2007 11:41:39 WIB
    Saya bukan penonton setia republik mimpi, cuma sesekali aja. Tapi saya salut sama konsep acara itu yang bisa menampilkan informasi, komedi, kritik, dan hiburan dalam satu paket acara.
    Lantas apanya yang harus disomasi ? Apa menkominfo takut kalau SBY-JK (yang asli) akan dikudeta karena masyarakat nonton republik mimpi ? Saya yakin banyak orang yang penasaran sama argumennya menkominfo. Mudah2an beliau berani tampil di acaranya pak wimar rabu besok.
    Kalau menkominfo mau ngurusin acara tivi, seharusnya yang disomasi itu tv swasta dan ph yang bikin banyak sekali sinetron dan infotaimen yang nggak mutu dan melecehkan akal sehat. Acara2x itu sangat mendominasi dan sangat berpotensi membodohkan masyarakat, mulai dari anak tk sampai kakek nenek.
    Saya usul, gimana kalau komunitas perspektif bikin petisi ke menkominfo supaya mensomasi sinteron dan infotaimen ? Pak Wimar mau kan jadi juru bicaranya ?
  48. From kasno on 06 March 2007 17:27:58 WIB
    Wah...dapat ide baru tuch...somasi-nya Pak Sofyan di Parodi-kan saja...siapa tau bisa "bagi-bagi" sama Pak Sofyan...
  49. From Alif Reza on 07 March 2007 03:08:50 WIB
    Susah mau ngomongnya. Tapi negeri ini memang lucu kok.

    Contohnya, sinetron yang memang bercerita tentang kehidupan mimpi atau khayalan saja dengan skenario-skenario yang kurang mendidik tidak diutak-atik karena tidak melewati batas politik.

    Kalau memang seperti itu caranya, saya dapat memberikan masukan, siapa tahu dapat menjadi solusi.
    1. Naikkan Soeharto menjadi presiden RI kembali. Bebas bencana alam, harga BBM stabil. Ehm, saya jadi wakilnya lho.
    2. Hidupkan Departemen Penerangan. Sekalian bredel yang tdak disukai pemerintah.
    3. Tutup saja semua stasiun TV. Beres.
    4. Apa saja yang dilakukan pemerinta supaya nggak ada bencana alam (mundur kek) atau ngapain kek. Alam sudah menolak Anda.
  50. From samtaha on 07 March 2007 10:23:36 WIB
    kebetulan sempat nonton parodi politik ini pada hari MInggu 4 Maret 2007 lebih kurangnya Effendy Gozali dan rekan lainnya sangat gencar menyuarakan akan disomasi dan menyatakan bahwa orang tertentu belum siap demokrasi.................padahal kalau Effendy Gozali tidak bersedia disomasi juga merupakan bentuk belum siap demokrasi kan....hehehehehehehe.........ngomong2 kalau acara Republik ato Kerajaan BBM hanya berada diseputar olok2 yang klise dan cenderung ber-ulang2 saya pikir sangat wajar kalau menurut lembaga rating Nielsen (???) hanya ditonton 60.000 orang di 10 kota besar...........rada2 bosan gituh loh. Mungkin karena tampilnya setiap minggu coba dibuat 1 bulan sekali kan kesegarnnya jadi lebih terasa.

    salam,
    Samuel Maas Taha
  51. From anton on 07 March 2007 16:02:49 WIB
    Republik Mimpi Memang Layak Disomasi

    Mimpi bagi manusia adalah gerakan alam bawah sadar, dimana kemudian hal-hal yang ditekan ke dalam benak manusia dan kemudian terkunci rapat seperti : keinginan yang tak terpenuhi, keinginan yang tidak disadari ataupun ketakutan-ketakutan yang berusaha disembunyikan semuanya bermunculan ketika kesadaran kita terlelap, begitulah sebagian cara mimpi bekerja.

    Dan mimpi bukan saja harus diartikan sebagai onderbouwnya tidur, sebagai Bloessem-nya tidur..sebagainya bunganya tidur, tapi mimpi juga bisa diartiken sebagai bagaimana melihat masa depan, bagaimana membebaskan kita dari jebakan kekinian. Dan yang paling agung dari fungsi mimpi adalah sebagai ‘gambaran jelas’ sejelas-jelasnya yang tercetak dikepala dengan bantuan imajinasi kita, “bagaimana membentuk masa depan”.

    Republik Mimpi sebagai format acara pada awalnya menampilkan gagasan paling cerdas yang pernah ada untuk luncuran program-program Stasiun TV Lokal, inti dari jalan cerita Republik Mimpi (dulunya Republik BBM) adalah memparodikan ‘penyelenggara pemerintah’. Seingat saya diawal-awal penayangan Republik BBM di Indosiar menggebrak alam pikir manusia Indonesia dengan mengangkat perseteruan antara Jusuf Kalla yang digambarkan memiliki karakter pemarah, dengan seorang Profesor pendidikan hanya gara-gara secarik puisi yang menggambarkan bagaimana kere-nya dunia pendidikan kita yang sekolahnya tak lebih layak dari kandang ayam. Lalu acara ini bergulir dengan cepat dan memiliki akumulasi pencerahan luar biasa, penampilan Republik BBM tidak bisa tidak sangat didukung oleh lawakan cerdas Keliek Pelipur Lara yang berlagak memerankan Jusuf Kalla dan dikenal sebagai Ucup Keliek. Dalam sebuah penayangan yang menghadirkan Wimar Witoelar sebagai panelis ada komentar ‘Presidennya kalah pinter sama Wapres’ kalimat bersayap Wimar ini tidak jelas, apakah yang dimaksud SBY kalah pinter sama JK atau lawakan Taufik Savalas kalah lucu sama Ucup Keliek, tapi yang jelas dalam program Republik BBM lawakan Ucup Keliek menyemburkan aura penuh – dan aura ini tidak muncul lagi pada program tayang Keliek Pelipur Lara “asal Plesetan” di ANTEVE yang lawakannya 100% jayus – Keberhasilan Ucup Keliek memparodikan karakter JK inilah yang menyedot penuh perhatian pemirsa TV terhadap talkshow gagasan Effendi Ghazali, namun perlu diingat pembawa acaranya memang Denny Chandra P Project yang pinter dan terkesan ‘anak sekolahan’ dengan dukungan pemain pendukung yang juga dikatakan cerdas dalam mengisi komedi seperti : Taufik Savalas, Cak Lontong, Abel, dan kadang2 Joe P Project ikut serta. Komplitlah komedi ini menjadi segar dengan memiliki ‘warna kebersamaan’ yang kuat dan tidak didominir oleh satu orang saja. Entahlah, kemudian orang2 yang berhasil menggolkan Republik BBM sebagai format acara paling cerdas menjadi tercerai berai, kecurigaan saya malah ada unsur konspirasi dari luar untuk menghantam Republik BBM di Indosiar, sebagai asumsi mungkin saja JK menyuruh group Bakrie untuk mencekal secara halus Ucup Keliek dengan memboyong alias bedol desa teman-temannya Ucup Keliek dibawa ke ANTEVE oleh Helmy Yahya, Keliek yang sebagai orang Jawa dimana sangat menghargai komunitas yang membesarkannya, memilih membela nasib teman-temannya dengan ‘nderek’ Helmy Yahya dan meninggalkan acara Republik BBM, dan sebelumnya ada acara pisah ranjang antara Istana BBM format lanjutan Republik BBM Indosiar dengan Republik Mimpi yang pindah ke Metro TV. Ucup Keliek sempat mengikuti beberapa episode pada format Republik Mimpi Metro TV bahkan di awal-awal kepindahan Republik Mimpi ke Metro TV pasca piala dunia FIFA 2006, Republik Mimpi mencapai kulminasi-nya sebagai acara yang diakui memiliki bobot imajinatif luar biasa terhadap kaum penyelenggara pemerintah, mungkin sebagai Pseudo-Goverment, hal ini terlihat mana kala seorang ibu pedagang parcel menangis ketika dagangannya dihantam aturan KPK, dan salah seorang petinggi KPK membentak anak seorang menteri yang menjadi ketua Asosiasi Pedagang Parcel untuk tidak menyelanya bicara. Dan mereka sebagai rakyat benar-benar tanpa bisa membedakan wajah Butet Kertarajasa atau SBY, menyebut Butet sebagai “Bapak Presiden’ sekilas makna eksistensi personal SBY masuk ke dalam wajah Butet.

    Sepeninggal Ucup Keliek, peran Butet Kertarajasa semakin mendominasi, seniman Yogya jebolan teater Gandrik yang top di tahun 80-an ini memainkan parodikal SBY lebih sempurna dari Taufik Savalas dengan mimik muka dan gesture tubuhnya. Tapi sayangnya seniman yang sudah membuat ‘statement’ untuk mau berkolaborasi dengan Kapitalisme Industri Hiburan dengan segala degradasi-nya dan menuduh kawan-kawannya yang nyeni di Yogya sebagai kaum egois yang tak mau dengar tangisan anak-istri, tidak lagi memancarkan aura seorang seniman besar, aura dimana sering saya lihat ketika dia manggung, atau ketika ingatan saya melayang ke masa kecil saat menonton dirinya di TVRI tahun 80-an memainkan peran di teater Gandrik bersama Den Baguse Ngasmo atau memainkan peran dengan mimik meyakinkan dalam sinetron bermutu yang berjudul ‘Citraksa-Citraksi’. Di Republik Mimpi Butet jarang melontarkan lawakan cerdas yang memiliki kadar perenungan dalam, lontaran-lontaran komentar tak lebih daripada humor dangkal yang plesetannya kalah menarik ketimbang Keliek Pelipur Lara, ucapannya yang bermutu seperti ‘Ketika anda menderita, maka anda mempertahankan status sebagai rakyat’ tidak lagi keluar karena lawan mainnya di republik Mimpi amat amat amat tidak bermutu.

    Kehancuran Republik Mimpi semakin sempurna ketika Effendi Ghazali menjatuhkan pilihan pada pelawak Jarwo eks- satu group Komeng, Jarwo yang memang sejak di awal karier sebagai pelawak di era 90-an sering memerankan tokoh aki-aki yang keras kepala di plot oleh Effendi Ghazali sebagai pengganti Keliek Pelipur Lara setelah sebelumnya ada JQ yang tidak jelas mau ganti Ucup Keliek atau cuma jadi figuran. Hadirnya Jarwo yang dinamai Jarwo Kwat untuk bisa disingkat JK bukannya menghidupkan kembali karakterisasi JK ala Ucup Keliek yang legendaris tapi malah memerosotkannya menjadi karakter JK yang bodoh, keras kepala, dan berlebihan melontarkan lawakan-lawakan separuh cabul untuk sekedar menawarkan tawa pada penonton. Kematian karakter Ucup Keliek diperparah dengan semangat mendikte Effendi Ghazali yang semakin cerewet dan terlihat mengatur skenario dengan vulgar. Karakter-karakter Republik Mimpi mirip boneka yang membaca skenario seperti anak SD ketimbang karakter-karakter Republik BBM era Indosiar atau Republik Mimpi era Ucup Keliek yang spontan, genius dan menggelitik tanpa adanya paksaan skenario dari Effendi Ghazali.

    Menjadi diktator dalam acara ini Effendi Ghazali membuat keputusan tangan besi dengan memperhebat munculnya pemain-pemain mirip tokoh. Diawali dengan kedatangan orang mirip Gus Dur yang di plot menjadi Gus Pur dan sangat persis sekali dengan karakter Gus Dur yang cuek, lalu kejutan adalah munculnya Megakarti yang harus diakui sekilas sangat mirip dengan wajah Megawati, Habudi pemain lama pemeran Habibie dimainkan dan puncaknya didatangkan orang yang sangat-sangat mirip Suharto. Secara fisikal pemeran-pemeran mirip rupa ini berhasil sangat baik untuk bertindak persis tokoh, tapi gagal total dalam menghidupkan karakter yang mampu memiliki daya tarik tersendiri dan tidak terjebak wacana skenario, Ucup Keliek adalah pelawak yang mampu meng-karakterisasikan karakter JK, namun tidak melepaskan kepribadian dia sebagai pelawak sehingga muncul person yang berjarak antara Jusuf Kalla dengan Ucup Keliek, person ini bisa tubrukan dan bisa saja beriringan namun karakternya benar-benar hidup, contoh saja lawakan spontan Keliek tentang teori belalang mendengar dengan kakinya bukan telinga saat ia menanggapi teori cerdas kelompok ilmiah remaja “Saya dulu waktu kecil mengadakan percobaan” cetus Ucup Keliek
    “percobaan apa Pak Wapres?” sambar Effendi
    “Kalau belalang itu mendengar dengan kaki, bukan melalui kuping”
    “oh, bagaimana bisa?” kejar Effendy
    “begini belalang saya taruh di meja kemudian saya gebrak meja sambil menyuruh belalang itu melompat, dan kontan belalang itu melompat...lalu saya patahkan semua kakinya, dan saya suruh melompat sambil menggebrak meja tapi dia tidak mendengar ucapan saya dan tidak melompat, ini berarti pendengaran belalang ada di kaki bukan di kupingnya”
    Spontan saja seluruh penonton tertawa ngakak habis-habisan, inilah yang disebut kenaifan cerdas. Dan gaya lawakan itu tidak lagi kita temukan pada karakter-karakter tokoh Republik Mimpi lainnya termasuk karakter Iwel wel yang agak diberi ruang improvisasi oleh sang diktator Effendi Ghazali.

    Karakter-karakter ciptaan Effendi Ghazali sangat brutal membunuh karakter pemimpin-pemimpin Indonesia dengan cara yang sangat vulgar dan sadis. Karakter Gus Dur agak terselamatkan dalam hal ini karena memang karakter Gus Dur yang cuek dan agak tidak pedulian, disamping ‘seakan-akan’ Effendi Ghazali takut dengan penjiplakan Gus Dur ini lalu sering menghadirkan Gus Mis, tokoh yang sering dipromosikan Effendi Ghazali sebagai tokoh muda intelektual NU sebagai bumper bila terjadi ketidakpuasan (seperti pernah dialami Mi’ing Bagito yang diprotes pendukung Gus Dur). Namun yang paling parah pembunuhan karakter secara olok-olok pada JK dan Megawati, lawakan Jarwo Kwat yang gagal, mengulang kata-kata tak ada isinya seperti ‘relevan dan signifikan’ dan sepertinya diajari oleh si Dosen Pintar Effendy Ghazali membuat kesan bahwa JK adalah tokoh keras kepala, dan tidak punya otak. Sementara Karakter Megakarti dibuat seperti sebodoh mungkin, hanya bicara satu lapis kalimat “itulah kalau Presidennya laki-laki” secara tak sengaja Effendy Ghazali melecehkan kesetaraan gender dengan mempertajam perbedaan antara kepemimpinan laki-laki dan perempuan, bukan masalah substansi yaitu kualitas kepemimpinannya. Dan karakter Megakarti mensimplifikasikan sikap Megawati yang memilih politik tanpa banyak bicara, lalu sikap tidak banyak bicara dikesankan sebagai ‘bodoh’ seperti halnya banyak dari kalangan masyarakat Indonesia mencap Mega Presiden yang ‘bodoh’ tidak seperti Bapaknya hanya karena dia bersikap diam. Effendy Ghazali bersikap sangat tidak bijaksana dengan menilai sikap diam Mega sebagai sikap bodoh, tanpa melihat historis Mega yang terjun langsung ke dunia politik sejak tahun 1986, sebagai satu-satunya tokoh yang menyatakan diri secara terang-terangan berhadapan dengan Suharto di tahun 1993 disaat semua pemimpin politik membebek pada Suharto, dan bertahan tidak ikut dalam jebakan politik 1999 agar reformasi tidak berubah menjadi revolusi berdarah-darah. Megawati yang muncul dibawah tekanan politik sangat kuat kemudian memperbaiki/memulihkan ekonomi Indonesia pelan-pelan sama sekali tidak dimunculkan dalam karakter Megakarti, seakan-akan dalam pandagan Effendy Ghazali, Megawati hanyalah batu sunyi dalam deburan gelombang perang.

    Tokoh Suharto di Republik Mimpi malah tidak membunuh karakter Suharto, yang memang sedang rusak-rusaknya. Justru malah mengingatkan sebagian rakyat Indonesia yang agak rindu pada penampilannya, dan dengan sedikit menjiplak dari buku R.E Elson tentang Biografi Politik Suharto tentang bagaimana Suharto hanya ingat Tapos, dan ini diparodikan menjadi Tapol, dan lain sebagainya.

    Semakin tidak jelas arah didikan politik Republik Mimpi, lalu merosotnya rating yang kemudian dituding oleh Effendy Ghazali sebagai alat konspirator kapitalis untuk mendakwa popularitas Republik Mimpi dan semangkin tidak bedanya antara acara Republik Mimpi dengan Acara “asal” yang pernah dibawakan Taufik Savalas di SCTV yang membawa kepada pembunuhan karakter, maka layak saja republik ini disomasi.

    Dan bagi penggemar fanatik Republik Mimpi yang tanpa sadar bahwa acara Republik Mimpi pewaris Republik BBM sudah dikudeta oleh sang Perdana Menteri Effendy Ghazali dengan selubung jubah ‘Penasihat Senior Politik’ maka mereka cenderung marah ketika ada somasi dari pemerintah, ingatan mereka lantas kepada jamannya Harmoko yang punya kewenangan untuk mencabut SIUPP sebagai alat Pangkopkamtib, padahal somasi dalam definisi demokrasi adalah sangat wajar sebagai bentuk alat komunikasi yang sejajar antara wilayah pemerintah dan wilayah masyarakat. Ataukah karena kita juga tidak sadar atau membutakan diri secara fanatis dengan melabelkan Republik Mimpi sebagai unsur demokratisasi sehingga anti kritik, dan lawan dari republik Mimpi disana adalah penganggu demokrasi sehingga ketika ada martabat dan hak-hak yang musti dihormati lalu mereka gugat kita anggap itu sebagai bentuk kemarahan yang anti kritik, padahal siapa yang anti kritik disini, Effendy Ghazali yang mendakwa AC Nielsen yang ratingnya mengkritisi popularitas Republik Mimpi atau Pihak yang martabatnya dan karakternya dibunuh secara brutal? , sehingga jangan disalahkan bila nanti di tahun 2009 orang melihat gambar Jusuf Kalla lantas sekilas muncul bayangan Jarwo Kwat yang keras kepala dan na’if itu atau Ibu Megakarti yang dikesankan dungu dan tidak banyak bicara. Maka adalah hak bagi kelompok yang dirugikan untuk mensomasi dan ini adalah wajar dalam jalannya Demokrasi Kita.

    Republik Mimpi yang sedang mengarah kepada mimpi buruk memang harus segera dibangunkan...


    ANTON

  52. From noni on 07 March 2007 19:39:52 WIB
    udah tutup aja, lagian kan memang udah ga lucu...
  53. From Ery Mulyadi on 07 March 2007 22:11:55 WIB
    Acara Republik Mimpi Bagus Mohon diteruskan
  54. From Riza on 07 March 2007 22:13:40 WIB
    menurut saya sih mending ditutup aja. tidak tralu banyak manfaatnya. orang kita terlu banyak mengkritik dan selalu memandang suatu subyek adalah hal yg lucu. coba dong tidak sekedar beri guyonan dan sentilan2..tp beri juga solusi yg beragumentasi ilmiah. undang pakar dan para ahli yg kompeten. dalam koridor yg segar/humoris? sah2 saja kok..

  55. From devi on 07 March 2007 22:33:53 WIB
    Coba para petinggi negara tercinta ini berbuatlah sesuatu yang berguna untuk SELURUH rakyat Indonesia, bukan cuma untuk membela & mendengarkan segelintir kelompok yang jadi panas dingin dengan tayangan acara Republik mimpi.........

    Republik mimpi sepertinya tidak semata menayangkan kritik tapi juga informasi yang berguna dan membanggakan kita, seperti sepak terjang Ibu Sri Mumpuni yang bertahun-tahun membantu rakyat yang tidak kebagian listrik oleh PLN dengan membangun mini hydro di daerah2 terpencil...what a hero..she is....

    Coba TANYAKEN ..APA, apa yang sudah diperbuat oleh yang terhormat Sofyan Jalil & kelompoknya untuk bangsa & negara ini....agar bangkit, maju & tidak terbelakang, bukan cuma dicekoki dg acara sinetron or infotainment gak bermutu.

    Maju terus bung Effendi....dibalik bencana yang semakin beruntun, bangsa ini perlu hiburan yang benar2 bisa menghibur...bukan retorika & janji surga....
  56. From Dessy on 07 March 2007 22:38:35 WIB
    1. Gimana negara ini mau maju. Capai-capai sekolah, keluar negeri segala, eh tahu-tahu setelah dapat gelar Doctor, cuma jadi pelawak. Ngapain sekolah S-3. Masuk saja jadi Srimulat. Effendi Srimulat.

    2. Kalau memang acara ini cuma parodi, kenapa yang diparodiin cuma Presiden. Kenapa nggak pernah parodiin DPR, MA, dll. Dapat bagian rapelan dari anggota DPR ya ?


  57. From Devi on 07 March 2007 23:02:44 WIB
    Maju terus bung Effendi, wong Repubik Mimpi bukan cuma mengkritik, tapi juga menayangkan pengetahuan yang berguna, seperti Mini Hydro-nya Ibu Sri Mumpuni untuk rakyat di daerah terpencil yang tidak terjamah PLN, juga sepak terjangnya seorang tokoh wanita dari jaman Belanda hingga sekarang yang memberdayakan masyarakat untuk memajukan koperasi, sampai sempat dipenjara hanya karena perjuangannya memajukan rakyat.

    Coba "tanyaken..apa" yang sudah dilakukan bung Sofyan Jalil untuk bansa & negara tercinta ini.
  58. From carte blanche on 07 March 2007 23:14:50 WIB
    Pak sofyan lucu juga, boleh tuh diajak ke Republik Mimpi.
  59. From H.Surbakti on 08 March 2007 08:25:03 WIB
    LIFE LONG GUIDELINES
    FOR S.U.C.C.E.S.S.

    1. TRUSTWORTHINESS:AMANAH
    2. TRUTHFULNESS:BERKATA JUJUR
    3. ACTIVE LISTENING:MENDENGAR DENGAN SEPENUH HATI
    4. NO PUT-DOWNS: To never use words, actions, and /or bodylanguage that degrade, humiliate, or dishonor others (Tidak meremehkan atau mengolok-olok orang lain)

    5. PERSONAL BEST:MELAKUKAN YANG TERBAIK


    Point-point diatas ini adalah yang diajarkan disekolah saya kepada semua community sekolah tempat saya mengajar untuk membangun Etika anak didik. Yang pernah saya tonton di Republik Mimpi kebanyakan adalah olok-olok bukan kritik untuk membangun. Ini sudah melanggar poin yang ke 4 "NO-PUT DOWNS" Sekian Terima kasih. H.Surbakti

  60. From julianto on 08 March 2007 08:43:40 WIB
    Paling yang ngirim sms ke Pak Mentri orang-orang yang merasa tersindir dalam acara Republik Mimpi, jadi kalau tidak suka ya tinggal pencet tombol remote ganti saluran tv-nya.
    Untuk Republik Mimpi jalan terus selama lagi bisa mimpi, orang mimpi kok dilarang.
  61. From Dennis on 08 March 2007 08:48:11 WIB
    Kerajaan Mimpi harus jalan terus..!!!
    Siapa bilang banyak yang tidak suka... buktinya tiap hari minggu malem di kantor RW kompleks gue pada rame nonton Republik Mimpi... Para pejabat jangan sensi dong!!

    Salam buat Jarwo Kuat... itu character favorite gue!!

    Hidup Kerajaan Mimpi..!!
  62. From Hendra on 08 March 2007 08:48:24 WIB
    Hanya di Republik Mimpi kita dapat melihat kerukunan antara mantan presiden dan pejabat. Hanya di Republik Mimpi kita dapat tersenyum dan merasa tenteram.
    Hanya di Repulik Mimpi kita menyaksikan kritik yang penuh tawa ceria tanpa anarkis dan gontok-gontokan. Semoga ketika terbangun dari tidur-- Republik Mimpi menjadi kenyataan (bukan sekedar BBM).Bukan hanya kita, tapi Tuhanpun akan tersenyum bahagia bersama bangsa ini.Maju terus bung Effendi Ghazali.
  63. From Ira on 08 March 2007 08:52:01 WIB
    Kenapa gitu cuman parodi aja kok tersungging.Yang penting
    semuanya itu bukan fitnah. Sesuatu yang jujur memang menyakitkan.Pantes Indonesia makin terpuruk.
  64. From Popy on 08 March 2007 08:55:44 WIB
    Gila, pagi-pagi sy buka Perspektif.net, ada koment sepanjang yang Anton bikin, dan isinya.... walah..

    saya coba objektif aja, ACARA NEWSDOTCOM, acara yang lumayan baru, tapi bisa jadi polemik nasional karena pembelajarannya yang luar biasa.

    Kritik memang jaminan bahwa politik Citra tidak boleh dijalankan dengan sekedar TEBAR PESONA !!

    Khusus untuk ANTON, benar kata penulis komentar sebelumnya: Anton punya DENDAM KUSUMAT ama Ghozali, dan jelas Anda itu Staf atau suruhan atau fans berat Keliek yang mencurahkan segenap tenaga utk membela tafsir-tafsir Anton, dg begitu panjaaaaaaaaangnya menulis di situs ini, tapi sekaligus AMAT MINORITAS dibanding pemberi komentar lain!
    He..He.. He...

    Bolehkah saya memberitahu Anton, bahwa seluruh keluarga saya suka dengan Jarwo Kuat; dan kami prihatin dg lawakan Keliek yang di ASAL PLESETAN dan PT. NGAKAK.

    Spy imel sy tidak sepanjang Anton, saya tutup sampai disini. Sy menghormati sekali pendapat Anton, dan sebaiknya sih, liat-liat dulu pendapat orang lain, sebutan DIKTATOR lebih tepat untuk kalimat-kalimat panjang yang ganas dari Anton, hi..hi..hi..

    Salam manis untuk Keliek ya, kami suka humor2 Anda yang dulu, dan sekarang... terkesan pengulangan tanpa arti.

    Maju Terus NewsDotCom, Long Live Wimar's World. Semalam kereeen abis...
  65. From Ahmad Zulkifli on 08 March 2007 09:00:46 WIB
    Sofyan-sofyan..taunya somasi doang yah...hehehe...
    tunjukkan dong kinerja Anda, buktikan kemajuan teknologi, jangan bullshit aja hehehe....
  66. From Ani Sulistyo on 08 March 2007 09:06:55 WIB
    BUKAN OLOK-OLOK!
    Saya seorang guru SD, dengan terus terang mengaku pengagum Effendy Ghozali, Wimar Witoelar, juga Rosiana Silalahi.

    Menurut saya apa yang dilakukan Ghozali dan kawan-kawan sama sekali BUKAN OLOK-OLOK, karena jika demikian SEMUA KARIKATUR DI KORAN ADALAH OLOK-OLOK!
    Anda pernah memikirkan: SEMUA KARIKATUR DI KORAN ADALAH OLOK-OLOK???

    Ayo kita bicara jujur: 4 MATA TUKUL, OLOK-OLOK atau BUKAN?

    Yang namanya PARODI atau KARIKATUR mesti satire, sekarang tergantung apa manfaatnya serta apakah yang "diolok" merasa terganggu???

    Keluarga Cendana sudah mengatakan TIDAK MERASA TEROLOK-OLOK
    (walau isi Newsdotcom soal pengadilan Soeharto cukup keras, berkali-kali di banyak episode), Habibie Center malah mengundang Habudi untuk bicara di pertemuan mereka
    di Hotel Niko, Gus Dur ikut tampil bersama Gus Pur, Megawati sama sekali tidak merasa DIPEROLOK (lagipula sudah dimunculkan Tokoh MEGAWANTI yang lebih cerdas).

    Nah siapa yang merasa DIPEROLOK????

    Masa saya boleh mengatakan TAUFIK SAFALAS yang menirukan OM WIMAR di SMS (Indosiar) atau salah seorang impersonator Wimar di Newsddotcom meng-OLOK-OLOK WIMAR? Wong Om Wimar senang-senang saja kok.

    Yang ada justru MEREKA YANG BILANG NEWSDOTCOM MENGOLOK-OLOK SEDANG MENPEROLOK DIRI SENDIRI.

    Khusus untuk ANTON, saya maklum kalau Keliek ada dendam
    dikeluarkan dari Newsdotcom (saya baca di internet begitu), tapi nggak usah tulis email
    sepanjang itu yang ndak jelas maunya ke mana? Bikin saja
    acara sendiri, kalau bagus kami nonton, kalau gak bagus kami pindah channel. Jangan MENGOLOK-OLOK DIRI SENDIRI
    dengan EMAIL YANG ZOLIM! (Atau dia teman akrabnya Om Wimar kali ya?)

    Wass, salam sejahtera, all the best untuk semua
    Hidup acara-acara TV yang cerdas










  67. From T. Alisjahbana on 08 March 2007 09:09:12 WIB
    Tambahan nama : Siti Nuraini Jatim, Savira A. Sani, Marita Alisjahbana, Marga Alisjahbana, Mario Alisjahbana, Mirta Kartohadiprojo.

    Kami protes pembredelan seri tv Republik Mimpi. Film seperti ini sangat penting dalam negara demokrasi.
  68. From umar on 08 March 2007 09:09:28 WIB
    MAJU TERUS NEWS DOT COM!!!
    MAJU TERUS WIMAR'S WORLD!
    MAJU TERUS GUBERNUR KITA!!
    MAJU TERUS DERAP HUKUM!!

    pendapat Anton masuk akal, tapi menyebut orang sebagai DIKTATOR TAK BERBUDAYA?

    Email panjang yang aneh untuk disimak, gak tau misinya apa..
  69. From rudi on 08 March 2007 09:17:47 WIB
    sori banget, bagi saya ASAL PLESETAN Keliek & PT. NGAKAK are zero to be compared to NEWSDOTCOM, DELIK HUKUM, GUBERNUR KITA, WIMAR'S WORLD. I respect them highly.

    Yg pasti, sy gk akan menghina Keliek, seperti Anton menghina Ghazali.

    yupp banget, internet is not only for rubbish thrower but also a cave to hide for a loser like mr.Anton (ehm..)

    Newsdotcom & Wimar's World are still the best...
  70. From Widodo Ashari on 08 March 2007 09:18:25 WIB
    PERNAH MELAKUKAN CONTENT ANALYSIS GAK SIH?

    Om Wimar, saya itu heran, Menkominfo atau orang yang ASAL
    KASIH SARAN di atas, PERNAH NONTON NEWSDOTCOM LENGKAP NGGAK SIH?

    Jelas-jelas (Iwel memaparkan dengan baik di Newsdotcom 4 Maret): Isi tayangan 25 Februari: 83 % PUJIAN, 17 % KRITIKAN. Harusnya Menkominfo atau siapa pun yang mau
    berkomentar, lihat dulu rekamannya dan cek content
    analysis ini.

    SOAL SOLUSI??? Walau tidak ada keharusan acara apapun kasih solusi, pada tayangan 25 Februari saya mencatat
    SOLUSI-SOLUSI seperti: Setuju memuji PAK SBY mengundang
    Muhammad Yunus (pemenang Nobel) untuk menggali pikiran
    dan pengalaman dalam membangun bangsa ini; Mendukung Dephub
    untuk bertindak tegas terhadap Perusahaan Penerbangan; Mengajak DEKOPIN mendukung Ibu Tri Mumpuni membangun mikrohydro di berbagai pedesaan; Mengajak Istana MEMBONGKAR
    KONGLOMERAT PENGEMPLANG BLBI (masa ini tidak disebut solusi, jadi Konglomerat Pengemplang BLBI mestinya dibiarkan begitu saja?????)

    Soal UNDANG PAKAR???? KWIK KIAN GIE, FAISAL BASRI, HIDAYAT NURWAHID, ROY SURYO, TRI MUMPUNI, dan banyak yang lain
    BUKAN PAKAR????

    Makanya NONTON DULU, BARU KOMENTAR,
    Sekarang jelas sebagian dari Anda sudah terbukti MEMFITNAH!
    Kalau mau membantah, please dengan data, dan lakukan CONTENT ANALYSIS, jika tidak, jelas itu FITNAH

    PAK MENKOMINFO JELAS TELAH MEMFITNAH, dengan berpatokan
    pada Episode 25 Februari tersebut,
    dan Om Wimar he he ikut ketiban dosa: MEMFASILITASI FITNAH

    Tips saya: baik yang memuji maupun menghina (itu Hak Anda) berdasarkan FAKTA dong!!! Jangan bermodal dengki dan
    persepsi yang agak....gimana gitu!

    HIDUP WIMAR'S WORLD, NUMERO UNO SEKARANG YA DI JAKTV?









  71. From Andre Yap on 08 March 2007 09:25:08 WIB
    Thanks God, we have had Wimar, Gazally, Andy Noya, Tukul, Farhan too.

    Acara mereka menyelamatkan kita diantara sinetron2 pembodohan bangsa!

    Khusus neh untuk mas Anton: emailnya mencolok dan panjang banget. Sepertinya bahan skripsinya ya... kyknya udah disiapin banget. Sebutan yang cocok buat Anton: DIKTATOR TANPA KARYA, (spt yang om Nonot bilang sebelumnya, analisis Anton payah banget, dangkal dan terkesan partisan, gak seperti om kribo Wimar yang selalu obyektif dan tidak pernah menyebut orang itu Diktator!

    Salam Hormat untuk mas Anton.
  72. From Budi on 08 March 2007 10:21:37 WIB
    Menurut saya didunia ini ada hitam ada putih...ada Suka ada Tidak Suka.. Semua masalah selera. Kalaupun ada ulasan yang panjang lebar kaya Mr. ANTON malah aku pusing... apa punya persoalan pribadi dengan Mr. EG gitu? Mungkin Mr. EG sudah bikin kecewa ya? Pilihan Mr. EG selama dia yakin dan benar saya fikir oke-oke aja. Terusakan saja berkarya dan berbuat untuk mengisi hari-hari...

    Sukses untuk EG, maju terusssss.... biarkan Anton 'menggonggong'...EG jalan terus.... ;-@
  73. From marissa on 08 March 2007 10:24:50 WIB
    ikut nimbrung, ah..

    dimulai dengan komen mas Anton 1&2, dan disusul dengan komen2 yang lain, mencerminkan bahwa komen2 itu , termasuk komen Bp.Sofjan Djalil, hanya bisa mengkritik tanpa ada alternatif solusi yang ditawarkan.

    cukup mengagetkan juga statemen Sofjan yang mengatakan bahwa saya berbicara bukan sebagai Menteri, tapi sebagai pribadi. Aneh ya? apalagi bliaw mengatakan bahwa sudah berdiskusi dengan para wartawan. Khan para wartawan ngliat bliaw sebagai Menteri, ya gak???

    ya udah, yang pasti, rakyat butuh pendidikan, dan sayangnya banyak rakyat yang tidak menyadari hal itu, tapi bisa sangaat menyerap hiburan, apakah itu mistik, kemewahan sinetron, gosip, ataupun kriminal dan sex.
    Nah gimana caranya supaya pendidikan itu bisa sampai ke masyarakat, tapi tdk berkesan naif, ya mungkin lewat kedok bentuk2 tsb diatas. yang penting niat utamanya gak keluar rel dan tidak untuk kepentingan pribadi.

    Kalo tujuan memberikan pendidikan politik ke masyarakat, Parodi yang ditampilkan di Republik Mimpi memang mungkin masih perlu banyak pembenahan. Dalam perkembangannya mungkin juga ada beberapa pihak yang ke'senggol', seperti Keliek bahkan mungkin Bp.Sofjan sendiri. namanya juga program acara, pasti ada plus minusnya. nah yang jadi fokus sekarang, gimana caranya supaya minusnya di tekan, plusnya ditingkatkan, hiburannya digemukkan, supaya pesan pendidikannya bisa tambah nyampe. Saya yakin, orang2 yang di RepMimpi -yg notabenenya memberikan kritik ke pemerintahan- juga orang yg bijak untuk bisa menerima kritik, dan bersikap bersahaja.

    kalo menganalisa komen Anton, sepertinya paham betul apa yang terjadi dengan RepBBM-->RepMimpi. Trus paham betul dengan latar belakang Butet-Yogya dengan Teater Gandrik dan Den Baguse Ngasmo Citraksa-Citraksi. Anton apal bener Cak lonton, Abel, sampe ke Joe P Project di RepBBM. Anton juga ngerti banget dapur Keliek diboyong Helmi Yahya ke AnTV. Dan Anton jg meng'agung'kan Ucup Keliek sbg komedian cerdas, dan mengkerdilkan Butet, Jarwo, dan yang pasti Efendi sendiri.
    Sepertinya, kalo yang ngasih komen ini Keliek sendiri, kayaknya pas ya.. Apa memang dia (???????????)

    Daripada memasung kreativitas orang, lebih baik urun rembuk mencerdaskan dan membesarkan bangsa ini.
    Sebagus-bagusnya lurah, tetep butuh cermin sehabis mandi pagi. Betul pak sofjan?

    Sukses terus Psukan Newsdotcom, tetap menghadirkan kritik, data, solusi dan hiburan yang cerdas untuk masyarakat.
    Sukses terus Wimar's World.
    Sukses terus Bp.Sofjan.
    Sukses juga untuk Anton Pelipur Lara..
  74. From mr.dry on 08 March 2007 10:33:11 WIB
    ...masih banyak yang terhibur dengan adanya acara ini, jangan khawatir deh ;-). Yang pro jauh lebih banyak ketimbang yang kontra. Bagi yang kontra, masih banyak chanel pilihan, tidak harus menghilangkan acara yang sudah mampu menghibur masyarakat.
    Sedikit-sedikit kok somasi, somasi kok cuma sedikit =))

    Mr.Dry
  75. From Eni Widya on 08 March 2007 10:34:05 WIB
    Untuk om EG, maju terus... Kami sekeluarga suka sekali kok dengan Republik Mimpi-nya. Kita jadi ngerasa bahwa pemerintah itu nggak perlu ditakuti karena sedang berkuasa. Kalau salah kita harus berani mengingatkannya....
  76. From Sandy Maulana on 08 March 2007 11:27:29 WIB
    Maju Terus dek Fendy..jangan takut sama Pak Sofyan. Acara Republik mimpi sangat relevan dan significant & sarat dengan Hightech. Tentang somasi Pak Sofyan cuekin aja. Sedikit sedikit somasi. sedikit sedikit somasi,.somasi kok cmn sedikit??..Itulah klo menterinya laki-laki. doyannya somasi. Cuekin aja. Gitu aja kok repot. That's right Brother...!!!
    Kritik itu biasa kan?????Manusia ada lemahnya.
  77. From rudi \"rudem\" on 08 March 2007 11:29:38 WIB
    Saya termasuk penggemar acaranya Mr. EG. Saya pernah berkesempatan berbincang dengan beliau dan Teamnya. Misi yang diusung sepenangkapan saya adalah semacan edutaintment. Sudah saatnya kita memberikan sumbangan dan cara untuk turut mencerdaskan bangsa ini melalui tayangan-tanyangan berbau politik yang diusung secara ringan, menghibur sekaligus mendidik. Politik ternyata penuh dengan intrik-intrik. Saya emang dulu rada alergi sama bincang-bincang politik..rame bersilat lidah dan adu argumentasi untuk meraih kekuasaan. Tapi dengan adanya tayangan acara seperti Republik Mimpi seperti sekarang ini mudah-mudahan sedikit demi sedikit (..kok mudah-mudahan hanya sedikit???.. ;-D ) mampu menarik minat masyarakat untuk melihat tanyangan bermutu yang menularkan kecerdasan berfikir, tidak hanya melulu dibodohi saja oleh tayangan mistis, jurig, genderewo dan semacamnya atau sinetron-sinetron ala india...
    So..Maju terus untuk Team NewsDotCom. Terus teriakkan kritik dan masukan ala EG untuk Penguasa.
    Salam.

    Ps. Untuk mr. Anton, kalau ga suka mendingan bikin acara RepublikMimpi tandingan deh biar bisa mengusung misi Anda... Wujudkan aja fikiran Anda itu dalam bentuk karya yang dapat dinikmati penonton..."Segera Berbuat Sekecil Apapun. Jangan hanya baru bisa mimpi..."
    And fur Mr. EG jangan lemazzzz karena harus berhadapan dengan 'musuh-musuh' Anda.... Lawan teruzzzz. Good Luck!
  78. From h. pandiangan on 08 March 2007 12:50:57 WIB
    Repiblik Mimpi jalan terus gak usah takut, tolong dek Pendi carikan orang yang mirip Sofyan Jahil dan tampilkan setiap minggu biar dia seneng, dia itu sebetulnya kepingin nyaingin SBY & JK muncul tiap minggu di News Dot Com, Gitu aja kok repot.

    Ngakunya Menteri...begitu kalah ngomong jadi ngaku pribadi, kecian deh loe...10 x 10 = capek deh.

    Don't worry dek Pendi.

    salam, H.Pandiangan
  79. From Pandapotan Siregar on 08 March 2007 13:15:10 WIB
    Semua yang ada di Dunia ini tidaklah sempurna, jadi mengenai Acara Republik BBM lebih baik di hentikan dengan catatan tidak ada unsur paksaan,begitu juga dari pihak Republik BBM harus mau menerima pendapat orang.
    Kalaupun toh juga tidak mau dihentikan penayangannya, yah dikurangin jam penayangannya.
    Sebab kalau prinsip sudah berbicara/egois toh juga tidak bisa selesai malah tambahlagi masalah Republik BBM dan RI ini.
  80. From Sunandi on 08 March 2007 14:10:54 WIB
    Saya penggemar setia republik mimpi, saya berpendapat bahwa acara itu perlu, dari pada nonton sinetron yang menjual mimpi tapi tidak ada isi yang ambil.
    kalau di republik mimpi itu yang dikritik agak tersentil, anak saya juga kalau berbuat salah saya sentil. Begitu juga pemerintah kalau salah ya disentil saja, kalau bukan dek fendy yang kritik siapa lagi dong yang berani kritik.

    Banyak yang terhibur dengan adanya acara ini, jangan khawatir deh. Yang pro jauh lebih banyak. Bagi yang kontra, banyak chanel pilihan.

    BTW untuk saudara Anton saya lihat dan baca kayaknya anda itu mengagung-agungkan Ucup Kelik, jangan-jangan anda pacarnya dia, kalau sudah tidak laku di TV lain jangan sirik gitu dong, itu artinya SIRIK TANDA TAK MAMPU.

    Republik mimpi top deh sumpeh
  81. From wendi on 08 March 2007 16:05:59 WIB
    Lucu,lucu,lucu,,,,,,,,
    jangan menyerah!!!!
    Hadapi semua dgn senyuman, tukang kritik harus brani dikritik jg. kalo perlu kita somasikan jg pemerintah,,,,jgn korupsi merajalela dan DPR yang slalu gemuk isi dompetnya.
    Pantang menyerah!!!
  82. From sonny on 08 March 2007 16:24:39 WIB
    "REPUBLIK MIMPI"!!!
    bukan pembelajaran politik yang nanti didapatkan dari acara ini, tapi adalah belajar mencari kesalahan orang, belajar menjatuhkan wibawa pemerintahan, belajar mengolok2 orang lain, dan masih banyak lagi.

    apa itu anda sekarang.
    pakailah cermin, lihat kenapa negara kita masih seperti ini!!??
  83. From Edward on 09 March 2007 16:18:44 WIB
    Menurut saya, acara Newsdotcom harus tetap dipertahankan, selama publik masih menghendaki. Ngapain dibredel-bredel, kalo gak bagus khan pasti tutup dengan sendirinya. Gitu aja kok repot. Serahkan saja dengan mekanisme pasar.
    Jujur saja, kalo saya nontonnya ganti-ganti dengan CSI Supreme Sunday di sebuah channel di TV Kabel. Kalau lagi bagus, yah saya nonton Newdotcom. Kalau lagi ngebosenin, yah ganti aja dengan yang lain.
    Gak usah repot-repot mikir ini itu lah, komentar sentimen atau apapun.... Kalau nggak suka, ganti channel, masih ada min 11 channel lain (atau ratusan channel lain bagi yang ada TV Kabel).
    Pak Wimar, mungkin saatnya untuk go national lagi?
  84. From FrontAksiMahasiswa Universitas Indonesia on 09 March 2007 18:47:18 WIB
    Pak Effendi Ghazalli maju terus....
    Kami mendukung anda.....
    Perlu turun ke jalan apa ya..?!
  85. From rony sianipar on 10 March 2007 16:52:13 WIB
    SUKSES WIMAR'S WORLD & NEWSDOTCOM
    ANTON Ke Laut Ajaaa.....

    Wimar’s World malam itu sukses betul ya dan sungguh penuh jawaban elegan si “Toekang Kritik” Butet Kartaredjasa dan penuh terbata-bata Pak Menkominfo. Kalau bukan karena Om Wimar (dalam catatan saya, baru Om Wimar Moderator Acara yang THE BEST) niscaya acara tadi malam mungkin datar-datar saja.
    Maju terus dua-duanya Wimar’s World & Newsdotcom.

    Bung Diktator Sejati ANTON; Seriously what you wrote is rubbish…..too long. I try hard and hard to understand, yet still it is rubbish !
    Hee ANTON, Kenapa kami yang mayoritas menyenangi acara Newsdotcom dan salut pada bung Gazali ini harus percaya tafsiran Anda yang kalo dipikir-pikir penuh niat jahilliyah???
    Mana yang lebih hebat, Anda atau Prof. Amien Rais, Ph.D, Gus Dur, Hidayat Nur Wahid, Kwik Kian Gie dan Megawati, yang justru membela dan mengapresiasi Newsdotcom sebagai tayangan cerdas di alam demokrasi???
    Yang terpenting (saya tulis pakai huruf besar): MANA KARYA ANDA YANG PANTAS KAMI SIMAK SEBAGAI PERBANDINGAN DI TINGKAT NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL??? (Jawab dong sebelum bikin email too longggg)
  86. From lulusari on 10 March 2007 16:57:57 WIB
    SALUT dan SUKSES untuk WW dan EG!!

    Lebih baik, orang yang waras seperti kita ini fokus ke Newsdotcom, ANTON sih gak usah ditanggapi !!! E-mailnya aja gak jelas isinya. Banyak ngelantur dan ngawur. Soal Gazali, saya baca di majalah DEWI & FHM, dia pernah jadi Juara lawak se Sumatera Barat dulu sebelum jadi Ph.D. (Hebat juga ya dia, jadi punya bakat dan pantas saja lebih bermutu dan cerdas lawakannya setelah dapat Ph.D). Bahkan, majalah Tempo edisi Senin lalu malah secara khusus mengulas Newsdotcom “Sebuah Negeri Di Awan” yang memuji daya kritis cerdas dan jenakanya Gazali Ph.D.

    Jadi menurut saya, Anda (seperti Anton) yang sembarangan tuduh saya rasa sudah TIDAK AKURAT tuh……tidak punya basis akademis lalu coba-coba jadi pelawak.
  87. From fahry sulaiman on 10 March 2007 17:25:11 WIB
    Pak Wimar, apa ada salahnya orang pintar mendapat Master & Ph.D dari Ivy League di USA bisa melawak? (Anton, ngerti nggak Ivy League itu?????). Tapi orang pintar seperti itu kemampuan tulisan ilmiahnya tetap lancar. Jika Ya, Pak Wimar tentu juga harus disomasi (bahkan dibreidel) dan dibilang Diktator dong, karena pak Wimar kan tamatan GWU, Profesor Jurnalistik PR dari Deakin University, dan juga terus suka humor dan mengkritik kok di semua acaranya…Jadi Profesor kok Cuma ngelawak??? Hehehehe…Cuma bercanda kok..

    HIDUP Pak Wimar, HIDUP Wimar’s World !!!

    Fahry
  88. From wahyu on 10 March 2007 18:11:10 WIB
    Daripada repot sms aja Sofyan Djalil di 0811854482
  89. From lie on 11 March 2007 19:28:05 WIB
    wah........gile juga tuh sofian,baru acara gitu aje sdh kepanasan alias kebakaran jenggot...he he he ... Bung Gozali jalan terus kite kite semua ada dibelakang anda...buat acara yg lebih pedas lagi agar mereka mereka juga rasain susahnya hidup ini . he he he
  90. From harrybandot on 11 March 2007 19:33:08 WIB
    P E N T I N G gak sih????????

    dah ga usah di dengerin,keep going aj toh ga bikin yang dikritik masuk rs kok,hehe

    tapi klo boleh usul,acaranya jgn terlalu monoton dong..trus jangan terlalu terpaku ama mirip-miripan tokoh politik coz jd kurang dapet aja pesannya...

    om wimar makasih ya dah boleh comment di situsnya.....
  91. From ambar wahyudi on 11 March 2007 23:48:43 WIB
    Ambar lagi bosss Wimar,


    Menanggapi komentar saudara sonny, ( Comment no: 82 )

    Kata Gus Pur: " Gitu aja kok repot, Wong yang dibutuhin rakyat itu hiburan kok, bukan pembelajaran politik, bukannya wakil- wakil kita yang duduk di kursi DPR, yang memberi contoh pembelajaran yang nggak baik, lhaa wong wakil rakyat kok tidur,ribut, adu jotos,mencela, yang diributin tiap hari kok mung ribut masalah tunjangan, Gitu kok jadi contoh rakyat, lagi pula ini kan cuma parodi, yang nggak seneng mbok yao tidur aja. Gitu aja kok repot.Lagi pula dik Sonny ini kok lucu ngliat negara kok pakai cermin... yaaaa kalau saya sih gampang aja.Semua itu sudah ada porsinya sendiri- sendiri, wong butuh hiburan kok suruh belajar politik, ya jadinya kaya wakil - wakil kita itu, politiknya politik - politik kantong, bukannya mikirin rakyat yang lagi susah, malah mikirin kantong."
  92. From mel on 12 March 2007 13:08:20 WIB
    aih.aih ku lucunya, jaman kiwari menteri masih mengatur yg beginian. Somasi dong tuh yg membuat bangsa ini mimpi surgawi spt sinetron konyol. tahayul, setan pocong, dangdut yg menyebarkan gerakan erotis tanpa malu dan sangat sendual yg dicontoh oleh kaum bawah seingga banyak bapak perkosa anak sendiri, banyak aborsi, banyak rampok mendadak krn tergiur mimpi ingin mencoba kehidupan spt di sinetron. Semua rakyat jelata ingin punya HP yg notabene membutuhkan biaya utk beli pulsa pdhal tidak perlu2 amat lagian tdk punya bisnis yg penting.
    Kalau pejabat malu ditiru perbaiki dong kelakuannya. Kl dlm Rpublik Mimpi pejabat ditiru kelakuannya ya memang spt itu adanya. Rakyat bisa liat begitulah sifat takaburnya pejabat di negri ini. Malu dong. apalagi tuh menteri yg tdk mau mundur wl sdh terbukti tdk becus.
  93. From Panggaor on 12 March 2007 13:17:22 WIB
    Saya dukung usulan mas Wahyu (komentar no.88), yang mendukung Republik Mimpi kirim aja sms ke Sofyan Jalil (0811854482) copy ke SBY (9949) biar mereka tahu berapa banyak yang mendukung News Dot Com.

    sedikit-sedikit somasi?...somasi kok sedikit?
  94. From w ari w on 12 March 2007 15:40:54 WIB
    om wimar saya mo nanya nih....apa bener EG itu salah satu tokoh dari pdi-p, coz di habitat saya lg terjadi debat kusir, ada yg ngomong klu EG tuh tokoh dari PAN, ada yg bilang dari PDI-P, minta pencerahannya om....ya sekalian nambah wawasan...

    thanks,
    maju terus BBM....
  95. From steve on 12 March 2007 20:05:54 WIB
    It is truly a setback seeing how the government is trying to show its power irregardless whether it makes any sense or not. Which reflect a similar mentality as what we saw back in the Suharto era.
    I wonder if we are all were brainwashed during the New Order regime and could not understand the true meaning of democracy. And we are all, especially who are in power, is abusing it under what they call themselves as "DEMOCRACY". Viva Freedom of Speech and REPUBLIK MIMPI.
    Effendi, lets move on.
  96. From Natasha Lidya on 12 March 2007 22:25:27 WIB
    Setahu saya EG MENOLAK MASUK PARPOL & KEKUASAAN

    Saya penggemar EG, kalau sy belum punya pacar yg bgt baik
    spt skrg, sy sdh kejar EG (he he tulus nih, tp jd cewek jg
    kudu setia).

    Saya baca di berbagai media, antara lain The Jakarta Post & Tempo, EG sudah bertekad TIDAK MAU MASUK PARPOL MANAPUN
    dan TIDAK MAU MASUK DALAM LINGKARAN KEKUASAAN (setidaknya
    dalam masa pemerintahan ini).

    ALASANNYA TUNTAS: Dia belum pernah melihat BUKTI NYATA! Dia selalu heran kenapa berbeda betul antara seorang intelektual di luar sistem dengan di dalam sistem kekuasaan. Banyak intelektual ketika di luar sistem berniat -kalau masuk dalam kekuasaan- mereka akan merubahnya dari dalam. He he he ternyata LEBIH BANYAK MEREKA DIUBAH OLEH SISTEM. Sampai-sampai kita tidak kenal lagi siapa mereka sekarang (dibanding ketika di luar sistem dulu). Alasan ini yang sering dipakai EG untuk memilih berada di luar sistem.

    Oh ya EG juga sering memuji Bung Hatta yang berani memutuskan untuk keluar sistem ketika dia merasa tidak bisa lagi memperbaiki sistem dari dalam; juga memuji Imam Prasojo dan Muji Sutrisno (sebagai contoh) yang juga berani memutuskan keluar dari KPU, yang mungkin tidak mungkin lagi mereka perbaiki dari dalam.

    Segitu saja info dari saya, siapa tahu ada teman-teman lain, termasuk Ari dan habitatnya yang pernah punya data EG pernah masuk PARPOL manapun atau pernah jadi Penasehat Ahli di Departemen manapun.

    Untuk Om Wimar, saya baru tahu kalau Om itu dulu di GWU
    dan juga Profesor Public Relations di Deakin Uni; hehe
    sama-sama intelektual yang melawak juga toh,,
    tapi cerdas asyik-asyik saja kan.
    SUKSES SELALU OM WIMAR & WIMAR'S WORLD
  97. From rZ on 13 March 2007 08:34:00 WIB
    weleh..weleh...
    pada serius amat siy nanggepin acara NewsDotCom??? itu acara kan parodi, jadi naggepinnya ya harus dengan haha-hihi dong!!! kalo ada yang mao somasi juga, ya sah-sah aja asalkan masih dalam koridor hukum yang berlaku. namanya juga demokrasi, adalah konsekwensinya jika ada beda pendapat!!!
    buat mas ANTON, ya ga usah terlalu berlebihan lah hingga mengecap ada pembunuhan karakter segala. kalo mo dianalisa, pembunuhan karakter yang paling nyata adalah pada sinetron-sinetron, dimana anak sekolah berpakaian seronok dan berani bertindak kriminal demi cinta dan harta, seorang ibu tega memperlakukan anaknya sendiri dengan kejam, dan lain-lain yang kiranya tidak akan habis dibahas (dan memang bukan itu topik bahasannya...). secara tidak sadar mereka yang menontonnya akan berpengaruh pada pola pikirnya. jadi, jangan menghakimi satu acara di tv dengan tidak mengindahkan acara lainnya yang berpotensi sama.
    biarlah NewsDotCom, atau acara lainnya berakhir karena rating yang terus merosot. toh acara ini tidak membahayakan sama halnya dengan Smack Down.
    ironis yah....di salah satu stasiun teve prancis acara ini mendapat pujian, tapi di negeri tetangga republik indonesia malah menuai somasi!!!
    dah ah!!!!! jadi banyak juga isi komen ini kayak mas ANTON...
  98. From wijaya kusuma on 13 March 2007 10:56:26 WIB
    sah sah saja si kalo sampe Sofyan jalil mensomasi atau apapun namanya...buat saya ini teguran yang telak buat effendi gojali dkk, kadang lucu si orang pintar di indonesia ini, cuma bisa mengkritisi tapi ngga ada peng implementasi annya, kalo emang mau memperbaiki negara ini ya jangan cuman bikin tivi program, tapi turun langsung ke sebuah karya nyata, orang mereka juga sama ko ama semua pejabat yang mereka kritik...sama sama cari makan, cuman caranya aja yang ngga fair, cari dukungan lewat rakyat kecil dan mahasiswa...rakyat kecil kan begitu melihat dan mendengar sesuatu yang memang dianggap menguntungkan dan memihak mereka pasti langsung memberikan suportnya, saya juga yakin, kalo sampe mereka di berikan fasilitas sama pemerintah, ilang tuh idealismenya...tapi ngga tau juga si...yah namanya juga saya cuman rakyat kecil yang sebal karena selalu di manfaatkan oleh orang orang yang punya kesempatan...
  99. From widodo on 13 March 2007 16:33:38 WIB
    Sama juga nih dengan Wijaya Kusuma, PNS ya? orang Partai yg mendukung buta pemerintah ya?
    Wong situ yang memerintah, situ yang biang munculnya kritikan kok situ yang minta ORANG LAIN CARI SOLUSINYA?
    Situ yang makan kok rakyat yang disuruh bayar?

    Waktu dulu mau jadi pemerintah, waktu kampanye apa gak mikir bahwa kesulitan memang banyak,
    kalau sudah tahu gitu masih maju ya cari solusinya sendiri;
    LAGIAN RIBUAN SEMINAR SUDAH KASIH SOLUSI kok gak ada yang dipakai; apa kurang baik solusi FAISAL BASRI, KWIK KIAN GIE, DRAJAT WIBOWO, dll (dibanding Anda yang cuma kritik juga gak kasih solusi)

    KRITIK SAJA SAH
    SOLUSI SAJA SAH
    KRITIK PAKAI SOLUSI JUGA SAH

    Gitu aja deh Pak Wijaya ORBA
    Ingat kan dulu ada semboyan:
    UNTUK JADI PRESIDEN HARUS PUNYA PENGALAMAN SEBAGAI PRESIDEN hehehe....
    persis kayak kata-kata di atas
    (kalau gak mau nonton pindah channel aja Pak...)

    Satu lagi: ANDA JUGA TIDAK BERHAK MEWAKILI RAKYAT KECIL
    SAYA YANG RAKYAT KECIL JUGA TIDAK SETUJU DIWAKILI OLEH ANDA
    Soal honor para pemain Newsdotcom, terserah mereka dong,
    apa Anda tahu persis berapa honornya, lalu digunakan untuk apa? Bandingkan juga berapa honor para PEMAIN SINETRON YANG MEMPERBODOH RAKYAT SETIAP MINGGUNYA?
    Padahal ada ratusan sinetron setiap minggu kan???

    Cob CEK JUGA KOMENTAR NATASHYA DI ATAS soal macam-macam tipe intelektual
    Malu tuh Wijaya sudah komen keliru....

    Udahlah salam juga untuk Wijaya Kusuma,
    kalau Om Wimar dapat berapa sekali tayang di WIMAR'S WORLD
    Walau kritik orang lain juga, tapi saya tetap kagum,
    dan saya yakin Om Wimar tidak mengeksploitasi orang lain
    untuk jadi kaya; Om Wimar kaya saya juga senang
    karena kaya dengan tidak memperbodoh orang

    Good luck semua!






  100. From Alex Maffay on 14 March 2007 13:37:41 WIB
    Udah saatnya memang Republik Mimpi diganti dengan format yang lainnya. Juga dengan para Host terutama Effendi Gazali. Dia tuh memang nggak banget. Dia kan harusnya kembali aja dengan kegiatan menjadi Dosennya. Menurut saya, Dia-lah yang sedang bermimpi untuk menjadi artis melalui Republik Mimpinya. Bung Gazalli harusnya sadar akan profesi awalnya. Kalo dia shooting, bagaimana dengan nasib para mahasiswanya? Pasti solusinya dengan meeninggalkan Tugas seabrek kepada Mahasiswanya. Kalo udah begitu, kapan majunya negara tetangganya yang notabene dunia nyata tempat dia tinggal. Juga harusnya dia sadar, Dia juga khan bagian dari pelaksana negara ini di bidang pendidikan yang digaji oleh negara. Gimana sih, punya acara tapi menertawakan diri sendiri lewat lawakan yang tidak lucu. Coba posisi dia ditukar, apa nggak nangis tuh dia menertawkan diri sendiri. Udah lah Bung Gazalli jangan Mimpi untuk menjadi Artis di negara nyata ini. Lebih baik anda kembali mengajar saja. Jangan takut disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, justru anda haruslah bangga. Peran anda di media, justru memperjelas bahwa anda masih di bawah garis kemiskinan dan dipenuhi keserakahan dengan yang memanfaatkan kedudukan untuk mengambil isi periuk orang lain yang sudah jelas-jelas lama terjun di dunia entertainment. Kalo tidak, anda harus bisa memilih bidang mana yang harus total terjun didalamnya. Jangan seperti sekarang, khan kasihan mahasiswa anda tinggal terus. Dan hanya memberi tugas saja pada mereka. Lagian di layar kaca, wajah anda itu tidak lucu-lucu banget. Malahan lebih lucuan Tukul. Dan sepertinya lebih cocok Tukul yang bawakan acara Republik Mimpi. Sadar donk Bung Gazalli, anda itu kan Dosen bukan Komedian.
    Hidup Tukul,Ndessooo,,,,....
  101. From yovindra on 15 March 2007 09:45:14 WIB
    kritik itu ibarat cermin
    kalao pemerintah tidak suka sama republik bbm
    itu artinya pemerintah nggak mau bercermin
    maju terus republik bbm
  102. From ZZ on 16 March 2007 10:33:33 WIB
    Mau ikut komen nih.
    Saya pikir kayaknya gak bakalan ada tuh somasi-somasian, wong sekarang beritanya dah mulai gak kedengeran lagi. Kalo saya sih sejujurnya adalah penggemar berat acara ini karena dari acara ini saya jadi lebih aware sama lingkungan sekitar saya. Buat Mas Effendi dan Om Wimar, gak ada salahnya kok menjadi orang cerdas yang suka melucu, toh belum ada di Undang-Undang kan kalo orang cerdas itu harus bermuka serius dan berkepala botak bagian depan (he2).
    Oh iya, saya mau tanya dong, bener gak sih yang diceritain sama Pak Anton tentang Republik BBM dan Republik Mimpi? Please, Tell me the truth, atau kalo gak bisa menjelaskan dengan bukti-bukti, jangan ikut-ikutan kayak infotainment yang ada sekarang dong....
    Nah,buat pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan yang dibilang oleh Pak Anton (maksudnya Mas EG), kalo memang itu gak bener, jelaskan dong yang benernya kayak gimana....
  103. From Giman on 16 March 2007 22:46:06 WIB
    Hmm.....
    Mohon kepada rekan-rekan semua, baik yang pro atau kontra terhadap tayangan Republik Mimpi.

    <u>Kepada yg Kontra</u>: Kita adalah negara demokrasi, mbok ya-o.. orang berekspresi jangan dikritik balik. Ambil nilai positifnya. Adakah pesan yang tersembunyi. Mungkin gak diambl pesan tersebut untuk dijadikan perbaikan. Mungkin sesekali perlu adanya anti tesis tentang hal ini (parodical show), tetapi harus tetap menjunjung asas demokrasi. Kalau sebentar-sebentar disomasi, juga ndak baik. Bisa-bisa kita kehilangan atau kelewatan informasi destruktif yang ndak sempat terpikir oleh pemegang kekuasaan.

    <u>Kepada yg Pro</u>: Mohon dilihat data statistik, rakyat Indonesia yang cerdas dan melek akademis ada berapa? Yang dewasa secara analitis ada berapa? Yang awam dan suka menelan mentah2 informasi ada berapa? Jika ternyata populasi yang awam jauh diatas populasi yang melek anaitik, bagaimana jika Republik Mimpi ini justru menghasilkan orang2 yang tidak lagi menghormati pemimpinnya sehingga ndak bisa diatur lagi... (misalnya begitu).. dan seterusnya.
    Mungkin anda yang sudah lulus S1, S2 dan sebagainya menganggap ini adalah guyon politik yang cerdas, lha gimana dengan bu Iyem penjual nasi pecel, atau dik Darto lulusan SD yang jadi tukang becak...

    <u>Menurut kang Giman</u>: Silakan diteruskan tayangan tersebut, dengan beberapa catatan:
    - Etika, semantik, tata bahasa lebih diperbaiki. Kritiklah tanpa meninggalkan Etique. Jangan mengajari anak-anak kita berani melawan orang tua dengan alasan 'demokrasi' tanpa ada lagi wibawa di mata anak2 (RM berpengaruh lho soal mental anak bangsa)
    - Kritiklah pemimpin secara pedas dan cerdas <b>tanpa</b> menghilangkan rasa hormat dan penghakiman
    - Negara akan kuat jika ada dukungan semangat kritkisme dan patriotisme. Jangan sampai Patriotisme dikikis terlalu banyak oleh kritikisme. Tolong balancingnya diperhatikan
    - Mahasiswa sebagai penerus bangsa, mohon idealismenya diarahkan juga untuk mencari solusi yang tajam dan realistis.
    - Saya rasa 'JAS MERAH' masih relevan sampai sekarang.

    (silakan turun ke desa diluar kota besar, anda akan banyak mendapat ungkapan '..kok kasar sih cara mengkritiknya... bisa bikin nelangsa yg dirkritik. Sudah susah mengatur negara ... ngritiknya kok gitu sih...mbok yao sdikit lebih bermoral..' ) itu yang saya dengar sendiri.

    Mungkin cara mengkritk bangsa yang bagus, bisa dilihat dalam catatan novel - roman Pramoedya Ananta Toer. Kita diajak bercermin tanpa harus diajari cara bercermin.

    Lain-lainnya, Keep Going Rwpublik Mimpi. Bagus konsepnya, perlu perbaikan dalam verbal-visualnya!!

    Monggoo....
    (82% masih belum lulus SD)
  104. From tukang mimpi on 17 March 2007 11:16:18 WIB
    bapak sofyan djalil cari mukaaaaaaaaaaaa di depan president norak loe
  105. From Cak Iqbal on 17 March 2007 16:57:26 WIB
    Bung Alex Maffay,

    Ada PENYAKIT AKUT apa lagi yang menjangkiti Anda?
    Anda itu siapa, sudah punya Karya nasional dan internasional apa yang pantas kami ikut merasa membanggakannya??

    Kalau ANda hanyalah orang yang penuh PESAKITAN, lalu berkomentar menghina dan melecehkan orang lain. Sementara orang lain yang Anda hina dan lecehkan itu justru menjadi kebanggaan banyak orang lain, Ya...tentu saja saya maklum apa adanya. Lha wong pesakitan koq. Paling2 yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera menyembuhkan Anda hingga Anda bisa kembali ke jalan yang benar.

    Komentar Anda (nomor 100) tentang kapasitas Effendi Gazali itu menunjukkan kalau Anda "Asal Njeplak", "Asal Bunyi", dan Asal-asalan; mungkin terlalu seringnya Anda terkena "Asal Plesetan" yang juga Asal-asalan itu.
    Sebagai salah satu mahasiswa Effendi Gazali (EG) di pascasarjana Komunikasi UI, saya tahu persis kalau EG justru jadi dosen favorit banyak mahasiswa pasca.

    Semua program acara TV yang EG tampil dan berandil, waktunya DI LUAR JADWAL tugas mulia mengalirkan ilmunya kepada kami-kami mahasiswanya.

    Bahkan sebelum, di sela-sela dan setelah shooting pun, EG sering juga melayani mahasiswa yang antusias untuk bertanya/berdiskusi sembari ingin menikmati langsung bagaimana produksi siaran TV (umumnya Talkshow) secara praktis berkelindan dengan teori-teori yang diperoleh di kelas. Banyak mahasiswa yang mengejar EG dan minta diperbolehkan nambah pengalaman praktis dengan tambahan model transfer ilmu seperti itu lho !! Kalau Bung Alex mau juga boleh koq. Mungkin saja, agak banyak mahasiswa lain yang tidak mendapat kesempatan seperti itu. Atau mungkin justru banyak juga dengan ragam model dan nuansanya.

    So, menuduh EG sebagai dosen yang membebani mahasiswa dengan tugas seabrek karena tugas mengajar ditinggal untuk shooting di TV adalah A-historis.

    Setahu saya, justru tugas-tugas kuliah yang diberikan EG, hanya ada dua kata: SANGAT MENANTANG !!

    Tugas-tugas kuliah dari EG selalu berbasis kepada Text-book, Handbook, hasil Research, dan Jurnal-jurnal Internasional TERBARU (umumnya tentang Political Communication, Communcation Strategy and Policy Planning)
    Kami merasa excited dan enjoy menikmati cakrawala dan dinamika dunia keilmuan dan praksis komunikasi.

    Bagi kami, sosok EG memang super sibuk yang menarik untuk dilihat. Di luar jadwal syuting ("City View" LIVE tiap Selasa jam 21:30-22:30 di JakTV, "Gubernur Kita" LIVE tiap Kamis jam 21:00-22:00; "Newsdotcom" LIVE on TAPE tiap Minggu jam 21:30-23:00), selain mengajar, membimbing dan menguji tesis, disertasi mahasiswa; ia juga membagi waktunya dengan memberi pelatihan, seminar dan advokasi untuk publik komunikasi dan konsultansi kepada banyak departemen/instansi pemerintah ataupun para diplomat mancanegara.

    Tentu saja, ia juga setia melayani para jurnalis media massa dan menyuguhkan aneka opini kepada para khalayak tanah air. Di tengah-tengah kesibukan itu, ia juga sering hampir tiap seminggu sekali bermain sepak bola (sebagai hobinya) bersama Ikatan Alumni UI Football Club (ILUNI FC) di lapangan sepak bola beneran.

    Bahkan ia tak berhenti menulis di Jurnal Internasional sebagai panggilan nurani dan apresiasi karena telah dianugerahi menjadi Peneliti Terbaik International Communication Association (memperoleh ICA Award pada ICA Annual Conference, New Orleans Mei 2004 untuk Research, Teaching & Publication (dari the ICA Instructional & Developmental Division)

    Seorang EG memang sosok yang akademis dan humoris. Tahun 1984 memang pernah menyabet juara lawak se-Sumatera Barat. Lalu tahun 1990 menyelesaikan S1 Komunikasi di UI, tahun 1996 gelar Master Komunikasi dari UI disabetnya. Masih haus juga, tahun 2000 menambah gelar Master di bidang International Development (konsentrasi: International Communication dari Cornell Univerity, Ithaca, New York dan kemudian menyempurnakan karir akademisnya pada tahun 2004 meraih Ph.D dari The Radboud Nijmegen University, Netherland dng disertasi "Communication of Politics and Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility and Accountability"

    Dari perjalanan akademik seperti itu, pantas saja parodi politik yang dia bawakan di sejumlah seminar dan acara TV tampak sangat cerdas dan elegan.
    Ya kasihan Mas TUkul tho kalau Anda banding2kan dengan EG. Anda itu sama juga dengan membandingkan sesuatu yang tak seharusnya dibandingkan. Mas Tukul sudah selayaknya memperoleh apresiasi di bidang dan prestasinya.

    Justru sekarang, mestinya Anda harus menunjukkan kepada kami, karya dan prestasi Apa yang memang pantas dibanggakan ???!!!
    Kami memahami, bahwa karya dan prestasi bukanlah tujuannya untuk mencari dan memperoleh kebanggaan, tapi lebih kepada sejauh mana karya dan prestasi itu betul-betul dinikmati untuk kepentingan publik.

  106. From Rheza on 18 March 2007 21:19:20 WIB
    Ya, kok Republik Mimpi disomasi? Knp bkn sinetron yg meniru sinetron luar negeri & merusak moral aja yg disomasi? Cape d.
  107. From Wiwid on 19 March 2007 11:35:48 WIB
    Sdr. Alex Maffay:
    Membenci orang bisa dengan TANPA ALASAN sama sekali,
    itu faktanya!
    Dan itu Anda lakukan! Saya mantan mahasiswi langsung Pak Effendi Gazali, saya HARUS membelanya SEMATA-MATA
    DEMI MENCEGAH FITNAH!

    Saya cerita sedikit soal Pak Effendi & coursenya:
    Kami diminta membaca buku teks yang sudah kami sepakati
    di awal kuliah (SAP), Pak Effendi membahasnya di kelas
    dengan sangat lively dan menunjukkan hubungannya dengan semua mata kuliah lain sebelumnya.
    Oh ya kami membahas juga HASIL RISET MUTAKHIR
    DI JURNAL KOMUNIKASI INTERNASIONAL (yang baru terbit
    minggu lalu misalnya)
    Kami dianjurkan bring into class any book yang bisa memperkaya kajian kami!
    Ujiannya clear mencerdaskan, pada semester saya Pak
    Effendi cuma satu kali tidak masuk karena sakit!!!

    Pak Effendi JUARA LAWAK SEJAK SMA, ada masalah apa
    dengan Anda??? SALAHKAH KALAU JUARA LAWAK KEMUDIAN
    MENJADI Ph.D?

    Saya sungguh penasaran kalau semua ini ada kaitannya
    dengan kelompok-kelompok TUKUL-MENUKUL itu (padahal
    Pak Effendi selalu bilang salut dan terhibur juga
    menonton Tukul kalau ada waktu) atau KELOMPOK ANTON
    & KELIEK PELIPUR LARA yang pernah bilang "Orang-Orang
    UI di belakang Pak Effendi adalah T..K Kucing!"
    Ini sudah menjadi masalah harga diri kami NIH!!!

    Ini harus diperjelas dan diselidiki!

    Pak Maffay, saya SELALU BANGGA MENGAKU SEBAGAI MAHASISWINYA
    PAK EFFENDI, karena Pak Effendi adalah murid langsung
    dari PROFESOR DENNIS MCQUAIL, MAHAGURU ILMU KOMUNIKASI DUNIA,
    sedangkan saya adalah (secara tidak langsung) MURID KEDUA
    DARI DENNIS McQUAIL.

    Kalau Anda???
    MURID SIAPA? DENGAN KARYA APA?
    SUDAH PERNAH MASUK KELAS PAK EFFENDI SEBELUM MENUDUH???

    Thanks untuk Maffay dan semua pengirim email lainnya.
    yang namanya KRITIK itu berdasar FAKTA, bukan MENUDUH,
    walau tidak semua orang senang DIKRITIK
    walau TUKANG KRITIK juga selalu menanti KRITIK
    (WIMAR JUGA TUKANG KRITIK he he he)














  108. From lennie on 19 March 2007 12:41:51 WIB
    maju terus Republik Mimpi.. gw dukung 110% dah..
  109. From ogah on 19 March 2007 16:22:32 WIB
    SEDIKIT DIKIT SOMASI-SEDIKIT DIKIT SOMASI
    SOMASI KOK CUMA SEDIKIT.....
    YANG BENER AJA BUNG JANGAN MAIN SOMASI AJE
    MENDING SOMASI AJA TIMNAS LUMPUR LAPINDO & TIMNAS SEPAK BOLA
    YANG SAMA- SAMA MEMBLE KERJANYA
  110. From Susanto on 19 March 2007 23:38:15 WIB
    PAK ZZ: KELIEK bilang orang-orang UI T..K KUCING

    Jawaban untuk pertanyaan Pak ZZ maupun ANTON yang sudah tidak berani muncul lagi GAMPANG BANGET,
    baca dong apa yang ditulis IQBAL yang terang-terangan menyebut diri STAF LITBANG pada acara Newsdotcom

    KELIEK PELIPUR LARA dengan amoral dan tanpa etika menyatakan di depan sekelompok orang di ruang ganti Studio METRO TV
    (di depan produser, dan sekitar 7 talent dan staf lain):

    APA ITU ORANG-ORANG UI, T..K KUCING SEMUA!

    Maksudnya orang-orang UI di sini adalah mereka dari Litbang & teman-teman produksi acara Newsdotcom dari UI, yang juga menangani acara GUBERNUR KITA bersama Om Wimar.
    Karena itu ia pantas dipecat dari Newsdotcom!

    Saat ini kalimat Keliek Pelipur Lara tersebut SEDANG KAMI SEBARKAN agar MENDAPAT RESPON YANG SEMESTINYA DARI ORANG-ORANG UI!!!!

    Kapan perlu Keliek dan Anton harus mau dihadirkan untuk KLARIFIKASI di depan PERS bersama dengan saksi-saksi yang ada pada malam itu!!!

    Gitu Pak ZZ, jelas kan!
  111. From Cak Iqbal on 20 March 2007 18:30:28 WIB
    Penjelasan Resmi kenapa KELIEK PELIPUR LARA Dikeluarkan dari Newsdotcom (Republik Mimpi)

    Penjelasan ini adalah penjelasan resmi atas nama Muhammad Iqbal, Staf Litbang Newsdotcom, Kantor Berita Republik Mimpi.
    Saat ini juga merupakan mahasiswa program doktoral Ilmu Komunikasi FISIP UI, email: republik_mimpi@yahoo.com serta HP: 08170000060

    Mengingat banyak sekali komentar-komentar di media massa serta internet yang sangat manipulatif tentang kenapa Sdr. Keliek Pelipur Lara tidak lagi bersama dengan Newsdotcom/Republik Mimpi, maka dengan ini saya sampaikan keterangan sebagai berikut:

    Keliek Pelipur Lara yang tiba-tiba melambung lagi setelah mendapat peran sebagai UCUP KELIEK Wapres Republik BBM, atas usulan dan bahkan dengan nama pemberian Effendi Gazali, ternyata sejak di Newsdotcom sudah tidak mampu lagi membagi waktunya untuk berkumpul dan berlatih bersama dengan Tim Newsdotcom.

    Puncaknya di tengah tergopoh-gopohnya Keliek mengambil JOB Newsdotcom yang sangat mepet dengan persiapan SAHUR-SAHUR (SCTV), maka setelah EPISODE LIVE dengan DIRLANTAS POLRI, Keliek marah-marah di RUANG GANTI METRO TV, dengan mengatakan:
    ”Apa itu orang-orang UI!? T..K KUCING SEMUA (maksudnya KOTORAN KUCING)”

    Yang dimaksud orang-orang UI adalah Staf Litbang dan Produksi Newsdotcom dari Universita Indonesia. SAKSI pada peristiwa ini adalah saya sendiri, MUGI dari UI, SUKO WIDODO (yang juga Dosen UNAIR), RACHMAYANTO (Program Director Newsdotcom dari Metro TV) dan sejumlah talents serta Staf lainnya.

    Apa pun keberatan Sdr. Keliek Pelipur Lara, dia tidak pantas menghina institusi mana pun, termasuk UI (Acara Newsdotcom memang kerjasama dengan Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI; dan penghinaan Keliek ini berarti juga ditujukan kepada Effendi Gazali, Ph.D., Dedy N. Hidayat, Ph.D., Pinckey Triputra, Ph.D., DOSEN UI yang merupakan Penasehat Newsdotcom).

    Saya dan semua saksi siap dikonfrontir dengan Keliek, bahkan DI DEPAN PERS. Janganlah kesombongan sesaat karena tiba-tiba terkenal lagi, dan sudah sibuk dengan janji tampil di sana-sini, menjadikan seseorang bisa melupakan serta menghina teman-teman lain yang mensupportnya apalagi menghina institusi! Jangan pula menggunakan segala daya dan upaya di berbagai media untuk MEMANIPULASI APA YANG SESUNGGUHNYA KELIEK LAKUKAN DAN KATAKAN!

    Saya berharap PENJELASAN INI TERSEBAR KE PERS, juga kepada teman-teman UI, serta segera mendapat TANGGAPAN dari KELIEK PELIPUR LARA!

    Maret 2007



    Effendi Gazali, Ph.D.
  112. From ZZ on 22 March 2007 12:33:51 WIB
    Oh, jadi begitu....
    Itu yang sebenarnya saya ingin dengar... Yo wis, Saya dukung tim newsdotcom untuk mengklarifikasi di ruang publik mengenai masalah ini...
    Satu lagi kebenaran yang ingin saya ungkapkan, SAYA BUKAN BAPAK-BAPAK, Saya perempuan tulen!!!! :)
    Maaf kalau identitas saya ambigu...
  113. From jonathan on 24 March 2007 13:15:11 WIB
    Baru ditakut-takutin sudah takut...
    Ayo maju terus jangan takut, toh kan ini zamannya budaya demokrasi ? tul ndak ????
  114. From Wawan Prihartono on 28 April 2007 14:45:52 WIB
    Dengan adanya wacana somasi dari pemerintah, mungkin acara Republik Mimpi harus instrospeksi diri. Seingat aku, dulu waktu acara ini masih disiarkan di stasiun TV Indosiar masih OK tetapi setelah beralih ke MetroTV kayaknya ada yang nggak beres di situ. Acara Republik Mimpi tak ubahnya hanya obrolan warung kopi dengan skenario yang hambar dan dangkal tanpa solusi. Republik Mimpi telah kehilangan roh dan jatidirinya tak ubahnya seperti NKRI. Lebih parah lagi diinkikasikan acara tersebut telah ditunggangi oleh kelompok politik tertentu yang notabene salah satu fungsionarisnya adalah orang nomor satu di Metro TV". Dasarnya, Tokoh JK dalam acara tersebut sekarang tak ubahnya seperti bayi tanpa dosa, tidur lelap dan terjaga. Subjektivitas dan kambing hitam hitam bukan solusi, Bung. Mungkin somasi adalah solusi untuk menghindarkan acara Republik Mimpi dari skenario yang menyesatkan.
  115. From cebLun on 08 May 2007 12:04:01 WIB
    I LOVE UUUU EFENDY GAZALI....!!!

    maju terus buwat Pak Effendy dan kawan-kawan,,,kami mendukung Anda semua..
    Bukan semata2 karena saya ikut ngefans tapi saya percaya semua yang dilakukan Pak EG dan kawan-kawan mrpkn panggilan nurani terhadap kepentingan publik di negara ini & dan bukan untuk popularitas..


    (untuk METRO TV : moHOn jangan sampai Republik Mimpi berhenti tayang, Republik Mimpi TIDAK SAMA dengan tayangan di stasiun lain yang mayoritas menampilaan keglamoran kota metropolit serta hantu2 gentayangan yang kurang mendidik MANUSIA INDONESIA karena tidak dekat dengan realitas yang terjadi di bangsa ini dan hanya menjadi khayalan yang kosong...

    di sini kami menemukan tayangan yang cerdas sekaligus menghibur dan dapat mengalihkan kepenatan karena kondisi bangsa ini yang memprihatinkan, meski mungkin tidak semua golongan masyarakat mampu menelan. Republik Mimpi bukan tayangan yang hanya terus memberi kritik pada pemerintah bahkan melecehkan! dalam tayangan ini bahkan dapat ditemukan ide-ide baru / SOLUSI BERSAMA untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara ini.

    MAJU TERUS UNTUK SEMUA TUJUAN BAIK!!!

    di mana ada tujuan baik disitu PASTI ada jalan..

    (Eh Pak EG,,apa bner Bapak masih joMBLO?)..hehehehehe..
    i love u..

    Thak's to Om Wimar =) =) =)


  116. From syarief on 14 May 2007 12:35:38 WIB
    memang.........republik mimpi hanya sekumpulan badut yang mentertawakan dirinya sendiri, karena pasti tidak becus kalo diberi kesempatan memimpin negara ini........bisanya cuma mengololk-olok dirinya sendiri.......
  117. From hari on 28 May 2007 22:12:04 WIB
    heh...semua yang mengolok olok repulik mimpi....
    kakeane lo semua
    maju trus republik mimpi..
    ojo rungokno wong sing pd kemlete..
    aku sangat mendukung republik mimpi...
    maju terus pantang mundur republik mimpi.....
  118. From YoBood on 09 June 2007 10:45:28 WIB
    Payah....
    Baru ada talkshow kayak gitu aja udah mau disomasi.
    Emang siapa sih yang tersinggung di acara itu?
    SBY? nggak ah...
    SBY sendiri 'fine-fine' aja.
    Apa......
    Jusuf Kalla yang nggak mau di jelek-jelekan? dasar orang 'G@#$%!'
    Padahal kalau diliat sebelumnya waktu era 'BBM' di berhentikan penayangan nya, tidak ada perbedaan antara JK dan Ucup Kelik : Sama-sama ASAL kalo ngomong....
    Emang sih ada bedanya
    Ucup Kelik asal ngomongnya di Republik BBM,
    tapi Jusuf Kalla asal ngomongnya di Republik Indonesia.
    nah kalo gitu,
    LEBIH PARAH SIAPA?
  119. From alan on 25 June 2007 04:01:29 WIB
    jangan menyerah republik mimpi,,kami terus mendukung demi kamajuan bangsa indonesia,,setuju ga setuju harus setuju,,yg ga suka sama republik mimpi hanya orang yang gede kepala alias egois,masih untung ada yang kritik & kasi solusi,brarti masih ada yang peduli dngan keadaan bangsa ini,,kalau memang pemerintah tersingung berarti itulah kelemahan & kekurangan anda dalam memimpin..ya ga???ya donk..do`a kami buat republik mimpi & pemerintah RI semoga tambah majuuuuuuuuuu...amiiin
  120. From Heru Chandra on 02 July 2007 14:08:29 WIB
    De Fendy plis dong ah... jangan takut di somasi gitu loch...
    acara REPUBLIK MIMPI banyak penggemarnya, jadi maju terus pantang mundur, Buat mas ANTON, ke laut azeeeeeeeeeeeeee...!
  121. From budi on 02 July 2007 14:31:28 WIB
    bagaimana cara untuk ikut acara republik mimpi?kami mahasiswa komputer akuntansi Poltek TEDC Bandung sekarang sedang kuliah di P4TK Bispar Jakarta ingin berpartisipasi
  122. From ibe on 10 July 2007 17:02:39 WIB
    lawan aja jangan takut ditakut-takutin sama penakut.
  123. From anggreini on 12 July 2007 16:48:08 WIB
    acara republik mimpi tuhhhh top banget,,,,
    yang ga suka sama republik mimpi berarti tidak bisa menerima keritik dan perubahan, walaw di tiap episode ga ada solusinya but fine.
    berjuang ya republik mimpi untuk orng indonesia yang haus akan keadilan....
  124. From Riki on 04 September 2007 07:03:13 WIB
    jangan takut terhadap ancaman itu saya sangat setuju kalo newsdotcom ditayangkan terus kan itu mewakili anspirasi rakyat dan sebagai negara demokratis kita seharusnya menghargai pendapat orang lain
  125. From suryatmojo on 09 September 2007 12:58:17 WIB
    Orang berpendapat(kritis)itu baik-baik aja, selagi tanpa ada niatan melecehkan, menghinakan ato menjatuhkan suatu instansi ato pribadi lain yang sebelumnya sudah bagus (kalo masih ancur yang emang butuh dikritik).

    Dari semua pendapat reken-rekan yang ikut mengkomentari program acara 'Republik Mimpi' nya Effendi Ghazali ini, secara menyeluruh dapat saya simpulkan semua mendukung perubahan (perbaikan)tatanan kebangsaan dan kenegaraan yang ada pada 'Republik Indonesia' tercinta ini, yang kita rasa masih ada kurang.

    Trus kalo semua memiliki visi dan mimpi yang sama, ngapain masih saling gontok-gontokan. kalo masih ngributin cara ngomongnya apa ndak buang2 waktu aja? ato emang sama2 mau hanya pendapatnya aja yang didengar? bukan itu cuma kata lain dari mempolitisi yang ujung2nya cuma cari untung sendiri?

    Kalo sama2 ingin bangsa kita beranjak membaik, ya mari kita awal dengan etikat baik. kita dukung gagasan temen2 kita yang ingin mewujudkan itu perubahan tersebut. dan karna tujuan sama, jadi gak ada masalah kalo ada beda bahasa pengucapannya...tul nggak???

    sukses Republik Mimpi..
    bangkit Republik Indonesia...
  126. From doni Hendarto on 13 September 2007 22:33:17 WIB
    hehehehhee itu artinya mengena hehehehe jalan terus bung,gue malah suka sama GUSPUR
  127. From rimba kalimantan on 18 September 2007 16:47:20 WIB
    jalan teru..........uuuuus mas, kapan perlu terbitkan " NSP dan Nada Deringnya REPUBLIK MIMPI " OK

    SELAMAT BERJUANG DAN MENDOBRAK TIRANI TOPENG, good luck
  128. From abhe on 20 September 2007 10:09:53 WIB
    knapa sih orang - orang sibuknya ngurusin orang
    GA SENENG GITU NGELIAT ORANG SENENG
    " SOMASI " GA ADA KERJAAN APA TUH ORANG BIKIN - BIKIN SOMASI

    URUS AJA KERJAAN MASING - MASING ( GITU AJA QO REPOT )
    MAJU TERUS OM GAZALI. HM SAMPOERNA. YA BIARIN AJA KLO DIA GA MAU JADI SPONSOR TOH MASIH BANYAK YG MAU JADI SPONSOR DI REPUBLIK MIMPI.

    POKOKE MAJU TAK GENTAR > > > > >:
  129. From frederika on 29 September 2007 17:56:25 WIB
    ngomong2 sebenarnya ak heran banget, kayak gak ada kerjaan saja ngurusin orang lain. di Indonesia masih banyak terjadi kasus yang lebih parah, itu aja blom tuntas sudah mao ngurus acara republik mimpi,udah itu masih pake acara "somasi" segala. plis dong Ah.....!
    Pesen saya buat om Effendi: maju terus, kesuksesan akan selalu di rintangi oleh masalah2. Jangan sampai acara ini di somasi begitu saja.
  130. From ipat on 01 October 2007 15:20:54 WIB
    kumaha ieu teh aya aya wae nya... pak wapres
    tuh kumisnya benerin biar tidak nyengcle heeehhheeeh
  131. From Lagzo on 05 October 2007 21:11:54 WIB
    Daripada nerima kritik om sofyan lebih suka nonton sinetron kali'...
  132. From agus on 11 October 2007 11:31:28 WIB
    hati2 kepada pimpinan republik mimpi sofyan telah menjalankan cara2 PKI dan mau cari muka buktinya sponsor HM sampoerna mau undurkan diri itu tandanya sponsor telah diancam.
  133. From Gerrybastaman on 13 October 2007 18:15:51 WIB
    parah juga ya.. tapi mungkin Republik BBM seringkali membahas suatu fenomena di Indonesia secara 1 sisi saja (pihak yang jadi korban atau dirugikan)tanpa menghadirkan pihak lain yang dapat membela keadaan yang telah berjalan. kalau bisa sampai seperti itu pasti acara Republik BBM akan lebih seru... sukses terus Republik BBM!!!
  134. From Dylan on 19 October 2007 08:54:52 WIB
    Gimana sih pemerintah memberikan somasi kepada acara ini kan liat sendiri acara ini sudah dapat diterima di hati masyarakat seharusnya pemerintah mikir 100 kali acara ini kan bagus untuk memberi nasihat kepada pemerintah dan pejabat-pejabatnya supaya dapat menjalankan pemerintahan secara baik kalau ditiadakannya acara ini maka pemerintahan kita ni tidak akan berjalan dengan baik tanpa kritikan dari acara ini GITU AJA KOK REPOYT AYAK AYAK WAE MAK BEDUNDUK
  135. From muid on 24 October 2007 11:18:26 WIB
    republik mimpi disomasi!apa gak seleh, eh, maksudnya salah.materi acaranya mimpi.kalau membahas korupsi sebatas mimpi.membahas money politik sebatas mimpi(tapi dg serius, lhoo!)kok disomasi ya lucu tur wagu.wong yang beneran di republik ini gak diapa-apakan.ndeso!
  136. From caesar on 29 October 2007 03:29:04 WIB
    Republik mimpi di somasi? Jgn deh!

    Buat saya ini slh satu TV show terbaik di Indonesia!

    Ga percaya? Coba aja cari acara TV laen yg isinya kya gini:
    1. Berani kritis ama dunia politik Indonesia
    2. Isi acara-nya ningkatin our political awareness
    3. Bisa ikut bikin masyarakat luas ketawa dlm kesusahannya
    (FAKTA: banyak orang jaman sekarang susah buat ketawa!)

    Sdikti usul, klo bisa, jgn cuma tokoh tiruan (ie: Gus Pur)yang ditampilin! Knapa ga coba undang the real Gus Dur aja skalian! Biar tambah rame! Biar kuping para politisi2 nakal panas! Biar mereka inget klo ada rakyat di-atas mereka, karena para politisi ga akan inget rakyat, klo kita ga give critics or comments. Itu juga klo critics/comments kita masuk di kuping mereka & dicerna (dimana biasanya masuk kuping kanan, langsung keluar lagi lewat kuping kanan juga! Ga msk ke dalam kepala mereka sama sekali!

    Lagian bosen juga, nonton brita di TV isinya para politisi saling jegal & berantem! Masih lebih baik nonton sinetron yg meskipun isinya sama, tapi para pemerannya enak diliat!

    Republik Mimpi, Please keep rockin the Indonesia's TV network!

    Caesar©2007
    british_comrades@yahoo.com

  137. From Munanto on 29 October 2007 08:42:37 WIB
    Baru berangan-angan saja sudah mau disomasi, itu namanya pembunuhan terhadap cita-cita anak bangsa.
    Lanjut terus mas pendi, pantang mundur.....
  138. From wahyudi on 19 November 2007 16:19:52 WIB
    jalan terus ga usaha takut emang udah begitu resikonya
    kalo pemerintah mau ga di kritik kerja yg bener jang uang rakyat dan kepentingan rakyat selalu di kesampingkan. kalo negara ini maju rakyat ga akan sengsara baik itu dari pendidikan , kesehatan, sarana olah raga, maupun pekarjaan. yang selalu kita dengar hanya koropsi dimana2 selalu anggota DPR/D maupun pejabat yg lain.
    apalagi kalo udah berussan dgn org pemerintah apa sih yg tidak pakai uang, baik dari pembuatan SKKB,surat pengantar kelurahan maupun yg lain. NEGARA KITA BHINEKA TUNGGAL IKA / IKA TUNGGAL BHINEKA ( POINT NYA CUMA 2 = 1. KETUHANAN YANG MAHA ESA 2. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA ) KALO HAL ITU BISA DI WUJUDKAN DI NEGARA KITA MAKA TIDAK AKAN ADA LAGI KECEMBURUAN SOSIAL DIMANA 2 BAIK DI KOTA MAUPUN DI DESA
  139. From evan on 10 December 2007 20:50:08 WIB
    2009 saya bakal "MILIH" bang Effendi Ghajali sebagai presiden....
    hajar terus bang....
  140. From Aal on 05 January 2008 18:33:20 WIB
    Heiiiii.....apa-apaan sih, main somasi? Orang mimpi aja kok gak boleh....Dasar....Please dong ah. Orang-orang Indonesia tu biar gak mimpi soal kemewahan doang yang dipamerin lewat sinetron-sinetron yang gak mendidik, gitu looooh. Bosen nonton sinetron mulu, gosip mulu.......
    POKOKE AKU GAK RELA KALO SAMPE REPUBLIK MIMPI berhenti tayang..... ini namanya guyon bermutu....
  141. From Sapi on 07 January 2008 12:55:56 WIB
    Sofyan, Sofyan.... kurang kerjaan aja lu....
    mungkin die iri kali yeee..
    ama rating News.Com yang lagi nglonjak itu...
    Please dech.....
  142. From dona on 09 January 2008 16:45:57 WIB
    Mengapa Jarwo kuat tiba-tiba dijadikan tersangka? Karena dia hanya memerankan seorang pejabat tinggi di negara ini. Kasusnya saja terjadi tahun 2006 sebelum dia ikut acara ini. Memang pemerintah kita hebat untuk mencari2 kesalahan2 orang. Dimanakah keadilan negara ini? Sekarang sudah masa Reformasi. Kasihan dengan rakyat kita. Biarlah Tuhan yang akan membalas kejahatan ini semua!
  143. From hidayat on 10 January 2008 06:52:04 WIB
    kalau Republik Mimpi dilarang, berarti kebebasan berekspresi dibatasi. Berarti kemabali lagi ke Zaman Orde Baru. Katanya Zaman Reformasi. Salam untuk Bang Jalil!!!
  144. From YUKESTI on 10 January 2008 07:01:51 WIB
    KANG SOFYAN JALIL .... URUSIN AJA DEH NEGARA DENGAN SEGALA FASILITAS: KEMEWAHAN, PIKNIK RAME2, POKOKE SEGALA GRATIS DECH. REPUBLIK MIMPI MILIK RAKYAT, HIBURAN RAKYAT YANG KENYANG DENGAN KEMISKINAN, ANTRI MINYAK TANAH, RUMAH REYOT, BERAS MAHAL......BIARKAN REPUBLIK MIMPI MENGHIBUR KAMI.
  145. From intan on 11 January 2008 20:30:28 WIB
    selama news.com memberikan kemaslahatan buat negara indonesia maju terus pantang mundur om Fen...SEMANGAT !!!!
  146. From adi sutrisno on 13 January 2008 23:15:38 WIB
    yang benar pasti menang. buatnya mas effendi, jangan menjadi putus asa untuk terus memperjuangkan tayangan yang berumutu bagi masyarakat.

    pak "wakil presiden", kami rakyat mu selalu mendukungmu
  147. From arif avianto on 14 January 2008 13:16:03 WIB
    hmmm info aja
    kalo saat ini (dah lama seh) pak Sofyan Djalil sudah tidak menjabat menteri lagi. konon lidah tajam bisa menusuk diri sendiri.
    menkominfo saat ini pak M. Nuh. seingat saya (dahulu saya murid-nya lho) beliau gak cengeng seperti pak Sofyan Djalil.
  148. From indah on 20 January 2008 22:41:20 WIB
    waduhhh.. sayang juga yah udah tidak bisa nonton tayangan parodi news dot com, saya adalah penggemar berat tayangan tvnews dot com.
    Seandainya saya mempunyai uang banyak seperti HM Sampoerna, saya sangat bersedia sekali menjadi sponsor utama Republik mimpi...
    Saya sangat kecewa sekali dengan dihentikan nya tayangan news Dot Com, saya mendunkung A'A efendi.... maju terus pantang mundur seperti Munir A'A
    We love U
  149. From endang tr on 10 February 2008 16:49:19 WIB
    Newsdotcom adalah simbol kebebasan berekspresi. Sebuah media yang menyoroti (berkait poitik) sebuah peristiwa atau tokoh dari sisi pandang yang berbeda, namun selama ini cukup berimbang, dan tidak diungkapkan dengan emosi destruktif melainkan parodi. Banyak adegan & perbincangan pada tayangan ini memberikan kesempatan pada penonton 'selanjutnya terserah Anda'. Saya cukup merasa kehilangan dan kangen sejak acara ini tidak lagi ada. Usulan saya, substansi tayangan tak hanya membahas tokoh dan kebijakan politik pemerintah atau golongan, namun membahas realitas yang terjadi pada rakyat yang mau tak mau harus menikmati akibat dari kebijakan politik tersebut (rakyat sebagai konsumen politik), jadi setting-nya bisa kelurahan kaya 'cak-kuas' plesetan dari kelurahan 'cikeas'... misalnya hehehe disandingkan dengan kelurahan miskin 'pulanglah' plesetan dari kelurahan 'pamulang' hahaha.... mengingat Mas Effendi Gazali adalah pakar komunikasi politik, jadi ya tetap seputaran politiklah.... Ide ini mau dieksplorasi? Kontak saya, hahahaha..... terimakasih, etr.
  150. From jepi pp on 25 March 2008 12:29:14 WIB
    Yeeee....elah masak mimpi ja pake disomasi segalaa!!!!
    senang liat orang susah??????
    jalan terus om!!!!!
    wong cuma mimpi aj ga usah takut!!!!
  151. From bagus on 13 April 2008 15:01:16 WIB
    newsdotcom adlh acara berita yang paling gua sukai,gara2 RM aq bisa berfikir lebih kritis lagian hanya news.com yang berani mengkritik pemerintah blak-blakan!!!!!!!
    buat aag efendi maju terusyach,trs aag nikah kapn nie?
    news.com gak boleh berhenti karena news.com adalah acara yang paling mendidik dan paling keren dari acara laen!maju terus news.com!!!!!!
    gua janji klo ada acara yang bisa memberi kritik ke pemerintah yang lebih bagus dari news.com dan ada acara yang lebih mendidik dari news.com gua kawin sama monyet!!!!!!!!!!!
  152. From Kadal on 19 April 2008 23:46:41 WIB
    ane gak abis pikir...kok jaman kyk gini masih ada yang buta demokrasi ?
    adakah kebebasan yang dilanggar oleh republik mimpi ?
    Memang gak terlalu penting siapa efendi ghazali, tp kita masih punya pikiran yang waras kan untuk menghargai ide orang lain, apalagi untuk ide2 inovatif yang mendidik.

    Gak usah sewot sambil bawa2 ketidaksukaan pribadi lah.

    Jangan dosen jadi pelawak, pengacara, menteri bahkan presiden sekalipun gak dilarang jadi pelawak. semua diukur dari konsistensi dia menjalankan idealismenya bung.

    Keep going Republik Mimpi.

    Wassalam

    Dear Mr. anton :
    \"saya yakin cakrawala berfikir anda sebenarnya cukup luas, tolong jangan dikerdilkan \"
  153. From wasitya on 17 May 2008 12:18:39 WIB
    maju teruzzzzzzzzzz om jangan takut digugat justru acara om buat itu sangat aku sukai masalahnya kini kita di bodohi oleh pm sendiri jadi jangan takut om apalagi kehilangan sponsor pasti nantinya ada yang dukung banyak semangat
  154. From Poesnandito on 14 August 2008 17:41:50 WIB
    Maju terus republik mimpi !!! saya tetap warganegaramu, baru sama Republik Mimpi aja udah takut gimana kalau diserang negara lain memang type pemerintahan yang pengecut ya begitu bisanya hanya hidup dipenderitaan orang lain.











  155. From dica on 19 September 2008 13:38:08 WIB
    demokrasi menjadi negara ini amburadul. parodi politik hanya memberi kesempatan manusia untuk saling kritik dan pinter berkomentar.
    Lebih baik bekerja dgn benar, belajar dgn benar, ibadah dgn benar, berkreasi dgn benar.
    Ingat Amerika, si mbahnya demoktrasi aja lagi ambruk ekonominya, bencana alam dimana2, krisis finasial global ada didepan mata. jangan habiskan waktu hanya untuk parodi yang tidak banyak gunannya.

    Berkaryalah untuk negeri ini! hukum mati para koruptor !
    selamatkan bangsa dari kebangkrutan..didiklah generasi muda
    dengan arif dan bijaksana...
  156. From tdy on 19 September 2008 14:53:46 WIB
    hahahahahahahahahahahaha pak menkominfo why so serious? hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha
  157. From gadink chandra on 26 September 2008 14:39:00 WIB
    ah ada ada saja.., bahkan untuk mengetahui keadaan politik kita tanpa rasa frustasi terhadap politikus kita pun dilarang. memang menko infokom sudah berbuat apa untuk rakyat 9selain membuat tambah frustasi)? atau bisa berbuat apa untuk rakyat (selain bisa membuat rakyat frustasi)? memang bisa memberi informasi politik yang mendidik (atau hanya membuat bodoh)? kalau menko infokom bisa memberi informasi yang jujur tentang ulah politikus kita, pasti beliau gak akan di angkat jadi menko infokom..
    .
    semoga sampoerna konsisten
  158. From gadink chandra on 26 September 2008 15:02:06 WIB
    YANG SETUJU SOMASI LEBIH BAIK DIAM.. daripada setuju membubarkan tapi gak ada yang bisa ditawarkan.. terutama untuk sdr Anton.. saya menilai dari komentarnya sdr Anton pasti mampu membuat acara yang lebih baik dari Republik Mimpi, saya dan banyak pemirsa akan nonton acara Anda jika memang lebih baik..
  159. From tolip aliarto on 27 September 2008 12:29:14 WIB
    tidak perlu menyisihkan ide seseorang, yang sampe skrang banyak masyarakat yg pro. itu adalah sebuah pembelajaran bagi kita. monggo sama-sama belajar. kritik adalah hal biasa. dan semua itu bertujuan untuk menyadarkan hal yang lebih baik, dan untuk belajar bagi masyarakat yang awam tentang perpolitikan. dengan suguhan yang sederhana tetapi membawa masyarakat ke sesuatu yang perlu ditelaah...dari yang ringan menjadi sesuatu yg berarti.... setidaknya itu sebagai jembatan bagi masyarakat semua,,
  160. From ardi on 05 October 2008 10:01:39 WIB
    republik mimpi itu bagus banget, keren! lucu deh! pokoknya keren deh
  161. From dharmapoetra on 27 October 2008 22:01:45 WIB
    Acara Republik BBM perlu disikapi dengan arif bukan emosional atau kebakaran jenggot. Bagus kok saya selalu nonton dan baik untuk perbandingan dan masukan bagi pemerintah
  162. From anwar on 14 January 2009 15:06:01 WIB
    gitu aja kok repot. karena ini republik mimpi jadi somasinya harus mimpi juga jangan yang beneran.
  163. From Mirwan Hidayat on 18 January 2009 19:40:22 WIB
    sebuah kebiasaan buruk dari para pemimpinn bangsa kita adalah, begitu terlena dan tersanjung-sanjung, bahkan sampai lupa dengan segalanya ketika menerima pujian. Akan tetapi, sebaliknya saat menerima kritikan, apa yang terjadi....??? ibaratkan seseorang yang tengah naik pitam, mata merah melotot, mulut komat-kamit, kuping panas karena mendengar sesuatu yang menyinggung dirinya hanya karena sebuah kritikan yang sebenarnya dapat membangun dirinya dan bangsa ini, dan siap menyerang, jika kritikan itu dianggap sebagai sebagai senjata untuk menyerang dirinya, piye toh.... maju terus Republik Mimpi.... sukses ghazali, n sukses to Wimar
  164. From agusid on 28 January 2009 17:02:53 WIB
    Acara Republik Mimpi itu kan sebagai cerminan kebutaan Pemimpin Negeri ini.
    Bayangkan, apakah sang Pemimpin dan para Menteri Republik Mimpi harus sekolah S-2 atau S-3 terlebih dahulu di Amerika untuk melihat/belajar "KENAPA EKONOMI AMERIKA HANCUR = RAKYATNYA NGGA BISA BAYAR CICILAN RUMAH", dan mempunyai efek ekonomi global yang begitu dasyat dibandingkan efek Goerge Soros.
    Kalau RAKYAT REPUBLIK MIMPI NGGA BISA BAYAR CICILAN RUMAH = PEMIMPIN DAN PARA MENTERI NEGERI INI ngga bakalan gue pilih lagi jadi Presiden...........atau Calon Presiden.....yang akan datang.

  165. From Heri cikal on 31 January 2009 01:22:31 WIB
    Saya sebagai penonton komedian televisi, hanya ingin mengatakan kalau acara Republik Mimpi itu harus tetap ada, apalagi acara ini seperti membuka ruang kalau kritik itu penting,tapi juga jangan lantas hanya mau mengkritik tapi juga harus siap dikritik...jadi anggap saja semua itu kritik yang harus disikapi dengan serius tidak dengan guyonan lagi, Republik Mimpi dengan kelebihannya pasti juga ada kurangnya, maka tambah lebihnya, baiki yang kurangnya...karena acara ini komedi maka lihatlah dari sudut pandang komedi...saya yakin tujuan acara ini adalah bagaimana membuat penonton kita terhibur dan cerdas, maka jangan dibalik....
    Komdian negeri ini semuanya cerdas, jadi sebagai penonton jangan menggiring mereka untuk jadi bodoh...dengan komentar yang terkesan 'mengadu' yang satu dengan yang lain,...
    Namanya juga komedi yang ingin kita dapatkan itu gelak tawa bukan emosi yang kalap dan marah....
    Ya...Republik Mimpi itu : TIDAK MEMBERI JANJI TAPI MIMPI.
  166. From Elsina on 05 February 2009 08:58:32 WIB
    Segitu takutnya toh sampai merasa perlu mensomasi segala... berarti acara RM dahsyat. Walaupun Republik Mimpi "hanya" memberikan mimpi, segala sesuatu selalu bermula dari sebuah mimpi yang jika ditekuni akan menjadi sebuah kenyataan!!

  167. From Dimas on 19 June 2009 08:46:12 WIB
    Republik mimpi adl totonan orang bodoh, tidak mendidik,para politisi jadi anggota ky srimulat aja dan direkturnya gozali,peminatnya juga minim di daerah
  168. From coki Nainggolan on 01 July 2009 21:12:43 WIB
    Mungkin itu pesanan dari orang2 yang merasa tersindir aja..kalau menurut aku sich biarkan saja acara itu sebab, sekaligus mengontrol kinerja wakil2 kita yang ada di DPR atau pemerintahan. toh dinegara2 maju parodi seperti ini ada koq. sedikt2 di somasi2 katanya negara demokratis??
  169. From Aljabbar_khwarizmi on 01 August 2009 23:47:02 WIB
    acara ini bermutu jg sich!!!tapi lebih bermutu lg kalau diganti acara Perspektif INdonesia!!!nah,ini baru acara yg bermutu dan mudah dmasukkin ke dalam otak isinya!!!!!

« Home