Articles

Sikap Kaum Muda Indonesia di Eropa - Temu Wimar di Amsterdam

Perspektif Online
07 June 2007

Halo teman-teman di Belanda! Ngobrol di Amsterdam yuk.

Menyambut program PPI di negeri Belanda 'Indonesia Masa Depan - Membentuk Sikap Kaum Muda', Wimar Witoelar akan diskusi mengenai 'Menerapkan liberalisme Eropa pada persoalan Indonesia'.

Datang ke Hogeschool Inholland Diemen hari Senin, 11 Juni 2007 jam 5 pm di Foyer, Auditorium B015. Acara ini diadakan dalam kerjasama dengan InterMatrix Communications. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi website PPI Amsterdam.

Update: Bagaimana terjadinya pertemuan ini, dan apa yang akan dibicarakan? Sebagai 'pemanasan' baca pendapat dari Herdian Lasut, salah satu penyelenggara acara yang juga pernah jadi seorang intern di IMX. Acara ini memang tercipta berkat dua intern IMX yang mempunyai ikatan erat dengan PPI.

elsaElsa Andriana menjadi intern IMX pada tahun 2003 waktu ia belajar di Hogeschool Inholland Diemen dan kemudian pulang ke Yogya dan bekerja sebentar di IMX sebelum melanjutkan studi dalam Manajemen Strategis di program MM Universitas Gajah Mada. Elsa baru saja menyelesaikan bagian program yang dijalankan di Rotterdam. Herdian Lasut menjadi intern IMX di tahun 2005 dan menempuh studi di Hogeschool Inholland Rotterdam sampai sekarang. Elsa membuka gagasan mengundang WW ke diskusi PPI yang disambut oleh rekan-rekannya dan langsung disambut oleh dukungan Herdian Lasut.

Menyambut permintaan panitia, WW akan menyampaikan perspektif masa depan Indonesia dari beberapa segi. Selama berada di negeri Belanda WW masih membuat tulisan untuk beberapa penerbitan di Indonesia. Diantaranya ada yang terbit tanggal 11 Januari di harian.

Seputar Indonesia berjudul Calon Independen Harus Diperjuangkan. Tapi WW bukan hanya bicara politik. Bagi peserta PPI, akan ditawarkan perspektif yang operasional berupa penghayatan peran dan kesempatan masa depan, agar liberalisme yang terserap dari lingkungan Eropa dapat dimanfaatkan dalam membentuk peran pemuda anggota PPI. Herdian menyorotnya lebih tajam:

Indonesia Masa Depan - Membentuk Sikap Kaum Muda

Herdian Lasut

herdian lasutSebenarnya term masa depan indonesia yang dibicarakan oleh PPI maksudnya adalah kontribusi pemuda-pemudi Indonesia khususnya PPI belanda dalam pembangunan Indonesia jangka panjang, disini mereka ingin mendiskusikan perubahan2 yang mengarah kepada kemajuan Indonesia dan sampai mana telah dijalankan

Memang diskusi seperti ini tidak pernah abis dan selalu di seputar itu terus, tapi bagaimana cara kami bisa berkontribusi? motivasi macam apa yang bisa digunakan untuk menimbulkan strike the power of people kepada ELITE? untuk itu WW akan share mengenai misalnya hilangnya berkas Soeharto, uang DKP, Pilkada, Pilpres, korupsi Golkar dan hubunggannya dengan Indonesia masa depan. Dari sini kita pun akan evaluasi pencegahan yang bisa dijalankan di masa mendatang

Mungkin kaum muda inilah yang diharapkan untuk membangkitkan sifat demokratis sebagai penerus dari generasi tempo doeloe sampai sekarang (theory....)

Kehidupan 'orang biasa' sudah merupakan bagian dari kehidupan students disini dalam sehari-hari, jadi seharusnya pemikiran "the power of people' sudah cukup terpendam di setiap manusia disini(mereka sudah ada rootsnya) . Dengan itu tidak usah dikhawatirkan lagi

Hal ini bisa dibuktikan dengan contohnya PPI lebih bersifat independent daripada ketimbang harus selalu tergantung dengan KBRI, bahkan dana pun kami lebih sering mencari sendiri. Dari sini pun kami sebagai kaum muda indonesia pun ingin berdiri sendiri. Dan pada intinya PPI beranggotakan bukan dari anak-2 ELITE, justru mahasiswa dan mayrakat indonesia biasa yang tinggal disini yang mempunyai kemauan kuat untuk bersifat demokratis dan mau merubah negaranya. Dimana sebenarnya mereka sadar melakukan ini untuk memperkuat Dignity dan Integrity bangsa Indonesia di depan komunitas asing....kan tidak lucu kalo kita sedang berbicara dengan students asing dan yang hanya mereka tau bahwa Indonesia itu korup, males, civil war, feudalism, hukum bisa dibeli. Jutrsu kita mau merubah pandangan merka bahwa Indonesia is dangerously beautiful.

Kalau saya bisa tambah lagi, mungkin WW dkk masih ingin memperkuat fondasi " the power of people" khususnya di Indonesia melihat keadaan mayarakat di Indonesia yang masih dalam proses untuk mengerti demokrasi. Sedangkan disini manusia ditanamkan sifat skepticism, individualisme, dan pluralism dimana demokrasinya based on liberalism --> benar benar bebas. Jadi pengertian orang biasa dan kebebasan disini sudah pasti....

apakah mungkin saya salah? tolong dibenarkan.....thx

Print article only

28 Comments:

  1. From bag man on 09 June 2007 00:21:34 WIB
    liberalisme..pemuda?
    walah gak deh paling anti dengan liberalisme dan kapitalisme..kayaknya gak banget dh..bagi aku sosialis ....
    hidup sosialis yang palig pas di indonesia...
    ok
  2. From lan on 09 June 2007 01:26:38 WIB
    WW Go International...
  3. From angga on 09 June 2007 08:48:54 WIB
    langkah bagus baget, jadi temen2 muda di luar negri bisa ikut ambil bagian dalam memikirkan masalah2 yang sedang hangat di bangsa ini. Cara pikir dan idealisme mereka sudah harus diperhatikan, karena mereka yang di luar negri masih bisa berpikir secara rasional. mengapa rasional coz diluar sana rule of the game dijalankan dengan baik, bukan hanya dijalnkan rakyat kecil.

    so, for ww, elaborasi yang yahud teman2 muda di belanda, masih ada harapan dari teman2 muda di luar sana,,,

    sehat selalu buat ww...
  4. From Satya on 09 June 2007 09:14:46 WIB
    setuju angga, dan tulisan herdian. memang perlu acara sinkronisasi seperti ini. kaum muda memang harapan bangsa, tapi terutama yg kebetulan lagi di luar, mereka otomatis mengalami hal2 baru dan bisa menerapkan yg positif ke negeri sendiri.

    kalau sudah tua biasanya telanjur nyerah bantu kampung dengan alasan udah terlalu pinter, tapi kalau masih muda energi-nya banyak. tinggal arahkan energi-nya bukan dipakai untuk ngomongin jargon dan slogan abstrak, melainkan pembentukan sikap.

    apa itu sikap? sikap itu berani bilang mana good, mana bad. bukan debat abstrak. yg pinter banyak, yg berani dikit. mulai dengan berani komen pakai nama asli aja udah hebat.

    sukses untuk PPI Amsterdam dan PPI di seluruh dunia.
  5. From wimar on 09 June 2007 11:36:38 WIB
    Angga sekarang perspektifnya tepat sekali... orang di luar negeri (muda atau tua sih) punya pikiran jernih dan suka heran kenapa orang di indonesia pada dodol. orang di iondonesia punya banyak pengalaman nyata dan suka heran kenapa temennya di luar negeri suka merasa lebih pinter. jawabannya ada di tengah-tengah... yang penting nggak mempersoalkan sikap orang lain, sebelum sikap sendiri udah mantap benar. Gimana Angga udah diterima di Prasetya Mulya? Deket IMX dong.
  6. From erna on 09 June 2007 12:20:48 WIB
    Asik sekali, ex interns Intermatrix kompak bikin event di luar negeri
    Bareng WW. Eventnya gak tanggung2 pula. Bawa misi luar biasa. Good luck buat Elsa, Lasut dan PPI Amsterdam, semoga sukses eventnya.
  7. From mansur on 09 June 2007 12:36:58 WIB
    Selama bekerja di IMX bersama WW, dalam arti sering mendampingi ke seminar demokrasi, saya memahami orang di Indonesia mengetahui keadaan di lapangan tapi belum jernih tentang demokrasi. Sebaliknya orang luar negeri mempunyai pengertian matang tentang demokrasi tapi tidak mungkin kurang mengetahui realitas di lapangan, jadi perlu apresiasi. Karena itu WW dan dibantu rekan-rekan di IMX mencoba menggabungkannya melalui komunikasi. Semoga masa depan Indonesia terus lebih baik.
  8. From Hari on 09 June 2007 12:58:09 WIB
    Pilkada Jakarta sekarang bisa menjadi gambaran proses demokrasi di Indonesia terkini. Dua pasangan calon gubernur yang maju, Adang Daradjatun - Dani Anwar dan Fauzi Bowo - Prijanto secara proses mungkin demokratis yaitu dengan dicalonkan partai politik. Namun sebagian besar publik kurang suka dengan pilihan partai politik tersebut apalagi hanya Dani yang murni kader partai. Karena itu publik dengan dimotori mahasiswa dan kaum muda Jakarta menuntut adanya calon independen. Dalam konsep liberalisme di Eropa memang memungkinkan setiap orang untuk maju dan dicalonkan. Karena itu ditunggu pemikiran dan kiprah mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk Indonesia yang lebih demokratis dan sejahtera.
  9. From Haman on 09 June 2007 13:17:01 WIB
    Jadi teringat ucapan Bung Karno, "Beri aku 10 Pemuda, akan aku guncangkan dunia." Sejak dulu pemuda menjadi nuklir perubahan. Ada banyak alasan yang mendasarinya. Salah satunya faktor usia yang mendukung mereka mampu mengejar lompatan zaman, selain atas dasar sebuah ketulusan dalam berjuang menggapai perubahan.

    Dengan bekal ilmu ditambah suntikan pengalaman Bung Wimar, saya yakin PPI Belanda akan punya banyak peran untuk perubahan Indonesia di masa kini dan depan. Karena itu jangan lupa pulang ke Indonesia.
  10. From alnesputra on 09 June 2007 13:34:48 WIB
    wah pasti seru nih,

    mudah-mudahan ada yang mau mendokumentasikan event ini sehingga bisa beredar di youtube.


    all the best for ww & team holland !


















  11. From modjo on 09 June 2007 18:09:25 WIB
    saya pasti dateng sore itu WW!
    Sampai ketemu disana :)
  12. From SD on 09 June 2007 22:58:41 WIB
    Bagus banget !!
    WW, Elsa, Lasut, IMX,
    Goodluck untuk acara nya, dan pasti akan berguna sekali ngobrol dan berdiskusi dengan WW. Bisa jadi entry point bagi WW untuk acara selanjutnya dengan PPI seluruh dunia hehehe :).
  13. From CL on 10 June 2007 00:07:51 WIB
    senang sekali intern IMX tetap bawa semangat Perspektif dan semangat Orang Biasa setelah lulus dari InterMatrix ! :)
  14. From wimar on 10 June 2007 13:10:51 WIB
    THANKS ALL, dari elsa's idea berkembang jadi acara asyik. terima kasih juga pada teman2 patrick, rana, rendi di groningen yang akan temani cinthya dan saya naik kereta api ke acara ini. pertandingan bola lebih seru kalau ada supporter. teman2 groningen lain silakan bergabung, tinggal naik kereta (*) Groningen-Duivendrecht jam 15:04 (tiba 17:34). Pulang 20:34-22:53 masih bisa ngerjain thesis hehe...

    (*) jangan lupa beli tiket dulu haha
  15. From malhansa on 10 June 2007 18:48:00 WIB
    Selamat buat Elsa dan Lasut ...
    Semoga teman-teman di PPI Belanda, semoga ketika kembali menginjakan kaki di negeri tercinta ini tidak terpengaruh menjadi dodol2 yah ....
  16. From elha on 10 June 2007 20:27:37 WIB
    Wah ikut seneng dengar teman-teman di PPI Belanda masih punya idealisme, apalagi yang paling bersemangat adalah ex Intern Intermatrix Lasut dan Elsa. Selamat ya buat Elsa dan Lasut, kalian hebat.
  17. From daisy on 10 June 2007 22:38:11 WIB
    wow, bagus banget ide acara ini. coba, kalau setiap pemuda indonesia yang sedang di luar negeri memiliki pemikiran2 kritis,n concern terhadap Indonesia... jamin deh... Indonesia ke depan pastia kan maju! Salut buat ex temen2 IMX yang buat project ini :) Moga sukses ya acaranya..

    NB: Halo Lasut... Halo WW... Salam kenal juga buat Elsa :)
  18. From ina on 11 June 2007 03:01:35 WIB
    Saya absen buat besok juga.
  19. From Lyan on 11 June 2007 12:57:16 WIB
    Wah... acara yang sangat bagus, sukses ya.....
    for WW : Jangan lupa jaga kesehatan :)
  20. From mel on 11 June 2007 15:20:46 WIB
    Wah pasti seru nich acaranya, Sukses yach Elsa, Lasut dan WW. Salam untuk teman2 disana. Kita pantau terus dari web.
  21. From aRdho on 11 June 2007 23:41:56 WIB
    acaranya seru.. :D

    makasih pak udah mau dateng... hihi..

    *komennya langsung dari Inholland Diemen.. :P*
  22. From riki on 12 June 2007 16:36:47 WIB
    liberalisme di Indonesia ?
    Kayanya tidak cocok di Indonesia, karena masyarakatnya masih religius. mungkin lebih baik di terapkan yang sesuai dengan yg sudah ada di masyarakat.
    LULUSAN LUAR NEGRI BUKAN ORANG YANG TERBAIK, APA KARENA MEREKA LULUSAN LN LALU POLA PIKIR LUAR ITU TERBAIK, TIDAK SEMUA DARI LN NEGRI ITU BAIK UTK INDONESIA. BIARKAN BANGSA INI MENGALIR SEPERTI AIR......
  23. From Vina on 12 June 2007 17:58:20 WIB
    WW was the star last night :D (liat aja poto2nya, hehehe)

    Good discussion. Saya setuju bgt klo pulang ato gak tu pilihan pribadi (btw, kemaren itu the focus of discussion kok jadi berputar di soal pulang ato ga pulang ya??). Saya ga harus berada di Indonesia untuk bisa membangun Indonesia.

    Klo buat saya pribadi, d sini kita bebas berekspresi. Mungkin itu juga sebabnya most of us enggan balik k Indo. Klo di Indo ada banyak pressure dari masyarakat. It feels like i cannot live the life i choose. Contohnya... klo perempuan uda umur sekian sekian, sudah d haruskan untuk menikah. Klo ga nikah ntar d gosipin macem2 *cape de..*

    D sini (Bld) level of securitynya bagus punya. As a girl, I take a huge advantage and great happiness of it. Mau pulang jam berapa juga... saya ga harus khawatir. Faktor security ini benar2 penting buat saya misalkan klo pulang dari part-time di tengah2 malam.

    Most importantly for me, this country *not the only one in the world*, gives you the freedom to be who you want to be.

    BIG thanks to both ex-interns!
  24. From Intan on 13 June 2007 02:37:14 WIB
    buat riki,
    kok kesannya defensif gitu? ga ada yg nge-claim kalo lulusan luar negeri itu punya pola pikir yg terbaik. inti diskusinya kan ada pola pikir dan sikap Europeans yang mungkin bisa jadi solusi buat masalah2 klise di Indonesia.

    kamu sendiri setuju kalau "TIDAK SEMUA DARI LN NEGRI [ini maksudnya LN=luar negeri, kan? double spelling.] ITU BAIK UTK INDONESIA", therefore: ada hal2 positif yg bisa kami (lulusan luar negeri) bisa tawarkan untuk kemajuan Indonesia.

    a fresh set of brain might give a fresh set of ideas. try open your mind.
  25. From riadi on 13 June 2007 21:44:32 WIB
    Ah byk juga tuh lulusan LN jadi menteri/Dirjen trus ujung2nya jadi koruptor. Gaka da jaminan lulusan LN atau Dalam Negri lebih baik. Yg nentukan adalah prestasi dan integritas yg diuji lewat pekerja2an.
  26. From Intox on 16 June 2007 09:24:09 WIB
    Wah... kayaknya seru banget ya! Pak Wimar, ke Melbourne (lagi) dong! :D
  27. From Ria Wibisono on 17 June 2007 10:56:37 WIB
    Mau lulusan dalam negeri atau luar negeri, yang penting dia punya kepedulian terhadap bangsa negara. Good topic, WW. Penting banget membentuk sikap generasi muda untuk peduli terhadap bangsa. Kan generasi muda adalah penerus bangsa di masa depan. Jangan sampai anak muda tergerus budaya hedonisme dan akhirnya merugikan bangsa di masa depan.
  28. From Rama HANA on 21 June 2007 12:12:31 WIB
    bisa ikut kan ngasih koment/ bagi dunia real kehidupan hedonista lebih penting !

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home