<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   <channel>
	<title>Perspektif Online - Wimar Witoelar</title>
	<link>http://www.perspektif.net</link>
	<description>Indonesia's Opinion Portal, hosted by Wimar Witoelar</description>
	<copyright>Copyright 2005 InterMatrix Communications</copyright>
	<webMaster>webmaster@perspektif.net</webMaster>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2009 22:58:50 GMT</lastBuildDate>
	<docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>

	<image>
	<url>http://www.perspektif.net/i/template/perspektif/wimarwave.gif</url>
	<title>Wimar Witoelar</title>
	<link>http://www.perspektif.net</link>
	</image>

	<item>
		<title>Jusuf Wanandi thinks Kalla is the man, Wimar disagrees</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1112</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1112#comments</comments>
		<description><p><strong>Jusuf Wanandi:</strong>&nbsp;Kalla is open, speaks his mind out.. I think he is a man who can decide and think.&nbsp;<strong>Wimar:&nbsp;</strong>We want somebody whose hands are clean of sorruption and collusion. Mr Kalla mixed up his public and private roles. Listen to the MP3 audio.</p></description>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 22:52:57 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Rizal Mallarangeng menanggapi isu dari mulai SARA sampai pelanggaran HAM</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1110</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1110#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Episode ke-10 Wimar Live di Metro TV yang direkam tadi siang (Selasa, 30 Juni 2009)&nbsp;tidak jadi ditayangkan. Kenapa? Tidak tahu, tapi anda bisa baca sendiri transkripnya disini, dengan tamu Rizal Mallarangeng dari tim sukses SBY-Boediono antara lain menanggapi isu SARA antara Boediono dan Jusuf Kalla, dan memperjelas posisi SBY-Boediono dalam prinsip pluralisme.</span></p></description>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 14:51:05 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Pemimpin Punya Kepentingan Bisnis Sulit Berantas Korupsi</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1108</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1108#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Menurut Teten Masduki dalam acara Wimar Live, memilih pemimpin yang berkomitmen pada pemberantasan korupsi menjadi sebuah hal yang amat prioritas. Karena dalam pendangan mantan kordinator ICW ini, pemimpin yang paling sulit memberantas korupsi adalah mereka yang mempunyai kepentingan bisnis pribadi dan keluarga sehinnga konflik kepentingan tak bisa terhindarkan lagi.</span></p></description>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 17:53:52 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Kematangan Demokrasi Kita Mengawal Pilpres Berpilihan Tajam</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1107</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1107#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Kampanye satu putaran pun dikecam sebagai pembodohan terhadap rakyat, tidak demokratis, bahkan disebut sebagai teror politik. Istilah yang sangat dramatis. Mungkin kata-kata ini kurang nyaman didengar oleh sementara orang, tapi dasarnya adalah kekhawatiran bahwa pihaknya tidak akan menang kalau satu putaran saja. Maunya dua putaran walaupun belum tentu bisa menang juga. Yang menjadi soal adalah bukan soal jumlah putaran,tapi soal siapa yang menang. Kerancuan semacam ini memang banyak terjadi dalam demokrasi muda.</span></p></description>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 07:36:42 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Kabinet Republik Indonesia 2.0</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1105</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1105#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Kalau dulu ada Kabinet Ini dan Itu, jaman sekarang harusnya kabinet itu hasil komunitas, disusun secara interaktif, user-generated menggunakan cumulative intelligence.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jadi, silakan tambahin usul anda. Keputusan ada di tangan webmaster hehe .. kalau nggak cocok, bikin sendiri-sendiri :)</span></p>
<p>&nbsp;</p></description>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 00:25:49 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Faisal Basri: Masyarakat Harus Melihat Rekam Jejak Calon Pemimpin</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1104</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1104#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Menurut Faisal saat &nbsp;menjadi tamu Wimar Live, kini masyarakat Indonesia tidak mudah lagi termakan jargon-jargon kampanye yang memberi harapan tinggi tapi minim rasionalitas. Tapi lebih melihat masa lalu atau rekam jejak si calon tersebut. &ldquo; Misalnya kalau dia bicara A, apakah di masa lalu bicara A tidak? Kalau tidak, maka masyarakat akan melihat hal itu sebagai janji gombal&rdquo;, ujar dosen FE UI ini.</span></p></description>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 10:28:32 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Kalau kalah  tidak boleh ribut</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1102</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1102#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">wawancara ww di matanews.com: Sekarang ini betul-betul pesta demokrasi. Semua orang boleh ikut berpesta. Ini hari indah untuk demokrasi. ...&nbsp;Meski, ada bahayanya juga. Kita harus waspada. Ingat Hitler, diktator yang paling mutlak itu dapat naik memimpin karena Pemilu. Sekarang ini mereka yang diduga melakukan pelanggaran HAM, bisa ikut dalam Pemilu. ...&nbsp;Sisi baiknya, mereka tunduk dalam proses demokrasi dan bersedia ikut di dalamnya. Kalau kalah, ya, mereka tidak boleh ribut lagi.</span></p></description>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 21:56:01 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Candidates speak to emotions</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1101</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1101#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Outside of the center people are voting on emotional sound bites, not even personality, because people have no idea of the true personalities. The candidates are appealing in some cases to the emotions of the public and in only one case to rational explanations of policies and challenges.</span></p></description>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 00:49:19 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Taufiequrachman Ruki: Orang korup susah berubah</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1098</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1098#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Selain aturan hukum dan sistem yang baik, upaya pemberantasan korupsi juga tergantung dari integritas pejabat pemerintah. Karena menurutnya konflik kepentingan yang menjadi akar korupsi hanya bisa dilawan dengan integritas yang baik. &rdquo;Pembenahan korupsi juga harus diawali dengan pembenahan aparatur hukum&rdquo;, ujarnya.</span></p></description>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 21:26:21 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Saiful Mujani: Survei Tidak bIsa Pengaruhi Perilaku Pemilih</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1097</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1097#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">&rdquo;Sangat keliru kalau mengharapkan hasil survei dapat membantu memobilisasi pemilih&rdquo;, ujar Doktor lulusan Ohio State University, AS ini. Karena sebenarnya yang dapat mempengaruhi pemilih bukan hasil polling, tapi dinamika yang ada di masyarakat, masa kampanye, dan program visi misi para calonlah yang dapat membentuk perilaku pemilih.</span></p></description>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 22:05:42 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Mediocre in content, the presidential debate is historic</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1096</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1096#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">The real story is not in the quality the debate, but the fact that the debate took place at all. Eleven years ago it would have been a Star Trek-like fantasy that presidential candidates would someday engage in open debate on national television. In fact, presidential elections were non-existent in all of Indonesia&rsquo;s history prior to 1999.&nbsp;&nbsp;&nbsp;We never had more than one single candidate for the office.</span></p></description>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 16:05:42 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Menurut Morgan Stanley, Indonesia akan tumbuh 60 persen selama 5 tahun mendatang</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1094</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1094#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, mungkin tumbuh 60 persen selama 5 tahun mendatang mencapai USD800 Milyar berkat pemerintahan yang stabil, harga modal lebih rendah dan rencana pemerintah untuk menggunakan dana sampai $34 M membangun jalan, pelabuhan dan pusat tenaga listrik menjelang 2017</span></p></description>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 08:09:29 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Rachland Nashidik: Pelanggaran HAM mempersulit tugas kepresidenan</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1092</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1092#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui keterkaitan calon-calon ini dengan kasus pelangaran HAM sebagai referensi bahan untuk memilih. Meskipun dua cawapres yang ditengarai terlibat pelanggran HAM masa lalu ini tidak pernah dinyatakan bersalah, namun Rachland punya beberapa fakta lain.</span></p></description>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 17:17:34 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Suciwati: Kita Harus Memilih Pemimpin Yang Paling Sedikit Merusak HAM</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1090</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1090#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Suciwati&nbsp;berpesan agar masyarakat memilih calon pemimpin yang memiliki tingkat kadar merusak HAMnya paling sedikit. &rdquo;Kalau calonnya berkualitas dan tidak merusak HAM, pasti masih ada harapan&rdquo;, Suciwati menegaskan.&nbsp;Jadi pergunakanlah pilihan anda dengan tepat, jika tidak mau kekerasan negara terhadap warganya terulang dikemudian hari.</span></p></description>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 00:01:50 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Sikap tiga Capres mengenai Lumpur Lapindo</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1089</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1089#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Kita harus mengukur sikap Capres dari sikap mereka sebelum kampanye</span></p></description>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 22:29:11 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>LUPA? Masalah HAM belum dibahas kampanye Pilpres</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1088</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1088#comments</comments>
		<description><p><span>Kampanye Presiden 2009 sangat semarak dan vokal. Selain saling mengkomentari perilaku masing2, berbagai issue telah dikemukakan, dominan diantaranya adalah ekonomi neoliberal vs kerakyatan. Tapi justru masalah paling kunci dalam menjamin ketenteraman hidup warga belum muncul dalam pembahasan: kekerasan negara, yang secara formal disebut pelanggaran Hak Azasi Manusia. Menjelang pemilihan presiden 2009, tidak perlu lagi kita menuduh dan membantah siapa melakukan pelanggaran HAM. Cukup kita menyimak bahaya kekerasan negara. Kalau sampai kembali lagi, anda bisa menjadi korban berikutnya.</span></p></description>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 22:40:30 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Sri Mulyani: Good Governance Bergantung Pada Political Will Seorang Pemimpin</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1087</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1087#comments</comments>
		<description><p>Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, &nbsp;political will&nbsp;dari figur pemimpin adalah hal yang paling penting jika ingin mewujudkan&nbsp;good governance. Hingga kini Sri Mulyani&nbsp;tetap merasa nyaman dalam mengelola dan menjalankan kepercayaan di Departemen Keuangan. &ldquo;Saya diberikan kesempatan dan keleluasaan yang besar oleh Presiden. Selain itu teman-teman di Depkeu juga serius mendukung&nbsp;&nbsp;karena mereka mendambakan status sosial dimana masyarakat memandang mereka dengan kepercayaan yang cukup.&rdquo;</p></description>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 16:44:24 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Sri Mulyani: Hutang Adalah Instrumen Untuk Mencapai Kesejahteraan</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1086</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1086#comments</comments>
		<description><p>Kekhawatiran masyarakat akan hutang justru disebabkan karena ketidaktahuan itu sendiri", ujar mantan Kepala Bappenas ini.&nbsp;Menjawab isu yang mengaitkan dirinya sebagai antek IMF menjelaskan: "Indonesia anggota IMF, &nbsp;ini sama seperti Presiden mengirim dubes saja", tuturnya. &nbsp;Sri Mulyani sendiri &nbsp;ditunjuk sebagai anggota Board Director di IMF oleh Presiden Megawati. &ldquo;itu bukan keinginan saya sendiri tapi ditunjuk oleh Presiden Megawati untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dan 11 negara lainnya&rdquo;, ujarnya</p></description>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 22:19:11 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Bagi Beban antara SBY dan JK!</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1085</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1085#comments</comments>
		<description><p>Hari-hari ini JK rajin menonjolkan bahwa keberhasilan SBY-JK adalah berkat JK, dan kegagalannya adalah akibat SBY. Sebaliknya, SBY memilih jalan santun mendiamkan klaim ini, kecuali sesekali memberikan reaksi seperti "Jangan Takabur". Cara ini menambah image santun bagi SBY, tapi tidak memberi kejelasan bagi pemilih.&nbsp;</p></description>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 21:50:40 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Buku 'More About Nothing' diluncurkan</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1081</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1081#comments</comments>
		<description><p>Alun Alun Indonesia turut menjadi sponsor dalam acara Launching Celebration buku More About Nothing ini. Acara yang dihadiri oleh para sahabat WW di dunia nyata maupun di Facebook, pembaca setia PO, teman-teman media, turut memeriahkan acara itu. -- Buku tersedia di Gramedia, dan WW akan menemui peminat di PIM tgl 5 Juni jam 4-5, di Matraman tgl 6 Juni jam 2-3, di Grand Indonesia jam 4-5.</p></description>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 10:28:06 GMT</pubDate>
	</item>
	
   </channel>
</rss>