Articles

Gus Dur: Obama Sangat Menghargai Negara-negara Asia

Perspektif Wimar
26 May 2008

Oleh: Didiet Adiputro

"Bangsa Amerika sebenarnya ingin perubahan, tapi mereka tidak mendapat kans itu dari Hillary Clinton". Hal tersebut mungkin hanya sebagian kecil dari  pengamatan Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid seusai berkunjung selama 11 hari di Amerika Serikat untuk menerima beberapa penghargaan. Gus Dur berkesempatan menjadi tamu dalam edisi special Perspektif Wimar kali ini, yang  membahas tentang pemilihan presiden di AS.

Dalam pandangannya, Gus Dur meyakini Obama punya kans besar di pemilihan presiden mendatang. Hal ini dikarenakan Obama selalu bicara tentang perubahan-perubahan. Dan yang lebih penting lagi bahwa Obama juga sangat menghargai negara-negara Asia yang telah banyak mengalami kemajuan terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara concern Clinton tentang politik luar negeri adalah tetap menjaga dominasi Amerika di dunia.

Gus Dur yang juga mendapat penghargaan dari Temple University dengan diabadikan namanya menjadi sebuah kelompok studi yang bernama Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study, juga khawatir tentang keselamatan Obama. Maksudnya?

Menurut Gus Dur, Presiden Kennedy pada waktu itu juga akan melakukan banyak perubahan tapi keburu ditembak. Nah, hal ini yang ditakutkan akan terjadi pada senator Illinois  ini.Begitu juga dengan Richard Nixon yang keburu dilengserkan.

Bagi mantan ketua PB NU ini, Amerika sudah terlalu banyak meminta dari kita. Karena kita merupakan salah satu paru-paru dunia selain Brazil, maka menurut Protokol Kyoto semestinya Indonesia  mendapatkan 4 US Dollar untuk setiap hektar dari hutan yang kita miliki. Bisa dibayangkan dana yang akan kita dapatkan kalau para Negara maju melakukan hal tersebut? Pasti akan sangat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi.

Selain itu, dalam pertemuannya dengan anggota kongres dan Wakil Presiden Dick Cheney, Gus Dur berpesan satu hal. Yaitu agar mereka membuat pandangan terhadap Islam secara dialogis. 

Print article only

55 Comments:

  1. From Aria Yohanes on 26 May 2008 08:03:50 WIB
    menarik sekali mendengarkan pandangan negarawan seperti gus dur, menarik sekali kita berharap sesuatu mengenai perubahan di AS, tapi akan menarik sekali bila kita lebih tertarik dengan dialog antar pemimpin di negara ini, tidak hanya berselisih paham tanpa bertemu dan membicarakan solusinya


    u know what i mean


    viva indonesia
  2. From ahmad subhi on 26 May 2008 08:10:34 WIB
    BANG WIMAR, SAYA PEMIRSA SETIA PERSPEKTIF WIMAR, KALO NGGAK KEBAGIAN NONTON DI TV SAYA SERING MELIHAT DI SITUSNYA, SAYA JUGA PENGAGUM GUSDUR BAGI SAYA BELIAU BISA MENJADI PANUTAN DALAM BANYAK HAL, KALO BOLEH DALAM PERSPEKTIF WIMAR MEMBERIKAN WAKTU MUNGKIN MINIMAL SEBULAN SEKALI UNTUK MENDENGARKAN PEMIKIRAN - PEMIKIRAN BELIAU TENTANG APA SAJA, SUKSES PERSPEKTIF WIMAR..
  3. From Muhammad Mahsun on 26 May 2008 08:57:59 WIB
    Begini Gus, apakah mungkin anda dilengserkan itu juga ulah dari kelompok-kelompok yang tidak menyukai perubahan ? karena anda yang menggulirkan perubahan di Indonesia, jangan-jangan konspirasi itu juga sampai ke negeri kita. Nah tolong juga jelaskan siapa sesungguhnya yang bermain di AS dan kaki tangannya di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
    Saya sangat khawatir jika konspirasi itu tidak dilawan, maka Indonesia tidak akan pernah bangkit, karena siapapun pemimpin yang progressif akan dipatahkan dan direkayasa sedemikian rupa yang muncul adalah para pemimpin yang tidak mempunai kapasitas dan hanya menjadi antek neo imperialisme.
  4. From moi ruzuar on 26 May 2008 09:16:48 WIB
    kalau lihat wimar wawancara gus dur tadi pagi, rasanya ingin nonton perspektif wimar satu jam seperti dulu lagi. setengah jam sangat kurang u/ tayangan inspiratif, mencerdaskan, dan kritis khas acara ini. tapi ngomong2, gus dur tadi bicara bhw indonesia maju di bidang pendidikan dan kesehatan. saya fans gus dur dan sangat percaya apa yg beliau ucapkan. tapi saya bingung juga, maju sebelah mana ya 'gus? di jaman pendidikan dan kesehatan mahal seperti sekarang; maju sebelah mana ya?:) rasanya ingin sekali pendidikan dan kesehatan maju dan murah sehingga terjangkau oleh semua orang. bravo bang wimar. keep up the great work!
  5. From thea on 26 May 2008 09:18:43 WIB
    Mudah-mudahan benar, jika Obama terpilih, lebih friendly dengan Asia
  6. From zullisaprilla on 26 May 2008 09:46:15 WIB
    Bang Wimar , bagaimana kalau lain waktu undang juga SBY ,untuk ditanyai masalalah Protokol Kyoto ? Kog sampai sekarang bangsa Indonesia tidak menikmati manfaatnya.
    Kasihan ...sbg rakyat Indonesia sudah dibangkitkan oleh Dr.Sutomo dkk, sampai sekarang masih susahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ,kapan senanggggggggggggggggnya.
    Semoga negara ini tidak dibangrutkan oleh anaknya sendiri,
    karena Ibu Pertiwi akan mati mendadak.
  7. From janeman on 26 May 2008 09:52:32 WIB
    hebat gus dur dan Wimar.....

    kursinya mirip punya saya di rumah hehehehe....

    Obama yo Mama!!
  8. From blossom on 26 May 2008 09:55:31 WIB
    ouw gusdur selalu ngangenin...God bless him !
  9. From cordelia on 26 May 2008 10:11:11 WIB
    hallo bang WW,

    kalo interview Gus Dur kok gak pake co-host ? hehehe

    kalau Obama bisa memang jadi Presiden AS pasti seru ya, dan dampak ke negara-negara ASIA pasti juga akan "kerasa", untuk hal-hal yang positif tentunya :-)

    kenapa ya untuk membuat "perubahan" kok ya selalu "dibungkam " ? padahal kan perubahan itu sesuatu yang dinamis biar tidak membosankan ..

    selamat untuk Gus Dur atas perhargaan yang telah diterima..

    Bang WW..kalo bisa undang bang Barry ( Obama ) ke acara ini hebattt deh... hehehehe
  10. From E.k Wardhana on 26 May 2008 10:11:38 WIB
    Sangat benar Gus Dur, Amerika sudah terlalu banyak "meminta" (tepatnya kita tanpa sadar memberi) dari bangsa kita ini.
    Jika Obama mempunyai agenda membuat perubahan-perubahan bagi bangsa Amerika dgn diiringi kekhawatiran akan terjadi pembunuhan Obama sepert yang dialami presiden Kennedy, sesuatu kekhawatiran yg sangat wajar dan Gus Dur pastinya sangat mengerti tentang manuver-manuver Kelompok Lobi Yahudi yg tentunya akan banyak mengalami kerugian-kerugian jika Obama menjadi Presiden terpilih Amerika.
    TAPI....apapun yg terjadi di Amerika sana mestinya jgn jadi patokan bagi bangsa Indonesia untuk benar-benar bangkit dari segala keterpurukan, sukses sbg bangsa yg menjalankan PROSES demokrasi modern tapi HASILNYA dari kesuksesan itu malah tidak membuat bangsa ini benar-benar bangkit........PENGHARGAAN BUAT GUS DUR SANGAT PASTI BUKAN TANPA MAKSUD APA-APA !, SANGA BERHARAP JIKA GUS DUR MENYADARINYA.......
  11. From febianto on 26 May 2008 10:12:34 WIB
    setuju,setuju,setuju,...
    tks.
  12. From jaya on 26 May 2008 11:00:08 WIB
    Gus Dur memang selalu enak untuk didengar. heran kok banyak juga yang gak suka dia yach?
  13. From Triyatni on 26 May 2008 11:37:32 WIB
    Wawancara Gus Dur 30 menit dipotong iklan? PAstinya bikin gregetan. Untung disambung lagi ya!
  14. From tata yudha on 26 May 2008 13:06:18 WIB
    asik benerrrr obrolannya..
    apa krn ga pake co host yaa, he he
  15. From hadiaputra on 26 May 2008 13:11:34 WIB
    Memang benar apa yg dikatakan GusDur khususnya "Kita ini takut kpd BArat,sebenarnya apa sih yg ditakutkan Bangsa ini terhadap barat, pakah takut di embargo, atau takut diserang...kita ini bangsa yg besar segala sumber daya alam ada di sini, tingal bgm pemerintah mau berpihak kepada kepentingan bangsa atau hanya untuk kepentingan golongannya masing-masing.
    aku cinta indonesia.....HIDUP INDONESIA..BANGKITLAH INDONESIA KU
  16. From Rita on 26 May 2008 13:51:48 WIB
    Selalu menarik jika mendengar gusdur berbicara. Masih tetap dengan gaya lugas,langsung ke sasaran. Benar bahwa keberanian dan ketegasan sikap diperlukan dalam menghadapi permasalahan bangsa..
    Seandainya dalam kondisi negara seperti sekarang ini, dihadapi dengan dialogis yang mendalam antara pemimpin bangsa, baik yang mantan maupun yang skrg menjabat...duduk bersama mencari solusi yang berpihak pada rakyat....
  17. From |richard.p.s| on 26 May 2008 15:55:20 WIB
    Era Gus Dur kita lebih dididik untuk bersuara dan bereaksi. Itulah demokrasi, dimana nilai-nilai tercipta dalam keseimbangan kewajiban dan hak.
    Saat dirinya dilengserkan, Gus Dur pun memberi pelajaran benar pada negri ini, karna dirinya tak memobilisasi massa.
    ___________________
    NB:
    Yang suka buat sejuta satu nickname untuk berdiskusi di PO, ada benarnya untuk mencerap teladan Gus Dur. Diskusi aja kok repot?
  18. From Juswan Setyawan on 26 May 2008 17:38:29 WIB
    Kalau benar-benar Obama sampai tertembak dalam waktu dekat ini, maka tahulah dunia siapa sebenarnya pengendali sebenarnya di balik yang namanya super power itu. Mungkin namanya super petrol atau alias lain yang lebih manis... Yiu Ouw Chit Sian Li (tujuh bidadari dari lembah minyak) ???
  19. From Patrick AMP Manurung on 26 May 2008 18:08:22 WIB
    Wah, pengen sekali lihat video yang ini.

  20. From kang nizar on 26 May 2008 20:26:33 WIB
    Bang WW, next time di PW selain Gus Dur undang juga Amien Rais. kalo bisa Cak Imin sekalian
  21. From yusuf suryadin on 26 May 2008 20:47:40 WIB
    mmmh.... bagus sekali

    apalagi kalau diadakan perspektif spesial

    diundang semua pemimpin bangsa ini

    kita bisa menilai, mana yang negarawan, birokrat, atau hiprokat


    sukses selalu indonesiaku
  22. From kondeMAS on 27 May 2008 08:22:56 WIB
    Haiya.....,GusDul lagi.
    Owe setuju ama pemikilan GusDul,tapi owe "SANGAT" gak belhalap "DIA" jadi presiden lagi. Abis, ugal ugalan sih....
    kayak mahasiswa produk reformasi. Teriak sana teriak sini...
  23. From isye on 27 May 2008 09:23:13 WIB
    Bang WW, rasanya kangen dengan Gus Dur terobati deh... senin depan Gus Dur masih muncul kan ?? Menarik juga tuh kalo protokol Kyoto di perjuangkan.......

  24. From UmanK on 27 May 2008 11:36:50 WIB
    Akhirnya GD muncul juga di PW...
    Bagus sekali. dengan munculnya GD di PW membuat kita sedikit lebih optimis terhadap perkembangan dunia..
    (kayaknya agak error nie komentarnya)

    Btw, fotonya bagus tuh..
  25. From M.AGUS SALIM on 27 May 2008 12:40:57 WIB
    selain kennedy bisa dikatakan juga gusdur dilenngserkan karna telah banyak melakukan perubahan dan akan melakukan perubahan besar lainnya.
  26. From |richard.p.s| on 28 May 2008 00:39:16 WIB
    @22
    Menyatakan setuju dengan pemikiran Gus Dur, tapi mengatakan Gus Dur ugal-ugalan? Lalu, sangat kagak berharap akan kepemimpinan Gus Dur. Nah lo, ibarat kata demen abiz ama bistik, lalu ngatain bistik, kemudian kagak mau makan bistik. Binun dah aye... Bujubuneng lo tong, o\'on lo makin kwadrat aje. Ibarat kata dibajak, udah kena DDOS nye lu tong. html lu berantakan benerrr... pake opensors ngapa.... buset dah.... Nyang beginian nih pak/bu, nyang suka dipake untuk maen babat. Modalnya cuma nekat se-ons ama bacot sekilo. susah...susah.... dah negara....kalo banyak nyang beginian...
  27. From mustofa_gholayin on 28 May 2008 03:48:40 WIB
    Bisa jadi pelengseran Gus Dur dari presiden waktu itu adalah akibat konspirasi yg dilakukan oleh pihak2 yg tidak menghendaki perubahan hingga dapat merugikan mereka.
  28. From dida daniarsyah on 28 May 2008 13:43:43 WIB
    Ya dari tahun 1988 saya mengikuti jejak pemikiran gus dur, komitmennya sangat kuat bagi kemakmuran bangsa beliau cerdas dan cerdik dalam mengatasi di zaman represif orde baru dan menjadi pencerahan bagi orde reformasi beliau memang zimat bangsa. kalau bisa acara ini tiap sebulan sekali hadirkan pemikiran gus dur.

  29. From husein on 28 May 2008 15:00:56 WIB
    kita berharap agar obama yg berkulit hitam bisa menjadi penuh kasih , terang dan garam untuk semua bangsa . jangan sampai menjadi lebih bar bar dari pada barbarian .
  30. From kondeMAS on 28 May 2008 15:47:26 WIB
    hehe..., ternyata ada orang yg masih mau mengkultuskan DIA.
    Busyet dah..., idiot banget.
    Apa jadinya negara ini jika dipimpin oleh manusia yg hanya mampu berwacana secara baik tatkala tak lagi nangkring di Istana.
    Ya, pengkultusnya hanya mampu "BERSUARA DAN BEREAKSI"
    Atau mereka hanya menginginkan perlindungan dari GD yg punya pemikiran egaliter dan anti terhadap fanatisme kelompok dan RAS.
    Hehe.., ketipu deh lo. Padahal GD tak pernah membangun pemikiran itu terhadap pendukungnya.
    Masih ingat stament GD, jika IA dilengserkan maka akan ada beberapa daerah yg akan memisahkan diri......maka setelah itu terjadilah penebangan pohon di sepanjang pasuruan sampe situbondo.......menyedihkan.
    Pemimpin seperti inikah yg akan anda dukung....... letoy deh lu...
  31. From |richard.ps| on 28 May 2008 20:55:10 WIB
    Tadinya saya berfikir, anda ini salah satu pengacara VVIP, intelegn, atau setidaknya \"anak menteng\" rezim lama yang penuh isi ( sakit hati), karna baru pulang studi di kairo atau paman sam. Ah, ketika diteliti lebih jauh, nampaknya perspektif saya blur. Nampaknya anda ini tak lebih dari pembaca koran front kiri atau front kanan. Tau sedikit, tapi selfcenterness. Petantang-petenteng pula. Layaknya politisi pasar kaget? *yang suka ngantongin koran di kantong belakang celana sambil sepedaan* Nah, tipikal gitu deh. Makanya saya pernah bertanya, SMP Kelas Jauh mana? Dari dulu, bahasa tinggi yang dihafal cuma egaliter doang. Nyang laen napa. Ayo mainkan google tong.
    Sakit? Begitulah tak enaknya dilecehkan! Ad hominen memang perlu dihajar dengan Ad hominen. *cie, mainin google nyari Ad Hominen deh nih*
    Gus Dur dilecehkan dari belakang, pasti diem. Namun tipikal keras kepala seperti sayalah yang suka reseh. Kira-kira, begitulah skenario kasus Pasuruan - Situbondo. Nggak salah kok, jika fans membela idolanya. Hanya saja, waktu Gus Dur dilengserkan, dan tampil di istana dengan celana 3/4 dengan santainya, akhirnya keras kepala ini jadi malu. Wong idolanya aja nyantai, ngapain juga saya sok repot. Kira-kira gitu deh jalan ceritanya. Sekian dan terima kasih. Bab bay konde ...

    NB: disalah satu milis unnderground, katanya balada |richard.p.s| vs konde naikin rating PO loh. Asik dong Nde, modal koran doang jadi artis blog ternama.
  32. From mustofa.gh on 29 May 2008 07:09:46 WIB
    Sangat disayangkan bahwa banyak di antara kita yg mempunyai persepsi miring terhadap Gus Dur. Hal ini mungkin disebabkan karna sikap/ide2nya yg sering mengundang kontroversi. Padahal sikap/ide kontrovertif tersebut merupakan cara unik untuk menyadarkan opini publik yg sudah terlanjur salah kaprah, dg misi tersembunyi yaitu untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa. Gus Dur membela Ahmadiah sama sekali bukan karna membela ideologinya, tapi untuk menekankan betapa pentingnya kerukunan dan toleransi di tengah kemajemukan masyarakat kita, serta tidak seorangpun berhak memaksa keyakinan seseorang apalagi dilakukan dg cara kekerasan. Demikaian juga dg kontroversi2 lain yg sebenarnya merupakan stimulator motivator untuk meningkatkan kualitas hidup berbangsa. Wallahualam.
  33. From duto on 29 May 2008 17:23:03 WIB
    obama berteman banyak orang dari kanan, kiri, depan, belakang, klo jd presiden susah ambil keputusan krn banyak yang beda kepentingan terlalu kekanan ditinggal yang kiri, terlalu didepan ditinggal yang belakang ujung-ujungnya bimbang,bikin lemah amerika, lemahnya amerika kabar baik buat dunia, kita lihat apa hasil skenario dunia terhebat di pemilu amerika, klo presiden wanita (dari dulu selalu yang lemah dikuat-kuatin, yang kuat dilemah-lemahin diomongan)pelajari tuh kehebatan orang yahudi kenapa sampe semua presiden amerika menjilat semua, biar tahu kenapa kita kok selalu kalah melulu.
  34. From Donny Nurpatria on 31 May 2008 14:47:53 WIB
    Mari kita dewasa dalam berdebat. Ada pendapat2 yang sejuk disini, ada yg "panas" juga. Apapun, enaknya minum Tehbotol Sosro. Hehehe..

    Makin hari saya lihat, kalo Gus Dur itu dibenci dan dicinta. Kalo yg benci, biasanya suka sinis dan benci banget. Kalo yg cinta, suka buta dan cinta banget. Saya cinta pada beliau, karena saya (berusaha) mengenal beliau, melalui tulisan2 beliau, bahkan sejak tahun 70'an (melalui kumpulan kolomnya di Majalah Berita Mingguan, TEMPO).

    Saya perhatikan, banyak yang benci beliau itu karena sesungguhnya tidak mengenal Gus kita ini.

    Sing sabar yah Gus. Hehehe..

    Sedangkan buat semua yg kurang suka dengan Gus Dur, yuk mari kita "bedah" pandangan2 beliau dalam kerangka dialog konstruktif, bukan mencari siapa yg benar, tp for a "fruitfull dialogue". Saya rindu dengan Indonesia yg damai, yang santun dan saling menghargai.

    Semoga...

    Amin =)

  35. From gh_mustofa on 01 June 2008 12:48:38 WIB
    Setuju banget dg mas Donny, bahwa forum diskusi akan lebih bermakna bila dipergunakan untuk saling bertukar informasi/argumen yg obyektif tanpa adanya tendensi, serta tidak dijadikan sebagai ajang perdebatan untuk mencari siapa yg paling benar. Agaknya kita semua sepakat bahwa kebenaran logika adalah relatif, sedangkan kebenaran mutlak hanyalah milik Tuhan. Alangkah indahnya apabila dapat terbangun budaya dialog yg santun dan berwawasan yg saling mengisi dlm rangka meningkatkan kualitas hidup berbangsa.


    Tampaknya hal ini menjadi salah satu misi Gus Dur, yaitu terciptanya kerukunan dan toleransi saling menghargai - berlandaskan kejujuran - dlm keberagaman agar dapat ber-sama2 mengoptimalkan segenap potensi yg ada untuk membangun bangsa kita tercinta yg sedang terpuruk ini. Semoga..
  36. From Dicki Fauzi on 02 June 2008 14:15:48 WIB
    bang WW, saya siswa SMA N 1 Bawang, Banjarnegara.
    saya usul bagaimana kalau topik mengenai keusilan malaysia, si negara tetangga itu tuh. diangkat. dan dibahas secara mendalam bersama Pak SBY, Menhankam, Menlu. supaya tidak menlu-menluin(malu-maluin,hehehe). Indonesia yang kita cintai ini diam-diam sudah diambil. Dari hasil survey yang sudah dilakukan oleh Lemhanas, pertama kali malaysia sudah mencaplok wilayah Indonesia sebanyak 2.193 km2. Kemudian 4.297 km2. dan 1.1920 km2. Dan untuk yang saat ini (Ambalat), Malaysia sudah mencaplok wilayah Indonesia sebanyak 15.235 km2.
    angkat topik malaysia sebagai pencuri wilayah Indonesia.
    GANYANG mALAYSIA...!!!
    HIDUP INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!!!
  37. From |richard.p.s| on 03 June 2008 00:56:54 WIB
    Kenendy dan Richard Nixon yang diuraikan Gus Dur nampaknya menjelaskan, bahwa ada orang-orang yang memaksakan apa yang dianggapnya benar. Jika memang benar, ya silahkan terbuka untuk menguji dan diuji. Jangan main sikat atau main bungkam, ala mafioso itu.
    Saya pribadi sih nggak takut sama yang begituan. Wong setan aja saya makan kok. j/k ya setan ...
  38. From paul on 03 June 2008 09:37:03 WIB
    GD tak konsisten dengan pernyataannya, dan memperkeruh situasi yg berkembang akhir akhir ini.
    MUI itu tak lebih gila dari anda.Kebenaran Agama jangan dipertaruhkan dengan cara mengumbar sikap pluralisme semu.
    Ini membingungkan pendukung anda yg sampai sekarang tak pernah disentuh "base build caracternya"
    Kebenaran kadangkala diam, dan mengandung missi tertentu.
    Dan missi inilah yg ditangkap oleh kalangan tertentu sebagai kebenaran yg tak membelokkan paham mereka.
  39. From |richard.p.s| on 03 June 2008 11:39:33 WIB
    Apapun yang bergejolak dari Gus Dur, dirinya tetap hadir sebagai Gus Dur. Itu poin penting untuk menghormati orang yang menyampaikan kebenaran.
    Banyak yang ngomong soal kebenaran, tapi hobbi menyamarkan identitasnya. Paling lucu, saat kebodohan terbongkar, ganti identitas lain deh. Aduh, kok seperti toilet merek toto di kantor lama saya ya, warnanya suka berganti-ganti. *upss...nggak boleh nyebut iklan ya*
  40. From paul on 03 June 2008 15:50:24 WIB
    Rakyat Indonesia cukup waras dan tak perlu meniru cara Amerika.
    Cukup mengusir anda dari Istana, itu sudah merupakan penghinaan besar yg melebihi kasus terbunuhnya Kennedy.
    Seharusnya GD banyak belajar dari kasus ini.
    Gus, kebenaran itu tak berwarna abu abu...
    Sikap pluralisme Anda hanya diapresied oleh kalangan minuritas semata.
    Saya sarankan, ada baiknya justru anda merangkul kelompok2 yg suka memaksakan kebenaran atas nama Agama.
  41. From |richard.p.s| on 04 June 2008 12:18:05 WIB
    Mungkin di era Gus Dur minim tender 378 ya. Jadi banyak yang nggak suka deh.
  42. From pmanassord on 04 June 2008 20:04:49 WIB
    Perlu diketahui, dalam perpolitikan, akibat ulahnya sendiri, Gus Dur terjungkal-jungkal. Ambil contoh, Gus Dur jadi presiden, baru dalam tempo 19 bulan (1999-2001) –mestinya 5 tahun– sudah langsung diturunkan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) pimpinan Amien Rais. Diturunkan itu gara-gara kaitannya dengan uang (bukan karena tuduhan berselingkuh dengan isteri orang, walau beritanya santer secara menasional saat itu). Kasus uang itu dikenal dengan kasus pemberian uang dari Sultan Brunei Darus Salam dan uang Bulog (Badan Urusan Logistik). Maka dikenal dengan kasus Brunei Gate dan Bulog Gate. Dan Amien Rais pun mengucapkan permintaan maaf atas salah pilihnya, yakni memilih Gus Dur sebagai presiden, yang istilah Amien Rais, minta maaf kepada bangsa Indonesia atas kesalahan ‘ijtihad politik’-nya. Bagaimana tidak salah. Gus Dur yang dalam tempo 19 bulan jadi presiden, ternyata sudah jalan-jalan ke 90-an negara, dengan membawa isterinya, Ny Sinta Nuriyah (pakai kursi roda) dan anak perempuannya, Yenni. Semua itu rata-rata hanya membuahkan isu panas, karena Gus Dur hampir setiap di luar negeri melontarkan isu-isu panas yang mengguncang keadaan secara nasional.

    Babak berikutnya, setelah diturunkan jadi presiden, lalu ada pendaftaran untuk pencalonan presiden, setelah Megawati yang tadinya wakil presiden dan naik menjadi presiden menggantikan Gus Dur sudah hampir habis masa jabatannya. Gus Dur pun ingin mencalonkan diri. Namun dari persyaratan yang ditetapkan, Gus Dur ditolak sebagai bakal calon. Gagalnya Gus Dur untuk jadi bakal calon presiden ini pun penuh dengan polemik, yang menambah terjungkalnya.

    Di PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) maupun NU (Nahdlatul Ulama), Gus Dur mengalami (menimbulkan?) konflik yang kadang berkepanjangan, bahkan sampai ke pengadilan, dalam kasus PKB.

    Rupanya pengalaman terjungkal-jungkal seperti itu kadang berbuah tak mengenakkan. Gus Dur yang jelas menjadi orang terkemuka di NU, suaranya tidak begitu didengar lagi, dan tidak dijadikan bahan keputusan di PBNU. Hingga seolah-olah Gus Dur sudah tidak diuwongke (tidak diorangkan). Contoh nyata, dalam masalah RUU APP (Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang akan diundangkan Juni 2006, Gus Dur jelas-jelas di barisan depan menolaknya. Bahkan dia sedang berbaring di rumah sakit pun ketika mendengar RUU APP didukung MUI dan umat Islam, langsung Gus Dur bangkit dan berseru untuk menolaknya. Kalau sampai diundangkan pun mau dia amandemen. Namun suara lantang Gus Dur sampai menerjunkan isterinya (Sinta Nuriyah yang pakai kursi roda) untuk berdemo bersama artis-artis dan lain-lain untuk menolak RUU APP itu tidak digubris oleh PBNU. Bahkan PBNU mendukung RUU APP.

    Masih pula di hadapan anak muda NU pun Gus Dur dikritik karena mendukung Inul, penjoget yang dikenal memutar (maaf) pantatnya hingga disebut goyang ngebor Inul, dan menolak RUU APP. Padahal Gus Dur sudah sejak lama mengkader anak-anak muda NU untuk jadi liberal. Tetapi kenyataannya muncul juga pengkritik keras terhadap Gus Dur.

    Dalam keadaan terjungkal-jungkal di kancah politik, dan terseok-seok di habitatnya (NU) seperti itu, lalu Gus Dur bagai teriak sekencang-kencangnya. Sayangnya, yang diteriakkan itu adalah hinaannya terhadap Al-Qur’anul Kariem, Kalamullah, yang dihormati dan jadi pedoman seluruh umat Islam. Bukan sekadar perangkat lunak milik NU.

    Jurus mabuk Gus Dur ini tentu saja bukan mengurangi derita yang telah dia alami akibat polah tingkahnya sendiri, namun justru menambah derita, menambah masalah.
  43. From Sutiarto on 05 June 2008 22:09:27 WIB
    Mohon maaf GD,

    Kenapa Sih masih berpikir ngemis terus...? mbok ya nrimo legowo sebagai warga bangsa besar yang berdaulat.
  44. From mustafa_gh on 07 June 2008 18:04:20 WIB
    Untuk berdebat mengenai fenomena Gus Dur sepertinya tidak ada ujungnya. Masing2 pihak mengemukakan argumen2 yg terbatas sesuai kapasitasnya. Tampaknya diperlukan sebuah kajian mendalam dan komprehensif untuk menganalisis profil Gus Dur yg kontrovertif dlm sebuah disertasi dan dipertahankan di depan dewan penguji.
  45. From Arga on 09 June 2008 04:55:49 WIB
    Gus Dur, saya sependapat dengan pandangan - pandangan tentang toleransi, pluralisme, sikap eksentrik Gus Dur tapi Gus, ada banyak manusia diluar sana yang tidak mengerti dan tidak bisa menerima pandangan pandangan Gus. Mungkin Gus Dur perlu BERBAGI ILMU dengan mereka karena saya yakin mereka jugalah yang berjasa meLENGSERKAN anda,....
  46. From Agus Kurniawan on 10 June 2008 17:14:53 WIB
    Gimana kalo kita milih Gus Dur di pemilihan calon presiden 2009 ?? Obama menurutku orang yang sangat kritis dan menyukai perubahan. Aku sangat suka dengan orang yang banyak actionnya bukan hanya banyak cerita.Hidup Obama,Gus Dur, dan Wimar
  47. From pringgo on 20 June 2008 11:13:39 WIB
    setuju
  48. From markum on 10 July 2008 20:21:00 WIB
    ko kenapa pada saling menghujat sey???.... untuk mas konde,saya pikir anda harus lebih banyak lagi belajar perbendaharaan katanya,biar anda lebih "pintar" lagi dalam menghujat orang lain...
  49. From metallicana on 16 July 2008 13:28:39 WIB
    \\\"Gus Dur berpesan satu hal. Yaitu agar mereka membuat pandangan terhadap Islam secara dialogis\\\".

    hemat saya, itu adalah sebuah langkah yang jitu dalam berdemokrasi yg sering didengungkan. sungguh naif sekali ketika CNN, ABC news, Guardian, dan kadang BBC [intinya media barat] sering mengulas islam dari sisi yang radikal, sepengetahuan saya, sisi tersebut adalah sisi yg terpinggirkan dalam dunia Islam. melihat realita yg ada, masyarakat barat justru tidak berlaku demokratis ketika menyangkut islam [bukan bermaksud pembelaan thd islam, melainkan atas nama demokrasi yg didengungkan]. apakah kita hanya menyalahkan media yg meng-ekspos hal2 yg miring saja???

    dunia islam membutuhkan tokoh yg seperti beliau agar clash civilization yg diterorkan tidak sampai terjadi. dan beliau sungguh telah menyampaikannya.

    salam,
    metallicana
  50. From bukti sitepu on 16 September 2008 17:21:12 WIB
    saya sangat setuju pandangan gus dur tentang keragaman di Indonesia, tidak perlu diberlakukan syariah islam karna UUD 1945 sudah pinal. kalau terus diperjuangkan menjadi negara islam saya takut akan terjadi disintegrasi bangsa,dan kaum minoritas akan tidak bahagia. jangan memaksakan kehendak pribadi atau golongan lindungilah yang lemah dan kaum minoritas.

    mejuah-juah
    bukti sitepu
    jak-tim
  51. From ruben on 06 October 2008 12:18:56 WIB
    Sahaya mah orang kecil nggak tau apa2..tapi sahaya paling ngga setuju kalo orang jelekin orang yang sudah berjasa sama negara dan bangsa kita..Gus Dur itu orang lempeng dan berani lagian kasihnya sama sesama, man!kita2 yang di Amerika Serikat punya respectful yang tinggi sama beliau.Jadi tolonglah sdr konde mas jangan sok tau begitu dong..ente nggak tau apa2,bro!apalagi nulis2 pake logat tionghoa segala,jangan2 ente pro..98...ya?
    Buat Gus Dur dan Bung Wimar terus ajarin bangsa kita untuk berani ngomong kebenaran hakiki..paling sedikit ngerti hak dan kewajiban mereka, sama seperti warga AS.nggak takut dan trauma lagi sama orang berseragam he he he..adios amigos!!
  52. From Izi Prazahara on 07 October 2008 09:06:14 WIB
    Memang benarnya, kalo mau mengetahui kualitas seorang Tokoh melalui Buah Pikirannya seperti tulisan, buku, kolom, desertasi, tesis, pidato, ceramah..
    Bukan dari \"Kata Orang\"..
    Jadi kalau ada yang beranggapan GD letoy, \"miring\", aneh...
    Mengapa pula Temple University, Colombia univ, Harvard univ, dll (masih banyak lagi) Mau memberi penghargaan2 kepada GD????????
  53. From salsabila on 24 November 2008 09:40:07 WIB
    pak gus dur,saya menghormati n menghargai anda,tapi jika anda kaji ayat2Nya dengan akal n hati,islam adalah solusi kehidpan n tdak na ideologi sempurna selainnya.
  54. From joko samudra on 24 December 2008 00:37:27 WIB
    pokoknya apa kata Gus Dur, Gus Dur sudah terbukti dan teruji tidak perlu diragukan lagi. Masalah kelemahan semua orang punya kelemahan tapi masalah kelebihan seseorang mampukah anda untuk mengakui kelebihan dari orang yang paling anda benci? Hidup Gus Dur....Gus Dur bisa jadi presiden walaupun sebentar anda-anda yang benci, sekalipun itu sekaliber Prof. Dr. H. Amin Rais belum sempat deh jadi presiden...kasihan juga sih...teruslah berjuang, katanya Gus Dur pilihan yang salah, yang salahnya aja jadi presiden masa yang benernya ngga bisa...ayo buktikan kalo anda mampu Prof. Dr. H. Amin Rais...jangan Talk Only No Action...
  55. From retno saiful arif on 04 January 2010 16:38:03 WIB
    itu semua baik untuk menyemangati rakyat indinesia agar tidak putus asah.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home