Articles

  • "Both northern Australia and eastern Indonesia are both areas which are away from the centre," says Mr Witoelar. "Areas which are away from the centre get much less attention than they deserve. You could have synergy there."... Read ›
  • ABC Radio Late Night Live interviews Wimar in Darwin for the North Australia Forum. Wimar Witoelar argues that Indonesia must accept responsibility for past atrocities in East Timor and he talks about the democratisation process in Indonesia as well as its improving relationship with Australia. LISTEN TO AUDIO... Read ›
  • Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar, membahas isu hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dalam Forum “North Australia” Australian Broadcasting Corporation (ABC) bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Konvensi Darwin, Selasa [24/06] sore.... Read ›
  • Setelah 3 bulan mengudara, Perspektif Wimar diakhiri oleh episode yang berbeda, yaitu promosional dengan sponsor, dan dalam bahasa Inggris. Secara kebetulan, ini menunjukkan bahwa Perspektif Wimar menyambut baik tugas komersial suatu tayangan televisi swasta. ... Read ›
  • Meskipun tidak sepopuler dangdut, rock, pop dan metal di Indonesia, musik Jazz tetap memiliki arti sendiri di mata pecintanya. Kita juga patut bangga karena bisa melahirkan maestro – maestro Jazz yang bukan hanya di kenal di dalam negeri tapi juga terkenal sampai mancanegara. Salah satunya adalah Ireng Maulana yang menjadi tamu di Perspektif Wimar edisi kali ini.... Read ›
  • Untuk menjadi bangsa yang maju sekiranya dibutuhkan beberapa faktor penunjang. Selain sumber daya alam dan manusia yang baik, bangsa yang kreatif juga menjadi faktor penting lainnya. Hadir di Perspektif Wimar kali ini Menteri Perdagangan Dr. Mari Elka Pangestu yang akan menjelaskan pentingnya pengembangan ekonomi industri kreatif bagi kemajuan Indonesia. ... Read ›
  • Sudah hampir tiga bulan lamanya Perspektif Wimar setia menemani sarapan pagi anda di layar tv, dan tidak lama lagi akan segera menghilang dari layar kaca anda entah untuk sementara atau seterusnya (jangan sampe deh!!). So, untuk menutup pertemuan selama tiga bulan yang berkesan ini, ketiga co host yaitu Meisya Siregar, Cathy Sharon dan Melissa Karim akan berbagi cerita, kesan dan perspektif selama menjadi “pendamping” Wimar Witoelar. Yuk, kita liat cerita mereka…... Read ›
  • Prestasi anak-anak bangsa yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional melalui olimpiade fisika, ternyata tidak lepas dari tangan dingin seorang Prof. Yohanes Surya, Ph.D yang menjadi narasumber di Perspektif Wimar kali ini dengan co host Cathy Sharon... Read ›
  • Pemilihan presiden yang tinggal setahun lagi rupanya masih menyisakan banyak tanda tanya tentang berbagai peraturan yang mengaturnya.mulai dari persayaratan calon, dana kampanye,bagaimana partai bisa mengusung capres. pengaturan kampanye, dll. Hadir di Perspektif Wimar edisi ini Ketua Pansus UU Pilpres yang juga salah satu fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan.... Read ›
  • Banyak hal yang sering dianggap sepele tapi justru sangat penting karena berkaitan dengan kegiatan privasi setiap orang, nggak mandang pejabat nggak mandang rakyat biasa. Salah satunya adalah toilet, yang sering dianggap sepele dan tabu untuk dibicarakan tapi fungsinya sangat penting. Hadir di Perspektif Wimar kali ini Ketua Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso, yang ditemani co host Cathy Sharon... Read ›
  • TV viewers will no longer be able to watch the fresh and witty talk show Perspektif Wimar, which airs on ANTV private television station, as the station management will not extend the program due to low ratings. "Our last show will be on June 23, The management did not extend the contract due to low ratings," talk show host Wimar Witoelar said Wednesday.... Read ›
  • Industri musik Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya sampai saat ini masih tetap bertahan. Walaupun negara dalam kondisi krisis atau tidak, musik tetap dicari dan dibutuhkan oleh banyak orang sehingga tidak pernah sepi peminat. “Musik saat ini sudah jadi kepercayaan baru buat banyak orang”, ujar Glenn Fredly yang menjadi tamu dalam Perspektif Wimar edisi ini dengan co host Melissa Karim.... Read ›
  • Konsepsi tentang bagaimana mencari dan mengembangkan sumber energi terbarukan, sudah menjadi perhatian dunia saat ini. Berbagai penelitianpun dilakukan dimana-mana, termasuk di Indonesia dimana ada penelitian tentang konsep Blue Energy yang sampai menyita perhatian dari Presiden, meskipun pada akhirnya banyak dinilai orang sebagai salah satu bentuk penipuan. Hadir di Perspektif Wimar kali ini, Menristek Kusmayanto Kadiman, Ph.D yang akan berbagai perspektif mengenai hal hal ini.... Read ›
  • Indonesia selain dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, juga dikenal dengan tingkat korupsinya yang tinggi. Salah satu bentuk tindak kejahatannya adalah pencucian uang. Hadir di Perspektif Wimar kali ini, Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) Dr.Yunus Husein, yang akan menjelaskan berbagai modus pencucian uang di Indonesia... Read ›
  • Bicara mengenai calon perseorangan, maka kita juga bicara tentang upaya penyehatan partai politik yang sekarang sampai pada kondisi memprihatinkan, dimana oligarki parpol semakin merajalela. Untuk menjelaskan tentang perkembangan calon perseorangan di Indonesia, hadir di Perspektif Wimar kali ini Direktur Eksekutif CETRO Hadar N Gumay, yang ditemani co host Melissa Karim... Read ›
  • “Blog yang Bagus itu isinya talk about nothing and everyting”, ujar Wimar Witoelar. Dalam era keterbukaan informasi dan teknologi saat ini, blog bisa jadi media efektif yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai ajang mulai dari curhat, propaganda, diskusi, gaya, narsis, sampai ajang nyari pacar.Perspekif Wimar edisi ini menghadirkan seorang blogger muda, Wisnu Aryo Setio (Iyo)... Read ›
  • Televisi menjadi salah satu media yang sangat penting dalam mempengaruhi bahkan membentuk karakter suatu bangsa. Untuk itu menghadirkan program berkualitas dan mendidik menjadi hal mutlak yang harus dilakukan lembaga penyiaran publik. Hadir di Perspektif Wimar kali ini anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Don Bosco Selamun.... Read ›
  • “Sebagai Jubir, saya tidak boleh punya pendapat pribadi”, ujar Juru Bicara Presiden RI urusan luar negeri Dr. Dino Patti Djalal, yang hadir di Perspektif Wimar kali ini dengan ditemani co host Meisya Siregar.... Read ›
  • Krisis energi global yang berujung pada kenaikan BBM di dalam negeri, membuat orang berlomba untuk menemukan energi alternatif yang lebih murah dan dapat terbarukan. Sehingga dikenalah istilah Blue energy yang terang-terangan didukung oleh Presiden SBY, meskipun pada akhirnya penelitian ini jadi misterius. Untuk mencari perspektif tentang energi alternatif, hadir menemani Wimar Witoelar Deputi Jasa Ilmiah LIPI Prof. Dr. Jan Sopaheluwakan yang ditemani co host Meisya Siregar... Read ›
  • Kontrak Perspektif Wimar habis dalam 3 minggu. Apa yang akan terjadi setelah itu? Dengan sambutan besar dari pers, sponsor dan penonton, apakah format yang sekarang otomatis akan diteruskan begitu saja? Jawabannya: tidak. Itu adalah sepenuhnya keputusan manajemen ANTV yang menggunakan rating sebagai tolak ukur.... Read ›

Next ›

Soundbytes

"Menurut Einstein, seorang dinilai ilmuwan jika memulai sesuatu dengan ide yang paling gila sekalipun." Wimar tertawa. "Iya, tapi kan Presiden tidak boleh punya ide gila, Pak." Meisya Siregar, co-host Wimar, tergelak. Saya juga menggelengkan kepala me

Irasionalitas Bangsa oleh Aulia A Muhammad

More Soundbytes ›

Wimar Tour

Darwin: June 24, 2008
Holland: July 2008
Makassar: July 13, 2008

Wimar on Radio

Perspektif Baru
Tiap minggu di puluhan kota

Features

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.
  • Perspektif Mailing List Milis Perspektif
    Masuknya bersyarat, tapi begitu gabung bebas bicara. Ikuti pesta pendapat ini.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.