Fauzi atau Adang: Partai tidak kasih pilihan lain
Perspektif Online
09 March 2007
Koalisi Jakarta VS Non Koalisi Jakarta
Oleh Maro Alnesputra
Ketika akan bertempur, sangat disarankan untuk membaca peta. Peta disini bukan sekedar map yang berisikan informasi tentang lokasi, tapi juga merupakan barometer untuk mengukur kekuatan dan kehebatan rival kita di medan Perang.
Episode Gubernur Kita kali ini membahas akan peta persaingan dari partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Jakarta VS Non Koalisi Jakarta (PKS) dalam menyambut pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun ini.
Simak!
Koalisi?
Effendi Ghazali: Apa PKS tidak diajak untuk berkoalisi oleh yang lain?
Tri Wicaksana (PKS): Sebelumnya hanya ingin memberi tahu saja bahwa PKS itu bukan singkatan Punya Kita Sendiri, tapi Punya Kita Semua hahahaha. Kita memang tidak melakukan koalisi dalam bentuk formal
Effendi Ghazali: namun kabarnya dari hasil pembicaraan apa benar akan maju bersama PAN?
Tri Wicaksana (PKS): Kebetulan calon dari PKS yaitu bapak Adang Daradjatun mendaftar juga ke beberapa partai lainnya. Kebetulan di PAN, nama bapak Adang Daradjatun masuk daftar mereka yang lolos ke babak berikutnya.
Effendi Ghazali: Mari kita coba tanya kepada bapak Iqbal Rais dari PAN. Apa benar bahwa PAN akan berkoalisi dengan PKS?
Iqbal Rais (PAN): Ya saat ini kami memang sedang bersilaturahmi dengan beberapa partai termasuk PKS
Effendi Ghazali: Apa bedanya silaturahmi dengan koalisi?
Iqbal Rais (PAN): Beda-beda tipis sebenarnya
WW: Kalau bedanya dengan somasi? hahahahahaha
Effendi Ghazali: Pak Constantin Ponggawa dari PDS, apa pendapat bapak tentang koalisi Jakarta.
Constantin Ponggawa (PDS): Sebenarnya tidak ada bentuk resminya, koalisi itu terbentuk karena punya visi dan misi yang sama. Jadi apabila ingin membandingkan antara yang koalisi dengan yang tidak koalisi, harus diingat bahwa dua-duanya baik. Jadi tingal
dilihat mana yang lebih punya nilai tambah.
Effendi Ghazali: Bagaimana pendapat bapak Sahat Siragih dari Partai Demokrat mengingat bahwa hasil dari Partai Demokrat akan sangat menentukan apakah koalisi Jakarta akan terus atau bubar?
Sahat Saragih (PD): Pada dasarnya prinsip dasar koalisi adalah kebersamaan. Koalisi akan terjadi apabila setiap pertemuan dengan pihak lain mempunyai makna yang sama.
Effendi Ghazali: Sejauh ini sudah mengadakan pertemuan dengan siapa saja?
Sahat Saragih (PD): Kami terbuka dengan siapa saja.
Kapan menentukan Calon?
Tri Wicaksana (PKS): Kami sudah resmi mencalonkan
Iqbal Rais (PAN): Akan diusahakan pada akhir bulan Maret nanti sudah ada keputusan
Constantin Ponggawa (PDS): PDS sudah resmi mencalonkan, tapi karena kami cuma ada 4 kursi di DKI Jakarta, jadi memang harus koalisi
Sahat Saragih (PD): Yah kami hamper sama dengan PAN lah, mungkin Akhir Maret nanti, tidak lama lagi
Effendi Ghazali: Kalau boleh tau siapa saja calonnya?
Sahat Saragih (PD): Ada 4 yaitu Agum Gumelar, Fauzi Bowo, Sarwono Kusumaatmadja, dan…….. (berusaha mengingat)
WW: Mungkin ga penting yah, makanya ga inget Hahahahahahaa
Siapa Calonnya?
Tri Wicaksana (PKS): Yang jelas program-program calon dari partai kami akan menitikberatkan pada tiga masalah di Jakarta yaitu:
1. kesejahteraan
2. keamanan
3. pendidikan dan kesehatan
Effendi Ghazali: Calon Gubernurnya ?
Tri Wicaksana (PKS): Saat ini kami sudah resmi mencalonkan Adang Daradjatun sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, sementara untuk posisi wagub masih digodok.
Constantin Ponggawa (PDS): Kami sudah menentukan H. Fauzi Bowo sebagai calon Gubernur dari DKI Jakarta, karena kami percaya bahwa kota ini memerlukan orang yang sudah berpengalaman di masalah-masalah PEMDA Jakarta.
WW: Namun tidak berhasil kan ?
Constantin Ponggawa (PDS): Tidak bisa dibilang begitu, belum ada kesempatan buat beliau untuk bisa mengelola dengan baik
Effendi Ghazali: Itu betul sekali, apalagi jelas tugas Gubernur dan Wakil Gubernur jelas berbeda karena Wakil Gubernur tidak biasa diberi tugas banyak karena job functionnya lebih kepada memberikan asistensi. Wewenang Gubernur jelas jauh lebih besar bukan?
WW: Jadi intinya calon PDS akan menentang semua yang sudah dibuat sekarang?
Constantin Ponggawa (PDS): Bukan menentang tapi terus meneruskan semua kebijakan yang sudah ada
WW: Meneruskan? Ya tetap banjir dong, yang kemarin kan penanganannya buruk sekali
Effendi Ghazali: Good Point!
Effendi Ghazali: Siapa yang akan dipilih oleh Partai Demokrat ?
Sahat Saragih (PD): Sampai saat ini belum bisa diumumkan,
WW: Kenapa susah banget ya? Toh cukup bilang saja?
Sahat Saragih (PD): Ada yang kita kejar dan ada yang kita tunggu, jadi memang mekanisnya saat ini belum bisa memutuskan, jadi tunggu sajalah.
Mana yang diinginkan? Lebih Banyak Calon? Lebih Sedikit Calon?
Effendi Ghazali: Mana yang diinginkan lebih banyak calon atau sedikit saja?
Tri Wicaksana (PKS): saya justru lebih ingin banyak
Effendi Ghazali: hahaha supaya suaranya terpecah dan PKS menang bukan
Constantin Ponggawa (PDS): Saya sih kalau bisa cukup dua saja
Fenny Rose: Ntar jadi ribet dong milihnya karena bingung
Constantin Ponggawa (PDS): Ah tidak dua justru tidak bingung
WW: Jauh lebih gampang dan gak bikin bingung milih pas jaman Soeharto, karena calon tunggalnya cuma satu hahahahaha
Sahat Saragih (PD): masih belum begitu jelas, namun saya secara pribadi melihat kemungkinan muncul 4 calon Gubernur Jakarta
WW & EG: Bagusss!
WW: Untunglah kalau memang akan lebih dari dua, karena saya tadinya sudah malas dan agak pesimis kalau calonnya hanya dua orang, tadinya mau ke acara ini cuma mau liat band –nya saja hahahaha
Penelpon Penggabung Dua Pilihan?
Ibu Indra – Depok:
Saya inginnya agar Fauzi Bowo menjadi Gubernur dan Adang Daradjatun sebagai Wagubnya. Terutama karena Fauzi Bowo orang yang sangat baik di PEMDA dan tidak pernah korupsi. Sementara Adang Daradjatun akan benar-benar dapat membersihkan Kepolisian di DKI Jakarta agar bersih dari segala bentuk korupsi , pencurian, dan lain-lain.Sehingga saya putuskan untuk menyatukan dua-duanya.
Yah begitulah episode Gubernur Kita malam ini. Mudah-mudahan kita semua bisa memilih mana yang paling baik menurut kita sebagai Warga Jakarta.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pertanyaan tentang calon independent yang cukup membuat kening kita berkerut.
Perlukah kita Calon Independent?
WW: Perlu sekali, karena menurut saya di seluruh daerah di Indonesia harus ada yang namanya calon independent, kalau perlu dipilih berdasarkan sms yang masuk dari masyarakat
Effendi Ghazali: Sehingga membuat kita berteriak,,,…. Apakah salah kami sehingga Aceh boleh menampilkan calon independent….. tapi kami yang disini,,,,, tidak bisa ikut apa-apa ? mengapa ? apa salah kami?
Kalau kata Ruhut Sitompul sih: Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang.
Tanya gih? atau tunjukin aja opini bebas kita di Perspektif Online
Bingung? Baca latar belakangnya di:








19 Comments: