Articles

Hukum Tidak Jelas: Salah Sendiri!

Perspektif Wimar
25 March 2008

Oleh : Didiet Adiputro

Wimar is Back!! mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan edisi kedua Perspektif Wimar. Pertanyaan kritis dan lugas kembali terlontar dari WW kepada dua narasumber yang hadir yaitu, Andi Matalatta, SH, MH (Menteri Hukum dan HAM) dan Dewi Sandra. Edisi inipun dijadikan ajang saling curhat tentang pengalaman berhadapan dengan masalah keimigrasian dan bisa langsung dijawab oleh sang menteri.

Mumpung ada pak menteri, Dewi Sandra bercerita tentang pengalamannya yang ternyata pernah dideportasi! “saya dulu WNA, punya izin kerja tapi terjadi kesalahan pada tanggal kadaluarsanya dan harus dideportasi” padahal dia mengaku sudah membayar ratusan juta pada ‘agen’ di imigrasi. Begitupun juga WW yang pernah punya masalah dengan imigrasi, karena petugas memberi penjelasan yang saling bertentangan. SALAH SIAPA????

Andi Matalatta mengajak masyarakat untuk memenuhi prosedur yang ada. Bagi pak menteri “begitu hukum diundangkan, semua orang harus dianggap tahu”!! tapi pak menteri juga mengeluh tidak adanya dana untuk sosialisasi. Terus gimana masyarakat bisa tahu? kayaknya belum semua masyarakat bisa mengakses internet, tv, radio dan koran, sama baiknya (daerah aja banyak yang belum dijamah sama PLN) “bukannya Indonesia  untuk orang bodoh juga pak?”, tambah WW.

Bapak Bachtra seorang penelfon dari Bekasi menanyakan apakah benar kalau orang  asing membawa 1 juta dolar bisa langsung dapat kitas? Pak menteri tentu membantah hal ini.

Kalau pemerintah ngga punya uang, Perspektif Wimar bisa menjadi bagian dari agen sosialisasi untuk memberikan pencerahan dan informasi pada publik. Karena publik memang berhak tahu.

 

Komentar penonton via email

aranigr:

Galak euy... Hari kedua udah langsung galak. Tebak-tebakan yuk... umur perspektif nyampe seminggu gak ya...

Thomas:

Lucu juga ketika ditanya soal website keimigrasian, Andi Matalatta bilang 'lupa'? Wah, jangan-jangan malah tidak tahu sama sekali. Yakin informasi tentang keimigrasian itu ada?

Dan mensikapi yang disampaikan oleh Dewi Sandra, kok kayaknya Pak Andi terkesan cuek tidak ingin menanggapi dengan, "Salah sendiri...", "Siapa bilang?" Ah!

Agus:

Dear WW,
 
Klo boleh saya minta sama AN TV nih, untuk tema pagi ini bisa angkat kembali dalam minggu-minggu kedepan dan klo bisa durasinya 1 jam; karena ini isu yang sangat menarik tentang WNA yang ada di Indonesia dan Menteri Hukum dan HAM, harapannya ini akan menjadi pencerahan bagi WNA maupun WNI yang berurusan dengan Departmen Hukum dan HAM ini secara lebih jelas. Mengingat sulitnya akan kejelasan sebuah informasi di negeri ini…
 
Tema Pagi Ini Luar Biasa Menarik!!! and Perspektif on AN TV with WW is the best; salam dari Agus Nugroho di Semarang.

mamedt:

pak/bu/mas/mbak producer...mbok ya acara pak wimar ditambah jam tayangnya..please dech ah...

itu acara sangat mendidik dan membuka wawasan baru bagi kita, mosok kalah ama tukul yang cuma gitu2.... jam tayangnya udah pas...bisa buat teman ngopi di pagi hari sembari nunggu berangkat ke kantor...misal jam 06.30 - 08.00 wib

ya pokoknya tambah jam tayang aja...n materi yang menarik dan kritis biar bangsa ini jadi cerdas dan penuh wawasan... infotainment aja sehari lebih dari 5 jam...hehe... bosen kita dengan tayangan tv sekarang ...tidak berbobot terima kasih....

Krisant: 

Gutten Morgen, Bung wimar, saya senang melihat wajah anda pagi ini diANTV, selamat kembali ke habitat
lama. Sebagai fans anda saya merasa lega, akhirnya balik lagi si Wimar jadi juru bicara rakyat Indonesia yang menderita, disebabkan oleh sebab 60 tahun merdeka tapi salah pilih pemimpin.

 

Print article only

22 Comments:

  1. From agustine fransisca bellamia on 25 March 2008 08:57:48 WIB
    Sosialisasi segala macam peraturan perundangan di Indonesia ini nyaris tidak ada. Kalau mau terus begini, kasihan semua menteri hukum dan HAM. Gak bisa juga dianggap bahwa pada saat hukum diundangkan, semua orang harus dianggap tahu. Emangnya semua orang Indonesia melek hukum? Berarti selama ini tidak pernah dianggarkan oleh Dephukham untuk sosialisasi peraturan perundangan. Mau kapan melek hukumnya warga bangsa ini? Ini malah memperlihatkan arogansi Dephukham. Coba, deh, sudah gak jamannya lagi sosialisasi dibatasi. Minta bantuan via Perspektif Wimar saya sangat setuju!!! Daripada dana terbatas, rajin2 aja Pak Andi, kontak yg bikin talkshow. Bayarannya minta win-win solution, yg sm2 enak gto.
    Saya rasa buku petunjuk menjadi WNI jangan hanya disimpan di konjen aja. Makin banyak agen imigrasi nakal yg bisa bermain dong? Kan hanya mereka yg nanti bisa melek aturan keimigrasian. Calon korban makin banyak. Apalagi yg pengen jadi artis di Indonesia nanti makin terkekang.
    Om Wimar alias om WW, saya setuju banget klo Om ajak Mba Shahnaz jadi Co-Host. Smart, elegant, communicative, and polite female.
  2. From Satya on 25 March 2008 09:00:24 WIB
    pak menteri, semua orang harus tahu hukum tapi dia sendiri ga tahu dimana carinya dan mengakui sosialisasi kurang. terus orang diperes ratusan juta salah sendiri pilih calo yang salah, padahal ratusan juta itu ya ke kantong orang imigrasi lah yaaa.. kemana lagi?

    kalau menteri ga bisa concern, paling tidak act concerned. ini malah sok ga mau tahu, itu sih tugas hakim lah. menteri mestinya show compassion, menekankan apa yang diuntungkan dari hukum yang harus dia jalankan, bagaimana itu melindundi masyarakat. eh malah sok bilang mampus aja lu.

    and what's worse than all this? bahwa dia bukan termasuk menteri2 yang paling jelek. ayayay...
  3. From lan on 25 March 2008 09:32:12 WIB
    wah, kasian dunk rakyat-rakyat ini.
    Bagaimana bisa masyarakat yang tidak mengerti hukum: salah sendiri, scara.. dari atasnya tidak mensosialisasikannya ke bawah.


  4. From Wid on 25 March 2008 09:36:19 WIB

    Sosialisasi itu penting lho pak menteri ... biar masyarakat mengerti.

    Buat WW ... episode ke2 ini tampil dengan rileks banget ... Wilujeung & sukses
  5. From Amalkan Nasution on 25 March 2008 10:10:47 WIB
    Om WW saya baru liat acaranya penuh hari ini...
    Kayaknya om WW sibuk promosikan SMS, Telepon dan e-mailnya.
    Sekarang orang yang vokal banyak oom. Saya ingin oom wimar tidak hanya VOCAL tapi juga agar lebih tajam....
    Om WW tetap jadi idola saya..
    btw Dewi Sandra kurus banget yach sekarang...
    hehehehehehe
  6. From rae on 25 March 2008 11:18:41 WIB
    Wimar is back!
    He is here!
    And he is here to STAY!
  7. From saifudin on 25 March 2008 12:32:07 WIB
    emang susyah juga kalo saat hukum diundangkan masyarakat dianggap sudah tahu. cilakanya masyarakat kita banyak yang ga bisa dapetin akses untuk itu. gimana dong???

    buat Oom Wimar, selamat buat come back nya.
  8. From antoni indra cahya on 25 March 2008 13:08:01 WIB
    wah..............saya sangat setuju banget kalo OM Wimar alias om WW jadi co-host ....saya dukung............... saya sangat setuju banget apa pendapat yang di katakan oleh Ibu.agustine fransisca bellamia . bener banget tuch.....Merdeka
  9. From Syamsuardi S on 25 March 2008 13:37:21 WIB
    Nah, ini baru pertama kali saya langsung dengar komentar Pak Menteri Matalata. Katanya, "Salah sendiri kenapa cari calo."
    Padahal Dewi Sandra sendiri mengaku berurusan langsung dengan "orang dalam" yang harus mengeluarkan ongkos ratusan juta di kantor Imigrasi itu yang dinakodai Pak Matalata.
    Pertanyaanya, Pak Matalata mau menyelesaikan masalah pungli di departemennya atau tanding "silat lidah" di layar kaca yang ditonton jutaaan pemirsa?
  10. From M Fahmi Aulia on 25 March 2008 13:37:55 WIB
    permasalahan sebenarnya bukan hukum tidak ada/kurang sosialisasi, tapi karena di Indonesia, hukum merupakan komoditas, bisa dibisniskan
  11. From didut on 25 March 2008 15:06:15 WIB
    waktu siarannya terkesan terlalu penuh jadi pembahasannya terasa kurang nih :D

    kalau bisa tolong donk ada link-link yang bisa dijadikan solusi dari setiap perbincangan setiap paginya..

    misal kalo dr mslh imigrasi ini link tentang proses pengurusan untuk menjadi WNI bagi WNA atau tulisan dar sang narasumber yang bisa dijadikan acuan diposting disini

    sekali lagi waktunya ditambah dunk!! :D

    o iya, kebetulan saya bekerja untuk pendampingan masy dan memang kalo bicara sosialisasi pemerintah itu kesannya memang tidak ada konsep, dana sih kayaknya ada tapi krn gak tau hrs dibuat apa ya sama aja boong
  12. From agustine fransisca bellamia on 25 March 2008 16:26:32 WIB
    nambah boleh kan?
    itu jam tayang apa tega hanya 30 menit? atau memang sengaja dibuat se-menggemaskan seperti itu?
    Om WW menggemaskan dan ngangenin, makanya jam tayangnya gak cukup lah hanya 30 menit.
    Coba dipertimbangkan ya om produser.
  13. From rezco on 25 March 2008 16:55:00 WIB
    salute and bravo buat Wimar

    saya menantikan talkshow cerdas semacam ini

    tadi pagi, selepas cuci muka, gak sengaja tv saya hidupkan di channel ANTV. And ....wooo ini toh acaranya. Maklum saya lupa kapan edisi perdana. Tapi gak apalah, baru kelewat 1 edisi dan besok kayaknya wajib liat om Kribo cuap-cuap.

    ohya, salah satu perspektif yg disampaikan om Kribo soal Blog dan Koran, saya jadikan bahan posting hari ini.

    blog saya: rezco.wordpress.com

  14. From R Muhammad Mihradi on 25 March 2008 18:41:41 WIB
    Di dunia hukum memang dikenal asas fictie, setiap undang-undang sudah diundangkan dianggap tahu seluruh masyarakat. namun, sebenarnya asas fictie seharusnya diikuti dengan pembesaran dana sosialisasi dan yang penting juga, sosialisasi tidak hanya pada saat undang-undang jadi melainkan juga sebelum undang-undang disahkan (dan ini dijamin dalam UU 10 Th 2004 tentang pembentukan peruuan). Pa wimar, salut, karena hukum ini saking banyak bopengnya, kadang males orang membahasnya padahal kerusakan negara ini disebabkan oleh jeleknya dan ketidakpedulian kita pada hukum. KKN merajalela dan celakanya orang hukum dan non hukum asyik terus memperkosanya dan para pengajar hukum jadi kehabisan bensin ketika cerita hukum dalam realitas. Ada teori hukum baru dari aliran hukum kritis yang mengatakan "hukum kini tidak hanya penyelesai sengketa tapi dapat mencetuskan sengketa bila hukum jauh dari asas dan keadilan".
  15. From franova on 25 March 2008 18:46:49 WIB
    nambah...
    nambah...
    nambah...

    30 menit kurang banget pak.. mesti ditambah tuh.
    btw, tadi lucu juga ya. pak mentri kehabisan kata-kata, tidak punya pilihan kata yang bagus selain "salah sendiri". walaupun memang porsi salah ada juga di mba dewi, tapi kan porsi salah yang paling besar ada juga di pemerintah.

    saya request donk pak wimar untuk acara selanjutnya gimana kalau bahas BLBI. biar pemerintah makin panas untuk segera menyelesaikan kasus ini.

    oia promosi dikit pak, kemarin dari hasil konferensi Gerakan Aktivis BEM seIndonesia dihasilkan keputusan sebagai berikut:

    TUGU RAKYAT (TUJUH GUGATAN RAKYAT)

    1. Nasionalisasi aset strategis bangsa.
    2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia .
    3. Tuntaskan kasus BLBI & korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia .
    4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.
    5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.
    6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan.
    7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.

    sekedar informasi jadi Konferensi kemarin dihadiri oleh:
    1.Universitas Riau
    2.Universitas Sriwijaya
    3.Universitas Islam Riau
    4.Universitas Bengkulu
    5.Universitas Lampung
    6.Universitas Indonesia
    7.Universitas Negeri Jakarta
    8.Politeknik Negeri Jakarta
    9.STT PLN Jakarta
    10. Institut Pertanian Bogor
    11. Universitas Padjajaran
    12. Institut Teknologi Bandung
    13. STT Tekstil Bandung
    14. Universitas Pendidikan Indonesia
    15. Universitas Jend.Soedirman
    16. Universitas Negeri Sebelas Maret
    17. Institut Teknologi Sepuluh November
    18. Universitas Gajah Mada
    19. Universitas Negeri Yogyakarta
    20. STMIK DIPA Makasar
    21. Universitas Brawijaya

    maaf pak kalau promosinya kepanjangan :)

    jadi saya mohon kalau isu-isu diatas bisa bapak WW bawa dalam acara perspektif Wimar di ANTV. Mungkin dengan kasus BLBI sebagai awalannya.

    terima kasih
  16. From richard on 25 March 2008 21:24:46 WIB
    Melihat orang galak di Indonesia itu biasa. Tapi galak yang elegan, tajem dan kagak songong (kalem versi FBR), salah satunya bisa dipelajari di "PW".
    Tayangan pagi ini memiliki kesimpulan, yang nakal itu bukan aparat, tapi calo. Lalu pertanyaannya, memang calo itu kerjasama dengan siapa ya? Faktanya, ratusan juta yang dikeluarkan Dewi Sandra dapat meloloskan dirinya dari kemelut ke-imigrasiannya. Memang calo yang mengeluarkan surat-surat keimigrasian Dewi Sandra?
  17. From yanto on 25 March 2008 23:34:22 WIB
    Waah,...Pak Mentri kok jadi kacau gitu yahh, kasihan banget,..udah sarapan belum tuh sebelum tayang.
    Sepertinya 30 menit kurang banget....mohon Management AnTv agar menambah durasi tayangnya. Minim 1 Jam, sayang banget tayangan bermutu dan mencerdaskan bangsa cuma bentar doang.
    Usul saya tayangan berikutnya bisa mengundang Menteri Pertanian..... Kira-kira ada gak rencana Pak Mentri mengatasi Ancaman Krisis Pangan. Juga Menteri Kesehatan.... Gimana tuh ngatasi masalah Gizi buruk dan busung lapar. lebih seru lagi jika Mereka berdua hadir...pasti bakalan seru.
  18. From wak tul on 26 March 2008 07:01:09 WIB
    hahaaaa...

    kayaknya ciri khas partei nih...

    berani gak ya terbitkan uu hukuman mati buat koruptor ?
  19. From Kristian on 26 March 2008 08:02:17 WIB
    It's nice to see this curly man on the show again. He is funny, critical and sometimes can be too cynical in voicing his voice.
  20. From Bagus on 02 April 2008 21:41:08 WIB
    yah, orang Indonesia kan penganut sistem KUHP (Kasih Uang Habis Perkara)

    Semua bisa dilakukan di Indonesia kalo pake KUHP. Inilah salah satu faktor penghambat investasi asing di Indonesia.
    Atau yang paling umum dan mudah dijumpai di Indonesia adalah jika terkena razia dan kita melanggar peraturan seperti STNK mati, sim, dll (kadang juga di carikan masalah oleh oknum polisi tersebut)Tinggal jabat tangan polisi tersebut dgn uang maka masalah akan selesai dengan damai.

  21. From Farid Primadi on 04 April 2008 23:57:33 WIB
    Mendingan setiap ada hukum baru yang ditetapkan, disosialisasikan melalui iklan di layar televisi, khususnya pada acara infotainment.... sehingga dari lapisan pejabat hingga khalangan ibu rumah tangga langsung aware.
  22. From Rosalinda on 05 January 2012 21:15:03 WIB
    BS low - rationality high! Really good ansewr!

« Home