Articles

  • Saya happy banget bisa ikut meneruskan legacy pak Wimar.

    Read ›
  • Kamis, 20 Mei 2021

    Penulis: M Rizal

    Editor: Irwan Nugroho

    Read ›
  • Kamis, 20 Mei 2021 | 15:50 WIB

    Penulis: Raden Muhammad Mihradi | Editor: Heru Margianto

     

     

     

     

     

    Read ›
  • JAKARTA – Konsumsi energi pada industri, transportasi, rumah tangga dan sektor komersial saat ini masih didominasi oleh energi yang berbasis fosil. Ketergantungan yang cukup tinggi terhadap energi fosil telah berlangsung lama dan menjadi tantangan Indonesia menjaga ketahanan energi nasional. Untuk menjawab tantangan ini, generasi milenial yang diantaranya diwakili oleh kaum mahasiswa dapat berkontribusi melalui inisiatif starter bisnis untuk Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT) ataupun memberikan kontribusi langsung terhadap upaya energi bersih melalui aksi hemat energi. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana pada Webinar bertajuk “Hidup Baru dengan Energi Terbarukan” yang dilaksanakan hari ini (1/12).

     

    Read ›
  • Wimar Witoelar menyatakan, pandemi ada karena tidak bijaknya orang menggunakan teknologi. Karena itu Bill Gates misalnya bisa meramalkan adanya pandemi. Jalannya pengatasan pandemi sejalan dengan pertumbuhan energi terbarukan. "Menjaga resources alam itu sama dengan menjaga resources manusia. Jika dilakukan secara analitis maka tidak ada yang salah," ungkap Wimar.

     

    Read ›
  •  

    TOKOHKITA. Saat ini Indonesia butuh generasi muda yang cerdas iklim agar mereka dapat menjadi aktor utama upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Hal ini penting karena generasi muda sekarang yang akan paling merasakan dampak jika perubahan iklim makin menjadi kenyataan di masa depan.
    Jadi, generasi muda seperti mahasiswa sangat penting memahami dan memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim serta upaya-upaya mitigasi dan adaptasinya. Apalagi saat ini laju perubahan iklim terus meningkat, bukan melambat. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan tanda-tanda dan dampak perubahan iklim - seperti kenaikan permukaan laut, hilangnya es, dan cuaca ekstrem - meningkat selama 2015-2019, yang ditetapkan menjadi periode lima tahun terhangat yang pernah tercatat.

    TOKOHKITA. Saat ini Indonesia butuh generasi muda yang cerdas iklim agar mereka dapat menjadi aktor utama upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Hal ini penting karena generasi muda sekarang yang akan paling merasakan dampak jika perubahan iklim makin menjadi kenyataan di masa depan.

     

    Jadi, generasi muda seperti mahasiswa sangat penting memahami dan memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim serta upaya-upaya mitigasi dan adaptasinya. Apalagi saat ini laju perubahan iklim terus meningkat, bukan melambat. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan tanda-tanda dan dampak perubahan iklim - seperti kenaikan permukaan laut, hilangnya es, dan cuaca ekstrem - meningkat selama 2015-2019, yang ditetapkan menjadi periode lima tahun terhangat yang pernah tercatat.

     

    Read ›
  • Pandemi COVID-19 menjadi momentum tepat untuk mengembangkan energi bersih di sektor kelistrikan untuk mendukung pemulihan ekonomi hijau saat ini. Penggunaan energi terbarukan seperti PLTA memberi peluang untuk tetap produktif dan sehat karena terbebas dari polusi karbon pada saat bersamaan.

    Kajian dari International Hydropower Association (IHA) menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah produsen energi yang memiliki ketahanan tinggi di tengah pandemi COVID-19. PLTA juga memainkan berperan penting menyediakan energi bersih dan terjangkau dalam krisis pandemi yang sekarang melanda dunia.

    Read ›
  • Keterangan Menteri Mahfud MD dengan didampingi para pimpinan penegak hukum di hadapan pers ibukota merupakan gerak yang menimbulkan kepercayaan, apalagi ada berita bahwa Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat keduanya dicopot. Jadi lengkaplah gambaran bahwa ada sikap pemerintah yang tegas, tuntutan orang yang meragukan sikap pemerintah melawan intoleransi dan melawan pelanggar PSBB menjadi kurang dasarnya.

    Read ›
  • Di tengah fokus pada pandemi Covid-19, kita harus tetap menaruh perhatian besar juga pada ancaman perubahan iklim. Semangat dan upaya melawan perubahan iklim harus sama besarnya dengan upaya melawan Covid-19.

    Read ›
  • Saat ini menurut Wimar merupakan jaman susah. Ada hal-hal yang menimbulkan masalah hari ini. Juga ada hal-hal yang menimbulkan masalah ke depan. Karena berbagai masalah itu, banyak mahasiswa atau siswa yang tidak mengerti apa-apa, tetapi melakukan ekspresi yang sembarangan. Ekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.

    Read ›
  •  

    Sekarang ini zaman susah. Ada banyak hal yang menimbulkan masalah di hari ini, dan begitu pula, ada hal-hal yang menimbulkan masalah di masa depan.
    Karena banyaknya masalah itu, mahasiswa, juga siswa sekolah menengah, banyak yang tidak mengerti, namun melakukan ekspresi sembarangan. Berekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.
    Pernyataan itu dilontarkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar, Senin (12/10) saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk “Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan,”

    Sekarang ini zaman susah. Ada banyak hal yang menimbulkan masalah di hari ini, dan begitu pula, ada hal-hal yang menimbulkan masalah di masa depan.

     

    Karena banyaknya masalah itu, mahasiswa, juga siswa sekolah menengah, banyak yang tidak mengerti, namun melakukan ekspresi sembarangan. Berekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.

     

    Pernyataan itu dilontarkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar, Senin (12/10) saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk “Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan,”

     

    Read ›
  • Era sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.

     

    Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.

    ra sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.

    Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.

    Read ›
  • Menurut Pendiri Yayasan Perspektif Baru Wimar Witoelar, bahwa kita sekarang berada dalam keadaan yang banyak masalah. Ada yang fokus memilih antara ekonomi dan kesehatan masyarakat di kala pandemi. Sebenarnya masalah-masalah yang ada termasuk perubahan iklim saling berkaitan sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan. Hal tersebut ia sampaikan dalam Webinar “Hidup Baru dengan Energi Terbarukan”.

    Read ›
  •  

    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 
    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 

     

    Read ›
  •  

    Saat memasuki dunia baru selepas Covid-19, energi terbarukan merupakan hal mutlak.
    WIMAR WITOELAR, Pakar Komunikasi Hijau
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.

     

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan saat menghidupkan kembali kegiatan sehari-hari dan kegiatan ekonomi harus tanpa mengundang bahaya dari bangkitnya kembali COVID-19. Tetapi kebijaksanaan untuk menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hakekatnya mempersilakan penduduknya untuk ke luar dari pengasingan zaman COVID-19 dan mulai menghidupkan roda perekonomian serta kegiatan sehari-hari.

    Read ›
  • Wimar mengatakan peristiwa rasisme terhadap warga AS George Floyd, yang mengalami perlakuan brutal polisi dan kemudian meninggal, tidak berdiri sendiri. Ini berangkaian mulai dari pembunuhan sampai kepada unjuk rasa, kekerasan, dan reaksi balik Trump yang berlebih kejam. Tetapi di balik itu juga dasarnya sangat kuat dalam tradisi politik kebudayaan AS, dimana sejarah rasisme itu tidak hilang juga bahkan di masa pemerintahan Trump lebih dipertebal.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan kita harus pertahankan fokus pada mengatasi pandemi COVID-19, Janganlah mengurus politik kecil, politik pribadi agenda perebutan kekuasaan. Biarkanlah seakan-akan orang Indonesia lupa berpolitik, dan biarkanlah sosial media hanya berisi soal sehari-hari, soal bagaimana mengatasi kebutuhan karena tidak adanya kegiatan ekonomi, dan bagaimana memelihara kesehatan supaya terhindar dari COVID-19.

    Read ›
  • Wimar mengatakan bagi mereka yang terpaksa harus bekerja lagi maka bekerja. Tapi bagi mereka yang bisa menunggu maka dilanjutkan saja pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai betul-betul aman nanti. Jadi tidak ada sebetulnya konflik kepentingan, atau kompromi antara keamanan kesehatan dengan kegiatan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan.

    Read ›
  •  

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

     

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›