Luruskan Sejarah Tragedi Mei 1998
Perspektif Wimar
12 May 2008
Oleh: Didiet Adiputro
Kalau kita ingat pesan Presiden Soekarno “jas merah” jangan melupakan sejarah, maka hari ini kita mengenang 10 tahun tragedi kemanusiaan yang menjadi salah satu noda hitam dalam perjalanan bangsa kita, yaitu peristiwa mei 98. Hadir di Perspektif Wimar kali ini, Ester Indahyani Jusuf saksi sejarah dan aktivis anti diskriminasi ras- etnis yang ditemani Cathy Sharon sebagai co host.

Mengenai tragedi kemanusiaan Mei 98, Ester dan banyak kalangan lainnya menolak tragedi ini disebut sejarah karena menganggap ini sebuah rekayasa sosial, dimana informasi yang diterima sangat terbatas, karena banyak yang ditutup-tutupi. Jadi tragedi ini adalah sesuatu yang terencana dengan baik dan bukan spontanitas dari masyarakat.
Selain itu, Ester menilai ada sesuatu yang kontradiksi melihat pernyataan orang-orang mengenai tragedi Mei. Misalnya dalam perbincangan atau statement di TV, banyak yang mengatakan bahwa pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan seksual, dll itu tidak pernah ada. Sementara jika diteliti ke masyarakat, kejadian itu jelas ada. “ada kekuatan besar yang memainkan informasi ini”, ujar aktivis yang mengaku sering mendapat teror ancaman ini.

Tentang anggapan bahwa yang menjadi korban terbesar adalah mayoritas etnis tionghoa, Ester meralatnya. Memang terjadi diskriminasi rasial terhadap etnis tionghoa, tapi dari penyelidikannya ternyata bukan masyarakat yang melakukannya. Justru dalam masyarakat timbul solidaritas yang luar biasa, bahkan jumlah masyarakat yang menjaga solidaritas etnis jauh lebih banyak jumlahnya. Begitu juga dengan korban di Yogya plaza, dimana 400 orang diprovokasi untuk masuk ke dalam plaza, yang kemudian dibakar dengan sangat cepat oleh sepuluh orang tidak dikenal.
Yang diinginkan sekarang adalah penegakan hukum yang jelas meskipun itu sangat susah dilakukan, karena para oknum yang terlibat ditengarai masih berkeliaran di tingkatan elit kekuasaan. Atau paling tidak Presiden sebagai kepala negara harus mengakui dan meminta maaf atas tragedi ini kepada masyarakat.
Untuk mengenang tragedi ini Ester dan kawan-kawan, akan membuat pameran yang menampilkan data dan fakta tentang tragedi mei yang sudah terkumpul selama 10 tahun terakhir. Pameran akan diselenggarakan pada tanggal 13-15 Mei 2008 di Goethe Institut Jl. Sam Ratulangi 9-15, Jakarta Pusat. Semoga dengan makin banyaknya fakta-fakta yeng terungkap, pemerintah dapat secepatnya menuntaskan kasus kemanusiaan ini.

Tayang Ulang: Selasa 23.00 WIB
Baca juga:




46 Comments: