Articles

Jadwal Perspektif Wimar dikurangi setelah habis kontrak?

Perspektif Online
02 June 2008

Kontrak Perspektif Wimar habis dalam 3 minggu. Bagaimana kelanjutannya?

Acara talk show tiap pagi ini mendapat sambutan luar biasa dari pers (berbagai koran dan baru saja masuk Femina sebagai 1 dari 4 talk show terbaik bersama Silat Lidah, Empat Mata dan Republik Mimpi), dari sponsor yang terus bertambah dan membuat jeda iklan semakin panjang, dan paling penting dari penonton seperti anda yang rela menyesuaikan jadwal pagi anda untuk acara kami, tiap hari ikut melanjutkan diskusi melalui website kami, dan telah menyumbang banyak masukan yang sangat berharga untuk acara harian kami.

Femina
Artikel Femina mengenai 4 acara talk show favorit

Tiga minggu lagi masa kontrak habis. Apa yang akan terjadi setelah itu? Itu akan diputuskan manajemen ANTV. Dengan sambutan besar dari pers, sponsor dan penonton tadi, apakah otomatis format yang sekarang akan diteruskan begitu saja? Jawabannya: tidak.

Karena manajemen ANTV mengaku menggunakan rating sebagai tolak ukur utama, dan mereka mengatakan rating Perspektif Wimar tidak sesuai harapan mereka. Untuk opini umum mengenai rating televisi, silakan baca artikel baru dari Koran Tempo dan The Jakarta Post di bawah ini.

Sedangkan untuk nasib Perspektif Wimar, kita nikmati saja 15 episode terakhir ini sambil tunggu kabar dari manajemen. Yang kami dengar, ada niat mengisi waktu tayang 6.00 WIB dengan acara anak-anak, dan kemungkinan besar Perspektif Wimar dikurangi menjadi seminggu sekali dan dipindah ke 23.00 WIB.

Wimar Witoelar sendiri menyerahkan penilaian terhadap Perspektif Wimar kepada anda, para penonton. Acara televisi adalah milik masyarakat juga, selain milik stasiun televisi. Apapun keputusannya, kami mengharapkan usul anda mengenai perpanjangan waktu dan improvisasi set bisa dikabulkan. Any thoughts?

 

Koran Tempo
Jum'at, 30 Mei 2008

Rating Jadi Momok Jurnalis Televisi

Acara berkualitas rating-nya jeblok.

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menilai peringkat acara menjadi momok bagi jurnalis lantaran manajemen stasiun televisi menjadikan rating sebagai patokan pemasukan iklan.

Menurut Ketua IJTI Imam Wahyudi, sering terjadi pertentangan antara redaksi dan program lain akibat rating versi lembaga riset memacu manajemen semakin berlomba mengejar rating. Akhirnya, program berita tak mendapat perhatian karena rating-nya tak bagus.

"Ini jadi teror bagi jurnalis, jadi perlu ada riset penyeimbang untuk program yang berkualitas," katanya dalam "Seminar Riset Publik Menuju Televisi Ramah Keluarga" di kampus Stikom London School, Jakarta, kemarin. Seminar ini membahas hasil survei kualitatif program televisi yang dilakukan oleh Yayasan Science Etika Teknologi (SET), TIFA, IJTI, The Habibie Center, dan London School Public Relations.

Hasil riset menunjukkan, program yang berkualitas justru rating-nya jeblok. Penelitian ini melibatkan 191 responden di 11 kota di Indonesia. Hasilnya, acara talk show "Kick Andy" di stasiun Metro TV dan acara berita "Liputan 6" di SCTV paling berkualitas. "Program yang paling berkualitas didominasi program berita reguler dan talk show," ucap Koordinator Pelaksana Rating Publik Agus Sudibyo dalam seminar itu.

"Kick Andy" dinilai berkualitas oleh 90 responden (47,12 persen), "Liputan 6" menempati urutan kedua dengan 10,99 persen, "Si Bolang" 2,62 persen, dan "Metro Realitas" 2,09 persen. Empat program ini dalam rating AGB Nielsen menempati rating rendah. "Kick Andy" rating-nya 1,2, "Liputan 6" 4,7, "Si Bolang" 3, dan "Metro Realitas" 0,5.

Adapun dari hasil rating public, program yang punya rating dan share tertinggi masih didominasi program hiburan.

Pemimpin Redaksi Metro TV Andy F. Noya--juga host "Kick Andy"--bangga dengan hasil rating ini. Menurut dia, program yang berkualitas tak bergantung pada rating. "Rating tak mencerminkan kualitas acara," katanya. Maka, ia berkeras mengambil jalur program yang tak populer oleh rating. Andy pun mengaku yakin, meski rating tak tinggi, tetap ada pengiklan.

Adapun aktivis perempuan, Nurul Arifin, juga mengaku prihatin dengan tayangan televisi yang dikuasai oleh rating dan iklan sehingga industri televisi berlomba membuat acara yang seragam, seperti sinetron. "Padahal isinya tak mendidik dan menawarkan kekerasan," ujarnya dalam seminar itu.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Fetty Fajriati menilai rating masih diperlukan sebagai acuan industri untuk kelanjutan program dan iklan. Tapi ia mengingatkan dampak negatif jika televisi terlalu terpaku pada rating. "Akan membuat program jadi homogen karena berlomba-lomba membuat acara yang sama," katanya.

Fetty pun mendukung lembaga rating lainnya, termasuk hasil riset yang dilakukan Yayasan SET. Tujuannya bukan untuk menyaingi AGB Nielsen, melainkan untuk memperoleh hasil penelitian yang bisa meningkatkan kualitas acara. Dian Yuliastuti

 

The Jakarta Post
May 30, 2008

Best TV shows low rated: Survey

Television programs considered to be of good quality get poor ratings and a low share of viewers, according to a new survey released Thursday.

The survey, conducted from March to April, involved 191 educated television-lovers in major cities across the country.

The research was undertaken by the Science, Aesthetics and Technology (SET) Foundation in cooperation with the Tifa Foundation, the Habibie Center and the London School of Public Relations.

The respondents considered MetroTV's Kick Andy to be the highest-quality TV talk show (47.12 percent). SCTV's Liputan 6 Petang was considered the best daily news program (10.99 percent), TransTV's Si Bolang the best documentary (2.62 percent) and MetroTV's Metro Realitas the best weekly news program (2.9 percent).

The shows were judged according to criteria such as their informative content, social empathy, critical views, balance, factuality, objectivity and public interest.

But despite their quality, those four TV shows get low ratings and a low share of viewers, according to the latest survey by AGB-Nielsen Media Research.

Agus Sudibyo, public ratings chief researcher with the SET Foundation, said Kick Andy was only rated 1.2 and attracted 5.4 percent of viewers, while Liputan 6 Petang was rated 4.7 with a 17.3 percent share, Si Bolang was rated 1.3 with a 10 percent share and Metro Realitas was rated 0.5 with a 4.0 percent share of viewers.

"The survey shows quality has less influence on ratings and the share of viewers," he said.

Agus said that when the survey was conducted, AGB-Nielsen announced four TV shows with high ratings and a large share of viewers.

They were SCTV's soap operas Azizah and Cinta Bunga, Indosiar's variety show Super Mama and RCTI's soap opera Cahaya.

The survey also found most TV entertainment shows, including soap operas, variety shows and gossip shows, were of poor quality because they failed to increase social empathy, promote nonviolent and nonpornographic roles, explore relevant topics or provide suitable gender-oriented shows for children.

"Previously, we recognized AGB-Nielsen as the only company offering quantitative surveys. All television stations view its surveys as `godlike' because they can guide the way to profits," said Indonesian Broadcasting Commission (KPI) deputy chairperson Fetty Fajriati Miftach.

"As a result, we have a lot of poor quality TV shows, which tend to offer viewers sex, violence and mysticism."

She said the KPI had declared Cinta Bunga a "troubling" soap opera because it contained offensive language. (nkn)

Print article only

41 Comments:

  1. From donny nurpatria on 02 June 2008 23:04:54 WIB
    Saya seorang media planner, bekerja pada sebuah biro iklan. Saya mendukung rating kualitatif ini, yg digelar Yayasan SET dan rekan2 lainnya. Kita butuh pembanding dari Nielsen. Tidak bisa dipungkiri, quantitative performance menjadi acuan, tp buat media planner (yg punya concern thd \"hal2 lain beyond rating\"), tentunya ada consideration lagi utk mensponsori program2 tsb.

    Masalahnya adalah, Nielsen begitu \"kuat\". Mereka bisa memonitor \"pergerakan\" respondennya melalui \"people meter\" (alat yg digunakan riset mereka), bahkan pergerakan per menitnya. Dan data ini di update stiap minggu, bahkan untuk beberapa kota, ada layanan update harian!

    Kalau saja Yayasan SET dan rekan2 bisa menggelar riset kualitatif ini secara periodik, bukan tidak mungkin data riset mereka menjadi acuan/ pegangan media planners dalam merekomendasikan kampanyenya.

    Maju terus Indonesiaku, dan sekali lagi saya salut dengan upaya riset kualitatif ini.

    Salam super! =D
  2. From Bernardo Halim on 02 June 2008 23:25:05 WIB
    Saya sih bingung yah berkomentar bagaimana. :D
    Rating memang masih dianggap dewa bagi sejumlah kalangan, tetapi mungkin ada benarnya karena rating melambangkan share of viewers :) banyak yang nonton, banyak iklan, banyak profit :D

    Saya sendiri harus mengakui susah payah untuk menonton Wimar, kegiatan saya mengharuskan saya tidur malam hari dan bangun umumnya pukul 07.30 pagi lalu saya kuliah.

    Setidaknya kalau pindah malam, saya jadi bisa menonton Perspektif Wimar lebih sering. Selama ini cuma mengikuti lewat RSS di mail saya :)

    Memang memuaskan semua pihak itu susah.. Bravo maju terus om Wimar. Kick Andy aja seminggu sekali, Wimar minimal 2 kali dong nantinya.
  3. From HiThere on 02 June 2008 23:45:00 WIB
    Sederhana: Hidup yang Nyata sudah susah, apakah harus menyusahkan diri lagi di depan tv (baca: mencari hiburan).

    Berbicara tentang pengaruh / dampak media (tv dalam hal ini): ukurlah dulu pola pikir (bukan latar pendidikan) viewernya. Wong yang katanya dari \"pesantren\" dengan gampang diindoktrinasi / dikompori untuk berbuat anarkhis - bakar bakaran.
  4. From Rangga aditya on 02 June 2008 23:54:24 WIB
    MENYEBALKAN! itu menurut saya tentang rating. Sebelumnya sudah di bahas dalam republik mimpi dulu sebelum pindah ke stasion tv lain. Bahwa memang harusnya tv memiliki program berkualitas. Kalau memang ratingnya jelek kan bisa disubsidi oleh program yg bagus ratingnya kan?. maunya pemilik tv mendapat rating & sharing yg bagus melulu! gimana negara ini mau maju orangnya. Ibaratnya jika makanan, orang indonesia dikasih FASTFOOD melulu. Enak tp tidak sehat. Kan harus berimbang. Harus ada sayuran dan vitamin. Dan menurut saya acara seper perpektif wimar ini adalah vitamin dan detox untuk penonton indonesia
  5. From |richard.p.s| on 03 June 2008 01:39:50 WIB
    5 dari saya menuju seminggu sekali ke 23.00 WIB.

    1.Itu memang tak baik, tapi benar. Demi kesehatan bang WW.
    2.Team management bisa set up Road Show PW yg lebih serius.
    3.Bang WW lebih punya waktu untuk nongkrong di PO.
    4.Bang WW lebih punya waktu utk follow up topik yg diangkat.
    5.Topiknya lebih matang. Semakin nohok, menghibur & solutif.

    Saya menguraikan ini, karna merasa mustahil untuk melihat PW mendandani 3 host-nya yang cantik jelita menjadi seperti pocong demi menaikkan ratting. Sisi lainnya, bang WW memang lebih pas menjadi bapak bagi generasi ini, dibandingkan sebatas sebagai laki-laki penghibur tipi.
  6. From Willy Kumurur on 03 June 2008 09:41:52 WIB
    Ini saran saya:
    1. Ikuti dulu rencana ANTV selama 4 minggu; siapa tahu akan menyedot lebih banyak iklan. Lagipula seminggu sekali atau dua kali akan lebih memungkinkan Bang WW and the crew untuk mempersiapkan banyak hal sehingga Perspektif Wimar yang bagus bisa lebih berkualitas lagi.
    Jika alternatif ini does not work maka pilihan kedua mungkin bisa ditempuh.

    2. Lebih baik pindah ke MetroTV yang jelas-jelas tidak pernah percaya rating. MetroTV jalan terus dan menghasilkan acara talk show yang berkualitas dan akan semakin ok jika perspektif Wimar masuk ke sana. Atau stasiun TV lainnya yang mengedepankan kualitas.

    The last, jika memang melalui tv tidak bisa eksis lama, website ini sudah cukup informatif dan bermanfaat untuk pencerahan dan upaya pencerdasan pembacanya.

    Salam.
  7. From Yulmi on 03 June 2008 10:29:23 WIB
    Yaaah...penonton kecewaaa...
    Yang punya TV jangan jadi kecoa dong...!

    Kirain bakalan ditambah jam tayangnya, eh... ini malah mo dikurang. Padahal temen2 saya udah mulai ikutan duduk manis di depan tv tiap jam 6 pagi.
  8. From Satya on 03 June 2008 11:30:54 WIB
    untuk indonesia, udah kemajuan bahwa sekarang acara televisi tergantung rating tinggi vs rating rendah, bukan tergantung propaganda vs pembredelan jaman orde baru.

    tapi sayang hasilnya malah makin banyak show gak mutu dan semua mengakuinya, termasuk pemilik stasiun. gimana rating tidak ngaco kalau kita gak pernah kenal orang yang pernah ikut survey rating nielsen.

    adakah di antara anda yang terdaftar dalam survey rating nielsen? kalaupun ada mungkin lagi nonton sinetron, bukan baca website ini ya.
  9. From Chandra on 03 June 2008 15:08:31 WIB
    Gara2 PW, saya yang tadinya bangun jam 7:30 pagi sekarang tidur malam lebih awal dan bisa bangun sebelum jam 6 pagi. PW bukan membuat hari2 produktif saya lebih panjang, tapi juga memberi pencerahan. Please deh...ANTV, lihat siapa yang menonton PW, bukan berapa yang nonton.
  10. From Haman on 03 June 2008 15:15:02 WIB
    Jangan terpengaruh rating karena ratingnya sendiri masih debatable. Misalnya, rating TV yang kini dilakukan AGB Nielsen di Indonesia hanya mencakup 10 kota. Total rumah tangga (panel) yang dipasangi alat hanya 2.123 dengan jumlah sampel (individu) 8.751.

    Selain itu, kalau kita melihat Metro TV sampai kini tetap eksis dengan tayangan berita dan informasi walaupun ratingnya dilaporkan selalu kecil.

    Jadi Perspektif Wimar maju terus donk agar tetap banyak tayangan yang bermutu dan mengedukasi publik.
  11. From noviana on 03 June 2008 16:31:57 WIB
    Ayo dukung terus Perspektif Wimar,
    jangan sampai kita hanya disuguhi tontonan ringan (yang benar2 ringan seperti kerupuk sampai bisa terbang hehehe..), tanpa tahu apa esensi dari tontonan kita.

    Sudah saatnya Indonesia memiliki tontonan yang bermutu, yang memiliki perspektif lain dari yang lain, sehingga kalau ada yang provokator untuk ikut bakar2an (ini contoh ekstrimnya lho), kita engga akan terpengaruh. coz we know what we need and want
  12. From elha on 03 June 2008 16:52:41 WIB
    Wah, saya pikir talkshow PW akan bertahan lama, kok malah ada berita begini.

    Coba kita lihat apa yang akan terjadi apakah kontrak akan diperpanjang dengan mempertahankan semuanya, atau berubah total format dan jam tayangnya ke jam 23.00 wib.

    Kalau PW tetap dengan jam tayang dan format yang sama, saya acungkan 2 jempol buat ANTV alasanya:

    1. ANTV membuat keputusan yang spektakuler, karena talkshow ini merupakan terobosan baru buat program news pagi di TV dengan berani menampilkan talkshow yang sangat informatif di acara yang sangat pagi dimana kita belum terkontaminasi dengan topik2 yang seru).

    2. Itu artinya ANTV pintar karena tidak hanya mementingkan rating tapi lebih mementingkan edukasi buat masyarakat terutama buat kita-kita yang sudah terlanjur cinta dengan acara ini. (lagipulakan pengiklannya banyak pastinyakan talkshow ini kalau dipertahankan bukan tidak mungkin bisa laris manis asalkan tetap educatif loh).

    Buat Talkshow pendatang baru rasanya bisa dikasih selamat dan acungan jempol bisa di disamakan dengan talkshow yang hadir sudah lebih lama spt, Tukul, Kick Andy. Selain itu Talkshow ini cukup ramai juga menjadi pembicaraan di kalangan media dan orang biasa.

    Kalau PW rubah jam tayang (OK, asal format sama) kalau jam tayang & format berubah, menurut saya ANTV bodoh tidak berani membuat terobosan baru dengan menampilkan talkshow pagi di program news. Selain itu , ANTV jadi buang-buang duit, dengan membuat iklan yang besar-besaran untuk acara ini, mendingan uangnya di kasih korban Lapindo, eh maaf salah ya, terlalu kecil jumlahnya). Yang lebih buruk kalau di stop tayangannya, akan ada pertanyaan ada apakah di ANTV & Pak Wimar?

    Semoga tidak ada pemberhentian sepihak yang tidak jelas alasanya.
  13. From J. Sulaiman on 03 June 2008 19:21:24 WIB
    Waduh, Perspektif Wimar mau digusur? Yah, sayang sekali, karena acara ini ditunggu-tunggu banyak orang setiap hari, termasuk saya. Ternyata penggemar acara PW ini memang bukan mayoritas. Pada hari-hari awal PW, bahkan sampai sebelum muncul bad news itu, pemberi komentar begitu percaya diri, minta tambah waktu sampai 1 jam, minta disiarkan ulang tiap hari, dll. Sekarang mah boro2, yang 1/2 jam ini saja mau digusur. Tapi kita memang harus menerima kenyataan, bahwa persaingan antar stasiun TV begitu sengitnya, sehingga manajemen ANTV melakukan apapun untuk memenangkan persaingan, termasuk kemungkinan mengganti PW yang begitu bagus dengan acara lain yang dianggap lebih tinggi ratingnya. Kita menyayangkan manajemen ANTV yang kurang mengutamakan idealisme. Semoga ada stasiun TV lain yang mau meneruskan PW.
  14. From Martin Manurung on 03 June 2008 20:38:51 WIB
    Rating adalah indikator yang baik, JIKA memang penontonnya juga educated atau paling sedikit well informed.

    Lagipula, sangat tidak fair kalau rating program acara talkshow seperti PW dipertandingkan dengan rating sinetron, apalagi infotainment. Menurut saya, tiap2 jenis itu punya segmen tersendiri. Saya sih gak pernah nonton infotainment dan sinetron, tapi suka Kick Andy dan PW. My mom likes talkshow, but maybe she is likely to choose a Sinetron if they are played at the same time.

    Kecuali kalau ratingnya dibagi berdasarkan karakteristik penonton. Misalnya, penonton wanita dan pria, berpendidikan dan tidak, tua dan muda, dlsb. Berdasarkan data itu, stasiun televisi bisa menilai performance suatu acara berdasarkan target audience yg direncanakan mereka. Misalnya, PW memiliki sasaran penonton yang muda, berpendidikan dan berpenghasilan menengah. Lalu, bila ternyata hasil rating tidak mencapai sasaran itu, maka baru legitimate bila PW dikatagorikan fails to achieve its targets.

    Soal pemindahan acara ke malam, bagi saya sih lebih baik. Saya, seperti Bernardo Halim di atas adalah mahluk nokturnal. hehe.. Otak baru bekerja ekstra efektif kalau jam menunjukkan Pukul 23.00 WIB ke atas. Jadi, kalau PW dibuat malam, perjuangan menonton acaranya jadi lebih mudah. :-)

    Kalau boleh saran, mungkin acaranya dibuat lebih 'nakal' dan menggigit. Entah apakah ini acceptable bagi ANTV. Secara obyektif, saya lihat gigitan PW masih belum senakal dan setajam talkshows WW yang dulu, seperti Perspektif dan Selayang Pandang.
  15. From Amier on 04 June 2008 09:50:44 WIB
    Susah wong sudah benar kita ini diajari bangun pagi, malah disuruh tidur malem (acara ke jam 23.00) Seluruh literatur mengatakan bangun pagi sehat, tidur larut malam tidak sehat. Nah WW mau yang mana??? Harusnya sesuai dengan topik ya pilih yang sehat dong.
    Kalau perlu acaranya jam 05.00 pagi abis subuh, dari pada ceramah yang tidak bermutu
  16. From Harrie Shaputra on 04 June 2008 21:28:15 WIB
    perspektif Wimar nggak di perpanjang????
    wah pagi gw jd kelam lagi dong......
  17. From Tuhan Rating on 04 June 2008 21:36:17 WIB
    AN TV rupanya punya iman namanya Tuhan Rating. Proyek mencerdaskan dihentikan, proyek pembodohan ditingkatkan. Dengan begitu, masuklah kita--bangsa ini---dalam abad gelap, abad dimana yang penting gosip kosong di infotaintment sebagai sesuatu yang sangat prinsip, melebihi kecerdasan bangsa ini. Semoga Tuhan Rating segera kembali ke jalan yang benar.
  18. From Taufik on 05 June 2008 01:49:49 WIB
    Kayaknya Perspektif Wimar lebih pas jika ditayangkan di Metro TV.

    Kita tahu stasiun TV tersebut sangat setia melayani ceruk pasar mereka yang tergolong kecil tapi tetap sustainable.
  19. From lan on 05 June 2008 10:29:09 WIB
    semua acara di lihat berdasarkan rating? apa tolak ukurnya? apakah sumber informasi rating bisa dipercaya kredibiltasnya? menurut saya, kalau ANTV tidak memperpanjang kontrak, sangat disayangkan, karena ia punya "gold" tapi they don't realize it dan tidak dapat memberdayakannya.
  20. From Abby on 05 June 2008 11:06:01 WIB
    Kalo pindah jam tayang aja sih nggak apa-apa. Pokoknya asal bisa terus nonton PW deh.
  21. From febianto on 06 June 2008 13:43:51 WIB
    it's just testing the water...
    calm down...

    sy kira acara PW bakal jadi satu jam, scr viewers-nya nyata skleee, spt pr comentators di PO ini dst..so I am quiet sure I will see a 60-minutes show in the near future and I mean it's ur show, Pak Wimar!.
    Tks.
  22. From mustafa_gh on 08 June 2008 03:10:55 WIB
    Sayang sekali kalau Direksi ANTV benar2 mau mengebiri acara PW..
    Saya berharap moga aja ANTV maupun stasiun yg lain tidak hanya fokus mengejar rating dlm menyajikan acara, tapi juga perlu memperhatikan input positif bagi pemirsanya..
  23. From djunaedird on 11 June 2008 00:22:46 WIB
    Oalaaaa, Uang Maha Kuasa. Apa mau di kata...
    Maunya saat pikiran fresh, dapat berita yang gress dan bermutu.
    Nyatanya, hu-hu-hu (bukan nangis)
  24. From reynold on 11 June 2008 00:28:57 WIB
    Perspektif Wimar sudah menjadi sarapan pagi saya sejak awal kemunculannya di ANTV sampai sekarang, dan mengenai durasinya yang "hanya?" 1/2 jam menurut saya itu sudah cukup buat 'diet' berita (dalam hal ini perspektif) untuk mengawali hari saya. Jangan dipindah dong jadwal tayangnya, apalagi dipindah ke stasiun lain, sayang kan...

  25. From Nizar on 11 June 2008 12:43:30 WIB
    Sudah diduga, a
    kan ada kejadian seperti ini.

    The real reason i believe they hide it behind rating.
    Pindah ke Star TV aja pak Go International Talk Shownya.
  26. From qurrotu ayun on 11 June 2008 14:24:36 WIB
    siang ANTV beneran gak se perspektif wimar bakalan gak tayang lagi???
    jangan dunk...soalnya acara ini benar2 mendidik bangat! palagi disaat hampir tdk adanya tayangan mendidik di tv2 swasta kt. kalo metro punya KIck Andy, antv yang punya perspektif Wimar jgn dihapus dunk!
    Kita benar2 bs byk bljr dr acra ini. Apa jangan2 gara2 rating yang jelek?
    rating jelek bukan berarti muatan jelek.
  27. From agam on 12 June 2008 10:41:20 WIB
    wah...gara2 gak memenuhi rating...Oom Wimar bakal ilang nih...kenapa acara yang seperti ini selalu diukur sama rating...padahal info yang disajikan menarik, ngomong blak2an..topik yg disajikan memenuhi dari semua aspek...jgn ilang dong oom...pindah jam tanyang juga jgn malem2...kalo perlu durasi ditambah jadi 1 jam...
  28. From Juswan Setyawan on 12 June 2008 11:12:17 WIB
    BUKAN RATING RENDAH. DASAR GxxBLxxK !!!

    SOALNYA HANYA HAL --> SALAH MEMILIH JAM TAYANG.

    DAN SOAL --> JAM TAYANG YANG TERLALU SINGKAT.

    BAIKNYA PINDAH SAJA KE TVRI YANG TIDAK MANIAK RATING.

    ACARA INI PENTING UNTUK "PENDIDIKAN BANGSA"...
  29. From Wahyu Susilo on 12 June 2008 14:58:52 WIB
    Bang WW, sedih deh kalo perspektif tergusur... mungkin harus bikin WWTV kali ye..
  30. From Warief Djajanto Basorie on 13 June 2008 14:15:37 WIB
    Perspektif Wimar harus tetap siaran. PW memberikan pengayaan wawasan, hiburan hidup, dan ikhtiar Indonesia bisa. Bisa bicara. Bisa berbuat. Bisa berwibawa.
  31. From ELPAN on 13 June 2008 16:02:06 WIB
    susah memang kalo patokannya rating.
    Gusur aja tuh jam tayang sinetron bodoh.
  32. From V. Surawan Ds. on 14 June 2008 03:31:21 WIB
    BETUL JUGA, PINDAH SAJA KE TVRI. PERTAMA TVRI AKAN LAKU, DAN PASTI TVRI GEMBIRA. KEDUA, BUNG WIMAR TIDAK AKAN KEHILANGAN PASARAN, AKAN TETAP DIBURU.
  33. From Mohamad Jaka Prawira on 14 June 2008 14:03:11 WIB
    MElihat salah satu komentar, saya setuju apabila TVRI menerima acara sekelas Perspektif Wimar. Tetapi baiknya TVRI "diremajakan" dulu. Seperti Lativi yang kelak paada akhirnya menjadi TVOne, TVRI bisa saja berubah dalam komposisi atau logo. Sehingga menimbulkan daya tarik.

    Saya memang agak benci channel - channel seperti itu, tentu saja dengan hilangnya Wimar di sana, motivasi saya untuk nonton channel itu makin nggak ada. (dan makin berjanji untuk tidak melihatnya lagi)

    Dan mungkin suara saya bisa serupa dengan yang lain, tho ?
  34. From Rita Farid on 14 June 2008 19:03:50 WIB
    Gimana mo maju negara ini...Acara penambah wawasan spt PW malah akan disingkirkan...Benar-benar mengecewakan.
    Bisnis sih bisnis, tapi pikirkan juga pendidikan bangsa.
    Setuju, PW pindah aja ke Metro TV yang konsisten dengan tayangan yang mencerdaskan bangsa.
    Bang WW, I'm gonna miss you and always waiting for you...
  35. From teddhy on 17 June 2008 07:35:52 WIB
    Sangat disayangkan bahwa PW akan diberhentikan. Padahal acara PW ini sangat mendidik dan membangun buat yang menontonnya. Aneh sekali di Indonesia ini, sesuatu yang mendidik tidak terlalu mendapat sambutan tapi yang tidak mendidik malahan mendapat sambutan yang luar biasa. Pantasan bangsa kita menjadi bangsa yang tidak tangguh dan hanya bisa melakukan kekerasan saja. Sebab bangsa Indonesia tidak pernah mau belajar dari sesuatu yang baik.
  36. From R Muhammad Mihradi on 17 June 2008 13:28:19 WIB
    Saya sependapat, pa wimar and perspektif mesti buat tv sendiri. judulnya : TV Cerdas, Anti Rating dan Ramah Buat Keluarga. Dengan begitu, kekecewaan publik dapat dikurangi. Sudah waktunya pula, seluruh publik Indonesia memfatwakan "Sesatnya Rating' dan menyerukan untuk segera "membekukan rating yang membodohi publik".
    Semoga semua bisa menjadi lebih baik
    R Muhammad Mihradi
    Anggota FPI Bangsa
    (Front Pendukung Intelegensia Bangsa)
  37. From Santoso on 18 June 2008 06:28:27 WIB
    antv milik pemerintah termasuk direk nya mantan tvri, jadi tak terbiasa dengan ceplas-ceplos nya bang wimar yang segar.pantang mundur ditunggu di lain media.mungkin mau nya tv ini acara membuat publik cengeng manut dibodohi ninabobok
  38. From Jenny on 18 June 2008 17:27:28 WIB
    tiap pagi saya kalang kabut kalo mau nonton talk show PW karena harus siap-2 kekantor apa dikira kami-2 ini kurang kerjaan sehingga harus lihat PW tiap pagi.Management ANTV apa mau ikut-2 TV lain yang tayangin sinetron gak bermutu atau reality show yang katanya mencari penyanyi berbakat sehingga kita-2 yang seletif jadi irit listrik alias matikan TV. Pak WW I follow your show since SCTV too bad the stupid rating says your show has to stop but wordering why ad keep increasing if the rating is low tolok ukur rating sepertinya harus di reformasi. Terus semangat pak.
  39. From djredja on 19 June 2008 05:54:36 WIB
    Kok...,gw jd heran,bwat rakyat jadi pinter kekna susa amad,n gw jd heran yg k 2 x na.,bwat rakyat jd bodo kekna gampang amad..,udah gene aja,mending d trusin aja acara na om wimar,di sampink tv na dapat dwit dri iklan jg dpt pahala krna bikin rakyat qt pinter, gw ni rank desa yg pengen jd pinter...dah trusin ja d perpektif wimar na..smangat! ya om wim smangat!
  40. From Udi on 20 June 2008 07:47:45 WIB
    Tadi pagi masih ada. Horeeee!! Udah gitu topiknya top. Bener2 bisa nambah wawasan.
  41. From yoga on 30 June 2008 15:56:44 WIB
    antv emang B***k. saya kira setelah dibeli ma Star acara akan semakin bagus dan mendidik. eh malah acara bagus macam PW hilang. tapi saya lihat di situs antv om Wimar duduk di jajaran direktur, ada apa gerangan?

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home